Quotes

"Write is my World"

Minggu, 27 Januari 2013

I MISS YOU EPISODE 9-10



Jung Woo terkejut melihat rekaman cctv yg memperlihatkan wajah Zoey di dalam mobil. tetapi ia yakin kalau Zoey bukan pelakunya. Ia pun mencari sidik jari Zoey di mobilnya yg pernah ditumpangi Zoey, lalu ia ingat saat Zoey menutup pintu mobil, ia pun mendapatkannya. Ia segera pergi ke pesta yg dihadiri Zoey, Harry dan papa Jung Woo setelah menelpon rekan2nya, bahwa ia yakin Zoey tidak bersalah dan ia sendiri yg akan membawa Zoey ke kantor polisi. Ia bahkan menyimpan borgol dan pistolnya di dasbor saking yakinnya. Jung Woo masuk ke pesta, berpapasan dg Zoey dan Harry, tapi ia melewati mereka dan menyapa papanya yg mengacuhkannya. Lalu Harry datang menyapa Jung Woo. Jung Woo mau bicara dg Harry dulu, tapi papa menyela, “Aku harus menunggu berapa lama lagi?” Harry pun menemui papa Jung Woo dulu. Tapi Harry terus menoleh ke tempat pesta, mencemaskan Zoey. Ia pun to the point tentang investasi dg perush Papa Jung Woo dan pergi.
Jung Woo terus ngeliatin Zoey, tapi Zoey pura2 cuekin. Tapi waktu Jung Woo menghilang, matanya mencari2. Tiba2 Jung Woo sudah ada di depannya. Lalu ada sms dari senior yg mengira Jung Woo akan melarkan Zoey dan mereka sedang otw ke sana. Zoey melengos pergi sambil menelpon Harry, tiba2 Jung Woo merebut hpnya dan bilang ke Harry kalau Zoey akan dibawanya sekarang. Jung Woo pun menjelaskan ttg rekaman cctv di penginapan Kang dan sekarang dia jadi tersangka. Zoey langsung syok dan lemes. “Bu… bukan aku…” Jung Woo percaya. Tapi Zoey berteriak2 memanggil Harry dg ketakutan. Harry datang dan langsung memeluknya. Pas itu polisi sudah berdatangan. Jung Woo pun terpaksa mengeluarkan kata2 penangkapan. Zoey ketakutan, tapi Harry menyuruhnya untuk bersabar menunggu, Harry akan datang untuknya. Dan Zoey percaya. Jung Woo merasa tertusuk saat itu, Soo Yeon lebih percaya pada orang lain daripada dirinya.
Di rumah, ibu merasa hatinya gak tenang. Ia khawatir Jung Woo terjadi sesuatu, tetapi kata senior tidak apa2 karena Jung Woo sedang menangkap org yg tertuduh pembunuh Kang. Tapi ibu tetap merasa tak tenang. Itu semua karena anak ceweknya yg tertangkap, sedang di mobil bersama Jung Woo. Jung Woo sengaja memarkir mobil agak jauh agar jauh dari kerumunan. Ia juga meminjamkan jaketnya pada Zoey. Awalnya Zoey menolak, tapi Jung Woo mengingatkan kalo sekarang Zoey adl orang terkenal, emangnya dia mau wajahnya terpampang di berita sebagai tersangka? Ia pun menurut dan berjalan ditemani bibi office girl kantor polisi. Benar saja, di kantor polisi lagi banyak wartawan. Untung ia menutupi wajahnya. Bibi melihat tubuh Zoey gemetar, ia mengingatkan agar jangan gugup karena di ruang interogasi bisa saja Zoey makin tertuduh. Di ruang interogasi, Zoey sangat gugup menghadapi senior dan atasan Jung Woo.
Jung Woo berlari di koridor dan Harry datang menanyakan ttg Zoey. Jung Woo pun menjelaskan ttg tabrakan mobil Harry waktu itu sampai Kang mati. Harry bilang bahwa Zoey tdk ada hubnya dg semua ini dan tdk mengenal lelaki itu, tidak ada alasan u/membunuhnya. Jung Woo terdiam (mungkin dalam hati bilang, ada alasannya, karena Kang memperkosanya!) tapi ia mengangguk, ia percaya kalo Zoey bukan pembunuh. Ia menyuruh Harry melakukan segala cara agar Zoey bisa keluar u/sementara karena pengacara Harry masih otw dari hongkong. Jung Woo pun menerobos masuk ke ruang interogasi, tak tega melihat Zoey sudah tersudut dan menangis gemetaran. Atasan menyuruh Jung Woo keluar, tapi Jung Woo bersikeras bahwa dialah yg akan menginterogasi Zoey, dan ia akan menangkap pembunuh sesungguhnya. Zoey teringat waktu Kang memperkosanya, perlahan2 ia mulai tenang dan bergumam, “Memangnya apa masalahnya? Bukankah lebih baik orang itu mati?” dua orang itu terkejut dg kata2nya. Jung Woo mengingatkan kalau semua kata2 Zoey sedang direkam di ruangan ini. Zoey pun bilang kalau ia pernah melihat di koran, ttg remaja putri yg diperkosa lalu dibuang ke sungai(dirinya sendiri).
Atasan dapat telpon dari senior Jung Woo kalau sidik jari Zoey dengan Lee Soo Yeon berbeda. sementara itu akhirnya Zoey hanya disuruh mengisi form pertanyaan2 interogasi. Tapi untuk menorehkan tinta pena pun ia tak sanggup saking gemetarnya. Frustrasi, ia meletakkan bolpen “Kenapa kita tidak bicara saja?” Jung Woo mengingatkan kalau di sini segala hal terekam. Zoey masih merasa Jung Woo berharap kalau Zoey adl Soo Yeon, karena Soo Yeon diperkosa, pasti merasa dendam dan membunuh Kang. Tapi Jung Woo berkata, anak pembunuh belum tentu juga membunuh, korban perkosaan, belum tentu membunuh pemerkosanya. “Soo Yeon… tidak akan… membunuh orang.” Zoey ingat kata2 itu, kata2nya sendiri dulu.
Zoey: “Kalau aku adl Soo Yeon, orang pertama yg kubunuh adl kau.”
JW: “Walaupun kau membunuhku, tapi aku tetap berharap, kaulah Soo Yeon.
Atasan datang, memberitahu kalau Harry sudah memberi jaminan dengan pengacaranya, hingga Zoey bisa keluar tapi tetap dalam pengawasan.
Zoey menghampiri Harry yg menunduk bertopang tongkat. Harry menengadah dan bergenggaman tangan dg Zoey.
Harry: Ayo pulang ke rumah.
Zoey mengangguk, “Oh, ayo pulang ke rumah.
Di belakang, Jung Woo melihat hal itu, ia teringat waktu mereka disekap, kata2 itu yg ia katakan pada Soo Yeon. “Ayo pulang ke rumah.” Tetapi ia tidak membawa Soo Yeon pulang ke rumah. Mak jleb bener2 rasanya. Harry bangkit dan melihat Jung Woo, Jung Woo langsung berbalik. Tanpa mereka sadari, ibu Soo Yeon melihat dari jauh. Ia datang membawa makanan u/ Jung Woo. Saat berjalan pulang, Zoey melihat ibu dan langsung menunduk dibelakang Harry yg menuntunnya. Ibu awalnya hanya bingung melihat Jung woo, tapi waktu melihat gadis yg melewatinya, matanya terbelalak. Ia ingat anaknya yg suka menunduk. Lalu pengacara Harry datang, menyapa mereka sebentar lalu masuk u/mengurus2 (bule, bok!). saat mereka pergi, Jung Woo berlari mengejar. Melihat sikap itu, membuat ibu yakin, perempuan tadi pasti Lee Soo Yeon.
Zoey pulang dan masuk kamar. Ia menangis di dalam gulungan selimut, tetapi tetap dapat Harry dengar dari luar kamar. Sementara itu ibu masuk ke ruang interogasi dimana ada Jung woo disana. Ia makan di ruang itu sambil membicarakan Soo Yeon yg selalu berjalan mundur untuk melihat wajah tampannya, juga selalu meliriknya. “Soo yeon pasti akan kembali untukku. Karena dia sangat merindukanku. Jadi aku akan terus menunggunya.” Jung woo makan sambil nangis. Ibu berusaha menahan tangisnya. (asli, scene ini sedih banget, Yoochun tampak benar2 menangis sampai bergetar2 bibirnya. Gak bisa dijelaskan lewat tulisan, harus nonton!)
Harry tampak chattingan dg seseorang, setelah itu ia melihat rekaman cctv para polisi yg membongkar rumahnya. Ia tampak geram. Sementara itu, senior mampir ke rumah Jung Woo, minta kimchi bikinan ibu. Ibu mancing2 nanya tentang gadis yg tertangkap semalam itu tampaknya orang kaya. Senior pun bilang rumahnya bukan rumah, ada kolam renang dan liftnya. Semua orang tau rumah itu yg berada di daerah Gangnam. Di kantor, Jung Woo melaporkan foto2 orang2 yg ke atm pada jam2 saat pembunuh mentranfer uang u/membeli ‘dry ice’ (merk narkoba). Saat itu Harry datang. ia pun dibawa Jung Woo ke ruang introgasi. Harry mengajak Jung woo untuk berteman bertiga dg Zoey, tapi Jung Woo menolak, karena ia sudah jatuh cinta pada Zoey. Harry menganggap pernyataan ini adl genderang perang.
Harry: Tapi apa kau masih mengira Zoey adalah Soo Yeon yg kau cari?
Jung woo: Selain wajah, sebutkan apa saja yg membuat Zoey berbeda dari Soo Yeon.
Sementara itu  dengan berbekal info dari senior, ibu datang ke rumah Zoey (rumah Harry sebenarnya). Tapi yg bisa ia liat cuma gerbangnya doang. Tiba2 pintu gerbangnya terbuka dan sebuah mobil meluncur keluar. Mobil itu berhenti di dekat ibu. Ibu melirik2, mencoba untuk melihat siapa yg ada didalam mobil. ia terkejut saat melihat wajah gadis itu. Zoey menunduk2, takut kelihatan ibu, tapi itu semakin membuat ibu yakin. Mereka sama2 menangis. Akhirnya Zoey keluar dari mobil dan menyuruh ibu masuk ke mobil.
Senior masuk ke ruang introgasi, mengabarkan kalo Zoey tidak boleh kembali ke prancis atau kemanapun karena masih dalam pengawasan. Harry tdk terima dan menelpon pengacaranya. Sementara atasan memberitau Jung Woo kalau nomor telpon pertama yg dihubungi Kang setelah ponsel Zoey dicuri adl papa Jung Woo. Senior nguping dan akhirnya tau kalau Jung Woo adl anak orang kaya. Kembali ke Harry, pengacaranya bilang ia akan menyelesaikan urusan itu, tapi Zoey-nya belum datang2, ia takut Zoey kenapa2. Harry pun mengecek cctv rumahnya. Tampak Zoey masuk ke rumah bersama seorang ahjumma, itu ibu Soo Yeon.
Ibu bingung dimana meletakkan sepatu, jadi ia taruh saja dibawah tangga. Mereka duduk diam2an. Zoey buka suara, “Apa yg ingin kau bicarakan? Kau ke sini pasti ingin bicara sesuatu.” Ibu bingung mau ngomong apa, akhirnya memulai dg memuji kuku, kulit, rambut, dan baju Zoey yg bagus, juga rumah yg gede. Zoey pasti hidup bahagia sekarang. Zoey hanya bisa menangis sambil berkata “aku bersalah… aku bersalah…” Ibu ingat Soo Yeon selalu mengucapkan itu, ketika dipukuli ayah, ketika dihakimi massa. Tangis ibu meledak, ia memeluk lutut Zoey, “Kau berbuat salah apa? Kau masih hidup… kau masih hidup…” Zoey berkata, “Ibu, aku tak mau pulang. Aku tidak mau kembali jadi Lee Soo Yeon.” Ibu tertegun sejenak, tapi kemudian mengangguk dan melarang Zoey untuk pulang. Ia akan pura2 tidak pernah melihat Soo Yeon. Ia akan tetap menganggap Soo Yeon sudah mati. Ia pun pergi, dan melupakan sepatunya.
Zoey mengejar ibu sampai di lift, lalu ia terduduk menangis. Ibu berlari di hamparan salju dengan kaus kaki saja. Mendadak Ia berhenti dan menoleh lagi, bukan teringat pada sepatu, melainkan pada Jung Woo yang selalu mencari Soo Yeon, tapi ketika ibu sudah berhasil menemukan Soo Yeon, ia tidak bisa memberi tahu Jung woo.  Ibu frustrasi, serba salah. Ia terduduk dan menangis. Sementara Zoey bangkit saat mendengar suara hp, ia melilhat sepatu ibu tertinggal. Ia berlari mengejar ibu tapi ibu sudah menghilang. Harry melihat Zoey di tepi jalan sambil memeluk sepatu ibu. Ia mau mengantar Zoey tapi Zoey sudah keburu panggil taksi.
Jung Woo menemui papa di kantor. Ia sudah berusaha ramah pada papa, minta waktu papa sebentar, tapi papa menganggap anak lelakinya sudah mati. Jung Woo pun to the point, langsung menanyakan ttg Kang yg menelpon papa ketika baru keluar dari penjara, ada apa gerangan? Papa menamparnya, membuat dokumen pemanggilan u/papa jatuh. “Kau polisi, mencari Lee Soo Yeon-mu saja tidak becus!” ups.. nampaknya papa sudah keceplosan. Jung Woo pun hanya tersenyum sinis, ia jadi benar2 yakin kalau papa pun tahu kalau Lee Soo  Yeon tidak mati. Ia sebenarnya sudah tahu dari dulu, kalau gudang tempat penyekapan itu dibakar oleh papa, karena hp Jung woo kenapa bisa ada ditangan papa jika yg membakar adl orang lain, harusnya tetap di sana, di penculik, ataupun di polisi.
Dirumah, Eun Joo mengobati kaki ibu yg terluka dan nyaris beku. Ibu minum2 soju. Saat Jung Woo datang, ibu mengusir Jung Woo, membongkar baju2nya. Tapi Jung Woo hanya menganggap kalau ibu cuman mabuk. Jung Woo memeluk menenangkan. Zoey menyusuri jalan menuju rumahnya dulu. Ia melihat lampu jalan (pembawa sial) yg masih berkedip2. Tiba2 Jung Woo berlari2, Zoey sembunyi di gang. Ia melihat Jung Woo berhenti di lampu itu dan mengomel2i lampu. Ia mengikuti Jung Woo ke taman bermain, mengintipnya main keseimbangan di jungkat jungkit, lalu mendorong ayunan, seolah2 Soo Yeon sedang duduk diatasnya. Ia naik ke atas perosotan, lalu hp Zoey berbunyi, begitu pula dg hp Jung Woo. Itu seperti alarm, dg lagu favorite mereka. Jung Woo menyanyikan lagu itu, dg suara fals (padahal suaranya bagus, kenapa dijelek2in sih!!). lalu ia melihat Zoey. Merasa ketahuan, Zoey berlari pergi. Jung Woo mengikutinya seperti stalker, tapi taksi lewat, dan Zoey menaikinya.
Zoey mengelem sol sepatu ibu di pojangmacha sambil minum soju. Harry menelponnya saat ia cegukan. Harry akan datang menjemput, tapi Zoey melarang karena ia sebentar lagi akan pulang dan ia sedang berada ditempat yg dibenci Harry. Rupanya Harry ada didekatnya, terkekeh melihatnya dari dalam mobil. kresek pembungkus sepatu terbang, Zoey berlari mengambilnya. Pria2 lewat dan menjatuhkan sebelah sepatu. Lalu tampak Jung Woo muncul dari dalam tenda, mengambil sepatu itu dan menaruh lagi di atas meja, kemudian pergi ketika Zoey kembali. Ia melihatnya dari jauh, tapi masih bisa dilihat o/ Harry yg mulai geram. Jung Woo membatin, “Melihatmu tersenyum, aku yakin, kau pasti bahagia bertemu dengan ibumu. Baiklah, hapus semua memori burukmu. Buatlah memori baru yg indah.” Jung Woo membuat gerakan tangan, yg sangat Harry kenal. Harry terbelalak, Zoey selalu membuat gerakan tangan itu sebelum ia tidur, agar Harry melupakan kenangan buruknya. Rupanya Zoey mengikuti gerakan itu dari Jung Woo (plagiat dong, bukan karya sendiri hehe), berarti Zoey tak pernah melupakan Jung Woo sejak dulu. Sedetikpun! Harry sakit hati.
Zoey pulang dengan berjalan mengendap2 dan menyembunyikan sepatu dibelakang tubuhnya karena melihat Harry tertidur disofa sambil mendengar lagu di earphone. Zoey mendekat dan melakukan gerakan tangan, tapi Harry langsung menggengam tangannya. Harry pura2 terbangun gara2 bau mulut Zoey. Harry bertanya kemana Zoey pergi seharian? Zoey hanya menjawab jalan2 saja karena besok ia harus kembali ke prancis. Harry pun bilang kalo Zoey belum bisa kemana2 sekarang. ia memeluk Zoey dari belakang, mengajak Zoey ke rumah clientnya besok. Zoey masuk kekamar dg memeluk sepatu di dalam mantelnya. Ia menaruh sepatu itu ke dalam lemari yg juga menyimpan mantel milik Jung Woo.
Atasan menyuruh Jung Woo mencari senior u/segera menemukan IP yg digunakan pelaku. Ia menelpon senior yg ternyata sedang berada di rumah Zoey, membahas soal foto2 wanita yg ke atm, yg dicurigai. Jung Woo melarangnya u/memperlihatkan foto2 itu, bisa menakuti Zoey. Senior mengerjai Jung Woo dengan bertanya pada Zoey, “apa aku menakutimu?” “Apa aku mengatakan kalau aku sedang bicara dengan Jung Woo?” Jung Woo ngamuk2 “Hyung apa yg kau lakukan!” senior memberikan hp itu pada Zoey, Jung Woo terdiam mendengar suara Zoey. Zoey hanya berkata, tolong temukan pembunuh sesungguhnya. Jung Woo sebenarnya ingin bilang kalau Zoey jangan kembali ke prancis, tapi ia gak bisa ngomong.
Sebelum pulang, Zoey mengungkapkan pendapatnya kalo pelaku yg difoto itu sepertinya bukan wanita muda, dilihat dari cara berpakaian dan cara jalannya. Ketika Jung Woo asik meneliti foto dimana ada yg berwarna putih2 di tangan pelaku sebelah kiri, senior mengganggunya. Ia bilang akan memberikan sesuatu jika dipinjami uang. Sesuatu itu adalah jaket Jung woo yg dipinjamkan u/ Zoey dulu. Saat memakai jaket itu, Jung Woo menemukan sesuatu di kantongnya, sebutir kancing hitam. Senior tau kancing itu “Oh, itu… hujan, tidak, hujan, tidak…” Zoey ternyata tidak pernah membuang kancing itu. Senior juga bilang ttg dugaan Zoey ttg wanita tua pelaku itu. Atasan dan rekan2 datang, mereka telah menemukan IP yg rupanya dari komputernya Jung Woo. Mereka memeriksa cctv ruangan mereka, tetapi rupanya mati di jam2 tersebut, tapi cctv lainnya menyala. Mereka akan memeriksa siapa saja yg berkeliaran di jam2 itu, dan dugaan adl wanita, atau pria kuntet.
Zoey dan Harry berada di kediaman Han Tae Joon (papa Jung Woo) yg merupakan clien yg dimaksud Harry. Zoey kaget, rupanya Hwang Mi Ran adl istri clien Harry. Harry bertanya, apakah Zoey merasa tak nyaman? Kalau tidak, pulang saja. Tapi waktu suami istri Han muncul, Zoey pun memasang tampang sopan. Di sepanjang makan, hanya Miran yg ngoceh, suaminya tampak tak peduli dg istrinya, membuat Harry sedikit mengkritik sikapnya itu. Tae Joon marah karena Harry tidak sopan sama orang tua (my dongsaeng, kamu sekarang lagi di Asia yg menjunjung tinggi kesopanan,ya..). Harry pun pura2 salting, beralasan ia hanya ingin lebih akrab, tapi tak tahu caranya berteman dg baik.
Di ruang kerja Tae Joon, mereka membicarakan ttg investasi kesepakatan mereka. Tae Joon masih penasaran kenapa kaki harry bisa begitu? “Anda lupa? Ini semua kan karena anda.” Direktur Nam mulai ketar-ketir karena tau apa maksud Harry sesungguhnya, yaitu digigit anjing waktu kecil dikejar2 dulu. Tapi Harry menyambung kalau kaki itu terkilir waktu naik sepeda dan hampir nyerempet Tae Joon. Sementara para wanita diluar, juga ada Ah Reum yg nimbrung. Zoey meminta agar baju2 tiruan karyanya segera dicopot dari butik Miran. Miran pun minta maaf dan akan segera mencopotnya, tapi jangan bilang2 suaminya. Ah Reum berdiri karena merasa kesal dg mamanya, tapi ia memuji baju2 Zoey yg bagus2. Lalu ia kedapur dan berteriak pada pembantu u/membuatkan makanan u/ Jung Woo-oppa. Keterkejutan Zoey dilihat o/ Miran. Ia pun ingat waktu Jung Woo mengancamnya agar tidak mengganggu Zoey, ia pun tanya, apa Zoey kenal detektif Han Jung Woo? Zoey tak bisa jawab, untung Harry keluar dan mereka pun pulang.
Jung Woo menerima fax gambar cctv. Dan di gambar itu ada wajah bibi office girl. Dengan berat hati Jung woo menyuruh bibi untuk jangan pulang dulu, harus diinterogasi dulu, tapi bibi menolak, karena hari ini putrinya, Bo Ra, pulang dan ingin makan malam dirumah. Bo Ra bisa ngamuk melebihi kepala polisi. Jung woo pun langsung menanyakan apa yg bibi lakukan pada jam itu? Bibi bilang hari sebelumnya polisi menangkap gangster, jadi keesokan paginya bibi datang lebih pagi u/membersihkan segala kekacauan yg terjadi, dan setelah itu, Jung woo mengikatkan perban di tangannya. Saat Jung woo bertanya2 pada polwan, ia teringat perban di tangan bibi sama dg kain putih di foto, juga dugaan Zoey bahwa pelakunya adl wanita tua.
Harry dan Zoey di dalam mobil bergandengan tangan. Tapi… ups, ada kambing congek di belakang. Ah Reum ‘nunut’ mobil mereka u/ ke kantor polisi mengantarkan bekal. Ia merasa gak enak sudah mengganggu. Tapi Harry tak mau membiarkan Ah Reum pergi sendirian malam2, karena Zoey tidak akan membiarkannya. Ah Reum bertanya, apa mereka akan menikah? Kalau nggak, dia mau jadi pacarnya Harry, soalnya Harry tipenya banget. Harry menggoda Zoey, bahwa ia memang masih populer diantara gadis2. Lalu alarm Zoey bunyi, Ah Reum mengenal ringtone itu, sama dg ringtone-nya oppa. Sampai di kantor, Ah Reum bilang kalau ada apa2 ttg masalah hukum, hubungi saja oppa-nya, Han Jung Woo. Zoey kaget, dugaannya benar. Tapi tampaknya Harry tidak kaget. Zoey marah karena Harry sudah tau semuanya dan diam saja, bahkan membawanya masuk ke rumah Jung Woo. Zoey ngambek dan mengurung diri dikamar, Harry terus menggedor pintunya, minta maap.
Alarm Jung Woo juga bunyi, tapi langsung dimatikan karena ada hal yg lebih penting. Ia mengejar bibi yg sudah mau pergi. ia menelpon senior u/menyelidiki soal bibi. Ia terus mengikuti bibi. Hpnya bunyi, telpon dari Ah Reum. Jung Woo segera sembunyi dan mematikannya. Saat ia berbalik, bibi sudah menghilang. ia membuka hpnya, tiba2 bibi memanggilnya. Jung woo pun mengaku kalau ia mengikuti bibi karena u/menjemput bibi. Semua orang harus diinterogasi. Bibi pun mau nurut tapi ia harus masak dulu u/ Bo Ra. Ia mengajak Jung Woo masuk. Awalnya Jung Woo ragu, tapi ia pun masuk. Bibi melihat wallpapernya robek, ia menyuruh Jung Woo mengambilkan lakban di laci. Jung woo ragu2 nunduk dan menemukan keranjang berisi seragam smp dengan nama Choi Bo Ra. Bibi bilang bukan disitu, tapi di laci satunya. Jung Woo mulai waspada dg menggenggam borgol. Ia membuka Laci kedua… ada lakban dan tali merah…
Jung Woo menoleh dan… zzzzzttttt…. Ia diestrum…

To Be Continue…

Notes:
Ahhhhh… Ahjummaaaaa… waeyo????
Jangan2 anaknya ahjumma yg bernama Bo Ra itu juga diperkosa sama Kang Sang Deuk, makanya dia membunuhnya. Lalu bagaimana nasib Jung Woo? Apa dia akan mati? Tapi kalau mati, berarti ceritanya tamat di episode 11 dong, bukan 21…

Yg masih bikin aku penasaran, alarm Zoey dan Jung woo itu, maksudnya apa ya? Kayaknya waktu masa kecil nggak ada alarm dan lagu favorit itu? hm… mungkin akan kita dapat jawabannya nanti.

Gambar:
www.dramaku.com
http://www.kutudrama.com
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar