Quotes

"Write is my World"

Minggu, 29 September 2013

That Winter, The Wind Blows Episode 13-14


Young telah mendengar semuanya, tetapi bukannya melabrak, dia mundur sambil menahan sakit kepala (dan sakit hati). Wang memutuskan kalau Young harus tetap dioperasi. Besok Pengacara Jang akan menemui dr. Jo, dan ketika Young dioperasi, Soo harus pergi secara diam2. Soo pun punya ancaman tersendiri untuk Wang. Besok Jang akan menemui dr. Kwak dan menuntutnya serta Wang, Mira pun sudah setuju untuk menjadi saksi. Wang terperangah. “Mari kita pergi bersama diam-diam.”

Young mengingat kembali kata2 yg baru ia dengar, ttg Oh Soo, juga mengenang kembali kenangan bersama Soo. Tangannya gemetar geram, menarik dengan kuat benang yang terikat di lonceng hingga terlepas dan lonceng berdentang dengan nyaring. Sementara Soo pun merenung di kamarnya sambil melihat2 fotonya dengan Young waktu main salju. Lalu Sora sms, bahwa dia sudah memberitahu Young semuanya dan menunggunya di Italy.
Paginya, Young pergi ke rumah kaca, ia berpapasan dengan Jin Sung yang datang untuk mengambil barang2 dan pamitan pulang kampung. Young merekam “sekarang aku tahu, kenapa aku selalu mencium bau orang lain di sini. Ternyata bau sekt Wang dan … kau.” Sementara itu Jang marah setelah mendengar kesaksian Mira, bagaimana bisa Mira melakukan hal itu kepada sahabatnya? Sahabat model apa dia? Jang langsung melaporkan dr. Kwak. Ia datang ke rumah Young, dan langsung memukul Soo yang berdiri di depan rumah. Di dalam rumah, dia bicara dengan Wang dan Soo, bahwa operasi Young akan dilakukan weekend ini. Saat itu, Soo harus pergi, begitu pula dengan Wang.
Saat mereka keluar dari ruangan, Young sudah datang. Ia mengajak Wang untuk pergi fitting baju pengantin hari ini, hanya berdua saja. Ia menyapa Jang dan menanyakan laporan perusahaannya. Lalu pelayan datang, bertanya kenapa loncengnya ada di tong sampah? Young menyuruhnya untuk membuang saja, dan mengatakan hal itu di depan mata Soo. Ia bertanya pada Soo, apakah Soo mau pergi berlibur bersamanya? Karena tidak mungkin Soo ikut dengannya saat bulan madu nanti. “Ke mana? Italy?” Jleb banget! Soo menyetujui, tetapi ke sebuah tempat lain yg lebih bagus daripada Italy.
Di mobil, Young bertanya, sudah berapa lama Wang tinggal bersamanya, dan sejak kapan? Ia memegang tangan Wang, terasa dingin, dan menggenggamnya erat. Wang merasa terharu. Sementara Soo mengambil kembali lonceng yang sudah dimasukkan tempat sampah. Lalu ia masuk ke rumah kaca, ruangan itu berantakan. Ternyata Young menghancurkan semuanya. Ia membersihkan semuanya, lalu melihat rekaman terakhir Young.
Young mengenakan gaun pengantin. Dia sangat cantik. Ia meminta pemilik toko untuk memotret dirinya dan Wang bersama. Ini pertama kalinya mereka berfoto bersama. Dia berterima kasih pada Wang yang sudah membesarkannya selama 20 th lebih, dan minta maaf atas semua perlakuan Young terhadap Wang. Wang heran, mengapa Young berbicara seperti ini? “Ketika aku sudah selesai operasi dan bisa melihat lagi, aku sudah tidak memerlukan bantuanmu lagi. Jadi, Sekt. Wang bisa pergi, seperti Oppa.” Wang kaget, perlahan ia melepas tangan Young yang dari tadi digenggamnya. Wang menyadari, Young sudah tahu segalanya.
Young menemui Hee Sun yang tadi menelponnya. Hee Sun meminta uang padanya, “kau punya banyak uang. Lagipula kita kan teman, anggap saja sebagai bantuan.” Young setuju untuk memberinya uang.
HS: Kau tidak bertanya, berapa jumlahnya?
Young: 7.8 M won, benar kan? Aku masih ingat kau pernah mengatakannya. Ingatanku sangat baik.
Hee Sun mencoba menjelaskan bahwa Soo tidak tahu kalau dia meminta uang dari Young. Soo sangat menyayangi Young, bukan untuk uang. Ini soal hidup dan mati Soo, Hee Sun percaya bahwa Young pasti akan memberikan uang itu pada Soo.
Jin Sung meminjam uang pada Man Du tanpa bunga. Hee Sun sudah melarangnya, tetapi dia ngotot. Dan benar saja, Man Du bohong, hutang itu berbunga tinggi, karena berasal dari uangnya Kim. Dia menyuruh temannya untuk memberitahu Kim, Jin Sung sudah ada di tangan mereka. Lalu Moo Chul muncul, bertanya pada teman Man Du itu, tapi pria itu menepis dan pergi. Moo Chul tampak cemas, karena Jin Sung sudah masuk jebakan.
Soo akan keluar dari rumah kaca, bepapasan dengan Young. Young bertanya, apa itu Oppa? Kenapa Oppa datang ke rumah kaca malam2? Mau nyiram bunga? Young bertanya, apa Soo tahu villa tempat mereka pergi sebelum ortu mereka bercerai? Soo mengaku kalau dia tidak tahu. “Kau mengingat hal tak penging seperti permen kapas, tetapi tidak tahu tempat bersejarah itu?” Young mengatakan alamatnya dan mengajak Soo untuk ke sana besok. Soo awalnya menolak karena Young sebentar lagi akan operasi. Tapi Young memaksa pergi besok, karena ketika operasi gagal dan dia tidak bisa melihat atau mati, dia tidak akan bisa pergi. Saat akan keluar, Young tak sengaja menyentuh daun telinga domba kesukaannya yang ditanam oleh Soo. Ia mencabut dan membuang tanaman itu. “Tanaman ini tidak ada wanginya, aku tidak suka.” Ia pergi dan menginjaknya. Soo sangat sakit hati pastinya. Ia mengambil kembali daun itu dan menanamnya kembali.
Wang syok melihat rekap panggilan di hp Young. Ada 2 panggilan dari Sora. Sora pasti sudah memberitahu segalanya. Ia menelpon Soo, menyuruhnya kembali karena Young sudah tahu segalanya. Tapi Soo menutup telpon dan mematikannya sesuai perintah Young. Wang membongkar laci Young dan menemukan wasiat baru, bahwa seluruh harta akan dihibahkan ke sosial. Jang menelpon Myung Ho dan Myung Ho dapat kabar kalau Young mundur dari perusahaan.
Mobil Soo berhenti di tengah hutan. Ia menggendong Young ke vila itu dengan jalan yg menanjang, mengingatkan mereka waktu Soo menggendong Young di bukit bersalju. Mereka sampai, tetapi tidak ada makanan, tempat itu tidak pernah terjamah hingga kotor dan banyak sarang laba2. Soo mengajak Young untuk menginap di tempat lain saja, tapi Young ngotot akan menginap di sana. Soo pun menurut dan akan ke kota untuk membeli makanan. Sebelumnya, Young kedinginan, minta dibuatkan api unggun. Soo kesulitan memotong kayu. Young berkata kalau papa dulu sangat ahli memotong kayu. Tapi lama2 Soo pun bisa memotong.
Soo kembali setelah 3 jam perjalanan dengan membawa makanan. Saat masuk, ia tidak melihat Young, tetapi ia menemukan Young duduk di dalam sebuah kamar. Soo memasak sup, mereka makan, lalu minum teh bersama. Young ingin ketika dia operasi, Soo sudah pergi, bahkan saat kembali ke Seoul, Soo sudah harus pergi. Tapi Soo tetap ingin melihat Young dioperasi. Lalu Soo bertanya ttg kenangan Young di tempat ini, apa yg ortunya lakukan saat minum teh bersama seperti ini, apa yg Young dan kakaknya lakukan. Young menceritakan, bahwa ortunya bertengkar hebat, dia dan kakaknya menangis bersama. Pertengkaran itu berlanjut sampai pagi, hingga ortu mereka memutuskan untuk bercerai dan membawa satu anak masing2. Cerita ttg papa memotong kayu, papa memasak sup enak, dan minum teh bersama dalam kehangatan, semuanya bohong.
Young mengalihkan pembicaraan, bertanya ttg kehidupan Oh Soo si penipu, seperti apa? Apa karena ditinggalkan di bawah pohon, dia bercita2 jadi penipu? “Tukang kayu, nelayan, insinyur. Semuanya asal bukan penipu. Tetapi bukan sejak awal, melainkan setelah bertemu denganmu.” Young masih pura2, tidak sedang membicarakan Oppa, tetapi Oh Soo yg satunya. Soo menyuruhnya untuk menghentikan semua ini, karena Young sudah tahu siapa dirinya sebenarnya. Young menyiramnya dengan air, “Daripada mengucapkan kata-kata itu, jika kau bilang saja padaku ketika kau kecil, luka yang kau terima karena kau ditinggalkan seperti sampah, membuatmu hidup seperti sampah, melebihi orang buta seperti aku, bahwa kau lebih terluka kata-kata itu lebih menghibur bagiku. Kau tahu aku mencintaimu. Tapi kau masih membodohiku. Bila kau bilang membodohiku sama sekali tak menarik itu akan lebih baik. Dari semua alasan aku tak bisa memaafkanmu, alasan terbesarnya adalah sekarang ini aku, kematian Oppa yang kurindukan, sebanyak aku merindukan Ibuku, karena kau, aku bahkan tak bisa berduka. Mencintai penipu sepertimu, salahkan saja pada kebutaanku. Meskipun aku membencimu hingga ke tahap aku ingin membunuhmu. Tak peduli betapa keras aku memikirkannya, tak ada yang bisa dilakukan orang buta seperti aku. Kau membodohiku dengan baik selama ini.”
Young beranjak berdiri, tetapi ditahan. Young menampar Soo. Soo menariknya paksa dan menciumnya, hingga Young berhenti meronta, pasrah. Soo melepasnya dan merasa bersalah melakukan hal ini. Young masih gemetaran, “kita sudah berakhir.”
Young duduk di depan api unggun. Ia ingin menelpon Jang, tetapi Soo mematikan hpnya. Mereka pun masuk ke dalam vila. Young mengatakan kalau ia selalu mengunci diri di kamar sebagai orang buta, dan saat Soo datang, ada kebahagian dalam dirinya. Tapi ia tak bisa berterima kasih pada Soo. Tapi ia mengerti. Lagi pula ini adalah kesalahannya juga. Pertama kali ia dan Soo bertemu, ia sempat merasa ragu, seharusnya ia sudah mengetahuinya, kalau Soo palsu, ia benar-benar bodoh.
Soo mengatakan pada Young agar berhenti, dan menyuruh Young jangan menangis. “Kau menderita tumor otak ketika berusia 6 tahun. Ibu yang kau tunggu tak pernah datang. Ayahmu ketakutan, tapi terlalu bergantung padanya. Dan akhirnya ia pergi. Orang yang kau cintai dan kau percayai sebagai kakakmu, adalah seorang penipu. Dan sesuatu yang tak pernah kau ketahui.”
Young berkaca-kaca, ia hampir menangis, ia melemparkan gelas di tangannya dan menyuruh Soo berhenti.
Soo mengatakan meski Young tidak akan mengerti dirinya, tak masalah baginya. Tapi cintanya pada Young adalah hal sesungguhnya.
Young yg berbaring, menyuruh Soo untuk tidur di ruang tamu saja, tapi Soo tidak mau, dan menyuruh Young segera tidur. Tak beberapa kemudian,Young bangun dan akan keluar, tetapi tersenggol kaki panjang Soo yang tidur sambil duduk. Young menyelimutinya, perlahan ia membelai wajah Soo.
Paginya, Soo menggendong Young turun. Mereka naik mobil dan berhenti di pasar. Young meminta hpnya. Soo menelponkan pengacara Jang. Young berbicara sesuatu dan berkata akan pulang nanti malam. Jang menyuruh para pelayan untuk libur. Dia berkata pada Wang dan Myung Ho, bahwa hari ini waktunya Soo akan pergi, begitu pula dengan Wang. Young dan Soo jalan2 di pasar itu. Soo bercerita ttg kehidupan aslinya, lalu mengajak Young makan sup kacang merah, tetapi Young tidak mau makan. Sup bagiannya diberikan oleh Soo kepada anak kecil yang juga lagi makan di situ sama ibunya. Soo berkata kalau dia tidak pernah mengucapkan selamat tinggal pada siapapun, tidak pada ibunya, maupun Hee Joo. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada Young, tetapi tidak tahu harus berkata bagaimana. “Ucapan selamat tinggal yang simple saja,” kata Young.
Jin Sung menemui bos Kim agar diijinkan untuk masuk ke casino. Mereka akan memenangkan game dan membayar hutang2 Soo, tetapi Kim melarang. Ketika Jin Sung pergi dengan kesal, anak buah Kim datang, heran kenapa Kim mau memberi mereka modal. Kim berkata, ingin menghabisi Soo, Jin Sung, juga Moo Chul. Sementara itu, Young dan Soo sudah sampai di rumah. Ini saatnya, yang akan pergi, untuk mengepak barang sekarang. Young bicara bertiga dengan Jang dan Myung Ho. Dia memutuskan untuk batal menikah dengan Myung Ho, tetapi dia memberikan perusahaan ayahnya pada Myung Ho. Dia yakin, Myung Ho bisa menjalankan perusahaan dengan baik, itu sebabnya ayahnya sangat mempercayainya.
Jang memberikan uang sekoper untuk Soo. “Aku tidak mengerti mengapa dia memberikan ini untukmu, tetapi ambilah. Dia tidak ingin mengucapkan selamat tinggal padamu, jadi pergilah sekarang.” Soo mengambil uang itu dan pergi setelah mengatakan selamat tinggal pada Wang. Untuk terakhir kalinya, Soo masuk ke kamar Young, mengenangnya sambil menahan tangis.
Wang tidak percaya dengan apa yg diterimanya. Ia dikeluarkan dari perusahaan dan tidak menjadi pengasuh Young lagi. Wang ketahuan mengelapkan dana perusahaan, tetapi Young menutup kasus itu. Lalu Young muncul dan mengajak Wang untuk ikut dengannya. Wang protes, ia tidak mau dibuang. “Apa kau sudah selesai menggunakanku? Kau sudah tau dari awal. Kalau aku menghancurkan matamu. Tapi kau tidak mengungkitnya. kenapa kau membiarkanku menggelapkan dana perusahaan?”
Young: “Aku masih muda. Ayah sedang sakit. Aku butuh seseorang menjalankan perusahaan. Ayah berkata padaku, Biarkan orang-orang disekitarmu mencuri sedikit darimu. Itu satu-satunya cara aku bisa memiliki orang-orang disekitarku.”
Wang: “Apa kau juga percaya kalau aku membunuh ayahmu dan juga shareholder lainnya? Ayahmu menolak CPR. Tapi aku menyelamatkannya lebih dari 20 kali.Lalu suatu hari dia memberitahuku, Hentikan, Hae Ji. Ini terlalu berat untukku. Hentikan. Tanya Dr. Han. Periksa catatan rumah sakit tentang ayahmu. Dia menandatangani menolak CPR. Alasan kenapa aku tidak memberitahumu atau Jang dan menanggung semua kesalahan atas kematian ayahmu adalah untuk satu hal ini. Agar kau mencoba untuk bertahan hidup bahkan untuk membenciku. Hanya kau yang aku punya. Bahkan jika orang lain berpikir itu hanya sebuah obsesi, Kau satu-satunya yang ku punya. Bagian dari perusahaan? Aku tidak membutuhkannya. Aku bisa meletakkan posisi dewan direktur dan hanya menjadi penjaga sahmu. Aku menggunakan uang perusahaan karena benci pada ayahmu. Aku tidak mencuri sedikitpun ketika kau yang menjalankan perusahaannya. Aku membesarkanmu ketika aku berumur 26. Bahkan ketika orangtuaku tidak mengakuiku menjadi seorang gundik. Aku bahkan berhenti berharap untuk punya anak. Aku membesarkanmu. Kau adalah putriku. Young, biarkan aku...”
Young: “Terima kasih. Sekt. Wang telah membesarkanku selama 20 th. Aku tumbuh menjadi kuat karenamu. Tetapi, setelah operasi selesai dan mataku bisa melihat kembali, aku tidak ingin melihatmu lagi.” Wang mengepak barangnya sambil menangis. Jang yang melihatnya, merasa iba.
Soo keluar dari kamarnya dengan membawa barang2, ia berpapasan dengan Young yang naik tangga. Young bertanya, berapa lama hukuman seorang pembunuh? Dan apa itu kejahatan terburuk di dunia? Buruk mana sama ibu yg membuang Soo?  Young ingin Soo mengingat saat ibunya menemuinya walau hanya sekali dan sebentar. Ia ingin Soo melepaskan rasa bersalahnya karena kematian Hee Joo. Sudah sangat lama Soo membenci dirinya sendiri, dan itu pasti melelahkan. “Aku mencintaimu,” kata2 itu membuat Soo tertegun, “aku tidak menyalahkanmu yang telah membohongiku. Kau melakukan itu untuk bertahan hidup. Aku pun sudah merasa cukup bahagia.” Young masuk ke kamarnya. Soo berjalan pelan dan meninggalkan koper uang itu. Jang melihatnya dan mengejarnya. Soo ternyata sudah mengambil uang secukupnya. Ia memohon pada Jang untuk selalu ada di samping Young, melindunginya. Di perjalanan, Soo membuka jendela mobilnya, mengeluarkan tangannya, membiarkan angin membunyikan lonceng kecil di gelangnya, sambil mengenang kembali masa2 bahagianya dengan Young. Sementara Young membuka jendelanya dan mendengar suara lonceng yang bergoyang karena tertiup angin musim dingin. Ternyata Soo memasangnya lagi.
Ia membayar hutangnya pada Moo Chul, lalu memberikan beberapa gepok pada ayah Jin Sung untuk bekal pulang kampung. Paginya pemilik café, istrinya dan Mira sudah berdiri di dekat meja makan. Wang datang menaruh makanan. Young muncul dan duduk bersama Jang. Wang memberitahu makanan apa saja yang dihidangkan berdasarkan arah jarum jam. Ia mengajari hal itu kepada 3 orang yg sedang berdiri itu. Ia mengucapkan selamat tinggal sambil menepuk bahu Young sebelum pergi. Jang mengantarnya sampai ke depan. Ia kembali dengan hati yang sedih, “setidaknya dia sarapan dulu…” Young makan dengan mata berkaca2, “sup bayam Sekt. Wang sangat enak…”
Young diperiksa, persiapan operasi, tinggal bersama Jang dan jalan2 bersama. Sementara itu Soo telah kembali kepada kehidupan sehari2nya, tinggal bersama Hee Sun dan Jin Sung, juga kembali ke casino. Awalnya dia ditolak, tapi dia langsung menghubungi Kim dan membuat perjanjian. Awalnya Soo tidak mempercayai Kim. Jika dia menang, nanti dituduh mencuri lagi seperti dulu. Tapi Kim janji, jika Soo menang, maka semua gratis. Ia pun ingin Soo mengajak Jin Sung juga. Tapi Soo ingin ini hanya antara mereka saja, Jin Sung tidak boleh terlibat. “Kau takut dibunuh? Siapa bilang aku akan membunuh kalian? Apa kau takut pada Moo Chul? Aku akan membunuhnya.” Tapi Soo tetap bersikeras, Jin Sung tak boleh ikut. Kim pun menyerah, terserah pada Soo saja. Tetapi sebenarnya, dia tidak akan melepaskan Soo, Jin Sung, dan Moo Chul.
Moo Chul bermain basket dengan adiknya dan tiba2 dadanya sakit. Lalu ada sms dari Soo, mengatakan kalau Kim akan membunuhnya. Soo menyuruhnya pergi sejauh mungkin, selamatkan diri. Nanti Soo akan mengajaknya minum bersama. Moo Chul terkekeh, lalu bermain lagi. Tanpa dia sadari, anak buah Kim mengintainya, sambil membawa pisau lipat.
Soo memanggil taksi. Tangannya bergoyang2, membuat lonceng di gelangnya berdentang. Teringat lagi pada Young. Dia berjalan, lonceng itu bergoyang2. Soo berhenti, bibirnya gemetar menahan tangis. Sementara itu Young menonton film sendiri, dan teringat saat ia menonton bersama Soo sambil makan cokelat. Soo menjelaskan adegan di film itu. Soo dan Young sama2 menangis, saling mengenang satu sama lain.
Image Hosted by ImageShack.us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar