
Young mengingat kembali kata2 yg baru ia dengar, ttg Oh Soo,
juga mengenang kembali kenangan bersama Soo. Tangannya gemetar geram, menarik
dengan kuat benang yang terikat di lonceng hingga terlepas dan lonceng
berdentang dengan nyaring. Sementara Soo pun merenung di kamarnya sambil
melihat2 fotonya dengan Young waktu main salju. Lalu Sora sms, bahwa dia sudah
memberitahu Young semuanya dan menunggunya di Italy.


Paginya, Young pergi ke rumah kaca, ia berpapasan dengan Jin
Sung yang datang untuk mengambil barang2 dan pamitan pulang kampung. Young
merekam “sekarang aku tahu, kenapa aku selalu mencium bau orang lain di sini.
Ternyata bau sekt Wang dan … kau.” Sementara itu Jang marah setelah mendengar
kesaksian Mira, bagaimana bisa Mira melakukan hal itu kepada sahabatnya?
Sahabat model apa dia? Jang langsung melaporkan dr. Kwak. Ia datang ke rumah
Young, dan langsung memukul Soo yang berdiri di depan rumah. Di dalam rumah,
dia bicara dengan Wang dan Soo, bahwa operasi Young akan dilakukan weekend ini.
Saat itu, Soo harus pergi, begitu pula dengan Wang.

Saat mereka keluar dari ruangan, Young sudah datang. Ia
mengajak Wang untuk pergi fitting baju pengantin hari ini, hanya berdua saja.
Ia menyapa Jang dan menanyakan laporan perusahaannya. Lalu pelayan datang,
bertanya kenapa loncengnya ada di tong sampah? Young menyuruhnya untuk membuang
saja, dan mengatakan hal itu di depan mata Soo. Ia bertanya pada Soo, apakah
Soo mau pergi berlibur bersamanya? Karena tidak mungkin Soo ikut dengannya saat
bulan madu nanti. “Ke mana? Italy?” Jleb banget! Soo menyetujui, tetapi ke
sebuah tempat lain yg lebih bagus daripada Italy.

Di mobil, Young bertanya, sudah berapa lama Wang tinggal
bersamanya, dan sejak kapan? Ia memegang tangan Wang, terasa dingin, dan
menggenggamnya erat. Wang merasa terharu. Sementara Soo mengambil kembali
lonceng yang sudah dimasukkan tempat sampah. Lalu ia masuk ke rumah kaca,
ruangan itu berantakan. Ternyata Young menghancurkan semuanya. Ia membersihkan
semuanya, lalu melihat rekaman terakhir Young.

Young mengenakan gaun pengantin. Dia sangat cantik. Ia
meminta pemilik toko untuk memotret dirinya dan Wang bersama. Ini pertama
kalinya mereka berfoto bersama. Dia berterima kasih pada Wang yang sudah
membesarkannya selama 20 th lebih, dan minta maaf atas semua perlakuan Young
terhadap Wang. Wang heran, mengapa Young berbicara seperti ini? “Ketika aku
sudah selesai operasi dan bisa melihat lagi, aku sudah tidak memerlukan
bantuanmu lagi. Jadi, Sekt. Wang bisa pergi, seperti Oppa.” Wang kaget,
perlahan ia melepas tangan Young yang dari tadi digenggamnya. Wang menyadari,
Young sudah tahu segalanya.

Young menemui Hee Sun yang tadi menelponnya. Hee Sun meminta
uang padanya, “kau punya banyak uang. Lagipula kita kan teman, anggap saja
sebagai bantuan.” Young setuju untuk memberinya uang.
HS: Kau tidak bertanya, berapa jumlahnya?
Young: 7.8 M won, benar kan? Aku masih ingat kau pernah
mengatakannya. Ingatanku sangat baik.
Hee Sun mencoba menjelaskan bahwa Soo tidak tahu kalau dia
meminta uang dari Young. Soo sangat menyayangi Young, bukan untuk uang. Ini
soal hidup dan mati Soo, Hee Sun percaya bahwa Young pasti akan memberikan uang
itu pada Soo.


Jin Sung meminjam uang pada Man Du tanpa bunga. Hee Sun
sudah melarangnya, tetapi dia ngotot. Dan benar saja, Man Du bohong, hutang itu
berbunga tinggi, karena berasal dari uangnya Kim. Dia menyuruh temannya untuk
memberitahu Kim, Jin Sung sudah ada di tangan mereka. Lalu Moo Chul muncul,
bertanya pada teman Man Du itu, tapi pria itu menepis dan pergi. Moo Chul tampak
cemas, karena Jin Sung sudah masuk jebakan.


Soo akan keluar dari rumah kaca, bepapasan dengan Young.
Young bertanya, apa itu Oppa? Kenapa Oppa datang ke rumah kaca malam2? Mau
nyiram bunga? Young bertanya, apa Soo tahu villa tempat mereka pergi sebelum ortu
mereka bercerai? Soo mengaku kalau dia tidak tahu. “Kau mengingat hal tak
penging seperti permen kapas, tetapi tidak tahu tempat bersejarah itu?” Young
mengatakan alamatnya dan mengajak Soo untuk ke sana besok. Soo awalnya menolak
karena Young sebentar lagi akan operasi. Tapi Young memaksa pergi besok, karena
ketika operasi gagal dan dia tidak bisa melihat atau mati, dia tidak akan bisa
pergi. Saat akan keluar, Young tak sengaja menyentuh daun telinga domba
kesukaannya yang ditanam oleh Soo. Ia mencabut dan membuang tanaman itu.
“Tanaman ini tidak ada wanginya, aku tidak suka.” Ia pergi dan menginjaknya.
Soo sangat sakit hati pastinya. Ia mengambil kembali daun itu dan menanamnya
kembali.

Wang syok melihat rekap panggilan di hp Young. Ada 2
panggilan dari Sora. Sora pasti sudah memberitahu segalanya. Ia menelpon Soo,
menyuruhnya kembali karena Young sudah tahu segalanya. Tapi Soo menutup telpon
dan mematikannya sesuai perintah Young. Wang membongkar laci Young dan
menemukan wasiat baru, bahwa seluruh harta akan dihibahkan ke sosial. Jang
menelpon Myung Ho dan Myung Ho dapat kabar kalau Young mundur dari perusahaan.

Mobil Soo berhenti di tengah hutan. Ia menggendong Young ke
vila itu dengan jalan yg menanjang, mengingatkan mereka waktu Soo menggendong
Young di bukit bersalju. Mereka sampai, tetapi tidak ada makanan, tempat itu
tidak pernah terjamah hingga kotor dan banyak sarang laba2. Soo mengajak Young
untuk menginap di tempat lain saja, tapi Young ngotot akan menginap di sana.
Soo pun menurut dan akan ke kota untuk membeli makanan. Sebelumnya, Young
kedinginan, minta dibuatkan api unggun. Soo kesulitan memotong kayu. Young
berkata kalau papa dulu sangat ahli memotong kayu. Tapi lama2 Soo pun bisa
memotong.
Soo kembali setelah 3 jam perjalanan dengan membawa makanan.
Saat masuk, ia tidak melihat Young, tetapi ia menemukan Young duduk di dalam
sebuah kamar. Soo memasak sup, mereka makan, lalu minum teh bersama. Young
ingin ketika dia operasi, Soo sudah pergi, bahkan saat kembali ke Seoul, Soo
sudah harus pergi. Tapi Soo tetap ingin melihat Young dioperasi. Lalu Soo
bertanya ttg kenangan Young di tempat ini, apa yg ortunya lakukan saat minum
teh bersama seperti ini, apa yg Young dan kakaknya lakukan. Young menceritakan,
bahwa ortunya bertengkar hebat, dia dan kakaknya menangis bersama. Pertengkaran
itu berlanjut sampai pagi, hingga ortu mereka memutuskan untuk bercerai dan
membawa satu anak masing2. Cerita ttg papa memotong kayu, papa memasak sup
enak, dan minum teh bersama dalam kehangatan, semuanya bohong.

Young mengalihkan pembicaraan, bertanya ttg kehidupan Oh Soo
si penipu, seperti apa? Apa karena ditinggalkan di bawah pohon, dia bercita2
jadi penipu? “Tukang kayu, nelayan, insinyur. Semuanya asal bukan penipu.
Tetapi bukan sejak awal, melainkan setelah bertemu denganmu.” Young masih
pura2, tidak sedang membicarakan Oppa, tetapi Oh Soo yg satunya. Soo
menyuruhnya untuk menghentikan semua ini, karena Young sudah tahu siapa dirinya
sebenarnya. Young menyiramnya dengan air, “Daripada mengucapkan kata-kata itu,
jika kau bilang saja padaku ketika kau kecil, luka yang kau terima karena kau
ditinggalkan seperti sampah, membuatmu hidup seperti sampah, melebihi orang
buta seperti aku, bahwa kau lebih terluka kata-kata itu lebih menghibur bagiku.
Kau tahu aku mencintaimu. Tapi kau masih membodohiku. Bila kau bilang
membodohiku sama sekali tak menarik itu akan lebih baik. Dari
semua alasan aku tak bisa memaafkanmu, alasan terbesarnya adalah sekarang ini
aku, kematian Oppa yang kurindukan, sebanyak aku merindukan Ibuku, karena kau,
aku bahkan tak bisa berduka. Mencintai penipu sepertimu, salahkan saja pada
kebutaanku. Meskipun aku membencimu hingga ke tahap aku ingin membunuhmu. Tak
peduli betapa keras aku memikirkannya, tak ada yang bisa dilakukan orang buta
seperti aku. Kau membodohiku dengan baik selama ini.”

Young beranjak berdiri, tetapi ditahan. Young menampar Soo.
Soo menariknya paksa dan menciumnya, hingga Young berhenti meronta, pasrah. Soo
melepasnya dan merasa bersalah melakukan hal ini. Young masih gemetaran, “kita
sudah berakhir.”


Soo mengatakan pada Young agar berhenti, dan menyuruh Young
jangan menangis. “Kau menderita tumor otak ketika berusia 6 tahun. Ibu yang kau
tunggu tak pernah datang. Ayahmu ketakutan, tapi terlalu bergantung padanya.
Dan akhirnya ia pergi. Orang yang kau cintai dan kau percayai sebagai kakakmu,
adalah seorang penipu. Dan sesuatu yang tak pernah kau ketahui.”
Young berkaca-kaca, ia hampir menangis, ia melemparkan gelas
di tangannya dan menyuruh Soo berhenti.
Soo mengatakan meski Young tidak akan mengerti dirinya, tak
masalah baginya. Tapi cintanya pada Young adalah hal sesungguhnya.


Young yg berbaring, menyuruh Soo untuk tidur di ruang tamu
saja, tapi Soo tidak mau, dan menyuruh Young segera tidur. Tak beberapa
kemudian,Young bangun dan akan keluar, tetapi tersenggol kaki panjang Soo yang
tidur sambil duduk. Young menyelimutinya, perlahan ia membelai wajah Soo.







Jang memberikan uang sekoper untuk Soo. “Aku tidak mengerti
mengapa dia memberikan ini untukmu, tetapi ambilah. Dia tidak ingin mengucapkan
selamat tinggal padamu, jadi pergilah sekarang.” Soo mengambil uang itu dan
pergi setelah mengatakan selamat tinggal pada Wang. Untuk terakhir kalinya, Soo
masuk ke kamar Young, mengenangnya sambil menahan tangis.


Wang tidak percaya dengan apa yg diterimanya. Ia dikeluarkan
dari perusahaan dan tidak menjadi pengasuh Young lagi. Wang ketahuan
mengelapkan dana perusahaan, tetapi Young menutup kasus itu. Lalu Young muncul
dan mengajak Wang untuk ikut dengannya. Wang protes, ia tidak mau dibuang. “Apa
kau sudah selesai menggunakanku? Kau sudah tau dari awal. Kalau aku
menghancurkan matamu. Tapi kau tidak mengungkitnya. kenapa kau membiarkanku
menggelapkan dana perusahaan?”
Young: “Aku masih muda. Ayah sedang sakit. Aku butuh
seseorang menjalankan perusahaan. Ayah berkata padaku, Biarkan orang-orang disekitarmu
mencuri sedikit darimu. Itu satu-satunya cara aku bisa memiliki orang-orang
disekitarku.”

Wang: “Apa kau juga percaya kalau aku membunuh ayahmu dan
juga shareholder lainnya? Ayahmu menolak CPR. Tapi aku menyelamatkannya lebih
dari 20 kali.Lalu suatu hari dia memberitahuku, Hentikan, Hae Ji. Ini terlalu
berat untukku. Hentikan. Tanya Dr. Han. Periksa catatan rumah sakit tentang
ayahmu. Dia menandatangani menolak CPR. Alasan kenapa aku tidak memberitahumu
atau Jang dan menanggung semua kesalahan atas kematian ayahmu adalah untuk satu
hal ini. Agar kau mencoba untuk bertahan hidup bahkan untuk membenciku. Hanya
kau yang aku punya. Bahkan jika orang lain berpikir itu hanya sebuah obsesi,
Kau satu-satunya yang ku punya. Bagian dari perusahaan? Aku tidak
membutuhkannya. Aku bisa meletakkan posisi dewan direktur dan hanya menjadi
penjaga sahmu. Aku menggunakan uang perusahaan karena benci pada ayahmu. Aku
tidak mencuri sedikitpun ketika kau yang menjalankan perusahaannya. Aku
membesarkanmu ketika aku berumur 26. Bahkan ketika orangtuaku tidak mengakuiku
menjadi seorang gundik. Aku bahkan berhenti berharap untuk punya anak. Aku
membesarkanmu. Kau adalah putriku. Young, biarkan aku...”
Young: “Terima kasih. Sekt. Wang telah membesarkanku selama
20 th. Aku tumbuh menjadi kuat karenamu. Tetapi, setelah operasi selesai dan
mataku bisa melihat kembali, aku tidak ingin melihatmu lagi.” Wang mengepak
barangnya sambil menangis. Jang yang melihatnya, merasa iba.

Soo keluar dari kamarnya dengan membawa barang2, ia berpapasan
dengan Young yang naik tangga. Young bertanya, berapa lama hukuman seorang
pembunuh? Dan apa itu kejahatan terburuk di dunia? Buruk mana sama ibu yg
membuang Soo? Young ingin Soo mengingat
saat ibunya menemuinya walau hanya sekali dan sebentar. Ia ingin Soo melepaskan
rasa bersalahnya karena kematian Hee Joo. Sudah sangat lama Soo membenci
dirinya sendiri, dan itu pasti melelahkan. “Aku mencintaimu,” kata2 itu membuat
Soo tertegun, “aku tidak menyalahkanmu yang telah membohongiku. Kau melakukan itu
untuk bertahan hidup. Aku pun sudah merasa cukup bahagia.” Young masuk ke
kamarnya. Soo berjalan pelan dan meninggalkan koper uang itu. Jang melihatnya
dan mengejarnya. Soo ternyata sudah mengambil uang secukupnya. Ia memohon pada
Jang untuk selalu ada di samping Young, melindunginya. Di perjalanan, Soo
membuka jendela mobilnya, mengeluarkan tangannya, membiarkan angin membunyikan
lonceng kecil di gelangnya, sambil mengenang kembali masa2 bahagianya dengan
Young. Sementara Young membuka jendelanya dan mendengar suara lonceng yang
bergoyang karena tertiup angin musim dingin. Ternyata Soo memasangnya lagi.

Ia membayar hutangnya pada Moo Chul, lalu memberikan
beberapa gepok pada ayah Jin Sung untuk bekal pulang kampung. Paginya pemilik
café, istrinya dan Mira sudah berdiri di dekat meja makan. Wang datang menaruh
makanan. Young muncul dan duduk bersama Jang. Wang memberitahu makanan apa saja
yang dihidangkan berdasarkan arah jarum jam. Ia mengajari hal itu kepada 3
orang yg sedang berdiri itu. Ia mengucapkan selamat tinggal sambil menepuk bahu
Young sebelum pergi. Jang mengantarnya sampai ke depan. Ia kembali dengan hati
yang sedih, “setidaknya dia sarapan dulu…” Young makan dengan mata berkaca2,
“sup bayam Sekt. Wang sangat enak…”

Young diperiksa, persiapan operasi, tinggal bersama Jang dan
jalan2 bersama. Sementara itu Soo telah kembali kepada kehidupan sehari2nya,
tinggal bersama Hee Sun dan Jin Sung, juga kembali ke casino. Awalnya dia
ditolak, tapi dia langsung menghubungi Kim dan membuat perjanjian. Awalnya Soo
tidak mempercayai Kim. Jika dia menang, nanti dituduh mencuri lagi seperti
dulu. Tapi Kim janji, jika Soo menang, maka semua gratis. Ia pun ingin Soo
mengajak Jin Sung juga. Tapi Soo ingin ini hanya antara mereka saja, Jin Sung
tidak boleh terlibat. “Kau takut dibunuh? Siapa bilang aku akan membunuh
kalian? Apa kau takut pada Moo Chul? Aku akan membunuhnya.” Tapi Soo tetap
bersikeras, Jin Sung tak boleh ikut. Kim pun menyerah, terserah pada Soo saja.
Tetapi sebenarnya, dia tidak akan melepaskan Soo, Jin Sung, dan Moo Chul.


Moo Chul bermain basket dengan adiknya dan tiba2 dadanya
sakit. Lalu ada sms dari Soo, mengatakan kalau Kim akan membunuhnya. Soo
menyuruhnya pergi sejauh mungkin, selamatkan diri. Nanti Soo akan mengajaknya
minum bersama. Moo Chul terkekeh, lalu bermain lagi. Tanpa dia sadari, anak
buah Kim mengintainya, sambil membawa pisau lipat.


Soo memanggil taksi. Tangannya bergoyang2, membuat lonceng
di gelangnya berdentang. Teringat lagi pada Young. Dia berjalan, lonceng itu
bergoyang2. Soo berhenti, bibirnya gemetar menahan tangis. Sementara itu Young
menonton film sendiri, dan teringat saat ia menonton bersama Soo sambil makan
cokelat. Soo menjelaskan adegan di film itu. Soo dan Young sama2 menangis,
saling mengenang satu sama lain.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar