
Di DBH, selain ada Shi On sebagai ketua tim dan Geon Woo
bawahannya, masih ada 2 bawahan lagi, polisi yg masih magang, Seung Chan dan
Seung Ha. Seung Chan berkencan dengan seorang gadis yang (ngaku2) anak kuliahan
bernama Hee Bin. Sementara Seung Chan mengaku sebagai inspektur, mencomot nama
Cha Geon Woo. Suatu hari Hee Bin mengunjungi Seung Chan di Kantor Polisi. Dia
mencari ‘Inspektur Cha Geon Woo’, malah ketemu Cha Geon Woo yang asli. Dia
melihat struktur organisasi, barulah dia sadar kalau pacarnya itu membohonginya.
Saat pulang, tak sengaja dia menabrak seseorang. Hee Bin ngomel2, lantas dia
menyadari bahwa yang ditabraknya itu bukan manusia, melainkan seorang hantu
tampan. Hantu tampan yg tak lain adalah Hyeong Joon itu terkejut, karena selain
Shi On ternyata ada lagi yg bisa melihatnya.

Seung Chan merasa bersalah telah membohongi pacarnya. Seung
Ha pun mencoba membantunya dengan mengajaknya ke paranormal ahli cinta yang
mungkin bisa membantu memulihkan hubungan mereka. Tak di sangka, ternyata si
dukun cinta itu adalah Hee Bin. Jadi sebenarnya Hee Bin lebih tua daripada
Seung Chan. Mereka sama-sama saling membohongi.


Di sisi lain, DBH akan melakukan pelatihan di luar kantor.
Shi On dan Geon Woo ditugaskan untuk mencari penginapan. Setelah berkeliling,
mereka pun berhasil menemukannya. Di hari pelatihan, saat malam, mereka dibagi
beberapa tim, 1 tim 2 orang. 1 orang disuruh berjalan di hutan, menulis nama di
sebuah rumah kosong, lalu kembali. Sedangkan satu orang lagi mengomando dari
perkemahan lewat walky talky (seperti jurit malam di pramuka/OSIS). Shi On yang
jalan di hutan, sedang Geon Woo yang mengomando. Saat di dalam rumah kosong
itu, tiba2 Shi On dipukul dan diculik. Geon Woo merasa aneh dan segera
menyusul.


Si penculik meletakkan tubuh Shi On. Tampaknya Shi On akan
dibunuh. Tapi Hyeong Joon muncul. Dia mengganggu penculik itu agar dapat
mengulur waktu sebelum Shi On sadar dan menghajarnya. Shi On lari dan akhirnya
bertemu dengan Geon Woo. Senior Choi pun datang tak lama kemudian bersama tim
penyidik. Saat semua timnya sedang menyidik TKP, senior Choi menemukan sebuah
jam tangan, tetapi bukannya dilaporkan, dia malah menyimpannya. Nah loh, ada
apa ini???




Hyeong Joon ternyata bisa bicara dengan Hee Bin. Dia pun
ingin Hee Bin memberikan sebuah nomor polisi untuk Shi On, yaitu nomor mobilnya
penculik Shi On. Hee Bin pun pura2 minta Shi On mencari pemilik nomor polisi
itu, karena sudah menabrak tempat usahanya. Lalu Shi On bertemu dengan Hyeong
Joon lagi di kantor. Dia merasa hantu ini beda dari hantu sebelumnya, karena
pernah menolongnya waktu di hutan. Dia pun mengikuti hantu itu berjalan, hingga
berhenti di tempat interogasi. Lalu Shi On pun ingat, waktu dia baru sadar dari
koma, dia ditanyai ttg kejadian waktu di kapal yang dilupakannya. Saat itu,
penyidik menunjukkan foto polisi yg tewas di TKP. Dia pun sadar, kalau orang di
foto itu adalah hantu di depannya sekarang.


Karena tidak bisa mendapatkan informasi dari Kepala Polisi,
Shi On pun akan mencari tahu kejadian 6 tahun lalu itu sendiri. Dia mencari Kang
Wu Cheol, saksi pertama yang menemukan jasad Hyeong Joon, yang kini menghilang.
Kang Wu Cheol memang menyembunyikan diri selama ini. Tetapi akhirnya dia mau
muncul untuk menceritakan semuanya. Hidupnya tidak akan lama lagi, hingga dia
tidak ingin menyimpan rahasia besar ini sampai mati. Ia pun janjian dengan Shi
On. Tapi saat nyebrang, tiba2 ada mobil melaju. Shi On berlari untuk menyelamatkan Kang, sedangkan Geon Woo
juga berlari dan mendorong Shi On. Mobil itu pun berhasil menabrak Kang. Kang
koma di RS. Sebenarnya masih ada harapan hidup, tetapi seseorang melepas selang
oksigen dan menahan napas Kang hingga mati. Shi On merasa bersalah, seseorang
mati karena dirinya. Dia pun menutup kasus ini.

Geon Woo menemukan kertas dari Hee Bin yg berisi nomor polisi.
Dia pikir Shi On sudah menemukan mobil pelaku tabrak lari. Shi On pun
mendatangi Hee Bin, “Dari mana kau tahu nomor polisi ini?” Hee Bin tetap pada
kebohongannya. Saat Shi On pergi, Hee Bin ngomel2 pada Hyeong Joon yang sudah
duduk di depannya, “Bagaimana kau mengenal Eonni? Apa kau punya dendam
padanya?”
“Dia… orang yang kucintai…” kata Hyeong Joon.

Shi On pulang dan melihat kunci rumahnya terbuka. Dia pikir
ada penjahat yg masuk ke rumahnya, ternyata Geon Woo yg masuk untuk memasang
CCTV pengaman. Besoknya, Shi On yg masih penasaran pada Hyeong Joon, pergi ke
gudang data untuk mencari data penugasan Hyeong Joon 6 tahun lalu. Ternyata di
dalam gudang, ada Senior Choi yang juga mencari data yg sama. Saat Shi On
berjalan mencari, Hyeong Joon muncul di depannya, membuat Shi On mundur dan
berbelok. Shi On akan mengeluarkan suara, tapi Hyeong Joon memberi tanda untuk
diam. Senior Choi melewati lorong persembunyiannya, tetapi merasa kalau ada
orang lain di dalam. Ia menutup pintu dg keras, pura2 keluar, tapi dia masih di
dalam dan diam2 mendekat ke lorong. Hyeong Joon menutupi tubuh Shi On, berharap
Choi tidak menemukan Shi On. Untungnya telepon Choi berdering hingga dia pun
keluar dan Shi On selamat.


Shi On menemukan data penugasan, tetapi ada halaman yg
menghilang. Ternyata Choi yang mengambil data penugasan itu, di mana di hari
penugasan Hyeong Joon itu, juga ada nama Senior Choi. Dia meng-crusher surat
itu. Kemudian, Geon Woo, Shi On dan Senior Choi makan malam bersama. Saat itu,
Geon Woo memamerkan keahlian tembaknya dan diomeli Choi. Choi bercerita sambil
bergaya menembak, tiba2 ingatan Shi On tentang kejadian penembakan di kapal itu
berkelebat. Shi On bertanya, apa mungkin Senior Choi mengenal Inspektur Lee
Hyeong Joon? Tapi Senior Choi mengaku kalau tidak pernah mendengar nama itu.
Mungkin karena bulan2 saat kejadian itu, Choi sedang cuti panjang.


Besoknya, Shi On mencoba untuk mendatangi alamat rumah
Hyeong Joon. Ia hampir tersesat, tapi seperti ada insting, dia pun menemukan
rumah itu. Belnya rusak, tapi dia seperti punya insting pula, membuka kotak
surat dan menemukan kunci rumah di sana. Shi On masuk dan melihat2 isi rumah
Hyeong Joon dari jendela luar. Ia melihat piala2 dan sebuah boneka kecil
berkepang dua yang terasa familiar baginya.


Saat kembali ke kantor, Seung Ha dan Seung Chan sedang ramai
memuji2 Geon Woo yang memamerkan foto dirinya yang menang dari pertandingan
menembak. Saat Shi On melihat piala yang dipegang Geon Woo, dia teringat pada
piala di rumah Hyeong Joon. Ia melihat artikel dari komputer, dan muncul foto
Hyeong Joon memegang piala itu, berfoto bersama Senior Choi dan kawan2.

Shi On mengikuti Senior Choi yang pergi ke gereja. Geon Woo
menelpon keduanya dan sama2 terdengar bunyi lonceng. Lalu tak sengaja ia
melihat foto Hyeong Joon itu di komputer Shi On. Geon Woo mencemaskan Shi On,
segera menyusulnya. Choi duduk sebentar di dalam aula, lalu keluar dan kabur.
Shi On mengejarnya. Mereka pun akhirnya bertemu. Senior Choi pun mengaku, kalau
dia memang mengenal Hyeong Joon, karena mereka partner kerja, seperti dirinya
dan Geon Woo sekarang.

Flashback 6 th lalu,
Choi tiduran di dalam mobil, akan menyudahi penyelidikan.
Tetapi ia melihat lampu kapal berkedip2, ia pun masuk dan menemukan penyelundupan
perak. Choi mengontak Hyeong Joon, tapi tiba2 Hyeong Joon sudah berdiri di
hadapannya, menodongkan pistol dan menyuruhnya meninggalkan kapal itu diam2.
Karena Choi tidak mau, Hyeong Joon pun menembak kaki Choi.


Begitu cerita versi Choi, bahwa Lee Hyeong Joon telah
melakukan korupsi dengan membiarkan penyelundupan perak itu. Shi On jadi
bingung, apa sebenarnya yg terjadi? Ia curhat pada Geon Woo, bahwa dia melihat
hantu Hyeong Joon, juga mengingat sekilas ttg kejadian 6 th lalu itu, berbeda
dg yg diceritakan Choi. Geon Woo tidak terima kalau Shi On mencurigai Choi,
karena Choi sudah dianggap seperti ayahnya sendiri, dan dia percaya kalau Choi
adl polisi paling jujur.

Geon Woo yg kesal, minum bir bersama Seung Chan yg juga lagi
bête karena ajakan kencannya ditolak oleh Hee Bin. Mereka nginap di kantor.
Paginya, saat Geon Woo mau pergi, Seung Chan memberinya tiket bioskop yang
tadinya untuk dia kencan dengan Hee Bin. Geon Woo mencari alamat rumah Hyeong
Joon, tapi malah ketemu Shi On yang habis nongkrong di depan pagar. Geon Woo
mengantarnya pulang, tapi akhirnya ia pun mengajak Shi On nonton. Geon Woo
kesal karena semua yg pada nonton hari ini adalah couple2. Shi On mengejeknya,
kalau Geon Woo iri, nggak punya pacar. Mereka saling menggoda hingga masuk ke
bioskop. Dari jauh, Hyeong Joon melihat mereka dengan tatapan nelangsa. Ia
teringat saat Shi On kencan dengan dirinya. Ia melarang Shi On untuk tersenyum
lebar pada pria lain, hanya pada dirinya saja. Dan sekarang, Shi On
melakukannya, pada Geon Woo.



Di dalam bioskop, Geon Woo tidak bisa tenang. Dia pengen
pegang tangan Shi On, tapi karena gugup, tangannya bergeser ke popcorn. Lalu ia
pura2 mengulet agar tangannya bisa merangkul Shi On. Akhirnya mereka pun
pulang. Geon Woo mengantarkan Shi On. Shi On melihat boneka di atas tivinya,
mirip dengan bonekanya Hyeong Joon tapi tidak ada kepang rambut. Ternyata itu
adalah boneka couple yang dipasang berciuman.


Sementara itu hape Shi On
ketinggalan di mobil Geon Woo, hingga Geon Woo pun mengantarkan hape itu. Tapi
Geon Woo minta imbalan, baru hape itu dikasih. Shi On pun menggodanya, “Kamu
mau ciuman???” Geon Woo jadi gugup dan memberikan hape itu. Tapi sebelum Shi On
masuk rumah, Geon Woo kembali, menarik tangannya, dan menciumnya. Di hadapan
mata Lee Hyeong Joon yang menatap mereka nelangsa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar