Quotes

"Write is my World"

Minggu, 29 September 2013

That Winter, The Wind Blows Episode 15


Kim menghasut Jin Sung, hingga hati Jin Sung panas karena tidak diajak bergabung dalam permainan Kim dan Soo. Ia pun ikut main, tapi Soo tidak boleh tahu. Tanpa mereka sadari, anak buah kepercayaan Moo Chul mengintip dari jauh. Sementara itu Soo boncengan motor dengan Hee Sun. Jika dulu dia mengenang Hee Joo saat boncengan dengan Young, kini Soo mengenang Young saat boncengan dengan adiknya Hee Joo.
Mereka ke kedai dan minum soju bersama. Hee Sun masih kesal karena Soo pulang dg tangan kosong, padahal sudah cape2 menipu Young, tak ada hasilnya. “jika kau menjadi hitam maka hitamlah sepenuhnya” (eeyy, kata2 siapa ini? ^.^) Soo mengangguk “Benar, Jika aku adalah seorang pembunuh, maka aku harus menjadi pembunuh sampai akhir. Kenapa aku malah jatuh cinta? Kenapa aku harus jatuh cinta? ketika aku meninggalkan rumah itu, aku pergi dengan penuh wibawa. Karena aku mencintainya. Dan karena dia mencintaiku. Dan demi melihatku suatu hari nanti, gadis itu harus hidup. Itulah sebabnya kenapa kami sekarang berpisah. Setidaknya satu kali, meskipun itu secara kebetulan, kami akan bertemu. Hanya dengan memikirkan itu aku bisa pergi dari rumah itu.Tidak hanya dengan wibawa, tapi juga arogan. Tanpa mengucapkan kata maaf.” Soo menangis, memaki dirinya sendiri, brengsek. “Seharusnya aku tidak membuatnya jatuh cinta pada orang brengsek sepertiku.”
Di rumah kaca, Jang memberitahu Young kalau Soo tidak mengambil uang yang diberikannya, hanya mengambil segepok saja. Jang punya ide untuk menanam bunga karena sudah akan musim semi, tapi Young menyuruhnya membiarkan bunga2 ini saja, setelah operasi baru dipikirkan lagi. Sebenarnya Jang punya kasus yang harus ditangani besok, tentang orang yang dituduh membunuh tapi sebenarnya tidak melakukan. Tapi Jang tetap mau tinggal bersama Young. “Ah, jadi hidupku memang seperti ini, tidak bisa mandiri, hingga membuatmu tidak bisa menolong seseorang yang tidak bersalah,” sindir Young.
Image Hosted by ImageShack.us
Soo berlari di taman, Young berlari di treadmill. Soo menelpon Young, tetapi diacuhkan. Sementara itu Jin Sung sudah memberitahu Hee Sun kalau dia ikut di casino, tapi jangan bilang2 Soo. Dia janji, setelah ini, mereka akan hidup bahagia di desa. Mereka berpelukan, lalu Jin Sung mengecup pipi Hee Sun. “Morning kiss?” Soo nimbrung. Hee Sun pergi meninggalkan mereka berdua. Soo tampak curiga pada Jin Sung.
Young sarapan bersama Jang, Mira, pemilik café dan istrinya. Mereka tampak senang. Akhirnya Young berhasil membujuk Jang untuk jadi pengacara orang tak bersalah itu, walau Jang rada2 ragu meninggalkan Young. Sementara Soo menemui dr. Jo, pengen tahu kabar Young. Sebelum Soo pergi, dr. Jo bertanya apakah Soo tahu perihal Moo Chul? Ternyata ada anak buah Moo Chul di sana, sepertinya dia sudah memberitahu Jo ttg kanker itu.
Soo akan menyeberang, lalu ada gadis buta berjalan mengetukkan tongkatnya dan berdiri di sampingnya. Saat lampu ‘jalan’ berwarna hijau, gadis itu berjalan pelan. Soo mendahuluinya. Eh, ketemu lagi di halte, berdiri di sampingnya lagi. Di halte itu tidak ada pemberitahuan nomor bis. Cewek itu berkata dengan nyaring, karena dia buta, minta tolong siapa saja yang ada di sana untuk memberitahu bis yang akan dia naik. Soo bertanya nomor bisnya. Saat bi situ datang, dia pun naik. Karena jalannya lambat dan hati2, supir ngomel2. Soo pun membantunya naik sampai duduk. Ketika gadis itu sampai di tujuan, dia melihat Young bersama Mira dan orang2 buta dari komunitas berjalan bersama. Gadis buta tadi juga ikut bersama mereka. Bis berjalan lagi, tiba2 Soo minta turun dan berlari mengejar rombongan Young.
Young dkk makan pizza, sementara Soo duduk tak jauh dari sana, memandang Young dalam diam. Saat Young dan Mira on the way pulang, Soo mengikuti mobil mereka dari belakang dengan taksi. Supir taksi memberitahu bahwa sebentar lagi jalurnya akan ke luar kota. Soo pun menyuruh supir berhenti di pinggir jalan. Taksi melewati mobil, Soo memandangi wajah Young. Saat itu, Mira menyadarinya, tapi tidak yakin. Ia terus melihat taksi itu hingga berhenti dan Soo keluar. Ia tampak terkejut dan bertanya kepada supirnya, sudah berapa lama taksi itu mengikuti mereka? Tapi si supir tidak memperhatikan. Young bertanya, ada apa? Mira pun memberitahu kalau Soo sepertinya mengikuti mereka dari tadi. Young bertanya, bagaimana dia kelihatannya? Apakah kelihatan baik2 saja? “Tidak tahu, tampaknya dia tidak baik2 saja.”
Di toko bunga Hee Sun, Hee Sun tampak kesal melihat Moo Chul. Ia kira kesepakatan Moo Chul dan Soo sudah berakhir. Wajah Moo Chul tampak sedih melihat dirinya di tolak oleh Hee Sun. Hee Sun bertanya apa Moo Chul merasa menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia ini? “Lebih dari apa aku yang kehilangan kakakku? Lebih dari ayah dan ibuku yang kehilangan puteri mereka? Kau merasa yang paling menderita? sungguh lucu. Kau hanya kehilangan cinta sepihakmu, tapi kau bertingkah seperti pria yang paling tidak beruntung di dunia. Seberapa besar aku berfikir, aku sungguh tak mengerti dirimu!”
Moo Chul hanya bisa memandangi Hee Sun dengan tatapan dingin tapi menyiratkan kesedihan. Hee Sun dan seluruh dunia tidak mengerti dirinya. Dan ia lah yang akan mengerti dirinya. “Di dunia ini aku bukan satu-satunya orang yang mendapati orang yang dicintainya meninggal. Di dunia ini, seseorang yang di tolak, pria yang hidupnya kacau karena keluarganya yang miskin, jika kau melihatnya ada banyak orang seperti itu di dunia ini. Ini tidak hanya terjadi padaku. Tapi Hee Sun, aku juga mencoba yang terbaik untuk hidup.”
Moo Chul merasakan sakit di perutnya dan Hee Sun heran melihatnya. “Saat usiaku 16 tahun, aku adalah breadwinner dari ayah, ibu, kakak dan adikku. Kakakmu punya senyum yang indah, tapi ia meninggal dan menangis dihadapanku, sangat sulit menghadapi kenyataannya saat itu. Jika aku terlahir kembali, aku tak ingin hidup seperti ini. Tapi bagiku, beginilah.. Hee Sun, Bahkan jika semua orang di dunia ini mengutukku, Aku ingin mengerti bahwa tidak ada pilihan untukku. Jika sampai akhir aku tak bisa mengerti diriku sendiri, maka aku akan menjadi orang yang paling menyedihkan.” Moo Chul mencium bunga yg dipegangnya sebelum pergi. Hee Sun berseru, menyuruhnya ke RS karena tampak pucat dan tidak sehat.
Young diam2 keluar kamar meninggalkan Mira yang sudah terlelap. Ia menelpon Wang yg sedang menulis dengan hurup braille. Wang kaget mendapat telpon dari Young dan merasa cemas. Nggak pake halo, langsung tanya “Apa terjadi sesuatu, Young-ah?” Mereka pun ngobrol lewat telepon. Wang menyemangati Young yang agak takut menghadapi operasi besok. Young pun tahu sebenarnya Wang tidak pulang kampung ke rumah ortu, karena ayahnya sudah mengusirnya dan membencinya. Mereka tampak saling rindu.
Lalu Young ke kamar Soo, membayangkan ada dirinya yg sedang memakain collonge. Young berbaring di ranjang Soo, membayangkan dirinya berbaring di lengan Soo. Membayangkan Soo menaruh sebuah buku dengan gambar timbul di atas pahanya, tangannya menyentuh gambar itu. Buku itu cerita tentang seorang pangeran yang naik gunung dan bicara dengan gema suaranya sendiri, yang dipikir sebuah percakapan dengan orang lain. Cerita dongeng yg sangat sedih, karena hidupnya hanya sendirian. Dan bayangan Soo pun menghilang, hanya ada Young, sendirian. Young menangisi kesendiriannya.
Kasus yang ditangani Jang complicated sehingga kepulangannya tertunda. Ia merasa cemas, tapi Young menenangkan, kalau ada Mira, Jong Tae (pemilik café) dan istrinya. Tapi ternyata Mira ada interview sedangkan anaknya Jong Tae lagi sakit. Mereka lagi menjaga anaknya di RS. Young meyakinkan Mira kalau dia bisa ditinggal sendiri bersama pembantu, lagipula Jang akan pulang jam 4. Tapi di WC, Young menelpon RS untuk mengubah jadwal. Tampaknya dia merencanakan sesuatu. Young menyuruh pelayan dan supirnya untuk membawa barang2, lalu berlibur setelah itu. Dia akan menunggu Jang 30 menit di rumah sendirian. Ia ke rumah kaca, menyentuh daun kuping domba sambil menangis mengenang Soo.
Tapi tampaknya Soo curiga setelah mengecek jadwal Young di RS. Pengacara Jang yang terjebak macet menelpon Young tapi tak diangkat2. Ia pun menelpon Mira. Mira panik, segera mencegat taksi. Dr. Jo kaget karena pasien minta reschedule dan saat Soo hendak mencari Young, Young menelpon. Dia mengaku sudah di RS. “tidak, aku di RS,” kata Soo. Young ketahuan, tapi masih mau bohong kalau Jang sudah datang, lagi membunyikan bel. Tapi dr. Jo datang, berkata kalau Jang baru aja menelpon, kalau Young tak bisa dihubungi. Soo bertanya, apa Young sudah menonton video yg dibuatnya? Ternyata belum. Di video itu, ada penjelasan dari Oh Soo yg sesungguhnya, kenapa dia menipu dsb. Tapi Young tidak mau tahu hal itu. Tiba2 Young menutup sambungan telponnya.
Soo segera pergi mencari taksi. Tapi yg datang adl Moo Chul. Ia menghajar Soo padahal mukanya sudah pucat pasi. Soo memohon agar bicara dan berkelahinya nanti saja, ini urgent karena Young dalam bahaya. “Young sudah mati. Aku ingin tahu, apakah cinta itu ada? Aku ke sini cuma ingin mengucapkan selamat tinggal dengan baik2, seperti waktu pertama kali kita bertemu.” Ia mengambil tangan Soo, memberikan kunci mobilnya. Soo berkata, mereka akan bertemu lagi nanti, sebelum dia membawa mobil Moo Chul pergi. Tetapi, ternyata hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu, karena anak buah Kim datang sebagai malaikat pencabut nyawa, mempercepat kematian Moo Chul dengan pisau lipat.
Ternyata Young mau bunuh diri. Ia menyalakan shower, membasahi pergelangan tangannya. Perlahan, darah mulai menetes, tersapu air. Soo berlari ke dalam rumah, dan mendengar suara air. Dia ke kamar mandi, menemukan Young sudah tak sadarkan diri, dengan air shower yang membasahi pergelangan tangan yang telah tergores pisau.
Aku hanya ingin mengatakan pada Young, ‘aku minta maaf, aku mencintaimu, kita belum berakhir, ayo bertemu lagi.’ Aku sungguh ingin setidaknya berlari kepadamu, maka kata2 tadi tidak berarti lagi. Aku hanya ingin berkata pada Young, di dalam dunia bobrok ini, aku hanya berpikir sekali bahwa hidup itu tak ada artinya, hanya berlalu begitu saja. Tetapi kau adalah alasan terakhir untukku hidup sebagai orang yang layak. Seandainya, aku dapat menjadi alasan yang sama bagimu untuk mencoba bertahan hidup….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar