Quotes

"Write is my World"

Selasa, 19 Maret 2013

I Miss You Episode 19

Jung Woo dan Soo Yeon sampai dikantor polisi, disambut oleh rekan2 Jung Woo. Saat mau masuk, mereka dicegat Kepala Polisi yg menuduh Jung Woo sudah melarikan tersangka pembunuhan. Jung Woo dg tenang memperkenalkan wanita disampingnya sbg Lee Soo  Yeon yg 14 th lalu sudah nyatakan mati oleh Kepala. Tapi Kepala menyangkal, itu bukan salahnya. Lalu bagaimana dg nama Kepala yg ada di daftar penerima suap Bang Saegil? Kasus itu sudah masuk ke kejaksaan. Kepala marah, mengatai Jung woo gila, gara2 seorang wanita, ia bisa menjebloskan ayahnya sendiri ke penjara. Tapi Jung Woo membantah, ia gila karena dipimpin oleh Kepala Polisi yg tidak tahu tugas polisi yg sebenarnya. Kepala marah, dan akan menuntut mereka semua karena bekerjasama menyembunyikan tersangka. Kini Soo Yeon yg buka suara, bahwa walaupun ayahnya seorang pembunuh, tapi dia bukanlah pembunuh. Semua yg ada disana terkejut, berarti ibu Soo Yeon belum bilang kalo ayah bukan pembunuh. Soo Yeon pun kaget dg kenyataan ini. Senior menyarankan Soo Yeon untuk menanyakan sendiri pada Kepala polisi yg lebih tahu masalah ini daripada yg lainnya. Skak mat. Jung Woo membalikkan kalimat Kepala Polisi waktu memecatnya, “Lepaskan lencanamu, menyingkirlah dari masalah ini, keluarlah dari sini. Tiga hal ini, adalah hadiah saya untuk anda.” Mereka semua masuk, meninggalkan Kepala yg masih berdiri kaku.

Soo Yeon di ruang interogasi dan dipertemukan dg Yoon. Yoon tampak terkejut melihat Soo Yeon, tapi wajahnya berubah marah ketika melihat tangan Jung Woo dibahu Soo Yeon. Atasan yg menginterogasi mereka berdua, bertanya kapan mereka pertama kali ketemu. Soo Yeon menjawab di acaranya Han Tae Joon, tapi Yoon menjawab waktu fashion show di macau. ketika Kang Sang Deung dikeluarkan dari penjara, saat itulah pertama kali ia menerima perintah pembunuhan dan memperkenalkan diri dg nama Lee Soo Yeon. Soo Yeon tercengang dg jawaban itu yg sama sekali bohong. Di ruangan sebelah, Jung Woo pun kaget karena Yoon menyerang Soo Yeon seperti itu. Senior berkata kalau Yoon adl versi junior-nya Joon, ia melihat mata laser Yoon saat melihat Jung Woo di sisi Soo Yeon tadi. Kakek berasumsi, kalau bagi Yoon, hubungannya dengan Joon sangat penting dan penuh kepatuhan. Bahkan mungkin Yoon mengaitkan dirinya dengan perasaan dan pikrian Joon. Yoon merasa Jung Woo yang merebut Soo Yeon dan berpikir Soo Yeon meninggalkannya.

Soo Yeon tanya, bagaimana ia menyuruh Yoon membunuh? Yoon bilang lewat telpon. Lalu kepada Atasan, Soo Yeon mengingatkan waktu pertama kali diinterogasi, Soo Yeon pernah bilang kalau orang pertama yg ingin ia bunuh adl Jung Woo. Lalu ia tanya lagi, apa Yoon dan Joon berteman? Yoon menggeram “tidak.” Soo Yeon mengangguk, “Aku juga yakin seperti itu. Karena seorang teman tak akan menyuruh temannya untuk membunuh orang lain. Aku tahu Harry menjebakku karena ia membenciku, Tapi apa yang telah kau lakukan hingga kau harus menggantikan takdirnya untuk duduk di kursi itu?” Raut Yoon berubah dan ia menunduk, berkata pelan kalau semua itu tidak benar. Jung Woo merasa lega karena Soo Yeon dapat menguasai interogasi dg tenang. Sekarang ia malah kasihan pada Joon, ibunya tak mengenalinya, sikap Soo Yeon tidak seperti yg dia inginkan, dan tangan kanannya sudah ditahan.

Benar saja, di rumah, Joon mulai menggila. Ia mengetuk2 tongkatnya, memanggil Zoey, Zoey, yg tak akan pernah muncul. Tiba2 ia mendengar suara denting lift, ia menaruh telunjuk di bibirnya, menyuruh diam “Sssstttt.” Tapi pintu lift tidak terbuka. Ia memencet2 pintu lift. Tidak ada orang. Lalu ia mendengar suara2 yg menyalahkannya, mengingat saat Soo Yeon berlutut padanya. Ia menangis. Sementara itu, Kakek memperingatkan agar mereka tidak membuat Joon terdesak, karena takutnya akan ada korban lagi. Orang yg melakukan pembunuhan sejak masih muda, perasaan bersalah dalam hatinya akan terkikis hingga jadi pembunuh berdarah dingin.

Jung Woo mendatangi Miran di RS, membujuk agar Miran mengatakan pembunuh yg sebenarnya. Miran hanya berkata kalau ia menyesal pernah bertemu dan menikah dg Tae Joon. Jung Woo memohon Miran untuk menceritakan semua padanya, agar tak ada penyesalan yang berikutnya, “Harry, Kang Hyung Joon, adalah pembunuh. Kita tak tahu apakah ia akan membunuh lagi. Tak khawatirkah pada Ah Reum? Ah Reum juga adikku.” Tapi Miran tetap tidak buka suara. Jung Woo keluar dan bertemu Ah Reum yg menunggu didepan. Jung Woo pun mengatakan kalau dia sudah menemukan Soo Yeon. Ah Reum terkejut. Tapi Soo Yeon sekarang di kantor polisi karena dituduh sbg pelaku yg mencoba membunuh Miran. Ia menyuruh Ah Reum untuk membujuk mamanya agar bisa menyelamatkan Soo Yeon.

Kepala Polisi mendatangi Tae Joon untuk memberi dukungan agar ia tidak mundur dari jabatan, tapi Tae Joon malah menyuruhnya bertanggung jawab atas ‘bangkitnya’ Soo Yeon. Ia sudah tak mau mendukung karena anak Kepala Polisi sudah disekolahkan Tae Joon sampai menikah. Kepala Polisi minta duit untuk mengurus Soo Yeon, tapi Tae Joon tak mau. Lalu tiba2 Joon muncul, Tae Joon mengusir Kepala Polisi dg kasar. Joon mengancungkan tongkat, menyalahkan Tae Joon, gara2 kebenciannya yg mendalam pada Tae Joon, ia kehilangan Soo Yeon. Tapi Tae Joon merasa tidak bersalah, itu salahnya Joon sendiri, kenapa masih menyimpan dendam padanya. Lagipula dia sudah memberi info ttg persembunyian Soo Yeon seperti yg diminta dan ia merasa tugasnya sudah selesai. Tae Joon memberi saran, sebaiknya Joon membawa Soo Yeon ke Prancis saja seperti 14 tahun lalu.

Sementara itu, Jung Woo pulang ke rumah Soo Yeon saat ibu Soo Yeon lagi menemani Hyun Joo makan. Jung Woo ingat kata2 Soo Yeon ttg penculikan mereka yg didalangi oleh Hyun Joo, membuat Jung Woo merasa gak nyaman. Sementara Hyun Joo pun merasa bersalah saat mendengar ibu memanggil nama Jung woo. Ia berlari ke kamar. Jung Woo tiba2 memeluk ibu dan berkata kalau Soo Yeon sekarang di kantor polisi karena dituduh pembunuhan. Ibu kaget dan mau melihat wajah Jung Woo, tapi Jung Woo mempererat pelukannya. Jung Woo menenangkan kalau pembunuh yg sebenarnya pasti akan tertangkap setelah mendapatkan bukti kuat. Ibu tetap khawatir dan tanya, siapa yg menuduhnya? Jung Woo berkata kalau papa dan ibu tirinya yg menuduh. Ia minta maaf pada Ibu, tapi Ibu tahu kalau Jung Woo tidak bersalah. Dia cuman ‘kebetulan’ lahir di keluarga itu. Lalu Jung Woo masuk ke kamar Hyun Joo, melihatnya berusaha memasukkan liontin kunci Ah Reum ke bandul hati yg terbelah, tapi tak bisa dan kalungnya jatuh. Jung Woo mengambil. Hyun Joo yg biasanya langsung merebut, sekarang malah diam saja tapi berkata dg gemetar “Itu punya Joon.” Jung Woo pun sadar kalau Hyun Joo mulai waras. Ia mengembalikan kalung dan berkata “Putramu sekarang sangat menderita… dan itu semua karena kau.” Hyun Joo diam, tapi tampak berpikir.

Hasil tes DNA Harry Borrison dg DNA dari kaleng alat pembunuh Detektif Kim sudah keluar dan hasilnya positif. Harry Borrison adalah Kang Hyung Joon. Senior senang karena berarti sebentar lagi mereka bisa menangkap Joon dg tuduhan pembunuhan Kim, tapi Joon bisa berkilah menyalahkan Michele Kim (perawat Jung). Namun walau begitu, menurut Jung Woo, hal ini membuktikan kalau Harry adalah memang benar Kang Hyung Joon yang ada di tempat kejadian 14 tahun yang lalu dan saat itu sudah terjadi percobaan pembunuhan. Joon pasti berpikir kalau saat itu Detektif Kim akan menangkapnya dan ia pasti menyangka kalau ia akan dipisahkan dengan Soo Yeon. Kakek menduga jika joon bisa membunuh Kim di usia 12 tahun, maka ia mungkin juga membunuh seseorang di Perancis jika ia membutuhkannya, “Semakin muda orang mulai melakukan kejahatan, rasa bersalah orang itu makin lama akan menghilang dan kejahatan yang serupa pun akan berulang.” Jung Woo pun mengirimkan email dan DNA Joon pada kepolisian Perancis, siapa tahu ada kasus serupa.

Tiba2 Ibu Soo Yeon datang membawa banyak makanan. Ibu ingin membawa pulang Soo Yeon. Jung Woo melarang karena Soo Yeon lebih aman di kantor, siapa tahu pembunuh itu masih berkeliaran dan membahayakan mereka. Tapi ibu tidak takut. Lalu atasan datang dan malah memberikan ijin untuk membawa Soo Yeon pulang. Ibu pun menemui Soo Yeon di ruang interogasi. Ibu minta maaf karena telah membuat Soo Yeon melewati masa2 sulit, dari ayah tukang pukul hingga sekarang. Tapi Soo Yeon tidak mempermasalahkan itu. Soo Yeon tanya kenapa Ibu tak pernah bilang kalau ayah bukan pembunuh? Ibu berkata karena itu untuk pertahanan dirinya. Tak peduli suaminya pembunuh atau tidak, tapi dengan kematiannya, ia selalu berpikir kalau penderitaannya telah berakhir. Saat mereka mau pulang, tiba2 Jung Woo datang membawa makanan. Ia memanggil “Pacar (aein)”, tapi matanya menuju pada Soo Yeon, bukan pada Ibu seperti biasanya. Dan tiba2 ia mencium Soo Yeon di depan mata Ibu! 3 kali!

Soo Yeon kaget dan malu, begitu pula dg Ibu. Jung Woo mau mencium pipi ibu juga, tapi Cuma sekali. Ibu pura2 kesal dan pura2 mau ke wc agar Jung woo dan Soo Yeon bisa berduaan saja. Di luar, ibu berpapasan dg Senior yg mau masuk, tapi Ibu melarang. Senior yg penasaran membawa ibu ke ruang sebelah, dimana mereka bisa melihat ruang interogasi tanpa diketahui oleh orang diruang itu. Ibu menutup mata, gak mau lihat, tapi Senior pura2 memanas2i kalau mereka lagi ciuman. Ibu penasaran dan melihat, ternyata mereka Cuma duduk berhadapan. Senior merasa iri pada mereka, ia jadi ingin bertemu dg cinta pertamanya, sayangnya cintanya sudah nikah ama cowok lain. Aaawww…kasihan. Lalu alarmnya bunyi, tanda dia harus minum gingseng (jamu lelaki).

Ternyata Jung Woo sedang menginterogasi Soo yeon atas ‘kejahatan cinta’ dg bukti buku harian Soo Yeon. Di situ tertulis keinginan Soo Yeon u/mencium Jung Woo dg gambar payung yg menutupi 2 orang. Berarti… “Apakah sebenarnya kau memberikan payung itu karena kau memang berencana untuk menciumku?” Soo Yeon malu dan setelah ia merebut buku itu, ia tak mau memberikan kembali saat Jung Woo mau mengambilnya lagi. Mereka rebut2an dan Ibu senang melihat mereka dari ruang sebelah.

Sementara itu, Ah Reum terus membujuk ibunya agar memberi kesaksian yg sebenarnya. Ah Reum meyakinkan kalau Jung Woo tidak sama seperti papanya yg licik. Jika dia berkata akan melindungi mereka, pasti tidak akan dilindungi. Sementara itu, Craig berdebat dg Joon. Craig berkata kalau Joon sekarang gak bisa ke luar negeri, tapi Joon bersikeras ingin ke Jepang atau China, membawa serta ibunya dan Soo Yeon dg identitas baru. Di rumah, Soo Yeon menghampiri Hyun Joo yg langsung melindungi hiasan bunganya “Ini milik Joon.” Soo Yeon menahan tangis dan berkata kalau Joon tak menginginkan hal itu (mungkin hiasan bunga itu adl lambing uang/harta). Ia mohon agar Hyun Joo cepat sembuh dan kembali pada Joon. Hyun Joo tampak ingat dg nama itu dan menyebut ‘bayi’ berkali2. “ibu harus segera sembuh, karena saya tak mampu membenci  ibu bahkan marah pun tak bisa karena ibu seperti ini.” Hyun Joo meletakkan bunga itu di tangan Soo Yeon.
 
Soo Yeon duduk minum soju di dapur sambil melihat2 foto Jung Woo di hp dan menulis ‘bogosippo’. Lalu Eun Joo datang dan bergabung. Ia merasa heran melihat Soo Yeon yg masih bisa tersenyum ditengah penderitaan. Alasannya adalah, Soo Yeon tidak melakukan kejahatan itu dan ia mempercayai Jung Woo akan menyelesaikan semuanya. Mereka minum bersama, Eun Joo pura2 mengancam, jangan sampai Soo Yeon membullynya karena dia anak kandung ibu. Mendengar kata bully, Soo yeon jadi tertawa teringat waktu sekolah dia selalu dibully karena ayahnya pembunuh. “Kau benar-benar telah mengalami semuanya, ya. Tapi bagaimanapun juga, ibu adalah milikku,” kata Eun Joo. “Ibu.. paling menyukai Han Jung Woo,” kata Soo Yeon. Eun Joo pun juga mengiyakan karena ia dulu juga menyukai Jung Woo. Soo Yeon kaget. Tapi Eun Joo menenangkan, “Jangan melotot padaku. Berkat dirimu,  aku hanya bisa memandangi dia selama 14 tahun ini." Soo Yeon merasa tak enak, tapi Eun Joo menenangkan karena rasa sukanya tak cukup besar untuk menggantungkan hidupnya pada Jung Woo yang menyukai Soo Yeon.

Besoknya Hyun Joo diajak beli sepatu. Tiba2 Soo Yeon seperti mendengar hak sepatu dan tongkat Joon. Ia menoleh2, tapi terlalu banyak orang (cewek) yg mencoba sepatu berhak. Rekan Jung Woo yg bertugas menjaga mereka, jadi khawatir dan bertanya, tapi Soo Yeon berkata tidak apa2. Rupanya Joon memang ada di sana, mengawasi mereka dari balik kaca. Melihat Soo Yeon memakaikan sepatu pada Hyun Joo, “Bodoh! Apakah kau sudah lupa akan penderitaan yang telah kau lalui karena ibuku?” Lagi2 Soo Yeon mendengar hak sepatu Joon. Ia menoleh, walaupun ternyata itu hak sepatu cewek, tapi ia bisa melihat sepatu Joon dari balik tembok. Tetapi karena sedang diawasi rekan Jung Woo, ia pun berbalik tak mau melihat. “Joon ah, Semakin kau bersembunyi, pada akhirnya kau hanya akan merasa semakin kesepian.”
 
Craig datang ke kantor polisi dan membuat kesaksian dan dokumen palsu bahwa Michele Kim yg membunuh Detektif Kim. Mereka sudah menduga itu dan hanya bisa berharap pada kepolisian Perancis dan kesaksian Miran, walaupun itu berarti membongkar kejahatan papa Jung Woo dan memenjarakannya. Tak lama kemudian, email dari Perancis datang, bahwa Tuan dan Nyonya Borrison meninggal tahun 99 karena kecelakaan mobil, padahal Joon pernah bilang kalau orangtua angkatnya meninggal karena kecelakaan pesawat. Penyebab kecelakaannya adl rem dan kaleng soda. Dan polisi juga sedang memeriksa DNA yang ada di kaleng soda dengan DNA Kang Hyung Joon yang sudah dikirimkan. Juga, pasangan suami istri Borrison itu pernah diselidiki atas dugaan penganiayaan anak di tahun 1999 pada anak angkat mereka, Harry Borrison. Jung Woo pun akan meminta mereka mengirimkan foto keluarga Borrison, terutama Harry Borrison.

Hyun Joo masih terjaga sementara semua penghuni rumah tidur lelap. Hyun Joo memeluk sepatu barunya dg sayang dan meletakkan bunga infus di tangan Soo Yeon yg tidur dipelukan Ibu. Tampaknya ia suka dg perhatian mereka. Tiba2 ia seperti mendengar jendela diketuk. Ia pun teringat 14 tahun yg lalu, dari jendela, ia melihat anaknya yg kakinya terluka berjalan terseok2 menujunya, tapi ia tak bisa berbuat apa2. Ia ketakutan dan bergelung selimut, tapi kemudian ia malah penasaran, bagaimana kabar bayinya itu. Ia pun keluar rumah tanpa mantel dan bertelanjang kaki, padahal lagi musim dingin. Ia berhenti di lampu jalan yg berkedip2, ia pun ingat semuanya, permusuhannya dg Tae Joon, ancaman Tae Joon pada Joon, juga penculikan yg ia lakukan untuk Jung woo. Ia jatuh bersujut dan berkata “Jalmugesso… (aku bersalah)” berkali2. Kalungnya jatuh dan ia memungutnya, tapi malah mengingat saat Joon memberikan bandul terbelah dan berkata “Aku tak membutuhkannya.” Hyun Joo menangis, “Aku harus memberikannya pada Joon…” Ia kembali berjalan sendirian, bertubrukan dengan orang, ia ketakutan dan terus berkata “Jalmugesso.” Orang2 pun akhirnya tahu kalau ini adl orang gila.


Joon tertidur di sofa, dan terbangun saat melihat pecahan bandul yang dulu pernah ia berikan pada ibunya. ia melihat sosok anak kecil duduk di tangga, dirinya sendiri, saat 14 tahun yang lalu , menunduk, seakan tak tahu apa yang harus ia lakukan. Joon kaget dan berdiri hingga tongkatnya terjatuh, namun ia tak mempedulikan tongkat itu. Ia berjalan seperti tidak pincang sama sekali, menghampiri anak itu dan menaruh telunjuk di bibirnya, “Sssttt, Kau tahu, kan? Han Tae Joon ada di sini. Kau jangan keluar dulu.”Joon kecil mengangguk patuh dan Joon tersenyum, mengatakan kalau sebentar lagi mereka akan pergi, “Pada saat itu aku akan mengijinkanmu keluar. Ok?" Joon kecil tersenyum, senang mendengar kata-kata Joon, dan mengangguk sambil menaruh telunjuk di bibirnya juga. Joon membalas senyum Joon kecil dan membelai rambutnya. Joon tersenyum sambil menangis. (Wah, scizo! Like mother like son!)
 


Soo Yeon terbangun dan tak menemukan Hyun Joo. Ia punya firasat buruk. Semuanya berpencar mencari. Jung Woo dan Soo Yeon bertemu di tengah jalan, saat mendengar seorang petugas menemukan orang dari tumpukan sampah. Mereka pun menemukan  Hyun Joo yg sudah menggigil hypothermia. Mata Hyun Joo terbuka, “Joon-ah… bogosipda…”


Jung Woo dan Soo Yeon mendatangi Joon di rumahnya, meminta agar Joon mau menemui ibunya yg sudah sekarat. Joon malah tak tergerak sedikitpun dan menolak untuk pergi. Soo Yeon membujuk, kalau Joon tidak pergi sekarang, ia tak akan bisa melihat ibu lagi selamanya. Joon malah membentak, kalau Soo Yeon pura2 memperhatikannya, padahal ia selalu di sisi Jung Woo. Soo yeon marah, “Bodoh! Ibu yang bertahun-tahun telah kau cari. Memang kenapa kalau ia tak dapat mengenalimu? Yang selalu ia lakukan adalah memanggil-manggil namamu. Kalung yang ada ditanganmu, ia memegangnya erat sepanjang hari, dan berulang-ulang kali mengatakan kalau kalung itu untukmu. Ibu yang telah kau tinggalkan hanya tetap memanggil namamu.”
Jung Woo langsung menarik Joon berdiri, “Bocah, berhentilah marah. Kalau ingat semua kejahatanmu, aku tak ingin bersimpati padamu seperti ini. Tapi karena aku mengasihanimu, kasihan karena kau menjadi rusak seperti ini, maka aku bersimpati padamu. Jadi keluarlah sekarang.”
 
Tapi Joon mendorong Jung Woo dan membentak, “Terus bagaimana? Setelah itu kau akan menahanku? Sampai aku mengaku kalau aku adalah Kang Hyun Joon? Jadi aku pergi atas kemauanku sendiri, menangis dengan ibu di dalam pelukanku dan mengakui kalau aku adalah Kang Hyun Joon?” Joon memukul meja dg tongkatnya. Jung Woo refleks melindungi Soo Yeon.
Jung Woo: Kang Hyung Joon. Apakah akhirnya akan seperti ini? Setelah kau menangis menyebut ‘ibu.. ibu..’ setiap saat, akhirnya kau bersembunyi untuk menyelamatkan dirimu sendiri?Walaupun kau telah menjebaknya menjadi seorang pembunuh,Soo Yeon masih memberi kesempatan pada orang sepertimu walau kau tak pantas menerimanya. Hanya inikah imbalan yang dapat kau berikan?Walau aku lebih suka memukulimu sampai mati, tapi Soo Yeon tak menginginkannya karena ia tak ingin melihatmu lebih terluka lagi. Itu yang disebut melakukan keinginan Soo Yeon.”


Joon tertawa mengejek, “Apa kau kesini untuk menyatakan perasaan cintamu? Kalau memang begitu, keluar saja dan lakukan hal itu.” Ia pun bertanya pada Soo Yeon, apakah Soo Yeon melakukan hal ini karena rasa tanggung jawabnya atas apa yang terjadi padanya sehingga hatinya akan merasa lebih tenang? “Aku tak mau. Aku.. berharap kalau bukan ibuku, melainkan kau yang akhirnya mati.” Soo Yeon shock dg kata2 itu. Joon mengatakan kalau rumah ini adl surga hingga ia tak mau pergi meninggalkannya, juga jangan ada yg datang tanpa ijin. Jung Woo berkata “Tak ada surga yang kau tinggali sendiri. Kau memenjarakan dirimu sendiri karena dosa atas kejahatan yang kau lakukan. Ini adalah nerakamu.”


Tae Joon dikabari ttg kematian Hyun Joo dari telpon, sedangkan Miran yg mendengarnya dari tempat tidur, diam2 memencet nomor hp seseorang. Joon di rumahnya mendengarkan lagu untuk menenangkan diri. Jung Woo dan Soo Yeon mendatangi rumah persemayaman, menziarahi abu Hyun Joo. Soo Yeon meletakkan bunga infus di dekat guci abu berkata betapa Hyun Joo merindukan Joon selama belasan tahun. Jung Woo berkata kalau Hyun Joo tak meninggalkan apapun kecuali luka untuk putranya. Mereka pun pergi karena Joon tak akan berziarah jika ada mereka di sana. Lalu mereka mendengar suara tongkat Joon. Jung Woo bertanya kenapa Soo Yeon membuatkan tongkat itu? “Agar dapat menemukannya dimanapun dia berada.”
Joon berselisih jalan dg mereka. Ia mendatangi abu ibunyadan melihat kunci yang mirip dengan yang ia pegang. Pada foto ibunya, ia menunjukkan kunci aslinya dan berkata, “Inikah surga yang dulu pernah ibu katakan? Sekarang aku harus mengembalikan dan lari bersembunyi. Sepanjang hidupku sampai aku mati, dengan kaki seperti ini. Terima kasih.”
 
Foto Harry Borrison telah keluar. Senior menelepon, memberitahukan kalau laporan polisi Perancis sudah ada. DNA kaleng pembunuh keluarga Borrison cocok dengan DNA Kang Hyung Joon, “Mereka tak pernah memberi keringanan pada kejahatan di bawah umur. Jadi entah itu Perancis ataupun Korea, Kang Hyung Joon tak punya tempat untuk melarikan diri. Tangkap ia sekarang juga. Kami sekarang sedang menuju rumah Harry.” Jung Woo siap dg borgolnya, menyuruh Soo Yeon yg tampak cemas, diam di dalam mobil saja. Lalu Joon muncul dg sepedanya, tersenyum mengejek pada mereka. Hp Jung Woo bunyi lagi, sms dari Ah Reum bahwa mama sudah mengaku, bahwa yg meracuni bukan Soo Yeon, melainkan Joon. Jung Woo tersenyum sinis sedangkan senyum Joon mulai memudar. Soo Yeon hanya menatap mereka dengan penuh kecemasan.



Notes:
Aku penasaran sama si lampu jalan itu. Kayaknya mistis banget. Semua kejadian dimulai dari si lampu jalan : Soo Yeon – Jung Woo hampir ciuman, penculikan waktu masih kecil, jadi ancer2 waktu Jung Woo disekap bibi Choi, Juga Hyun Joo yg merasa terhakimi oleh si lampu jalan hingga mengingat semua kejahatannya. Lampu jalan yg mistis… Jadi pengen bikin cerita tentang si lampu jalan ini hehehe…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar