Quotes

"Write is my World"

Minggu, 13 Januari 2013

ARANG AND THE MAGISTRATE EPISODE 3-5


 



Arang dan Eun Ho akan berciuman! Tapi… tiba2… mata Eun Ho terbuka. Tdk ada siapapun. Dia cuman mimpi hehe. Ia lalu menyuruh Dol Soe mengirimkan surat u/ Joo Wal u/ketemuan (dg arang). Arang sudah berdandan cantik, membuat Eun Ho jd terpesona. Arang berjalan sendiri menuju tempat janjian, tapi ditengah jalan, ia nyingah ke sebuah pondok kosong. Saat mau keluar, ia dihadang geng hantu yg jahat dan mereka berkelahi. Eun Ho datang menolong dan ngomel2 karena baju baru Arang jadi kotor. Mereka pun berkelahi, dan karena berantem dg manusia, grim ripper pun datang. Mereka kabur.


Hujan turun dg lebat. Mereka datang ke tempat janjian, tapi telat karena Joo Wal sudah pulang. Arang teriak pada langit “Raja Surga!!! Kakek tua!!!” ia marah2 pada Raja Langit, saat itu kedua raja sedang main Igo. Saat bulatan putih diletakkan, hujan makin deras, mengikis tanah di bawah jurang. Perlahan2, muncul sehelai pita rambut. Setelah hujan berhenti, Eun Ho pulang, tapi Dol Soe mencegatnya, melapor bahwa ada mayat ditemukan di bawah jurang. Itu mayat Seol Im. Bibi pelayan menangisinya. Joo Wal pun dikabari ttg penemuan mayat tunangannya. Ia hanya menatap mayat itu dg tanpa ekspresi. Arang juga datang melihat. Eun Ho sudah menyuruhnya u/ tidak melihat, tapi ia tetap melihat dan syok. Joo Wal akan membawa mayat Seol Im, tapi Eun Ho melarang karena akan diotopsi, sebenarnya karna Eun Ho menunggu keputusan Arang, mau diapakan mayat itu. 


Arang menatap tubuhnya, bersumpah akan menemukan dan menghukum pembunuh dirinya. Ia meminta bantuan Bang Wool u/ membuka pintu penghubung dunia lain, lalu meniup Bang Wool sampai bentol2, dengan begitu yg dicari2 Arang akan muncul, yaitu Grim Ripper Mu Young. Ia akan ikut Mu Young jika dipertemukan dg Raja Surga dulu. Tapi gak boleh, karena yg bisa ditemui hanya Raja Neraka u/menghukum Arang. “Aku harus ketemu pak tua itu!”  ‘pak tua’ adl sandi u/ Bang Wool menarik tali, tapi Bang Wool sudah ketakutan, hingga beberapa saat kemudian baru ia sadar dan pintu dunia lain terbuka, Arang dan Mu Young hampir terhisap, Mu Young menahan. Di langit, pion Raja Surga telah terdesak. Raja Neraka hampir saja menang, tapi Raja Surga meletakkan pion dan akan menang. Raja Neraka memohon agar sekali ini saja Raja surga memundurkan pionnya. Tapi dengan suatu syarat. Di dunia, akhirnya Mu Young menyanggupi permintaan Arang. Arang menyuruh Bang Wool menutup pintu dan mereka pun terjatuh kelelahan. Di langit, Raja Surga menarik pionnya dg wajah puas, sedangkan Raja Neraka walaupun menang, tapi mulutnya mencucu.


Eun Ho menitipkan mayat Seol Im pada Dol Soe dan mencari2 Arang. Ia ke rumah Bang Wool dan menemukan shaman itu berdoa sambil ketakutan. Bang Wool berkata bahwa Arang mengancam grim ripper u/bertemu Raja Surga dan sekarang mereka sedang pergi kealam baka. Bang Wool yakin kalo Arang pasti masuk neraka dan ia menceritakan hukuman apa saja yg ada di neraka. Eun Ho jadi makin cemas. Arang ternyata sudah mengikuti langkah Mu Young sambil ngobrol. “Apa grim ripper bisa mati?” “Tidak ada yg abadi di dunia ini.” mereka sampai di sungai kematian, awalnya arusnya pelan, tapi di depan ada air terjun.lalu mereka masuk gua dan ada penjaga neraka. “Hei, kenapa aku ke neraka? Harusnya kan kesurga!”


Anak buah Choi hendak mengambil mayat Seol Im, tapi Dol Soe mati2an menghalangi, hampir mati tertusuk pisau kalau saja ia tak menahan dengan tumpukan jerami. Eun Ho datang tepat waktu dan mengusir semuanya. Ia pun memutuskan u/mengadakan upacara penguburan u/Seol Im, setelah itu ia akan mengundurkan diri.Ia menyuruh warga u/ hadir, tapi tidak ada yg hadir, Eun Ho merasa kasihan pada Seol Im, bahkan tunangannya (kemarin) mengaku tidak pernah melihat wajahnya. Saat keluar kamar, tiba2 ia terpaku, melihat seorang gadis berdiri di depannya. Dol Soe keluar dan menyapa gadis itu, apakah hendak melayat? Eun Ho makin kaget, Dol Soe bisa melihat gadis itu… Arang. Ia menyuruh Dol Soe pergi duluan.



Arang pun bercerita perjalanannya ke Surga. Di pintu neraka, Grim ripper mengangguk pada penjaga dan pintu pun dibukakan hingga sinar terang menyilaukan. Mereka terbang ke Surga. Di surga, dua raja sudah menunggu. Raja Surga bahkan sudah memakai parfum wewangian surga u/menyambut Arang (jiah ganjen nih raja^^). “Akhirnya kita bertemu, Raja Surga.” Sapa Arang sambil melihat Raja Neraka yg melirik ke sebelahnya. “Aku Raja Surga,” kata si Raja Surga. Arang terbengong2, karna ternyata Raja Surga itu ganteng, bukannya kakek tua ^^. Arang pun mengajukan permintaanya u/mencari tau ttg kematiannya. 2 Raja pun sepakat u/melemparkan Arang kembali ke dunia, menjadi manusia dan mencari sendiri kebenarannya(sebenarnya permintaan Raja Surga). ia masuk ke bola kristal dan nyemplung di danau… tanpa pakaian. “YA!!! Kalian dua raja mesum!” ia pergi ke sebuah rumah, nyolong hanbok. Ia senang jadi manusia kembali.
 http://4.bp.blogspot.com/-olV5zgwTr9g/UDdUfPw-QAI/AAAAAAAAmkg/DfJRnnQKIdk/s1600/onew+%252834%2529.jpg
 
Flashback end. Dol Soe ngambek karena tuannya begitu lama dg cewek asing di kamar. Ia mau mendobrak masuk, tapi Eun Ho sudah keluar dan mereka pergi bersama, meninggalkan Arang di kamar. Arang sambil bercermin, mengingat lanjutan perjanjian dg 2 Raja, bahwa ia hanya diberi waktu 3 bulan purnama saja dan jika ia berhasil, ia akan mendengar bunyi lonceng Surga yg guede. Hanya kematian dari orang yg menyebabkan kematiannya yg akan membunyikan lonceng itu. jika gagal, ia akan langsung dikirim ke neraka. Kalo berhasil, baru ia bisa pergi ke surga. 2 raja main Igo sambil bertaruh apakah Arang berhasil atau tidak. Kalo Arang gagal, Raja Neraka minta tukeran badan (Raja Surga jadi tua, Raja Neraka jadi muda ^^). Tapi kalo Arang berhasil, Raja Surga belum memberi permintaan. Di permainan kali ini, Raja Neraka yg menang. Raja Surga merasakan firasat bahwa akan banyak orang yg mati.



Joo Wal berdiri di sebuah rumah kecil, dimana ada seorang wanita duduk di balik tirai merah. Joo Wal hendak masuk, tapi mengurungkan niatnya, sementara itu anak buah Choi membagi2kan makanan u/masyarakat, tapi makanan itu sudah busuk. Kasihan.. Choi berpapasan dg Joo Wal. Mereka ngobrol berdua, bahwa besok adl malam purnama dan Joo Wal harus segera menemukan seorang gadis. Ia menyuruh Joo Wal datang ke pemakaman Seol Im, siapa tau nemu cewek. Joo Wal menyindir kenapa tidak ayah saja yg kesana, dan memberi minum para pengangkat peti, siapa tahu itu malah memberi simpati rakyat daripada memberikan makanan busuk. Choi tersinggung.
 http://4.bp.blogspot.com/-NAuIdpm7fF8/UEGXGjr3zKI/AAAAAAAAXk4/-UJjnQBJRdQ/s1600/ep+4.jpg
Arang bosan dikamar. Ia menyamar jadi penjaga dan datang kepemakaman tubuhnya sendiri. Di tengah jalan, ia bertubrukan dg Joo Wal dan hampir jatuh, tapi tubuhnya ditahan. Tiba2 cincin Joo Wal menyala. Ia pun mengikuti Arang ke pemakaman. Tapi ia ketahuan dan dikejar2. Eun Ho hanya bisa mendesah kesal dan mengejarnya. Arang sampai di jalan buntu, ia mau manjat tapi ngga bisa. Pas Joo Wal disana, ia pinjam punggungnya. Arang memberi senyuman yg mempesona Joo Wal. Eun Ho datang saat Arang sudah kabur. Ia berhadapan dg Joo Wal. Eun Ho berlari pulang dan menemukan Arang sudah duduk manis di kamarnya. Eun Ho mencari2 baju pengawal yg tadi dipakai Arang sbg bukti kalo Arang keluar kamar, tak sengaja ia membuka rok Arang. PLAK!!! ^^
 Eun Ho meminta binyeonya, tapi sejak Arang jadi manusia, binyeo itu menghilang. mereka bertengkar dan saling berkata kasar. Eun Ho pergi ke tepi danau, mengenang ibu sambil memukuli pohon sampai berdarah. Arang merenung dikamar. Sementara Joo Wal di kamarnya memandangi wajah Arang yg sudah tercetak di kertas lukis. Ia mencengkram sehelai kain hitam.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXScrjkvcEV7SLvLfKy3NAXdzDKJd2P0VcRn2DW_3i3zdY0JN2o0368UJTvFGZj6xEHqGsyDFQQdUdV_pC7oQEq6BcBLiErzQQ_ZqTU9UARH-2oiAyzO1enMstGkdAkindipRlnibTBNjc/s1600/Desktop8.jpg
Paginya Eun Ho pulang dan menemui Arang yg dg mata pandanya. Mereka pun berdamai dan Eun Ho menjelaskan ttg binyeo itu kalo itu adl punya ibunya. Arang tdk ingat kenapa ia bisa memiliki binyeo itu saat meninggal. Mereka pun kerjasama u/ menemukan ibu dan ingatan Arang. Eun Ho tdk jadi mengundurkan diri, bahkan memperkenalkan Arang sbg putri gurunya yg akan tinggal di situ juga. Dol Soe kesal, ia jadi membenci Arang. Ia keluar kantor sambil ngomel2 dan omelannya didengar Bang Wool. Bang Wool pun menjerat Dol Soe u/mampir ke gerai ramalnya, “Kau habis dicampakan teman ya?” Dol Seo awalnya tertarik, tapi ketika Bang Wool bilang kalo teman Dol Soe akan mati, Dol Soe marah besar. semarah2nya pada Eun Ho, ia tak pernah mau Eun Ho mati. Sementara Arang berpikir lama di kamar Seol Im dan ia pun memutuskan u/menerima kerjasama itu. Eun Ho memberinya buah persik. Arang ketakutan karena bunganya saja sudah bikin luka apalagi buahnya. Eun Ho mengingatkan kalo ia adalah manusia sekarang. Arang pun memakannya dan senang karena manis. Tapi mereka damainya gak lama, karena Arang meledeknya ‘anak mami’ ^^
 
Eun Ho mengingat masa kecilnya, waktu ia mengadu pada ibu setelah diledeki karena ibunya seorang budak. Ibu malah bilang kalo hari ini adl peringatan kematian keluarganya yg dibantai o/seorang bajingan yg sangat dibencinya sampai ia pingsan. Sementara itu Joo Wal memasuki sebuah pondok dimana seorang wanita bersanggul gisaeng. “Kau sudah siap?”
“Iya.”
“Aku berharap banyak pada gadis itu.”
Pintu tertutup dan yg tertinggal hanya sebilah pisau yg diambil o/ Joo Wal. Ketika Arang nyenyak tidur, seseorang berbaju hitam memasuki kamarnya lalu… JLEB! Dada Arang ditusuk. Lalu lehernya ditempeli kertas mantra.
Raja Surga berhenti bermain karena merasakan sesuatu, begitu pula Eun Ho. Ia memasuki kamar Arang yg kosong. Saat mau keluar, ia melihat sesuatu di balik selimut. Darah.
 
 


Arang dibawa ke sebuah pondok, dibaringkan diatas meja. Pembunuh itu melepaskan penutup mulutnya… Joo Wal! Ia keluar dari pondok itu dan mengingat masa lalu, waktu kecil seorang gisaeng memberinya sebuah nama dan cincin yg bisa menyala saat bersentuhan dg seorang gadis yg memiliki jiwa suci. Joo Wal harus membawa gadis dg jiwa suci pada si gisaeng tiap bulan purnama. Sekarang, Arang-lah gadis suci itu. seorang wanita bertutup kepala menghampirinya. Wanita itu membuka tudungnya… IBU EUN HO!!! Hah, apa yg terjadi ini??? mereka memasuki pondok itu dan kaget, karena Arang menghilang. ternyata waktu Joo Wal keluar tadi, Arang tiba2 terbangun batuk2. Ia pun kabur dan tiba2 dibekap seseorang. Ia menjerit2 ketakutan, tapi ternyata orang itu adl Eun Ho. Gelagapan Arang menjelaskan kalo ia habis ditikam, lalu pingsan. Eun Ho membawanya pulang.


 


Ibu menampar Joo Wal sampai luka atas kegagalannya kali ini. terpaksa ia harus menunggu bulan purnama berikut u/mendapatkan jiwa suci. Ibu mengingatkan Joo Wal, bahwa sekarang Joo Wal sudah bisa hidup enak itu berkat dirinya, dg syarat jiwa suci gadis tiap purnama. Flash back, Joo Wal kecil yg kelaparan memakan makanan sapi (jadi ingat cerita alkitab ttg anak yg hilang..). anak2 lain meledeknya. (kayaknya Joo Wal ini bukan anak kandung Choi, atau mungkin waktu Choi masih miskin, lalu dijadikan kaya o/ibu Eun Ho, entahlah..)
 http://i1192.photobucket.com/albums/aa324/girlfridaydb/drama/2012/ARANG/arang05/arang05-00580.jpg
Eun Ho menjaga Arang sampai pagi. Ia memeriksa luka Arang dan kaget, lukanya sudah tertutup! Sementara Bang Wool membuka lapak disamping kedai tempat Dol Soe tertidur habis minum2. Mereka saling terkejut, kenapa bisa ketemu lagi. Dol Soe masih penasaran dg apa yg dikatakan Bang Wool kemarin, Bang Wool ketakutan berjalan mundur2, tiba2 ada ibu2 gak sengaja membuang air kearah Dol Soe yg langsung mengibas2 rambutnya dan bikin Bang Wool jadi terpesona.
 
Eun Ho meminta baju cewek ke trio pejabat, dan tanya2 ttg hutan di sebuah gunung. Mereka bilang kalo gunung itu gunung keramat yg banyak hantu. Eun Ho meletakkan baju di kamar, juga sepatu jerami di depan kamar. Pas berbalik, ia dikagetkan o/kemunculan Dol Soe yg mencurigai tuannya macem2 sama Arang. Ia menerobos masuk dan kaget melihat Arang masih tidur. Ia menuduh Eun Ho tidur dg Arang. Eun Ho tdk menggubrisnya dan mengajaknya ke gunung u/menemukan tempat misterius. Dol Soe bertanya sampai kapan Arang terus bersama mereka? Eun Ho bilang sampai akhir. “Apa maksudnya sampai akhir? Kau mau menikahinya? Aigoo.. Tuan Kim pasti tdk setuju punya mantu dari seorang guru gila yg tdk jelas asal usulnya, kalo jadi selir sih mungkin bisa.” Eun Ho mendelik. Dol Soe menunjuk sebuah pondok misterius. Eun Ho masuk tapi Dol Soe gak mau, ia takut ada hantunya. Eun Ho melihat ada darah di meja. Ia terus meneliti hingga menemukan sebuah binyeo terselip di pojok dinding kayu. Binyeo ibu!
 

google image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar