Tidak hanya di Indonesia, jumlah pengangguran juga membludak
di Korsel. Salah satunya adalah Han Phil Hoon, seorang anak pemilik PT.
IT&TI, perusahaan yang bergerak di bidang IT. Walaupun anak bos, tetapi dia
adalah pengangguran. Hari2 kerjaannya kursus untuk menjadi PNS, tetapi tidak
pernah lulus. Dia punya cita2, ingin jadi agent seperti James Bond. Ini gara2
waktu kecil, dia menonton sendirian di bioskop dan tergila2 sama tokoh itu,
sampai posternya pun dibawa pulang dan ditempel di kamar. Phil Hoon juga tipe
bad boy yang suka balap liar. Ortunya stress menghadapinya, tiap hari ia
dimarahin papanya yang menginginkannya bekerja di perusahaan. Mamanya punya
ide, jika ingin ‘menjinakkan’nya, Phil Hoon harus menikah dengan cewek yang
punya shio macan, maka dari itu, dimulailah acara jodoh2an dan blind date.
Awalnya Phil Hoon menolak, tetapi mama berjanji akan memberikan mobil baru
kalau mau nurut.

Di sinilah Phil Hoon sekarang, duduk berhadapan dengan
seorang cewek, tetapi ia sama sekali mengacuhkan cewek itu dengan belajar untuk
ujian PNS. Cewek2 itu sampai bosan dan kesal. Hingga muncul seorang cewek
berambut pendek yang memperkenalkan namanya sebagai Kim Seo Won, anak duta
besar. cewek ini beda dari yang lain. Melihat Phil Hoon belajar, bukannya kesal,
malah ikutan belajar. Phil Hoon pun jadi tertarik padanya. ia mengajak Seo Won
untuk ketemuan lagi.
Yang Phil Hoon tidak tahu, nama asli cewek itu bukanlah Seo
Won, melainkan Kim Kyung Ja. Dia juga bukan anak dubes, melainkan anak petani
di kampung. Selama ini dia juga ikutan ujian PNS sambil kerja part time di
banyak tempat. Blind date ini juga adalah salah satu part time-nya. Dia dibayar
sekian won untuk pura2 jadi pasangan blind date anak orang kaya. Syukur2 kalau
orang itu beneran jodohnya. Awalnya ia menolak pekerjaan ini, tetapi temannya
yang merupakan pemilik biro jodoh, memaksanya.

Pada pertemuan berikutnya, mereka sempat belajar bareng dan
saling tanya jawab. Selanjutnya, Phil Hoon yg ada janji balap liar, akan pergi,
tetapi waktu blind date belum selesai sehingga Kyung Ja pun ikut di mobil Phil
Hoon. Ia sama sekali tidak tahu kalau Phil Hoon mau balap liar. Akhirnya, ia
terjebak di acara kebut2an. Ia memaksa Phil Hoon berhenti dan akhirnya, Phil
Hoon pun kalah gara2 interupsi Kyung Ja dan mobilnya yg jadi taruhan, diambil
oleh yg menang. Mulai saat itu, mereka jadi musuh bebuyutan. Kyung Ja berhenti
dari pekerjaan itu dan menolak uang dari temannya. Ia tak mau lagi ketemu
dengan cowok itu.

Tetapi, takdir berkata lain. Ketika interview untuk kerja
jadi agent di NIS, dia ketemu lagi dengan Phil Hoon. Mereka sama2 di interview
tapi ruangnya beda. Dan setelah selesai, mereka pun ketemu. Kyung Ja masuk lagi
ke ruang interview untuk menghindar, sampai yg mewawancara jadi bingung.
Sebelumnya, jawaban2 Kyung Ja memuaskan, dan sekarang, ia memperjelas lagi
jawabannya untuk mengulur waktu. Tetapi ternyata Phil Hoon tetap menunggu.
Kebetulan, ada pelamar lain yang mau masuk dan Kyung Ja menarik tangan pria itu
untuk menutupi tubuhnya sembari ia berjalan ke toilet. Cowok itu bingung,
tetapi nurut saja. Phil Hoon pun kehilangan jejak.

Singkat cerita, mereka berdua yang awalnya tidak yakin kalau
diterima gara2 jawaban mereka yg ngawur, akhirnya mendapatkan telpon bahwa
mereka diterima sebagai agent di NIS. Saat itu Kyung Ja sedang bekerja
membukakan palang pintu, syok mendapatkan telpon sampai mobil2 pada ngantri,
sedangkan Phil Hoon lagi latihan nembak, sangat histeris sampai nembak2
sembarangan, membuat orang ketakutan. Phil Hoon membawa kue tart ke rumah untuk
merayakan hal ini, tetapi ortunya malah marah2 atas taruhan mobil di balapan
liar itu. Ia bertengkar dengan ayah dan pergi dari rumah. Sementara ortu Kyung
Ja yang selalu mengeluh membuat Kyung Ja tidak tahan hingga ia pun bilang kalau
ia sudah kerja di NIS, itu membanggakan ortunya. Tetapi selama setahun, mereka
harus ikut latihan sebagai agent.

Mereka pun akhirnya bertemu lagi di bus NIS. Kyung Ja sudah
menutup2 mukanya dengan majalah, tetapi Phil Hoon mengenali bros yang
dipakainya. Mereka membuat keributan dan terusir dari bus, mereka harus ke
tempat latihan sendiri. Mereka naik delivery order, jadi mereka nelpon delivery
dan numpang gitu. Sepanjang perjalanan, mereka berantem dan lempar2an makanan.
Kyung Ja disiram minuman dari tremos, sedangkan Phil Hoon dilempar jajangmyun
hahaha…
Di NIS, mereka harus merahasiakan segalanya. Tidak boleh ada
orang yang tahu kalau mereka itu agent NIS (tapi ortu Kyung Ja udah kadung
tahu). Mereka juga harus pakai nama samaran. Kim Kyung Ja = Kim Seo Won, Han
Phil Hoon = Han Gil Ro (mulai sekarang kita panggil dengan nama itu). Cowok
yang menolong Seo Won di awal interview juga masuk, namanya Gong Do Ha (entah
samaran atau asli, namanya ini terus sejak awal). Dia jadi teman baik Seo Won,
tetapi jadi musuh bebuyutan Gil Ro, apalagi melihat keakraban Seo Won-Do Ha,
Gil Ro jadi cemburu. Selain itu, juga ada Shin Sun Mi yang sok2 galak sama
semua orang, tetapi sebenarnya ia melakukan itu karena tidak ingin dibully
seperti waktu sekolah.
Sementara itu, senior2 di NIS sebenarnya memiliki sebuah
masalah yang cukup pelik. Ada orang jahat yang meresahkan mereka, juga
meresahkan masyarakat. Dia dikenal dengan nama John J, atau JJ. Dulu dia pernah
menembak seorang anggota NIS, rekan pelatih Won Suk. Dan ternyata, JJ bekerja sama
dengan papa Phil Hoon. Papa yg tidak tahu niat jahat JJ, menerima saja kerja
sama itu. sepertinya JJ mau menggunakan teknologi IT untuk menghancurkan
Korsel. Dan sekarang, NIS sedang mengawasi papa dan pergerakan JJ. Mereka tidak
tahu alasan mengapa JJ melakukan itu. Sebenarnya, JJ adalah anak seorang
pengusaha yang jadi umpan NIS untuk menangkap penjahat, tetapi pengusaha itu
akhirnya mati. JJ kecil minta pertolongan agent NIS termasuk Won Suk, tapi
mereka tak mempedulikannya. Ia pun mendendam dan bersumpah akan membunuh
mereka. Adiknya Choi Woo Jin dan anak teman papanya, Kim Mi Rae, ikut dalam
balas dendam ini.
Rekan Won Suk yang lain mengajak Won Suk untuk menangkap JJ
bersama, tetapi Won Suk lebih memilih melatih agent baru. Rekan Won Suk
mengikuti papa Phil Hoon yang katanya mau ketemuan sama JJ, tetapi akhirnya
rekan Won Suk berduel dengan JJ langsung. Rekan Won Suk berhasil menembak JJ,
tetapi ia tertembak dari belakang dan tewas. JJ juga sekarat. Ia menitip pesan
pada Mi Rae untuk menjaga Woo Jin dan menyelesaikan misi balas dendam ini.
Sementara itu, NIS berduka atas kematian rekan Won Suk. Won Suk yang tahu hal
ini, mau pergi dari tempat latihan ke tempat persemayaman, tetapi tempat
latihan ditutup, tidak boleh ada yang keluar.


Kembali ke agent baru, mereka latihan2. Pada saat belajar
menguasai alat pembaca kebohongan, Seo Won berhasil menguasainya, sedangkan
teman2 yang lain gagal. Menurut para pelatih, dia adalah pembohong sejati.
Sementara itu, Gil Ro – Do Ha saling bersaing mendapatkan nilai yang baik, juga
rebutan Seo Won. Tetapi lama2, Seo Won mulai menerima Gil Ro sebagai temannya
karena Gil Ro selalu gencar mendekatinya. Ketika mereka menerima gaji pertama,
Seo Won main judi dengan Won Suk, ia tidak tahu kalau uang gajinya akan benar2
habis kalau kalah, ia kira hanya bermain biasa. Ia nggak rela. Dan Gil Ro pun
menantang Won Suk. Karena uangnya kurang, ia meminjam teman2 lain. Awalnya
mereka ngga mau kasih, karena ngga yakin kalau Gil Ro bisa menang, tapi entah
bagaimana caranya, Gil Ro bisa meyakinkan mereka. Ini adalah keahlian Gil Ro,
bisa menarik simpati orang2 di sekelilingnya dan bisa dipercaya. Akhirnya Gil
Ro menang dan uang teman2 termasuk Seo Won dikembalikan. Tapi sebenarnya Won
Suk yang sengaja kalah. Sejak itu, Seo Won mulai dekat dengannya. Juga ketika
latihan terjun payung, Gil Ro yg merupakan anak direktur IT, ternyata menguasai
teknologi dan membajak radio Seo Won hingga hanya bisa mendengar suaranya,
bukan suara pelatih. Saat terjun, Gil Ro menyanyikan lagu ultah dan ada tulisan
met ultah di parasutnya untuk Seo Won. Seo Won pun merasa terharu.

Di sisi lain, NIS akhirnya tahu kalau Gil Ro adalah anak
dari pemilik perusahaan IT dan sekarang lagi latihan jadi agent. Direktur NIS
memerintahkan Won Suk untuk memecat anak itu. Akhirnya, dengan berat hati ia
memecat Gil Ro di depan semua murid dengan alasan Gil Ro selalu membuat
masalah. Di tengah hujan deras, ia pun berpamitan dengan teman2 lainnya yang
sedih kehilangannya. Seo Won juga ngga rela, hendak mengejar, tapi Do Ha menahan
tangannya. Gil Ro pun mabuk2an dan saat sadar, ia sudah ada di hotel. Dengan
sigap ia bangun dan saat ada orang yg keluar dari kamar mandi, ia memitingnya.
Ternyata orang itu adl Won Suk dan sebenarnya, Gil Ro belum dipecat. Dia jadi
agen rahasianya Won Suk untuk memata2i papanya sendiri, tapi kata memata2i
disamarkan jadi melindungi, dengan alasan ada orang jahat yg bisa membahayakan
nyawa papa. Ia juga diberikan materi latihan yang sudah dibukukan, tetapi saat
Gil Ro meminta ID,ia tidak diberikan. Gil Ro pun pulang ke rumahnya dengan
alasan pergi berlibur ke eropa selama sebulan dan ia mulai bekerja di
IT&TI.

Setahun kemudian, ada interview di IT&TI dan salah satu
dari pelamar adalah Seo Won dengan nama Kim Jung Won. Ternyata Seo Won juga
dapat misi rahasia untuk memata2i papa Gil Ro dengan pura2 masuk jadi karyawan
lalu menggaet Gil Ro jadi pacar sehingga memudahkan untuk mencari bukti2
kerjasama antara papa dan JJ (mereka gak tahu kalau JJ sudah mati). Awalnya Seo
Won menolak karena dia ngga tega membohongi Gil Ro yang merupakan rekannya,
tetapi pelatih Yong Sun mengingatkan kalau Gil Ro bukan lagi rekan, dia sudah
dipecat dan bukan tidak mungkin, Gil Ro juga sama seperti papanya, kerjasama
dengan penjahat. Dan kebohongan pun dimulai. Seo Won mengaku2 kalau ia sudah
bukan agent lagi karena setelah Gil Ro dipecat, ia pun mengundurkan diri karena
ingin masuk ke dunia hiburan, jadi produser. Gil Ro tidak pernah percaya
padanya, memata2inya, mendatangi rumahnya, juga memasukkan chip gps hingga ia
tahu kemanapun Seo Won pergi. dan saat Seo Won masuk ke markas, Gil Ro
mengikuti. Untungnya mereka punya cctv dan segera lah menyulap markas jadi
tempat jualan make-up dan Seo Won pura2 jadi sales make up yang punya penjualan
paling rendah. Awalnya Gil Ro mau membeli semua produk dan memasukkan ke
penjualan Seo Won biar Seo Won cepat berhenti dari sana dan fokus kerja sama
dia aja. Ia mengeluarkan kartu kredit, membuat Yong Sun dan Sun Mi terkagum2.
Tapi setelah dengar harganya yang puluhan juta won, tangan Gil Ro gemetar.
Eeyyy… dia bukan chaebol seperti di drama2 lain yang buang duit kayak buang
kentut haha..
Papa sudah ingin mengakhiri kerjasama dengan JJ setelah ia
merasa semua ini tidak benar, tapi Mi Rae mengancamnya. Suatu hari, papa Gil Ro
pergi dan Gil Ro disuruh mengikuti. Untung saja ia mengikuti, karena Woo Jin
menusuk papa di tempat sepi dan mengancam, “yang berikutnya adalah anakmu.” Gil
Ro mengejar Woo Jin, tapi Woo Jin kabur duluan. Ia menelpon Won Suk agar agen
segera menahan kaburnya Woo Jin sementara ia menolong papanya. Do Ha dan Sun Mi
yang sudah stand by di parkiran, menghadang Woo Jin, tapi Woo Jin berhasil
mengalahkan mereka dan memotong pergelangan tangan Sun Mi, untung tidak kena
nadi. Sebenarnya Do Ha bisa meninggalkan Sun Mi dan mengejar Woo Jin, tapi ia
memilih untuk menolong rekannya, membuat Sun Mi yang dasarnya menyukai Do Ha,
jadi tambah cinta.
Sementara itu, saat Gil Ro tak ada di ruang kerja, Seo Won
mulai menggeledah ruang Gil Ro mencari info. Ia memotret biodata Kim Mi Rae
yang menurutnya mencurigakan karena selalu berada di sekitar Gil Ro dan papa.
Tetapi ternyata tindakannya itu terekam di cctv yang sudah dipasang Gil Ro di
ruangnya dan saat Gil Ro melihatnya, ia begitu marah. Ia mendatangi rumah Seo
Won saat Do Ha ada di dalam. Terpaksa Do Ha sembunyi di lemari yang penuh.
Mereka berantem sampai guling2 di ranjang, pas ortu Seo Won datang. posisi
mereka yg seperti itu menjadi salah paham bagi ortu Seo Won yang langsung
menjambak rambut Gil Ro. Saat itu, Do Ha udah gak kuat di dalam dan terdorong
keluar. Ayah pun menjambak Do Ha juga, sedangkan Gil Ro kaget dengan semua ini.
Ibu Seo Won kaget melihat anaknya menyimpan 2 cowok, menjambak2 rambut Seo Won.
Akhirnya, 3 anak muda duduk di depan ortu. Do Ha begitu
sopan minta maaf, sedangkan Gil Ro ngga ngerti sopan santun, apalagi dia lagi
emosi. Seo Won pun menyuruh mereka keluar lalu ia menjelaskan semua pada ortu,
kalau dia sedang ada misi rahasia dan namanya bukan lagi Kyung Ja. Sementara 2
cowok berbicara diluar. Do Ha menjelaskan kalau dia menyukai Seo Won, tetapi
barusan Seo Won bilang kalau cewek itu menyukai Gil Ro. Do Ha melakukan ini
agar misi Seo Won segera selesai. Sebenarnya Do Ha emang beneran suka sama Seo
Won. Gil Ro yang sudah kadung marah dan tambah gak percaya, ia mengacuhkan Seo
Won. Suatu hari di RS, Woo Jin muncul lagi, nyamar jadi dokter ke kamar papa.
Saat itu mama lagi nonton tivi, tidak tahu kalau Woo Jin mengancam papa lagi.
setelah Woo Jin pergi, papa histeris dan bersikeras untuk pulang dan mencari
Gil Ro. Waktu itu Woo Jin berpapasan dengan Gil Ro dan Gil Ro pun sadar kalau
dokter yg barusan lewat itu familiar. Ia pun ingat penusuk papanya dan
mengejarnya sampai di basement dan mereka berkelahi. Woo Jin mengancam untuk
membunuh pacar Gil Ro dan saat itu ada mobil lewat menabrak Gil Ro sampai
tubuhnya terguling2. Woo Jin masuk mobil yang ternyata dikendarai Mi Rae dan
pergi. hp Woo Jin ketinggalan dan di dalamnya ada foto Seo Won. Gil Ro pun
cemas. Ia menelpon2 Seo Won, tapi tidak diangkat karena ia lagi ngobrol sama Do
Ha. Dalam keadaan luka2 ia mencari Seo Won hingga ketemu di depan markas dan
segera memeluknya. Do Ha dan Sun Mi menonton mereka dari cctv. Sun Mi merasa
ini romantis, tapi Do Ha ngempet api cemburu.
Singkat cerita, Seo Won berhasil menggaet Gil Ro, karena
emang pada dasarnya Gil Ro suka sama Seo Won, jadi ngga perlu susah payah. Tapi
Seo Won sebenarnya juga sudah jatuh cinta beneran sama Gil Ro dan dia tidak
bohong soal perasaannya itu. Mereka bahkan saling memperkenalkan ortu. Gil Ro
duluan yang menghadap ortu Seo Won. Mereka sudah ketemu sebelumnya dengan
keadaan yang ngga enak. Ortu Seo Won awalnya tampak tak suka, apalagi Gil Ro
gak tahu sopan santun ala Korea. Tapi saat Gil Ro ngobrol tentang teknologi
biogas dengan ayah, ayah pun mulai menyukainya. Ibu juga jadi suka karena Gil
Ro memberikan produk kosmetik untuknya dan ia punya sifat down to earth gitu,
bukan chaebol yang sombong. Dan tentu saja, Gil Ro punya keahlian membuat
orang2 jadi bersimpati padanya, bukan?
Selanjutnya, Seo Won diperkenalkan dengan mama Gil Ro yang
awalnya tampak tak suka, tapi setelah tahu kalau Seo Won shio macan dan anak
dubes yang pernah bekerja di Chile, ia pun menerima Seo Won. Padahal semua itu
bohong. Sebenarnya Seo Won ngga mau bohong soal ini, tapi Gil Ro yang duluan
bohong. Shionya pun bukan macan, tapi kerbau. Seo Won memberikan hadiah pada
mama, entah apa itu aku kurang ngerti, seperti robot kecil yg bisa jalan
sendiri dan berputar2, ternyata di dalamnya ada cctv hingga markas bisa melihat
isi rumah Gil Ro. Suatu hari, rumah Gil Ro sepi. Seo Won memaksa Gil Ro membeli
tahu agar mereka bisa masak bersama, sebenarnya ini taktik Seo Won agar ia bisa
menggeledah brankas di belakang meja kerja papa. Awalnya Gil Ro ngga mau, tapi
ada telpon dan Gil Ro pun akan pergi sebentar.
Ternyata Gil Ro mengambil pesanan pigura dompet. Dia pun
membeli tahu pesanan Seo Won. Sementara Seo Won menggeledah dan memotret semua
info dan mengambil dokumen kerjasama papa dan JJ. Tetapi sebelum ia memasukkan
brankas kembali, Gil Ro sudah pulang dan menjatuhkan barang bawaannya saat
melihat apa yang Seo Won lakukan. Gil Ro marah dan kecewa. Ia menarik tangan
Seo Won dan tak sengaja dokumen itu jatuh. Ia menuduh Seo Won adl mata2
perusahaan lain dan dialah yg menusuk menyuruh orang menusuk papa. Seo Won
terpaksa mengeluarkan pistol saat Gil Ro terus menghadangnya. Tetapi ia tak menodongkan pada Gil Ro, melainkan di dadanya sendiri. Gil Ro tambah
syok. Mereka berurai air mata, Gil Ro air mata kecewa, Seo Won air mata rasa
bersalah. Detik itu juga mereka putus dan Seo Won gagal mendapatkan dokumen
yang ditahan Gil Ro.

Gil Ro menanyakan ttg dokumen itu pada Mi Rae, sebuah
tindakan yang sangat bodoh, berdasarkan ketidaktahuan bahwa Mi Rae ada dibalik
semua itu. Mi Rae pun memberitahu ttg itu pada Woo Jin. Saat Gil Ro pulang
kerja dan menyalakan mesin mobil, asap keluar dari mobil membiusnya. Woo Jin
menculiknya, tapi Seo Won yang mau ke perusahaan, melihat mobil Gil Ro lewat
tapi yang menjalankannya orang lain sedangkan Gil Ro tertidur di kursi
penumpang. Ia pun sadar apa yang terjadi dan menghubungi markas. Saat bangun,
Gil Ro sudah duduk terikat di dalam sebuah gudang. Dengan silet yang selalu
dibawanya, ia berusaha membuka ikatannya. Woo Jin datang meminta dokumen itu
dengan ancaman tembakan di kepala. Tali itu lepas tepat saat Woo Jin melepas
tembakan. Gil Ro mencekal tangan Woo Jin dan menaikkan ke atas hingga tembakan
itu mengarah ke plafon. Saat itu Seo Won
sudah ada di lokasi dan bersiap dg pistolnya setelah mendengar suara tembakan,
sedangkan Sun Mi dan Do Ha yang ada di dekat lokasi segera menyusul.

Woo Jin memukul kaki Gil Ro dengan kursi dan melarikan diri.
Gil Ro dengan terpincang2 mengejar dan saat di atap, Seo Won datang dengan
pistol dan Gil Ro salah paham, dikira Seo Won kerjasama dengan Woo Jin. Mereka
saling menuding dengan pistol. Seo Won menendang selangkangan Gil Ro dan lompat
dari atap mengejar Woo Jin. Gil Ro menembak 2 x, membuat Woo Jin makin jauh dan
Seo Won jadi kesal. Gil Ro ikut lompat dan mengejar Seo Won. Mereka saling
tuding pistol lagi. Woo jin yg ngintip jadi penasaran dg mereka ber2. Seo Won
membuang pistolnya, “Kau puas?” ia mempersilakan Gil Ro menembaknya. Ia sudah
merasa sangat lelah. Lalu Do Ha datang menyuruh Gil Ro menurunkan pistol. Saat
itu Woo Jin sudah kabur. Gil Ro membuka identitasnya sebagai agen NIS, tapi tak
ada yg percaya. Sun Mi confirm ke Won Suk dan jawaban Won Suk, “Han Gil Ro
bukan agent.” Gil Ro disetrum dan dibawa ke kantor polisi.

Di kantor polisi, Seo Won mengobati luka di kaki Gil Ro dan
menjaganya semalaman, tapi Gil Ro tetap tidak memaafkannya. Lalu Won Suk
datang. Gil Ro mempertanyakan statusnya, Won Suk menyuruh Gil Ro mengingat
aturan NIS no. 15, seorang agen sah menjadi agen saat disumpah di depan
direktur, dan Gil Ro belum melakukannya, makanya dia belum sah jadi agen. Won
Suk mengajaknya makan dan menjelaskan semua, bahwa Seo Won adl agen juga yang
memata2i papa Gil Ro yg terlibat sesuatu yg tidak baik. Gil Ro tak percaya kalo
papanya terlibat kejahatan dan akan mencari bukti kalau papanya ngga ikut
bersalah. Gil Ro harus ikut training 2 hari 1 malam untuk benar2 jadi agen.
Waktu rapat di markas, Won Suk pun akhirnya membuka identitas Gil Ro yg masih
seorang agen. Lalu Gil Ro dan angkatannya melakukan training seperti camping.
Setelah training, Gil Ro sah jadi agen dan ia menelpon papa kalau dia akan
pergi selama beberapa saat. Memang saat itu papa menyuruhnya pergi dari Korea
karena takut Woo Jin mencelakakan anaknya.


Misi berikut ada di tempat ski. Direktur Park, teman papa
Gil Ro yg juga terlibat, akan ketemuan dengan JJ memberikan sebuah informasi.
Mereka bersiap dan mengatur tugas masing2. Do Ha dan Seo Won akan jadi sepasang
kekasih, hal ini tidak disetujui Sun Mi dan Gil Ro, tapi mereka gak bisa
membantah. Semua tugas diluar kecuali Gil Ro yg jaga markas (dihotel) dan
mengawasi dari sana. Saat Do Ha dan Seo Won di kamar berbeda Gil Ro sering
menelpon, takut mereka macam2, bahkan mendatangi kamar itu. Dan misi pun
dimulai saat direktur Park datang. Sun Mi pura2 jadi reseptionis hotel dan
melapor. Do Ha-Seo Won pura2 kencan sambil mengikutinya. Yong Sun sudah menaruh
penyadap dan cctv di kamar Park. Mi Rae bicara dg Park lewat hp, memberitahu
ancer2. Saat masuk tempat spa, hanya cowok yg boleh masuk hingga hanya Do Ha yg
mengikuti dan saat melewati ruang ganti, Mi Rae menyuruh Park menurunkan hp,
karena ada gelombang radio yang sangat kencang hingga semua earphone yang agen
pakai menyakiti telinga mereka, bahkan telinga Do Ha sampai berdarah.
Sementara itu, direktur NIS yang selama ini tidak pernah
diberitahu ttg misi2 ini, tahu ttg hal ini dan memaksa Won Suk untuk ikut
datang ke hotel. saat mereka datang, Woo Jin melihat kedatangan mereka.
Direktur masuk ke kamar markas saat Gil Ro mengintai. Lalu dari teleskop, Gil
Ro melihat Seo Won mengikuti Park sendirian dan ada Woo Jin di belakangnya.
Cemas membuatnya kehilangan akal sehat dan meninggalkan markas untuk melindungi
Seo Won, padahal ia tak boleh meninggalkan markas. Singkat cerita, tidak
terjadi apa2, Park hanya disuruh putar2 oleh Mi Ran untuk mengecoh agen dan
park pun kembali ke kamarnya.
Agen berkumpul di luar dan dimarahi oleh Direktur. Mulai
sekarang, misi diambil alih oleh Direktur sebagai ketua mereka, bukan lagi Won
Suk. Ia mengubah strategi2 yang sudah dipersiapkan Won Suk. Ia juga mengusir
Gil Ro dari misi karena ia tidak nurut perintah. Sun Mi mendapatkan kode dari
Yong Sun dan ia mengundurkan diri dari misi. Ternyata Yong Sun memberi misi
khusus. Mengapa Direktur bisa tahu misi ini, pasti ada mata2 di dalam anggota
mereka dan Sun Mi harus menyelidiki itu. Ia menginap diam2 di kamar hotel itu,
sedangkan Gil Ro tidak pulang. Ia menyusup masuk ke kamar Do Ha-Seo Won saat
mereka lagi makan malam berdua (bagi Do Ha, ini sangat mengganggu hehe).
Paginya, Park sudah mulai bergerak dan Seo Won siap2 dulu,
sementara Do Ha menelpon seseorang. Sun Mi yang mengintai, mendengar seseorang
menelpon direktur, Gong Do Ha! Ternyata selama ini Do Ha jadi mata2nya Direktur
dan Sun Mi sangat2 kecewa. Jadi, sebelum jadi agen, Do Ha ini anggota militer
yg tugas di Timor Leste (wow!). waktu di camp pengobatan, tiba2 dibom dan ada
gadis kecil masuk bawa pistol. Saat itu harusnya Do Ha ada kesempatan untuk
membunuhnya, tapi dia ngga tega. Akhirnya anak itu menembaknya dan rekan2
lainnya. Anak itu kabur, Do Ha melempar gps ke truk yg dinaiki anak itu sehingga
rekan yg lain bisa mengejar. Dan karena dia terluka, dia tak sadarkan diri. Pas
bangun, direktur NIS sudah ada di sisinya. Ternyata Direktur yg menolongnya,
maka dari itu sekarang Direktur menagih balas budi Do Ha dengan jadi mata2.

Then, misi kedua dimulai, dari jauh Gil Ro mengintai dan
menemukan sasarannya, Woo Jin. Sementara Do Ha-Seo Won mengikuti Park sampai
Park bertemu Mi Rae dan memberikan data itu, lalu Woo Jin naik papan ski dan
merebut data itu. Do Ha menangkap park dan Seo Won mengejar Woo Jin.
Dibelakangnya, ada Gil Ro yang juga mengejar dengan motor salju. Seo Won
mendapatkan Woo Jin tapi Woo Jin mencekiknya. Gil Ro datang menolong dan
menghajar Woo Jin sampai pingsan. Mereka berdua tiduran di sana dan mereka pun
berdamai. Woo Jin ditangkap, tapi tiba2 anak buah Direktur datang, mengambil
alih tersangka untuk diinterogasi di kantor pusat, mereka tinggal terima bersih
padahal agen Won Suk sudah bekerja keras untuk semua ini. sementara itu Mi Rae
yg ada dikamar hotel, tahu kalau Woo Jin tertangkap. Lalu ada mms masuk,
rekaman Woo Jin sebelum misi tadi, bahwa jika ia tertangkap, Mi Rae harus
menyelesaikan semuanya, Ia sudah memberikan gas beracun di mobil target mereka,
juga ia berkata bahwa ia mencintai Mi Rae (ooowww…)
Direktur mengajak semuanya makan malam, tapi ngga ada yg
selera, mereka semua kecewa dan kesal. Lalu Seo Won bertemu dg Sun Mi yang
menjelaskan kenapa Gil Ro tidak taat perintah saat disuruh diam saja di dalam
markas, itu karena dia melihat Seo Won dalam bahaya dan segera pergi menolong,
tapi saat Gil Ro diusir, Seo Won sama sekali ngga membela. Setelah itu, Sun Mi
menghampiri Do Ha dan menamparnya di depan mata Direktur yang mengira kalau
mereka itu sedang berkencan dan lagi marahan. Seo Won pergi mencari Gil Ro yang
ternyata sedang membuat boneka salju dengan lilin di dalam perut saljunya
(lucu). Mereka berpelukan dan akhirnya jadian lagi. sementara itu Direktur mau
pulang dan ia pun pingsan menghirup gas beracun itu. Mi Rae mengancamnya, jika
direktur ngga mau mati, maka ia harus membebaskan Woo Jin dan mengirim Won Suk
ke tangan mereka.


Seo Won dapat misi baru, merebut dokumen dari tangan Gil Ro,
tapi Seo Won dan Gil Ro bekerja sama untuk menyelidiki semua ini sendiri dan
memberikan dokumen jika mereka sudah tau semua. Dan singkat cerita, dengan
bantuan teman2 agen seangkatan yg kerja di pusat, mereka pun mendapatkan data
musuh mereka itu dan latar belakangnya. Dari situlah terbukti kalau papa Gil Ro
bersalah. Gil Ro merasa kecewa pada papa dan ia pun bicara langsung ke papa
yang tak bisa membantah setelah kejahatannya dibeberkan anaknya sendiri,
apalagi ia baru tahu, ternyata anaknya adl agen NIS. Papa menyerahkan diri ke
polisi, tapi anehnya, polisi menyatakan dia bebas. Rupanya ini semua taktik
dari direktur yang mau menutup kasus ini.
Gil Ro dan Seo Won pun akhirnya memberitahu Yong Sun tentang semua ini,
dan saat itu, Won Suk janjian dengan direktur di taman, tapi ia sebenarnya
dijebak. Sebelum ke taman, istrinya minta cerai karena dia selalu sibuk dan
tidak menepati janji akan membawa keluarga pindah ke Amrik. Istrinya sudah
lelah jadi istri agent.
Gil Ro dapat kabar kalo Woo Jin dibebaskan. Mereka harus
melaporkan pada Won Suk, tapi ia tak bisa dihubungi. Mereka pun mengikuti
dengan gps yang ada di hp, apalagi mereka ber2 tahu tentang dendam JJ pada
anggota senior NIS termasuk Won Suk. Benar saja, Woo Jin sudah menyiapkan
pistol dan berlari mendekati Won Suk yang menerima telpon dari Seo Won. Tepat
saat Seo Won menyebut nama Choi Woo Jin, orangnya muncul menodongkan pistol
padanya. Won Suk tampak syok dan teringat pada 3 anak kecil yg memohon2 pada
mereka dulu. Won Suk sempat berjongkok dan membelai Woo Jin dan Mi Rae kecil
tapi ia tak bisa membantu apa2. “Woo Jin-ah…” Woo Jin kaget dipanggil namanya
o/Won Suk dan ia sedikit tergetar melihat air mata Won Suk, tapi ia teringat
pesan JJ, bahwa air mata agen adl air mata buaya. Ia pun menembak badan Won Suk
2 x dan pergi saat Seo Won dan Gil Ro sudah datang dan menembaknya, tapi ngga
kena dan ia kabur.



Won Suk masuk rumah sakit dan dioperasi. Keadaannya kritis.
Yong Sun mengajak Gil Ro dan Seo Won ke rumah Won Suk, memberi kabar pada
istrinya yg langsung syok, padahal ia baru minta cerai. Ternyata sebenarnya ia
masih cinta pada suaminya. Sementara itu, Direktur menutup markas Won Suk dan
semua agen jadi pelayan public, seperti Won Suk dulu sebelum jadi pelatih
(menerima telepon dari warga yg kadang nanya aneh2). Gil Ro tinggal di rumah
Seo Won (tapi beda ranjang^^). Akhirnya Gil Ro berdamai dengan papanya. Waktu
itu, papa mengajak mama untuk pergi pindah ke luar negeri. Papa menyerahkan
perusahaan pada bawahannya yg terpercaya, tapi nama perusahaan tetap atas nama
Gil Ro. Jika Gil Ro kembali ke perusahaan, maka bawahannya itu harus melayani
Gil Ro. Mama ngga rela pergi sebelum ketemu anaknya. Ia pun menelpon Seo Won
dan Seo Won memaksa Gil Ro ke bandara. Di sana, Gil Ro membuka semua bahwa ia
gak pernah dapat kasih sayang papa, gak pernah dipeluk, ngga pernah mandi
bareng. Dan saat itu, papa membuka bajunya, ada luka bakar yg parah di dadanya,
karena menolong Gil Ro saat kecil dari kebakaran yang diakibatkan oleh
kecerobohan Gil Ro saat itu. Papa takut kalau Gil Ro tahu luka ini, Gil Ro akan
mengira dirinya monster dan menjauh selamanya. Sebenarnya papa sangat sayang
sama anaknya. Mereka pun berdamai.
Gil Ro kembali ke perusahaan sebagai kepala departemen
sedangkan bawahan papa itu jadi direktur (sementara). Tapi Gil Ro memakai
perusahaannya sebagai markas baru. Ia dan Seo Won mengumpulkan teman2 untuk
masuk dalam agen mereka untuk menangkap Mi Rae dan Woo Jin (dan JJ kalo belum
mate). Awalnya ngga ada yg mau karena takut melanggar perintah direktur. Tapi
akhirnya beberapa teman mereka mau bergabung termasuk Do Ha yg sudah tobat
setelah dimarahi Sun Mi. Yong Sun pun jadi ketua mereka menggantikan Won Suk
yang masih sakit. Singkat cerita, Won Suk ternyata sudah sadar dan hanya Gil Ro
dan Seo Won yang tahu. mereka juga memindahkan RS Won Suk sehingga Woo Jin dan
Mi Rae kehilangan jejak.
Gil Ro yg tinggal di rumah Seo Won, menjemur celana dalam di
dalam rumah, lalu saat Seo Won ke wc, ada sms di hpnya dan Gil Ro pun membuka.
Ada gambar dari ortu Seo Won dengan tulisan ‘Kim Kyung Ja’. Akhirnya Gil Ro pun
tahu nama asli Seo Won dan nama itu lucu menurutnya. Ia mengejek2 Seo Won dan
Seo Won memukulnya. Mereka bergulat dan pas ortu Seo Won datang, apalagi
melihat celana dalam cowok di dalam rumah, mereka pun menjambak2 Gil Ro lagi.
pas itu, mama Gil Ro datang dan ngga terima anaknya dibegitukan. Mereka pun
saling bicara. Mama dan ibu beserta 2 anak itu makan di resto (bapak2 ngga
ikut). Di sanalah semuanya terbongkar. Ibu akhirnya tahu kalau Han Gil Ro nama
aslinya adl Han Phil Hoon. Mama lebih parah lagi tahunya, Kim Jung Won nama
aslinya adl Kim Kyung Ja, bukan shio macan, bukan anak dubes. 2 ibu pun
bermusuhan, dan karena ngga mau kena semprot serta memang ada misi, mereka pun
pergi meninggalkan 2 mama mereka.
Direktur janjian dengan Mi Rae bertemu di atap gedung untuk
memberikan data, sementara ia sebenarnya akan membunuh Mi Rae. Ia menyuruh Do
Ha jadi sniper untuk membunuh Mi Rae. Do Ha tidak tahu awalnya harus membunuh
siapa, dan tahunya setelah ada di gedung sebelah. Sebelumnya ia sudah
memberitahu teman2 ttg hal ini (dia ngga jadi mata2 lagi) dan setelah tahu
siapa yg akan dibunuh, ia juga memberitahu teman2. Seo Won dan Gil Ro hendak
menahannya agar Mi Rae jangan dibunuh, tapi Do Ha takut kalau malah Direktur
yang akan terbunuh. Gil Ro berduel dengan Do Ha sementara Seo Won mengintai
dari senjata sniper. Mi Rae menodong pistol pada Direktur dan akan menembak,
akhirnya terpaksa Seo Won menembak tangan dan kaki Mi Rae, dan direktur mengira
kalau yg menembak adl Do Ha. Saat direktur pergi, Mi Rae menodong pistol ke
kepalanya sendiri, mau bunuh diri, tapi Seo Won menembak tangan itu agar tidak
bunuh diri. Mi Rae pun menelpon Woo Jin dan mengucap selamat tinggal.




Woo Jin marah. Dari jauh ia melihat Mi Rae dinaikan ke mobil
ambulan bersama Gil Ro sedangkan Seo Won menenteng peralatan sniper ke mobil
Gil Ro dan menjalankannya sendiri. Dia berpikir kalau mereka mencelakakan Mi
Rae. Ia terus mengikuti kegiatan Gil Ro dan Seo Won hingga bisa menyusup masuk
ke rumah Seo Won. Saat Seo Won masuk, ia pun disandera dan menyuruh Gil Ro
untuk naik motornya, memberi jalan menuju rumah sakit Won Suk. Gil Ro pun
teringat, Won Suk pernah bilang jika mereka mau mencarinya, biarkan mereka
bertemu. Sampai di sana, rupanya Won Suk bangun dan jalan mendekat. Sebenarnya
dulu Woo Jin pernah tanya sama JJ, tentang seorang ahjusi yang tampaknya baik
sama mereka, tapi JJ mengatakan untuk menghabisi semuanya, tidak boleh
terganggu oleh perasaan, dan air mata mereka adl palsu. Saat itu Gil Ro melihat
pistol dibawah ranjang Won Suk dan menembak bahu Woo Jin. Won Suk berlutut dan
minta maaf berkali2 dan memeluknya. Sementara itu Do Ha menyuntikkan sesuatu ke
infus Mi Rae yang dikira racun, ternyata hanya obat tidur. Mereka akan
memindahkan rumah sakit Mi Rae agar tidak diganggu sama Direktur.
Then, semua kembali ke kehidupan normal. Keluarga Won Suk
kembali utuh. Mi Rae diinterogasi Yong Sun dan ia mengatakan segalanya.
Direktur dipecat (kapok!) Dia minum2 dengan Won Suk dan meminta maaf. Gil Ro
akan pulang kembali ke rumah, walaupun sebenarnya dia masih ingin tinggal di
rumah Seo Won. Yong Sun masih cari2 jodoh dan teman Seo Won yg punya biro
jodoh, menyuruhnya blind date dengan pria agak tua tapi direktur perusahaan dan
jangjang… ternyata orang itu adl direktur bawahannya papa Gil Ro yg emang udah
naksir waktu Gil Ro menjadikan kantor sebagai markas itu. Yong Sun menolak dan
pergi sambil marah2, tapi direktur itu tetap suka. Sementara itu, Sun Mi dan Do
Ha minum bersama, pulangnya, Sun Mi minta digendong, 5 langkah saja. Do Ha
berhenti, Sun Mi minta 5 langkah lagi. lalu Do Ha menghitung sampai 5, kembali
ke 1 dan seterusnya. Sepertinya Do Ha mulai membuka hati untuk Sun Mi.
Sementara papa memutuskan untuk tinggal di desa kecil yang
damai bersama mama saja. Tapi mama sebenarnya ngga mau ninggalin Gil Ro sendiri
sebelum Gil Ro menikah, dia masih menganggap Gil Ro anak kecil. “Hah, anak
kecil mana yang sering pergi dari rumah?” ejek papa. Gil Ro pulang, dikira
pulang selamanya, ternyata Gil Ro mau pergi lagi ke Jeju. Mama kesal dan setuju
untuk tinggal di desa. Saat perjalanan ke desa, mereka ketemu anak muda dan
tanya di mana rumah kepala desa. Pemuda itu pun bilang kalo kepala desa adl
ayahnya dan ia pun numpang mobil papa. Pemuda itu masuk ke rumah yg ternyata
adl rumah ortu Seo Won. Dia adl adiknya Seo Won dari wamil. Papa yg belum
pernah ketemu ortu Seo Won, memberi salam dan saat memperkenalkan istrinya,
jangjang… 2 ibu itu sama2 ketus. Mama ngga mau tinggal di desa itu,sedangkan
ibu menyuruh adik Seo Won membuang garam (membuang sial) haha!
Seo Won dan Gil Ro berlibur untuk terakhir kali sebelum
mereka sama2 ditugaskan untuk misi yg berbeda. Gil Ro di Jeju, Seo Won di
Jerman. Mereka berpisah di bandara. Tapi ternyata Gil Ro ngga ke Jeju,
melainkan tetap di Seoul untuk misi menyelidiki tentang virus di sebuah lab. Ia
diperkenalkan sebagai professor baru. Dan diantara profesor2 di depannya, ada
wajah yg familiar dg kacamata gede, Seo Won! Mereka ketemuan diluar/balkon.
Seo Won : Jeju?
Gil Ro: Jerman?
Mereka berdebat dan berantem, tetapi setelah itu mereka
berbaikan dan, bekerja bersama ngga ada salahnya kan, malah lebih tenang
daripada berjauhan. Mereka pun bercuman dan… pok! Seseorang memukul kepala Gil
Ro dengan sapu. Ternyata Yong Sun menyamar jadi bibi tukang sapu dan memukul
mereka karena membuatnya iri yg sampai sekarang berat jodoh haha..
Drama ini lumayan seru, ngga 100% action sih, tapi lucu.
Romantis juga nggak terlalu, lebih banyak bikin ngakak ^o^ Awal2nya bagus,
ending hubungan Gil Ro-Seo Won juga bagus. Tapi sayangnya yg gaje itu
penjahatnya. Di awal2 sepertinya mereka begitu mendendam dan mau membunuh
orang2 NIS yg terlibat di kasus masa lalu itu, tapi menjelang ending, Mereka
mulai menyerah, ngga konsisten gitu. Apa ini mungkin karena pencetus misi balas
dendam, yaitu JJ, udah mati duluan? Mereka dulu kan lebih kecil dari JJ, otak
dari semua ini adalah JJ. Sama seperti City Hunter, otak balas dendam adl Lee
Jin Pyo yg melihat dg mata kepala sendiri rekan2nya ditembak mati o/negara
sendiri, bukan Lee Yong Sun, anak sahabatnya yg jadi korban juga, karena Yong
Sun masih bayi dan hanya diceritakan ttg kejadian itu. Jadi seandainya JJ masih
hidup, ceritanya mungkin akan lain. Pasti penjahat2 itu akan bertarung hingga
tetes darah terakhir. Yah, maklumlah, pemeran JJ (Uhm Tae Woong) kan nggak
dibayar, karena dia secara sukarela main beberapa scene di drama sahabat
baiknya, Joo Won. Sahabat sih sahabat, tapi kalau main 20 episode nggak
dibayar, nggreges juga sih hehe…
Di drama ini, ada sedikit kemiripan dengan I Miss You,
perihal ‘melindungi ayah’. Hubungan Han Joo Man (papa) dan Gil Ro sama buruknya
dengan Han Tae Joon dan Han Jung Woo. 2 anak itu sama2 punya misi untuk
melindungi ayah/keluarga dari penjahat. Tetapi yg membedakan, Joo Man mencintai
putranya, sebaliknya Tae Joon lebih mencintai uangnya. Kita bisa lihat sendiri,
Tae Joon begitu tega sama anaknya sendiri, sejak kecil anaknya diusir, pacar
anaknya dinyatakan mati, pas besar juga ngga mau mengakui Jung Woo sebagai
anak, ia pun menjual pacar anaknya (Soo Yeon) pada Harry untuk mendapatkan
kembali uangnya dan sampai masuk penjarapun, dia tetap membenci anaknya. Ayah
macam apa itu. Tetapi Joo Man, dia punya alasan kenapa selama ini menjauh dari
anaknya, menolak untuk mandi bareng di pemandian umum dan hanya memberikan uang
saja, itu semua karena luka bakar di badannya. Dia bahkan menyerahkan dirinya
ke polisi setelah kejahatannya terbongkar oleh anaknya sendiri, nggak seperti
Tae Joon yg jadi buron. Ketika Woo Jin mengancam keluarganya, dia pun memaksa
Gil Ro untuk pergi, bukan untuk mengusir, tetapi untuk melindungi biar Gil Ro
nggak terbunuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar