Korea Utara akan dibom oleh USA, itu berarti Korsel juga akan kena imbasnya, karena Korut akan membunyikan genderang perang kepada Korsel yang dilindungi oleh USA. Presiden Korut sedang sekarat karena sakit jantung. Seorang politikus bernama Jang Suk Joo mendatangi seorang dokter ahli jantung, dr. Park Chul, untuk dikirimkan ke Korut untuk menyembuhkan jantung presiden Korut. Jika presiden Korut selamat, maka perang ini bisa dihentikan.
Park Chul pun ke sana dan hampir saja gagal. Dan ternyata tentara Korut menculik anaknya Park Chul, yaitu Park Hoon. Jika Chul tidak bisa menyelamatkan presiden, nyawa Hoon taruhannya. Tapi dengan sekuat tenaga, akhirnya presiden selamat. Perang pun batal. Jang Suk Joo yang dielu-elukan masyarakat karena mereka hanya tahu bahwa semua ini berkat Suk Joo. Mereka tidak tahu tentang pengiriman dokter ke sana, dan dokter itulah pahlawan sesungguhnya.
Ketika Park Chul dan Hoon perjalanan pulang, tiba-tiba mereka dihadang tentara Korut. Mereka dibawa ke sebuah ladang dengan senjata menuding mereka. Mereka pikir, mungkin hari ini mereka mati. Ternyata tidak. Chul dan Hoon tidak boleh pulang ke Korsel. Mereka akan dinyatakan mati, tapi mereka harus tinggal dan jadi dokter di Korut.
Setelah dewasa, Hoon menjadi dokter seperti ayahnya. Dia masih sekolah kedokteran, bersama Song Jae Hee, kekasihnya. Waktu kecil mereka bertemu saat penghargaan, dan Hoon membuatkannya sebuah gelang anyaman. Kini mereka pacaran dan Hoon melamarnya.
Namun sebelum lamaran resmi terjadi, keluarga Jae Hee ditangkap tentara, karena ayah Jae Hee masuk ke dalam kelompok yang terlarang. Jae Hee pun tertangkap juga dan terpisah dari Hoon.
Hoon sendiri juga dibawa pergi oleh beberapa tentara dan dimasukkan ke dalam sekolah dokter yang ekstrim, karena orang yang sudah menginjakkan kaki masuk ke sana, tidak akan bisa keluar lagi (kecuali sudah jadi mayat), dan belajarnya sangat keras. Namun Hoon berhasil melewatinya hingga lima tahun kemudian. Dia sudah jadi dokter ahli jantung yang lebih hebat dari ayahnya.
Suatu kali, dia harus mencangkokkan ginjal dari seorang bapak kepada putrinya. Bapak itu masih hidup. Awalnya Hoon tidak mau, karena manusia yang masih hidup tidak boleh mendonorkan anggota tubuh vital. Tapi begitu dia tahu siapa gadis yang akan didonorkan, dia berubah pikiran. Karena gadis itu adalah Jae Hee. Dia pun mengoperasi Jae Hee hingga selamat.
Karena kesuksesan itu, dokter dari luar negeri mengundang Hoon untuk mempraktekkan keahliannya di sana. Ayah Hoon merasa ini kesempatan baik untuk Hoon kabur ke Korsel. Ayah akan menghubungi teman dokternya di sana untuk mengurus semuanya. Namun Hoon menolak karena tidak mau meninggalkan Jae Hee. Namun ketika sang ayah ditembak di depan matanya sendiri, karena diam-diam masuk ke sekolahnya Hoon, dia pun berubah pikiran.
Dia membawa Jae Hee ke luar negeri untuk pengobatan. Tetapi dia sudah berencana dengan dokter bule untuk kabur bersama Jae Hee. Dia menghentikan jantung Jae Hee untuk sementara, sehingga biar Jae Hee dikira sudah mati. Tapi dia harus gerak cepat. Dia pun membawa lari tubuh Jae Hee dan dikejar2. Di tempat sepi, dia mulai CPR dan Jae Hee hidup lagi. mereka pun kabur dengan sepeda motor ke kedubes Korsel.
Ternyata Jang Suk Joo ada di dalam kedubes Korsel. Dan dia tidak ingin keluarga dr. Park mengganggu kenyamanan hidupnya. Dia berencana menjadi presiden, dengan mengangkat prestasi menghentikan perang sekian tahun lalu itu. Saat Hoon dan Jae Hee sampai di kedubes, mereka pun tidak diijinkan masuk.
Sungguh malang, di Selatan tidak diterima, di Utara mau di bunuh. Mereka kabur sampai terpojok di atas jembatan. Hoon akan ditembak, tapi Jae Hee menghadang hingga bahunya kena, dan ia jatuh dari jembatan. Hoon sempat menangkap tangannya. Namun aksi tembak-tembakkan terjadi, antara tentara Korut dengan anak buahnya Suk Joo yang mau menolong Hoon. Hoon tertembak pada tangannya yang menggenggam tangan Jae Hee. Tak ingin kekasihnya terluka, Jae Hee pun melepaskan pegangannya dan jatuh ke sungai.

2 tahun kemudian, Hoon keluar dari penjara Seoul/Korsel, karena sudah 3 kali dia hampir menyelinap ke Korut untuk mencari Jae Hee. Kini dia membuka klinik kecil2an di Korsel, bersama temannya dari Korut, Lee Chang Yi. Suatu hari Chang Yi menemui seorang pria bernama Tuan Im, yang berjanji akan mengeluarkan ibunya dari penjara Korut. Tapi dia minta duit. Namun dia benar2 berhasil membawa ibu Chang Yi ke Korsel. Hoon tertarik, apalagi Tuan Im menyebut nama Jae Hee, dan memberikan rekaman video Jae Hee yang tersiksa di penjara, Hoon pun ingin mengeluarkan Jae Hee lewat Tuan Im. Tapi bayarannya mahal, dan Hoon harus segera mencari uang sebanyak itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar