

Young berhasil diselamatkan dr. Jo. Saat Jo mau pulang, ia
bertemu Soo di luar kamar Young. Ia pun memberitahu kalau Moo Chul sudah
‘pergi’. Jin Sung yg mengabarinya saat dia dalam perjalanan kemari. Jo bilang
bahwa Moo Chul sudah sakit sejak dulu, “Dia hidup seperti anjing, dan dia mati
seperti anjing.” Jo tidak berharap Soo datang ke kremasi besok. Sementara itu
Hee Sun dan Jin Sung melihat mayat Moo Chul yang sudah di masukan lemari mayat.
Hee Sun tampak syok dan menangis.




Soo terus menjaga Young sampai dia sendiri tertidur saat
Young bangun. Ia teringat kata2 Soo semalam ttg video di rumah kaca. Dia pun ke
sana, membaca surat braille dari Soo dan mendengar video itu. Tetapi meskipun
sudah mendengarnya, ia tetap belum bisa memaafkan Soo. Jika Jang sudah pulang,
ia ingin Soo pergi. Dan setelah operasi, jika dia masih bernapas, barulah
mereka bisa bertemu lagi, dan saat itu, Soo harus menjawab semua pertanyaan
Young dengan sejujur2nya, “Ketika saat itu tiba, kau akan menjawab semua
pertanyaanku tanpa menyembunyikan apapun. Jika kau sangat mencintaiku. Dan
bagaimana pun rasa bersalahmu karena mencintaiku. Apakah rasa sakitmu sama
dengan sara sakitku saat kau membohongiku. Dan dimana kau mengubur saudaraku
atau dimana kau menabur abunya. Kau akan menjawab pertanyaan itu dengan jujur.
Tapi saat ini aku ingin mengatakan padamu apa yang ingin aku katakan
sekarang. Saat kau pergi dan aku tak bisa melihatmu, bagian tersulit adalah
bahwa aku masih merindukanmu. Aku pikir semua akan berakhir jika aku
membiarkanmu pergi. Bahkan saat aku ingin mengakhirinya ada bagian dalam diriku
yang ingin agar kau kembali padaku. Saat aku meotong pergelangan tanganku, aku
tidak takut, aku melihat kedepan, berharap kau akan akan datang dan membuka
pintu. Seolah aku tidak pernah ingin mati.”

Soo tak tahan, ia menangis keras dengan tangan menutupi
wajahnya. Young mengulurkan tangannya menyentuh tangan Soo dan mengangkat wajah
Soo agar menatapnya, karena masih banyak hal yang ingin ia katakan. Tapi untuk
hari ini, cukup ini, tak ada yang berakhir diantara mereka. Soo menatap Young.
Young tersenyum dan mengatakan “Setelah operasi berakhir, nanti, seperti saat
ini, kita akan bicara seperti ini bukan? Kau dan aku?” Soo menggenggam tangan
Young dan mencium bibir Young. Young meraba wajah Soo dan memintanya jangan
menangis. “I love you.” Tapi Soo tak bisa menghentikan tangisannya. Ia memeluk
Young dan menangis lagi lalu mengatakan “I love you”.



Paginya, Young dan Jang akan sarapan sebelum ke RS. Young
mencium bau masakan yang tampaknya enak. Tiba2 ia mendengar suara Wang
menyebutkan nama makanan yg terhidang. Tangan Wang menyentuh pundaknya. Itu
memang benar Wang, bukan khayalan. Wang kembali. Mereka pun makan bersama, dan
mata Young berkaca2 bahagia. Sementara itu keluarga Jin Sung bersama Soo
mengepak barang2 untuk pulang kampung. Mereka tampak bahagia.

Young, Wang, Jang sudah di RS bersama dr. Jo. Young sudah
siap dioperasi besok malam jam 8. Setelah tinggal berdua, Wang mengatakan bahwa
Young tak akan bisa hidup sendirian. Bukan karena Young cacat, tapi karena tak
ada manusia yang dapat melakukan apapun sendirian. “Seperti aku yang hidup
karena kau ada disini. Bahkan jika kau tak bisa membuka matamu lagi setelah
operasi, Aku tak ingin kebutaan menghantuimu selamanya.” Wang memeluk Young dan
meminta maaf dg penuh penyesalan sambil menangis. Young tersenyum akhirnya ia mendengarkan apa
yang ingin ia dengar. Young mengatakan kalau Wang buruk dalam memeluk orang
lain. Seharusnya ia tahu sejak awal kalau Wang terlalu kejam dalam menunjukkan
kasih sayang untuknya. Dengan begitu ia tak akan kesepian. Wang melepaskan
pelukannya. Mereka saling menatap dan tersenyum sambil bergenggaman tangan.

Soo sudah siap2 dg jasnya, akan pergi ke casino. Hee Sun
minta dipeluk. Soo menggoda, “loh, ada pacarmu loh di sini…” tapi dia
memeluknya dan menepuk2 pipinya agar tenang. Jin Sung mengantarnya ke casino.
Tanpa Soo tahu, Jin Sung ikut turun dari mobil dan mengikuti anak buah Kim yang
menyuruhnya jalan lewat belakang. Tapi sebelum Jin Sung mengikutinya, ia
menoleh kepada anak buah Moo Chul dkk yg sudah siap di mobil. Game dimulai,
tapi Soo selalu kalah. Ia pun keluar sebentar, lalu Jin Sung muncul untuk
membantunya. Soo memarahinya, tetapi Jin Sung keras kepala. Mereka pun main
lagi dan tampaknya Soo emang sengaja kalah, bikin Kim dan Jin Sung kesal. Jin
Sung menyuruhnya keluar sebentar dan marah2. Lalu Kim datang. Ternyata Soo
memang sengaja kalah. Kalau kalah, dia memang mati, tapi Kim tidak akan
mendapatkan apa2, malah bisa bangkrut. Jadi Kim terpaksa ikut main juga.


Ternyata rencana Jin Sung adl, memasang kamera CCTV yg akan
merekam mereka, sehingga kalau terjadi apa2, rekaman itu akan dikirim ke polisi
dan bisnis Kim itu akan segera ditutup. Mereka pun main, Soo-Jin Sung, Kim, dan
seorang pejudi juga. Pejudi itu kalah. Soo berakting kalah. Kim tertawa senang.
Soo menepuk tangan Jin Sung dan pergi sambil menelpon Mira, karena Young sudah
masuk ruang oprasi. Ternyata Soo yg menang. Kim sangat marah. Lalu dia menelpon
seseorang yg ternyata mengikuti keluarga Jin Sung yang OTW pulang kampung. Jin
Sung pun menelpon Hee Sun, menanyakan posisinya di mana. Kim melemparkan foto
adik Jin Sung, juga sebuah pisau lipat. Pilihan yg sangat sulit.


Soo masih menelpon Mira di atas atap, saat berbalik… JLEB…
perut kirinya tertusuk. Ia terjatuh, perlahan merayapi tubuh pembunuhnya,
sahabatnya sendiri. Jin Sung tidak berani menatap mata Soo. Tangannya gementar
memegang pisau yg berlumuran darah. Ia hendak menghunus lagi, tapi ia tak
sanggup. Pisau itu terjatuh. Soo teringat Young, yg masih menunggunya, dan
janji mereka untuk bertemu kembali. Tertatih Soo berjalan, tetapi tak sanggup
lagi. Ia jatuh, menatap gelangnya, lalu terkapar.


Mira menuntun orang2 buta dari komunitas turun bis dan masuk
ke sebuah café. Sekt. Wang dan Pengacara Jang pun ikutan ditutup matanya biar
merasakan bagaimana jadi orang buta, begitu pula dg Myung Ho yg berjalan di
belakang Young yang berjalan dg tongkat. Apa Young masih buta? Mereka duduk di
dalam café mendengarkan seseorang membacakan buku inspiratif. Myung Ho, dalam
kegelapannya, menemukan dunia baru, yaitu bisa mendengar napas orang. Seorang
buta berbicara pada Young, betapa bahagianya mereka bisa membantu orang lain.
Young menoleh dan menepuk tangan anak itu, menatapnya dan tersenyum. Jadi, dia
sudah bisa melihat?


Di taksi, Young membuka jendela dan menghirup udara segar.
Ia meminta supir turun di sini saja karena dia ingin jalan kaki. Ia menurunkan
tongkatnya dan berjalan, tetapi dia berhenti dan menutup kembali tongkatnya.
Tiba2 ia mendengar suara lonceng kecil. Seorang pria tinggi menaiki sepeda
melewatinya, berhenti sejenak di depannya, tetapi tidak menyapanya dan terus
pergi. Wajah orang itu dikaburkan.




Young masuk ke sebuah resto dan ia memilih untuk duduk di
luar. Seseorang, dengan gelang lonceng di tangan, menaruh teh di depannya, lalu
berdiri di depannya. Young meminum teh-nya sambil berkata kalau cuaca hari ini
benar-benar cerah.
Pria itu bertanya, bukankah matamu tidak bisa melihat?

Young: apa kau tidak pernah melihat orang buta?
Pria itu: ada gadis yang sangat aku cintai.
Young: Apa tidak berat ketika kau tak bisa melihat mata dari
orang yang kau cintai?
Pria itu: tidak berat sama sekali. Aku selalu merasa dia
melihatku. Dengan seluruh hati dan jiwanya.
Young tersenyum menatap ke arah pria itu dan perlahan,
cahaya masuk ke matanya, menyingkap kabut yang menutupi pandangannya (juga para
penonton), hingga ia bisa melihat wajah tampan pria itu, Soo.

Soo: sudah berapa lama kau tahu?
Young: sejak 20 hari lalu. Sekt Wang memberitahuku setelah
kemo-ku selesai. Aku merasa bel yang terdengar dari pergelangan tanganmu
terdengar akrab. Kau tak pernah menunjukkan wajamu padaku. Kau hanya membawakan
teh padaku. Sekt Wang memberitahuku kalau kau di sini sejak 6 bulan lalu. Dia
bilang kau yang menyuruhnya untuk tidak memberitahuku. Aku sudah lama
menunggumu. aku menunggu hingga kau bicara padaku.

Soo: aku tak berani memulai. Kupikir kau mungkin tidak
menyukaiku ketika kau melihatku
Young tersenyum : itu tidak mungkin
Soo mendekat: kalau begitu, apa kau menyukaiku? Apa kita
bisa bertemu lagi?
Young menggoda : entahlah
Mereka berciuman, dengan latar cherry blossom yang
menggugurkan bunga2 pinknya.


The End… =.=a
Notes:
jujur saja, saya bingung dengan endingnya. Anda semua yg
menonton ini juga pasti bakal garuk2 kepala. Ini tipe film yg paling
menjengkelkan. Setelah TAMAT, masih mikir, ndoeh, ini maksudnya apa??? Bingung,
sebenarnya happy atau sad ending? Sebenarnya masih hidup apa nggak? Jadi aku
mengasumsikan 3 jenis ending untuk film ini:
- Operasi Young sukses, Soo selamat dan membuka resto. Mereka akhirnya BENAR-BENAR bertemu lagi, happily ever after.
- Operasi Young sukses, tapi Soo mati. Pertemuan Young dan Soo itu hanya imajinasi Young saja, seperti waktu Soo diusir dan dia masih membayangkan Soo ada di kamar, berbaring bersama.
- Operasi Young gagal. Dia
mati, dan Soo juga mati. Pertemuan Young dan Soo itu terjadi di akhirat,
mereka happily ever after with endless love di alam baka.

Jadi, manakah ending yang benar???

Drama ini tidak bisa aku bilang buagus buanget, karena
nggantung nggak jelas, juga sepanjang cerita terkadang aku tidak mengerti
(keterbatasan bahasa juga hehehe), dan terkadang tengah2 film itu rada
membosankan. Awal2nya memang bagus, tapi pertengahan agak membosankan,
menjelang ending bagus lagi, tapi nggantung. Romantismenya lumayan, tetapi
ternyata Song Hye Gyo – Rain couple, masih tidak terkalahkan. Yg patut dipuji
adalah akting mereka, maklumlah, mereka kan udah cukup senior dan film2/drama2
mereka selalu berating tinggi. Aku bisa ikut merasakan kesedihan yg mereka ekspresikan,
hingga ikut berkaca2 (nggak sampai mewek).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar