Quotes

"Write is my World"

Senin, 02 Juni 2014

Angel Eyes Episode 6


“Dong Joo-yaaaa!” seru kepala sekolah. Dia seakan melupakan sakit perutnya, dan bercerita panjang lebar tentang murid kesayangannya yang akhirnya jadi dokter, seperti apa yang dia inginkan. Tiba-tiba Soo Wan mendekat. Ketahuan kah? Dan tiba-tiba Soo Wan pingsan.
Bangun-bangun, dia sudah diruang rawat, ditemani oleh Ji Woon yang mencemaskannya. Ternyata Soo Wan demam sampai 40 derajat celcius. Tapi Ji Woon tidak bilang ayah Soo Wan, karena pasti sangat cemas. Saat Ji Woon pergi untuk memeriksa pasien, Soo Wan keluar dari rumah sakit. Dia mengajak Dylan untuk pergi juga. Mereka harus bicara.
Mereka ke tangga-tangga tempat jadian Soo Wan dengan Dong Joo. Dia menyuruh Dylan diam sebentar, lalu dia meraba wajah Dylan “Wajah ini, aku mengenalinya.” Dylan memegang tangan Soo Wan, Soo Wan meraba tangan Dylan dengan tangan satunya lagi, “Aku mengenal tangan ini. Ketika dia mengantar bubur, dia jadi superhero untukku. Dan dengan suara jeleknya, dia memperkenalkan diri. Namanya…”
“Park Dong Joo.” Dylan menyambung. “Annyeong, lama tak berjumpa.” Soo Wan menampar Dylan aka Park Dong Joo.
Ji Woon berusaha menghubungi Soo Wan yang menghilang. Dia pun menghubungi Min Soo dan minum bersama di kedai. Ji Woon masih sulih memahami Soo Wan. Min Soo bilang, ini semua terjadi sejak ibunya meninggal, tetapi Ji Woon tahu, ada hal lain selain itu yang membuat Soo Wan seperti ini, tapi Min Soo tidak mau bilang tentang Dong Joo. Namun Ji Woon tahu, ada cinta pertama yang dikubur sendiri oleh Soo Wan, “dialah pemilik kalung peluit itu, kan?” Min Soo tetap bungkam.
Soo Wan bertanya tentang Jung Hwa-ssi (ibu Dong Joo). Dylan membawanya ke tempat abu. Soo Wan pun menangis, dia tidak tahu kalau Jung Hwa sudah meninggal. Padahal Dia ingin sekali melihat Jung Hwa ketika pertama kali bisa melihat. Lalu Dylan mengantar Soo Wan pulang. Hanya sampai di situ saja. Dylan tidak ingin kembali membina hubungan dengan Soo Wan. Ternyata ada sebabnya.
Beberapa jam yang lalu, dr. Yoon mendatangi Dylan. Dia pun jujur kalau selama ini dia menyembunyikan perihal Soo Wan pada Dylan. Alasannya adalah karena kornea mata yang membuat Soo Wan bisa melihat adalah milik ibu Dylan. Dr.Yoon tidak ingin Soo Wan tahu, karena pasti akan sedih, dan Dylan pun setuju akan hal itu. Namun dr. Yoon tidak ingin Soo Wan kembali berhubungan dengan Dylan alias Dong Joo. Dylan pun akhirnya mengerti, selama ini dr. Yoon membantu hidupnya bahkan sekolah dokter di Amerika, bukan semata-mata karena dr. Yoon ingin mengangkat anak laki-laki, tetapi karena mata Jung Hwa untuk Soo Wan.
Min Soo galau memikirkan Ji Woon yang tahu tentang cinta pertama Soo Wan. Dia butuh caffeine. Saat mau memasukkan koin ke mesin kopi, dia menemukan kertas ttg kasus Jung Hwa. Dia pun baru ingat dan mencari ke datanya. Di situlah dia menemukan nama Park Dong Joo. Dia ingat pembicaraannya dengan Soo Wan di pojangmacha. Detektif pintar ini pun langsung menemukan puzzlenya segera.
Min Soo menemui Dylan, memanggilnya “Park Dong Joo-ssi.” Berdiri di hadapannya, dan BUK!!! menghajarnya (keren!). Tapi akhirnya mereka bicara baik-baik di taman rumah sakit. Untuk kasus Jung Hwa, nampaknya akan sulit diungkap kembali, karena selain sudah lama, sulit mencari pelaku tabrak larinya.
Soo Wan dan Ji Woon (akhirnya) ngedate. Mereka ke restoran dan Ji Woon memberikan Soo Wan sebuah kalung bintang. Ji Woon tahu kalau kalung peluit itu penting, tapi “Bisakah mulai sekarang kau memakai kalung dariku?”
Min Soo ke rumah Woo Chul dan ternyata orang itu sedang kesakitan. Min Soo mau menelpon 911, tapi Woo Chul melarang. Akhirnya dia menelpon Dylan untuk datang merawat Woo Chul. Setelah Woo Chul sadar, Dylan menyapanya. Woo Chul mengenalnya dan minta maaf karena tidak berhasil menemukan pelaku tabrak lari, karena tidak ada cctv, blackbox, juga saksi mata. Dylan melihat2 rumah berantakan Woo Chul dan menemukan brosur restoran sup kentang yang banyak.
Ji Woon mengantar Soo Wan pulang. Dia memeluk Soo Wan dari belakang, lalu mengecup kening Soo Wan, lalu hendak menciumnya. Tapi Soo Wan mundur, dan menyuruhnya pulang. Walau kecewa, Ji Woon tetap tersenyum dan menyuruh Soo Wan masuk. (uh, kasihan Oppa… *monyongin bibir#digampar nampyeon)
Min Soo menganggap, Dylan pasti senang bisa ketemu Soo Wan lagi, tapi apa Dylan tahu, perasaan Soo Wan jika bertemu Dong Joo kembali? Lebih complicated daripada hanya sekedar senang. Mereka berpisah tanpa ucapan perpisahan. Dengan hubungan yang masih menggantung. Tiap hari dia mencari kabar tentang Dong Joo.
Dr. Yoon mengajak Dylan memancing. Ternyata dia menyuruh (mengusir) Dylan kembali ke Boston. Bahkan dia sudah menyiapkan tiket, padahal Dylan masih belum siap meninggalkan Korea, terlebih meninggalkan Soo Wan. Tapi dr. Yoon bahkan sampai berlutut memohon, agar Dylan kembali ke Boston. Demi kenyamanan hidup Soo Wan, katanya. Padahal ini untuk kenyamanan hidupnya sendiri!
Dylan datang ke restoran potato stew yang ternyata adalah milik mantan istri Woo Chul. Sementara itu Woo Chul mencari2 lagi data tentang tabraklari Jung Hwa. Lalu ada yang mengetuk pintu. Ternyata Dylan datang, membawa potato stew dan makan bersama. Woo Chul mengenali rasa sup ini, dan dia menangis diam2. Dylan melihatnya, tetapi diam saja,pura2 tak tahu.
Saat Dylan mau pulang kerja, Soo Wan datang dan mereka bicara sebentar. Soo Wan bertanya, kenapa Dylan tidak mengakui sejak awal kalau dia itu Dong Joo? Alasannya, yang pertama adalah karena awalnya Dylan juga tidak mengenali Soo Wan yang telah berubah parasnya. Kedua, karena rasa sakit hati. Dia melihat Soo Wan yang bahagia (terutama sama Ji Woon), sedangkan masa lalunya begitu pahit sejak kematian Jung Hwa. Jadi dia ingin melupakan masa lalunya, termasuk Soo Wan. Dia pun menyuruh Soo Wan untuk melupakannya mulai sekarang.
Dylan mengajak Ji Woon main basket bersama. Lalu mereka minum bir bersama. Dylan mengucapkan terima kasih, seperti ingin pergi jauh. Ji Woon pun menebak, kalau Dylan ditolak oleh cinta pertamanya. Dia pun menyemangati Dylan, pasti akan mendapatkan cewek lain yang lebih baik. Tapi Dylan tidak berpikir untuk cari cewek lagi, satu memori sedih saja sudah cukup. Ji Woon menghiburnya, dan janji akan menjadikan Dylan best man di pernikahannya nanti. Tapi Dylan menolak, karena pengantin wanitanya pasti tidak akan setuju. Tentu saja, nanti malah kawin lari sama Dylan, hehehe…
Tim FF lagi asyik makan siang. Teddy bahkan mengambil lauk yang banyak. Tiba-tiba alarm berbunyi. “Don’t touch my ‘tonkatsu’ (pork cutlet)” pesan Teddy pada pemimpin tim FF sebelum pergi, hahaha…
Saat itu ternyata Dylan datang ke kantor FF, untuk mengucapkan selamat tinggal tampaknya, karena dia bawa koper. Dia pun ke tempat abu, mengucapkan selamat tinggal pada ibu.
Sementara itu, dr. Yoon mendapat telepon dari mantan dokter bernama Choi. Ternyata Choi melihat perbuatan dr. Yoon 12 tahun lalu, yaitu melepas oksigen Jung Hwa yang sekarat. Tetapi sebenarnya, setelah oksigen terlepas, dr. Yoon seperti melihat wajah istrinya pada wajah Jung Hwa. Dan saat mendengar bunyi monitor jantung, dr. Yoon pun sadar dan mengembalikan oksigen, lalu mulai CPR. Tetapi terlambat karena Jung Hwa sudah mati. Dia pun pastinya dipersalahkan atas hal ini. Seandainya dia tidak menarik selang oksigen itu, kalaupun Jung Hwa akhirnya mati, bukan dia yang salah. Tapi karena ini terjadi, Yoon jadi punya andil dalam kematian Jung Hwa selain penabrak lari dan orang yang menyuntik racun Jung Hwa. Dan Choi kini muncul untuk mengancam kesejahteraan hidup dr. Yoon.
Saat Soo Wan di RS, dia mendengar tentang pengunduran diri Dylan. Soo Wan mencarinya di observatorium, tapi tidak ada. Lalu dia ke tempat abu, dan menemukan perekam suara.
Di taksi menuju bandara, Soo Wan mendengar semuanya, segala perasaan Dylan alias Dong Joo yang sebenarnya selama ini. Semua yang dikatakan Dylan untuk membuat Soo Wan membencinya, semua itu bohong. Tentang dia yang ingin melupakan masa lalunya yang pahit, itu juga bohong.
Di bandara, Soo Wan tidak bisa menemukan Dong Joo. Dia pun meniup kalung peluitnya.
Dan Dong Joo mendengar, rupanya berdiri tepat di samping Soo Wan. Soo Wan memukul2 dada Dong Joo.
 Perekam itu terjatuh dan bersuara,
Sejak momen saat aku bertemu denganmu lagi, aku ingin mengatakan kepadamu satu hal…”
Dong Joo menahan tangan Soo Wan yang memukulnya, lalu menariknya ke dalam pelukan…
“Aku merindukanmu…”
“Aku merindukanmu, Yoon Soo Wan…”
Comment:
Hiyaaa akhirnya… Soo Wan dan Dong Joo bersatu kembali (uh, aku berkaca-kaca). Semua usaha Dylan untuk menghilangkan sosok Dong Joo bagi Soo Wan, gagal semua, karena sebuah perekam suara yang merekam perasaan Dong Joo yang sebenarnya. Kini Dylan telah kembali menjadi Dong Joo. Akankah hubungan mereka bisa kembali pula? Namun, tentu saja banyak halangannya (uh, masih sekitar 20an episode lagi?), baik dari ayah Soo Wan, kebenaran kematian Jung Hwa, juga dari Kang Ji Woon.
Sampai di sini, entah sudah berapa kali mataku berkaca-kaca sejak beberapa menit awal episode 1, bahkan pernah sesekali menetes. Meski yah, keromantisan  kisah ini hanya ada di dunia fantasi, bukan di dunia nyata, alias too good to be true. Tetapi perjalanan kisah yang menyakitkan juga mengharukan, berhasil bikin aku termewek-mewek. This is a good drama. Selanjutkan mari kita siapkan tisu lebih banyak. Aku akan menangis untuk Soo Wan dan Dong Joo atas kesulitan yang akan mereka hadapi, juga untuk ‘cinta tiga detikku’ Kim Ji Seok alias Kang Ji Woon yang bakalan patah hati berat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar