
Kepala detektif mulai bertindak. Dia memindahkan Min Soo ke
lalu lintas, sementara dia menawari Woo Chul pekerjaan bagus, tapi jauh dari
Seoul. Woo Chul tidak menolak, tetapi dia minta pekerjaan itu ditunda sampai 3
bulan lagi.

Sementara itu, untuk mengembalikan hubungan ayah-anak Leader
Ki dengan Jin Mo, Ellie dan Teddy melakukan sesuatu. Mereka mengundang sekolah
Jin Mo ke kantor dan anak2 belajar jadi petugas 119 dengan senang. Jin Mo pun
senang dan bangga pada ayahnya, tidak marah lagi.

malamnya, keluarga Ki, Teddy,
dan Ellie, makan bareng. Ellie mabuk dan tak sadar mengungkapkan isi hatinya
bahwa dia sangat marah pada Leader Ki saat melanggar janji, karena dia seperti
Jin Mo, waktu kecil sering ditinggal ayahnya kerja, bahkan sampai ditinggal
selamanya (meninggal dalam tugas). Saat pulang, Teddy mau menggendong Ellie,
tapi tidak kuat. Jadi Leader Ki yg menggendongnya, sementara Teddy menggendong
Jin Mo. Ellie memeluk Leader Ki erat sambil bergumam, “Bau ayah… aku suka…”

Akhirnya ‘bom’ yang disimpan Jin Sang diledakkan pada malam
ini, oleh perintah ibu Ji Woon. Jin Sang menemui Dong Joo dan mengungkap
segalanya, bahwa ayah Soo Wan mencabut oksigen yang menyebabkan kematian pada
ibu Dong Joo. Tentu saja Dong Joo tidak mau percaya. Jin Sang pun memberikan
data kematian ibu Dong Joo. Dong Joo tidak ingin mempercayainya, tetapi data
itu tidak bohong. Dong Joo ke kuburan, menangis di sana. Sementara Soo Wan
bingung karena Dong Joo tidak ada kabarnya. Dia pun menemukan Dong Joo di
kuburan dan Dong Joo pingsan dipelukannya. Dia sedih sampai sakit.

Dong Joo ke RS, menemui Jin Sang, berkata kalau dia
menganggap tidak pernah mendengarkan hal itu. Jin Sang berteriak, apakah Dong
Joo mau mengabaikan bahwa ibunya mati oleh pria yg selama ini dipanggilnya
ayah? Dan tanpa mereka sadari, Ji Woon tak sengaja mendengar semuanya. Lalu
Dong Joo menemui ayah, mengatakan akan pergi ke Boston dengan Soo Wan. Meski
ayah sempat heran dengan perubahan pikiran Dong Joo, tetapi dia setuju.

Woo Chul pergi ke tempat penghancuran mobil bekas, dan dia
dipukuli. Min Soo pun segera menjenguk di RS. Ibu Ji Woon marah pada kepala
detektif, karena dia tidak menginginkan Woo Chul mati, apalagi masuk ke RS-nya.
Sementara itu Soo Wan merasa Dong Joo sedikit aneh, selalu tampak murung dan
dingin tidak seperti biasanya.

Ellie naik gunung sendirian. Saat hendak memetik bunga, dia
jatuh. 119 pun menolong. Leader Ki mengomel, kenapa bela2in ngambil bunga
sampai jatuh? Ellie pun berkata kalau bunga itu kesukaan mendiang ibunya. Dia
dinaikkan ke tandu, tetapi Teddy tidak kuat mengangkatnya. Leader Ki pun
menggendong Ellie dibelakang. Leader Ki memberikan bunga yg tadi mau dipetik
Ellie. Dan tampaknya Ellie mulai terpesona kepada Leader Ki (aduh, Teddy kasihan…)

Ambulance yang membawa donor organ mengalami kecelakaan
karena ngebut. Saat 119 datang, petugas RS menyuruh mereka mengantarkan donor
itu terlebih dahulu karena darurat. Dan akhirnya operasi donor pun berhasil
dilakukan. Keluarga pasien sangat berterima kasih kepada 119. Tetapi Dong Joo
berkata bahwa mereka seharusnya berterima kasih kepada si pendonor. Soo Wan pun
merasakan hal yang sama, berterima kasih kepada pendonor matanya. Dia
penasaran, seperti apa orang itu. Dong Joo diam saja, menahan sedih karena
teringat ibunya.
Ji Woon menemui Dong Joo, bertanya apa Dong Joo akan ke
amrik dengan Soo Wan? Apa Soo Wan setuju? Dia pun berkata kalau tahu ttg
penyebab kematian ibu Dong Joo, karena ayah Soo Wan. Ji Woon menduga Dong Joo
pasti tidak akan tahan tinggal seatap dengan pembunuh ibunya. Ia khawatir
bagaimana perasaan Soo Wan nantinya, saat tahu kalau ayahnya membunuh ibu dari
kekasih yg dicintainya. Ia ingin Dong Joo lebih baik pergi meninggalkan Soo
Wan, sehingga rahasia itu pasti dijamin aman, dan dialah yg akan melindunginya.
Tetapi Dong Joo tetap akan di sisi Soo Wan, melindunginya.
Dan untuk melindunginya, selain akan membawa Soo Wan pergi
jauh, dia juga memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan. Tentu saja Woo
Chul dan Min Soo sangat tidak setuju. Mereka sudah sampai hampir mati begini,
masa semua sia2 saja? Min Soo pun bercerita pada Soo Wan, mungkin akhir2 ini
Dong Joo tampak aneh karena penyelidikan kasus ibunya yg dibuka kembali. Min
Soo pun menyuruh Soo Wan membujuk Dong Joo untuk tetap melanjutkan
penyelidikan. Dia menitipkan berkas2 bukti pada Soo Wan untuk Dong Joo. Tak
disangka, Soo Wan malah menemukan fakta bahwa ibu Dong Joo mendonorkan matanya.
Soo Wan pun mencaritahu dan akhirnya dia tahu bahwa mata yg dia gunakan ini
adalah mata ibu Dong Joo.

Bersama Dong Joo, ia pergi ke kuburan Jung Hwa. Ia
mengatakan bahwa ternyata pendonor itu adalah ibu Dong Joo. Ia menangis
mengingat masa2 bersama Jung Hwa, “Pendonor itu Jung Hwa… Pendonor itu ibu…”
kata Soo Wan berkali2 sambil menangis sesenggukan, merasa bersalah karena
selama ini merasa bahagia karena bisa melihat, padahal itu mata dari Jung Hwa.
(luar biasa akting nangisnya Go Hye Sun. Aku menontonnya beberapa kali dan
selalu ikut menangis.). Ia bertanya kenapa Dong Joo nggak bilang? Dong Joo pun
berkata, dia tak bilang karena tahu reaksi Soo Wan pasti akan begini. Dan Ibu
juga melarang untuk bilang, karena dia hanya ingin Soo Wan bahagia bisa
melihat, bukannya malah sedih dan merasa bersalah.

Di rumah, ayah menghampiri Soo Wan yg termenung. Soo Wan pun
berkata kalau matanya adalah mata Jung Hwa. Dan dia pikir ayahnya tidak tahu.
Ayah terkejut, lalu bertanya, apa Soo Wan baik2 saja setelah mengetahui hal
ini? tentu saja tidak. Tetap ada rasa bersalah. Tetapi Dong Joo mengatakan bahwa
dia bahagia tiap kali melihat mata Jung Hwa di mata Soo Wan. Dan Jung Hwa pasti
akan marah kalau Soo Wan merasa bersalah. Jadi dia pun berusaha menerima hal
ini.

Besoknya ayah menemui Dong Joo, berterima kasih atas
penjelasan Dong Joo pada Soo Wan tentang pendonoran itu. Dengan dingin Dong Joo
berkata kalau semua ini adalah demi kebaikan Soo Wan. Dan dia minta agar ayah
terus membujuk Soo Wan untuk mau ke amrik, supaya dia tidak menemukan fakta
lain yang lebih mengejutkan. Ayah pun heran dengan kata2 Dong Joo itu. dia pun
jadi curiga dan menemui Jin Sang. Jin Sang pun mengaku sudah mengatakan
semuanya kepada Dong Joo. Dia bahkan mengancam akan mengatakannya juga kepada
Soo Wan.

Ji Woon baru tahu kalau Soo Wan mencari tahu ttg donor
matanya. Dan dia terkejut mengetahui bahwa pendonor itu adl ibu Dong Joo.
Sementara itu, saat Soo Wan pulang, ayah terkapar karena serangan jantung. Soo
Wan pun segera menelepon Dong Joo. Saat Dong Joo datang, ayah sudah sadar di
ranjang. Dong Joo hanya bicara seperlunya dan ayah menyuruh Dong Joo pulang
saja. Mendadak Dinginnya hubungan mereka, membuat Soo Wan heran.
Orang yg dulu mau bunuh diri itu, datang ke kantor,
berterima kasih dan minta maaf pada semua petugas karena dia selalu merepotkan.
Kini dia sudah tidak mau bunuh diri lagi dan mencoba membuka usaha roti. Dia
pun memberikan sample roti kepada mereka semua. Sorenya, Leader Ki dan Teddy
pulang, disambut oleh Jin Mo dan Ellie yang baru selesai masak pork cutlet.
Melihat Ellie begitu perhatian pada Leader Ki, belum lagi Ellie juga membelikan
cologne baru untuk Leader Ki, membuat Teddy patah hati. Belum lagi suatu hari
Teddy mengajak Ellie makan malam berdua, tapi Ellie malah terus menerus
bertanya tentang Leader Ki.

Ji Woon menemui Min Soo dan Min Soo menceritakan ttg hubungan
ibu Dong Joo dengan Soo Wan. Mereka seperti ibu dan anak. Cintanya Soo Wan pada
Dong Joo bukan cuma sekedar cinta pertama biasa, karena ada hubungannya dengan
kasih sayang ibu yg tak pernah Soo Wan dapatkan setelah ibunya meninggal. Min
Soo pun menyarankan agar Ji Woon menyerah saja dan melupakan Soo Wan.
Lalu Ji Woon menemui Dong Joo. Dia mulai bisa memahami
segalanya. Dia juga memahami perasaan ayah Soo Wan yg hanya ingin putrinya bisa
melihat lagi. Ji Woon merasa kasihan. Dia bertanya, apa Dong Joo sudah tahu
segalanya sejak awal? Tetapi mengapa masih mau bersama Soo Wan? Selama Dong Joo
bersama Soo Wan, pasti suatu saat nanti Soo Wan akan tahu kebenaran ini dan
terluka.
Min Soo menemukan saksi mata kejadian tabrak lari, setelah
dia memberi pengumuman akan memberikan hadiah uang. Orang itu pun menceritakan
apa yg dia lihat, kemudian meminta hadiahnya. Min Soo pun berkata akan
memberikan hadiah setelah kasusnya berhasil. Orang itu ngomel2, karena 12 th
lalu dia juga sudah bersaksi dan langsung mendapatkan hadiahnya dari polisi.
Min Soo pun segera menemui Woo Chul menceritakan hal ini. Dan ternyata polisi
yg memberi hadiah itu adl kepala detektif.
Sekali lagi ayah menyuruh Soo Wan ke amrik dengan Dong Joo.
Dan Ayah pun berjanji akan ikut ke amrik setelah membereskan urusan RS. Soo Wan
pun akhirnya setuju ke amrik. Di RS, Ji Woon terus mencoba agar Soo Wan tidak
bersama Dong Joo lagi, tapi Soo Wan berkata kalau mereka akan segera menikah
dan ke Boston (jadi jangan ganggu saya lagi). Ji Woon kebingungan, bagaimana
harus menjelaskan bahwa bersama Dong Joo, Soo Wan pasti akan sedih.
Cincin pesanan Soo Wan sudah datang. Soo Wan pergi sendiri
mengambilnya, tidak mengajak Dong Joo, mau memberikan surprise. Tetapi dialah
yang mendapatkan kejutan yang sangat mengejutkan. Tak sengaja dia mendengar
percakapan Dong Joo dengan ayah, ketika ayah berlutut meminta maaf dan Dong Joo
tidak mau memaafkan. “Apa yg harus kutanyakan kepadamu? Tentang dokter yg
seharusnya menyelamatkan ibuku, tetapi malah mencabut oksigen dan membunuhnya?
Tentang membesarkanku selama ini, bukan karena kasih sayang seorang ayah,
tetapi untuk membebaskanmu dari rasa bersalah karena kau seorang pembunuh?
Tentang seorang dokter yang hanya ingin memberikan penglihatan kepada anaknya
yg buta? Itu sebabnya kau melarang hubunganku dengan Soo Wan? Di dalam hidupku,
ayah tidak pernah ada. Tetapi aku tetap akan mengambil Soo Wan. Aku akan
menikahinya dan membawanya ke Boston, sehingga dia tidak akan pernah tahu.
Milikku yang terakhir hanyalah Soo Wan. Untuk melindungi Soo Wan, aku akan
melakukan apapun.” Dong Joo meninggalkan ayah yg tetap berlutut dan menangis
keras. Soo Wan hanya bisa terpaku di belakang tembok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar