Jung Woo terkejut melihat rekaman cctv yg memperlihatkan
wajah Zoey di dalam mobil. tetapi ia yakin kalau Zoey bukan pelakunya. Ia pun
mencari sidik jari Zoey di mobilnya yg pernah ditumpangi Zoey, lalu ia ingat
saat Zoey menutup pintu mobil, ia pun mendapatkannya. Ia segera pergi ke pesta
yg dihadiri Zoey, Harry dan papa Jung Woo setelah menelpon rekan2nya, bahwa ia
yakin Zoey tidak bersalah dan ia sendiri yg akan membawa Zoey ke kantor polisi.
Ia bahkan menyimpan borgol dan pistolnya di dasbor saking yakinnya. Jung Woo
masuk ke pesta, berpapasan dg Zoey dan Harry, tapi ia melewati mereka dan
menyapa papanya yg mengacuhkannya. Lalu Harry datang menyapa Jung Woo. Jung Woo
mau bicara dg Harry dulu, tapi papa menyela, “Aku harus menunggu berapa lama
lagi?” Harry pun menemui papa Jung Woo dulu. Tapi Harry terus menoleh ke tempat
pesta, mencemaskan Zoey. Ia pun to the point tentang investasi dg perush Papa
Jung Woo dan pergi.
Jung Woo terus ngeliatin Zoey, tapi Zoey pura2 cuekin. Tapi
waktu Jung Woo menghilang, matanya mencari2. Tiba2 Jung Woo sudah ada di
depannya. Lalu ada sms dari senior yg mengira Jung Woo akan melarkan Zoey dan
mereka sedang otw ke sana. Zoey melengos pergi sambil menelpon Harry, tiba2
Jung Woo merebut hpnya dan bilang ke Harry kalau Zoey akan dibawanya sekarang.
Jung Woo pun menjelaskan ttg rekaman cctv di penginapan Kang dan sekarang dia
jadi tersangka. Zoey langsung syok dan lemes. “Bu… bukan aku…” Jung Woo
percaya. Tapi Zoey berteriak2 memanggil Harry dg ketakutan. Harry datang dan langsung
memeluknya. Pas itu polisi sudah berdatangan. Jung Woo pun terpaksa
mengeluarkan kata2 penangkapan. Zoey ketakutan, tapi Harry menyuruhnya untuk
bersabar menunggu, Harry akan datang untuknya. Dan Zoey percaya. Jung Woo
merasa tertusuk saat itu, Soo Yeon lebih percaya pada orang lain daripada
dirinya.
Di rumah, ibu merasa hatinya gak tenang. Ia khawatir Jung
Woo terjadi sesuatu, tetapi kata senior tidak apa2 karena Jung Woo sedang
menangkap org yg tertuduh pembunuh Kang. Tapi ibu tetap merasa tak tenang. Itu
semua karena anak ceweknya yg tertangkap, sedang di mobil bersama Jung Woo.
Jung Woo sengaja memarkir mobil agak jauh agar jauh dari kerumunan. Ia juga
meminjamkan jaketnya pada Zoey. Awalnya Zoey menolak, tapi Jung Woo
mengingatkan kalo sekarang Zoey adl orang terkenal, emangnya dia mau wajahnya
terpampang di berita sebagai tersangka? Ia pun menurut dan berjalan ditemani
bibi office girl kantor polisi. Benar saja, di kantor polisi lagi banyak
wartawan. Untung ia menutupi wajahnya. Bibi melihat tubuh Zoey gemetar, ia
mengingatkan agar jangan gugup karena di ruang interogasi bisa saja Zoey makin
tertuduh. Di ruang interogasi, Zoey sangat gugup menghadapi senior dan atasan
Jung Woo.
Jung Woo berlari di koridor dan Harry datang menanyakan ttg
Zoey. Jung Woo pun menjelaskan ttg tabrakan mobil Harry waktu itu sampai Kang
mati. Harry bilang bahwa Zoey tdk ada hubnya dg semua ini dan tdk mengenal
lelaki itu, tidak ada alasan u/membunuhnya. Jung Woo terdiam (mungkin dalam
hati bilang, ada alasannya, karena Kang memperkosanya!) tapi ia mengangguk, ia
percaya kalo Zoey bukan pembunuh. Ia menyuruh Harry melakukan segala cara agar
Zoey bisa keluar u/sementara karena pengacara Harry masih otw dari hongkong.
Jung Woo pun menerobos masuk ke ruang interogasi, tak tega melihat Zoey sudah
tersudut dan menangis gemetaran. Atasan menyuruh Jung Woo keluar, tapi Jung Woo
bersikeras bahwa dialah yg akan menginterogasi Zoey, dan ia akan menangkap
pembunuh sesungguhnya. Zoey teringat waktu Kang memperkosanya, perlahan2 ia mulai
tenang dan bergumam, “Memangnya apa masalahnya? Bukankah lebih baik orang itu
mati?” dua orang itu terkejut dg kata2nya. Jung Woo mengingatkan kalau semua
kata2 Zoey sedang direkam di ruangan ini. Zoey pun bilang kalau ia pernah
melihat di koran, ttg remaja putri yg diperkosa lalu dibuang ke sungai(dirinya
sendiri).
Atasan dapat telpon dari senior Jung Woo kalau sidik jari
Zoey dengan Lee Soo Yeon berbeda. sementara itu akhirnya Zoey hanya disuruh
mengisi form pertanyaan2 interogasi. Tapi untuk menorehkan tinta pena pun ia
tak sanggup saking gemetarnya. Frustrasi, ia meletakkan bolpen “Kenapa kita
tidak bicara saja?” Jung Woo mengingatkan kalau di sini segala hal terekam.
Zoey masih merasa Jung Woo berharap kalau Zoey adl Soo Yeon, karena Soo Yeon
diperkosa, pasti merasa dendam dan membunuh Kang. Tapi Jung Woo berkata, anak
pembunuh belum tentu juga membunuh, korban perkosaan, belum tentu membunuh
pemerkosanya. “Soo Yeon… tidak akan… membunuh orang.” Zoey ingat kata2 itu,
kata2nya sendiri dulu.
Zoey: “Kalau aku adl Soo Yeon, orang pertama yg kubunuh adl
kau.”
JW: “Walaupun kau membunuhku, tapi aku tetap berharap,
kaulah Soo Yeon.
Atasan datang, memberitahu kalau Harry sudah memberi jaminan
dengan pengacaranya, hingga Zoey bisa keluar tapi tetap dalam pengawasan.
Zoey menghampiri Harry yg menunduk bertopang tongkat. Harry
menengadah dan bergenggaman tangan dg Zoey.
Harry: Ayo pulang ke rumah.
Zoey mengangguk, “Oh, ayo pulang ke rumah.
Di belakang, Jung Woo melihat hal itu, ia teringat waktu
mereka disekap, kata2 itu yg ia katakan pada Soo Yeon. “Ayo pulang ke rumah.”
Tetapi ia tidak membawa Soo Yeon pulang ke rumah. Mak jleb bener2 rasanya.
Harry bangkit dan melihat Jung Woo, Jung Woo langsung berbalik. Tanpa mereka
sadari, ibu Soo Yeon melihat dari jauh. Ia datang membawa makanan u/ Jung Woo.
Saat berjalan pulang, Zoey melihat ibu dan langsung menunduk dibelakang Harry
yg menuntunnya. Ibu awalnya hanya bingung melihat Jung woo, tapi waktu melihat
gadis yg melewatinya, matanya terbelalak. Ia ingat anaknya yg suka menunduk.
Lalu pengacara Harry datang, menyapa mereka sebentar lalu masuk u/mengurus2
(bule, bok!). saat mereka pergi, Jung Woo berlari mengejar. Melihat sikap itu,
membuat ibu yakin, perempuan tadi pasti Lee Soo Yeon.
Zoey pulang dan masuk kamar. Ia menangis di dalam gulungan
selimut, tetapi tetap dapat Harry dengar dari luar kamar. Sementara itu ibu
masuk ke ruang interogasi dimana ada Jung woo disana. Ia makan di ruang itu
sambil membicarakan Soo Yeon yg selalu berjalan mundur untuk melihat wajah
tampannya, juga selalu meliriknya. “Soo yeon pasti akan kembali untukku. Karena
dia sangat merindukanku. Jadi aku akan terus menunggunya.” Jung woo makan
sambil nangis. Ibu berusaha menahan tangisnya. (asli, scene ini sedih banget,
Yoochun tampak benar2 menangis sampai bergetar2 bibirnya. Gak bisa dijelaskan
lewat tulisan, harus nonton!)
Harry tampak chattingan dg seseorang, setelah itu ia melihat
rekaman cctv para polisi yg membongkar rumahnya. Ia tampak geram. Sementara
itu, senior mampir ke rumah Jung Woo, minta kimchi bikinan ibu. Ibu mancing2
nanya tentang gadis yg tertangkap semalam itu tampaknya orang kaya. Senior pun
bilang rumahnya bukan rumah, ada kolam renang dan liftnya. Semua orang tau
rumah itu yg berada di daerah Gangnam. Di kantor, Jung Woo melaporkan foto2
orang2 yg ke atm pada jam2 saat pembunuh mentranfer uang u/membeli ‘dry ice’
(merk narkoba). Saat itu Harry datang. ia pun dibawa Jung Woo ke ruang
introgasi. Harry mengajak Jung woo untuk berteman bertiga dg Zoey, tapi Jung
Woo menolak, karena ia sudah jatuh cinta pada Zoey. Harry menganggap pernyataan
ini adl genderang perang.
Harry: Tapi apa kau masih mengira Zoey adalah Soo Yeon yg
kau cari?
Jung woo: Selain wajah, sebutkan apa saja yg membuat Zoey
berbeda dari Soo Yeon.
Sementara itu dengan
berbekal info dari senior, ibu datang ke rumah Zoey (rumah Harry sebenarnya).
Tapi yg bisa ia liat cuma gerbangnya doang. Tiba2 pintu gerbangnya terbuka dan
sebuah mobil meluncur keluar. Mobil itu berhenti di dekat ibu. Ibu melirik2,
mencoba untuk melihat siapa yg ada didalam mobil. ia terkejut saat melihat
wajah gadis itu. Zoey menunduk2, takut kelihatan ibu, tapi itu semakin membuat
ibu yakin. Mereka sama2 menangis. Akhirnya Zoey keluar dari mobil dan menyuruh
ibu masuk ke mobil.
Senior masuk ke ruang introgasi, mengabarkan kalo Zoey tidak
boleh kembali ke prancis atau kemanapun karena masih dalam pengawasan. Harry
tdk terima dan menelpon pengacaranya. Sementara atasan memberitau Jung Woo
kalau nomor telpon pertama yg dihubungi Kang setelah ponsel Zoey dicuri adl
papa Jung Woo. Senior nguping dan akhirnya tau kalau Jung Woo adl anak orang
kaya. Kembali ke Harry, pengacaranya bilang ia akan menyelesaikan urusan itu,
tapi Zoey-nya belum datang2, ia takut Zoey kenapa2. Harry pun mengecek cctv rumahnya.
Tampak Zoey masuk ke rumah bersama seorang ahjumma, itu ibu Soo Yeon.
Ibu bingung dimana meletakkan sepatu, jadi ia taruh saja
dibawah tangga. Mereka duduk diam2an. Zoey buka suara, “Apa yg ingin kau
bicarakan? Kau ke sini pasti ingin bicara sesuatu.” Ibu bingung mau ngomong
apa, akhirnya memulai dg memuji kuku, kulit, rambut, dan baju Zoey yg bagus,
juga rumah yg gede. Zoey pasti hidup bahagia sekarang. Zoey hanya bisa menangis
sambil berkata “aku bersalah… aku bersalah…” Ibu ingat Soo Yeon selalu mengucapkan
itu, ketika dipukuli ayah, ketika dihakimi massa. Tangis ibu meledak, ia
memeluk lutut Zoey, “Kau berbuat salah apa? Kau masih hidup… kau masih hidup…”
Zoey berkata, “Ibu, aku tak mau pulang. Aku tidak mau kembali jadi Lee Soo
Yeon.” Ibu tertegun sejenak, tapi kemudian mengangguk dan melarang Zoey untuk
pulang. Ia akan pura2 tidak pernah melihat Soo Yeon. Ia akan tetap menganggap
Soo Yeon sudah mati. Ia pun pergi, dan melupakan sepatunya.
Zoey mengejar ibu sampai di lift, lalu ia terduduk menangis.
Ibu berlari di hamparan salju dengan kaus kaki saja. Mendadak Ia berhenti dan
menoleh lagi, bukan teringat pada sepatu, melainkan pada Jung Woo yang selalu
mencari Soo Yeon, tapi ketika ibu sudah berhasil menemukan Soo Yeon, ia tidak
bisa memberi tahu Jung woo. Ibu
frustrasi, serba salah. Ia terduduk dan menangis. Sementara Zoey bangkit saat
mendengar suara hp, ia melilhat sepatu ibu tertinggal. Ia berlari mengejar ibu
tapi ibu sudah menghilang. Harry melihat Zoey di tepi jalan sambil memeluk
sepatu ibu. Ia mau mengantar Zoey tapi Zoey sudah keburu panggil taksi.
Jung Woo menemui papa di kantor. Ia sudah berusaha ramah
pada papa, minta waktu papa sebentar, tapi papa menganggap anak lelakinya sudah
mati. Jung Woo pun to the point, langsung menanyakan ttg Kang yg menelpon papa
ketika baru keluar dari penjara, ada apa gerangan? Papa menamparnya, membuat
dokumen pemanggilan u/papa jatuh. “Kau polisi, mencari Lee Soo Yeon-mu saja
tidak becus!” ups.. nampaknya papa sudah keceplosan. Jung Woo pun hanya tersenyum
sinis, ia jadi benar2 yakin kalau papa pun tahu kalau Lee Soo Yeon tidak mati. Ia sebenarnya sudah tahu
dari dulu, kalau gudang tempat penyekapan itu dibakar oleh papa, karena hp Jung
woo kenapa bisa ada ditangan papa jika yg membakar adl orang lain, harusnya
tetap di sana, di penculik, ataupun di polisi.
Dirumah, Eun Joo mengobati kaki ibu yg terluka dan nyaris
beku. Ibu minum2 soju. Saat Jung Woo datang, ibu mengusir Jung Woo, membongkar
baju2nya. Tapi Jung Woo hanya menganggap kalau ibu cuman mabuk. Jung Woo
memeluk menenangkan. Zoey menyusuri jalan menuju rumahnya dulu. Ia melihat
lampu jalan (pembawa sial) yg masih berkedip2. Tiba2 Jung Woo berlari2, Zoey
sembunyi di gang. Ia melihat Jung Woo berhenti di lampu itu dan mengomel2i
lampu. Ia mengikuti Jung Woo ke taman bermain, mengintipnya main keseimbangan
di jungkat jungkit, lalu mendorong ayunan, seolah2 Soo Yeon sedang duduk
diatasnya. Ia naik ke atas perosotan, lalu hp Zoey berbunyi, begitu pula dg hp
Jung Woo. Itu seperti alarm, dg lagu favorite mereka. Jung Woo menyanyikan lagu
itu, dg suara fals (padahal suaranya bagus, kenapa dijelek2in sih!!). lalu ia
melihat Zoey. Merasa ketahuan, Zoey berlari pergi. Jung Woo mengikutinya
seperti stalker, tapi taksi lewat, dan Zoey menaikinya.
Zoey mengelem sol sepatu ibu di pojangmacha sambil minum
soju. Harry menelponnya saat ia cegukan. Harry akan datang menjemput, tapi Zoey
melarang karena ia sebentar lagi akan pulang dan ia sedang berada ditempat yg
dibenci Harry. Rupanya Harry ada didekatnya, terkekeh melihatnya dari dalam
mobil. kresek pembungkus sepatu terbang, Zoey berlari mengambilnya. Pria2 lewat
dan menjatuhkan sebelah sepatu. Lalu tampak Jung Woo muncul dari dalam tenda,
mengambil sepatu itu dan menaruh lagi di atas meja, kemudian pergi ketika Zoey
kembali. Ia melihatnya dari jauh, tapi masih bisa dilihat o/ Harry yg mulai
geram. Jung Woo membatin, “Melihatmu tersenyum, aku yakin, kau pasti bahagia
bertemu dengan ibumu. Baiklah, hapus semua memori burukmu. Buatlah memori baru
yg indah.” Jung Woo membuat gerakan tangan, yg sangat Harry kenal. Harry
terbelalak, Zoey selalu membuat gerakan tangan itu sebelum ia tidur, agar Harry
melupakan kenangan buruknya. Rupanya Zoey mengikuti gerakan itu dari Jung Woo
(plagiat dong, bukan karya sendiri hehe), berarti Zoey tak pernah melupakan
Jung Woo sejak dulu. Sedetikpun! Harry sakit hati.
Zoey pulang dengan berjalan mengendap2 dan menyembunyikan
sepatu dibelakang tubuhnya karena melihat Harry tertidur disofa sambil
mendengar lagu di earphone. Zoey mendekat dan melakukan gerakan tangan, tapi
Harry langsung menggengam tangannya. Harry pura2 terbangun gara2 bau mulut
Zoey. Harry bertanya kemana Zoey pergi seharian? Zoey hanya menjawab jalan2
saja karena besok ia harus kembali ke prancis. Harry pun bilang kalo Zoey belum
bisa kemana2 sekarang. ia memeluk Zoey dari belakang, mengajak Zoey ke rumah
clientnya besok. Zoey masuk kekamar dg memeluk sepatu di dalam mantelnya. Ia
menaruh sepatu itu ke dalam lemari yg juga menyimpan mantel milik Jung Woo.
Atasan menyuruh Jung Woo mencari senior u/segera menemukan
IP yg digunakan pelaku. Ia menelpon senior yg ternyata sedang berada di rumah
Zoey, membahas soal foto2 wanita yg ke atm, yg dicurigai. Jung Woo melarangnya
u/memperlihatkan foto2 itu, bisa menakuti Zoey. Senior mengerjai Jung Woo
dengan bertanya pada Zoey, “apa aku menakutimu?” “Apa aku mengatakan kalau aku
sedang bicara dengan Jung Woo?” Jung Woo ngamuk2 “Hyung apa yg kau lakukan!”
senior memberikan hp itu pada Zoey, Jung Woo terdiam mendengar suara Zoey. Zoey
hanya berkata, tolong temukan pembunuh sesungguhnya. Jung Woo sebenarnya ingin
bilang kalau Zoey jangan kembali ke prancis, tapi ia gak bisa ngomong.
Sebelum pulang, Zoey mengungkapkan pendapatnya kalo pelaku
yg difoto itu sepertinya bukan wanita muda, dilihat dari cara berpakaian dan
cara jalannya. Ketika Jung Woo asik meneliti foto dimana ada yg berwarna putih2
di tangan pelaku sebelah kiri, senior mengganggunya. Ia bilang akan memberikan
sesuatu jika dipinjami uang. Sesuatu itu adalah jaket Jung woo yg dipinjamkan
u/ Zoey dulu. Saat memakai jaket itu, Jung Woo menemukan sesuatu di kantongnya,
sebutir kancing hitam. Senior tau kancing itu “Oh, itu… hujan, tidak, hujan,
tidak…” Zoey ternyata tidak pernah membuang kancing itu. Senior juga bilang ttg
dugaan Zoey ttg wanita tua pelaku itu. Atasan dan rekan2 datang, mereka telah
menemukan IP yg rupanya dari komputernya Jung Woo. Mereka memeriksa cctv
ruangan mereka, tetapi rupanya mati di jam2 tersebut, tapi cctv lainnya
menyala. Mereka akan memeriksa siapa saja yg berkeliaran di jam2 itu, dan
dugaan adl wanita, atau pria kuntet.
Zoey dan Harry berada di kediaman Han Tae Joon (papa Jung
Woo) yg merupakan clien yg dimaksud Harry. Zoey kaget, rupanya Hwang Mi Ran adl
istri clien Harry. Harry bertanya, apakah Zoey merasa tak nyaman? Kalau tidak,
pulang saja. Tapi waktu suami istri Han muncul, Zoey pun memasang tampang
sopan. Di sepanjang makan, hanya Miran yg ngoceh, suaminya tampak tak peduli dg
istrinya, membuat Harry sedikit mengkritik sikapnya itu. Tae Joon marah karena
Harry tidak sopan sama orang tua (my dongsaeng, kamu sekarang lagi di Asia yg
menjunjung tinggi kesopanan,ya..). Harry pun pura2 salting, beralasan ia hanya
ingin lebih akrab, tapi tak tahu caranya berteman dg baik.
Di ruang kerja Tae Joon, mereka membicarakan ttg investasi
kesepakatan mereka. Tae Joon masih penasaran kenapa kaki harry bisa begitu?
“Anda lupa? Ini semua kan karena anda.” Direktur Nam mulai ketar-ketir karena
tau apa maksud Harry sesungguhnya, yaitu digigit anjing waktu kecil dikejar2
dulu. Tapi Harry menyambung kalau kaki itu terkilir waktu naik sepeda dan
hampir nyerempet Tae Joon. Sementara para wanita diluar, juga ada Ah Reum yg
nimbrung. Zoey meminta agar baju2 tiruan karyanya segera dicopot dari butik
Miran. Miran pun minta maaf dan akan segera mencopotnya, tapi jangan bilang2
suaminya. Ah Reum berdiri karena merasa kesal dg mamanya, tapi ia memuji baju2
Zoey yg bagus2. Lalu ia kedapur dan berteriak pada pembantu u/membuatkan
makanan u/ Jung Woo-oppa. Keterkejutan Zoey dilihat o/ Miran. Ia pun ingat
waktu Jung Woo mengancamnya agar tidak mengganggu Zoey, ia pun tanya, apa Zoey
kenal detektif Han Jung Woo? Zoey tak bisa jawab, untung Harry keluar dan
mereka pun pulang.
Jung Woo menerima fax gambar cctv. Dan di gambar itu ada wajah
bibi office girl. Dengan berat hati Jung woo menyuruh bibi untuk jangan pulang
dulu, harus diinterogasi dulu, tapi bibi menolak, karena hari ini putrinya, Bo
Ra, pulang dan ingin makan malam dirumah. Bo Ra bisa ngamuk melebihi kepala
polisi. Jung woo pun langsung menanyakan apa yg bibi lakukan pada jam itu? Bibi
bilang hari sebelumnya polisi menangkap gangster, jadi keesokan paginya bibi
datang lebih pagi u/membersihkan segala kekacauan yg terjadi, dan setelah itu,
Jung woo mengikatkan perban di tangannya. Saat Jung woo bertanya2 pada polwan,
ia teringat perban di tangan bibi sama dg kain putih di foto, juga dugaan Zoey
bahwa pelakunya adl wanita tua.
Harry dan Zoey di dalam mobil bergandengan tangan. Tapi…
ups, ada kambing congek di belakang. Ah Reum ‘nunut’ mobil mereka u/ ke kantor
polisi mengantarkan bekal. Ia merasa gak enak sudah mengganggu. Tapi Harry tak
mau membiarkan Ah Reum pergi sendirian malam2, karena Zoey tidak akan
membiarkannya. Ah Reum bertanya, apa mereka akan menikah? Kalau nggak, dia mau
jadi pacarnya Harry, soalnya Harry tipenya banget. Harry menggoda Zoey, bahwa
ia memang masih populer diantara gadis2. Lalu alarm Zoey bunyi, Ah Reum
mengenal ringtone itu, sama dg ringtone-nya oppa. Sampai di kantor, Ah Reum
bilang kalau ada apa2 ttg masalah hukum, hubungi saja oppa-nya, Han Jung Woo.
Zoey kaget, dugaannya benar. Tapi tampaknya Harry tidak kaget. Zoey marah
karena Harry sudah tau semuanya dan diam saja, bahkan membawanya masuk ke rumah
Jung Woo. Zoey ngambek dan mengurung diri dikamar, Harry terus menggedor
pintunya, minta maap.
Alarm Jung Woo juga bunyi, tapi langsung dimatikan karena
ada hal yg lebih penting. Ia mengejar bibi yg sudah mau pergi. ia menelpon
senior u/menyelidiki soal bibi. Ia terus mengikuti bibi. Hpnya bunyi, telpon dari
Ah Reum. Jung Woo segera sembunyi dan mematikannya. Saat ia berbalik, bibi
sudah menghilang. ia membuka hpnya, tiba2 bibi memanggilnya. Jung woo pun
mengaku kalau ia mengikuti bibi karena u/menjemput bibi. Semua orang harus
diinterogasi. Bibi pun mau nurut tapi ia harus masak dulu u/ Bo Ra. Ia mengajak
Jung Woo masuk. Awalnya Jung Woo ragu, tapi ia pun masuk. Bibi melihat
wallpapernya robek, ia menyuruh Jung Woo mengambilkan lakban di laci. Jung woo
ragu2 nunduk dan menemukan keranjang berisi seragam smp dengan nama Choi Bo Ra.
Bibi bilang bukan disitu, tapi di laci satunya. Jung Woo mulai waspada dg
menggenggam borgol. Ia membuka Laci kedua… ada lakban dan tali merah…
Jung Woo menoleh dan… zzzzzttttt…. Ia diestrum…
Notes:
Ahhhhh… Ahjummaaaaa… waeyo????
Jangan2 anaknya ahjumma yg bernama Bo Ra itu juga diperkosa
sama Kang Sang Deuk, makanya dia membunuhnya. Lalu bagaimana nasib Jung Woo?
Apa dia akan mati? Tapi kalau mati, berarti ceritanya tamat di episode 11 dong,
bukan 21…
Yg masih bikin aku penasaran, alarm Zoey dan Jung woo itu,
maksudnya apa ya? Kayaknya waktu masa kecil nggak ada alarm dan lagu favorit
itu? hm… mungkin akan kita dapat jawabannya nanti.
Gambar:
www.dramaku.com
http://www.kutudrama.com
Gambar:
www.dramaku.com
http://www.kutudrama.com


































Tidak ada komentar:
Posting Komentar