Sebelum Geon Woo datang ke tempat Shi On disekap membawa
memory berisi data, dia melihat isi data itu dulu, karena ia tidak boleh
membuat back up. Dan ia tampak terkejut. Setelah sampai di sana, Shi On
melarangnya memberikan data itu, tapi Geon Woo lebih mementingkan nyawa Shi On.
Sayangnya, walaupun data itu diberikan, mereka berdua pun harus tetap
dilenyapkan. Untungnya Hyeong Joon datang menolong. Dia mengedip2kan lampu
sampai pecah. Shi On menyadari kedatangan hantu itu, menoleh. Hyeong Joon
mengangguk, kode agar Shi On segera kabur. Il Do dkk mengejar, mereka
bersembunyi. Geon Woo melihat Shi On seperti menatap sesuatu yg tak kasat mata
sambil mengangguk.


Di parkiran, mereka terkejar dan berkelahi. Shi On
melindungi Geon Woo yang akan dipukul, dengan punggungnya. Tetapi mereka
akhirnya berhasil melarikan diri. Lengan Shi On terluka parah sampai dia
pingsan dan dibawa ke RS. Geon Woo menungguinya dengan setia, sementara Hyeong
Joon pun menunggui di belakang Geon Woo. Dia teringat waktu Shi On masih koma,
dia pun menunggui sangat setia, walaupun sudah jadi hantu. Saat itu Choi datang
untuk membunuh Shi On. Hyeong Joon menjatuhkan lampu pohon natal dengan
kekuatannya, hingga Choi pun pergi. “Aku menungguimu bangun seperti sebuah
keajaiban. Tapi sekarang, aku pikir aku tidak memiliki banyak waktu tersisa…”



Hee Bin khawatir melihat roh Hyeong Joon yang hampir rusak.
Ia pun mendatangi Shi On, tapi sebelum berbicara, Seung Ha dan Seung Chan
datang setelah mengambil barang hilang dari stasiun. Shi On mengambil sebuah
kalung dan tiba2 ia merasa merinding. Tentu saja, karena ada hantu suster
(nggak ngesot) yg muncul di depannya. Malamnya Hee Bin datang lagi, berkata
kalau dia melihat dan bicara dengan hantu Hyeong Joon. Nomor kendaraan yang
dulu itu sebenarnya diberikan oleh Hyeong Joon. Dan karena Hyeong Joon
keseringan membantu Shi On, rohnya bisa musnah. Hee Bin berharap Shi On mau
merelakan Hyeong Joon agar bisa segera meninggalkan dunia dan tidak musnah selamanya.

Saat Shi On sudah boleh pulang, Geon Woo pun memberitahu
bahwa nama kepala polisi ada di dalam daftar itu. Dia adalah otak dari
kriminalitas yang dilakukan oleh Choi. Lalu Kepala Polisi menelpon Shi On,
memintanya datang ke kantor. Saat itulah, perang dingin antara mereka pun
dimulai. Kepala Polisi secara tersirat mengaku kalau dialah dalang semua ini
dan mengancam Shi On. Shi On tak mau menyerah. Bersama Geon Woo, mereka mencari
bukti agar bisa menangkap Kepala Polisi, dengan bantuan Jaksa Park. Jaksa Park
pun mempelajari segala data dan saat melihat data Hyeong Joon, dia merasa ada
sesuatu yang aneh. Ia pun memberitahu Geon Woo. Fakta yang ditemukan jaksa Park
berhubungan dengan ukuran tubuh mayat Hyeong Joon. Ukuran tubuh asli dengan
mayat berbeda, padahal jika tubuh mayat yang tenggelam harusnya semakin berat,
bukannya semakin ringan. Park menduga, mayat yang ditemukan di TKP itu bukanlah
mayat Hyeong Joon.


Sementara itu, Shi On yang baru keluar dari ruang dokter
untuk memeriksa tangannya, bertubrukan dengan seorang ibu2. Ibu itu memiliki
kalung yg sama dengan kalung hantu suster itu. Ternyata itu adalah ibu si
suster dan si suster sebenarnya belum mati. Dia masih koma, tapi sudah sekarat.
Di sisi lain, kalung yang disimpan di gudang DBH itu sudah ada yang
mengambilnya, seorang gadis. Shi On pun menemui gadis itu. Kalung itu adalah
benar miliknya, diberikan oleh ibunya. Dulu dia sebenarnya punya adik cewek,
tapi adiknya itu diadopsi oleh orang, dan mereka pun terpisah. Ternyata hantu
suster itu adalah si adik. Gadis itu pun menangis saat dipertemukan kembali
dengan adiknya yang koma. Si suster merasa keinginannya sudah tercapai, dia pun
meninggal dengan bahagia.


Shi On menangis sambil memandangi cincin dari Hyeong Joon.
Dia ingin Hyeong Joon pergi dengan tenang, tapi tampak masih belum rela. Lalu
Geon Woo datang. Shi On segera menghapus air matanya, tapi Geon Woo pergi lagi
untuk memberi Shi On ruang untuk merenung sendiri. Tak lama kemudian ia kembali
lagi. Saat itulah Geon Woo memeluk Shi On dan mengungkapkan cintanya, berharap
Shi On mau melihatnya sebagai seorang pria. Besoknya, Shi On pun berkata kalau
dia akan menjawab pernyataan cinta Geon Woo nanti saja, setelah kasus ini
selesai.



Mereka menemukan tempat persembuinyan Il Do, tapi tidak ada
orang di sana. Ternyata Il Do ada diluar dan menelpon Kepala Polisi untuk melapor.
Sementara itu Jaksa Park dilarang oleh kepalanya untuk menangani kasus
penyelundupan ini. Terpaksa dia pun berhenti. Shi On pun mencari sendiri,
mendatangi tempat persembunyian Il Do lagi untuk mencari bukti. Saat pulang,
ternyata Il Do mengikutinya dan mencegatnya di gang sepi. Il Do hampir menusuk
Shi On, tapi saat itu Geon Woo datang dan menjadi tameng. Perutnya tertusuk.
Shi On berteriak minta tolong. Hyeong Joon muncul di depannya. Shi On meminta
tolong pada Hyeong Joon, tapi hantu bisa apa?


Geon Woo dibawa ke RS dan terselamatkan, tapi masih kritis.
Shi On menungguinya (gentian). Geon Woo sadar sebentar dan berkata “Aku
melihatnya… Inspektur Lee Hyeong Joon…” lalu jantungnya tidak stabil. Shi On
pun segera memanggil dokter. Shi On mengira saat sekarat, Geon Woo bisa melihat
hantu, tapi bukan itu yang Geon Woo maksud. Beberapa saat sebelum tertusuk,
Geon Woo mendatangi sebuah rumah sakit, dimana aliran dana dari tabungan Choi
mengarah ke sana. Di sanalah dia melihat seorang pasien bermarga Kim, yang tak
lain dan tak bukan adalah Lee Hyeong Joon yang sedang koma!
Il Do menemui Kepala Polisi yang menunggunya diparkiran.
Kepala Polisi memberinya uang untuk melarikan diri dari Korea. Tapi di tengah
jalan, dia dirampok orang dan dipukuli. Saat pulang dengan perban membalut
tubuh, dia tertangkap oleh polisi divisi Kriminal yang membantu Shi On. Shi On
menginterogasinya untuk mau menjadi saksi hingga Kepala Polisi bisa ditangkap.
Shi On pun berkata kalau orang yg memukuli dan merampoknya itu adalah orang
suruhan Kepala Polisi. Il Do tampak geram dan akhirnya dia mau bersaksi.
Singkat cerita, Kepala Polisi pun tertangkap pada hari dia akan diangkat
menjadi Komisaris. Kepala Dewan yang selama ini membantu Kepala Polisi pun
tertangkap.
Geon Woo sudah sadar dan memberi ucapan selamat karena Shi
On menangkap Kepala Polisi sendirian. Lalu Shi On pun menjawab pernyataan cinta
Geon Woo malam itu, “Kau bilang, kau suka berada di sampingku. Jadi, tetaplah
di sampingku. Jangan pernah meninggalkanku lagi. Jangan terluka di hadapanku,
jangan gunakan tubuhmu untuk menangkis serangan yang ditujukan untukku.
Tetaplah di sampingku. Jika aku kehilanganmu… kurasa aku tak akan sanggup.
Jadi, cepatlah sembuh dan kembali kepadaku…”


Di rumah, Shi On membuka kotak kenangannya bersama Hyeong
Joon. Melihat foto2 mereka, juga desain rumah idaman mereka. “Oppa, hari ini
aku mengatakannya pada Cha Geon Woo. Kau sudah tahu kan? Kau tidak keberatan
kan?” sementara itu Geon Woo galau. Dia ingin memberitahu Shi On tentang Hyeong
Joon, tapi dia takut Shi On akan meninggalkannya. Besoknya, Shi On datang
membawa makanan. Setelah makanan habis, berulah Geon Woo akhirnya mengatakan yg
sebenarnya tentang Hyeong Joon. Dia melihat Hyeong Joon yang asli, bukan
hantunya.


Shi On mendatangi rumah sakit yg Geon Woo maksud dan shock
melihat keadaan Hyeong Joon yang sesungguhnya. Sementara itu, roh Hyeong Joon
yang sedang berada di ruang praktek Hee Bin tiba2 menghilang begitu Shi On
masuk ke kamarnya di RS itu. Suster memberikan barang2 Hyeong Joon yang
dititipkan oleh Choi pada Shi On. Di sana ada surat dari Choi. Ternyata dia
terpaksa korup, karena Kepala Polisi sudah membayari hutang2nya dan membayar
pengobatan anaknya. Dan saat tidak sengaja menembak Hyeong Joon, Kepala
Polisi-lah yang memberikan ide menuduh Hyeong Joon adalah polisi korup. Tapi
saat Choi menyadari kalau jantung Hyeong Joon masih berdetak, dia pun menukar
tubuh Hyeong Joon dengan mayat yang wajahnya sudah rusak. Hyeong Joon
disembunyikan di rumah sakit dengan identitas palsu. “Aku berharap akulah yang
tertembak malam itu. Dan sekarang, jika kematianku bisa membawamu hidup
kembali… jangan maafkan aku…”



Geon Woo menyesal sudah memberitahu Shi On tentang Hyeong
Joon, karena sejak hari itu, Shi On tak pernah menjenguknya lagi, karena Shi On
sibuk merawat kekasihnya. Shi On meletakkan pot bunga berwarna ungu, lalu
menggenggam tangan Hyeong Joon. Tiba2 roh Hyeong Joon muncul. Ia akhirnya bisa
berbicara pada Shi On, memberi pesan2 terakhir, “Aku ingin melihatmu tersenyum
gembira seperti sebelumnya. Dulu kupikir tidak akan ada orang lain di dunia ini
yang sanggup memperhatikanmu sepertiku. Tapi sekarang aku bisa pergi dengan
tenang. Shi On-ah, aku sudah meninggal 6 th lalu. Yang berbaring itu hanya
tubuh kosong tanpa jiwa. Jangan menangis, aku baik2 saja. Jaga kesehatanmu.
Belajarlah menyetir lagi. Pelihara barang2mu dengan benar. Menikah dan
milikilah anak dengan orang yang kau cintai. Hiduplah bahagia bersamanya…” monitor
jantung Hyeong Joon tidak stabil, hingga berbunyi “ngiing” panjang. Perlahan
roh Hyeong Joon menghilang dengan senyum bahagia. Saat itu Geon Woo datang dan
ikut berbelasungkawa.


Shi On meletakkan cincin pemberian Hyeong Joon di samping
abu Hyeong Joon, bersama foto2 mereka. Shi On merelakan arwah Hyeong Joon dan
akan melanjutkan hidupnya. Dia mulai berkencan dengan Geon Woo. Dan karena
mereka berprestasi mengungkap kasus penyelundupan itu, mereka pun naik pangkat.
Geon Woo juga kembali ke Divisi Kriminal, sementara Shi On tetap di Divisi
Barang Hilang, bersama Seung Ha dan Seung Chan, juga dua anak training baru.



Di Divisi Kriminal, Geon Woo punya junior cewek (yg jadi Hee Joo di Heartstring) yang selalu
menempel padanya. Suatu hari cewek itu memaksa Geon Woo untuk makan bersama.
Ternyata Shi On dan anak2 buahnya juga datang ke resto yang sama. Shi On tampak
kesal. Untungnya Seung Chan bisa memahami suasana nggak enak itu dengan
mengajak Shi On dan teman2nya pergi ke resto lain. Geon Woo menunggu di depan
rumah Shi On dan menjelaskan segalanya, kalau cewek itu cuma juniornya saja.



DBH menemukan jam tangan mahal. Lalu ada seorang pria
bergaya preman yang mengklaimnya. Ia memberi kartu identitas dan menjelaskan
ciri2 jam itu dengan tepat, sehingga ia pun bisa mendapatkannya. Tapi ternyata
itu adalah barang curian, yang sebenarnya adalah milik seorang ibu2. Dan
kebetulan DK juga sedang memburon pria ini. Geon Woo dan juniornya berhasil
menyergap pria itu, tapi pria itu kabur lewat jendela. Dan tak disangka, saat
mereka melongok keluar jendela, Shi On sudah membekuk pria itu. Junior Geon Woo
ternyata nge-fans sama Shi On, dianggap sebagai pahlawan bagi para polwan. Ia
pun heran kenapa Geon Woo tampak akrab dengan Shi On? Tanpa malu2, Geon Woo
merangkul Shi On dan memperkenalkannya sebagai kekasihnya.


Seung Chan sedang latihan untuk menyambut polisi senior yang
akan bergabung dalam divisi mereka, dan dia ditertawakan oleh 2 trainer
juniornya (sama seperti Geon Woo di ep.1). Saat Seung Chan keluar, seorang pria
dengan jaket bertudung masuk. 2 trainer itu mengira kalau orang itu mencari
barang hilang. Tapi setelah dia menunjukkan kartu identitasnya, 2 trainer itu
segera menghormat. Seung Chan dan Seung Ha pun masuk dan kaget, karena polisi
yang bergabung itu adalah Geon Woo. Geon Woo menemui Shi On di gudang. Saat
itu, Shi On memegang sebuah cermin dan dia merinding, padahal sudah lama dia
tidak melihat hantu. Dia pikir, setelah kasus selesai dan Hyeong Joon ke
akhirat, kemampuannya pun menghilang, tetapi ternyata tidak. Dan yang lebih
mengejutkan lagi, ternyata Geon Woo pun mendapatkan kemampuan itu setelah dia nyaris
mati ditusuk dulu. Mereka menjadi pasangan supranatural J

THE END






Tidak ada komentar:
Posting Komentar