


Di rumah kaca, Jang memberitahu Young kalau Soo tidak
mengambil uang yang diberikannya, hanya mengambil segepok saja. Jang punya ide
untuk menanam bunga karena sudah akan musim semi, tapi Young menyuruhnya
membiarkan bunga2 ini saja, setelah operasi baru dipikirkan lagi. Sebenarnya
Jang punya kasus yang harus ditangani besok, tentang orang yang dituduh
membunuh tapi sebenarnya tidak melakukan. Tapi Jang tetap mau tinggal bersama Young.
“Ah, jadi hidupku memang seperti ini, tidak bisa mandiri, hingga membuatmu
tidak bisa menolong seseorang yang tidak bersalah,” sindir Young.

Soo berlari di taman, Young berlari di treadmill. Soo
menelpon Young, tetapi diacuhkan. Sementara itu Jin Sung sudah memberitahu Hee
Sun kalau dia ikut di casino, tapi jangan bilang2 Soo. Dia janji, setelah ini,
mereka akan hidup bahagia di desa. Mereka berpelukan, lalu Jin Sung mengecup
pipi Hee Sun. “Morning kiss?” Soo nimbrung. Hee Sun pergi meninggalkan mereka
berdua. Soo tampak curiga pada Jin Sung.





Young dkk makan pizza, sementara Soo duduk tak jauh dari
sana, memandang Young dalam diam. Saat Young dan Mira on the way pulang, Soo
mengikuti mobil mereka dari belakang dengan taksi. Supir taksi memberitahu
bahwa sebentar lagi jalurnya akan ke luar kota. Soo pun menyuruh supir berhenti
di pinggir jalan. Taksi melewati mobil, Soo memandangi wajah Young. Saat itu,
Mira menyadarinya, tapi tidak yakin. Ia terus melihat taksi itu hingga berhenti
dan Soo keluar. Ia tampak terkejut dan bertanya kepada supirnya, sudah berapa
lama taksi itu mengikuti mereka? Tapi si supir tidak memperhatikan. Young
bertanya, ada apa? Mira pun memberitahu kalau Soo sepertinya mengikuti mereka
dari tadi. Young bertanya, bagaimana dia kelihatannya? Apakah kelihatan baik2
saja? “Tidak tahu, tampaknya dia tidak baik2 saja.”


Di toko bunga Hee Sun, Hee Sun tampak kesal melihat Moo
Chul. Ia kira kesepakatan Moo Chul dan Soo sudah berakhir. Wajah Moo Chul
tampak sedih melihat dirinya di tolak oleh Hee Sun. Hee Sun bertanya apa Moo
Chul merasa menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia ini? “Lebih dari apa
aku yang kehilangan kakakku? Lebih dari ayah dan ibuku yang kehilangan puteri
mereka? Kau merasa yang paling menderita? sungguh lucu. Kau hanya kehilangan
cinta sepihakmu, tapi kau bertingkah seperti pria yang paling tidak beruntung
di dunia. Seberapa besar aku berfikir, aku sungguh tak mengerti dirimu!”



Moo Chul hanya bisa memandangi Hee Sun dengan tatapan dingin
tapi menyiratkan kesedihan. Hee Sun dan seluruh dunia tidak mengerti dirinya.
Dan ia lah yang akan mengerti dirinya. “Di dunia ini aku bukan satu-satunya
orang yang mendapati orang yang dicintainya meninggal. Di dunia ini, seseorang
yang di tolak, pria yang hidupnya kacau karena keluarganya yang miskin, jika
kau melihatnya ada banyak orang seperti itu di dunia ini. Ini tidak hanya
terjadi padaku. Tapi Hee Sun, aku juga mencoba yang terbaik untuk hidup.”

Moo Chul merasakan sakit di perutnya dan Hee Sun heran
melihatnya. “Saat usiaku 16 tahun, aku adalah breadwinner dari ayah, ibu, kakak
dan adikku. Kakakmu punya senyum yang indah, tapi ia meninggal dan menangis
dihadapanku, sangat sulit menghadapi kenyataannya saat itu. Jika aku terlahir
kembali, aku tak ingin hidup seperti ini. Tapi bagiku, beginilah.. Hee Sun,
Bahkan jika semua orang di dunia ini mengutukku, Aku ingin mengerti bahwa tidak
ada pilihan untukku. Jika sampai akhir aku tak bisa mengerti diriku sendiri,
maka aku akan menjadi orang yang paling menyedihkan.” Moo Chul mencium bunga yg
dipegangnya sebelum pergi. Hee Sun berseru, menyuruhnya ke RS karena tampak
pucat dan tidak sehat.


Young diam2 keluar kamar meninggalkan Mira yang sudah
terlelap. Ia menelpon Wang yg sedang menulis dengan hurup braille. Wang kaget
mendapat telpon dari Young dan merasa cemas. Nggak pake halo, langsung tanya
“Apa terjadi sesuatu, Young-ah?” Mereka pun ngobrol lewat telepon. Wang
menyemangati Young yang agak takut menghadapi operasi besok. Young pun tahu
sebenarnya Wang tidak pulang kampung ke rumah ortu, karena ayahnya sudah
mengusirnya dan membencinya. Mereka tampak saling rindu.

Lalu Young ke kamar Soo, membayangkan ada dirinya yg sedang
memakain collonge. Young berbaring di ranjang Soo, membayangkan dirinya
berbaring di lengan Soo. Membayangkan Soo menaruh sebuah buku dengan gambar
timbul di atas pahanya, tangannya menyentuh gambar itu. Buku itu cerita tentang
seorang pangeran yang naik gunung dan bicara dengan gema suaranya sendiri, yang
dipikir sebuah percakapan dengan orang lain. Cerita dongeng yg sangat sedih,
karena hidupnya hanya sendirian. Dan bayangan Soo pun menghilang, hanya ada
Young, sendirian. Young menangisi kesendiriannya.

Kasus yang ditangani Jang complicated sehingga kepulangannya
tertunda. Ia merasa cemas, tapi Young menenangkan, kalau ada Mira, Jong Tae
(pemilik café) dan istrinya. Tapi ternyata Mira ada interview sedangkan anaknya
Jong Tae lagi sakit. Mereka lagi menjaga anaknya di RS. Young meyakinkan Mira
kalau dia bisa ditinggal sendiri bersama pembantu, lagipula Jang akan pulang
jam 4. Tapi di WC, Young menelpon RS untuk mengubah jadwal. Tampaknya dia
merencanakan sesuatu. Young menyuruh pelayan dan supirnya untuk membawa
barang2, lalu berlibur setelah itu. Dia akan menunggu Jang 30 menit di rumah
sendirian. Ia ke rumah kaca, menyentuh daun kuping domba sambil menangis mengenang
Soo.



Soo segera pergi mencari taksi. Tapi yg datang adl Moo Chul.
Ia menghajar Soo padahal mukanya sudah pucat pasi. Soo memohon agar bicara dan
berkelahinya nanti saja, ini urgent karena Young dalam bahaya. “Young sudah
mati. Aku ingin tahu, apakah cinta itu ada? Aku ke sini cuma ingin mengucapkan
selamat tinggal dengan baik2, seperti waktu pertama kali kita bertemu.” Ia
mengambil tangan Soo, memberikan kunci mobilnya. Soo berkata, mereka akan
bertemu lagi nanti, sebelum dia membawa mobil Moo Chul pergi. Tetapi, ternyata
hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu, karena anak buah Kim datang
sebagai malaikat pencabut nyawa, mempercepat kematian Moo Chul dengan pisau
lipat.



Aku hanya ingin
mengatakan pada Young, ‘aku minta maaf, aku mencintaimu, kita belum berakhir,
ayo bertemu lagi.’ Aku sungguh ingin setidaknya berlari kepadamu, maka kata2
tadi tidak berarti lagi. Aku hanya ingin berkata pada Young, di dalam dunia
bobrok ini, aku hanya berpikir sekali bahwa hidup itu tak ada artinya, hanya
berlalu begitu saja. Tetapi kau adalah alasan terakhir untukku hidup sebagai orang yang layak. Seandainya, aku dapat menjadi alasan yang sama bagimu untuk
mencoba bertahan hidup….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar