
Dong Joo dan Soo Wan akhirnya putus, meski Dong Joo
sebenarnya tidak menginginkannya. Ayah pun sadar tapi masih belum 100%. Ji Woon
menghampiri Soo Wan. Soo Wan terkejut karena Ji Woon tahu masalahnya. Ji Woon
pun berkata kalau dia merasa kasihan kepada ayah. Meski seorang dokter hebat,
tetapi dia tetap saja manusia dan seorang ayah yg mencintai anaknya. Dokter pun
bisa melakukan kesalahan.

Sementara itu Woo Chul jalan2 di atap dan menemukan puntung
rokok. Dia mau merokok diam2, tapi dia melihat ibu Ji Woon bicara dengan kepala
detektif. Dia tidak bisa mendengar karena jauh, tapi dia curiga pada mereka.
Kepala detektif melapor bahwa Min Soo sudah berhasil menemukan mobil itu.
ternyata karena mobilnya sangat mahal dan masih baru, pemilik penghancur mobil
tidak menghancurkannya, malah menggunakannya sendiri, tetapi sudah dipermak
sampai tidak sama lagi.
Jin Mo sakit. Ellie membantu menjaganya sampai Teddy dan
Leader Ki pulang. Tapi Jin Mo tidak mau ditinggal Ellie, jadi Ellie menjaganya
semalaman. Paginya, Jin Mo bangun duluan dan sudah sehat, tapi malah Ellie yang
sakit dan pingsan. mereka pun membawanya ke RS. Ternyata Ellie dulu punya
leukemia dan sudah ditransplantasi sumsum tulang belakang. Tetapi imunitasnya
tetap lemah, sehingga dia mudah sakit.
Saat sadar, Leader Ki di sampingnya. Mereka pun mengobrol sambil
tertawa2, sedangkan Teddy melihat mereka dari jauh (kasihan!!)
Min Soo menanyakan tentang mobil ayah Ji Woon. Ji Woon tidak
tahu. Min Soo pun menceritakan sekilas kecelakaan ibu Dong Joo dan merasa
bersalah, seharusnya tidak menanyakan hal ini (tidak mencurigai keluarga Kang).
Ji Woon pun bertanya, di mana lokasinya. Setelah Min Soo mengatakan lokasi tkp,
Ji Woon tampak kaget. Lalu ia melihat data2 pasien korban kecelakaan pada tahun
itu.

Dong Joo patah hati sampai mabuk2an. Paginya, ia melihat
adiknya sedang menyulam. Menurut Ellie, hadiah sulaman itu sangat berkesan,
karena sambil menyulam, sambil mengingat orang yang akan diberi sulaman. Meskipun
hasil sulamannya terkadang kurang bagus dan membuat orang yang dihadiahi kurang
puas, tetapi setiap hadiah tidak selalu sempurna. Malamnya, Dong Joo melihat
benang sulaman dan teringat kata2 Ellie. Lalu Ellie datang dan hendak
membuatkan bubur u/ Soo Wan. Dong Joo pun memanggilnya, hendak bicara sesuatu.

Ellie menemui Soo Wan. Soo Wan menunduk, tidak berani
melihat wajah Ellie. Ellie berkata, Soo Wan jangan seperti itu. Ellie tidak
sedih, malah sangat bahagia karena ibunya memberikan matanya untuk Soo Wan,
sehingga Soo Wan bisa melihat lagi. Ellie berusaha agar Soo Wan mau kembali
kepada Dong Joo, tetapi Soo Wan tidak mau. Masalahnya terlalu kompleks daripada
sekedar menerima donor mata dari orang yg dicintai. Bahkan Soo Wan
mengembalikan kalung peluit kepada Ellie.

Saat pulang, Dong Joo sudah menunggu di depan rumah, marah
karena Soo Wan mengembalikan kalung itu. Dong Joo ingin kembali, tidak ingin
kehilangan Soo Wan. Soo Wan merasa Dong Joo cuma terobsesi padanya, bisa jadi
memiliki dendam yg suatu saat akan meledak dan menyakiti Soo Wan pada akhirnya.
Soo Wan benar2 tak ingin kembali. Tetapi saat di kamar, Soo Wan memeluk kemeja
Dong Joo sambil mengenangnya.

Ji Woon mendatangi korban kecelakaan yg berdasarkan data RS,
tetapi bukannya Jung Hwa, melainkan Kim Hye Sook. 12 th lalu sepertinya Ji Woon
menabrak seseorang. Tetapi orang itu selamat, dan bernama Kim Hye Sook. Ia pun
menemuinya. Tetapi dari ceritanya, ternyata dia tidak kena tabrak lari,
melainkan cuma keserempet mobil di dekat kantor pos. Saat Ji Woon berhenti di
lampu merah, dia mengingat2 kejadian itu lagi, ternyata dialah yg menabrak ibu
Ji Woon. Tetapi mungkin ortu Ji Woon berusaha menutupi hal itu dari anaknya,
sehingga dia diperlihatkan pasien lain yg selamat, supaya Ji Woon tidak merasa
bersalah. Ortu Ji Woon melakukan hal ini karena ingin anak mereka tetap
sempurna tanpa cacat. Pulangnya, dia pun mengkonfirmasikan hal ini pada ibunya.
Ibunya tetap mengelak.

Dong Joo mendengar sesuatu pecah dari ruang rawat ayah. Soo
Wan tak sengaja menjatuhkan pot bunga. Soo Wan mengambil pecahan kaca sampai
tangannya berdarah2. Soo Wan berteriak, ia ingin kembali ke hari di mana dia
tidak pernah bertemu dengan Dong Joo. Maka semua ini tidak akan terjadi. Dong
Joo pun menyerah dan pergi. Ayah meski belum sadar total, tapi ia mendengarkan,
memejamkan matanya dengan pedih dan penuh sesal.

Dong Joo memutuskan kembali ke Boston. Ia mengepak barangnya
di kantor dan pamitan dengan pak kepala. Ia menitipkan surat2nya dan juga tape
rekaman untuk Soo Wan kepada Min Soo. Min Soo jadi ikutan galau gara2 mereka.
Soo Wan menerima semua itu dan mendengarkan rekaman Dong Joo yang menyuruhnya
untuk jangan bersedih dan menangis lagi. Tetapi Dong Joo malah menangis
tersedu2.

Terakhir Dong Joo berpamitan dengan ayah. Untuk terakhir
kali, ia ingin mendengar dari mulut ayah, apa makna dirinya bagi ayah? Tetapi
ayah diam saja. Dong Joo pun pergi, masih di depan pintu. Tangan ayah bergerak
melepaskan masker oksigennya. Sepertinya ia ingin mengejar Dong Joo, tetapi
karena badannya tidak bisa bergerak, dia pun jatuh.

Dong Joo mendengar suara gubrak dan segera berlari ke dalam.
Ayah sudah di lantai. Dong Joo hendak menggendong ayah, tapi ayah menunjuk ke
sebuah laci. Dong Joo pun membuka laci itu. ayah menunjuk tape rekaman. Dong
Joo memberikannya, tapi Ayah malah menyerahkan tape itu pada Dong Joo. Ayah
membelai wajah Dong Joo sambil berkata, “Soo Wan…” (titip Soo Wan). Lalu ia
meninggal.
Dong Joo memanggil tim dokter, sembari ia CPR. Tetapi sudah tidak
tertolong lagi. Soo Wan datang dan shock melihat ayahnya sudah meninggal.
Mereka semua menangis sedih. Ji Woon pergi ke ruangan ibunya, berkata kalau
direktur sudah meninggal. Dia tidak mati karena penyakitnya, melainkan karena
perbuatan ibu dan dirinya. “Aku membunuh satu orang lagi.”

Semua orang memberi penghormatan terakhir kepada direktur,
termasuk ibu Ji Woon. Pulangnya, Ji Woon sudah menunggu di ruang keluarga. Ji
Woon yg merasa bersalah, hendak menyerahkan diri ke polisi, tetapi ibu
melarang. Dia bahkan mengancam lebih baik mati jika Ji Woon menyerahkan diri,
setelah semua yg telah ia lakukan. Ji Woon pun heran dengan kata2 itu dan minta
penjelasan. Akhirnya malam itu ibu pun mengaku kalau dialah yg menyuntikkan
cairan racun ke infus ibu Dong Joo sehingga terjadi arrest, barulah setelah itu
direktur Yoon datang, hendak menolong, tetapi malah mencabut oksigen.





Soo Wan tenggelam di dalam kesedihan mendalam, hingga
akhirnya dia pingsan dan setelah sadar, dia kehilangan penglihatannya lagi.
Tetapi bukan karena kornea matanya yg bermasalah, melainkan otaknya, alias
psikologisnya. Psikologisnya memblok matanya yg dianggap menjadi penyebab dari
segala kesedihannya. Alih2 terapi, Soo Wan memilih hidup di dalam kegelapan,
menggunakan tongkat bahkan anjing penuntun. Dia juga mengusir Dong Joo yg
bersikeras untuk tetap di sampingnya.

Sementara itu rajutan Ellie sudah selesai. Dengan gembira ia
mengepaknya dengan bungkus kado. Saat di rumah Leader Ki, ia tampak sedih
karena kepikiran Soo Wan, Jin Mo pun mengajak piknik untuk menghiburnya.
Keluarga Ki pun piknik. Ellie, Jin Mo, dan Teddy main fezbee (piring terbang).
Saat Jin Mo melempar yg jauh, Ellie akan mengambilnya, ia hampir ketabrak
sepeda. Teddy memeluknya menghindar dan mereka berguling di jalanan. Teddy pun
pura2 pingsan. tetapi Leader Ki tahu, ia pun mengerjainya dengan menyiram air.
Setelah membersihkan diri, saat Teddy kembali, Jin Mo sendirian. Leader Ki dan
Ellie pergi tak jauh dari sana. Ellie memberikan sweeter rajutannya dan
mengakui perasaannya kepada Leader Ki. Leader Ki hanya bengong tak percaya, ada
gadis muda yg tertarik pada ayah single. Sementara Teddy yg melihat dari jauh,
patah hati berat. Malamnya, ia curhat sama nenek2 yg pernah ditolongnya, dan
Leader Ki mendengar dari balik pintu. Leader Ki kembali ke kamar dan memandang
foto mendiang istrinya. Ia senang disukai oleh gadis muda dan cantik, tetapi
merasa bersalah kepada Teddy.
Pengacara mendatangi Dong Joo untuk memberitahu wasiat &
warisan Direktur Yoon. Harta akan diberikan kepada Soo Wan dan Dong Joo, asal
mereka tetap bersama (menikah). Lalu Dong Joo juga diberi surat terakhir dari
ayah, yg isinya untuk menitipkan Soo Wan pada Dong Joo, agar Dong Joo tetap
mencintainya dengan cinta yg sama seperti dulu, tidak pernah berubah.

Woo Chul sudah keluar dari RS. Tempat pertama yg
didatanginya adalah kantor polisi, tepatnya ruangan kepala detektif. Sambil
menggoda, ia menunjukkan foto kepala detektif dengan ibu Ji Woon. Ia tidak
langsung menuduh, tetapi tuduhan itu tersirat. Sementara Min Soo mendengar
rekaman telepon 119 pada hari kejadian, dan ia kaget karena mendengar suara Ji
Woon melaporkan kecelakaan itu, meski ia tidak menyebutkan nama, Min Soo
mengenal suaranya.

Leader Ki memutuskan mengembalikan sweeter Ellie dan menolak
cintanya. Ia beralasan tidak menyukai gadis yg jauh lebih muda. Tetapi Ellie
tidak mau menyerah. Dia mendatangi Leader Ki di kantor, lalu mencium pipinya.
Wajah Leader Ki memerah, Ellie pun menduga Leader Ki juga sebenarnya
menyukainya. Leader Ki pun akhirnya berkata2 yg sangat kasar, dia bilang Ellie
memang cantik dan menyenangkan, tetapi Ellie sakit2an dan sangat kurus, sampai
bisa terbang kalau ketiup angin. Pernah ditinggal mati istri, Leader Ki tidak
ingin menikahi wanita yg sakit2an dan ditinggal mati lagi. Dia pun memecat
Ellie. Ellie menangis dan Teddy pun menghiburnya.


Dong Joo dan Ji Woon bertemu di bar. Dong Joo berkata kalau
kata2 yg paling dibencinya adalah ‘bagaimana jika’. Bagaimana jika ibu tidak
kecelakaan? Bagaimana jika ayah Soo Wan tidak khilaf? Dan bagaimana jika Dong
Joo dan Soo Wan tidak pernah bertemu. Dan Ji Woon diam2 memendam rasa bersalah
yg mendalam. Ia menganggap semua ini adalah salahnya.

Dokter menyarankan agar Dong Joo tetap di sisi Soo Wan,
meskipun rasanya sakit diusir terus2an. Jika Soo Wan bersikeras mengerjakan
segala hal sendiri, jangan melarangnya, hanya diawasi saja dari jauh. Ellie
menjenguk Soo Wan, tak bisa menahan tangis melihat keadaan Soo Wan. Ia pun
menyemangati Soo Wan agar segera menghilangkan segala rasa sedih dan sakit
hatinya. Ellie meletakkan benang wol di tangan Soo Wan, berjanji akan
membuatkan sweeter dan akan selesai ketika Soo Wan sudah sembuh nanti. Jadi Soo
Wan harus cepat sembuh.

Kepala detektif mendatangi ibu Ji Woon dan melapor tentang
foto mereka yg diambil Woo Chul. Ibu Ji Woon pun cemas jika Ji Woon mengaku
kepada Min Soo atau siapapun. Lalu Ji Woon masuk dan kepala detektif pergi. Ji
Woon menyuruh ibu agar berhenti sampai di sini saja, jangan sampai ada yg
tersakiti lagi. Ji Woon menyesal, seandainya sejak dulu dia tidak lari dan
menyerahkan diri, ibunya tidak akan melakukan sejauh ini.

Min Soo menelepon Ji Woon, pura2 bilang ada kecelakaan.
Suara Ji Woon pun disamakan dengan suara rekaman itu, dan hasilnya 96% sama.
Min Soo pun masih belum yakin, siapa yg menyetir mobil itu, karena belum tentu
pelapor adalah penyetir. Sementara itu kepala detektif menelepon Woo Chul untuk
ketemuan. Saat menyebrang jalan, tiba2 ada truk yg akan menabraknya. Tiba2 Min
Soo datang dg mobilnya menghalangi truk itu hingga ia yg tertabrak, tetapi ia
baik2 saja. Supir truk itu pun berhasil ditangkap. Kepala detektif pun
ditangkap, sebelumnya dia sempat menelpon ibu Ji Woon, mengancam tidak akan
jatuh sendirian.

Mendengar kepala detektif ditangkap, Ibu Ji Woon segera
mengirim anaknya ke Australia. Namun alih2 ke bandara, Ji Woon ke kantor polisi
dan mengakui segalanya, ada Dong Joo juga di sana. Ia mengaku sudah melakukan
tabrak lari, dan ia mengaku menyuntikkan racun sehingga ibu Dong Joo mati. ia
pun didakwa tidak hanya untuk kasus tabrak lari, tapi juga pembunuhan. Saat
digiring, tiba2 ibu Ji Woon datang dan mengaku kalau dialah yg membunuh ibu
Dong Joo dengan suntikan racun itu. Akhirnya pengakuan diulang, kepala detektif
pun diinterogasi juga. jadi yg dipenjara adalah ibu Ji Woon, sedangkan Ji Woon
bebas.

Dong Joo mengunjungi ibu Ji Woon, tidak percaya seorang
dokter, bahkan seorang ibu melakukan hal seperti itu kepada pasien. Tetapi ibu
Ji Woon tidak merasa hal itu salah, karena sebagai ibu ia hanya berusaha
melindungi ayahnya, sama seperti direktur Yoon yg pasti punya pemikiran sama
(membunuh pasien) untuk mengambil mata untuk anaknya. Ibu Ji Woon pun
membalikkan keadaan, seandainya ibu Dong Joo diposisinya juga mungkin akan
melakukan hal yg sama. tetapi Dong Joo berkata berbeda, karena ibu yg diingatnya
adalah ibu yg baik dan hangat. Sedangkan ia tidak yakin Ji Woon juga merasakan
memiliki ibu yg baik dan hangat itu. Dong Joo berkata, sebelum meminta maaf
kepadanya, Soo Wan, dan juga direktur, lebih baik ia minta maaf sama Ji Woon
dulu.

Dong Joo menceritakan semuanya kepada Soo Wan dan berkata
dia sudah memaafkan ayah. Namun Soo Wan tetap tidak bisa memaafkan dirinya
sendiri, karena dia sudah berkata2 yg sangat kasar sebelum ayah mati (“sampai
matipun aku tidak akan memaafkan ayah!”). Ia menangis di dalam kamar, meminta
maaf berkali2 pada ayah. Sementara Dong Joo masuk ke kamar ayah. Ia mengambil
jas ayah dan tak sengaja dompetnya jatuh. Ada foto Soo Wan dengan ibunya, dan
dibelakang foto itu ada foto dirinya dan ayah saat wisuda. Di belakangnya
tertulis ‘anak laki2 kebanggaanku saat wisuda’. Dong Joo pun teringat saat dia
bertanya, apa makna dirinya bagi ayah? Dan inilah maknanya, seorang anak laki2
kebanggaan. Dong Joo pun menangis (aku pun menangis).

Sekali lagi Ji Woon minta maaf pada Dong Joo, juga
mewakilkan ibunya minta maaf. Ia akan pergi dari korea, sementara ia menyuruh
Dong Joo untuk mengambil alih rumah sakit, seperti yg diinginkan direktur Yoon.

Saat Dong Joo ke ruang kerja ayah, ia menemukan surat u/ Soo
Wan. Kemudian ia mengajak Soo Wan jalan2. Ia membacakan surat itu, yg isinya
tentang kebahagiaannya saat Soo Wan lahir, penyesalannya mengenai Jung Hwa,
rasa bersalah sekaligus bahagia saat Dong Joo memanggilnya ayah, juga harapan
agar Soo Wan dan Dong Joo berbahagia. Dong Joo meletakkan surat itu di tangan
Soo Wan. Soo Wan tak bergeming sampai malam datang, bahkan saat Dong Joo
menciumnya, dia bagai patung hidup. Dong Joo pun tak tahan dan memarahinya.

Malamnya Soo Wan bermimpi, melihat dirinya waktu kecil
berlari menyongsong ke pelukan ayahnya yg tertawa2 bahagia. Saat bangun, dia
sudah bisa melihat lagi. Ia turun dari kamar dan melihat Dong Joo terlelap di
sofa. Tangannya bergerak hendak membelai wajah Dong Joo. Paginya, saat Dong Joo
bangun, ada sepucuk surat di depan matanya, dari Soo Wan. Dong Joo berlari2
mencari Soo Wan yang menghilang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar