Arang dan Eun Ho akan berciuman! Tapi… tiba2… mata Eun Ho
terbuka. Tdk ada siapapun. Dia cuman mimpi hehe. Ia lalu menyuruh Dol Soe
mengirimkan surat u/ Joo Wal u/ketemuan (dg arang). Arang sudah berdandan
cantik, membuat Eun Ho jd terpesona. Arang berjalan sendiri menuju tempat
janjian, tapi ditengah jalan, ia nyingah ke sebuah pondok kosong. Saat mau
keluar, ia dihadang geng hantu yg jahat dan mereka berkelahi. Eun Ho datang
menolong dan ngomel2 karena baju baru Arang jadi kotor. Mereka pun berkelahi,
dan karena berantem dg manusia, grim ripper pun datang. Mereka kabur.
Hujan turun dg lebat. Mereka datang ke tempat janjian, tapi
telat karena Joo Wal sudah pulang. Arang teriak pada langit “Raja Surga!!!
Kakek tua!!!” ia marah2 pada Raja Langit, saat itu kedua raja sedang main Igo.
Saat bulatan putih diletakkan, hujan makin deras, mengikis tanah di bawah
jurang. Perlahan2, muncul sehelai pita rambut. Setelah hujan berhenti, Eun Ho
pulang, tapi Dol Soe mencegatnya, melapor bahwa ada mayat ditemukan di bawah
jurang. Itu mayat Seol Im. Bibi pelayan menangisinya. Joo Wal pun dikabari ttg
penemuan mayat tunangannya. Ia hanya menatap mayat itu dg tanpa ekspresi. Arang
juga datang melihat. Eun Ho sudah menyuruhnya u/ tidak melihat, tapi ia tetap
melihat dan syok. Joo Wal akan membawa mayat Seol Im, tapi Eun Ho melarang
karena akan diotopsi, sebenarnya karna Eun Ho menunggu keputusan Arang, mau
diapakan mayat itu.
Arang menatap tubuhnya, bersumpah akan menemukan dan
menghukum pembunuh dirinya. Ia meminta bantuan Bang Wool u/ membuka pintu
penghubung dunia lain, lalu meniup Bang Wool sampai bentol2, dengan begitu yg
dicari2 Arang akan muncul, yaitu Grim Ripper Mu Young. Ia akan ikut Mu Young
jika dipertemukan dg Raja Surga dulu. Tapi gak boleh, karena yg bisa ditemui
hanya Raja Neraka u/menghukum Arang. “Aku harus ketemu pak tua itu!” ‘pak tua’ adl sandi u/ Bang Wool menarik
tali, tapi Bang Wool sudah ketakutan, hingga beberapa saat kemudian baru ia
sadar dan pintu dunia lain terbuka, Arang dan Mu Young hampir terhisap, Mu
Young menahan. Di langit, pion Raja Surga telah terdesak. Raja Neraka hampir
saja menang, tapi Raja Surga meletakkan pion dan akan menang. Raja Neraka
memohon agar sekali ini saja Raja surga memundurkan pionnya. Tapi dengan suatu
syarat. Di dunia, akhirnya Mu Young menyanggupi permintaan Arang. Arang
menyuruh Bang Wool menutup pintu dan mereka pun terjatuh kelelahan. Di langit,
Raja Surga menarik pionnya dg wajah puas, sedangkan Raja Neraka walaupun
menang, tapi mulutnya mencucu.
Eun Ho menitipkan mayat Seol Im pada Dol Soe dan mencari2
Arang. Ia ke rumah Bang Wool dan menemukan shaman itu berdoa sambil ketakutan.
Bang Wool berkata bahwa Arang mengancam grim ripper u/bertemu Raja Surga dan
sekarang mereka sedang pergi kealam baka. Bang Wool yakin kalo Arang pasti
masuk neraka dan ia menceritakan hukuman apa saja yg ada di neraka. Eun Ho jadi
makin cemas. Arang ternyata sudah mengikuti langkah Mu Young sambil ngobrol.
“Apa grim ripper bisa mati?” “Tidak ada yg abadi di dunia ini.” mereka sampai
di sungai kematian, awalnya arusnya pelan, tapi di depan ada air terjun.lalu
mereka masuk gua dan ada penjaga neraka. “Hei, kenapa aku ke neraka? Harusnya
kan kesurga!”
Anak buah Choi hendak mengambil mayat Seol Im, tapi Dol Soe
mati2an menghalangi, hampir mati tertusuk pisau kalau saja ia tak menahan
dengan tumpukan jerami. Eun Ho datang tepat waktu dan mengusir semuanya. Ia pun
memutuskan u/mengadakan upacara penguburan u/Seol Im, setelah itu ia akan
mengundurkan diri.Ia menyuruh warga u/ hadir, tapi tidak ada yg hadir, Eun Ho
merasa kasihan pada Seol Im, bahkan tunangannya (kemarin) mengaku tidak pernah
melihat wajahnya. Saat keluar kamar, tiba2 ia terpaku, melihat seorang gadis
berdiri di depannya. Dol Soe keluar dan menyapa gadis itu, apakah hendak
melayat? Eun Ho makin kaget, Dol Soe bisa melihat gadis itu… Arang. Ia menyuruh
Dol Soe pergi duluan.
Arang pun bercerita perjalanannya ke Surga. Di pintu neraka,
Grim ripper mengangguk pada penjaga dan pintu pun dibukakan hingga sinar terang
menyilaukan. Mereka terbang ke Surga. Di surga, dua raja sudah menunggu. Raja
Surga bahkan sudah memakai parfum wewangian surga u/menyambut Arang (jiah
ganjen nih raja^^). “Akhirnya kita bertemu, Raja Surga.” Sapa Arang sambil
melihat Raja Neraka yg melirik ke sebelahnya. “Aku Raja Surga,” kata si Raja
Surga. Arang terbengong2, karna ternyata Raja Surga itu ganteng, bukannya kakek
tua ^^. Arang pun mengajukan permintaanya u/mencari tau ttg kematiannya. 2 Raja
pun sepakat u/melemparkan Arang kembali ke dunia, menjadi manusia dan mencari
sendiri kebenarannya(sebenarnya permintaan Raja Surga). ia masuk ke bola
kristal dan nyemplung di danau… tanpa pakaian. “YA!!! Kalian dua raja mesum!”
ia pergi ke sebuah rumah, nyolong hanbok. Ia senang jadi manusia kembali.


Flashback end. Dol Soe ngambek karena tuannya begitu lama dg
cewek asing di kamar. Ia mau mendobrak masuk, tapi Eun Ho sudah keluar dan
mereka pergi bersama, meninggalkan Arang di kamar. Arang sambil bercermin,
mengingat lanjutan perjanjian dg 2 Raja, bahwa ia hanya diberi waktu 3 bulan
purnama saja dan jika ia berhasil, ia akan mendengar bunyi lonceng Surga yg
guede. Hanya kematian dari orang yg menyebabkan kematiannya yg akan membunyikan
lonceng itu. jika gagal, ia akan langsung dikirim ke neraka. Kalo berhasil,
baru ia bisa pergi ke surga. 2 raja main Igo sambil bertaruh apakah Arang berhasil
atau tidak. Kalo Arang gagal, Raja Neraka minta tukeran badan (Raja Surga jadi
tua, Raja Neraka jadi muda ^^). Tapi kalo Arang berhasil, Raja Surga belum
memberi permintaan. Di permainan kali ini, Raja Neraka yg menang. Raja Surga
merasakan firasat bahwa akan banyak orang yg mati.
Joo Wal berdiri di sebuah rumah kecil, dimana ada seorang
wanita duduk di balik tirai merah. Joo Wal hendak masuk, tapi mengurungkan
niatnya, sementara itu anak buah Choi membagi2kan makanan u/masyarakat, tapi
makanan itu sudah busuk. Kasihan.. Choi berpapasan dg Joo Wal. Mereka ngobrol
berdua, bahwa besok adl malam purnama dan Joo Wal harus segera menemukan
seorang gadis. Ia menyuruh Joo Wal datang ke pemakaman Seol Im, siapa tau nemu
cewek. Joo Wal menyindir kenapa tidak ayah saja yg kesana, dan memberi minum
para pengangkat peti, siapa tahu itu malah memberi simpati rakyat daripada
memberikan makanan busuk. Choi tersinggung.

Arang bosan dikamar. Ia menyamar jadi penjaga dan datang
kepemakaman tubuhnya sendiri. Di tengah jalan, ia bertubrukan dg Joo Wal dan
hampir jatuh, tapi tubuhnya ditahan. Tiba2 cincin Joo Wal menyala. Ia pun
mengikuti Arang ke pemakaman. Tapi ia ketahuan dan dikejar2. Eun Ho hanya bisa
mendesah kesal dan mengejarnya. Arang sampai di jalan buntu, ia mau manjat tapi
ngga bisa. Pas Joo Wal disana, ia pinjam punggungnya. Arang memberi senyuman yg
mempesona Joo Wal. Eun Ho datang saat Arang sudah kabur. Ia berhadapan dg Joo
Wal. Eun Ho berlari pulang dan menemukan Arang sudah duduk manis di kamarnya.
Eun Ho mencari2 baju pengawal yg tadi dipakai Arang sbg bukti kalo Arang keluar
kamar, tak sengaja ia membuka rok Arang. PLAK!!! ^^
Eun Ho meminta binyeonya, tapi sejak Arang jadi manusia,
binyeo itu menghilang. mereka bertengkar dan saling berkata kasar. Eun Ho pergi
ke tepi danau, mengenang ibu sambil memukuli pohon sampai berdarah. Arang
merenung dikamar. Sementara Joo Wal di kamarnya memandangi wajah Arang yg sudah
tercetak di kertas lukis. Ia mencengkram sehelai kain hitam.

Paginya Eun Ho pulang dan menemui Arang yg dg mata pandanya.
Mereka pun berdamai dan Eun Ho menjelaskan ttg binyeo itu kalo itu adl punya
ibunya. Arang tdk ingat kenapa ia bisa memiliki binyeo itu saat meninggal.
Mereka pun kerjasama u/ menemukan ibu dan ingatan Arang. Eun Ho tdk jadi mengundurkan
diri, bahkan memperkenalkan Arang sbg putri gurunya yg akan tinggal di situ
juga. Dol Soe kesal, ia jadi membenci Arang. Ia keluar kantor sambil ngomel2
dan omelannya didengar Bang Wool. Bang Wool pun menjerat Dol Soe u/mampir ke
gerai ramalnya, “Kau habis dicampakan teman ya?” Dol Seo awalnya tertarik, tapi
ketika Bang Wool bilang kalo teman Dol Soe akan mati, Dol Soe marah besar.
semarah2nya pada Eun Ho, ia tak pernah mau Eun Ho mati. Sementara Arang
berpikir lama di kamar Seol Im dan ia pun memutuskan u/menerima kerjasama itu.
Eun Ho memberinya buah persik. Arang ketakutan karena bunganya saja sudah bikin
luka apalagi buahnya. Eun Ho mengingatkan kalo ia adalah manusia sekarang.
Arang pun memakannya dan senang karena manis. Tapi mereka damainya gak lama,
karena Arang meledeknya ‘anak mami’ ^^
Eun Ho mengingat masa kecilnya, waktu ia mengadu pada ibu
setelah diledeki karena ibunya seorang budak. Ibu malah bilang kalo hari ini
adl peringatan kematian keluarganya yg dibantai o/seorang bajingan yg sangat
dibencinya sampai ia pingsan. Sementara itu Joo Wal memasuki sebuah pondok
dimana seorang wanita bersanggul gisaeng. “Kau sudah siap?”
“Iya.”
“Aku berharap banyak pada gadis itu.”
Pintu tertutup dan yg tertinggal hanya sebilah pisau yg
diambil o/ Joo Wal. Ketika Arang nyenyak tidur, seseorang berbaju hitam
memasuki kamarnya lalu… JLEB! Dada Arang ditusuk. Lalu lehernya ditempeli kertas
mantra.
Raja Surga berhenti bermain karena merasakan sesuatu, begitu
pula Eun Ho. Ia memasuki kamar Arang yg kosong. Saat mau keluar, ia melihat
sesuatu di balik selimut. Darah.

Arang dibawa ke sebuah pondok, dibaringkan diatas meja.
Pembunuh itu melepaskan penutup mulutnya… Joo Wal! Ia keluar dari pondok itu
dan mengingat masa lalu, waktu kecil seorang gisaeng memberinya sebuah nama dan
cincin yg bisa menyala saat bersentuhan dg seorang gadis yg memiliki jiwa suci.
Joo Wal harus membawa gadis dg jiwa suci pada si gisaeng tiap bulan purnama.
Sekarang, Arang-lah gadis suci itu. seorang wanita bertutup kepala menghampirinya.
Wanita itu membuka tudungnya… IBU EUN HO!!! Hah, apa yg terjadi ini??? mereka
memasuki pondok itu dan kaget, karena Arang menghilang. ternyata waktu Joo Wal
keluar tadi, Arang tiba2 terbangun batuk2. Ia pun kabur dan tiba2 dibekap
seseorang. Ia menjerit2 ketakutan, tapi ternyata orang itu adl Eun Ho.
Gelagapan Arang menjelaskan kalo ia habis ditikam, lalu pingsan. Eun Ho
membawanya pulang.
Ibu menampar Joo Wal sampai luka atas kegagalannya kali ini.
terpaksa ia harus menunggu bulan purnama berikut u/mendapatkan jiwa suci. Ibu
mengingatkan Joo Wal, bahwa sekarang Joo Wal sudah bisa hidup enak itu berkat
dirinya, dg syarat jiwa suci gadis tiap purnama. Flash back, Joo Wal kecil yg
kelaparan memakan makanan sapi (jadi ingat cerita alkitab ttg anak yg hilang..).
anak2 lain meledeknya. (kayaknya Joo Wal ini bukan anak kandung Choi, atau
mungkin waktu Choi masih miskin, lalu dijadikan kaya o/ibu Eun Ho, entahlah..)

Eun Ho menjaga Arang sampai pagi. Ia memeriksa luka Arang
dan kaget, lukanya sudah tertutup! Sementara Bang Wool membuka lapak disamping
kedai tempat Dol Soe tertidur habis minum2. Mereka saling terkejut, kenapa bisa
ketemu lagi. Dol Soe masih penasaran dg apa yg dikatakan Bang Wool kemarin,
Bang Wool ketakutan berjalan mundur2, tiba2 ada ibu2 gak sengaja membuang air
kearah Dol Soe yg langsung mengibas2 rambutnya dan bikin Bang Wool jadi
terpesona.

Eun Ho meminta baju cewek ke trio pejabat, dan tanya2 ttg
hutan di sebuah gunung. Mereka bilang kalo gunung itu gunung keramat yg banyak
hantu. Eun Ho meletakkan baju di kamar, juga sepatu jerami di depan kamar. Pas
berbalik, ia dikagetkan o/kemunculan Dol Soe yg mencurigai tuannya macem2 sama
Arang. Ia menerobos masuk dan kaget melihat Arang masih tidur. Ia menuduh Eun
Ho tidur dg Arang. Eun Ho tdk menggubrisnya dan mengajaknya ke gunung
u/menemukan tempat misterius. Dol Soe bertanya sampai kapan Arang terus bersama
mereka? Eun Ho bilang sampai akhir. “Apa maksudnya sampai akhir? Kau mau
menikahinya? Aigoo.. Tuan Kim pasti tdk setuju punya mantu dari seorang guru
gila yg tdk jelas asal usulnya, kalo jadi selir sih mungkin bisa.” Eun Ho
mendelik. Dol Soe menunjuk sebuah pondok misterius. Eun Ho masuk tapi Dol Soe
gak mau, ia takut ada hantunya. Eun Ho melihat ada darah di meja. Ia terus
meneliti hingga menemukan sebuah binyeo terselip di pojok dinding kayu. Binyeo
ibu!

google image










Tidak ada komentar:
Posting Komentar