Quotes

"Write is my World"

Selasa, 21 April 2015

Angel Eyes Episode 12-14

Kepala detektif mulai bertindak. Dia memindahkan Min Soo ke lalu lintas, sementara dia menawari Woo Chul pekerjaan bagus, tapi jauh dari Seoul. Woo Chul tidak menolak, tetapi dia minta pekerjaan itu ditunda sampai 3 bulan lagi.
 
Sementara itu, untuk mengembalikan hubungan ayah-anak Leader Ki dengan Jin Mo, Ellie dan Teddy melakukan sesuatu. Mereka mengundang sekolah Jin Mo ke kantor dan anak2 belajar jadi petugas 119 dengan senang. Jin Mo pun senang dan bangga pada ayahnya, tidak marah lagi. 
malamnya, keluarga Ki, Teddy, dan Ellie, makan bareng. Ellie mabuk dan tak sadar mengungkapkan isi hatinya bahwa dia sangat marah pada Leader Ki saat melanggar janji, karena dia seperti Jin Mo, waktu kecil sering ditinggal ayahnya kerja, bahkan sampai ditinggal selamanya (meninggal dalam tugas). Saat pulang, Teddy mau menggendong Ellie, tapi tidak kuat. Jadi Leader Ki yg menggendongnya, sementara Teddy menggendong Jin Mo. Ellie memeluk Leader Ki erat sambil bergumam, “Bau ayah… aku suka…”
 
Akhirnya ‘bom’ yang disimpan Jin Sang diledakkan pada malam ini, oleh perintah ibu Ji Woon. Jin Sang menemui Dong Joo dan mengungkap segalanya, bahwa ayah Soo Wan mencabut oksigen yang menyebabkan kematian pada ibu Dong Joo. Tentu saja Dong Joo tidak mau percaya. Jin Sang pun memberikan data kematian ibu Dong Joo. Dong Joo tidak ingin mempercayainya, tetapi data itu tidak bohong. Dong Joo ke kuburan, menangis di sana. Sementara Soo Wan bingung karena Dong Joo tidak ada kabarnya. Dia pun menemukan Dong Joo di kuburan dan Dong Joo pingsan dipelukannya. Dia sedih sampai sakit.
 
Dong Joo ke RS, menemui Jin Sang, berkata kalau dia menganggap tidak pernah mendengarkan hal itu. Jin Sang berteriak, apakah Dong Joo mau mengabaikan bahwa ibunya mati oleh pria yg selama ini dipanggilnya ayah? Dan tanpa mereka sadari, Ji Woon tak sengaja mendengar semuanya. Lalu Dong Joo menemui ayah, mengatakan akan pergi ke Boston dengan Soo Wan. Meski ayah sempat heran dengan perubahan pikiran Dong Joo, tetapi dia setuju.
 
Woo Chul pergi ke tempat penghancuran mobil bekas, dan dia dipukuli. Min Soo pun segera menjenguk di RS. Ibu Ji Woon marah pada kepala detektif, karena dia tidak menginginkan Woo Chul mati, apalagi masuk ke RS-nya. Sementara itu Soo Wan merasa Dong Joo sedikit aneh, selalu tampak murung dan dingin tidak seperti biasanya.
 
Ellie naik gunung sendirian. Saat hendak memetik bunga, dia jatuh. 119 pun menolong. Leader Ki mengomel, kenapa bela2in ngambil bunga sampai jatuh? Ellie pun berkata kalau bunga itu kesukaan mendiang ibunya. Dia dinaikkan ke tandu, tetapi Teddy tidak kuat mengangkatnya. Leader Ki pun menggendong Ellie dibelakang. Leader Ki memberikan bunga yg tadi mau dipetik Ellie. Dan tampaknya Ellie mulai terpesona kepada Leader Ki (aduh, Teddy kasihan…)
 
Ambulance yang membawa donor organ mengalami kecelakaan karena ngebut. Saat 119 datang, petugas RS menyuruh mereka mengantarkan donor itu terlebih dahulu karena darurat. Dan akhirnya operasi donor pun berhasil dilakukan. Keluarga pasien sangat berterima kasih kepada 119. Tetapi Dong Joo berkata bahwa mereka seharusnya berterima kasih kepada si pendonor. Soo Wan pun merasakan hal yang sama, berterima kasih kepada pendonor matanya. Dia penasaran, seperti apa orang itu. Dong Joo diam saja, menahan sedih karena teringat ibunya.

Ji Woon menemui Dong Joo, bertanya apa Dong Joo akan ke amrik dengan Soo Wan? Apa Soo Wan setuju? Dia pun berkata kalau tahu ttg penyebab kematian ibu Dong Joo, karena ayah Soo Wan. Ji Woon menduga Dong Joo pasti tidak akan tahan tinggal seatap dengan pembunuh ibunya. Ia khawatir bagaimana perasaan Soo Wan nantinya, saat tahu kalau ayahnya membunuh ibu dari kekasih yg dicintainya. Ia ingin Dong Joo lebih baik pergi meninggalkan Soo Wan, sehingga rahasia itu pasti dijamin aman, dan dialah yg akan melindunginya. Tetapi Dong Joo tetap akan di sisi Soo Wan, melindunginya.

Dan untuk melindunginya, selain akan membawa Soo Wan pergi jauh, dia juga memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan. Tentu saja Woo Chul dan Min Soo sangat tidak setuju. Mereka sudah sampai hampir mati begini, masa semua sia2 saja? Min Soo pun bercerita pada Soo Wan, mungkin akhir2 ini Dong Joo tampak aneh karena penyelidikan kasus ibunya yg dibuka kembali. Min Soo pun menyuruh Soo Wan membujuk Dong Joo untuk tetap melanjutkan penyelidikan. Dia menitipkan berkas2 bukti pada Soo Wan untuk Dong Joo. Tak disangka, Soo Wan malah menemukan fakta bahwa ibu Dong Joo mendonorkan matanya. Soo Wan pun mencaritahu dan akhirnya dia tahu bahwa mata yg dia gunakan ini adalah mata ibu Dong Joo.
 
Bersama Dong Joo, ia pergi ke kuburan Jung Hwa. Ia mengatakan bahwa ternyata pendonor itu adalah ibu Dong Joo. Ia menangis mengingat masa2 bersama Jung Hwa, “Pendonor itu Jung Hwa… Pendonor itu ibu…” kata Soo Wan berkali2 sambil menangis sesenggukan, merasa bersalah karena selama ini merasa bahagia karena bisa melihat, padahal itu mata dari Jung Hwa. (luar biasa akting nangisnya Go Hye Sun. Aku menontonnya beberapa kali dan selalu ikut menangis.). Ia bertanya kenapa Dong Joo nggak bilang? Dong Joo pun berkata, dia tak bilang karena tahu reaksi Soo Wan pasti akan begini. Dan Ibu juga melarang untuk bilang, karena dia hanya ingin Soo Wan bahagia bisa melihat, bukannya malah sedih dan merasa bersalah.
 
Di rumah, ayah menghampiri Soo Wan yg termenung. Soo Wan pun berkata kalau matanya adalah mata Jung Hwa. Dan dia pikir ayahnya tidak tahu. Ayah terkejut, lalu bertanya, apa Soo Wan baik2 saja setelah mengetahui hal ini? tentu saja tidak. Tetap ada rasa bersalah. Tetapi Dong Joo mengatakan bahwa dia bahagia tiap kali melihat mata Jung Hwa di mata Soo Wan. Dan Jung Hwa pasti akan marah kalau Soo Wan merasa bersalah. Jadi dia pun berusaha menerima hal ini.
 
Besoknya ayah menemui Dong Joo, berterima kasih atas penjelasan Dong Joo pada Soo Wan tentang pendonoran itu. Dengan dingin Dong Joo berkata kalau semua ini adalah demi kebaikan Soo Wan. Dan dia minta agar ayah terus membujuk Soo Wan untuk mau ke amrik, supaya dia tidak menemukan fakta lain yang lebih mengejutkan. Ayah pun heran dengan kata2 Dong Joo itu. dia pun jadi curiga dan menemui Jin Sang. Jin Sang pun mengaku sudah mengatakan semuanya kepada Dong Joo. Dia bahkan mengancam akan mengatakannya juga kepada Soo Wan.
 
Ji Woon baru tahu kalau Soo Wan mencari tahu ttg donor matanya. Dan dia terkejut mengetahui bahwa pendonor itu adl ibu Dong Joo. Sementara itu, saat Soo Wan pulang, ayah terkapar karena serangan jantung. Soo Wan pun segera menelepon Dong Joo. Saat Dong Joo datang, ayah sudah sadar di ranjang. Dong Joo hanya bicara seperlunya dan ayah menyuruh Dong Joo pulang saja. Mendadak Dinginnya hubungan mereka, membuat Soo Wan heran.

Orang yg dulu mau bunuh diri itu, datang ke kantor, berterima kasih dan minta maaf pada semua petugas karena dia selalu merepotkan. Kini dia sudah tidak mau bunuh diri lagi dan mencoba membuka usaha roti. Dia pun memberikan sample roti kepada mereka semua. Sorenya, Leader Ki dan Teddy pulang, disambut oleh Jin Mo dan Ellie yang baru selesai masak pork cutlet. Melihat Ellie begitu perhatian pada Leader Ki, belum lagi Ellie juga membelikan cologne baru untuk Leader Ki, membuat Teddy patah hati. Belum lagi suatu hari Teddy mengajak Ellie makan malam berdua, tapi Ellie malah terus menerus bertanya tentang Leader Ki.
 
Ji Woon menemui Min Soo dan Min Soo menceritakan ttg hubungan ibu Dong Joo dengan Soo Wan. Mereka seperti ibu dan anak. Cintanya Soo Wan pada Dong Joo bukan cuma sekedar cinta pertama biasa, karena ada hubungannya dengan kasih sayang ibu yg tak pernah Soo Wan dapatkan setelah ibunya meninggal. Min Soo pun menyarankan agar Ji Woon menyerah saja dan melupakan Soo Wan.

Lalu Ji Woon menemui Dong Joo. Dia mulai bisa memahami segalanya. Dia juga memahami perasaan ayah Soo Wan yg hanya ingin putrinya bisa melihat lagi. Ji Woon merasa kasihan. Dia bertanya, apa Dong Joo sudah tahu segalanya sejak awal? Tetapi mengapa masih mau bersama Soo Wan? Selama Dong Joo bersama Soo Wan, pasti suatu saat nanti Soo Wan akan tahu kebenaran ini dan terluka.

Min Soo menemukan saksi mata kejadian tabrak lari, setelah dia memberi pengumuman akan memberikan hadiah uang. Orang itu pun menceritakan apa yg dia lihat, kemudian meminta hadiahnya. Min Soo pun berkata akan memberikan hadiah setelah kasusnya berhasil. Orang itu ngomel2, karena 12 th lalu dia juga sudah bersaksi dan langsung mendapatkan hadiahnya dari polisi. Min Soo pun segera menemui Woo Chul menceritakan hal ini. Dan ternyata polisi yg memberi hadiah itu adl kepala detektif.

Sekali lagi ayah menyuruh Soo Wan ke amrik dengan Dong Joo. Dan Ayah pun berjanji akan ikut ke amrik setelah membereskan urusan RS. Soo Wan pun akhirnya setuju ke amrik. Di RS, Ji Woon terus mencoba agar Soo Wan tidak bersama Dong Joo lagi, tapi Soo Wan berkata kalau mereka akan segera menikah dan ke Boston (jadi jangan ganggu saya lagi). Ji Woon kebingungan, bagaimana harus menjelaskan bahwa bersama Dong Joo, Soo Wan pasti akan sedih.


Cincin pesanan Soo Wan sudah datang. Soo Wan pergi sendiri mengambilnya, tidak mengajak Dong Joo, mau memberikan surprise. Tetapi dialah yang mendapatkan kejutan yang sangat mengejutkan. Tak sengaja dia mendengar percakapan Dong Joo dengan ayah, ketika ayah berlutut meminta maaf dan Dong Joo tidak mau memaafkan. “Apa yg harus kutanyakan kepadamu? Tentang dokter yg seharusnya menyelamatkan ibuku, tetapi malah mencabut oksigen dan membunuhnya? Tentang membesarkanku selama ini, bukan karena kasih sayang seorang ayah, tetapi untuk membebaskanmu dari rasa bersalah karena kau seorang pembunuh? Tentang seorang dokter yang hanya ingin memberikan penglihatan kepada anaknya yg buta? Itu sebabnya kau melarang hubunganku dengan Soo Wan? Di dalam hidupku, ayah tidak pernah ada. Tetapi aku tetap akan mengambil Soo Wan. Aku akan menikahinya dan membawanya ke Boston, sehingga dia tidak akan pernah tahu. Milikku yang terakhir hanyalah Soo Wan. Untuk melindungi Soo Wan, aku akan melakukan apapun.” Dong Joo meninggalkan ayah yg tetap berlutut dan menangis keras. Soo Wan hanya bisa terpaku di belakang tembok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar