Quotes

"Write is my World"

Minggu, 13 Januari 2013

ARANG AND THE MAGISTRATE EPISODE 1-2



 
Seorang pria muda bernama Kim Eun Ho bersama kacungnya, Dol Soe, melintasi hutan belantara di malam buta, untuk mencari ibu Eun Ho yg menghilang sejak 3 th yg lalu. Sementara itu, di hutan yg sama, seorang gadis berlari2. Ia juga bisa terbang. Ia adl Arang, seorang hantu perawan (kuntilanaknya Korea hehe). Ia kesal ditinggal o/grup hantu lainnya waktu nyari makan dan berantem dg ketua geng hantu. Tiba2 jaring turun dari langit, membekukan hantu yg tertangkap. Arang sempat menghindar. Lalu pasukan grim ripper turun dari langit, menangkap hantu2. Arang kabur. Ketua grim ripper, Mu Young, mengejar Arang. Mereka melintasi dua orang manusia. Salah satunya bisa melihat mereka, yaitu Eun Ho, tapi ia pura2 tidak melihat. Mu Young baru berhenti setelah Arang melemparkan biji buah persik. Tapi tangan Arang pun jadi terluka. Ia berteriak sambil menantang langit “Hei kakek tua!!!”


Di negeri langit, Raja Surga dan Raja Neraka bermain Igo yg papannya digenangi air. Raja Surga bersin sambil korek kuping, merasa di’rasani’.  Permainan dimenangkan o/Raja Surga. Raja Neraka ngomel frustrasi. Raja surga menyiram tanaman yg berada dipunggung domba, lalu Hujan turun dengan lebatnya di atas bumi. Eun Ho dan Dol Soe berteduh di sebuah gubuk. Dol Soe tidur duluan sedangkan Eun Ho mengingat ibunya, saat ia memberikan sebuah binyeo u/ibu dan ingin tinggal dengan ibu, ibu mengusirnya. Ibu menyuruhnya tinggal dg ayah yg seorang bangsawan, karena ibunya adl budak. Beberapa hari kemudian, ibunya menghilang. Sementara itu, Arang kehujanan dan masuk ke gubuk itu. ia melepaskan baju atasnya, membuat Eun Ho terpaku membeku. Tiba2 Arang membalas tatapan Eun Ho, lalu menutup dadanya yg terbuka. Arang merasa manusia ini bisa melihatnya, tapi Eun Ho pura2 tidak melihat, juga pura2 tdk mendengar saat Arang terus ngoceh, tentang kematiannya yg aneh. Saat ia membuka mata, ia sudah berada dihutan, dengan keadaan terikat dan ditarik o/Mu Young. Tiba2 talinya terlepas dan ia pun kabur. Anehnya, ia tidak ingat apapun, bahkan namanya. Eun Ho pura2 ngantuk dan tidur, Arang juga ikut berbaring di sisinya.


Paginya, di tengah desa, seorang bangsawan lewat bersama anaknya. Ia adl Tuan Choi, anaknya bernama Choi Joo Wal. Selama kekosongan kekuasaan hakim di desa itu, dialah yg jadi hakim dan sewenang2 terhadap masyarakat miskin. Eun Ho dan Dol Soe berjalan di desa itu, tiba2 Eun Ho menghilang. Ia bertemu dg sekelompok hantu yg memohon sesuatu, tapi Eun Ho tdk mau menolong. Dari atas atap rumah orang, Arang duduk menyaksikan, bahwa manusia itu ternyata bisa melihat hantu. Eun Ho kerumah seseorang u/mencari ibu, tapi tdk dapat info. Tiba2 Eun Ho menangkap tangan Arang yg ternyata menguntitnya. Arang bersikeras u/menceritakan masalahnya, juga minta tolong mencari ingatannya yg hilang. Eun Ho merasa sangat terganggu. Ia melemparkan kacang2an yg ditakuti hantu, tapi kacang itu melewati kepala Arang. Arang marah, ia hanya ingin mencari ingatannya. “Itu bukan urusanku, urus saja ke kantor hakim!” Tapi hakimnya gak ada, selama 3 tahun tdk ada hakim, bahkan dibuka lowongan bagi siapa saja yg mau jadi hakim tanpa melihat status sosial dan catatan criminal.
“Jadi, jika kau menjadi hakim, kau mau menolongku?” tantang Arang.
Eun Ho menyanggupi, karena ia pikir ia tak mungkin jadi hakim. Arang menyeringai misterius.


Arang menemui seorang Shaman, Bang Wool, yg hanya bisa dengar suara hantu tapi tak bisa melihatnya. Bang Wool disuruh menemui petugas hakim, berkata menemukan penglihatan ttg seorang hakim. Trio pejabat segera menemui Eun Ho dan menculiknya. Eun Ho terbangun di sebuah kamar bagus dengan tangan terikat dan berbalut seragam. Di luar, trio pejabat mengucapkan selamat atas terpilih menjadi hakim. Lalu mereka berunding u/ peti mati Eun Ho, karena sejak 3 tahun, setiap orang yg jadi hakim baru, selalu mati di malam pertama karena diganggu hantu. Di kamar, angin berhembus dan rambut menjuntai turun dari atap rumah.
“Turunlah dengan benar, atau aku akan menarik rambutmu dan mengikatnya di gagang pintu,” kata Eun Ho tidak takut.
Arang, si hantu, langsung turun dg benar. Eun Ho minta dilepas, tapi Arang tidak mau, takut dilempari kacang lagi, dan hanya akan dilepas jika Eun Ho bersedia jadi hakim. Eun Ho pun menuduh Arang membunuh para hakim yg tdk mau menurutinya. Arang mengelak, hakim2 itulah yg punya jantung lemah. Dia meminum ramuan dan menampakan diri kepada hakim tapi semuanya mati sakit jantung. Eun Ho tetap mengusirnya dg dingin.
http://global.mnet.com/data/enews/News/2012081/70151236.jpg
Paginya, trio pejabat yg sudah menyiapkan peti mati terkejut karna Eun Ho masih hidup. Lalu Dol Soe datang dan marah2, beraninya mereka menangkap tuan muda, putra Kim Eung Boo! Mereka pun kaget dan berlutut minta maaf, karena ayah Eun Ho adl pejabat tinggi. Sementara itu Arang makan dg Bang Wool. Arang menyuruh Bang Wool memberinya pakaian dan aksesoris yg bagus u/menggoda Eun Ho. Bang Wool tidak ada uang, jadi ia disuruh mencuri. Tapi ketahuan dan akan dihukum massa, Arang menolongnya dg memukuli manusia, tapi sebenarnya tdk boleh karena grim ripper bisa datang kalo hantu memukul manusia. Dan benar saja, Arang dikejar Mu Young lagi. Eun Ho yg kebetulan lewat, pura2 tidak peduli. Tapi tiba2 ia melihat binyeo di kepala Arang, itu binyeo ibu. Ia langsung menaiki kuda, mengejar Arang. Ia menarik tangan Arang duduk di atas kuda. Mu Young berhenti setelah Arang melempar biji persik.


Eun Ho bertanya dari mana Arang mendapatkan binyeo itu. Arang tidak ingat, karena waktu mati, binyeo itu sudah ada ditangannya. Eun Ho pun akhirnya mau menolong Arang, karena ia merasa Arang ada hubungannya dg Ibunya yg hilang. Mungkin setelah Arang ingat ia bisa menemukan ibu. Sementara itu Mu Young melamun sambil memandangi bidadari. Raja surga menegur Mu Young yg masih memikirkan adiknya, sebagai pelayan surga, mereka harus memutus masa lalunya. Raja neraka menyinggung hantu cewek yg terus berhasil kabur dari grim ripper terhebatnya. Raja surga berkata, ada saatnya hantu cewek itu pasti akan kembali, karena dialah yg membuat takdir,



Eun Ho memutuskan kembali ke kantor dan menjadi hakim. Trio petugas melapor ke Tuan Choi. Mereka tdk bisa mengutik Eun Ho karena adl putra mantan menteri yg jabatannya lebih tinggi dari Choi. Sementara itu, Eun Ho menggambar wajah Arang, tapi dia ngga bisa gambar hingga semua gambarnya jelek. Ia menyewa pelukis, tapi tetap gak bisa, karena si pelukis cuma menggambarkan apa yg dikatakan Eun Ho, kan pelukis gak bisa lihat hantu. Frustrasi, mereka cari cara lain. Arang berkata bahwa waktu terbangun, ia merasa sakit di sekitar dada dan punggung, mungkin ia ditusuk didaerah situ. Eun Ho ngomel, kenapa baru blg sekarang! ia menyuruh trio pejabat membawakan buku2 kasus, tapi tdk ketemu. Arang pergi dg sedih, lalu melihat kumpulan hantu yg menunggu makanan dari ritual Go Soo Rae. Ia teringat waktu pertama kali jadi hantu, dia tdk kebagian makan, lalu seorang hantu tua kasian, memberinya nasi kepal dan memberinya nama ‘Arang’. Sementara Eun Ho jalan2 di kantor, melihat sebuah bangunan yg terkunci. Ia melompat masuk, ternyata itu adl sebuah kamar yg cewek banget. Tiba2 ia ditegur o/seorang ibu2 tua. Kamar itu adl milik anak hakim yg terakhir, bernama Lee Seol Im yg menghilang 3 tahun lalu. “Gotcha!” Eun Ho memberitahu Arang ttg hal itu, juga mencari tahu pada trio pejabat. Mereka bercerita kalo Seol Im bukan menghilang, tapi kawin lari bersama cowok dari kalangan rendah, ayahnya frustrasi sampai mati. Seol Im mempunyai seorang tunangan.
Mereka kerumah tunangan Seol Im yg ternyata adl Joo Wal. Joo Wal sedang melukis di balkon belakang rumah, membelakangi mereka. Tiba2 Arang memegangi dadanya yg berdebar kencang. Ia tidak mau masuk dan memaksa Eun Ho pergi. Joo Wal pergi ke gibang, mencari seorang gadis, tapi tdk menemukannya. Seorang gisaeng terus menggodanya, ia marah dan menghunus pisau, membuat gisaeng itu ketakutan. Sementara Eun Ho dan Arang minum2. Arang bersikeras u/berdandan cantik sebelum ketemu Joo Wal, padahal tidak ada yg bisa melihat Arang. Lalu Eun Ho menggendong Arang yg mabuk sampai ke rumah Bang Wool u/dibuatkan baju. Ternyata Arang tdk mabuk, ia hanya mengerjai Eun Ho hehe.. Bang Wool menyuruh Eun Ho yg mengukurkan badan Arang karena dia tdk bisa melihat. Pertama mengukur dada, Arang mengukur sendiri dan berbisik ke Bang Wool. Tapi Bang Wool meneriaki ukurannya, Eun Ho cekikikan (maksudnya dadanya kecil^^). Lalu Eun Ho mengukur badan Arang dg hati berdebar2. Ia sendiri bingung kenapa bisa begini (mulai jatuh cinta sama hantu^^). Saat tidur, tiba2 ia melihat Arang tidur di sampingnya, perlahan2 memajukan wajahnya… bibir mendekati bibir… dan… to be continue ^^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar