Soo Wan melarang Dong Joo pergi, tetapi pria itu tetap
pergi. Ia pun jadi tidak bersemangat lagi saat bekerja. Sementara itu, Choi Jin
Sang baru keluar dari ruang direktur Yoon (ayah Soo Wan) setelah mengancamnya.
Kebetulan dr. Oh (ibu Ji Woon) lewat dan melihatnya, heran mengapa dokter yg
sudah dipecat itu muncul lagi. Ia menanyakannya pada direktur, tapi direktur
pura2 tidak tahu.

Soo Wan mengantarkan pasien. Di tengah jalan, pasien tak
sadarkan diri dan Soo Wan menelpon UGD u/menanyakan pertolongan pertama. Saat
akan memberikan larutan glukosa, istri pasien melarang karena tidak percaya
petugas 119 bisa menyuntik seperti dokter. Dan setelah sampai di UGD, ternyata
memang benar harus disuntik glukosa. Kemudian Soo Wan memandang ruang kepala
UGD yg kini sudah ada pengganti Dylan. Ternyata yg menggantikannya adalah Ji
Woon.

Woo Chul melihat2 berkas kecelakaan 12 th lalu sambil
mengingat masa lalu, ketika dia hendak menyelidiki kasus itu, tiba2 saja dia
ditangkap tim investigasi dan dipecat. Ia pun menghubungi detektif Cha Min Soo
dan berdiskusi. Bersama mereka akan kembali menyelidiki kasus itu. Tanpa mereka
sadari, kepala polisi yg dulunya senior Woo Chul, melihat dari jauh. Tampaknya
ada yg aneh…

Ketika Soo Wan pulang, sudah ada Ji Woon dan ibunya dirumah.
Ternyata ibu Ji Woon berencana agar mereka segera bertunangan. Soo Wan
terkejut, dia tidak pernah memikirkan hal itu. Dan karena Soo Wan tampaknya
tidak konsen karena sedang demam, dia pun diijinkan naik ke kamarnya.

Dan besok harinya, Soo Wan pun mengutarakan perasaannya
secara jujur pada Ji Woon, bahwa kenangan cinta pertamanya bukan hanya sekedar
kenangan. Ia tidak bisa melupakannya, apakah Ji Woon bisa menghadapi hal ini?
Ji Woon berkata, mereka bisa menghapusnya perlahan2, tetapi ternyata Soo Wan
tidak ingin menghapus kenangan akan Dong Joo. Soo Wan pun mengembalikan kalung
pemberian Ji Woon. “Pemilik kalung peluit itu… apa dia sudah kembali?” tanya Ji
Woon. Soo Wan berkata tidak, dia hanya baru memahami perasaannya yg
sesungguhnya.

Jin Mo datang ke kantor 119 dengan wajah sedih. Teddy
menghampirinya. Jin Mo bertanya, apa di Amrik ada 119 juga? Teddy berkata ada,
tapi namanya 911. Jin Mo menyuruh Teddy menelpon 911 karena dia pikir terjadi
hal buruk pada ibunya, karena tidak ada kabar. Teddy merasa kasihan. Beberapa
hari kemudian, Jin Mo mendapat e-mail kartu ucapan selamat ultah, bahkan hadiah
kostum spiderman. Ternyata semua itu sebenarnya diberikan oleh Teddy.
Min Soo memarahi Soo Wan yang sudah menyakiti Ji Woon hanya
karena Dong Joo yg bahkan meninggalkannya lagi. Min Soo meyakinkan bahwa
kebersamaan Soo Wan dengan Ji Woon, itu juga cinta. Soo Wan berpikir juga
begitu, tetapi kini rasanya berbeda, yg dia rasakan pada Ji Woon hanya rasa
terima kasih, karena pria itu memberikan hatinya pada Soo Wan. Sedangkan dengan
Dong Joo, rasanya berdebar, bagai tubuhnya bukan tubuhnya lagi.

Soo Wan pergi ke observatorium dan melihat kartu dari Dong
Joo di pohon permohonan. Soo Wan ingin bertemu dengan Dong Joo lagi. Ia tidur
di meja sambil menangis. Tiba2 ada yg menghapus air matanya. Ia bangun dan
melihat Dong Joo di hadapannya. Benar-benar Dong Joo, bukan halusinasi. “Aku
benar2 pulang sekarang.” Soo Wan memukuli Dong Joo sambil menangis dan
mengata2inya. Dong Joo menariknya dalam pelukan. Sebelumnya, Dong Joo menemui
direktur, berkata bahwa dia tidak bisa meninggalkan Seoul, meninggalkan Soo
Wan. Tetapi direktur melarang. Meski begitu, Dong Joo bersikeras untuk tetap
berada di sisi Soo Wan.


Karena kini Teddy tinggal di rumah Leader Ki, dia tidak
tinggal gratis. Dia jadi pembantu gratisan, hahaha… sampai2 di kantor dia
ketiduran karena kecapekan. Ketika Soo Wan pulang dari kantor, Ji Woon sudah
datang menjemput. Ternyata Ji Woon membawa Soo Wan ke sebuah rumah yang akan
jadi rumah masa depan mereka. Tetapi Soo Wan menolaknya. Ji Woon benar2 tampak
mengenaskan. Namun sebenarnya Soo Wan juga kasihan dan merasa bersalah. Dia
mengingat pertemuan pertama mereka, saat ada pasien preman yg menuduh Soo Wan
mencuri dompetnya, lalu hendak memukulnya, Ji Woon yang menolong, sampai mereka
hampir ditangkap polisi. Sementara itu, dr. Oh merasa ada yg aneh dg direktur,
ia menyuruh orang menyelidiki Jin Sang.

Dong Joo datang ke kantor Soo Wan. Tapi Soo Wan menyuruhnya
pulang karena dia sedang bekerja. Kemudian ada panggilan untuk berkumpul. Ketua
tim berpidato, bahwa mereka membutuhkan tenaga medis asli dalam arti dokter, di
dalam tim penyelamat mereka, karena selama ini pasien tidak percaya pada
penyelamat yg bukan berlatar belakang dokter. Jadi, ketua tim memperkenalkan
anggota baru mereka, yang merupakan seorang dokter dari Amrik… Park Dong Joo!!!

Ji Woon memutuskan untuk tetap menunggu Soo Wan sampai
melupakan cinta pertamanya, dan kembali ke pelukannya. Meski Soo Wan menyuruh
Ji Woon untuk berhenti melakukan itu, tetapi Ji Woon tetap akan menunggu dan
mencintai Soo Wan.

Di hadapan rekan2, Soo Wan dan Dong Joo seperti anjing dan
kucing, tetapi di belakang, mereka tampak mesra sebagai pasangan. Dan ternyata
memang benar, dengan adanya dokter di 119, pasien jadi lebih cepat tertolong
dan percaya pada tim penyelamat. Dokter di UGD pun kaget karena pertolongan
pertama pada pasien dilakukan dengan sangat baik. Dong Joo pun muncul, sebagai
dokter di tim 119. Ji Woon menyapanya dan kaget melihat Dylan kembali, tetapi
ke 119, bukannya di RS. Mereka pun ngobrol berdua. Ketika Dong Joo hendak
mengatakan yg sebenarnya, bahwa cinta pertama Soo Wan adalah dirinya, Ji Woon
mendapat panggilan darurat dari UGD. Tidak jadilah Dong Joo mengatakannya.

Soo Wan curhat pada Min Soo ttg kembalinya Dong Joo. Min Soo
pun tak bisa bilang apa2 lagi. sedangkan Dong Joo menemui Woo Chul, membawakan
makanan dan soju. Woo Chul pun mengabarkan kalau dia dan detektif Cha akan
memulai menyelidiki kasus ibu Dong Joo lagi. Dong Joo sangat senang, tetapi Woo
Chul melarang Dong Joo terlalu berharap banyak, takutnya tidak berhasil.

Besoknya, seorang gadis cantik muncul di kantor 119, tiba2
berlari memeluk Dong Joo dan menciumnya di hadapan semua orang. Mereka pikir,
cewek itu adalah pacar Dong Joo dari Amrik. Soo Wan pun jadi cemburu. Ternyata
cewek itu adalah Hye Joo, adik Dong Joo, yang bernama bule Ellie. Pertemuan
kembali Soo Wan dengan Ellie menguras air mata, aku benar2 menangis melihat
mereka. Sementara itu Teddy jatuh cinta pada Ellie, terus memikirkannya sampai
masakannya gosong.


Min Soo menemui Woo
Chul di rumah makan, memberikan berkas mobil2 yg dicurigai sebagai mobil
pelaku, dari bekas bannya. Ternyata sangat banyak, dan siapa tahu selama 12 th
ini sudah berganti pemilik ataupun dihancurkan. Mereka pun mulai bekerja keras. Sementara itu Direktur mengundang Dong Joo ke rumah. Ia berdandan rapi,
bagai calon mantu yang mau ketemu calon mertua. Tetapi selain Dong Joo,
Direktur juga mengundang Ji Woon. Mereka makan malam dengan canggung. Direktur
memperkenalkan Dong Joo sebagai putra angkatnya.

Ji Woon mengajak Soo Wan makan malam bersama. Saat itu Dong
Joo mau menemui Ji Woon, tapi Ji Woon sudah terlanjur ada janji, padahal Dong
Joo mau mengatakan hal sebenarnya. Ternyata malam itu adalah hari jadian Ji
Woon dan Soo Wan. Tetapi Soo Wan tidak ingat. Bahkan Ji Woon sudah menyiapkan
cincin untuk melamar, yang akhirnya tidak jadi diberikan. Mereka pun makan
malam biasa, Ji Woon terus bicara sementara Soo Wan diam saja.

Sementara itu Dong Joo ke rumah direktur. Direktur memohon
agar Dong Joo dan Soo Wan tidak bersama kembali. Tetapi Dong Joo tidak mau
menuruti perintah ayah angkatnya. Dia juga akan mengatakan semua ini pada Ji
Woon. Direktur menamparnya. “Kenapa aku tidak boleh??? Bukankah kau
menyayangiku? Bukankah aku anak yg membanggakanmu?” Direktur pun pergi.

Direktur mengajak dr. Oh ketemuan, dan curhat sebagai teman.
Dia pun mengungkapkan tentang perbuatannya pada ibu Dong Joo, bahwa dia yang
menyebabkan ibu Dong Joo mati, karena menginginkan korneanya untuk Soo Wan. Dan
karena rasa bersalahnya, dia menyekolahkan Dong Joo hingga jadi sukses. Dan
kini dia terjebak. Dr. Oh sangat terkejut, namun berusaha menenangkan
sahabatnya.


Usai makan malam, Ji Woon hendak mengantarkan pulang, tapi
Soo Wan menolak. Ji Woon pun berkata kalau malam ini adalah malam mereka mulai
dekat sebagai pasangan. Soo Wan pun baru menyadari. Ia pulang hujan2an sambil
mengingat masa lalu, saat itu juga hujan. Soo Wan marah2 sambil menangis karena
dia tidak ingin menunggu (Dong Joo) lagi. Ji Woon pun berkata bahwa Soo Wan tak
perlu menunggu, karena dirinya yang akan melakukannya. Soo Wan hanya tinggal
datang, Ji Woon akan selalu menunggu.

Dong Joo juga jalan hujan2an dan bertemu dengan Soo Wan.
Mereka berpelukan di tengah hujan deras. Tanpa mereka sadari, Ji Woon memandang
mereka dari balik pohon, dengan hati yang tersayat2. Akhirnya dia tahu, siapa
pria yang selama ini menduduki hati Soo Wan. Parahnya, pria itu adalah
sahabatnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar