Quotes

"Write is my World"

Minggu, 20 Januari 2013

Arang and The Magistrate 6-10

Selain menemukan binyeo ibu, Eun Ho juga menemukan sebuah lubang yg isinya tulang belulang. Ia mengorek2 tulang itu, takut kalau menemukan tulang ibunya. Akhirnya ia menyuruh orang2 mengangkut semua tulang itu ke kantor. Sementara itu di langit, Moo Young melaporkan ttg pencarian roh2 yg menghilang dan kematian manusia yg tidak sesuai dg takdir selama hampir 400 tahun. Sementara itu, Arang bingung dg keadaan dirinya, kenapa lukanya bisa sembuh total tanpa bekas, Padahal pisaunya nusuk jantung. Ia pun mencoba menusuk lengannya. Berdarah, tapi lama2 darah dan luka robeknya menghilang. Mulus. "Aku ini apa???"
http://2.bp.blogspot.com/-vMjc5x4w6_Y/UEFjwO-V93I/AAAAAAAAnU4/FiRkNWCWxTE/s1600/onew+%252810%2529.jpg
Eun Ho pulang dan memaksa Arang u/kembali ke gubuk itu karena dia menemukan binyeo, pasti Arang matinya disana. Siapa tahu dia bisa ingat, tapi Arang gak mau, dia takut. Tapi akhirnya ia pun kembali kesana, tidur di meja. Tidak terjadi apapun. Tapi tiba2 ia jatuh dan ada kilasan ingatan, ia menarik binyeo dari rambut seseorang. Hanya itu. Ia pun lari u/memberitahu Eun Ho. Walaupun sedikit, info itu cukup berguna. Sementara itu Joo Wal yg awalnya mau membunuh Eun Ho karena dikira Eun Ho yg mencuri mayat Arang dan sudah menemukan kuburan yg selama ini disembunyikan, kaget melihat Arang yg masih hidup. Saat Arang dan Eun Ho mau pulang, mereka berpapasan dg Joo Wal (yg udah ganti baju). Ia pura2 baru tahu kalau Arang adl cewek, dikira cowok petugas. Setelah mereka pergi, Joo Wal ketakutan, Kesalahan apa yg ia perbuat? apa yg harus ia katakan pada Shaman (ibu Eun ho).
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 6
Paginya, Arang baru sadar kalau sisa hidupnya tinggal 2 purnama lagi. Ia protes pada Raja langit yg memberi waktu begitu singkat. Ia mencari Eun Ho, bertanya pada 3 pejabat, tapi mereka tidak tahu. Lalu Dol Soe lewat, Arang bertanya tapi malah dimarahi, tapi Dol Soe tetap nyeletuk tentang kuburan. trio pejabat berencana u/membunuh Eun Ho dg menyamarkannya sbg kecelakaan. Dol Soe keluar dari kantor dan jalan di pasar. Di pasar, Bang Wool berdoa, kalau ia ketemu Dol Soe tiga kali, berarti jodoh. Dan hari ini, mereka ketemu lagi. Dol Soe minta jimat mengusir cewek, Bang Wool tanya apa saja yg sudah diberikan Dol Soe pada cewek itu, kalau cinta aja mudah, tapi kalau lebih agak susah. Dol Soe tersinggung, ia mengguncang2 tubuh Bang Wool sampai Bang Wool mengambil tutup panci dan memukul kepala Dol Soe dan kabur.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 6
Eun Ho sudah sampai di kuburan dan menemukan kain2 hitam bertuliskan jimat disegala penjuru mata angin. Mata Shaman yg tertutup tiba2 terbuka, ia seperti merasakan sesuatu yg tdk beres, sementara sebuah bola kristal di langit yg berisi roh2 manusia yg terkurung dan tdk teridentifikasi mulai retak. Terakhir, kain itu terikat di dahan pohon yg menjorok ke jurang (waktu masangnya gimana ya, terbang kali ya). Eun Ho susah payah manjat dan ngambil, sementara 3 pejabat sembunyi di semak2, salah satu dari mereka ngendap2 u/mendorong bokong Eun Ho, tapi sebelum nyentuh bokong, Eun Ho sudah jatuh duluan setelah menarik kain itu. Orang itu ketakutan, berusaha meyakinkan 2 temannya kalau bukan dia yg dorong. "Iya, memang bukan kamu," kata mereka berusaha menghibur karena mereka pikir teman mereka itu rada2 trauma habis bunuh orang.Di langit, bola kristal pecah dan roh2 pun bebas.Shaman memarahi Joo Wal yg gagal (membunuh Eun Ho), tapi Joo Wal malah minta maaf karena Arang masih hidup. Shaman pun kaget dg kenyataan ini.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 6
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 7
Arang mencari2 Eun Ho, malah ketemu sama Moo Young yg mengecek kuburan. Ia menyentuh kain hitam "Moo Yeon, ini bukan kau kan???" Arang menemukan Eun Ho sudah terkapar di batu undakan ditengah2 jurang (belum sampai ke dasar maksudnya). Arang mengambil tali2 pembatas (police line), mengikatkan di pohon dan mulai turun, tapi ia kepleset dan hampir jatuh, untung tangan Eun Ho cepat menangkap tangannya, padahal tangan itu yg terluka "Kau mau menyelamatkanku atau membunuhku, huh?" Arang membebat lengan Eun Ho yg berdarah, lalu tanya apa yg harus ia lakukan? Eun Ho bilang terjun saja. Mungkin akan mati sebentar, tapi setelah sadar, Arang harus mencari bantuan. Arang mau terjun, tapi rupanya Eun ho tadi cuma asal ngomong, "Kalau menunggumu aku pasti sudah mati duluan." Arang lalu melihat gua, ia menyeret Eun Ho masuk ke gua. Tubuh Eun Ho menggigil, tapi tak ada api, ia pun memeluk Eun Ho u/menghangatkan. Eun Ho bilang tdk ada gunanya, tubuh arang sama sekali gak hangat. Arang pun pergi mencari sesuatu u/bikin api. "Aish, akan lebih baik kau diam saja disini, karna kalau kau bergerak, pasti ada hal sial yg terjadi." Arang bertemu dg seorang bapak yg mengaku kalau ia adl tabib. Ia mendatangi Eun Ho, tapi tiba2 orang itu jadi aneh, seperti berantem dg diri sendiri. Rupanya ia mau memakan hati Eun Ho dan Arang. Eun Ho berusaha memukul orang itu, tapi karena fisiknya lemah, ia pun kalah. Ia menusukkan tangannya ke perut Arang, tapi ia merasakan sebuah keanehan, "Wah, kau bukan manusia, juga bukan hantu. Kau dalam masalah, Nona." Ia ingin memiliki tubuh Arang, tapi Moo Young datang menebas tubuh makhluk itu dan menyedotnya. Rupanya dia adl jiwa yg tersegel terlalu lama dan jadi iblis.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 7
Besok paginya, pintu gua tiba2 goncang, mereka lari kembali ke mulut goa tempat mereka masuk. Untungnya Dol Soe datang membawa tali. Eun Ho menyuruh Arang naik duluan, tapi Dol Soe menari talinya. Jadi Eun Ho yg naik duluan. Ia naik dg selamat, tapi saat Arang yg naik, talinya bergesek2 dg batu dan akhirnya ia jatuh sampai ke dasar dan nyemplung ke sungai. Eun Ho panik dan mau berlari menyelamatkan Arang, tapi ia pingsan duluan. Sementara itu, Shaman memutuskan agar Joo Wal pedekate ke Arang. Shaman menginginkan sesuatu yg dimiliki oleh Arang. Setelah Joo Wal pergi, Shaman memasuki pondok hijaunya. Rupanya lantainya bisa terbuka sendiri dan ada ruang bawah tananhnya. Ia menghadap di dua periuk dan membukanya, keluarlah 2 orang yg mirip grim ripper tapi bajunya merah marun. Ia menyuruh mereka u/siap2 karena segel di kuburan sudah terbuka.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 7
Tuan Choi menyuruh anak buahnya mencari tau ttg Eun Ho. Info yg didapatkan adl Eun Ho adl keturunan separuh budak (ayah bangsawan, ibu budak). Ia pun lega karena bisa menjatuhkannya dg status itu. Sementara Joo Wal mendatangi kantor, tapi 3 pejabat bilang Eun Ho dan Arang menghilang. tiba2 Dol Soe datang memanggul Eun Ho, menyuruh mereka mencari tabib dan mencari Arang yg jatuh ke jurang. Joo Wal yg mendengar itu langsung mencari Arang. Arang terseret arus ke tepi sungai. Perlahan ia mulai sadar saat Joo Wal datang. Ia pura2 sedang kebetulan lewat dan melihat Arang terkapar. Arang bangkit, tapi ia terhuyung. akhirnya Joo Wal menaikkannya di atas kuda. Arang bersandar di dada Joo Wal, tidur.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpUSD-wxCQjUKWyQ9KrOE1OzgDQ6U1VuadNNmcTrXJLhXE3eQVD8t3Sx3dOcj3s71BYijJqom4Z5uW1TiVBZN9x9ZVFRVV7O_ZyvJR3DIJTzTUTLPkyEZZtqeaOLpvXcXEtfpVwcZV02E6/s1600/Arang+and+the+Magistrate+Episode+8.jpg
Eun Ho sadar, hal pertama yg terucap adl "Arang" Ia bangun dan berjalan ke kudanya, Dol Soe sudah menghalangi dan bilang mereka akan menemukan mayatnya, tapi Eun Ho tidak mendengarkan dan tetap pergi. Dol Soe mengejar sampai ke pasar, ia berhenti melihat Bang Wool yang mau makan kimchi. Perlahan ia menghampiri dan menghapus noda kimchi di bibir Bang Wool. Malu2, Dol Soe pun pergi sambil memukul kepala, "Aish apa yg telah kulakukan??" Eun Ho sampai ditepi sungai tapi tidak menemukan Arang. Dol Soe menyusulnya dan mengajak pulang. Di kantor, Eun Ho tanya pada 3 pejabat kenapa belum ada warga yg mengambil tulang belulang itu, mereka bilang kalo mungkin mayat itu bukan dari Miryang, karena kuburan itu sudah ada sebelum Miryang dibangun. Tapi sebenarnya adl karena warga takut pada tuan Choi yg tidak suka ada kegemparan.
Shaman menempelkan kertas jimat di gagang pedang, lalu membuka guci iblis. Mereka pergi membawa pedang itu. Di hutan, ada ibu dan anak yg dikejar2 penjahat. Lalu si ibu mendorong orang itu hingga terhantuk batu dan mati. Ibu itu juga mati tertusuk golok orang itu. Si anak menangisi kematian ibu. Ibu dan penjahat jadi hantu. Grim ripper mengikat mereka dg tali merah,tiba2 talinya diputus o/dua iblis. mereka menebas grim ripper dan hantu ibu, lalu membawa hantu penjahat pergi. Mereka dihalangi grim ripper lain, tapi kewalahan hingga Moo Young pun turun tangan. Ia berhasil menebas salah satunya tapi satunya berhasil kabur bersama hantu penjahat. Raja neraka marah karena iblis itu berani2nya menyentuh malaikat mautnya. Moo Young terus bertanya pada Raja Surga ttg siapa sebenarnya iblis yg mereka kejar2 itu? Dan apakah Arang ada hubungannya dg iblis itu? tapi Raja Surga tak menjawabnya, pokoknya tangkap saja.
Arang terbangun di kamar yg bukan kamarnya. Rupanya ia ada di rumah Joo Wal. Ia berkeliling rumah yg sepi, bahkan hantu penunggu rumah pun gak ada. Ia berjalan menaiki undak2an/tangga batu dan melihat ada dua bambu di kiri dan kanan jalan. ia hendak menyentuh tulisan aneh di bambu itu, tanpa disadarinya tulisan  itu menyala merah. "HEI!!!" Tuan Choi membentaknya dan mendorongnya dg kasar, "Siapa kau, apa yg kau lakukan! berani2nya kau menginjak tempat ini!" "Dia tamuku," kata Joo Wal yang tiba2 muncul dan membawa Arang pergi, tapi Choi menahannya. Joo Wal takut jika ketahuan Shaman, ia berbisik pada Choi, "Sekarang bukan saatnya melakukan hal ini. Kau lupa dg apa yg terjadi pada istrimu ketika ia menginjak tempat ini?" Choi pun melepasnya. Tapi Shaman sudah bisa merasakan kehadiran gadis incarannya. Diluar, Joo Wal minta maaf atas perlakuan ayahnya, ayah lagi bad mood. Arang akan pulang u/menghukum Eun Ho, ia juga tak mau diberikan baju ganti karena Eun Ho yg harus bertanggung jawab. Tapi sebelum pulang, Arang melihat saung dibelakang rumah Joo Wal. Tiba2 ia ingat waktu melihat tunangan Seol Im bersama Eun Ho. Jadi Joo Wal adl tunangan Seol Im. Arang deg2an, ia tanya sekali lagi, apa Joo Wal pernah bertemu dgnya sebelumnya? "Tentu, aku memberikan pundak dan kamarku untukmu. Kita bertemu dipemakaman putri mantan hakim." Sementara Eun Ho mencari2 Arang, malah menemukan kuburan masal itu ditutup.

Arang pergi, tapi tdk pulang. Ia ke tepi sungai lagi, ngomel2 bagaimana bisa Joo Wal tidak ingat pada wajah tunangannya sendiri. "Apa ini kantor?" Joo Wal mengagetkan Arang. Joo Wal ternyata mengikuti Arang karena khawatir. Ia kaget melihat Arang menangis dan menawarkan u/diantar pulang, tapi Arang gak mau. Ia terus berjalan sedangkan Joo Wal terus mengikutinya dari belakang. Arang ngomel karena sikap seenaknya Joo Wal mirip seseorang, Joo Wal menebak kalau orang itu adl Hakim. Arang kaget dg kenyataan bahwa dua cowok itu sudah saling kenal. "Apa yg kau lakukan!!!" teriak Eun Ho. Ia turun dari kuda menghampiri dg berapi2. Joo Wal mencoba menjelaskan kalau sebenarnya dia sudah mau mengantarkan pulang tetapi sesuatu terjadi sehingga agak lama pulangnya. Ia pun pamit pulang. 3 Pejabat sedang berdiskusi bisik2 "Kalau dia tanya dimana semua itu, bilang saja semuanya dicuri. Dia sudah tidak bisa berpikir dg baik lagi setelah gadis itu mati." Tiba2 gadis yg mereka bicarakan melintas dg cepat melewati mereka. "Oh, apa itu? Hantu atau manusia?" lalu Eun Ho lewat, diikuti dg Dol Soe dibelakangnya.
Arang dan Eun Ho bertengkar di depan kamar Arang, sedangkan 3 pejabat dan Dol Soe mengintip dari jauh. "Ini aneh... dia bukan manusia!" gumam Dol Soe. Arang masuk kamar dan membanting pintu. Eun Ho kesal, memanggil para pejabat. Mereka mengaku kalau hanya mengikuti kata2 tuan Choi. "Jadi Tuan Choi yg menutup kuburan?" mereka tak mengerti maksud Eun Ho (gak nyambung), karena maksud mereka adl menyingkirkan mayat2. Tiba2 ada yg berteriak kalo semua mayat dan barang2nya sudah dibakar. Eun Ho ngamuk, kenapa mereka yg anak buahnya mengikuti perintah Choi, bukan dirinya? "Di Miryang semua berbeda. Perkataan Tuan Choi adalah hukum. Kalau saja tuan Hakim bukan anak Tuan Kim, pasti dari dulu sudah disingkirkan." Eun Ho memerintahkan mereka u/memanggil Tuan Choi ke kantor, setrika'in baju dinasnya sampe licin!
Shaman bertanya kenapa Joo Wal tidak mengijinkannya bertemu gadis itu? Joo Wal minta maaf karena belum berhasil menyelesaikan misi. Shaman pun mengungkapkan yg sebenarnya, bahwa ia tertarik pada Arang karena Arang tidak bisa mati. Ia ingin memakai jasad anak itu agar bisa hidup kekal, kalau berhasil, Joo Wal sudah tidak perlu membunuh gadis2 suci di malam purnama lagi. Joo Wal takut dicampakkan setelah semuanya selesai. Shaman membelai pipi Joo Wal, "Bagaimana mungkin seorang ibu membuang anaknya? Jika semuanya sudah selesai, kau boleh memanggilku ibu." Joo Wal pun langsung menurut. Joo Wal tdk perlu melakukan apapun, cukup mendekatinya saja, jadikan pacar, tapi tinggalkan perasaannya (jangan jatuh cinta beneran).
Eun Ho sudah siap dg seragam dinasnya (keren!!!) sedangkan Arang keluar dari kamarnya sambil ngomel2 karena dia cuman dikasih satu setel baju aja dan baju ini sudah kotor berdarah2. Tiba2 ia dikejutkan dg Joo Wal yg sudah berdiri sambil tersenyum manis di depan kamarnya. Ia mengajak Arang jalan2. Arang hendak menolak, tapi ia melihat Eun Ho mengintip dari jauh, ia pun menyetujuinya. Eun Ho kesal, apalagi melihat karpet merah digelar u/penyambutan kedatangan Tuan Choi yg mulia. Tuan Choi pun datang dan duduk berhadap2an dg Eun Ho. Tuan Choi membela diri bahwa kuburan masal itu bukan apa2, hanya kuburan masal biasa yg menguburkan korban pembantaikan yg pernah terjadi, Eun Ho gak usah lebay menangani hal sepele seperti ini, tapi Eun Ho tak percaya, ia menduga Tuan Choi menutupi sesuatu. Tuan Choi pun marah dan membukakan rahasia terdalam Eun Ho, bahwa Eun Ho itu cuman anak haram Tuan Kim dengan seorang wanita budak, cucu dari seorang pengkhianat. 3 pejabat pun kaget dg kenyataan ini, begitu juga dg Arang dan Joo Wal yg melintas didepan mereka.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 9
Arang dan Joo Wal berjalan keluar. Arang tdk mendengar perkataan Joo Wal ttg bunga yg sedang mekar, ia sibuk dg pikirannya sendiri, lalu bergumam, "Anak sah atau anak tidak sah, semua manusia sama saja. Tuan muda, kau tau maksudnya kan, ketika mati, semua manusia sama saja!" ia berbalik kembali ke kantor saat Tuan Choi masih memanas2i Eun Ho, "Kalau aku jadi kau, aku akan keluar diam2 dari sini demi martabat ayahku. Itulah yg dilakukan seorang bangsawan terhormat yg tak mungkin dipahami oleh orang rendahan sepertimu." Eun Ho sudah terbakar amarah dan hendak berteriak, tapi keduluan Arang "Hei pak tua!" Arang menjelaskan kalau anak sah dan tidak sah tak ada bedanya, bahkan Raja Surga pun tidak membuat hukum diskriminasi seperti itu. Memangnya Choi lahir dimana hingga merasa begitu berharga. Choi marah dan hendak memukul Arang, Arang malah menantang dg memberikan kepalanya. Eun Ho menangkap lengan Choi, Joo Wal menarik Arang menjauh dari Choi. Joo Wal meminta Eun Ho melepas tangan ayahnya dan ia akan membawa pulang ayahnya. Choi masih ingin marah2, tapi melihat tatapan Joo Wal, ia pun nurut dan pergi. Eun Ho memarahi Arang yg ikut campur urusannya dg Choi. Arang hanya tdk suka dg ketidakadilan. Eun Ho pun tdk membahas itu lagi, malah tanya tadi Arang mau kemana. Arang yg balas ngomel, ini semua gara2 Eun Ho hingga rencananya gagal total, apakah ia harus pergi menanyakan pada Joo Wal? Eun Ho membentak, bagaimana mungkin cewek mengejar2 cowok! Umur 7 tahun, cewek cowok itu sudah tidak boleh duduk bersama lagi. Tapi Arang salah tangkap, ia mengira Eun Ho pilih2 cewek, padahal dia kan bukan bangsawan asli (anak haram dg budak/gisaeng ga bisa jodoh dari putri bangsawan). Ups... Arang menyadari salah ngomong, tapi Eun Ho sudah kadung ngambek.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 9
Arang mengintip kamar Eun Ho karena khawatir, sudah sejak kemarin hingga tengah hari sekarang Eun Ho tdk keluar kamar. Ia melihatnya duduk sambil merem dan berpangku tangan, "Ah, pasti banyak yg dipikirkannya." Ia tidak tahu, kalau mulut Eun Ho mengeluarkan suara dengkuran (tidur sambil duduk hahha). Sementara Dol Soe membawa Bang Wool ke kantor u/mengusir hantu (Arang). Dol Soe meninggalkannya sebentar didepan kamar Arang karena ia akan mencari Arang dulu. Waktu Dol Soe pergi, Arang datang dan menyapa Bang Wool, tapi Bang Wool tdk mengenali Arang (dulu cuman denger suara, gak pernah liat orangnya). Bang Wool ingat ttg 'hantu cewek/gumiho" yg harus diusir, ia pun membentak mengusir Arang. Tapi tiba2 2 dari 3 pejabat datang mengejar2 Bang Wool yg sudah salah memilihkan hakim u/mereka. Terjadilah kejar2an, juga Dol Soe yg sudah muncul dan menangkap 2 pejabat, agar Bang Wool bisa kabur keluar dg selamat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3LFY29-2NnAltif-cgiQH4N_ChFiHjdB1SEhe4uy_wrMJUP_ufaQIszhIPcrcHpTQYyl_cXe08YeMIfZ1OPIqrznwbVlSQfPjY_vFCwQRjVyBD_yFcL8r3xRsnXckRs76MNtfzVZr8tDF/s1600/Arang+and+the+Magistrate+Episode+9.jpg
Eun Ho keluar dari kamar saat Arang mau ngintip lagi. Arang pun mengajaknya melihat bunga yg sedang mekar. Eun Ho memberikan baju ganti yg modelnya mirip dg baju sebelumnya. Arang ingin jadi bunga atau kupu2 saat reinkarnasi nanti. Eun Ho menyindir apa baru pertama kali lihat bunga? "Tidak, waktu jadi hantu, aku selalu melihatnya. Tapi ini pertama kalinya melihat bersamamu. Jadi pemandangannya berbeda," (beh, rayuan gombal neh). Arang minta buah persik karena sejak kemarin gak makan. Mereka pun pergi mencari buah sambil Eun Ho menceritakan ttg ibunya, tapi bukannya buah, mereka malah ketemu dg preman2 yg minta duit, padahal sebenarnya mereka adl suruhan Choi. Arang disuruh menyingkir ke tempat aman. Arang duduk dibatu besar sambil menonton Eun Ho berantem dg kerennya. Salah satu dari mereka menghunus belati, tapi mengenai temannya. Arwah orang itu keluar. Dari jauh, Moo Young melihat semuanya. Arang melihat 2 makhluk yg mirip grim ripper dg baju merah marun membawa arwah itu. Arang tau kalau itu bukan grim ripper, lalu mengikutinya. Eun Ho sudah selesai mengalahkan semuanya dan bingung melihat Arang menghilang. 2 makhluk itu terganggu dg Arang, menghunuskan pedang. Untung Moo Young datang dan tak lama Eun Ho juga bergabung. Moo Young menebas dg pedang, Eun Ho menebas dg kipas. Arang dan Moo Young terpana melihat kipas itu. Tapi Moo Young lebih terpana pada ukiran di kipas itu. Arang bertanya2 siapa mereka? Moo Young hanya mendesah kesal. Padahal dia sengaja memata2i mereka,dan semuanya gagal total gara2 Arang. Lalu Eun Ho giliran memarahi Arang yg selalu saja bergerak. "Jangan buat aku mencemaskanmu!" Arang terkejut dg pernyataan itu. Ia terus memikirkannya sampai di kamar. Kayaknya
sudah mulai tumbuh benih2 cinta^^
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 9
Kendi di hadapan Shaman pecah. Ia tahu ini pasti perbuatan Moo Young. Tapi ia tak khawatir karena masih punya banyak kendi hantu lagi. Ia berdiri didepan cermin buram yg menampilkan wajah seorang wanita muda yg cantik, tampaknya itu wajah aslinya. Besok paginya, Eun Ho mencoba menjelaskan ttg maksud dari kata 'mencemaskan', tapi Arang berspekulasi kalau Arang gak ada, maka gak bisa ketemu ibu, jadi Arang harus selamat dulu. Eun Ho pun lega karna tak harus membohongi perasaannya. Lalu Eun Ho mengajaknya latihan beladiri untuk emngurangi kecemasannya. Tapi Arang sudah bisa beladiri karena sejak jadi hantu, ia selalu berkelahi u/bisa bertahan didunia, malah Eun Ho yg tertendang barang berharganya hahah... Eun Ho menyuruh Arang berbalik, bagaimana jika Arang dibekap dari belakang? Tapi sebelum Eun Ho membekap, Arang sudah berbalik. Mereka jadi berhadap2an dan sangat dekat. Pemandangan itu dilihat o/Dol Soe dari semak2
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 9
Seorang bapak dipukuli o/anak buah Choi. Diluar rumah, anak dari bapak itu terus memohon agar melepaskan ayahnya. Ia menerobos masuk dan memeluk kaki Choi, tapi pelayan pribadi Joo Wal menarik anak itu dan membawanya keluar. Joo Wal mendatangi Arang lagi, tapi Eun Ho menghalangi, gak sopan cowok mendatangi cewek tanpa ijin (emangnya Eun Ho bapaknya Arang?). Tapi Arang muncul dan Joo Wal tak menggubris Eun ho, mengajaknya kencan hari ini. Eun Ho langsung menarik Arang, melarangnya pergi karena Joo Wal mencurigakan. TApi Arang tetap akan pergi. Ia ingin tanya kenapa Joo Wal tdk mengingat wajah tunangannya? Eun Ho pun membiarkan mereka pergi. Tapi Dol Soe datang memanas2i, "Mereka sangat serasi, seperti sepasang angsa." Eun Ho pun langsung menyusul, tapi ia dihalangi o/anak kecil yg memohon dikakinya, agar Tuan Hakim melepaskan ayahnya dari rumah Tuan Choi. Tapi si Tuan Hakim punya urusan lain yg lebih penting, urusan hati^^ Ia mengibas anak itu dan pergi. Tapi mendadak ia berhenti dan menoleh. Tak lama kemudian, ia sudah ada diatas kuda dg seragamnya, dituntun o/Dol Soe.
EH : Kalau terjadi sesuatu padanya, itu semua salahmu.
DS: Siapa? Arang? Memangnya apa yg bisa terjadi ketika dia bersama Tuan Muda? Menunjukkan kemesraan didepan umum?
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 9
Ternyata Arang dibawa ke tukang jahit u/dibuatkan baju, ia teringat waktu Eun Ho mengukur badannya saat ia jadi hantu. Bibi penjahit bertanya, ada apa dengan Tuan Muda? Dia tidak pernah seperti ini (membawa cewek). "Apa itu simpati? Bahkan sebuah kecemasan adalah bentuk dari sebuah cinta." Arang diam saja sambil memandangi punggung Joo Wal. Tiba2 bibi penjahit berubah jadi Eun Ho waktu mengukur lehernya. "Apa yg kau lakukan!" bentak Arang, sampe bibi kaget. Ia pun minta maaf. Lalu mereka jalan2 dipasar, Arang mengambil jajanan2 dan buah persik yg banyak tanpa ja'im, Joo Wal yg bayar semuanya.
Eun Ho dan Dol Soe di rumah Choi, Choi pun membebaskan orang itu yg sudah berdarah2. Diluar, Geo Dol (kepercayaan Choi) mengejek, "Dasar orang rendahan." Dia mendapatkan bogem mentah dari hasil ocehannya itu. Lalu Choi pun menendang punggungnya "Ini semua gara2 kau!" Dol Soe menjelaskan orang tadi punya utang banyak yg tak terbayar, makanya dihajar. Selama ini para warga berdiri didepan kantor u/meminta bantuan Eun Ho, tapi entah takut pada Eun Ho atau Choi, mereka cuman berdiri tanpa bilang apa2. Eun Ho pun menyuruh Dol Soe menyebar pengumuman. Tak lama kemudian, tampak kantor hakim penuh warga yg membawa keluar bahan2 makanan yg masih baik keadaannya. 3 pejabat terbengong2 melihat gudang makanan yg sudah kosong melompong. Dol Soe yg menutup gudang hanya bilang ini perintah Hakim. Rupanya itu adl gudangnya Tuan Choi. Mereka mengungkit, bagaimana mungkin hakim yg merupakan keturunan budak melakukan hal ini? Lagipula Dol Soe hanyalah pelayan dari seorang budak (servant of the servant). Dol Soe emosi dan mencengkram kerah yg bicara begitu, sementara Eun Ho hanya menatap mereka tajam dan pergi. Dol Soe menghajar mereka, "Kalian tau apa yg paling kubenci didunia ini? Kata "Pelayan dari Budak!!" Kalian boleh sesuka hati menghina tuanku, tapi jangan menghinaku!" Waktu kecil dia juga pernah dijuluki seperti itu o/dan ia melawan. Eun Ho pergi dg kudanya, mengingat semua hal buruk yg selalu menimpanya yg berhub dg statusnya.
Sampai malam, Arang dan Joo Wal masih jalan2. Dan Arang terus saja mengunyah. Seorang pengemis mendekatinya, minta makan. Arang mencomot sebuah kue, menyodorkannya. Pengemis itu mau mengambil, tapi Arang menarik tangannya, menyodorkan ke sebelah pengemis. Tidak ada siapa2, tapi cuman Arang yg melihatnya. Hantu. Hantu itu menunjuk hidungnya, Arang mengangguk. Hantu itu mencomot dan makan, barulah Arang memberikan pada pengemis yang langsung mengambilnya dg cepat dan memakannya, lalu pergi. Hantu itu juga pergi sambil melambaikan tangan pada Arang. Joo Wal cuman bisa bengong melihat tingkah aneh Arang. Ia heran, Arang suka makan. Arang bilang waktu itu(jadi hantu), ia bahkan tidak bisa kenyang walaupun terus makan. Joo Wal tak mengerti, Arang pun merasa salah ngomong dan merubah omongannya. Lalu ia mengingat Eun Ho, apakah dia sudah makan?Jangan2 pingsan! Joo Wal hanya diam, mungkin dalam hati ngedumel "Nih cewek ngomongin cowok lain waktu kencan sama gue!"
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 10
Saat pulang, mereka berpapasan dg Eun Ho yg sudah lemes diatas kuda. Eun Ho mengulurkan tangannya pada Arang yg langsung disambut. Arang naik ke belakang Eun Ho dan pamitan pada Joo Wal. Tapi bukannya pulang, mereka jalan2 di padang rumput. Eun Ho tanya apakah Arang sudah menanyakan yg ingin ditanyakan? Arang bilang belum karena merasa tak enak udah dibikinin baju. Ia merasa Joo Wal menyukainya karena dibikinin baju. Eun Ho mencemooh, Joo Wal pasti punya niat buruk. Ia hanya tak ingin Arang datang sambil menangis gara2 itu. "Hakim, kenapa kau mencemaskanku? kau menyukaiku?" Telak! Eun Ho speachless. "Jangan menyukaiku. Hidupku hanya tinggal 2 bulan purnama saja. Jika waktuku habis dan belum menemukan kebenaran kematianku, aku akan ke neraka. Tapi kalau aku berhasil, aku akan ke surga." Eun Ho shock. Arang berbalik pergi, Eun Ho mengejarnya,menarik lengannya, "Kenapa baru bilang sekarang!"
Dol Soe dan Bang Wool duduk berduaan dg canggung. Dol Soe sekarang berbicara sopan, Bang Wool tanya kenapa, Dol Soe tergagap "sejak... itu... bibirmu..." Bang Wool langsung berdiri dan akan pergi, tapi Dol Soe menghalangi dg akan memberikan sisa bahan makanan. Bang Wool keluar kantor, tapi berbalik lagi karena bukunya ketinggalan. Dol Soe menunggu diluar waktu Eun ho dan Arang datang. Eun Ho turun dari kuda tanpa membantu Arang turun. Ia berpapasan dg Bang Wool yg merasa pernah melihat wajah cowok itu. Lalu ia mendengar Dol Soe bertengkar mulut dg Arang, tapi dikira Bang Wool lagi mesra2an. Saat Arang bilang "Ah, molla! (gak tahu!)" Bang Wool merasa pernah dengar suara itu dan terus memikirkannya. Sementara itu, Raja Surga yg ganjen lagi asik ngegodain bidadarinya yg tdk terpengaruh rayuan gombalnya. Lalu Raja Neraka datang, frustrasi, kapan mereka akan bilang ke Moo Young kalau iblis itu adl Moo Yeon? Raja Surga bilang bahwa masih belum saatnya jika iblis itu masih jadi manusia. Raja Neraka merasa rencana Raja Surga sudah berantakan, apalagi Arang sampai sekarang belum selesai dg misinya. Tapi Raja Surga merasa Arang sudah melakukan tugasnya dg baik.
Eun Ho membawa Arang ke penjahit yg sama dg yg kemarin, sampai si Bibi bingung, kenapa cewek ini bisa menggaet dua cowok ganteng yg sama2 menggunakan jasanya. Eun Ho bahkan membayar lebih agar Bibi memusnahkan baju yg dipesan Joo Wal kemarin. Eun Ho mengajaknya pergi, arang terus bertanya kemana mereka akan pergi, Eun Ho cuma bilang ke surga. Dan mereka benar2 merasa seperti di surga, dg padang rumput dan bunga2 yg indah. Mereka duduk berdua. Eun Ho menceritakan asal usul dia bisa melihat hantu, waktu dia kecil, dia sakit keras dan hampir mati. tapi setelah sembuh, dia bisa melihat hantu.Lalu tersebar rumor bahwa ana seorang anak keturunan budak yg diperbudak hantu. Untungnya dia punya ayah yg berkuasa sehingga rumor itu pun menghilang.
Arang: "Apakah itu rasanya punya ayah? Ayah menyingkirkan hal buruk dari anaknya. Tapi kenapa ayah Seol Im tidak melakukan hal itu, membiarkan putrinya dengan rumor buruk selama 3 tahun?"
Eun Ho tdk bisa menjawab hal itu.
Arang: Apa yg akan kau lakukan setelah bertemu ibumu?
Eun Ho: Aku akan tanya, apa arti diriku baginya? setelah itu kami akan hidup berdua dengan bahagia.
Arang: Saat itu, aku mungkin sudah di surga.
Eun Ho: Pasti, kau pasti akan ke surga.
Mereka tersenyum bersama.
Sinopsis Arang and the Magistrate Episode 10
gambar:
http://www.pelangidrama.net/2012/10/sinopsis-k-drama-arang-and-magistrate.html
http://recap-koreandrama.blogspot.com/2012/08/sinopsis-arang-and-magistrate-episode-6.html
http://www.pelangidrama.net/2012/10/sinopsis-k-drama-arang-and-magistrate_7025.html
http://www.pelangidrama.net/2012/10/sinopsis-k-drama-arang-and-magistrate_17.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar