Di bawah pohon kering yang tertutup oleh salju tebal, ada
sebuah keranjang kecil yang berisi seorang bayi mungil. Tak jauh dari sana,
seorang wanita berjalan menjauh.
Seorang pria tinggi dan kekar (bikin ngiler! Hehe), sedang berbaring tanpa pakaian sambil memperhatikan 2 dadu, bersama seorang wanita yang memeluknya dari belakang, juga tanpa pakaian.Sora, wanita itu, bertanya tentang keluarga pada Oh Soo, pria itu.tetapi pria itu hanya menyeringai tipis dan bergumam, “Keluarga… keluarga…”
Seorang wanita muda sedang lari2 di treadmill yang ada
layarnya yang menampilkan sebuah berita tentang seorang presdir yang sedang
sakit parah. Di ruang presdir yang sedang sakit itu, beberapa orang berkumpul
sambil menonton tayangan yang sama. Mereka adalah Pengajara Jang, Sekretaris
Wang, juga Lee Myung Ho. Myung Ho ingin pertunangannya dengan putri Presdir
segera diresmikan dalam pernikahan sebelum terjadi sesuatu pada Presdir. Tiba2
tunangannya, Oh Young, gadis yang lari2 di treadmill itu masuk, menolak rencana
Myung Ho karena tidak baik mengadakan acara besar ketika anggota keluarga
sedang sakit.Ia juga memperingatkan kalau mereka tak boleh bicara sembarangan,
karena ayahnya belum mati.Ia berjalan mendekati ranjang ayahnya sambil
menyentuh dinding. Ia meraba ranjang dan menggenggam tangan ayahnya. Dia buta.
Oh Soo main poker ditemani oleh Jin Sung sahabatnya. Soo
memenangkan game itu dan pergi sambil membawa koper uang. Tampaknya dia habis
nipu, karena mereka tiba2 dikejar oleh orang yang tadinya main bersama mereka,
plus para bodyguard. Tetapi mereka berhasil menaklukan semuanya dan kabur sambil
tertawa2.Di apartemennya, Soo keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Sora
duduk menekuk lutut, “Apakah suatu hari kau akan meninggalkanku?” “Jika kau mempercayainya,
itu akan menjadi kenyataan,” kata Soo. Sora tampak kecewa dengan gemelutuk
giginya, “Kau kejam.” Soo malah tertawa (manis!>.<)
Paginya, Oh Soo dan 2 temannya sedang jogging. Temannya
bernama Jin Sung dan Oh Soo juga (kita panggil Soo 2). Soo 2 mengatakan kalau
dia adalah putra pertama presdir PL Grup yg sedang sakit itu, tapi 2 temannya
tidak ada yang percaya, Jin Sung bahkan bilang “Kalau kau anak presdir PL, aku
adalah anak haram Steve Jobs” hahaha… Jin Sung menarik sebuah amplop dari kantong
Soo 2, surat untuk adiknya yang tinggal bersama ayahnya. Jadi, kata Soo 2,
orangtuanya bercerai sejak kecil.Ibu mengambilnya, sedangkan adik perempuannya
ditinggal bersama ayahnya yang adl Presdir itu. Sebelum meninggal, ibunya
berpesan untuk tidak mencari ayahnya, tidak mau dipikir meminta belas kasihan.
Itu sebabnya Soo 2 hanya mengirim surat saja, bukannya mendatangi PL. Dia ingin
sukses dulu sebagai koki italia, baru dia punya muka untuk muncul di hadapan
ayah dan adiknya. Ibu Soo 2 memberinya nama Soo dari karakter Hangeul yang
berarti ‘melindungi’, untuk melindungi adiknya. Tetapi berbeda dengan Oh Soo,
yang memiliki arti ‘pohon’, karena ia ditinggalkan dibawah pohon. (kasihan…)
Di apartemen, mereka sarapan. Ada seorang cewek di sana, Hee
Sun, dia adalah seorang pemilik toko bunga dan adik mantan pacar Oh Soo yang
meninggal. Ia tidak suka jika Soo yg playboy itu membawa cewek dan meniduri
cewek di apartemen, karena dianggap mengkhianati sang kakak. Ketika ia
membongkar dompet Soo untuk pinjam duit, ia menemukan sebuah lingerie. Ia
menaruh lingerie itu ke dalam desert yang sedang disantap Soo. 2 temannya
mengernyit geli. Lalu desert (kayak es buah) itu dituangkan ke kepala Soo yang
menggeram marah. Ketika Soo dan cewek itu pergi, 2 temannya pun bergosip tentang
hubungan Soo dan Hee Sun.
Pak Pos mengantarkan surat Soo 2 beserta surat2 lainnya ke
kediaman Young. Saat itu, pelayan2 sedang berada diluar rumah sehingga yang
menerima surat itu adalah Young sendiri. Sekt. Wang yang menyadari hal itu,
segera berlari dari taman yang sangat luas itu. Pak Pos terkekeh saat
memberikan surat Soo 2 “Ah, Soo mengirimimu surat lagi.” Young terpaku
mendengar nama itu. tampaknya selama ini Young tidak pernah menerima surat dari
kakaknya, dan semua itu karena ulah Wang. Ketika Wang sudah sampai di rumah,
dia mencari2 Young dan menemukannya sedang berdandan.Young sudah memesan taksi.
Wang menelpon kantor pos, menanyakan apakah ada surat yang tertulis tangan dan
ternyata ada. sementara itu, Young meminta supir taksi mengantarnya ke alamat
di surat itu.sementara itu, bel alarm di kamar ayah bunyi, tanda bahaya. Wang
buru2 turun, tetapi mendadak berhenti di depan pintu kamar. Bel rumah
berdering, pelayan bertanya apa yang terjadi, tetapi kata Wang semua baik2
saja, alarmnya eror. Hm… apa yang dipikirkan Wang?
Sesampainya di sebuah apartemen, dengan ancer2 dari supir
tadi, ia pun berjalan hati2 menuju apartemen yang ditinggali kakaknya. Sementara
di kamar Soo, Sora mengemasi pakaiannya setelah meletakkan sebuah amplop tebal
di brankas.Ia mengambil pigura poto Soo dan pergi.Young menekan bel ketika Soo
sedang asyik bermimpi.Ia bangun dengan kesal dan menekan layar bel. Young
memastikan alamat dan nama kakaknya, dia pikir Soo yang di balik pintu adalah
Soo kakaknya, tetapi mengapa kakaknya tidak mengenali dan tidak mau menemuinya?
Ketika Young menyinggung soal surat, barulah Soo ngeh dan bilang kalau Soo 2
belum pulang. Young pun bingung, tadi bilangnya dia Oh Soo, tetapi kenapa malah
bilang Oh Soo belum pulang? Soo pun menjelaskan kalau dia dan kakak Young punya
nama yang sama. Ia pun mematikan layar dan tidur lagi.Beberapa lama kemudian, Soo keluar dengan pakaian
rapi.Seorang pelayan menyapanya dan menunjuk seorang cewek yang terus berdiri
di pinggiran tangga.Young masih menunggui kakaknya.Saat Soo menyapanya, Young
minta tolong untuk dibacakan suratnya Soo 2, karena dia buta, ngga bisa
baca.Soo pun merasa iba.Apalagi ketika orang2 lewat menyenggol Young. Ia pun
mengajak Young turun ke taman yang sepi. Sesekali ia menoleh, memastikan Young
turun tangga dg hati2.
Di taman, Soo membacakan surat Soo 2. Inti surat itu, Soo 2
menceritakan tentang kesehariannya, pekerjaannya sebagai koki italia (tapi
sebenarnya belum terealisasi), juga tempat tinggalnya di rumah sahabat yang
(diakui) sebentar lagi akan dibelinya. Dia merindukan Young, juga bertanya
apakah Young happy tinggal di rumah bersama ayah yang dingin? Young menangis.
Soo memberikan saputangan dan melanjutkan membaca surat. Dari surat itu,
tampaknya Soo 2 belum tahu kalau adiknya buta.
Tiba2 ada polisi berhenti di depan apartemen Soo, bersamaan
dengan telepon dari Jin Sung yang menyuruhnya kabur. Soo membekap mulut Young
ketika polisi tampak melihatnya, “Aku tidak akan melukaimu. Diamlah sebentar
seperti ini. Kakakmu akan segera kemari. Saat aku pergi, kembalilah ke dalam
gedung dan tanyakan tentang kakakmu.” Sebelum kabur, ia sempat memberitahu
baris terakhir surat Soo, “Aku mencintaimu, adikku.” Young bingung dan
tongkatnya terlepas, lalu Young ditelpon bahwa ayahnya sekarat. Buru2 ia
mencari tongkatnya dengan gemetar. Soo 2 bingung melihat Soo berlari, ikut2an
berlari.Ketika nyebrang jalan, Soo 2 tertabrak sebuah mobil.Soo syok, tidak
sempat kabur lagi. Dia dibekuk di depan sahabatnya yang sekarat. Di saat yang
bersamaan, Young berdiri di trotoar tempat kejadian perkara, melambai2
memanggil taksi.Soo hanya bisa menatap mereka berdua tanpa bisa melakukan apa2.
Dua kakak beradik, yang tidak akan pernah bisa bertemu lagi selamanya (ini
scene fave gue banget! Tragis!)
Rupanya Soo dituduh oleh Sora sudah menggelapkan uang ayah
Sora plus nipu, plus judi, total 70 M. Dia harus dikurung 1 tahun. Semua ini
dilakukannya karena Sora akan syuting di Amrik dan ia tidak ingin Soo nyari
cewek lain selama dia pergi! Buset… posesif nggak sampe segitunya kali… Soo
ngamuk, dia melempar meja dan mencengkeram pundak Sora, “Apa kau pikir cinta
seperti ini? Walaupun ayahmu membunuhku, aku dan kau sudah selesai (bahasa
gaulnya, elo gue end!) Sementara itu Ayah Young meninggal. Di bawah siraman
hujan, ayahnya akan dimakamkan. Myung Ho membuka payung untuknya, tapi ia tidak
keluar dari mobil, menangis sesenggukan.
Satu tahun kemudian, Soo keluar dari penjara, dijemput oleh
Jin Sung yang membawanya ke sebuah sungai yang telah beku oleh salju, tempat
Jin Sung membuang abu Soo 2. Jadi Soo 2 meninggal setelah kecelakaan itu, walau
sempat mendapat pertolongan.Soo 2 minta abunya dibuang ke sungai ini karena di
sini ada banyak kenangan.Soo memutuskan untuk tidak berjudi atau nipu lagi
seperti dulu, ia menyuruh Jin Sung bekerja pada presdir kim (ayah Sora) agar
bisa berternak sapi seperti yang pernah diinginkan Jin Sung. Tapi Jin Sung
tidak mau, dia sangat setia pada Soo dan tidak akan pernah meninggalkan
sahabatnya itu.
Mereka pun datang ketempat berjudi biasanya, tetapi mereka
diusir, sempat berkelahi pula. Soo menelpon orang yang bernama Man Du (serius
namanya mandu? Dumpling? Siomay? Hahahah….), tetapi orang itu menghindar.Saat
Soo sendirian, seseorang menghampirinya. Dia adalah Tuan Jo, yang ditugaskan
Tuan Kim untuk menagih hutang 70 M plus bunga 8 M. ia memberikan Soo waktu 100
hari, kalau tidak… Jleb! Jo menusuk perut Soo, sebagai peringatan pertama (ih,
seram!)
Sementara itu, Young habis memberi presentasi di hadapan
para direksi. Tiga bulan lagi presdir PL baru akan ditentukan, dan presentasi
Young hari ini mengagumkan. Walau buta, tetapi ia tampak sanggup jadi presdir.
Pengacara Jang dan Wang tampak bangga, tetapi tampaknya Myung Ho tidak terlalu
suka.Saat Young dan Wang masuk mobil, Jang dapat telpon. “Apa? Kau
menemukannya?” ia pun bergegas pergi. sementara Wang bertanya, kapan Young akan
menikah dengan Myung Ho? Tetapi Young tidak ingin menikah, karena pertunangan
ini sebenarnya ide ayah.Ia hanya menuruti ayah saja. Dan setelah ayah
meninggal, ia tidak punya alasan untuk menikah dengan Myung Ho yang tidak
pernah dia cintai.
Jin Sung bingung karena Soo meninggalkan RS, padahal baru
sembuh dari luka.Soo mendatangi tempat kerja Man Du dan menghajarnya. Man Du
memohon ampun karena ia takut pada Tuan Kim, makanya dia mengacuhkan Soo. lalu
bodyguard2 datang menghajar Soo. Lalu Jo datang menghampirinya, mengingatkan
kalau waktunya tinggal 79 hari.Soo dilempar dari mobil dan tertatih menuju
rumah loteng yang dia tinggali bersama Jin Sung.Tiba2 seorang pria tua yang
mengaku sebagai pengacara PL Grup mendatanginya, bertanya apakah ini rumah Oh
Soo? “Ya, aku Oh Soo.” Jang terperanjat, apalagi melihat luka Soo.Jang mengira
kalau Oh Soo ini adalah Oh Soo kakaknya Oh Young. Dan Soo sepertinya mulai
menyadari kesalahpahaman ini, tetapi tidak ingin meluruskannya.
Lalu Jin Sung datang, mengira kalau Jang ini orang suruhan
Kim.Soo menarik Jin Sung masuk ke dalam rumah dan meminta Jang untuk pergi
dulu.Sebelum pergi, Jang menyampaikan kalau ayah Soo sudah meninggal dan Young yang
buta sangat membutuhkannya.Setelah Jang pergi, Soo yang masih syok, terduduk
dibawah ranjang, dihujani pertanyaan oleh Jin Sung yang bingung. Soo mencari2
kotak peninggalan Soo 2, dan menemukan selembar foto, mainan entah apa itu,
juga artikel2 ttg PL Grup. Soo tambah syok, dan Jin Sung tambah bingung dg
tingkah Soo. “Oh Soo… dia benar… anaknya presdir PL Grup…” Soo menceritakan ttg
paman pengacara tadi, Jin Sung memberi solusi paling pintar, “Bilang saja kalau
Oh Soo sudah mati.” Tetapi Soo yg linglung menjawab, “Entah kenapa… aku
berpura2 menjadi orang yang sudah mati…”
Besoknya, Jin Sung menceritakan ttg kejadian semalam kepada
Hee Sun yang menganggap keputusan itu sangat gila.Jin Sung membela Soo,
menceritakan tentang kejadian penusukan yg dialami Soo, semua karena hutang
itu.Mereka bertengkar hebat, Jin Sung bahkan membawa2 kakak Hee Sun dalam
pertengkaran itu.menurut Jin Sung, tidak masalah pria memutuskan wanita jika
sudah tidak ada cinta, tetapi sepertinya ada hal lain yang lebih dari itu. Jin
Sung pergi dan Soo muncul, duduk di hadapan Hee Sun yang masih marah2, bertanya
mengapa Soo masih bertahan hidup?Apa Soo takut mati?Apa Soo bertahan hidup
karena ingin menemui ibu yang menelantarkannya dan membalas dendam? Soo
mengingat masa lalu, saat ia masih sekolah. Ibunya yang meninggalkannya dibawah
pohon, hanya datang sekali menitipkan uang sekian won pada temannya. Dan ketika
ia mengejar, ibunya pergi. “Kau pikir aku masih punya kasih sayang untuknya?
Tidak.” Ia juga berkata, kalau ia masih bertahan hidup karena ia masih
bernapas, “Apa seorang pria tanpa alasan hidup, tak boleh hidup? Jika hidup
seperti ini sangat memalukan...sekarang ini aku sudah sangat malu.Tapi tetap
saja...aku ingin hidup karena aku masih hidup,” Tiba2 seseorang memanggil Soo.
Jo berdiri di gedung sebelah sambil memainkan rubik anehnya, ia menyuruh Hee
Sun untuk jauh2 dari Soo. lalu Soo bergumam, seandainya Hee Joo (kakak Hee Sun)
mencintai Jo, apakah dia akan tetap hidup sekarang? (aku masih belum mengerti
apa hubungan Jo dan Soo, sekedar debt collector dengan kreditor saja, atau… ada
hubungan masa lalu?)
Jang mengabarkan pada Young yang lagi lari2 di treadmill ttg
penemuan kakaknya, tapi reaksi Young lempeng2 saja, seperti tidak tertarik.
Jang pikir kedatangan kakak akan membuat young tidak kesepian lagi, tapi Young
malah berkata “Kalau ayah tak ingin aku kesepian. Kenapa dia bercerai dengan
ibu?Ayah lebih memilih sekt.Wang, ibu lebih memilih oppa daripada aku yang
ditinggalkan dirumah.Sekarang aku tidak butuh oppa lagi, karena aku sudah punya
sekt.Wang yang lebih dipilih Ayah daripada ibu dan oppa. Dia selalu ada di
sisiku… mengekangku.”
Hee Sun mencarikan informasi tentang Oh Soo 2 untuk
penyamaran Oh Soo.saat mereka bertiga naik mobil dan jalan di basement parkiran
PL, mereka hampir tabrakan dengan Myung Ho. Jin Sung marah2, tapi Soo segera
meminta maaf. Mereka berharap tidak bertemu lagi dengan pria itu sebagai
anggota keluarga Oh. Di rumah, Soo belajar tandatangan Soo 2, sementara dia
sudah dapat surat2 dan identitas sebagai Soo 2, juga blue print restoran
italia. Semuanya lengkap dan Soo sudah siap. Tetapi tiba2 Jin Sung ingat
sesuatu “Hyung, lengan Oh Soo Hyung terluka bakar sejak kecil! Pasti adiknya
tahu itu!” jreeennnggg…
Besoknya, Soo dan Jin Sung mendatangi rumah Young, dengan
gaya yang cool.Ia disambut oleh Pengacara Jang, Sekt Wang yg sekarang jadi wali
hukum Young, dan teman Young bernama Mira.Ia mengkritik foto2 di ruangan yg
memperlihatkan kalau Wang adl pemilik rumah bersama ayah dan Young, padahal
harusnya rumah ini juga milik Soo (2) dan ibunya.Tak lama kemudian, Myung Ho
datang.Jin Sung sampai tersedak setelah melihatnya, karena mereka sempat
bertengkar di parkiran.Soo mencoba menenangkan diri dan kembali berakting.
Myung Ho penasaran dengan luka masa kecil Soo yang pernah ia dengar, ia ingin
melihatnya. Soo tidak ingin memperlihatkannya, karena luka itu tampak
mengerikan.Hal ini menjadi sebuah kecurigaan bagi para anggota keluarga.Lalu
Jin Sung pura2 tak sengaja menyiram lengan mantel Soo dengan air, hingga Soo
pura2 terpaksa membuka mantel dan menggulung lengan kemeja. Jreennggg… ada luka
bakar di sana. Malam sebelumnya, dengan penuh keberanian dan kenekatan, Soo
menyiram lengannya sendiri dengan air panas!
Soo mengambil sesuatu dari tas Jin Sung, sebuah mainan entah
apa namanya yang bisa bergoyang dan bunyi tik tok. Tiba2 Young muncul “Kau
tidak datang ketika aku mencarimu, kenapa sekarang baru datang?” Young
menjelaskan ttg setahun yg lalu, ia menerima surat dari kakak. Kata pak pos,
kakak selalu mengirim surat tetapi ia tak pernah menerimanya. Wang hendak
memjelaskan bahwa ayah yang melarang, tetapi Young memotong, tidak ada gunanya
Wang menjelaskan, toh orang mati (ayah) sudah tidak bisa membantah. Young juga
sudah menitipkan pesan pada teman serumah kakak untuk menemuinya.Jin Sung pun
buru2 menjelaskan kalau orang itu sebenarnya sedang dipenjara, makanya Soo
tidak tahu hal itu.Soo menyuruh Jin Sung diam dan menghampiri Young, meminta
maaf. Tetapi Young tidak percaya, ia menduga bahwa kedatangan Soo ini bukan
karena dirinya, tetapi karena uang. Selama ini Soo tidak pernah menampakkan
diri pada ayah dan dirinya.Setelah ayah meninggal, pasti Soo menganggap kalau
Young adalah mangsa yang mudah untuk ditaklukan dan direbut warisannya.Tetapi
ada sebuah pasal dalam wasiat yang menyatakan bahwa seluruh harta adalah milik
Young dan tanpa seijin Young, tidak ada siapapun yang bisa mengambilnya. Jin
Sung yang mendengar itu jadi lemas. Habis sudah harapannya.
Young keluar dan Wang hendak mengejar, tetapi Soo
mencegahnya, “Ini urusan antar saudara kandung.” Soo mengejar dan mengatakan
kalau ia mencintai Young, ia menahan tangan Young, tapi Young menepis dan
tongkatnya mengenai pipi Soo sampai lecet. Anggota keluarga yang menonton dari
balik jendela terkejut melihatnya.Young pergi sambil menahan perasaan rindunya
pada kakaknya.Malamnya, Oh Soo dan Jin Sung beserta anggota keluarga berdiri di
halaman.Mereka berdua tampak merasa diusir secara baik2. Soo berkata kalau ia
akan membuka restoran di itali setelah menemui Young, tetapi tampaknya Young
tidak baik2 saja. Ia memutuskan untuk berada di dekat Young selama 3 bulan.
Jika Young memang tak menginginkannya, ia akan pergi ke itali. Saat ia pergi,
Myung Ho merasa curiga. Lalu dia dapat telpon, mengatakan kalau memang ada
restoran yang akan di bangun di Italy dengan nama Soo.
Jo menemui Hee sun di atap rumah. Hee Sun mengancam akan
melapor ke polisi, tapi Jo tak takut, malah menyodorkan hpnya. Hee Sun pun
bilang kalau Soo adl putra kandung PL Grup. Jo kaget.
2 hari kemudian, Soo dan Jin Sung mulai tinggal di
rumah Young. Young yang tidak turun2,
membuat Soo memutuskan untuk naik ke kamar Young. Ia mengikuti alunan music
yang sengaja diputar Young karena ia sudah menduga kalau Soo akan masuk ke
kamarnya. saat Soo membuka pintu, Young lagi lepas celana (ups). “Sekarang kita
bukan anak kecil lagi. di saat seperti ini, bukankah sebaiknya kau menutup
pintunya?” Soo minta maaf dan menutup pintu sambil terkekeh geli.
Lalu saat makan malam, Young tidak ikut makan, malah
menyuruh pelayan menyiapkan sandwich sementara dia berenang.Soo pun
meninggalkan meja makan dan ke kolam renang.Jin Sung merasa heran, orang buta
bisa berenang? Jin Sung mengejarnya, mengingatkan kalau Soo harus berakting
sebagai kakak yang baik hati pada sang adik, tetapi Soo malah bersikap
sebaliknya. Ia sudah tahu perilaku putri2 konglomerat yang selama ini dimanja
dan disayang.Jadi jika ada orang yang tiba2 memberi perilaku yg kasar, itu jadi
seperti sengatan listrik bagi mereka.Orang kaya berbeda dari mereka yang miskin.Tetapi
lagi2 Jin Sung mengingatkan, kalau cewek yg lagi diincar ini bukan untuk
dijadikan pacar lalu diporotin seperti biasanya, melainkan seseorang yang jadi
adik. Jin Sung yang punya adik lebih berpengalaman dalam mengemong adik, beda
dari Oh Soo yang sebatang kara. Tapi Soo tak mau mendengarkan.
Setelah berenang, Soo berusaha bicara pada Young, bahwa
Young sekarang berubah jadi kasar dan apakah Young begitu karena punya uang
banyak?Ia selama ini bertahan hidup setelah diusir dari rumah hanya demi bertemu
dan bersama Young, menyayangi Young layaknya seorang kakak pada adik. Tetapi
Young memotong, ia kecewa pada kakaknya. Mereka tidak bertemu 21 tahun.Dulu
mata Young masih bisa melihat dan sekarang tiba2 buta, apakah Soo nggak kaget
atau gimana gitu sebelum membicarakan tentang perilakunya dan harta?
Hee Sun dan Jin Sung ngobrol di café, membicarakan ttg
kejadian di kolam renang itu.Sejak itu Young dan Soo tak pernah bersama2 lagi,
sepertinya Hyung kalah telak.Tiba2 Jin Sung terkejut melihat Mira yang rupanya
kerja part time di café itu.sementara itu, Soo memandang Young yang sedang
menikmati pertandingan bola dimana para pemainnya menutup matanya. Salah satu
pemain tidak mau mengoper bola, membuat pelatih kesal.Saat break dan diberi
intruksi, Young menasehati agar pemain itu untuk mengoper bola.Pertandingan ini
bukan untuk memperlihatkan kemampuan, tetapi memperlihatkan bahwa semua orang
butuh bantuan. Jika tidak ada yang membantu dalam permainan, bagaimana dia bisa
mencetak gol?Begitu pula hidup.
Mira dan Young jalan2 di mall. Mira permisi ke wc,
meninggalkan Young sendiri. Tetapi Mira tidak benar2 ke wc, karena ia menemui
Soo agar Soo menemani Young. Soo membeli sebuah kalung terlebih dahulu.Tetapi
saat Soo berjalan mendekat, ada 2 anak nakal lari2an dan berputar2 di badan
Young.Tak sengaja Young menumpahkan kopi dan mengenai anak itu.anak itu
menangis, ibu dari anak itu marah2 ke Young. Lalu ada wanita yang membela
Young, berkata kalau ahjuma itu keterlaluan, nggak lihat apa cewek ini buta?
Ibu itu malah membela diri, kalau buta kenapa dia ada di sini? Menyusahkan
saja. Young meraba2 tongkatnya, wanita itu membantunya, tetapi Young malah
menepisnya.Ia berjalan sendiri dan menabrak sepasang kekasih.Wanita itu mau
menolongnya lagi, tetapi lagi2 ditepis.“Awas, ada air!” seru wanita itu, tapi
Young keburu terpleset dan nyemplung di kolam.
Soo berlari menghampirir, “Permisi, dia adikku!” Soo masuk
ke kolam dan berjongkok sambil berbisik, “Di lapangan kau mengajari anak2 untuk
menerima bantuan, tetapi kenapa kau sendiri tidak mau menerima bantuan?
Sekarang apa kau tak mau menerima bantuanku?” dengan gemetar Young menggenggam
erat tangan Soo. Soo mengangkatnya dari air dan menuntunnya, “Maaf, adikku
buta. Tolong beri jalan.” (best oppa… I wanna have an oppa like him..) Dari
jauh, Jo menatap mereka sambil mengemut lollipop dan mengenakan kacamata hitam.
Young duduk di stasiun kereta api bawah tanah sementara Soo
membersihkan lukanya. Lalu mereka duduk bersama dalam diam. Lalu hp Soo bunyi,
sms dari Jo “Kau punya adik yang kaya. Gadis di sampingmu itu.kau harus buru2.”
Lalu bunyi pengumuman terdengar.Young berdiri mendekat ke rel, disusul Soo juga
hpnya yang bunyi lagi.Jo memberi saran termudah untuk mendapatkan harta Young.
Young pun berbicara, seakan menyuarakan saran yang sama dengan Jo, “Kalau kau
kembali untuk mendapatkan uangku, hanya ada 1 cara mudah kau bisa
mendapatkannya.” Oh Soo tak mengerti. Bunyi kereta makin dekat. “Sekarang
saatnya. Saat kereta datang… dorong aku…” Soo terperangah. tangannya gemetar.
Young bergerak maju.Soo mengulurkan tangannya….
TBC

























Tidak ada komentar:
Posting Komentar