Seorang pria muda bernama Kim Eun Ho bersama kacungnya, Dol
Soe, melintasi hutan belantara di malam buta, untuk mencari ibu Eun Ho yg
menghilang sejak 3 th yg lalu. Sementara itu, di hutan yg sama, seorang gadis
berlari2. Ia juga bisa terbang. Ia adl Arang, seorang hantu perawan
(kuntilanaknya Korea hehe). Ia kesal ditinggal o/grup hantu lainnya waktu nyari
makan dan berantem dg ketua geng hantu. Tiba2 jaring turun dari langit,
membekukan hantu yg tertangkap. Arang sempat menghindar. Lalu pasukan grim
ripper turun dari langit, menangkap hantu2. Arang kabur. Ketua grim ripper, Mu
Young, mengejar Arang. Mereka melintasi dua orang manusia. Salah satunya bisa
melihat mereka, yaitu Eun Ho, tapi ia pura2 tidak melihat. Mu Young baru
berhenti setelah Arang melemparkan biji buah persik. Tapi tangan Arang pun jadi
terluka. Ia berteriak sambil menantang langit “Hei kakek tua!!!”
Di negeri langit, Raja Surga dan Raja Neraka bermain Igo yg
papannya digenangi air. Raja Surga bersin sambil korek kuping, merasa
di’rasani’. Permainan dimenangkan o/Raja
Surga. Raja Neraka ngomel frustrasi. Raja surga menyiram tanaman yg berada
dipunggung domba, lalu Hujan turun dengan lebatnya di atas bumi. Eun Ho dan Dol
Soe berteduh di sebuah gubuk. Dol Soe tidur duluan sedangkan Eun Ho mengingat
ibunya, saat ia memberikan sebuah binyeo u/ibu dan ingin tinggal dengan ibu,
ibu mengusirnya. Ibu menyuruhnya tinggal dg ayah yg seorang bangsawan, karena
ibunya adl budak. Beberapa hari kemudian, ibunya menghilang. Sementara itu,
Arang kehujanan dan masuk ke gubuk itu. ia melepaskan baju atasnya, membuat Eun
Ho terpaku membeku. Tiba2 Arang membalas tatapan Eun Ho, lalu menutup dadanya
yg terbuka. Arang merasa manusia ini bisa melihatnya, tapi Eun Ho pura2 tidak
melihat, juga pura2 tdk mendengar saat Arang terus ngoceh, tentang kematiannya
yg aneh. Saat ia membuka mata, ia sudah berada dihutan, dengan keadaan terikat
dan ditarik o/Mu Young. Tiba2 talinya terlepas dan ia pun kabur. Anehnya, ia
tidak ingat apapun, bahkan namanya. Eun Ho pura2 ngantuk dan tidur, Arang juga
ikut berbaring di sisinya.
Paginya, di tengah desa, seorang bangsawan lewat bersama
anaknya. Ia adl Tuan Choi, anaknya bernama Choi Joo Wal. Selama kekosongan
kekuasaan hakim di desa itu, dialah yg jadi hakim dan sewenang2 terhadap
masyarakat miskin. Eun Ho dan Dol Soe berjalan di desa itu, tiba2 Eun Ho
menghilang. Ia bertemu dg sekelompok hantu yg memohon sesuatu, tapi Eun Ho tdk
mau menolong. Dari atas atap rumah orang, Arang duduk menyaksikan, bahwa
manusia itu ternyata bisa melihat hantu. Eun Ho kerumah seseorang u/mencari
ibu, tapi tdk dapat info. Tiba2 Eun Ho menangkap tangan Arang yg ternyata
menguntitnya. Arang bersikeras u/menceritakan masalahnya, juga minta tolong
mencari ingatannya yg hilang. Eun Ho merasa sangat terganggu. Ia melemparkan
kacang2an yg ditakuti hantu, tapi kacang itu melewati kepala Arang. Arang
marah, ia hanya ingin mencari ingatannya. “Itu bukan urusanku, urus saja ke
kantor hakim!” Tapi hakimnya gak ada, selama 3 tahun tdk ada hakim, bahkan
dibuka lowongan bagi siapa saja yg mau jadi hakim tanpa melihat status sosial
dan catatan criminal.
“Jadi, jika kau menjadi hakim, kau mau menolongku?” tantang
Arang.
Eun Ho menyanggupi, karena ia pikir ia tak mungkin jadi hakim. Arang menyeringai misterius.
Arang menemui seorang Shaman, Bang Wool, yg hanya bisa
dengar suara hantu tapi tak bisa melihatnya. Bang Wool disuruh menemui petugas
hakim, berkata menemukan penglihatan ttg seorang hakim. Trio pejabat segera
menemui Eun Ho dan menculiknya. Eun Ho terbangun di sebuah kamar bagus dengan
tangan terikat dan berbalut seragam. Di luar, trio pejabat mengucapkan selamat
atas terpilih menjadi hakim. Lalu mereka berunding u/ peti mati Eun Ho, karena
sejak 3 tahun, setiap orang yg jadi hakim baru, selalu mati di malam pertama
karena diganggu hantu. Di kamar, angin berhembus dan rambut menjuntai turun
dari atap rumah.
“Turunlah dengan benar, atau aku akan menarik rambutmu dan
mengikatnya di gagang pintu,” kata Eun Ho tidak takut.
Arang, si hantu, langsung turun dg benar. Eun Ho minta
dilepas, tapi Arang tidak mau, takut dilempari kacang lagi, dan hanya akan
dilepas jika Eun Ho bersedia jadi hakim. Eun Ho pun menuduh Arang membunuh para
hakim yg tdk mau menurutinya. Arang mengelak, hakim2 itulah yg punya jantung
lemah. Dia meminum ramuan dan menampakan diri kepada hakim tapi semuanya mati
sakit jantung. Eun Ho tetap mengusirnya dg dingin.

Paginya, trio pejabat yg sudah menyiapkan peti mati terkejut
karna Eun Ho masih hidup. Lalu Dol Soe datang dan marah2, beraninya mereka
menangkap tuan muda, putra Kim Eung Boo! Mereka pun kaget dan berlutut minta
maaf, karena ayah Eun Ho adl pejabat tinggi. Sementara itu Arang makan dg Bang
Wool. Arang menyuruh Bang Wool memberinya pakaian dan aksesoris yg bagus
u/menggoda Eun Ho. Bang Wool tidak ada uang, jadi ia disuruh mencuri. Tapi
ketahuan dan akan dihukum massa, Arang menolongnya dg memukuli manusia, tapi
sebenarnya tdk boleh karena grim ripper bisa datang kalo hantu memukul manusia.
Dan benar saja, Arang dikejar Mu Young lagi. Eun Ho yg kebetulan lewat, pura2
tidak peduli. Tapi tiba2 ia melihat binyeo di kepala Arang, itu binyeo ibu. Ia
langsung menaiki kuda, mengejar Arang. Ia menarik tangan Arang duduk di atas
kuda. Mu Young berhenti setelah Arang melempar biji persik.
Eun Ho bertanya dari mana Arang mendapatkan binyeo itu.
Arang tidak ingat, karena waktu mati, binyeo itu sudah ada ditangannya. Eun Ho
pun akhirnya mau menolong Arang, karena ia merasa Arang ada hubungannya dg
Ibunya yg hilang. Mungkin setelah Arang ingat ia bisa menemukan ibu. Sementara
itu Mu Young melamun sambil memandangi bidadari. Raja surga menegur Mu Young yg
masih memikirkan adiknya, sebagai pelayan surga, mereka harus memutus masa
lalunya. Raja neraka menyinggung hantu cewek yg terus berhasil kabur dari grim
ripper terhebatnya. Raja surga berkata, ada saatnya hantu cewek itu pasti akan
kembali, karena dialah yg membuat takdir,
Eun Ho memutuskan kembali ke kantor dan menjadi hakim. Trio
petugas melapor ke Tuan Choi. Mereka tdk bisa mengutik Eun Ho karena adl putra
mantan menteri yg jabatannya lebih tinggi dari Choi. Sementara itu, Eun Ho
menggambar wajah Arang, tapi dia ngga bisa gambar hingga semua gambarnya jelek.
Ia menyewa pelukis, tapi tetap gak bisa, karena si pelukis cuma menggambarkan
apa yg dikatakan Eun Ho, kan pelukis gak bisa lihat hantu. Frustrasi, mereka
cari cara lain. Arang berkata bahwa waktu terbangun, ia merasa sakit di sekitar
dada dan punggung, mungkin ia ditusuk didaerah situ. Eun Ho ngomel, kenapa baru
blg sekarang! ia menyuruh trio pejabat membawakan buku2 kasus, tapi tdk ketemu.
Arang pergi dg sedih, lalu melihat kumpulan hantu yg menunggu makanan dari
ritual Go Soo Rae. Ia teringat waktu pertama kali jadi hantu, dia tdk kebagian
makan, lalu seorang hantu tua kasian, memberinya nasi kepal dan memberinya nama
‘Arang’. Sementara Eun Ho jalan2 di kantor, melihat sebuah bangunan yg
terkunci. Ia melompat masuk, ternyata itu adl sebuah kamar yg cewek banget.
Tiba2 ia ditegur o/seorang ibu2 tua. Kamar itu adl milik anak hakim yg terakhir,
bernama Lee Seol Im yg menghilang 3 tahun lalu. “Gotcha!” Eun Ho memberitahu
Arang ttg hal itu, juga mencari tahu pada trio pejabat. Mereka bercerita kalo
Seol Im bukan menghilang, tapi kawin lari bersama cowok dari kalangan rendah,
ayahnya frustrasi sampai mati. Seol Im mempunyai seorang tunangan.
Mereka kerumah tunangan Seol Im yg ternyata adl Joo Wal. Joo
Wal sedang melukis di balkon belakang rumah, membelakangi mereka. Tiba2 Arang
memegangi dadanya yg berdebar kencang. Ia tidak mau masuk dan memaksa Eun Ho
pergi. Joo Wal pergi ke gibang, mencari seorang gadis, tapi tdk menemukannya.
Seorang gisaeng terus menggodanya, ia marah dan menghunus pisau, membuat
gisaeng itu ketakutan. Sementara Eun Ho dan Arang minum2. Arang bersikeras
u/berdandan cantik sebelum ketemu Joo Wal, padahal tidak ada yg bisa melihat
Arang. Lalu Eun Ho menggendong Arang yg mabuk sampai ke rumah Bang Wool
u/dibuatkan baju. Ternyata Arang tdk mabuk, ia hanya mengerjai Eun Ho hehe..
Bang Wool menyuruh Eun Ho yg mengukurkan badan Arang karena dia tdk bisa
melihat. Pertama mengukur dada, Arang mengukur sendiri dan berbisik ke Bang
Wool. Tapi Bang Wool meneriaki ukurannya, Eun Ho cekikikan (maksudnya dadanya
kecil^^). Lalu Eun Ho mengukur badan Arang dg hati berdebar2. Ia sendiri bingung
kenapa bisa begini (mulai jatuh cinta sama hantu^^). Saat tidur, tiba2 ia
melihat Arang tidur di sampingnya, perlahan2 memajukan wajahnya… bibir
mendekati bibir… dan… to be continue ^^








Tidak ada komentar:
Posting Komentar