
Lee Hyeong Joon sedang bertugas di sebuah kapal sebagai
pengintai. Dia masuk ke kapal itu dan melihat penyelundupan perak. Saat akan
menyalakan walky talky, sinyalnya berdenging hingga dia pun ketahuan. Dia
dikejar2, lalu ia melepas tembakan. Yang Si On yang berada diluar kapal,
mendengar suara tembakan itu dan segera berlari ke dalam kapal. Dari atas dek,
dia melihat Hyeong Joon menodongkan pistol kepada seseorang, lalu orang di
depannya itu pun menodong pistol dan menembaknya.


“Andwae!!!” Jerit Si On. Si On dikejar oleh para penjahat
itu, dan seseorang memukulnya dari belakang hingga ia pingsan. Sebelum tak
sadarkan diri, samar-samar dia melihat Hyeong Joon berdiri di hadapannya. Ia
pun teringat saat-saat sebelum kejadian, di mana Hyeong Joon mencium dan
tersenyum (manis ^.^) padanya.

6 tahun kemudian, Si On bangun dari koma panjangnya. Tetapi
dia mengalami amnesia separoh hingga dia lupa ttg kejadian di kapal itu.
Anehnya, dia malah mendapatkan kemampuan baru, yaitu bisa melihat hantu. Bukan
kemampuan yang menyenangkan, huh?
Sementara itu, Cha Geon Woo sedang latihan menyapa ketua Tim
di Departemen Barang Hilang (DBH). Bawahannya yang sedang ngepel melihatnya,
dia jadi malu. Untuk menutupi gengsi, dia memarahi bawahannya itu. lalu seorang
wanita mengenakan jaket bertopi masuk. Geon Woo pikir, cewek itu mau mengambil
barang, tapi ternyata cewek itu adalah Yang Si On, seorang polwan ‘gila’ yang
barusan ‘bangkit’ dari koma 6 tahun. Di gudang, Si On melihat2 barang, salah
satunya ada jaket seragam sekolah bernama Dan Ah Reum, dan ia pun merasa
merinding. Geon Woo curhat ke seniornya di Departemen Kriminal (DK), memohon
agar dikembalikan ke dept. itu. Geon Woo aslinya anak DK, tapi karena suatu
hal, dia dihukum dan harus kerja di DBH selama 3 bulan.


Untuk menjalin hubungan baik dengan si bos, Geon Woo pun
mengajak Si On makan malam. Saat Si On ke toilet, dia dihantui oleh seorang
anak SMA. Ia menjerit2 ketakutan dan Geon Woo menolongnya. Geon Woo pun tambah
berpikir kalau Si On benar2 gila. Di rumah pun, hantu itu terus mengganggunya.
Lalu hantu itu pun menulis di cermin, “Tolong aku”. Si On pun akhirnya
menolongnya. Dia menyelidiki ttg anak SMA bernama Dan Ah Reum, hingga menemukan
fakta kalau Ah Reum digosipkan pacaran dengan siswa dari klub seni lukis. Tapi
cowok itu tidak mau ngaku kalau pernah pacaran sama Ah Reum. Dan saat Si On
hendak pulang, tiba2 cowok itu sudah berdiri di atas atap, mau bunuh diri. Dia
pun ditolong Geon Woo dan dibawa ke RS.


Si On akan menemui psikiater, sementara Geon Woo menunggui
A. Saat sadar, A pun curhat. Dia memang pacarnya Ah Reum, dan sangat
mencintainya, walaupun Ah Reum itu tidak bisa bicara. Bukan karena bisu, tapi
karena ada trauma yg pernah dialami. A pun membawanya ke seorang psikiater.
Tapi ternyata psikiater itu melakukan pelecehan seksual, dan disaksikan secara
live oleh A yg tak sengaja mengintip. Ah Reum lari ke atap dan dikejar oleh
dokter itu. Ah Reum mengancam untuk melaporkan ke polisi. Dokter itu
mendorongnya hingga jatuh dari atap. Disaksikan secara langsung pula oleh A.
Tapi A tidak berani melapor ke polisi, karena dokter itu adalah pamannya
sendiri. Dan parahnya, dokter itulah yang sedang ditemui oleh Si On sekarang.


Geon Woo mengsms Si On ttg fakta ini. Saat itu, si dokter
tampaknya sudah menyadari, lalu mengunci pintu dan menyuntik bius Si On.
Ternyata dokter itu emang pedopil, sudah banyak anak kecil yang jadi korbannya.
Singkat cerita, dokter itu pun ditangkap. Si On sempat menembaknya, hampir mati
tuh pedopil. Tapi sebenarnya polisi tidak boleh menembak tersangka jika tidak
benar2 terancam. Makanya mereka berdua pun akhirnya kena potong gaji. Seragam
Ah Reum dikembalikan kepada ibu Ah Reum. Hantu gadis itu pun pergi dengan
tenang.

Hantu kedua, adalah seorang wanita yang tampak membeku
kedinginan, membuat suasana di sekitar Si On pun jadi terasa seperti di kulkas.
Benda peninggalannya adalah sebuah koper yang ditemukan di stasiun. Seorang
pria mengambil koper itu. Si hantu terus menghantui Si On dan membawanya ke
sebuah hutan. Geon Woo yang melihatnya, mengikuti Si On. Ia heran ketua timnya
jalan2 di hutan malam2 begini. Hantu itu berhenti di sebuah tempat dan Si On
pun menggali tempat hantu itu berdiri. Tada…. Mereka menemukan potongan tangan.

Tak lama kemudian, potongan kaki juga ditemukan oleh seorang
pekerja konstruksi. Kasus itu diselidiki oleh Jaksa Park (suami Seo Yi Hyun di
Cheongdamdong Alice). Saat bertemu dengan Si On, samar2 wajah Park seperti
berganti dengan wajah si hantu, di mata Si On. Si On pun mencurigai Park,
apalagi ia menemukan fakta bahwa hantu itu adalah mantan tunangan Park, yg
katanya kabur bersama pria lain. Karena hal itu, Si On jadi terancam nyawanya
oleh pembunuh bayaran.

Singkat cerita, pembunuhnya pun ditemukan. Tak disangka
tak diduga, ibunya Jaksa Park sendiri yg membunuh calon mantunya. Ibunya
sebenarnya tidak menyukai gadis itu karena dari keluarga miskin. Suatu hari ia
memarah2in gadis itu, menghina2nya. Mereka bertengkar hingga si gadis sesak
napas karena asma. Ibu Park tidak memberikan inhaler sehingga gadis itu pun
mati. Ibu Park ketakutan. Ia pun membayar orang untuk memutilasi gadis itu dan
dibuang ke sembarang tempat. Setelah kasus selesai, hantu gadis itu pun bisa
tenang ke akhirat. Jaksa Park akhirnya percaya bahwa tunangannya bukan
selingkuh, tapi tetap setia hingga akhir hayat.


Hantu ketiga adalah seorang bapak2 yang bertingkah aneh,
kayak orang gila. Dia terus membuat bunyi dengan mengetuk-ngetukkan buku
jarinya. Bukannya membuat Si On takut, sebaliknya merasa kesal. Tapi dia
mencoba mengikuti irama ketukan itu. Ternyata itu adalah sandi morse nama ‘Cha
Geon Woo’. Si On pun mencari info ttg Geon Woo. Ternyata hantu bapak2 itu
adalah ayahnya Geon Woo yg sudah meninggal. Ayah Geon Woo sebelumnya bekerja di
pelayaran. Ia mengalami tabrak lari hingga otaknya geser dan jadi idiot.
Ayahnya selalu jadi bahan ejekan teman2 Geon Woo waktu SMA.

Awalnya Geon Woo marah karena Si On menyelidiki dirinya. Dia
tidak percaya kalau Si On bisa melihat hantu, apalagi ayahnya yg sudah mati.
Hingga akhirnya hantu ayah Geon Woo menyuruh Si On masuk ke rumah Geon Woo,
mengambil sebuah Walkman, sampai dimarah habis2an oleh Geon Woo. Tetapi
ternyata ayah Geon Woo sebenarnya ingin Geon Woo mendengar isi kaset di dalam
Walkman itu. Jadi waktu Geon Woo ultah, ayah membelikannya sebuah Walkman. Di
tengah jalan, dia merekam suaranya. Tapi karena tidak melihat2, dia pun
tertabrak truk dan mati. Inti rekamannya adalah, bahwa ayah baik-baik saja,
Geon Woo tidak perlu mengkhawatirkannya, dan ayah selalu mencintai putranya.
Geon Woo terharu dan menangis. Dan ia pun percaya kalau Si On bisa melihat
hantu, apalagi saat itu, tiba2 lampu di gudang kedip2. Seorang hantu cowok
(ganteng!) berdiri di atas tangga, menatap mereka. Tepatnya menatap Si On.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar