Hoon memeluk Seung Hee, tapi kemudian Seung Hee mendorongnya dan pergi. Tapi tampaknya Hoon sudah menemukan sesuatu, benar atau tidak? hanya saja dia tidak mau bilang (kepada penonton, biar penasaran sendiri). Soo Hyun memarahinya, tapi Hoon berkata, “di dunia ini hanya satu orang yang bisa share detak jantung yang sama denganmu, dan itu adalah belahan jiwamu.” Lalu dia mendekati Soo Hyun, “Tunggu, jangan2 kau adalah soulmate-ku?” tiba2 Hoon memeluk Soo Hyun. Soo Hyun mendorongnya dengan gugup.
Dr. Moon cerita pada dr. Yang ttg kecurigaannya bahwa Seung
Hee itu mata2 Korut. Tapi medical recordnya beda dg Jae Hee. Lalu dr. Yang pun
memberi usul agar Seung Hee cek fisik lagi, siapa tahu data yang lama itu
dipalsukan. Maka dr. Moon menyuruh orang yang menyimpan medical record itu
untuk menyuruh Seung Hee tes lagi. Setelah selesai, datanya diberikan pada dr.
Moon. Seung Hee diajak dr. Moon ke sebuah ruangan, yang sudah ada
Hoon juga. Mereka akan lihat sama2, apakah Seung Hee adalah Jae Hee atau bukan.
Kalau iya, berarti dia spy. Seung Hee marah2, tidak terima, karena itu rahasia
pribadi. Hoon menahannya dan menyuruhnya tetap diam. Ditatap matanya dalam2,
dan Seung Hee mendadak nurut, seperti ada kontak batin. Tiba2 dr. Choi datang
dan memarahi mereka yang sembarangan lihat medical record orang. Tapi Hoon
tetap buka dan hasilnya sama saja seperti sebelumnya.
Hoon pulang ke klinik. Dia membuka laptop dan mengeluarkan
cd dari tasnya, rupanya itu cd medical recordnya Seung Hee. Mungkin sebelumnya
dia sudah menggandakan, atau mungkin inilah cd yang asli, sedang yang tadi itu
palsu (entahlah, nggak paham sama sekali saya, misteri banget). Tiba2 dr. Choi
muncul, memberikan sebuah data pada Hoon. Data itu adalah alasan ayah Hoon
dikirim ke Korut.
Park Chul menitipkan anaknya kepada dr. Choi, tapi dr. Choi
malah membawa anak itu ke Korut. Menurut Choi, dia sudah berusaha agar mereka
pulang ke Korsel, namun orang Korut yang menahan mereka di sana. Hoon tidak
percaya. Dia dan ayahnya memang sengaja dimanfaatkan, lalu dibuang. Hidup
mereka susah di sana. Dr. Choi berkata, at least, Hoon berhasil dibesarkan
menjadi seorang dokter hebat. Tapi Hoon mengelak, dia memang dibesarkan sebagai
seorang dokter yang menyelamatkan orang, bukannya membunuh. Tetapi di camp
kedokteran yg ekstrim itu, para dokter bukannya menyelamatkan, melainkan
membunuh, dan dia adalah salah satunya (mungkin para pasien di sana itu
dijadikan kelinci percobaan gitu, kalau gagal, ya mati).
Dr. Choi pun tidak bisa berkata apa2 lagi dan menyerahkan
barang2 ayah Hoon dan keluar. Barang itu adl kacamata dan tas kerja ayah Hoon.
Hoon menangis mengingat ayahnya. Lalu dia keluar menemui dr. Choi dan
menanyakan bagaimana nasib keluarga pasien yang meninggal itu. Istri pasien itu
juga meninggal beberapa waktu kemudian. Anak mereka jadi yatim piatu dan diadopsi
ke amerika. Rencananya, setelah dr. Choi menemukan Jae Hee, dia ingin mencari
anak itu. Tapi Hoon melarang Choi mencari Jae Hee lagi, karena dia sendiri yang
akan menemukannya.
Di ruang perawatan terjadi keributan. Anak kembar
ibu yang tadi ternyata punya penyakit dan harus segera dioperasi. Tetapi ibu
itu tidak punya biaya, jadi dia akan diusir dari RS oleh Sang Jin. Dia pun
mengancam akan mati bertiga dengan anak2nya, sambil bawa pisau bedah. Seung Hee
dan Hoon datang menenangkan. Tiba2 salah satu anaknya tidak bernapas. Semua
orang keluar selain Hoon dan Seung Hee. Soo Hyun menjaga diluar pintu agar Sang
Jin jangan sampai masuk dan mengganggu. Hoon CPR dan akhirnya bayi itu bernapas
lagi. Dia akan mengoperasi sebentar
lagi, bebas biaya.
Perdana Menteri datang ke RS. Dia tampak kecewa karena
kabarnya Hoon mengundurkan diri dari kompetisi. Tetapi tiba2 Hoon datang,
mengambil kembali jas dokternya yang masih di Jae Joon, dan akan ikut kompetisi
asal RS membebaskan biaya untuk pasien yang tidak punya biaya. Lalu Suk Joo
menyapanya, dan Hoon hanya tersenyum sinis, lalu pergi. Suk Joo pun berkata
pada dr. Choi dan direktur Oh, “Kalian tidak kenal dia? Dia anak pria itu, Park
Chul.” Direktur Oh pun kaget.
Saat pulang, Suk Joo bertanya pada Jae Joon, apa motivasinya
untuk menang? Dia menjawab, dia ingin menjadi raja di RS Myung Woo. Nah,
direktur pun terkejut dengan jawaban itu, dan baru merasa terancam. Meski
begitu, dia masih lebih percaya Jae Joon daripada Hoon. Direktur Oh bicara
dengan dr. Choi. Kalau tahu Hoon adl anak Chul, dia tidak mungkin mau anak itu
menginjakkan kaki di RS ini. Dia menyalahkan dr. Choi yang memaksanya menerima
anak itu, karena dr. Choi mungkin merasa bersalah pada Chul. Direktur ingin Jae
Joon saja yang mengoperasi Suk Joo. (padahal Jae Joon sama seramnya. Hoon
‘hanya’ membunuh Suk Joo, tetapi Jae Joon ingin menghancurkan Myung Woo)
Dr. Choi mendapat telpon dari perlindungan anak Beijing,
yang mengabarkan kalau anak pasien yg mati sekian tahun lalu itu kabarnya ada
di Korsel, dan dia akan memeriksa dulu baru melaporkan kembali. Tapi ternyata
orang yang menelepon itu menemui Jae Joon. Ternyata mereka berteman, dan orang
itu tahu rencana jahat Jae Joon, untuk menghancurkan Myung Woo.
Hoon mengajak Seung Hee bicara empat mata. Hoon melihat ke
kanan dan kiri, semua orang sibuk. Lalu dia menatap Seung Hee dalam2. Tampak
Seung Hee membalasnya lembut. Tapi begitu dia melihat penampakkan Jin Soo di
belakang Hoon, dia kembali dingin dan mengalihkan ke pembicaraan tentang bayi
yang akan dioperasi. Lalu Soo Hyun datang dan mengajak mereka minum di café,
tempat Chang Yi bekerja.
Soo Hyun ingin tahu bagaimana Hoon bertemu Jae Hee, serta
hubungan mereka. Mereka bertemu begitu saja, sifat Jae Hee yang terkadang
nyebelin, tetapi Soo Hyun dapat melihat, Hoon begitu mencintainya. “Karena dia
Jae Hee,” kata Hoon. Seung Hee tampak membuang muka dengan galau. Lalu Soo Hyun
bertanya, jika bertemu Jae Hee, apa yang akan dia katakan? Rindu? Hoon berkata
tidak. Dia menggebrak meja dan memajukan wajahnya mendekati Seung Hee, “Aku
akan menyelamatkan bayi itu. Lalu, sebenarnya apa rencanamu? Apa rencanamu
dengan operasi ini?” Seung Hee kaget, tapi diam saja. Saat Hoon pergi, terlihat
lagi penampakan Jin Soo.
Jin Soo dan Seung Hee ketemu di atap. Seung Hee memarahi Jin
Soo yang sering muncul, dia takut Hoon akan tahu. Tapi Jin Soo membawa
perubahan rencana, karena kini Suk Joo hendak memilih Jae Joon sebagai
dokternya. Jadi kini Seung Hee harus pindah ke kubu Jae Joon. Tapi Seung Hee
tidak mau, karena nanti bisa ketahuan. Bagi Jin Soo, Hoon harus menang, meski
tanpa anestesi. Kalau tidak, Jin Soo, Seung Hee, dan Hoon juga akan mati.
Kubu Hoon dan kubu Jae Joon rapat untuk operasi nanti malam.
Kubu Jae Joon pendukungnya banyak, dan dia akan memilih Soo Hyun sebagai
asisten pertama, padahal menurut dokter anestesi, dr. Moon (cewek), dr. Keum
lebih berbakat daripada Soo Hyun. Dia tidak setuju pada keputusan Jae Joon dan
pergi dengan kesal. Sementara itu di kubu Hoon cuman ada 3 orang, yaitu Hoon,
dr. Moon dan dr. Yang. Tapi Seung Hee sudah berjanji akan membantu mereka. Hoon
mencari tim scrub yang ternyata adalah suster Min meski kini dia hanya perawat,
tapi dia pernah membantu operasi di tim scrub. Setelah merayu suster Min,
akhirnya dia pun mau. Ternyata dr. Yang adl suami (atau mantan suami) suster
Min.
Sementara itu Hoon latihan operasi dulu, tapi diganggu oleh
Soo Hyun yang ingin diajarkan bagaimana cara jadi asisten pertama. Hoon mengajarinya,
dari belakang tubuh Soo Hyun (back hug ^^) Soo Hyun pun jadi gugup, tapi bisa
belajar. Tanpa mereka sadari, Seung Hee dan Jae Joon melihat mereka. Cemburu.
Jae Joon membentak mereka dan mengajak Soo Hyun pergi. Seung Hee pun
menghampiri Hoon, mengingatkanya akan kompetisi yang harus Hoon menangkan. Hoon
berkata, memang awalnya dia berpikir kalau Seung Hee adalah Jae Hee, tetapi
setelah kejadian ini, dia yakin kalau Seung Hee bukanlah Jae Hee, karena Jae
Hee bukannya mendukung kompetisi, malah akan menyuruh Hoon keluar dari
kompetisi.
Sementara itu Soo Hyun terusir dari jabatan asisten pertama.
Jae Joon akan memakai dr. Keum. Soo Hyun kesal. Dia pergi menyendiri dan
menangis. Lalu Hoon datang, menawarkannya menjadi asisten pertamanya. Soo Hyun
yang merasa terbuang, akhirnya bersedia di kubu Hoon. Sementara itu dr. Moon
anastesi kembali ke Jae Joon. Kini Hoon yang nggak punya anastesi. Tetapi Seung
Hee menelepon, kalau dia akan tiba sebentar lagi untuk membantu Hoon.
Comment:
Nampaknya sudah ada titik terang mengenai identitas Han
Seung Hee. Seperti yang telah kuasumsikan sebelumnya, tampaknya asumsi pertama
yang mendekati. Han Seung Hee adalah Song Jae Hee, tidak hilang ingatan, tetapi
ada orang di belakangnya yang mengatur dan mengancamnya. Mungkin ancamannya
adalah Park Hoon akan dibunuh kalau dia tidak mau ikut aturan permainan.
Dan Park Hoon tampaknya juga sudah tahu kalau Seung Hee
adalah Jae Hee, mungkin sejak dia mendengar detak jantung Seung Hee. Tetapi dia
diam, tidak mengejar2 lagi seperti dulu. Mungkin sebagai orang yang pernah jadi
warga Korut, tahu tentang hal semacam mata-mata, yang menyembunyikan identitas.
Kalau dia woro-woro, dan Seung Hee ketahuan, bisa-bisa malah bahaya kan. Meskipun
dia aslinya orang Korsel, tapi dia tetaplah warga negara Korut yang patriotik,
bukan? Melindungi rekan (comrade) adalah salah satu tugas warga Korut. Dia
yakin, pasti ada sesuatu yang membuat Jae Hee menjadi Seung Hee yang tidak
mengenalnya. Makanya dia menyuruh Chang Yi mengikuti mereka.






























Tidak ada komentar:
Posting Komentar