Quotes

"Write is my World"

Minggu, 29 September 2013

That Winter, The Wind Blows Episode 16-End


Soo berlari ke rumah Young, dan mendapati gadis itu telah tak sadarkan diri, bunuh diri dengan memotong urat nadi. Sementara itu, ternyata Moo Chul belum mati. Pisau yg dihunuskan anak buah Kim berhasil ditahan dengan tangan Moo Chul hingga tangannya yg berdarah. Ia menghajar orang itu, mematahkan tangannya, lalu menyuruhnya pulang. Jin Sung berjalan, melihat Moo Chul yang jatuh bertelut. Tiba2 Moo Chul muntah darah dan jatuh ke aspal. Jin Sung menggendongnya, tapi di tengah jalan, tangan Moo Chul sudah terkulai. Jin Sung berhenti dan berjongkok. Ia menangis. Anak buah Moo Chul datang dan melihatnya dari jauh dengan ekpresi sedih.
Young berhasil diselamatkan dr. Jo. Saat Jo mau pulang, ia bertemu Soo di luar kamar Young. Ia pun memberitahu kalau Moo Chul sudah ‘pergi’. Jin Sung yg mengabarinya saat dia dalam perjalanan kemari. Jo bilang bahwa Moo Chul sudah sakit sejak dulu, “Dia hidup seperti anjing, dan dia mati seperti anjing.” Jo tidak berharap Soo datang ke kremasi besok. Sementara itu Hee Sun dan Jin Sung melihat mayat Moo Chul yang sudah di masukan lemari mayat. Hee Sun tampak syok dan menangis.
Jang menemui Wang dan mengajaknya untuk kembali pada Young. Di lapangan basket, anak buah Moo Chul dkk membawa seseorang yg sudah bonyok ke hadapan Jin Sung. Ternyata uang yg dipakai Jin Sung untuk main judi sama Kim nanti itu adl uangnya orang ini. Jadi kalau Jin Sung yg menang, maka uang kemenangan itu bukan jadi milik Jin Sung, tapi milik orang ini. Jin Sung marah dan menambah bonyok di mukanya. Anak buah Moo Chul menyuruh Jin Sung untuk hati2 sama Kim.
Soo terus menjaga Young sampai dia sendiri tertidur saat Young bangun. Ia teringat kata2 Soo semalam ttg video di rumah kaca. Dia pun ke sana, membaca surat braille dari Soo dan mendengar video itu. Tetapi meskipun sudah mendengarnya, ia tetap belum bisa memaafkan Soo. Jika Jang sudah pulang, ia ingin Soo pergi. Dan setelah operasi, jika dia masih bernapas, barulah mereka bisa bertemu lagi, dan saat itu, Soo harus menjawab semua pertanyaan Young dengan sejujur2nya, “Ketika saat itu tiba, kau akan menjawab semua pertanyaanku tanpa menyembunyikan apapun. Jika kau sangat mencintaiku. Dan bagaimana pun rasa bersalahmu karena mencintaiku. Apakah rasa sakitmu sama dengan sara sakitku saat kau membohongiku. Dan dimana kau mengubur saudaraku atau dimana kau menabur abunya. Kau akan menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Tapi saat ini aku ingin mengatakan padamu apa yang ingin aku katakan sekarang. Saat kau pergi dan aku tak bisa melihatmu, bagian tersulit adalah bahwa aku masih merindukanmu. Aku pikir semua akan berakhir jika aku membiarkanmu pergi. Bahkan saat aku ingin mengakhirinya ada bagian dalam diriku yang ingin agar kau kembali padaku. Saat aku meotong pergelangan tanganku, aku tidak takut, aku melihat kedepan, berharap kau akan akan datang dan membuka pintu. Seolah aku tidak pernah ingin mati.”
Soo tak tahan, ia menangis keras dengan tangan menutupi wajahnya. Young mengulurkan tangannya menyentuh tangan Soo dan mengangkat wajah Soo agar menatapnya, karena masih banyak hal yang ingin ia katakan. Tapi untuk hari ini, cukup ini, tak ada yang berakhir diantara mereka. Soo menatap Young. Young tersenyum dan mengatakan “Setelah operasi berakhir, nanti, seperti saat ini, kita akan bicara seperti ini bukan? Kau dan aku?” Soo menggenggam tangan Young dan mencium bibir Young. Young meraba wajah Soo dan memintanya jangan menangis. “I love you.” Tapi Soo tak bisa menghentikan tangisannya. Ia memeluk Young dan menangis lagi lalu mengatakan “I love you”.
Benang pada lonceng sudah dipasang kembali ke tangan Young. Soo berpamitan pergi. Ia mengecup kening, mata, dan pipi Young. Di luar kamar, Soo menelpon Wang, menyuruhnya untuk tinggal lagi dengan Young. Di luar dia berpapasan dg Jang. Jang bertanya, karena Moo Chul sudah mati, berarti sudah tidak ada masalah lagi, bukan? Soo mengiyakan. Soo melihat ke atas, Young berdiri di dekat jendela. Soo menyuruh Jang masuk, karena Young bisa kedinginan jika ia tak segera pergi. Tapi sebelum pergi, Young membunyikan lonceng itu sambil tersenyum. Soo membunyikan lonceng gelangnya, dan pergi dengan senyum bahagia.
Paginya, Young dan Jang akan sarapan sebelum ke RS. Young mencium bau masakan yang tampaknya enak. Tiba2 ia mendengar suara Wang menyebutkan nama makanan yg terhidang. Tangan Wang menyentuh pundaknya. Itu memang benar Wang, bukan khayalan. Wang kembali. Mereka pun makan bersama, dan mata Young berkaca2 bahagia. Sementara itu keluarga Jin Sung bersama Soo mengepak barang2 untuk pulang kampung. Mereka tampak bahagia.
Image Hosted by ImageShack.us
Young, Wang, Jang sudah di RS bersama dr. Jo. Young sudah siap dioperasi besok malam jam 8. Setelah tinggal berdua, Wang mengatakan bahwa Young tak akan bisa hidup sendirian. Bukan karena Young cacat, tapi karena tak ada manusia yang dapat melakukan apapun sendirian. “Seperti aku yang hidup karena kau ada disini. Bahkan jika kau tak bisa membuka matamu lagi setelah operasi, Aku tak ingin kebutaan menghantuimu selamanya.” Wang memeluk Young dan meminta maaf dg penuh penyesalan sambil menangis.  Young tersenyum akhirnya ia mendengarkan apa yang ingin ia dengar. Young mengatakan kalau Wang buruk dalam memeluk orang lain. Seharusnya ia tahu sejak awal kalau Wang terlalu kejam dalam menunjukkan kasih sayang untuknya. Dengan begitu ia tak akan kesepian. Wang melepaskan pelukannya. Mereka saling menatap dan tersenyum sambil bergenggaman tangan.
Image Hosted by ImageShack.us
Soo sudah siap2 dg jasnya, akan pergi ke casino. Hee Sun minta dipeluk. Soo menggoda, “loh, ada pacarmu loh di sini…” tapi dia memeluknya dan menepuk2 pipinya agar tenang. Jin Sung mengantarnya ke casino. Tanpa Soo tahu, Jin Sung ikut turun dari mobil dan mengikuti anak buah Kim yang menyuruhnya jalan lewat belakang. Tapi sebelum Jin Sung mengikutinya, ia menoleh kepada anak buah Moo Chul dkk yg sudah siap di mobil. Game dimulai, tapi Soo selalu kalah. Ia pun keluar sebentar, lalu Jin Sung muncul untuk membantunya. Soo memarahinya, tetapi Jin Sung keras kepala. Mereka pun main lagi dan tampaknya Soo emang sengaja kalah, bikin Kim dan Jin Sung kesal. Jin Sung menyuruhnya keluar sebentar dan marah2. Lalu Kim datang. Ternyata Soo memang sengaja kalah. Kalau kalah, dia memang mati, tapi Kim tidak akan mendapatkan apa2, malah bisa bangkrut. Jadi Kim terpaksa ikut main juga.
Ternyata rencana Jin Sung adl, memasang kamera CCTV yg akan merekam mereka, sehingga kalau terjadi apa2, rekaman itu akan dikirim ke polisi dan bisnis Kim itu akan segera ditutup. Mereka pun main, Soo-Jin Sung, Kim, dan seorang pejudi juga. Pejudi itu kalah. Soo berakting kalah. Kim tertawa senang. Soo menepuk tangan Jin Sung dan pergi sambil menelpon Mira, karena Young sudah masuk ruang oprasi. Ternyata Soo yg menang. Kim sangat marah. Lalu dia menelpon seseorang yg ternyata mengikuti keluarga Jin Sung yang OTW pulang kampung. Jin Sung pun menelpon Hee Sun, menanyakan posisinya di mana. Kim melemparkan foto adik Jin Sung, juga sebuah pisau lipat. Pilihan yg sangat sulit.
Soo masih menelpon Mira di atas atap, saat berbalik… JLEB… perut kirinya tertusuk. Ia terjatuh, perlahan merayapi tubuh pembunuhnya, sahabatnya sendiri. Jin Sung tidak berani menatap mata Soo. Tangannya gementar memegang pisau yg berlumuran darah. Ia hendak menghunus lagi, tapi ia tak sanggup. Pisau itu terjatuh. Soo teringat Young, yg masih menunggunya, dan janji mereka untuk bertemu kembali. Tertatih Soo berjalan, tetapi tak sanggup lagi. Ia jatuh, menatap gelangnya, lalu terkapar.
~musim semi tahun berikutnya~
Mira menuntun orang2 buta dari komunitas turun bis dan masuk ke sebuah café. Sekt. Wang dan Pengacara Jang pun ikutan ditutup matanya biar merasakan bagaimana jadi orang buta, begitu pula dg Myung Ho yg berjalan di belakang Young yang berjalan dg tongkat. Apa Young masih buta? Mereka duduk di dalam café mendengarkan seseorang membacakan buku inspiratif. Myung Ho, dalam kegelapannya, menemukan dunia baru, yaitu bisa mendengar napas orang. Seorang buta berbicara pada Young, betapa bahagianya mereka bisa membantu orang lain. Young menoleh dan menepuk tangan anak itu, menatapnya dan tersenyum. Jadi, dia sudah bisa melihat?
Image Hosted by ImageShack.us
Di taksi, Young membuka jendela dan menghirup udara segar. Ia meminta supir turun di sini saja karena dia ingin jalan kaki. Ia menurunkan tongkatnya dan berjalan, tetapi dia berhenti dan menutup kembali tongkatnya. Tiba2 ia mendengar suara lonceng kecil. Seorang pria tinggi menaiki sepeda melewatinya, berhenti sejenak di depannya, tetapi tidak menyapanya dan terus pergi. Wajah orang itu dikaburkan.
Hee Sun dibonceng cowok lain, berhenti di depan Jin Sung yang mengendarai kendaraan untuk di sawah. Ia memperingati cowok itu, kalau cewek ini sudah tidur dengannya. Cowok itu pun kesal dan menyuruh Hee Sun segera turun dari motor gedenya. Hee Sun bermanja2 pada Jin Sung yg marah. Hee Sun mengajaknya ke tempat Soo dan bertanya, kali ini memberikan bunga apa? Kemarin memberikan bunga baby breath. Jin Sung, dengan ekspresi wajah penuh rasa bersalah dan kesedihan mendalam, berkata bahwa mereka akan memberikan daun kuping domba, seperti Young. Jadi, apa Soo mati?
Image Hosted by ImageShack.us
Young masuk ke sebuah resto dan ia memilih untuk duduk di luar. Seseorang, dengan gelang lonceng di tangan, menaruh teh di depannya, lalu berdiri di depannya. Young meminum teh-nya sambil berkata kalau cuaca hari ini benar-benar cerah.
Image Hosted by ImageShack.us
Pria itu bertanya, bukankah matamu tidak bisa melihat?
Young: apa kau tidak pernah melihat orang buta?
Pria itu: ada gadis yang sangat aku cintai.
Young: Apa tidak berat ketika kau tak bisa melihat mata dari orang yang kau cintai?
Pria itu: tidak berat sama sekali. Aku selalu merasa dia melihatku. Dengan seluruh hati dan jiwanya.
Young tersenyum menatap ke arah pria itu dan perlahan, cahaya masuk ke matanya, menyingkap kabut yang menutupi pandangannya (juga para penonton), hingga ia bisa melihat wajah tampan pria itu, Soo.
Soo: sudah berapa lama kau tahu?
Young: sejak 20 hari lalu. Sekt Wang memberitahuku setelah kemo-ku selesai. Aku merasa bel yang terdengar dari pergelangan tanganmu terdengar akrab. Kau tak pernah menunjukkan wajamu padaku. Kau hanya membawakan teh padaku. Sekt Wang memberitahuku kalau kau di sini sejak 6 bulan lalu. Dia bilang kau yang menyuruhnya untuk tidak memberitahuku. Aku sudah lama menunggumu. aku menunggu hingga kau bicara padaku.
Soo: aku tak berani memulai. Kupikir kau mungkin tidak menyukaiku ketika kau melihatku
Young tersenyum : itu tidak mungkin
Soo mendekat: kalau begitu, apa kau menyukaiku? Apa kita bisa bertemu lagi?
Young menggoda : entahlah
Mereka berciuman, dengan latar cherry blossom yang menggugurkan bunga2 pinknya.
The End… =.=a

Notes:
jujur saja, saya bingung dengan endingnya. Anda semua yg menonton ini juga pasti bakal garuk2 kepala. Ini tipe film yg paling menjengkelkan. Setelah TAMAT, masih mikir, ndoeh, ini maksudnya apa??? Bingung, sebenarnya happy atau sad ending? Sebenarnya masih hidup apa nggak? Jadi aku mengasumsikan 3 jenis ending untuk film ini:

  1. Operasi Young sukses, Soo selamat dan membuka resto. Mereka akhirnya BENAR-BENAR bertemu lagi, happily ever after.
  2. Operasi Young sukses, tapi Soo mati. Pertemuan Young dan Soo itu hanya imajinasi Young saja, seperti waktu Soo diusir dan dia masih membayangkan Soo ada di kamar, berbaring bersama.
  3. Operasi Young gagal. Dia mati, dan Soo juga mati. Pertemuan Young dan Soo itu terjadi di akhirat, mereka happily ever after with endless love di alam baka.
Jadi, manakah ending yang benar???

Drama ini tidak bisa aku bilang buagus buanget, karena nggantung nggak jelas, juga sepanjang cerita terkadang aku tidak mengerti (keterbatasan bahasa juga hehehe), dan terkadang tengah2 film itu rada membosankan. Awal2nya memang bagus, tapi pertengahan agak membosankan, menjelang ending bagus lagi, tapi nggantung. Romantismenya lumayan, tetapi ternyata Song Hye Gyo – Rain couple, masih tidak terkalahkan. Yg patut dipuji adalah akting mereka, maklumlah, mereka kan udah cukup senior dan film2/drama2 mereka selalu berating tinggi. Aku bisa ikut merasakan kesedihan yg mereka ekspresikan, hingga ikut berkaca2 (nggak sampai mewek).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar