“Dong Joo-yaaaa!” seru kepala sekolah. Dia seakan melupakan
sakit perutnya, dan bercerita panjang lebar tentang murid kesayangannya yang
akhirnya jadi dokter, seperti apa yang dia inginkan. Tiba-tiba Soo Wan
mendekat. Ketahuan kah? Dan tiba-tiba Soo Wan pingsan.

Bangun-bangun, dia sudah diruang rawat, ditemani oleh Ji
Woon yang mencemaskannya. Ternyata Soo Wan demam sampai 40 derajat celcius.
Tapi Ji Woon tidak bilang ayah Soo Wan, karena pasti sangat cemas. Saat Ji Woon
pergi untuk memeriksa pasien, Soo Wan keluar dari rumah sakit. Dia mengajak
Dylan untuk pergi juga. Mereka harus bicara.

Mereka ke tangga-tangga tempat jadian Soo Wan dengan Dong
Joo. Dia menyuruh Dylan diam sebentar, lalu dia meraba wajah Dylan “Wajah ini,
aku mengenalinya.” Dylan memegang tangan Soo Wan, Soo Wan meraba tangan Dylan
dengan tangan satunya lagi, “Aku mengenal tangan ini. Ketika dia mengantar
bubur, dia jadi superhero untukku. Dan dengan suara jeleknya, dia
memperkenalkan diri. Namanya…”
“Park Dong Joo.” Dylan menyambung. “Annyeong, lama tak
berjumpa.” Soo Wan menampar Dylan aka Park Dong Joo.

Ji Woon berusaha menghubungi Soo Wan yang menghilang. Dia
pun menghubungi Min Soo dan minum bersama di kedai. Ji Woon masih sulih
memahami Soo Wan. Min Soo bilang, ini semua terjadi sejak ibunya meninggal,
tetapi Ji Woon tahu, ada hal lain selain itu yang membuat Soo Wan seperti ini,
tapi Min Soo tidak mau bilang tentang Dong Joo. Namun Ji Woon tahu, ada cinta
pertama yang dikubur sendiri oleh Soo Wan, “dialah pemilik kalung peluit itu,
kan?” Min Soo tetap bungkam.

Soo Wan bertanya tentang Jung Hwa-ssi (ibu Dong Joo). Dylan
membawanya ke tempat abu. Soo Wan pun menangis, dia tidak tahu kalau Jung Hwa
sudah meninggal. Padahal Dia ingin sekali melihat Jung Hwa ketika pertama kali
bisa melihat. Lalu Dylan mengantar Soo Wan pulang. Hanya sampai di situ saja.
Dylan tidak ingin kembali membina hubungan dengan Soo Wan. Ternyata ada
sebabnya.


Beberapa jam yang lalu, dr. Yoon mendatangi Dylan. Dia pun
jujur kalau selama ini dia menyembunyikan perihal Soo Wan pada Dylan. Alasannya
adalah karena kornea mata yang membuat Soo Wan bisa melihat adalah milik ibu
Dylan. Dr.Yoon tidak ingin Soo Wan tahu, karena pasti akan sedih, dan Dylan pun
setuju akan hal itu. Namun dr. Yoon tidak ingin Soo Wan kembali berhubungan
dengan Dylan alias Dong Joo. Dylan pun akhirnya mengerti, selama ini dr. Yoon
membantu hidupnya bahkan sekolah dokter di Amerika, bukan semata-mata karena
dr. Yoon ingin mengangkat anak laki-laki, tetapi karena mata Jung Hwa untuk Soo
Wan.

Min Soo galau memikirkan Ji Woon yang tahu tentang cinta
pertama Soo Wan. Dia butuh caffeine. Saat mau memasukkan koin ke mesin kopi,
dia menemukan kertas ttg kasus Jung Hwa. Dia pun baru ingat dan mencari ke
datanya. Di situlah dia menemukan nama Park Dong Joo. Dia ingat pembicaraannya
dengan Soo Wan di pojangmacha. Detektif pintar ini pun langsung menemukan puzzlenya
segera.


Min Soo menemui Dylan, memanggilnya “Park Dong Joo-ssi.”
Berdiri di hadapannya, dan BUK!!! menghajarnya (keren!). Tapi akhirnya mereka
bicara baik-baik di taman rumah sakit. Untuk kasus Jung Hwa, nampaknya akan
sulit diungkap kembali, karena selain sudah lama, sulit mencari pelaku tabrak
larinya.

Soo Wan dan Ji Woon (akhirnya) ngedate. Mereka ke restoran
dan Ji Woon memberikan Soo Wan sebuah kalung bintang. Ji Woon tahu kalau kalung
peluit itu penting, tapi “Bisakah mulai sekarang kau memakai kalung dariku?”






Ji Woon mengantar Soo Wan pulang. Dia memeluk Soo Wan dari
belakang, lalu mengecup kening Soo Wan, lalu hendak menciumnya. Tapi Soo Wan
mundur, dan menyuruhnya pulang. Walau kecewa, Ji Woon tetap tersenyum dan
menyuruh Soo Wan masuk. (uh, kasihan Oppa… *monyongin bibir#digampar nampyeon)





Dr. Yoon mengajak Dylan memancing. Ternyata dia menyuruh
(mengusir) Dylan kembali ke Boston. Bahkan dia sudah menyiapkan tiket, padahal
Dylan masih belum siap meninggalkan Korea, terlebih meninggalkan Soo Wan. Tapi
dr. Yoon bahkan sampai berlutut memohon, agar Dylan kembali ke Boston. Demi
kenyamanan hidup Soo Wan, katanya. Padahal ini untuk kenyamanan hidupnya
sendiri!


Dylan datang ke restoran potato stew yang ternyata adalah
milik mantan istri Woo Chul. Sementara itu Woo Chul mencari2 lagi data tentang
tabraklari Jung Hwa. Lalu ada yang mengetuk pintu. Ternyata Dylan datang,
membawa potato stew dan makan bersama. Woo Chul mengenali rasa sup ini, dan dia
menangis diam2. Dylan melihatnya, tetapi diam saja,pura2 tak tahu.

Saat Dylan mau pulang kerja, Soo Wan datang dan mereka
bicara sebentar. Soo Wan bertanya, kenapa Dylan tidak mengakui sejak awal kalau
dia itu Dong Joo? Alasannya, yang pertama adalah karena awalnya Dylan juga
tidak mengenali Soo Wan yang telah berubah parasnya. Kedua, karena rasa sakit
hati. Dia melihat Soo Wan yang bahagia (terutama sama Ji Woon), sedangkan masa
lalunya begitu pahit sejak kematian Jung Hwa. Jadi dia ingin melupakan masa
lalunya, termasuk Soo Wan. Dia pun menyuruh Soo Wan untuk melupakannya mulai
sekarang.

Dylan mengajak Ji Woon main basket bersama. Lalu mereka
minum bir bersama. Dylan mengucapkan terima kasih, seperti ingin pergi jauh. Ji
Woon pun menebak, kalau Dylan ditolak oleh cinta pertamanya. Dia pun
menyemangati Dylan, pasti akan mendapatkan cewek lain yang lebih baik. Tapi
Dylan tidak berpikir untuk cari cewek lagi, satu memori sedih saja sudah cukup.
Ji Woon menghiburnya, dan janji akan menjadikan Dylan best man di pernikahannya
nanti. Tapi Dylan menolak, karena pengantin wanitanya pasti tidak akan setuju.
Tentu saja, nanti malah kawin lari sama Dylan, hehehe…


Tim FF lagi asyik makan siang. Teddy bahkan mengambil lauk
yang banyak. Tiba-tiba alarm berbunyi. “Don’t touch my ‘tonkatsu’ (pork
cutlet)” pesan Teddy pada pemimpin tim FF sebelum pergi, hahaha…
Saat itu
ternyata Dylan datang ke kantor FF, untuk mengucapkan selamat tinggal
tampaknya, karena dia bawa koper. Dia pun ke tempat abu, mengucapkan selamat
tinggal pada ibu.


Sementara itu, dr. Yoon mendapat telepon dari mantan dokter
bernama Choi. Ternyata Choi melihat perbuatan dr. Yoon 12 tahun lalu, yaitu
melepas oksigen Jung Hwa yang sekarat. Tetapi sebenarnya, setelah oksigen
terlepas, dr. Yoon seperti melihat wajah istrinya pada wajah Jung Hwa. Dan saat
mendengar bunyi monitor jantung, dr. Yoon pun sadar dan mengembalikan oksigen,
lalu mulai CPR. Tetapi terlambat karena Jung Hwa sudah mati. Dia pun pastinya
dipersalahkan atas hal ini. Seandainya dia tidak menarik selang oksigen itu,
kalaupun Jung Hwa akhirnya mati, bukan dia yang salah. Tapi karena ini terjadi,
Yoon jadi punya andil dalam kematian Jung Hwa selain penabrak lari dan orang
yang menyuntik racun Jung Hwa. Dan Choi kini muncul untuk mengancam
kesejahteraan hidup dr. Yoon.


Saat Soo Wan di RS, dia mendengar tentang pengunduran diri
Dylan. Soo Wan mencarinya di observatorium, tapi tidak ada. Lalu dia ke tempat
abu, dan menemukan perekam suara.

Di taksi menuju bandara, Soo Wan mendengar
semuanya, segala perasaan Dylan alias Dong Joo yang sebenarnya selama ini.
Semua yang dikatakan Dylan untuk membuat Soo Wan membencinya, semua itu bohong.
Tentang dia yang ingin melupakan masa lalunya yang pahit, itu juga bohong.




Di bandara, Soo Wan tidak bisa menemukan Dong Joo. Dia pun
meniup kalung peluitnya.

Dan Dong Joo mendengar, rupanya berdiri tepat di
samping Soo Wan. Soo Wan memukul2 dada Dong Joo.
Perekam itu terjatuh dan
bersuara,



“Sejak momen saat aku
bertemu denganmu lagi, aku ingin mengatakan kepadamu satu hal…”
Dong Joo menahan tangan Soo Wan yang memukulnya, lalu
menariknya ke dalam pelukan…

“Aku merindukanmu…”

“Aku merindukanmu, Yoon Soo Wan…”

Comment:
Hiyaaa akhirnya… Soo Wan dan Dong Joo bersatu kembali (uh,
aku berkaca-kaca). Semua usaha Dylan untuk menghilangkan sosok Dong Joo bagi
Soo Wan, gagal semua, karena sebuah perekam suara yang merekam perasaan Dong
Joo yang sebenarnya. Kini Dylan telah kembali menjadi Dong Joo. Akankah
hubungan mereka bisa kembali pula? Namun, tentu saja banyak halangannya (uh,
masih sekitar 20an episode lagi?), baik dari ayah Soo Wan, kebenaran kematian
Jung Hwa, juga dari Kang Ji Woon.

Sampai di sini, entah sudah berapa kali mataku berkaca-kaca
sejak beberapa menit awal episode 1, bahkan pernah sesekali menetes. Meski yah,
keromantisan kisah ini hanya ada di
dunia fantasi, bukan di dunia nyata, alias too good to be true. Tetapi
perjalanan kisah yang menyakitkan juga mengharukan, berhasil bikin aku
termewek-mewek. This is a good drama. Selanjutkan mari kita siapkan tisu lebih
banyak. Aku akan menangis untuk Soo Wan dan Dong Joo atas kesulitan yang akan
mereka hadapi, juga untuk ‘cinta tiga detikku’ Kim Ji Seok alias Kang Ji Woon
yang bakalan patah hati berat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar