Quotes

"Write is my World"

Kamis, 02 Mei 2013

That Winter, The Wind Blows Episode 3-4




Young bergerak maju semakin dekat dengan kereta yang akan melintas. Soo mengulurkan tangannya, menarik Young ke dalam pelukannya tepat ketika kereta lewat. “Aku orang yang ingin hidup, bertemu dengan wanita yang ingin mati. Yang pasti, kami berdua sangat berbeda. Tapi untuk beberapa alasan...Saat ini, aku merasa wanita ini sama seperti aku. Untuk pertama kalinya, aku penasaran pada wanita.”



Mira dimarah2in Wang karena membiarkan young bersama Soo. Istri pemilik café balik memarahi Wang. Ia merasa sah2 saja Young jalan bersama kakak kandungnya, toh lebih aman. Istri pemilik café begitu membenci Wang dan jika bukan karena Young, tentu ia tidak ingin berhubungan dengan Wang. Wang pun membalik, jika bukan karena young, ia tidak akan meminjamkan uang pada mereka. Istri pemilik café kaget dengan kata2 itu, bertanya pada suaminya yang kesal. Ternyata café itu dibangun atas dasar hutang sama Wang. Mira menatap Wang yang pergi dengan kesal, “Kau pikir cuma aku saja yang butuh uang? Kau juga sama!” Hee Sun dan Jin Sung yang melihat itu dari jauh, merasa iba pada young, karena semua orang yang berada di sisinya bertahan hanya demi uang (termasuk mereka juga^^) nggak ada yang tulus.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


Soo dan young sekarang di halte.Soo masih menenangkan diri yg sedikit syok. Ia bersumpah tidak akan naik kereta lagi bersama Young. Ia memperingatkan young agar tidak berkata seperti itu lagi. “Kau tidak seharusnya mengatakan kalau kau mau mati. Bahkan jika kau mau mati, hiduplah selagi kau masih hidup. Hati-hati dengan ucapanmu.”Young bertanya, kapan Soo merasa ingin mati?Soo teringat ketika Hee Joo meninggal (berarti saat mantannya mati, dunianya sudah mati).“Sekarang, tepat saat ini. Adikku satu-satunya di dunia ini memintaku untuk membunuhnya setelah bertemu untuk pertama kalinya setelah 21 tahun. Saat dimana kau bilang padaku kalau kau ingin mati.” Ia menjawab pertanyaan Young ttg kebutaan Young, bahwa ia sangat menyesal, “Maafkan, Oppa datang begitu terlambat.” Young terharu, tetapi berusaha menyembunyikan air matanya.



Saat makan malam bersama, Wang meletakkan makan malam Young dg kasar.Young tidak napsu, tapi Wang tetap menyebutkan hidangannya. Soo menyela, kalau Young tak mau makan biarkan saja, tapi Wang malah mengingatkan kalau tamu tidak usah ikut campur, “Aku sudah hidup bersama Young selama 21 tahun. Kau hanya hidup dengannya selama 6 tahun ketika kalian masih kecil.”Wang juga mengingatkan kalau Soo tidak boleh mengajak young pergi2 lagi karena diluar tidak aman hingga terluka seperti sekarang.tapi Young memotong kata2 Wang dg menelpon Jang, bertanya apa dia bisa mengganti wali hukumnya? Wang tampak terkejut.“Begitu ya? Aku bisa melakukannya kapanpun aku mau? Sebutan lain untuk wali hukum adalah pegawai bayaran. Seseorang yang bisa kupecat kapanpun aku mau.”Young pergi, begitu pula dengan Wang.Jin Sung mengomentari sikap Young yang kasar dan melabelinya ‘gadis jahat’. Oh Soo berkata, itu bagus, karena lebih mudah memanfaatkan gadis jahat daripada gadis baik. Young tidak punya siapapun yang bisa dipercaya, hal ini dilihat sebagai sebuah keuntungan bagi mereka.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


Soo mengetuk pintu kamar Young dan dibukakan pintu.Soo melihat2 sekeliling kamar Young dan melihat lukisan di dekat Young duduk.Ia merasa aneh karena lukisan itu tergantung agak tinggi, padahal seharusnya diletakkan agak rendah agar tidak mencederai Young (kejaduk atau gimana gitu).Young menjelaskan kalau dia sudah tahu letaknya jadi tidak masalah, juga menyuruh Soo meletakkan kembali bingkai foto yang sedang dipegang.Soo tampak sedikit takjub, biarpun buta, pendengaran Young tajam.Ia meletakkan foto itu dan meraba pinggiran lukisan (mungkin dikira ada brankas dibalik lukisan).Soo membahas sikap Young pada Wang, dan merasa Young tidak percaya pada siapapun.Ia mengambil buku dan membacakan beberapa kalimat. Young merasa familiar dg suara Soo, ia pun teringat ketika Soo membacakan surat dari kakak kandungnya dan membandingkannya dengan suara Soo sekarang.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


“Apakah pria yang kutemui setahun yang lalu… adalah kau?”
Oh Soo terhenyak sesaat. Soo pun mencoba berkelit, mengatakan kalau Young hanya mengkhayal atau jangan2 menyukai pria itu.“Banyak orang salah berpikir kalau orang buta tidak tahu apapun. Tidak, kami tak punya mata, tapi punya telinga,” kata Young yang bisa menebak cara berbicara Soo termasuk apa yang dipikirkannya. Soo bertepuk tangan dan membenarkan, kalau dia selalu banyak pikiran, untuk mendapatkan kesan yang baik dari Young.Soo melipat lengan kemeja dan memegang pundak Young.Refleks Young menangkap tangan Soo dan luka Soo teraba.Sepertinya Soo memang sengaja melakukannya. Lalu Soo memakaikan kalung yang dibelinya keleher Young sambil berbisik kalau ia melakukan apapun agar Young percaya padanya dan tidak kesepian lagi. tetapi jika Young masih saja curiga, tidak apa2, tapi jangan terlalu lama. Young tidak berterima kasih atas kalung itu, malah menantang Soo bahwa daripada kalung, ada sesuatu yang dijanjikan oleh kakaknya sebelum pergi. Jadi, apakah ‘kakak’ yang ada di hadapannya sekarang mengingat  dan memberikan benda itu? Untuk menghilangkan gugup, Soo tertawa sambil mengacak poni Young dan pergi.



Paginya, Jin Sung memanggil pelayang untuk minta pakaian dalam. Pelayan akan mengambilkan dan karena terburu2, sesuatu terjatuh dari kantongnya, pencukur jenggot. Jin Sung menyadari sesuatu dan mengikuti pelayan itu yang ternyata keluar untuk memberikan pencukur itu pada Myung Ho untuk tes DNA.Jin Sung tiba2 dibekap dari belakang.Ternyata Oh Soo. Mengetahui rencana itu, Jin Sung gopoh “Apakah aku harus menabrakannya dengan mobil?” Tapi Soo melarang dan meminta bantuan Hee Sun.


 Hee Sun sedang mengarahkan pegawainya bagaimana cara menata bunga ketika adik Jin Sung mencuri uang dari dompetnya, tapi Hee Sun tahu dan mengejarnya sampai cewek itu minta ampun. Hee Sun pun mengampuni dengan syarat, adik Jin Sung harus kerja part time di tokonya. Jin Sung menelponnya dan mengajaknya ke rumah loteng Oh Soo dulu untuk mengambil barang2 Soo 2, tapi terlambat karena barang2 itu sudah dibuang karena rumah itu sedang dirapikan, mungkin untuk penghuni baru. Jin Sung pun mengejar truk sampah.Tiba2 truk itu berhenti, karena Hee Sun tiduran di atas aspal menghalanginya (gila!).mereka pun mencari2 barang itu di tumpukan sampah dan Jin Sung menemukannya. Mereka berteriak kegirangan dan Hee Sun mengecup bibir Jin Sung (gyaaa aku juga mau cium oppa!!).tapi Hee Sun tersadar dan malah menamparnya hehehe… (cute couple)
 Malamnya, Jin Sung mengendap2 masuk ke rumah Young.Ia tiba2 bersembunyi waktu melihat Young menuruni tangga.Tapi seperti bukan orang buta, Young dapat mematikan lampu padahal orang buta harusnya tidak tahu terang dan gelap. Bergegas ia ke kamar Soo dan membertahu kalau Young bisa melihat karena bisa tahu terang dan gelap. Soo memperhatikan Young yang berjalan di taman dari jendela kamarnya dan berpikir kalo itu mungkin cuma kebetulan. Soo malah lebih tertarik kemana Young malam2 di taman itu.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3

Besok paginya, Young dan Mira jogging, Soo mengikuti dari belakang.Wang melihat mereka dari jauh dengan pandangan tak suka. Ternyata Jo menunggu Soo di pinggir jalan, bertanya kenapa Soo tidak membunuh ‘adiknya’ di stasiun itu, padahal itu kesempatan bagus. Alasan Soo adalah jika ia membunuh Young, cepat lambat kasus itu pasti akan diselidiki oleh polisi dan tentu saja dia tidak akan mendapatkan warisan dan membayar 78 M hutang itu. Jo memuji kepintaran Soo.Lalu saat Soo menyusul Young dan Mira, mobil Jo berhenti mendadak di dekat mereka dan memarahi mereka karena joggingnya hampir ke tengah jalan.Young minta maaf karena dia buta. Sambil melirik Soo, Jo berkata “Oh, buta. Pantas saja…” dengan senyuman penuh makna sambil mengedipkan mata. Sebelum pergi, Jo memperingatkan pada Young bahwa dunia ini sangat menakutkan, jadi harus hati2.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


sementara itu, Wang masuk ke kamar Soo dan mencari2 bukti yang bisa menyatakan kalau Soo sekarang bukan kakak Young yg asli. Saat membuka lemari, ia menemukan sebuah buku dan dicocokkan dengan tulisan di surat Soo asli. Tiba2 Soo masuk dan Wang buru2 mengembalikan buku itu dalam lemari. Ia pura2 akan mengambil pakaian kotor karena pelayan2 sedang sibuk. Tentu saja Soo tidak percaya. Dia melihat rekaman cctv di kamarnya yang tersambung dg hpnya. Di meja makan, Jin Sung terus memperhatikan Young dank arena tak tahan, ia pun tanya apa Young buta total, atau masih bisa melihat samar2 seperti yang sering ada di film2. Wang menjawab kalau Young buta total.Tiba2 Soo datang membanting tasnya dan memarahi Wang karena sudah memeriksa kamarnya.ia membongkar semua barang bawaannya dari paspor sampai tes DNA yang dilakukan ibunya sebelum meninggal. Ia pun mengajak Wang keluar untuk bicara berdua.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


Wang dan Soo duduk di taman dan mengaku kalau memang ia tidak bisa percaya pada siapapun sejak Young buta. Masa kecil Young bahagia dan punya banyak teman, tetapi setelah buta, segala berubah.Mereka memang tidak mengucilkan Young karena dia anak orang kaya. Mereka mengambil boneka Young dan setelah makin besar, mereka mengambil uang Young, bahkan membuat Young mabuk dan tidak pulang semalaman. Tetapi Soo menganggap wajar saja anak muda pulang pagi dan minum alcohol.Namun bagi Wang, karena Young buta, semua itu tidak jadi biasa. Soo memotong, apa karena Young buta, dia harus dikurung di dalam rumah? “Jika dunia adalah tempat yang berbahaya, aku akan tinggal di sisinya. Di luar rumah, dia memilikiku. Di dalam rumah, dia memilikimu.”
Wang pergi saat menerima telp dari Myung Ho yang akan melakukan tes DNA Soo. ia minta maaf karena tidak bilang sebelumnya, tetapi Wang tidak marah, malah mendukung rencana itu. sementara Soo sendiri juga menelpon Hee Sun untuk memastikan mengikuti Myung Ho, sementara Jin Sung berjaga di rumah sakit perusahaan. Setelah menutup telp, seseorang menyapa Soo.Orang itu adl pemilik café bernama Jung Tae, tapi Soo tidak mengenalnya.



Jang kaget saat Young ingin menulis wasiat, “Jika aku mewariskan semua hartaku pada oppa, dan membuat Oh Soo oppa menjadi wali hukumku...” wang masuk memotong kata2nya, ia tak setuju kalau perwalian diganti. “Selama 21 tahun terakhir, kau adalah putriku.Kurasa bagimu aku hanyalah wanita simpanan ayahmu, sekretaris, perawat, dan pengasuh.Dan hanyalah pegawai bayaran? Jika aku menginginkan uang keluarga ini...”
Young memotong: ““Bagaimanapun, kau sudah melakukan sesuatu, 'kan? Dengan kemampuan Sekretaris Wang.Aku juga tahu kemampuanmu.Aku tak bisa berbuat apa-apa tanpa dirimu.Dan juga...Aku juga tahu kau adalah orang yang membuatku menjadi tak mampu seperti ini.Ayah meninggal secara wajar?Kau pikir aku percaya itu?Aku menjadi buta karena tumor otak?Jadi, tak ada yang bisa dilakukan? Kau pikir aku percaya semua itu?”



Young membuka pintu dan saat tangannya meraba kedepan, tangannya menentuh sebuah mantel.Soo rupanya mendengar semuanya dari balik pintu. Dengan tatapan tajam nan menyakitkan, ia bertanya, apa Young menderita tumor otak? Wang mengingat kejadian waktu young kecil, ia menghampiri Wang yang sedang membuat minuman, mengatakan kalau matanya terasa aneh karena tidak bisa melihat apa2. Ia memegang erat tangan Wang.“Ketika Young memanggilku Ahjumma, bukannya Sekretaris Wang...Ketika dia memegang lenganku dengan tangan mungilnya...Pada saat itu, aku menjadi seorang ibu,” kata Wang pada Jang ketika mereka hanya tinggal berdua saja. Ia memohon agar Jang tidak membiarkan Young menulis surat wasiat. Jika Soo memang benar2 datang pada Young bukan karena uang, barulah Wang berjanji akan pergi dari keluarga itu selamanya.



Di mobil, Young memberitahu Soo tentang wasiat yang akan ditulisnya, semua harta akan diberikan pada Soo tanpa penyelidikan apapun tentang penyebab kematiannya, asalkan Soo yang membunuhnya dengan tangannya sendiri. Soo tampak lelah dan mempersilakan Young menulis wasiat itu, ia akan membunuhnya karena Young selalu meragukannya “Berapa kalipun kukatakan aku menyayangimu.Ketika kukatakan aku datang hanya untukmu. Kau terus saja percaya bahwa aku datang hanya demi uang.”Soo menyuruh Young berhenti bicara omong kosong begini, karena hari ini waktunya bersenang2 dengan oppa.

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


Soo membawa Young ke taman dimana ada street dance / breakdance di sana. Tempatnya sangat ramai hingga orang2 menyenggol Young hingga hampir jatuh.Ia memegang erat tangan Soo yang malah mengejek, young begitu siap mati, tapi ditengah orang banyak saja tidak berani.Ia memeluk Young dari belakang untuk melindunginya dari senggolan orang2.“Bersandarlah padaku dan rasakan musiknya. Tak apa. Oppa di sini.” Young pelan2 melepaskan genggamannya, tapi ia terdorong lagi. Soo pun mengajaknya pergi karena semakin banyak orang.



Mereka main di tempat tembak2an berhadiah. Soo gagal terus menembak hadiah, sementara pemain lain sudah menang. Young mengejek, tapi Soo bilang kalau orang itu cuman dapat boneka jelek, sementara dia mengincar lonceng cantik untuk Young, lonceng yang akan berbunyi ketika angin berhembus. Young pun ingin mencobanya. Soo mengarahkan tembakan dan… dor! Loncengnya tertembak. Young tampak sangat senang. Selanjutnya, mereka main lempar2an air dalam balon. Soo yang jadi korbannya, memunculkan wajah dipapan yang akan dilempar oleh Young. Para penonton mengarahkan Young untuk melempar dan tepat sasaran beberapa kali.Setelah selesai, Soo berkata, kalau adiknya pasti tidak buta. Young mengambil saputangan dan akan menyeka air di wajah Soo. awalnya Soo menolak, tapi Young memaksa untuk menyeka. Ia teringat ketika ia mengeringkan rambut kakaknya ketika ia masih kecil.



Sementara itu, Hee Sun dan Jin Sung menjalankan misi rahasia, menguntit Myung Ho. Hee Sun mengikuti Myung Ho yang ternyata ke WC cowok. Terpaksa Hee Sun masuk pura2 cuci tangan dan bilang kalo di wc cewek penuh. Saat Myung Ho mau cuci tangan, Hee Sun pura2 menabrak dan menukar amplop. Tetapi Myung Ho tidak bodoh seperti di sinetron2 basi ^^ ia mengejar Hee Sun dan menukar amplopnya kembali, karena amplopnya ada logo perusahaan. Ia pun memberikan amplop itu pada dokter.Sementara itu Young dan Soo duduk berhadapan.Young bertanya kenapa selama ini ibu tidak pernah menjenguknya? “Nanti…” Young terdiam. “Ibu selalu berkata ‘nanti’. Aku yakin kalau ibu juga tidak tahu. Ibu meninggal begitu cepat.”

Sinopsis That Winter The Wind Blows Episode 3


Malamnya, Soo memperhatikan Young yang berjalan menuju kebun seperti biasa.Ia pun mengikuti.Rupanya Young masuk ke rumah kaca dan ada pintu rahasia.Setelah Young pergi, Soo kembali ke rumah kaca itu dengan membobol gembok (jadi ingat cara membobol gembok di 7th grade civil servant^^).Di ruangan rumah kaca, ada banyak benda2 kenangan Young dan kakaknya waktu kecil.Juga video2 yang direkam ibu Young.Selain itu juga ada video yang direkam oleh Young sendiri waktu ibu meninggalkannya.Young menangis sesenggukan, kasihan banget.Sementara itu, Young merasa ada yang ketinggalan dan kembali ke rumah kaca.Ia kaget saat gemboknya sudah terbuka.Soo bersembunyi saat mendengar ada yang datang. Young mengambil loncengnya dan sebelum pergi, ia merasa ada yang aneh, “Kau siapa? Orang yang ada di ruangan ini sekarang?” Soo terhenyak, namun perlahan ia bergerak. Tetapi ada suara kucing mengeong.Young akhirnya mengira kalau yang membuat suara aneh itu adalah kucing.Ia keluar dan menggembok pintu rumah kaca.



Myung Ho sudah mendapatkan hasil tes DNA yang ternyata 99.9%.tetapi menurut dokter ada yang aneh. Apakah itu? sementara itu, Jin Sung mendaptkan masalah di keluarganya. Ayahnya di kantor polisi karena tertuduh menabrak 2 orang. Orang itu mengejek bahwa ayah Jin Sung cacat, nggak bisa bawa motor.Jin Sung yang mudah emosi, tersulut dan menghajar orang itu.lalu ibu dan adiknya datang bawa uang tebusan, tambah ngamuklah dia.  Di saat itulah Soo menghubunginya untuk mengeluarkannya dari rumah kaca, tapi gak bisa dihubungi. Ia pun menghubungi Hee Sun. sambil menunggu, dia melanjutkan nonton video, Young mengadu bahwa ia benci Wang yang janji mengobati matanya di Jepang, tapi nyatanya ia tidak ke rumah sakit. Ia disuruh berbohong pada ayah, mengatakan kalau dia tidak bisa melihat sama sekali, padahal dia masih bisa melihat sedikit. “Ibu, sebelum aku benar2 tidak bisa melihat, kembalilah ke rumah dan lihatlah aku…” setelah itu ia melihat2 foto dan menemukan foto Oh Soo 2 kecil bersama seorang teman yang badannya lebih besar. ia pun teringat pada Jong Tae dan terkejut saat melihat luka bakar di tangan Soo 2, bukan di tangan kanan, tetapi di tangan kiri. Hee Sun datang dan melihat foto itu juga. Tapi dengan santai ia merobek foto itu, menghilangkan barang bukti. Ia pun memberitahu kalau tes DNA berhasil. Jadi, setelah kejadian tabrakan di wc, Myung Ho memeriksa amplopnya dan isinya adl kaset, mereka pun bertukar kembali. Sejak awal, sebelum masuk RS, Hee Sun dan Jin Sung sudah menukar pencukur jenggot dan sikat gigi Soo dengan milik Soo 2 waktu amplop itu masih ada di mobil.  dan sekarang, saat mereka hendak keluar, Hee Sun mengambil 2 foto tanaman.

Paginya, Soo memasang lonceng di jendela kamar Young. Ia memanggil Young yang lagi di wc, tapi Young tidak menjawab karena sedang merasa kesakitan di kepalanya. Soo khawatir dan mengetuk pintu. Tak lama kemudian, Young yang pucat membuka pintu wc dengan wajah datar seperti tidak terjadi sesuatu. Young duduk dan membaca buku braile. Soo mendekati dan berkata kalau ia mendengar suara mengerang di wc, apa Young sakit? Young malah menjawab sinis, apa Soo ingin dia sakit? “hari itu saat aku mengatakan aku akan meninggalkan asetku untukmu jika aku mati, apa kau berpikir dua kali tentang itu? Ketika mataku benar-benar sakit, Ketika aku menderita tumor otak, aku mengabaikannya. Dan sekarang ketika aku mengatakan aku baik-baik saja, kenapa kau terus bertanya seolah-olah kau mengharapkan sesuatu terjadi padaku?!” Soo hanya diam dan membunyikan bel “Bunyi lonceng… tak ada alasan khusus. Hanya bunyi lonceng. Kita akan hidup bersama selama 2 bulan dan setelah aku pergi, aku pikir lonceng akan tetap berbunyi.”

Saat keluar rumah, Soo kaget melihat Hee Sun datang membawa banyak bunga, sementara Wang memarahi pelayan yang membiarkan orang asing masuk.Hee Sun mengaku kalau dia disuruh Soo untuk menanam bunga di rumah kaca. Soo sendiri tidak tahu apa2, tapi ia melanjutkan sandiwara dengan mengatakan kalau ini keinginan Young. Wang menoleh ke jendela kamar Young, ada Young yang berdiri di sana. Wang pun pergi dan Soo memarahi Hee Sun, tapi ia tak peduli dan melambai pada Young untuk menanam bersama.

Soo siap2 menanam saat Young masuk ke rumah kaca.Sebelum Young protes, Soo menjelaskan dulu kalau tempat ini bukan milik Young sendiri, tapi milik ibu.Ia ingin mereka membagi kisah. Young berkata kalau ia ingin masuk. Ia masuk dan tersandung sapu dan hampir jatuh, tapi Soo menolongnya.Hee Sun dan Jin Sung mengintip dari luar. Soo menyuruh Young mengucapkan kata “Tolong aku.” Young pun mengatakannya dan Soo tersenyum, menggendong Young dan  mendudukkannya. Hee Sun tampak kesal dan masuk diikuti Jin Sung, saat Young tak sengaja menyentuh salah satu bunga bernama ‘lambs ear’. Ia tertawa senang karena teringat ibunya yang pernah mengatakan kalau telinganya mirip ‘lambs ear’. “Bagaimana kau bisa ingat?” Soo menoleh pada Hee Sun yang menunjukkan sebuah foto bunga yang diambilnya dari ruangan rahasia waktu itu.

Mereka pun menanam bunga, Soo mengarahkan tangan Young untuk menanam dan mereka tampak lebih akrab dari sebelumnya sambil mencolek2 pipi dengan tanah.Saat mau nyiram bunga, selang Soo tidak nyala. Saat ia melihat ke mulut selang, Hee Sun dan Jin Sung rupanya mengerjadi dengan menginjak selang. Akhrinya Soo pun tersiram selang sendiri.Mereka pun akhirnya siram2an dan Young ikut tersiram dan ikut tertawa senang.Wang melihatnya dari luar dan tersenyum tipis.Selesai menanam sambil bercanda, mereka duduk minum teh. Soo perhatian sekali dengan mengambilkan teh untuk Young dan menyuruhnya ganti baju, tapi Young menolak karena ia tidak terlalu basah. Hee Sun tampak kesal, ia berdiri “Aku juga basah semua!” tapi Soo tidak mendengarkan, malah menyuruh Young hati2 minum teh yang masih panas (sepanas hati Hee Sun haha). Hee Sun berjalan mendekati pintu rahasia “Eh, ini kayak pintu ya?” Soo melotot, Young terlihat kaget, sedangkan Jin Sung ndoeh.“I… itu dinding,” kata Soo.Hee Sun puas mengerjai Soo.ia kembali dan ingin kenalan dengan Young, tapi Young kurang merespon. Hee Sun menganggap kalau Young tak mau berteman dengannya karena dia cuma penjual bunga yang tak berpendidikan. Baginya, Young bukan teman, tapi Eonni, tetapi ia tidak ingin memanggilnya Eonni, karena Eonninya cuma Hee Jun. Young tertawa dan menggoda Soo, apakah pacaran dengan kakak Hee Sun? Soo speechless dan mengajak Young ke kamar saja. Hee Sun tetap bicara, “Kakakku meninggal. Dan kakakmu Oh Soo menangis seperti bayi.” Soo dan Young berhenti.Hee Sun mendekati Young dan mengajaknya berteman. Young menerimanya. 2 cowok itu hanya bisa ndoeh dengan wajah stress tingkat tinggi.



Wang dan Myung Ho bertemu membicarakan hasil tes DNA Soo. Myung Ho membandingkan tulisan di surat Soo asli dan buku Soo palsu. Wang bertanya, apa yang aneh dari tes DNAnya? Rupanya dokter memeriksa sikat gigi yang digunakan untuk tes itu terlalu lama, sekitar 10 bulan yg lalu. Lalu mereka menghadiri pertemuan bisnis yang ternyata partnernya adalah Jin Sora! Saat rapat, Sora terkejut saat menerima mms berisi foto Soo dari Jo yang mengatakan kalau dia tahu dimana Soo berada sekarang. Sementara itu, Young dan pengacaran Jang ‘berkencan’ hehehe… Young mengatakan kalau ia mati, asetnya dibagi untuk pusat komunitas dan Soo juga menyisakan sedikit untuk Wang. Jang khawatir, apakah Young sedang sakit?Young berkata baik2 saja dan membalik pembicaraan, menyuruh Jang mengungkapkan perasaan pada Wang.Walau mata tak bisa melihat, tapi Young tahu kalau Jang menyukai Wang walaupun Jang terus menyangkal.
Mira mengejar Soo dan Jin Sung yang lagi jalan, memohon agar Soo membujuk Young untuk ikut reuni di café Jong Tae. Soo terlihat bingung, tapi Mira menganggap kalau Soo mungkin masih bermusuhan dengan Jong Tae.Soo jadi tambah bingung. Jin Sung khawatir, karena Soo 2 waktu kecil terlihat akrab dengan Jong Tae, apalagi Jong Tae pasti tahu dengan pasti luka di tangan Soo (Jong Tae adl anak dalam foto di ruang rahasia rumah kaca). Tapi Soo berpikir kalau ia tidak bisa terus menghindar karena mereka tetangga dan tak yakin pria itu masih mengingat kejadian 20 th lalu. Ini juga kesempatan terakhir memecahkan tekateki Young dan jika ternyata tidak bisa, ia benar2 harus dekat dg Young, karena itu yang paling penting.

Soo yang menggenggam sebuah gantungan kunci teddy bear, masuk ke rumah kaca dan terkejut melihat Wang sudah duduk disana.Wang minta maaf karena pintunya terbuka dan memuji tempat itu yang sangat indah setelah Soo menanam bunga.Soo bertanya mengenai mata Young yang tak bisa disembuhkan dan kenapa Wang menyembunyikan ini dari ibu mereka?Wang bilang kalau dia sudah mengatakannya pada ibu, tapi Soo tak percaya, tak mungkin seorang ibu mengabaikan anak kandungnya yang menderita tumor otak dan buta.Wang tergeragap, berkata kalau dia berencana mengatakannya ketika ibu datang. Dia hanya bilang Young sakit lewat telpon tapi tak menjelaskan apa sakitnya, tapi Ibu hanya menyuruhnya membawa Young ke RS. Soo setuju pada sikap ibu yang mengabaikan telepon dari wanita simpanan suami. Wang tampak tersinggung, “Aku hanya wanita yang ketua perlukan selama satu malam untuk satu alasan. Ketua mengirin puteranya pada ibunya dan bukan Young, untuk suatu alasan. Ia pikir ibumu akan kembali untuk melihat Young. Ibumu adalah satu-satunya wanita untuk ketua. Tapi ibumu mengabaikan Young hanya karena ia membenciku dan ketua. Kau harus tahu itu.Setelah itu aku hidup sebagai ibu Young sampai sekarang, aku yang membesarkannya.meskipun kau dan Young tidak tahu hal itu, aku…” Soo memotong, “Kau bukan ibu kami. Jangan membodohi dirimu sendiri. Aku terima kau sebagai pengasuh dan penjaga Young.”
Young sudah berbaring dan Wang ada di kamarnya.ia mendengar suara lonceng dan mengatakan suaranya indah, tapi Young tidak merespon. Lalu terdengar suara dari pintu, Wang melihat ada gantungan kunci teddy bear. Young bertanya suara apa itu? Wang mengambil dan mengatakan kalau itu kunci rumah kaca dari Soo.Young meraba kunci itu dan tersenyum.Besoknya, Young dan Soo ke butik. Young kira Soo mau beli baju untuk diri sendiri, tapi Soo juga membeli baju untuk Young, plus make up di salon (sepertinya ini sebuah trik produk untuk numpang iklan, karena merk produknya terlihat jelas - entahlah). Setelah selesai dirias, Soo takjub melihat Young yang cantik. Ia menggandeng tangan Young sambil menyanyikan lagu pernikahan “Ketika kau menikah nani, aku akan di sini menggantikan tempat ayah. Kau cantik.”

Mobil Soo tiba2 berhenti mendadak di tengah jalan.Young keluar dengan kesal dan Soo mengejarnya.Young bersikeras tak mau ke reuni. “kenapa kau tidak mau pergi? Kau tidak mau Jung Woo, cinta pertamamu melihatmu buta?Atau kau tidak ingin teman-temanmu merasa simpati padamu?sampai kapan kau menghindari orang-orang? Sampai kapan kau akan hidup sendiri?” Young marah, Soo tak tahu apa2 ttg dirinya. Waktu SMA, teman2 menggosip kalau Young tak bisa hidup tanpa mereka, karena ia tak bisa melihat. Jung Woo yang ada di kelas mendengar hal itu dan ketika melihat Young datang dan duduk didepannya dengan ekspresi menahan tangis, Jung Woo tampak iba.Soo berkata kalau Young harus berani menghadapi mereka agar mereka tidak membicarakan di belakang lagi.Ia mengerti perasaan Young, sendirian itu melelahkan.

Jin Sung sudah duluan datang di café. Istri Jong Tae membawa pigura foto Jin Sora, Jin Sung tersedak.Ia bertanya kenapa memasang foto itu? Istri Jong Tae mengatakan kalau Sora adl mantan Jong Tae dan ia memberi foto itu sebagai hadiah. Lalu Jong Tae datang dan langsung mencium foto Sora, tapi kemudian ia mencium istrinya. Setelah istrinya pergi, Jong Tae bertanya pada Jin Sung, apa Soo masih marah padanya? Jin Sung bilang sedikit (padahal gak tahu apa2), ia pun bertanya memangnya ada apa? Jong Tae pun bercerita kalau dialah yang melukai tangan Soo ketika dia mencoba2 merokok.Mereka bersembunyi dan tak sengaja membakar tangan Soo di tangan kiri. Jin Sung shock karena Jong Tae masih ingat posisi luka itu! Saat itu, Young dan Soo datang.Young berkumpul dg teman2 lamanya sementara Soo dibawa Jong Tae untuk melihat anak kembarnya.Jin Sung panik dan menelpon Soo, mengatakan kalo Jong Tae tahu persis dimana lukanya karena dialah yang melukai.Soo berpikir keras. Lalu dengan sengaja ia membuka jas dan melipat lengan kemeja, membuat Jin Sung nyaris kena serangan jantung mendadak. Ia ikut memanggang bersama Jong Tae yang jadi bingung melihat luka di tangan kanan, bukan kiri.

Jung Woo dan Young duduk berdua. Young bertanya apa Jung Woo sudah punya pacar, ternyata Jung Woo sudah menikah dengan seorang gadis tunarungu dan secara tak langsung, Young yang jadi cupid antara mereka berdua, karena Jung Woo bertemu istrinya di pusat komunitas yang didonaturi oleh young. Young bertanya, apa istrinya gadis yg baik? Jung Woo menjawab bukan, dia femme fatale seperti Young yang suka menyiksa pria. Young menyangkal. Jung Woo mengatakan kalau dulu Young selalu menyiksanya dengan mengabaikannya saat ia menyatakan perasaan. Lalu Mira datang menarik Jung Woo pergi untuk karoke.Lalu seorang gadis datang, minta maaf atas kata2nya yang kasar waktu masih SMA, juga memuji kakak Young yg tampan.


Setelah gadis itu pergi, Soo duduk disamping Young, bertanya apa cowok tadi itu cinta pertamanya dan apa Young masih suka? Young mengiyakan dan berkata kalau Jung Woo mengejeknya sebagai femme fatale. Soo terbahak .sementara itu, Jong Tae memaksa istrinya mencari foto masa kecilnya bersama Soo, karena ia yakin kalau luka itu bukan di tangan kanan, tapi di tangan kiri. Kembali ke pesta, pacar Mira nyanyi. Young bertanya apa yang sedang terjadi. Soo menjelaskan kalau Mira dilamar oleh pacarnya, memberikan cincin dan semua orang berteriak “Kiss! Kiss!” Young pun ikut berseru dan mereka berciuman. Young bertanya bagaimana akhirnya?Soo menjawab sambil meletakkan kedua tangan di pipi Young, menarik Wajah Young berhadapan dengan wajahnya.Waktu seakan berhenti mendadak.Young tampak salting dan Soo pun melepas tangan di wajah Young. “Kau tahu apa bedanya ciuman dan kecupan?” Young dengan gugup berkata kalau ia tahu. Young mengambil tongkat dan permisi ke wc. Soo menawarkan diri untuk menemani tapi Young menolak.Rupanya Young kesakitan.Ia menahan sakit di kepalanya.Perlahan2 matanya bisa melihat cahaya tetapi menyilaukan hingga kepalanya makin sakit.





Myung Ho datang ke pesta dan bicara berdua dengan Soo, meminta restu untuk menikahi Young, walaupun ayah Young sudah setuju. Soo hanya menyuruh Myung Ho melakukan apa yang ia mau. Sebagai langkah awal, Myung Ho meminta agar Soo tidak terlalu sering mengikuti Young, karena akan aneh kalau kakak selalu mengikut adik. Soo pun pergi dengan mobil dengan kesal dan ia berhenti di persimpangan, melihat sebuah kedai. Ia teringat, kedai itu adalah background dari foto Soo asli bersama Jong Tae dari ruang rahasia itu.Di foto itu mereka makan kembang gula dan terlihat Young kecil menangis di belakang mereka.Soo pun menerka2 kejadian yang terjadi kala itu, Soo 2 dan Jong Tae keluar dari kedai sambil makan kembang gula, lalu Young keluar sambil nangis, minta dibelikan juga.dan mereka makan bersama. Soo pun teringat tekateki Young. Tampaknya ia sudah tahu jawabannya. Ia mendatangi kedai itu tapi terkunci, lalu ada 2 anak lewat sambil makan kembang gula. Ia menyapa mereka, tapi mereka malah lari. Soo mengejar mereka.
Sementara itu Young dan Myung Ho duduk berdua. Young bertanya, apa karena kakak datang, Myung Ho merasa posisinya terancam jadi sekarang dia bersikap manis padanya? Myung Ho menyangkal, ia hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Young yang tak pernah mereka lakukan. Lalu Soo datang (mengganggu). Menurut Soo, tidak baik meninggalkan Young tanpa memberitahu lebih dulu. Young berdiri dan pergi.Myung Ho mau mengejar, tetapi Soo menahannya, tunggulah 2 bulan lagi.Soo dan Young sudah berada di samping mobil. Soo mengambilkan kembang gula dan memberikan di depan wajah Young. Tada…. Young menyentuhnya dan terkejut, “Kau ingat…” Soo berkata kalau toko tempat mereka biasa membeli sekarang sudah tutup, makanya dia kesulitan untuk mendapatkannya. “Ini adalah hal kecil, aku pikir kau tak akan mengingatnya. Waktu kau dan ibu pergi, aku ke toko itu tiap hari dan aku membayangkan kau membuka pintu dan membelikan ini untukku.Ibu melarang kita makan kembang gula, mengatakan kalau gigi kita bisa berlubang. Kita bohong tidak memakannya, tapi…”
Soo melanjutkan sambil mencocokkan dengan foto, “Dia mengikuti kita dan memotret kita yang sedang memakannya. Aku mendapatkan masalah karena membuatmu menangis dan memakan kembang gula.” Jawaban Soo tepat karena Young tampak senang karena ‘kakaknya’ mengingat hal itu.mereka sama2 memakan kembang gula dari sisi berbeda (romantis!). Lalu Young mengajak Soo ke sungai yang sering mereka datangi bersama ibu. Awalnya Soo tampak bingung karena ia tak tahu, tapi ia ingat kalau Soo 2 ingin abunya ditabur disebuah sungai yang punya banyak kenangan baginya.



Bel rumah lama Soo berbunyi.Jo keluar dari kamar dan membuka pintu. Myung Ho berdiri di depan pintu dan bertanya, apa ini rumah Oh Soo? Jo bertanya, “Oh Soo yang mana? Oh Soo putra PL Grup, atau Oh Soo si penipu?” o…ow…
Sementara itu, Soo dan Young tiba di sungai.Ia memperingatkan Young untuk berhenti sepuluh langkah dari pinggir sungai.Soo mengambil batu dan melempar ke sungai, membuat batu itu meloncat2 di sungai. Young mendengar kecipak air dan teringat waktu kecil, Soo 2 juga melakukan hal yang sama dan ibu juga mengajarinya. Sambil berkaca2, Young berjalan makin dekat dengan sungai hingga makin dalam.Soo yang menyadari hal itu, ingat waktu Young mau bunuh diri di stasiun.Ia mengejar Young dan menggendongnya keluar dari sungai. Soo menamparnya hingga tangannya gemetar karena ia sebenarnya tidak sengaja melakukannya, hanya reaksi refleks. Young teringat saat kakak kandungnya menamparnya karena Young kecil juga pernah melakukan hal yang sama (entah kenapa bisa pas banget, padahal semua ini diluar rencana Soo). Soo pun menggendong Young pulang. Young menyentuh pipi Soo “Ijinkan aku meraba wajah kakakku.”



TBC

Notes: Hubungan Oh Soo dan Oh Young masih belum jelas. Sodara bukan, pacaran belum. Tapi seandainya sebagai sepasang kekasih, mereka romantis. Sebagai saudara, mereka manis.
Selama ini aku menganggap Rain-Song Hye Gyo adalah best couple tetapi setelah ini... Haruskah aku berubah pikiran?
 
Btw scene waktu mereka makan kembang gula (cotton candy) bersama, sepertinya bakalan jadi scene populer di Korea, seperti hal nya 'cappucino kiss' nya Secret Garden. Mungkin bakalan ada yang memparodikan hal ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar