Quotes

"Write is my World"

Kamis, 05 Juni 2014

Doctor Stranger Episode 7-8


 Hoon memeluk Seung Hee, tapi kemudian Seung Hee mendorongnya dan pergi. Tapi tampaknya Hoon sudah menemukan sesuatu, benar atau tidak? hanya saja dia tidak mau bilang (kepada penonton, biar penasaran sendiri). Soo Hyun memarahinya, tapi Hoon berkata, “di dunia ini hanya satu orang yang bisa share detak jantung yang sama denganmu, dan itu adalah belahan jiwamu.” Lalu dia mendekati Soo Hyun, “Tunggu, jangan2 kau adalah soulmate-ku?” tiba2 Hoon memeluk Soo Hyun. Soo Hyun mendorongnya dengan gugup.
 Hoon mengejar Seung Hee, lalu menunduk minta maaf. Lalu ada panggilan pasien darurat. Seorang ibu hamil yang pendarahan. Dokter2 lain sedang sibuk dan ruang operasinya dipakai. Hoon pun mengoperasinya bersama Seung Hee dan Soo Hyun di ruang operasi emergency (jadi ingat emergency couple). Ibu itu pun selamat dan melahirkan anak kembar.
 Jae Joon yang sudah selesai operasi, menghampiri Soo Hyun yang bahagia melihat bayi kembar. Soo Hyun menceritakan secara singkat prosesnya tadi. Dia bersyukur ada dr. Park yang hebat. Saat dibicarakan, orangnya muncul hanya dengan singlet (wow sekseh!). Soo Hyun pergi duluan, sementara Jae Joon dan Hoon saling menatap dan tersenyum (Jae Joon senyumnya nggak ikhlas).
Dr. Moon cerita pada dr. Yang ttg kecurigaannya bahwa Seung Hee itu mata2 Korut. Tapi medical recordnya beda dg Jae Hee. Lalu dr. Yang pun memberi usul agar Seung Hee cek fisik lagi, siapa tahu data yang lama itu dipalsukan. Maka dr. Moon menyuruh orang yang menyimpan medical record itu untuk menyuruh Seung Hee tes lagi. Setelah selesai, datanya diberikan pada dr. Moon. Seung Hee diajak dr. Moon ke sebuah ruangan, yang sudah ada Hoon juga. Mereka akan lihat sama2, apakah Seung Hee adalah Jae Hee atau bukan. Kalau iya, berarti dia spy. Seung Hee marah2, tidak terima, karena itu rahasia pribadi. Hoon menahannya dan menyuruhnya tetap diam. Ditatap matanya dalam2, dan Seung Hee mendadak nurut, seperti ada kontak batin. Tiba2 dr. Choi datang dan memarahi mereka yang sembarangan lihat medical record orang. Tapi Hoon tetap buka dan hasilnya sama saja seperti sebelumnya.
Hoon pulang ke klinik. Dia membuka laptop dan mengeluarkan cd dari tasnya, rupanya itu cd medical recordnya Seung Hee. Mungkin sebelumnya dia sudah menggandakan, atau mungkin inilah cd yang asli, sedang yang tadi itu palsu (entahlah, nggak paham sama sekali saya, misteri banget). Tiba2 dr. Choi muncul, memberikan sebuah data pada Hoon. Data itu adalah alasan ayah Hoon dikirim ke Korut. 
 Seorang pasien meninggal di meja operasi, dan itu berhubungan dengan RS Myung Woo dan juga Park Chul (kalo nggak salah, Park Chul yang menuntut). Ada tuntutan untuk RS Myung Woo, padahal RS itu baru mau dibangun lebih besar. Lalu datanglah Jang Suk Joo, memberi ide untuk mengirim Park Chul ke Korut, maka perang Korea akan berhenti, dan RS Myung Woo pun berdiri.
Park Chul menitipkan anaknya kepada dr. Choi, tapi dr. Choi malah membawa anak itu ke Korut. Menurut Choi, dia sudah berusaha agar mereka pulang ke Korsel, namun orang Korut yang menahan mereka di sana. Hoon tidak percaya. Dia dan ayahnya memang sengaja dimanfaatkan, lalu dibuang. Hidup mereka susah di sana. Dr. Choi berkata, at least, Hoon berhasil dibesarkan menjadi seorang dokter hebat. Tapi Hoon mengelak, dia memang dibesarkan sebagai seorang dokter yang menyelamatkan orang, bukannya membunuh. Tetapi di camp kedokteran yg ekstrim itu, para dokter bukannya menyelamatkan, melainkan membunuh, dan dia adalah salah satunya (mungkin para pasien di sana itu dijadikan kelinci percobaan gitu, kalau gagal, ya mati).
Dr. Choi pun tidak bisa berkata apa2 lagi dan menyerahkan barang2 ayah Hoon dan keluar. Barang itu adl kacamata dan tas kerja ayah Hoon. Hoon menangis mengingat ayahnya. Lalu dia keluar menemui dr. Choi dan menanyakan bagaimana nasib keluarga pasien yang meninggal itu. Istri pasien itu juga meninggal beberapa waktu kemudian. Anak mereka jadi yatim piatu dan diadopsi ke amerika. Rencananya, setelah dr. Choi menemukan Jae Hee, dia ingin mencari anak itu. Tapi Hoon melarang Choi mencari Jae Hee lagi, karena dia sendiri yang akan menemukannya.
 Jae Joon janjian makan malam bersama direktur Oh. Rupanya Soo Hyun juga ada di sana. Mereka naik lift bersama. Tiba2 Soo Hyun memeluknya. Mereka pun berpelukan sampai mereka tiba di lantai yg dituju. Rupanya direktur bertanya, kapan mereka married? Jae Joon dan Soo Hyun sepakat untuk tidak membicarakan itu dulu. Lalu Soo Hyun pulang duluan karena ada panggilan RS. Di dalam lift, Soo Hyun membayangkan lagi saat dia berpelukan dengan Jae Joon, dibandingkan dengan bersama Hoon. Tampaknya terasa lebih grogi saat bersama Hoon. Kayaknya dia suka sama Hoon, tapi dia tidak mau mengakuinya.
 Jae Joon masih menemani direktur, yang menyuruhnya untuk melindungi Soo Hyun, juga RS. Jae Joon hanya diam, namun matanya menyimpan sebuah rencana. Kemudian Jae Joon ke RS, namun Soo Hyun sudah pulang. Dia menelepon Soo Hyun sebentar. Lalu dia menatap mini kastil hasil karyanya (pakai balok2 kecil). “Ayah, ibu, sebentar lagi aku mencapainya. Tunggu sebentar lagi…” oh, nampaknya anak korban pasien yg mati di meja operasi sekian tahun lalu itu, adalah Han Jae Joon, yang kini membawa dendam untuk RS Myung Woo. Mungkin dia mendekati Soo Hyun untuk bisa menguasai, atau menghabisi RS Myung Woo.
 Dr. Moon terus meminta maaf pada Seung Hee, agar Seung Hee mau bergabung dengan timnya. Hoon heran, untuk apa dr. Moon terus ingin membuat tim? Moon menceritakan, bahwa dia sangat ingin mengalahkan Jae Joon, lalu naik jadi manajer yang kini diduduki Jae Joon. Ayahnya berpesan sebelum meninggal, bahwa dia harus jadi direktur RS. Tapi Hoon tak percaya hanya karena pesan ayah. Ternyata masalah duit juga ujung2nya, karena gaji manajer besar. Dan rupanya dua tim operasi jantung di RS ini sudah ditentukan oleh rapat para direksi, yaitu tim dr. Han, dan tim dr. Park. Dr. Moon pun menjelaskan, kalau mereka harus bersaing untuk terpilih mengoperasi jantung perdana menteri Jung Suk Joo. “Siapa?” dr. Choi muncul, “Perdana menteri Jang Suk Joo. Jang Suk Joo yang itu.” Hoon mengepalkan tangan, dia tahu siapa orang itu. Hoon menolak untuk mengoperasi orang yang sudah membuangnya dan ayahnya ke Korut, dan menyebabkan ayahnya mati. Kalau sampai dia pegang pisau bedah itu, mungkin bukannya menyelamatkan, malah membunuhnya. Dia melepaskan jas dokter dan melemparkannya ke Jae Joon. Itu tanda bendera putih darinya, yang berarti dia tidak mau ikut kompetisi itu, dan membiarkan Jae Joon menang.
Di ruang perawatan terjadi keributan. Anak kembar ibu yang tadi ternyata punya penyakit dan harus segera dioperasi. Tetapi ibu itu tidak punya biaya, jadi dia akan diusir dari RS oleh Sang Jin. Dia pun mengancam akan mati bertiga dengan anak2nya, sambil bawa pisau bedah. Seung Hee dan Hoon datang menenangkan. Tiba2 salah satu anaknya tidak bernapas. Semua orang keluar selain Hoon dan Seung Hee. Soo Hyun menjaga diluar pintu agar Sang Jin jangan sampai masuk dan mengganggu. Hoon CPR dan akhirnya bayi itu bernapas lagi.  Dia akan mengoperasi sebentar lagi, bebas biaya.
Perdana Menteri datang ke RS. Dia tampak kecewa karena kabarnya Hoon mengundurkan diri dari kompetisi. Tetapi tiba2 Hoon datang, mengambil kembali jas dokternya yang masih di Jae Joon, dan akan ikut kompetisi asal RS membebaskan biaya untuk pasien yang tidak punya biaya. Lalu Suk Joo menyapanya, dan Hoon hanya tersenyum sinis, lalu pergi. Suk Joo pun berkata pada dr. Choi dan direktur Oh, “Kalian tidak kenal dia? Dia anak pria itu, Park Chul.” Direktur Oh pun kaget.
 Sementara itu di WC, Suk Joo bertemu dengan Hoon. Tadi dipikirnya Hoon tidak mengenalnya, tapi dia salah. Hoon mengancam, dia akan memenangkan kompetisi ini, untuk membuka dan melihat jantung Suk Joo. Maksudnya dia bukannya menyembuhkan, malah akan membunuh Suk Joo, atas apa yang telah terjadi padanya dan ayahnya dulu. Namun Suk Joo membalas mengancam, kalau Hoon tidak menyembuhkannya, dia tidak akan bertemu Jae Hee selamanya. Terdengar sedikit keributan di dalam WC dari luar sehingga Tae Sool dan para pengawal mendobrak pintu. Tapi Suk Joo berdalih bahwa dia agak pusing. Namun Suk Joo telah memutuskan, sepertinya dia akan memakai jasa Jae Joon saja. Mungkin dia sedikit takut pada Hoon yang ingin membunuhnya.
Saat pulang, Suk Joo bertanya pada Jae Joon, apa motivasinya untuk menang? Dia menjawab, dia ingin menjadi raja di RS Myung Woo. Nah, direktur pun terkejut dengan jawaban itu, dan baru merasa terancam. Meski begitu, dia masih lebih percaya Jae Joon daripada Hoon. Direktur Oh bicara dengan dr. Choi. Kalau tahu Hoon adl anak Chul, dia tidak mungkin mau anak itu menginjakkan kaki di RS ini. Dia menyalahkan dr. Choi yang memaksanya menerima anak itu, karena dr. Choi mungkin merasa bersalah pada Chul. Direktur ingin Jae Joon saja yang mengoperasi Suk Joo. (padahal Jae Joon sama seramnya. Hoon ‘hanya’ membunuh Suk Joo, tetapi Jae Joon ingin menghancurkan Myung Woo)
Dr. Choi mendapat telpon dari perlindungan anak Beijing, yang mengabarkan kalau anak pasien yg mati sekian tahun lalu itu kabarnya ada di Korsel, dan dia akan memeriksa dulu baru melaporkan kembali. Tapi ternyata orang yang menelepon itu menemui Jae Joon. Ternyata mereka berteman, dan orang itu tahu rencana jahat Jae Joon, untuk menghancurkan Myung Woo.
Hoon mengajak Seung Hee bicara empat mata. Hoon melihat ke kanan dan kiri, semua orang sibuk. Lalu dia menatap Seung Hee dalam2. Tampak Seung Hee membalasnya lembut. Tapi begitu dia melihat penampakkan Jin Soo di belakang Hoon, dia kembali dingin dan mengalihkan ke pembicaraan tentang bayi yang akan dioperasi. Lalu Soo Hyun datang dan mengajak mereka minum di café, tempat Chang Yi bekerja.
Soo Hyun ingin tahu bagaimana Hoon bertemu Jae Hee, serta hubungan mereka. Mereka bertemu begitu saja, sifat Jae Hee yang terkadang nyebelin, tetapi Soo Hyun dapat melihat, Hoon begitu mencintainya. “Karena dia Jae Hee,” kata Hoon. Seung Hee tampak membuang muka dengan galau. Lalu Soo Hyun bertanya, jika bertemu Jae Hee, apa yang akan dia katakan? Rindu? Hoon berkata tidak. Dia menggebrak meja dan memajukan wajahnya mendekati Seung Hee, “Aku akan menyelamatkan bayi itu. Lalu, sebenarnya apa rencanamu? Apa rencanamu dengan operasi ini?” Seung Hee kaget, tapi diam saja. Saat Hoon pergi, terlihat lagi penampakan Jin Soo.
Jin Soo dan Seung Hee ketemu di atap. Seung Hee memarahi Jin Soo yang sering muncul, dia takut Hoon akan tahu. Tapi Jin Soo membawa perubahan rencana, karena kini Suk Joo hendak memilih Jae Joon sebagai dokternya. Jadi kini Seung Hee harus pindah ke kubu Jae Joon. Tapi Seung Hee tidak mau, karena nanti bisa ketahuan. Bagi Jin Soo, Hoon harus menang, meski tanpa anestesi. Kalau tidak, Jin Soo, Seung Hee, dan Hoon juga akan mati.
Kubu Hoon dan kubu Jae Joon rapat untuk operasi nanti malam. Kubu Jae Joon pendukungnya banyak, dan dia akan memilih Soo Hyun sebagai asisten pertama, padahal menurut dokter anestesi, dr. Moon (cewek), dr. Keum lebih berbakat daripada Soo Hyun. Dia tidak setuju pada keputusan Jae Joon dan pergi dengan kesal. Sementara itu di kubu Hoon cuman ada 3 orang, yaitu Hoon, dr. Moon dan dr. Yang. Tapi Seung Hee sudah berjanji akan membantu mereka. Hoon mencari tim scrub yang ternyata adalah suster Min meski kini dia hanya perawat, tapi dia pernah membantu operasi di tim scrub. Setelah merayu suster Min, akhirnya dia pun mau. Ternyata dr. Yang adl suami (atau mantan suami) suster Min.
 Tetapi ketika malam hampir tiba, Seung Hee mendadak ingin cuti dan tidak mau membantu Hoon di anestesi. Sementara itu dr. Moon anastesinya Jae Joon juga mundur, dan beralih ke kubu Hoon. Jae Joon meminta bantuan Seung Hee (tukeran anestesi), tapi Seung Hee tidak mau mendukung keduanya. Lebih kacau lagi, karena dr. Yang mematahkan jarinya sendiri, karena dia juga tidak mau mendukung keduanya. Jae Joon berpikir ulang, karena dr. Moon tidak ada, dia akan kesulitan. Soo Hyun memang tidak terlalu pintar, seharusnya dia memang pakai dr. Keum.
Sementara itu Hoon latihan operasi dulu, tapi diganggu oleh Soo Hyun yang ingin diajarkan bagaimana cara jadi asisten pertama. Hoon mengajarinya, dari belakang tubuh Soo Hyun (back hug ^^) Soo Hyun pun jadi gugup, tapi bisa belajar. Tanpa mereka sadari, Seung Hee dan Jae Joon melihat mereka. Cemburu. Jae Joon membentak mereka dan mengajak Soo Hyun pergi. Seung Hee pun menghampiri Hoon, mengingatkanya akan kompetisi yang harus Hoon menangkan. Hoon berkata, memang awalnya dia berpikir kalau Seung Hee adalah Jae Hee, tetapi setelah kejadian ini, dia yakin kalau Seung Hee bukanlah Jae Hee, karena Jae Hee bukannya mendukung kompetisi, malah akan menyuruh Hoon keluar dari kompetisi.
Sementara itu Soo Hyun terusir dari jabatan asisten pertama. Jae Joon akan memakai dr. Keum. Soo Hyun kesal. Dia pergi menyendiri dan menangis. Lalu Hoon datang, menawarkannya menjadi asisten pertamanya. Soo Hyun yang merasa terbuang, akhirnya bersedia di kubu Hoon. Sementara itu dr. Moon anastesi kembali ke Jae Joon. Kini Hoon yang nggak punya anastesi. Tetapi Seung Hee menelepon, kalau dia akan tiba sebentar lagi untuk membantu Hoon.
 Tetapi Seung Hee kini sedang bersama Jin Soo menuju Pyungtak. Chang  Yi disuruh Hoon untuk mengikuti mereka, sampai masuk ke sebuah gedung. Chang Yi mengabarkan pada Hoon lewat telepon, saat Hoon sudah mau siap2 operasi. Jin Soo dan Seung Hee menghadap Tae Sool yang menyuruh mereka kini mendukung Jae Joon saja. Tiba2 Chang Yi melihat Tae Sool menodongkan pistol milik Jin Soo yang tadi disita, ke dada Seung Hee. “Hyung, eonni itu… akan dibunuh!”


Comment:
Nampaknya sudah ada titik terang mengenai identitas Han Seung Hee. Seperti yang telah kuasumsikan sebelumnya, tampaknya asumsi pertama yang mendekati. Han Seung Hee adalah Song Jae Hee, tidak hilang ingatan, tetapi ada orang di belakangnya yang mengatur dan mengancamnya. Mungkin ancamannya adalah Park Hoon akan dibunuh kalau dia tidak mau ikut aturan permainan.
Dan Park Hoon tampaknya juga sudah tahu kalau Seung Hee adalah Jae Hee, mungkin sejak dia mendengar detak jantung Seung Hee. Tetapi dia diam, tidak mengejar2 lagi seperti dulu. Mungkin sebagai orang yang pernah jadi warga Korut, tahu tentang hal semacam mata-mata, yang menyembunyikan identitas. Kalau dia woro-woro, dan Seung Hee ketahuan, bisa-bisa malah bahaya kan. Meskipun dia aslinya orang Korsel, tapi dia tetaplah warga negara Korut yang patriotik, bukan? Melindungi rekan (comrade) adalah salah satu tugas warga Korut. Dia yakin, pasti ada sesuatu yang membuat Jae Hee menjadi Seung Hee yang tidak mengenalnya. Makanya dia menyuruh Chang Yi mengikuti mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar