Young bergerak maju semakin dekat dengan kereta yang akan
melintas. Soo mengulurkan tangannya, menarik Young ke dalam pelukannya tepat
ketika kereta lewat. “Aku orang yang
ingin hidup, bertemu dengan wanita yang ingin mati. Yang pasti, kami berdua
sangat berbeda. Tapi untuk beberapa alasan...Saat ini, aku merasa wanita ini
sama seperti aku. Untuk pertama kalinya, aku penasaran pada wanita.”
Mira dimarah2in Wang karena membiarkan young bersama Soo. Istri
pemilik café balik memarahi Wang. Ia merasa sah2 saja Young jalan bersama kakak
kandungnya, toh lebih aman. Istri pemilik café begitu membenci Wang dan jika
bukan karena Young, tentu ia tidak ingin berhubungan dengan Wang. Wang pun
membalik, jika bukan karena young, ia tidak akan meminjamkan uang pada mereka.
Istri pemilik café kaget dengan kata2 itu, bertanya pada suaminya yang kesal.
Ternyata café itu dibangun atas dasar hutang sama Wang. Mira menatap Wang yang
pergi dengan kesal, “Kau pikir cuma aku saja yang butuh uang? Kau juga sama!”
Hee Sun dan Jin Sung yang melihat itu dari jauh, merasa iba pada young, karena
semua orang yang berada di sisinya bertahan hanya demi uang (termasuk mereka
juga^^) nggak ada yang tulus.
Soo dan young sekarang di halte.Soo masih menenangkan diri
yg sedikit syok. Ia bersumpah tidak akan naik kereta lagi bersama Young. Ia
memperingatkan young agar tidak berkata seperti itu lagi. “Kau tidak seharusnya
mengatakan kalau kau mau mati. Bahkan jika kau mau mati, hiduplah selagi kau
masih hidup. Hati-hati dengan ucapanmu.”Young bertanya, kapan Soo merasa ingin
mati?Soo teringat ketika Hee Joo meninggal (berarti saat mantannya mati,
dunianya sudah mati).“Sekarang, tepat saat ini. Adikku satu-satunya di dunia
ini memintaku untuk membunuhnya setelah bertemu untuk pertama kalinya setelah 21
tahun. Saat dimana kau bilang padaku kalau kau ingin mati.” Ia menjawab
pertanyaan Young ttg kebutaan Young, bahwa ia sangat menyesal, “Maafkan, Oppa
datang begitu terlambat.” Young terharu, tetapi berusaha menyembunyikan air
matanya.
Saat makan malam bersama, Wang meletakkan makan malam Young
dg kasar.Young tidak napsu, tapi Wang tetap menyebutkan hidangannya. Soo
menyela, kalau Young tak mau makan biarkan saja, tapi Wang malah mengingatkan
kalau tamu tidak usah ikut campur, “Aku sudah hidup bersama Young selama 21
tahun. Kau hanya hidup dengannya selama 6 tahun ketika kalian masih kecil.”Wang
juga mengingatkan kalau Soo tidak boleh mengajak young pergi2 lagi karena
diluar tidak aman hingga terluka seperti sekarang.tapi Young memotong kata2
Wang dg menelpon Jang, bertanya apa dia bisa mengganti wali hukumnya? Wang
tampak terkejut.“Begitu ya? Aku bisa melakukannya kapanpun aku mau? Sebutan
lain untuk wali hukum adalah pegawai bayaran. Seseorang yang bisa kupecat
kapanpun aku mau.”Young pergi, begitu pula dengan Wang.Jin Sung mengomentari
sikap Young yang kasar dan melabelinya ‘gadis jahat’. Oh Soo berkata, itu
bagus, karena lebih mudah memanfaatkan gadis jahat daripada gadis baik. Young
tidak punya siapapun yang bisa dipercaya, hal ini dilihat sebagai sebuah
keuntungan bagi mereka.
Soo mengetuk pintu kamar Young dan dibukakan pintu.Soo
melihat2 sekeliling kamar Young dan melihat lukisan di dekat Young duduk.Ia
merasa aneh karena lukisan itu tergantung agak tinggi, padahal seharusnya
diletakkan agak rendah agar tidak mencederai Young (kejaduk atau gimana
gitu).Young menjelaskan kalau dia sudah tahu letaknya jadi tidak masalah, juga
menyuruh Soo meletakkan kembali bingkai foto yang sedang dipegang.Soo tampak
sedikit takjub, biarpun buta, pendengaran Young tajam.Ia meletakkan foto itu
dan meraba pinggiran lukisan (mungkin dikira ada brankas dibalik lukisan).Soo
membahas sikap Young pada Wang, dan merasa Young tidak percaya pada siapapun.Ia
mengambil buku dan membacakan beberapa kalimat. Young merasa familiar dg suara
Soo, ia pun teringat ketika Soo membacakan surat dari kakak kandungnya dan
membandingkannya dengan suara Soo sekarang.
“Apakah pria yang kutemui setahun yang lalu… adalah kau?”
Oh Soo terhenyak sesaat. Soo pun mencoba berkelit,
mengatakan kalau Young hanya mengkhayal atau jangan2 menyukai pria itu.“Banyak
orang salah berpikir kalau orang buta tidak tahu apapun. Tidak, kami tak punya
mata, tapi punya telinga,” kata Young yang bisa menebak cara berbicara Soo
termasuk apa yang dipikirkannya. Soo bertepuk tangan dan membenarkan, kalau dia
selalu banyak pikiran, untuk mendapatkan kesan yang baik dari Young.Soo melipat
lengan kemeja dan memegang pundak Young.Refleks Young menangkap tangan Soo dan
luka Soo teraba.Sepertinya Soo memang sengaja melakukannya. Lalu Soo memakaikan
kalung yang dibelinya keleher Young sambil berbisik kalau ia melakukan apapun
agar Young percaya padanya dan tidak kesepian lagi. tetapi jika Young masih
saja curiga, tidak apa2, tapi jangan terlalu lama. Young tidak berterima kasih
atas kalung itu, malah menantang Soo bahwa daripada kalung, ada sesuatu yang
dijanjikan oleh kakaknya sebelum pergi. Jadi, apakah ‘kakak’ yang ada di
hadapannya sekarang mengingat dan
memberikan benda itu? Untuk menghilangkan gugup, Soo tertawa sambil mengacak
poni Young dan pergi.
Paginya, Jin Sung memanggil pelayang untuk minta pakaian
dalam. Pelayan akan mengambilkan dan karena terburu2, sesuatu terjatuh dari
kantongnya, pencukur jenggot. Jin Sung menyadari sesuatu dan mengikuti pelayan
itu yang ternyata keluar untuk memberikan pencukur itu pada Myung Ho untuk tes
DNA.Jin Sung tiba2 dibekap dari belakang.Ternyata Oh Soo. Mengetahui rencana
itu, Jin Sung gopoh “Apakah aku harus menabrakannya dengan mobil?” Tapi Soo
melarang dan meminta bantuan Hee Sun.
Hee Sun sedang mengarahkan pegawainya bagaimana cara menata
bunga ketika adik Jin Sung mencuri uang dari dompetnya, tapi Hee Sun tahu dan
mengejarnya sampai cewek itu minta ampun. Hee Sun pun mengampuni dengan syarat,
adik Jin Sung harus kerja part time di tokonya. Jin Sung menelponnya dan
mengajaknya ke rumah loteng Oh Soo dulu untuk mengambil barang2 Soo 2, tapi
terlambat karena barang2 itu sudah dibuang karena rumah itu sedang dirapikan,
mungkin untuk penghuni baru. Jin Sung pun mengejar truk sampah.Tiba2 truk itu
berhenti, karena Hee Sun tiduran di atas aspal menghalanginya (gila!).mereka
pun mencari2 barang itu di tumpukan sampah dan Jin Sung menemukannya. Mereka
berteriak kegirangan dan Hee Sun mengecup bibir Jin Sung (gyaaa aku juga mau
cium oppa!!).tapi Hee Sun tersadar dan malah menamparnya hehehe… (cute couple)
Malamnya, Jin Sung mengendap2 masuk ke rumah Young.Ia tiba2
bersembunyi waktu melihat Young menuruni tangga.Tapi seperti bukan orang buta,
Young dapat mematikan lampu padahal orang buta harusnya tidak tahu terang dan
gelap. Bergegas ia ke kamar Soo dan membertahu kalau Young bisa melihat karena
bisa tahu terang dan gelap. Soo memperhatikan Young yang berjalan di taman dari
jendela kamarnya dan berpikir kalo itu mungkin cuma kebetulan. Soo malah lebih
tertarik kemana Young malam2 di taman itu.
Besok paginya, Young dan Mira jogging, Soo mengikuti dari
belakang.Wang melihat mereka dari jauh dengan pandangan tak suka. Ternyata Jo
menunggu Soo di pinggir jalan, bertanya kenapa Soo tidak membunuh ‘adiknya’ di
stasiun itu, padahal itu kesempatan bagus. Alasan Soo adalah jika ia membunuh
Young, cepat lambat kasus itu pasti akan diselidiki oleh polisi dan tentu saja
dia tidak akan mendapatkan warisan dan membayar 78 M hutang itu. Jo memuji
kepintaran Soo.Lalu saat Soo menyusul Young dan Mira, mobil Jo berhenti
mendadak di dekat mereka dan memarahi mereka karena joggingnya hampir ke tengah
jalan.Young minta maaf karena dia buta. Sambil melirik Soo, Jo berkata “Oh,
buta. Pantas saja…” dengan senyuman penuh makna sambil mengedipkan mata.
Sebelum pergi, Jo memperingatkan pada Young bahwa dunia ini sangat menakutkan,
jadi harus hati2.
sementara itu, Wang masuk ke kamar Soo dan mencari2 bukti
yang bisa menyatakan kalau Soo sekarang bukan kakak Young yg asli. Saat membuka
lemari, ia menemukan sebuah buku dan dicocokkan dengan tulisan di surat Soo
asli. Tiba2 Soo masuk dan Wang buru2 mengembalikan buku itu dalam lemari. Ia
pura2 akan mengambil pakaian kotor karena pelayan2 sedang sibuk. Tentu saja Soo
tidak percaya. Dia melihat rekaman cctv di kamarnya yang tersambung dg hpnya.
Di meja makan, Jin Sung terus memperhatikan Young dank arena tak tahan, ia pun
tanya apa Young buta total, atau masih bisa melihat samar2 seperti yang sering
ada di film2. Wang menjawab kalau Young buta total.Tiba2 Soo datang membanting
tasnya dan memarahi Wang karena sudah memeriksa kamarnya.ia membongkar semua
barang bawaannya dari paspor sampai tes DNA yang dilakukan ibunya sebelum
meninggal. Ia pun mengajak Wang keluar untuk bicara berdua.
Wang dan Soo duduk di taman dan mengaku kalau memang ia
tidak bisa percaya pada siapapun sejak Young buta. Masa kecil Young bahagia dan
punya banyak teman, tetapi setelah buta, segala berubah.Mereka memang tidak
mengucilkan Young karena dia anak orang kaya. Mereka mengambil boneka Young dan
setelah makin besar, mereka mengambil uang Young, bahkan membuat Young mabuk
dan tidak pulang semalaman. Tetapi Soo menganggap wajar saja anak muda pulang
pagi dan minum alcohol.Namun bagi Wang, karena Young buta, semua itu tidak jadi
biasa. Soo memotong, apa karena Young buta, dia harus dikurung di dalam rumah? “Jika
dunia adalah tempat yang berbahaya, aku akan tinggal di sisinya. Di luar rumah,
dia memilikiku. Di dalam rumah, dia memilikimu.”
Wang pergi saat menerima telp dari Myung Ho yang akan
melakukan tes DNA Soo. ia minta maaf karena tidak bilang sebelumnya, tetapi
Wang tidak marah, malah mendukung rencana itu. sementara Soo sendiri juga
menelpon Hee Sun untuk memastikan mengikuti Myung Ho, sementara Jin Sung
berjaga di rumah sakit perusahaan. Setelah menutup telp, seseorang menyapa
Soo.Orang itu adl pemilik café bernama Jung Tae, tapi Soo tidak mengenalnya.
Jang kaget saat Young ingin menulis wasiat, “Jika aku
mewariskan semua hartaku pada oppa, dan membuat Oh Soo oppa menjadi wali
hukumku...” wang masuk memotong kata2nya, ia tak setuju kalau perwalian
diganti. “Selama 21 tahun terakhir, kau adalah putriku.Kurasa bagimu aku
hanyalah wanita simpanan ayahmu, sekretaris, perawat, dan pengasuh.Dan hanyalah
pegawai bayaran? Jika aku menginginkan uang keluarga ini...”
Young memotong: ““Bagaimanapun, kau sudah melakukan sesuatu,
'kan? Dengan kemampuan Sekretaris Wang.Aku juga tahu kemampuanmu.Aku tak bisa
berbuat apa-apa tanpa dirimu.Dan juga...Aku juga tahu kau adalah orang yang
membuatku menjadi tak mampu seperti ini.Ayah meninggal secara wajar?Kau pikir
aku percaya itu?Aku menjadi buta karena tumor otak?Jadi, tak ada yang bisa
dilakukan? Kau pikir aku percaya semua itu?”
Young membuka pintu dan saat tangannya meraba kedepan,
tangannya menentuh sebuah mantel.Soo rupanya mendengar semuanya dari balik
pintu. Dengan tatapan tajam nan menyakitkan, ia bertanya, apa Young menderita
tumor otak? Wang mengingat kejadian waktu young kecil, ia menghampiri Wang yang
sedang membuat minuman, mengatakan kalau matanya terasa aneh karena tidak bisa
melihat apa2. Ia memegang erat tangan Wang.“Ketika Young memanggilku Ahjumma,
bukannya Sekretaris Wang...Ketika dia memegang lenganku dengan tangan
mungilnya...Pada saat itu, aku menjadi seorang ibu,” kata Wang pada Jang ketika
mereka hanya tinggal berdua saja. Ia memohon agar Jang tidak membiarkan Young
menulis surat wasiat. Jika Soo memang benar2 datang pada Young bukan karena
uang, barulah Wang berjanji akan pergi dari keluarga itu selamanya.
Di mobil, Young memberitahu Soo tentang wasiat yang akan
ditulisnya, semua harta akan diberikan pada Soo tanpa penyelidikan apapun
tentang penyebab kematiannya, asalkan Soo yang membunuhnya dengan tangannya
sendiri. Soo tampak lelah dan mempersilakan Young menulis wasiat itu, ia akan
membunuhnya karena Young selalu meragukannya “Berapa kalipun kukatakan aku
menyayangimu.Ketika kukatakan aku datang hanya untukmu. Kau terus saja percaya
bahwa aku datang hanya demi uang.”Soo menyuruh Young berhenti bicara omong
kosong begini, karena hari ini waktunya bersenang2 dengan oppa.
Soo membawa Young ke taman dimana ada street dance /
breakdance di sana. Tempatnya sangat ramai hingga orang2 menyenggol Young
hingga hampir jatuh.Ia memegang erat tangan Soo yang malah mengejek, young
begitu siap mati, tapi ditengah orang banyak saja tidak berani.Ia memeluk Young
dari belakang untuk melindunginya dari senggolan orang2.“Bersandarlah padaku
dan rasakan musiknya. Tak apa. Oppa di sini.” Young pelan2 melepaskan
genggamannya, tapi ia terdorong lagi. Soo pun mengajaknya pergi karena semakin
banyak orang.
Mereka main di tempat tembak2an berhadiah. Soo gagal terus
menembak hadiah, sementara pemain lain sudah menang. Young mengejek, tapi Soo
bilang kalau orang itu cuman dapat boneka jelek, sementara dia mengincar
lonceng cantik untuk Young, lonceng yang akan berbunyi ketika angin berhembus.
Young pun ingin mencobanya. Soo mengarahkan tembakan dan… dor! Loncengnya
tertembak. Young tampak sangat senang. Selanjutnya, mereka main lempar2an air
dalam balon. Soo yang jadi korbannya, memunculkan wajah dipapan yang akan
dilempar oleh Young. Para penonton mengarahkan Young untuk melempar dan tepat
sasaran beberapa kali.Setelah selesai, Soo berkata, kalau adiknya pasti tidak
buta. Young mengambil saputangan dan akan menyeka air di wajah Soo. awalnya Soo
menolak, tapi Young memaksa untuk menyeka. Ia teringat ketika ia mengeringkan
rambut kakaknya ketika ia masih kecil.
Sementara itu, Hee Sun dan Jin Sung menjalankan misi
rahasia, menguntit Myung Ho. Hee Sun mengikuti Myung Ho yang ternyata ke WC
cowok. Terpaksa Hee Sun masuk pura2 cuci tangan dan bilang kalo di wc cewek
penuh. Saat Myung Ho mau cuci tangan, Hee Sun pura2 menabrak dan menukar
amplop. Tetapi Myung Ho tidak bodoh seperti di sinetron2 basi ^^ ia mengejar
Hee Sun dan menukar amplopnya kembali, karena amplopnya ada logo perusahaan. Ia
pun memberikan amplop itu pada dokter.Sementara itu Young dan Soo duduk
berhadapan.Young bertanya kenapa selama ini ibu tidak pernah menjenguknya?
“Nanti…” Young terdiam. “Ibu selalu berkata ‘nanti’. Aku yakin kalau ibu juga
tidak tahu. Ibu meninggal begitu cepat.”
Malamnya, Soo memperhatikan Young yang berjalan menuju kebun
seperti biasa.Ia pun mengikuti.Rupanya Young masuk ke rumah kaca dan ada pintu
rahasia.Setelah Young pergi, Soo kembali ke rumah kaca itu dengan membobol
gembok (jadi ingat cara membobol gembok di 7th grade civil
servant^^).Di ruangan rumah kaca, ada banyak benda2 kenangan Young dan kakaknya
waktu kecil.Juga video2 yang direkam ibu Young.Selain itu juga ada video yang
direkam oleh Young sendiri waktu ibu meninggalkannya.Young menangis
sesenggukan, kasihan banget.Sementara itu, Young merasa ada yang ketinggalan
dan kembali ke rumah kaca.Ia kaget saat gemboknya sudah terbuka.Soo bersembunyi
saat mendengar ada yang datang. Young mengambil loncengnya dan sebelum pergi,
ia merasa ada yang aneh, “Kau siapa? Orang yang ada di ruangan ini sekarang?”
Soo terhenyak, namun perlahan ia bergerak. Tetapi ada suara kucing mengeong.Young
akhirnya mengira kalau yang membuat suara aneh itu adalah kucing.Ia keluar dan
menggembok pintu rumah kaca.
Myung Ho sudah mendapatkan hasil tes DNA yang ternyata
99.9%.tetapi menurut dokter ada yang aneh. Apakah itu? sementara itu, Jin Sung
mendaptkan masalah di keluarganya. Ayahnya di kantor polisi karena tertuduh
menabrak 2 orang. Orang itu mengejek bahwa ayah Jin Sung cacat, nggak bisa bawa
motor.Jin Sung yang mudah emosi, tersulut dan menghajar orang itu.lalu ibu dan
adiknya datang bawa uang tebusan, tambah ngamuklah dia. Di saat itulah Soo menghubunginya untuk
mengeluarkannya dari rumah kaca, tapi gak bisa dihubungi. Ia pun menghubungi
Hee Sun. sambil menunggu, dia melanjutkan nonton video, Young mengadu bahwa ia
benci Wang yang janji mengobati matanya di Jepang, tapi nyatanya ia tidak ke
rumah sakit. Ia disuruh berbohong pada ayah, mengatakan kalau dia tidak bisa
melihat sama sekali, padahal dia masih bisa melihat sedikit. “Ibu, sebelum aku
benar2 tidak bisa melihat, kembalilah ke rumah dan lihatlah aku…” setelah itu
ia melihat2 foto dan menemukan foto Oh Soo 2 kecil bersama seorang teman yang
badannya lebih besar. ia pun teringat pada Jong Tae dan terkejut saat melihat
luka bakar di tangan Soo 2, bukan di tangan kanan, tetapi di tangan kiri. Hee Sun datang dan melihat foto itu juga. Tapi dengan santai
ia merobek foto itu, menghilangkan barang bukti. Ia pun memberitahu kalau tes
DNA berhasil. Jadi, setelah kejadian tabrakan di wc, Myung Ho memeriksa
amplopnya dan isinya adl kaset, mereka pun bertukar kembali. Sejak awal,
sebelum masuk RS, Hee Sun dan Jin Sung sudah menukar pencukur jenggot dan sikat
gigi Soo dengan milik Soo 2 waktu amplop itu masih ada di mobil. dan sekarang, saat mereka hendak keluar, Hee
Sun mengambil 2 foto tanaman.
Paginya, Soo memasang lonceng di jendela kamar Young. Ia
memanggil Young yang lagi di wc, tapi Young tidak menjawab karena sedang merasa
kesakitan di kepalanya. Soo khawatir dan mengetuk pintu. Tak lama kemudian,
Young yang pucat membuka pintu wc dengan wajah datar seperti tidak terjadi
sesuatu. Young duduk dan membaca buku braile. Soo mendekati dan berkata kalau
ia mendengar suara mengerang di wc, apa Young sakit? Young malah menjawab
sinis, apa Soo ingin dia sakit? “hari itu saat aku mengatakan aku akan meninggalkan
asetku untukmu jika aku mati, apa kau berpikir dua kali tentang itu? Ketika
mataku benar-benar sakit, Ketika aku menderita tumor otak, aku mengabaikannya.
Dan sekarang ketika aku mengatakan aku baik-baik saja, kenapa kau terus
bertanya seolah-olah kau mengharapkan sesuatu terjadi padaku?!” Soo hanya diam
dan membunyikan bel “Bunyi lonceng… tak ada alasan khusus. Hanya bunyi lonceng.
Kita akan hidup bersama selama 2 bulan dan setelah aku pergi, aku pikir lonceng
akan tetap berbunyi.”
Saat keluar rumah, Soo kaget melihat Hee Sun datang membawa
banyak bunga, sementara Wang memarahi pelayan yang membiarkan orang asing
masuk.Hee Sun mengaku kalau dia disuruh Soo untuk menanam bunga di rumah kaca.
Soo sendiri tidak tahu apa2, tapi ia melanjutkan sandiwara dengan mengatakan
kalau ini keinginan Young. Wang menoleh ke jendela kamar Young, ada Young yang
berdiri di sana. Wang pun pergi dan Soo memarahi Hee Sun, tapi ia tak peduli
dan melambai pada Young untuk menanam bersama.
Soo siap2 menanam saat Young masuk ke rumah kaca.Sebelum
Young protes, Soo menjelaskan dulu kalau tempat ini bukan milik Young sendiri,
tapi milik ibu.Ia ingin mereka membagi kisah. Young berkata kalau ia ingin
masuk. Ia masuk dan tersandung sapu dan hampir jatuh, tapi Soo menolongnya.Hee
Sun dan Jin Sung mengintip dari luar. Soo menyuruh Young mengucapkan kata
“Tolong aku.” Young pun mengatakannya dan Soo tersenyum, menggendong Young
dan mendudukkannya. Hee Sun tampak kesal
dan masuk diikuti Jin Sung, saat Young tak sengaja menyentuh salah satu bunga
bernama ‘lambs ear’. Ia tertawa senang karena teringat ibunya yang pernah
mengatakan kalau telinganya mirip ‘lambs ear’. “Bagaimana kau bisa ingat?” Soo
menoleh pada Hee Sun yang menunjukkan sebuah foto bunga yang diambilnya dari
ruangan rahasia waktu itu.
Mereka pun menanam bunga, Soo mengarahkan tangan Young untuk
menanam dan mereka tampak lebih akrab dari sebelumnya sambil mencolek2 pipi
dengan tanah.Saat mau nyiram bunga, selang Soo tidak nyala. Saat ia melihat ke
mulut selang, Hee Sun dan Jin Sung rupanya mengerjadi dengan menginjak selang.
Akhrinya Soo pun tersiram selang sendiri.Mereka pun akhirnya siram2an dan Young
ikut tersiram dan ikut tertawa senang.Wang melihatnya dari luar dan tersenyum
tipis.Selesai menanam sambil bercanda, mereka duduk minum teh. Soo perhatian
sekali dengan mengambilkan teh untuk Young dan menyuruhnya ganti baju, tapi
Young menolak karena ia tidak terlalu basah. Hee Sun tampak kesal, ia berdiri
“Aku juga basah semua!” tapi Soo tidak mendengarkan, malah menyuruh Young hati2
minum teh yang masih panas (sepanas hati Hee Sun haha). Hee Sun berjalan
mendekati pintu rahasia “Eh, ini kayak pintu ya?” Soo melotot, Young terlihat
kaget, sedangkan Jin Sung ndoeh.“I… itu dinding,” kata Soo.Hee Sun puas
mengerjai Soo.ia kembali dan ingin kenalan dengan Young, tapi Young kurang
merespon. Hee Sun menganggap kalau Young tak mau berteman dengannya karena dia
cuma penjual bunga yang tak berpendidikan. Baginya, Young bukan teman, tapi
Eonni, tetapi ia tidak ingin memanggilnya Eonni, karena Eonninya cuma Hee Jun.
Young tertawa dan menggoda Soo, apakah pacaran dengan kakak Hee Sun? Soo
speechless dan mengajak Young ke kamar saja. Hee Sun tetap bicara, “Kakakku
meninggal. Dan kakakmu Oh Soo menangis seperti bayi.” Soo dan Young berhenti.Hee
Sun mendekati Young dan mengajaknya berteman. Young menerimanya. 2 cowok itu
hanya bisa ndoeh dengan wajah stress tingkat tinggi.
Wang dan Myung Ho bertemu membicarakan hasil tes DNA Soo.
Myung Ho membandingkan tulisan di surat Soo asli dan buku Soo palsu. Wang
bertanya, apa yang aneh dari tes DNAnya? Rupanya dokter memeriksa sikat gigi
yang digunakan untuk tes itu terlalu lama, sekitar 10 bulan yg lalu. Lalu
mereka menghadiri pertemuan bisnis yang ternyata partnernya adalah Jin Sora!
Saat rapat, Sora terkejut saat menerima mms berisi foto Soo dari Jo yang
mengatakan kalau dia tahu dimana Soo berada sekarang. Sementara itu, Young dan
pengacaran Jang ‘berkencan’ hehehe… Young mengatakan kalau ia mati, asetnya
dibagi untuk pusat komunitas dan Soo juga menyisakan sedikit untuk Wang. Jang
khawatir, apakah Young sedang sakit?Young berkata baik2 saja dan membalik
pembicaraan, menyuruh Jang mengungkapkan perasaan pada Wang.Walau mata tak bisa
melihat, tapi Young tahu kalau Jang menyukai Wang walaupun Jang terus
menyangkal.
Mira mengejar Soo dan Jin Sung yang lagi jalan, memohon agar
Soo membujuk Young untuk ikut reuni di café Jong Tae. Soo terlihat bingung,
tapi Mira menganggap kalau Soo mungkin masih bermusuhan dengan Jong Tae.Soo
jadi tambah bingung. Jin Sung khawatir, karena Soo 2 waktu kecil terlihat akrab
dengan Jong Tae, apalagi Jong Tae pasti tahu dengan pasti luka di tangan Soo
(Jong Tae adl anak dalam foto di ruang rahasia rumah kaca). Tapi Soo berpikir
kalau ia tidak bisa terus menghindar karena mereka tetangga dan tak yakin pria
itu masih mengingat kejadian 20 th lalu. Ini juga kesempatan terakhir
memecahkan tekateki Young dan jika ternyata tidak bisa, ia benar2 harus dekat
dg Young, karena itu yang paling penting.
Soo yang menggenggam sebuah gantungan kunci teddy bear, masuk
ke rumah kaca dan terkejut melihat Wang sudah duduk disana.Wang minta maaf
karena pintunya terbuka dan memuji tempat itu yang sangat indah setelah Soo
menanam bunga.Soo bertanya mengenai mata Young yang tak bisa disembuhkan dan
kenapa Wang menyembunyikan ini dari ibu mereka?Wang bilang kalau dia sudah
mengatakannya pada ibu, tapi Soo tak percaya, tak mungkin seorang ibu
mengabaikan anak kandungnya yang menderita tumor otak dan buta.Wang tergeragap,
berkata kalau dia berencana mengatakannya ketika ibu datang. Dia hanya bilang
Young sakit lewat telpon tapi tak menjelaskan apa sakitnya, tapi Ibu hanya
menyuruhnya membawa Young ke RS. Soo setuju pada sikap ibu yang mengabaikan
telepon dari wanita simpanan suami. Wang tampak tersinggung, “Aku hanya wanita
yang ketua perlukan selama satu malam untuk satu alasan. Ketua mengirin
puteranya pada ibunya dan bukan Young, untuk suatu alasan. Ia pikir ibumu akan
kembali untuk melihat Young. Ibumu adalah satu-satunya wanita untuk ketua. Tapi
ibumu mengabaikan Young hanya karena ia membenciku dan ketua. Kau harus tahu
itu.Setelah itu aku hidup sebagai ibu Young sampai sekarang, aku yang
membesarkannya.meskipun kau dan Young tidak tahu hal itu, aku…” Soo memotong,
“Kau bukan ibu kami. Jangan membodohi dirimu sendiri. Aku terima kau sebagai
pengasuh dan penjaga Young.”
Young sudah berbaring dan Wang ada di kamarnya.ia mendengar
suara lonceng dan mengatakan suaranya indah, tapi Young tidak merespon. Lalu
terdengar suara dari pintu, Wang melihat ada gantungan kunci teddy bear. Young
bertanya suara apa itu? Wang mengambil dan mengatakan kalau itu kunci rumah
kaca dari Soo.Young meraba kunci itu dan tersenyum.Besoknya, Young dan Soo ke
butik. Young kira Soo mau beli baju untuk diri sendiri, tapi Soo juga membeli
baju untuk Young, plus make up di salon (sepertinya ini sebuah trik produk
untuk numpang iklan, karena merk produknya terlihat jelas - entahlah). Setelah
selesai dirias, Soo takjub melihat Young yang cantik. Ia menggandeng tangan
Young sambil menyanyikan lagu pernikahan “Ketika kau menikah nani, aku akan di
sini menggantikan tempat ayah. Kau cantik.”
Mobil Soo tiba2 berhenti mendadak di tengah jalan.Young
keluar dengan kesal dan Soo mengejarnya.Young bersikeras tak mau ke reuni. “kenapa
kau tidak mau pergi? Kau tidak mau Jung Woo, cinta pertamamu melihatmu
buta?Atau kau tidak ingin teman-temanmu merasa simpati padamu?sampai kapan kau
menghindari orang-orang? Sampai kapan kau akan hidup sendiri?” Young marah, Soo
tak tahu apa2 ttg dirinya. Waktu SMA, teman2 menggosip kalau Young tak bisa
hidup tanpa mereka, karena ia tak bisa melihat. Jung Woo yang ada di kelas
mendengar hal itu dan ketika melihat Young datang dan duduk didepannya dengan
ekspresi menahan tangis, Jung Woo tampak iba.Soo berkata kalau Young harus
berani menghadapi mereka agar mereka tidak membicarakan di belakang lagi.Ia
mengerti perasaan Young, sendirian itu melelahkan.
Jin Sung
sudah duluan datang di café. Istri Jong Tae membawa pigura foto Jin Sora, Jin
Sung tersedak.Ia bertanya kenapa memasang foto itu? Istri Jong Tae mengatakan
kalau Sora adl mantan Jong Tae dan ia memberi foto itu sebagai hadiah. Lalu
Jong Tae datang dan langsung mencium foto Sora, tapi kemudian ia mencium
istrinya. Setelah istrinya pergi, Jong Tae bertanya pada Jin Sung, apa Soo
masih marah padanya? Jin Sung bilang sedikit (padahal gak tahu apa2), ia pun
bertanya memangnya ada apa? Jong Tae pun bercerita kalau dialah yang melukai
tangan Soo ketika dia mencoba2 merokok.Mereka bersembunyi dan tak sengaja
membakar tangan Soo di tangan kiri. Jin Sung shock karena Jong Tae masih ingat
posisi luka itu! Saat itu, Young dan Soo datang.Young berkumpul dg teman2
lamanya sementara Soo dibawa Jong Tae untuk melihat anak kembarnya.Jin Sung
panik dan menelpon Soo, mengatakan kalo Jong Tae tahu persis dimana lukanya
karena dialah yang melukai.Soo berpikir keras. Lalu dengan sengaja ia membuka
jas dan melipat lengan kemeja, membuat Jin Sung nyaris kena serangan jantung
mendadak. Ia ikut memanggang bersama Jong Tae yang jadi bingung melihat luka di
tangan kanan, bukan kiri.
Jung Woo
dan Young duduk berdua. Young bertanya apa Jung Woo sudah punya pacar, ternyata
Jung Woo sudah menikah dengan seorang gadis tunarungu dan secara tak langsung,
Young yang jadi cupid antara mereka berdua, karena Jung Woo bertemu istrinya di
pusat komunitas yang didonaturi oleh young. Young bertanya, apa istrinya gadis
yg baik? Jung Woo menjawab bukan, dia femme fatale seperti Young yang suka
menyiksa pria. Young menyangkal. Jung Woo mengatakan kalau dulu Young selalu
menyiksanya dengan mengabaikannya saat ia menyatakan perasaan. Lalu Mira datang
menarik Jung Woo pergi untuk karoke.Lalu seorang gadis datang, minta maaf atas
kata2nya yang kasar waktu masih SMA, juga memuji kakak Young yg tampan.
Setelah gadis
itu pergi, Soo duduk disamping Young, bertanya apa cowok tadi itu cinta
pertamanya dan apa Young masih suka? Young mengiyakan dan berkata kalau Jung
Woo mengejeknya sebagai femme fatale. Soo terbahak .sementara itu, Jong Tae
memaksa istrinya mencari foto masa kecilnya bersama Soo, karena ia yakin kalau
luka itu bukan di tangan kanan, tapi di tangan kiri. Kembali ke pesta, pacar
Mira nyanyi. Young bertanya apa yang sedang terjadi. Soo menjelaskan kalau Mira
dilamar oleh pacarnya, memberikan cincin dan semua orang berteriak “Kiss!
Kiss!” Young pun ikut berseru dan mereka berciuman. Young bertanya bagaimana
akhirnya?Soo menjawab sambil meletakkan kedua tangan di pipi Young, menarik
Wajah Young berhadapan dengan wajahnya.Waktu seakan berhenti mendadak.Young tampak
salting dan Soo pun melepas tangan di wajah Young. “Kau tahu apa bedanya ciuman
dan kecupan?” Young dengan gugup berkata kalau ia tahu. Young mengambil tongkat
dan permisi ke wc. Soo menawarkan diri untuk menemani tapi Young
menolak.Rupanya Young kesakitan.Ia menahan sakit di kepalanya.Perlahan2 matanya
bisa melihat cahaya tetapi menyilaukan hingga kepalanya makin sakit.
Myung Ho
datang ke pesta dan bicara berdua dengan Soo, meminta restu untuk menikahi
Young, walaupun ayah Young sudah setuju. Soo hanya menyuruh Myung Ho melakukan
apa yang ia mau. Sebagai langkah awal, Myung Ho meminta agar Soo tidak terlalu
sering mengikuti Young, karena akan aneh kalau kakak selalu mengikut adik. Soo
pun pergi dengan mobil dengan kesal dan ia berhenti di persimpangan, melihat
sebuah kedai. Ia teringat, kedai itu adalah background dari foto Soo asli
bersama Jong Tae dari ruang rahasia itu.Di foto itu mereka makan kembang gula
dan terlihat Young kecil menangis di belakang mereka.Soo pun menerka2 kejadian
yang terjadi kala itu, Soo 2 dan Jong Tae keluar dari kedai sambil makan
kembang gula, lalu Young keluar sambil nangis, minta dibelikan juga.dan mereka
makan bersama. Soo pun teringat tekateki Young. Tampaknya ia sudah tahu
jawabannya. Ia mendatangi kedai itu tapi terkunci, lalu ada 2 anak lewat sambil
makan kembang gula. Ia menyapa mereka, tapi mereka malah lari. Soo mengejar
mereka.
Sementara
itu Young dan Myung Ho duduk berdua. Young bertanya, apa karena kakak datang,
Myung Ho merasa posisinya terancam jadi sekarang dia bersikap manis padanya?
Myung Ho menyangkal, ia hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Young yang
tak pernah mereka lakukan. Lalu Soo datang (mengganggu). Menurut Soo, tidak
baik meninggalkan Young tanpa memberitahu lebih dulu. Young berdiri dan pergi.Myung
Ho mau mengejar, tetapi Soo menahannya, tunggulah 2 bulan lagi.Soo dan Young
sudah berada di samping mobil. Soo mengambilkan kembang gula dan memberikan di
depan wajah Young. Tada…. Young menyentuhnya dan terkejut, “Kau ingat…” Soo
berkata kalau toko tempat mereka biasa membeli sekarang sudah tutup, makanya
dia kesulitan untuk mendapatkannya. “Ini adalah hal kecil, aku pikir kau tak
akan mengingatnya. Waktu kau dan ibu pergi, aku ke toko itu tiap hari dan aku
membayangkan kau membuka pintu dan membelikan ini untukku.Ibu melarang kita
makan kembang gula, mengatakan kalau gigi kita bisa berlubang. Kita bohong
tidak memakannya, tapi…”
Soo
melanjutkan sambil mencocokkan dengan foto, “Dia mengikuti kita dan memotret
kita yang sedang memakannya. Aku mendapatkan masalah karena membuatmu menangis
dan memakan kembang gula.” Jawaban Soo tepat karena Young tampak senang karena
‘kakaknya’ mengingat hal itu.mereka sama2 memakan kembang gula dari sisi
berbeda (romantis!). Lalu Young mengajak Soo ke sungai yang sering mereka
datangi bersama ibu. Awalnya Soo tampak bingung karena ia tak tahu, tapi ia
ingat kalau Soo 2 ingin abunya ditabur disebuah sungai yang punya banyak
kenangan baginya.
Bel rumah
lama Soo berbunyi.Jo keluar dari kamar dan membuka pintu. Myung Ho berdiri di
depan pintu dan bertanya, apa ini rumah Oh Soo? Jo bertanya, “Oh Soo yang mana?
Oh Soo putra PL Grup, atau Oh Soo si penipu?” o…ow…
Sementara
itu, Soo dan Young tiba di sungai.Ia memperingatkan Young untuk berhenti
sepuluh langkah dari pinggir sungai.Soo mengambil batu dan melempar ke sungai,
membuat batu itu meloncat2 di sungai. Young mendengar kecipak air dan teringat
waktu kecil, Soo 2 juga melakukan hal yang sama dan ibu juga mengajarinya.
Sambil berkaca2, Young berjalan makin dekat dengan sungai hingga makin
dalam.Soo yang menyadari hal itu, ingat waktu Young mau bunuh diri di
stasiun.Ia mengejar Young dan menggendongnya keluar dari sungai. Soo
menamparnya hingga tangannya gemetar karena ia sebenarnya tidak sengaja
melakukannya, hanya reaksi refleks. Young teringat saat kakak kandungnya
menamparnya karena Young kecil juga pernah melakukan hal yang sama (entah
kenapa bisa pas banget, padahal semua ini diluar rencana Soo). Soo pun
menggendong Young pulang. Young menyentuh pipi Soo “Ijinkan aku meraba wajah
kakakku.”
TBC
Notes: Hubungan Oh Soo dan Oh Young masih belum jelas. Sodara bukan, pacaran belum. Tapi seandainya sebagai sepasang kekasih, mereka romantis. Sebagai saudara, mereka manis.
Selama ini aku menganggap Rain-Song Hye Gyo adalah best couple tetapi setelah ini... Haruskah aku berubah pikiran?
Btw scene waktu mereka makan kembang gula (cotton candy) bersama, sepertinya bakalan jadi scene populer di Korea, seperti hal nya 'cappucino kiss' nya Secret Garden. Mungkin bakalan ada yang memparodikan hal ini...

































Tidak ada komentar:
Posting Komentar