Jung Woo sudah tahu siapa Harry sebenarnya. Zoey keluar dari
mobil Harry dan bicara pada Jung Woo, minta maaf karena menyembunyikan ini
semua, tapi Jung Woo tidak mempermasalahkan karena Zoey pasti punya alasan.
Jung Woo ingin mengajak Zoey naik mobilnya, tapi Zoey menolak karena harus
bicara dulu dg Harry. Ia pun masuk kembali ke mobil sedangkan Jung Woo menelpon
senior untuk mencari tahu ttg Harry Borison dan Kang Hyung Joon. Di mobil, Zoey
mengajak Harry pulang untuk memikirkan bagaimana cara membawa ibu Harry keluar
dari rumah Tae Joon, tapi Harry menolak, bahkan mengatakan kalo tidak ada
gunanya punya ibu yg bahkan tak mengingatnya. Zoey menegur, Harry tak boleh
bilang begitu ttg ibunya sendiri. Ia ingin minta bantuan Jung Woo mengeluarkan
ibu dan biar kejahatan Tae Joon terbongkar dan dihukum.
Tapi Harry tak percaya Jung Woo tega menghukum ayahnya
sendiri, apalagi hukuman penjara tidaklah setimpal dg apa yg ia alami selama
ini (maunya hukuman mati ditangannya). Lagipula siapa bilang Jung Woo tidak bersalah?
Bagi Harry, Jung Woo sudah merebut Zoey darinya. Ia mengingatkan pada kata2 Soo
Yeon dulu, “Kau mengatakannya lebih dulu, kan? Hanya ada aku disisimu, sudah
cukup bagimu, kan?” Zoey kaget, ternyata Harry masih mengingat kejadian 14
tahun yg lalu, padahal sebelumnya Harry bilang kalo dia lupa kejadian dulu /
hilang ingatan gitu. Berarti selama ini Harry bohong. Harry pun merasa
keceplosan dan bilang kalo semua ini dilakukan demi melindungi Zoey, karena
kalo Tae Joon tahu Soo Yeon masih hidup, Soo Yeon akan dibunuh karena dianggap
mengetahui kejahatan Tae Joon. Tapi Zoey meragukan kalo Harry memang mau
melindungi, mengapa Harry malah membawanya berkenalan dg Tae Joon?
Zoey mau keluar dari mobil tapi Harry mencekal tangannya dan
mengaku kalo dia sudah membunuh orang yg memperkosa Soo Yeon. Zoey tertegun,
tapi tidak percaya. Jung woo melihat pencekalan tangan itu, lalu menggedor2
pintu mobil Harry yg terkunci dari dalam, apalagi melihat Zoey menangis, dia
makin panik. Harry menyuruh Zoey pergi dan beritahu semua orang, kalo Harry
adalah pembunuh. Ia membuka kunci pintu, Jung Woo pun langsung membuka dan mau
menghajar Harry, tapi tak jadi setelah melihat Zoey sesenggukan sambil bilang
kalo ia tak percaya dg kata2 Harry, juga meminta Jung Woo mengantarnya pulang.
Zoey berjalan terhuyung dan lemas dipelukan Jung woo. Harry melajukan mobilnya
dan hampir saja menyerempet mereka.
Ibu dan Eun Joo terkejut melihat kedatangan Soo Yeon (mulai
sekarang nama Harry dan Zoey kembali ke nama asli mereka), apalagi setelah tahu
kalo Soo Yeon dari RS. Soo Yeon merasa sungkan pada Eun Joo. Apalagi Eun Joo
tak mau mengakui dirinya, “Siapa kau? Kalau kau mau menyangkal jati dirimu,
sangkal saja terus.” Soo yeon minta maaf, ia hanya ingin pulang jika ia telah
menemukan pembunuh detektif Kim. Eun Joo pun terenyuh dg jawaban itu. Ia pun
melunak dan menyuruhnya istirahat. Ia berkata bahwa ayahnya pasti sudah bahagia
di surga karena anak yg dicari2nya sudah pulang. Setelah Eun Joo masuk ke
kamarnya, Ibu memeluk putrinya dengan berderai air mata bahagia, mendapati
putrinya telah pulang kembali padanya. Sementara Eun Joo pun menangis bahagia
di dalam kamar sambil menatap foto ayahnya. Dibalik sifatnya yg keras, Eun Joo
ini gadis yg sangat baik dan berbesar hati. (scene ini bikin gue nangis bombay!
Sweet banget)
Joon menghancurkan fotonya dan Soo Yeon, juga lukisan ibunya
dan lemari kaca pajangan hiasan selang infus. Kamarnya berantakan. Ia menangis
kejer. Sekt. Yoon ada di sana menemaninya. Sementara itu Soo Yeon berbaring dan
Jung woo menemani di sisinya. Soo Yeon menceritakan bagaimana dia bisa bersama
Joon dari hampir ditabrak mobil, Joon yg selalu melindunginya, ketika mereka di
paris, hingga sekarang. Jung Woo minta maaf atas hari2 berat yg dilalui Soo
Yeon. “Tidak akan pernah, sekalipun aku mati, aku pergi dan meninggalkanmu
lagi.” Soo Yeon protes, kata2 ‘mati’ tak boleh disebut. Jadi, janji Jung Woo
adalah “Tidak akan pernah aku pergi dan meninggalkanmu lagi. Aku tidak akan
mati dan meninggalkanmu sendiri.” Dan janji Soo Yeon, “Aku percaya, kemanapun
aku pergi, apapun yg kulakukan, kau pasti akan selalu datang menemukanku.” Jung
Woo seperti menemukan pesan tersirat dari kata2 itu, ia pun menanyakan apa
maksudnya, tapi Soo Yeon hanya bilang kalo intinya, ia percaya pada Jung Woo. Soo
Yeon menghitung perkalian sebelum tidur, Jung Woo ikutan sambil menggenggam
tangan Soo Yeon. Sementara itu, Joon tidur sendirian di ranjangnya yg besar. Ia
teringat saat ia dan Soo Yeon berbaring bersama sambil bergenggaman tangan
(seperti yg sekarang dilakukan Soo Yeon dg Jung Woo).
Soo Yeon menulis buku harian, lalu ia mendekati Jung Woo yg
tertidur “Putra pembunuh Lee Soo Yeon, Han Jung Woo…” ia mencium bibir Jung Woo
dan setelah bibir mereka lepas, tiba2 Jung Woo menahan kepala Soo Yeon hingga
mereka berciuman lagi, tapi tampaknya Jung Woo ngga sadar melakukan itu,
sehingga waktu matanya terbuka, mereka sama2 kaget dan salting. Jung Woo pelan2
mendekat, lalu tiba2 dia sudah berada di atas Soo Yeon (siap2 begituan). Tapi
tiba2 ia berguling ke sisi kiri Soo Yeon dan bergelung selimut. Ibu mengintip
dan terenyuh dengan sikap Jung Woo yg sangat baik, nggak mencari kesempatan
untuk macam2.
Han Tae Joon memandangi surat ancaman dari Joon “Bahkan
Tuhan pun tak dapat menyelamatkanmu…” plus mainan selang infus dan pas foto
Joon waktu kecil. Sementara Miran membaca surat hutangnya, lalu teringat saat
Harry Borison nangis2 di kamar Hyun Joo. Ia pun sadar, Harry adalah Kang Hyung
Joon, dan Zoey adalah Lee Soo Yeon. Tiba2 pintu kamar terbuka dan Miran
langsung menyembunyikan surat itu di bawah selimut Hyun Joo. Tae Joon menyuruh
Miran dan Ah Reum ke jepang, membawa Hyun Joo juga, tapi Miran keberatan. Saat
itu, Jung Woo pulang dan menguping, lalu pura2 ke depan pintu ruangan sebelah
untuk menyapa papanya. Saat sudah sepi, Jung Woo masuk ke kamar Hyun Joo untuk
mengambil sidik jari. Lalu hiasan bunga dari infus terjatuh dari tangan Hyun
Joo, Jung Woo meletakkannya ke tangan Hyun Joo dan berharap Hyun Joo bisa
menemukan anaknya.
Joon memainkan piano, lagu kesukaan Soo Yeon, sementara Soo
Yeon sudah berpakaian rapi. Ia mengendap masuk ke kamar ibu dan Eun Joo,
berpamitan diam2. Paginya, Jung Woo ngumpul dengan senior dan atasannya,
membicarakan penemuan2 tentang Joon dan Yoon. Ternyata Yoon tidak punya
identitas. Sementara itu Soo Yeon melihat Jung Woo dari kejauhan, memotretnya. “Aku
akan segera kembali. Tunggu aku. Aku benar2 merindukanmu…”
Sementara itu, Ah Reum disuruh membawa Hyun Joo ke butik.
Hyun Joo melihat kalung Ah Reum yg berbandul kunci, tiba2 ia menarik bandul itu
sambil berkata “Aku harus memberikannya pada Joon!” oh, dia mengingat anaknya?
Ternyata Soo Yeon pulang ke rumah Joon. Ia kaget melihat
kamar yg berantakan, lalu melihat tombol di dinding. Ia pun memencetnya dan
terkejut melihat dinding itu bisa terbuka. Ia pun masuk dan tahulah ia tentang
semua rahasia yg disimpan Joon, tentang dirinya, juga keluarga Han Tae Joon.
Tiba2 dinding tertutup dan Soo Yeon terkunci di dalam. Terdengar suara Miran.
Soo Yeon menemukan layar perekam cctv dan melihat Miran datang menyapa Joon di
ruang tamu. Miran yg sudah tahu semuanya, ingin bernegosiasi dg Joon. Dia janji
akan membawa ibu Joon dan ia tak perlu membayar hutangnya. Miran meyakinkan
kalo dia tidak ada di pihak Tae Joon, karena ia ingin bercerai dari Tae Joon. Lalu
Miran tanya, apakah Soo Yeon belum tahu kalau apa yg dialaminya, semua gara2
ibunya Joon? Tiba2 wajah Joon berubah, karena ia tahu, Soo Yeon pasti bisa
mendengar semuanya dari perekam cctv. Ia pun tersenyum sinis “Seharusnya kau
tidak mengatakan hal itu…”
Joon mengubah raut wajahnya lagi dan mengajak Miran minum,
wine kesukaan bibinya, perawat Jang yg sering diminum sebelum berenang. Soo
Yeon terbelalak, jadi kematian Jang bukan karena tenggelam, tapi karena wine
itu dan sekarang Joon pasti mencoba membunuh Miran juga dg wine itu. Miran
tanya, di mana perawat Jang? Joon tak langsung menjawab. Mereka toast, Miran
meneguk habis wine itu sedangkan Joon hanya menempelkan bibirnya di gelas
sambil melirik tajam ke arah cctv. Ia menambahkan wine Miran dan berkata kalau
Jang selalu menanyakan ttg Soo Yeon, jadi dia mengirimnya untuk ‘liburan’. Dan
sebentar lagi Miran juga akan bertemu dengannya. Miran yg tak mengerti maksud
yg sebenarnya, terus minum. Soo Yeon jatuh lemas di depan layar cctv. Kini ia
percaya, kalo Joon memang benar2 pembunuh.
Jung woo dapat info kalo papanya pergi bersama Yoon. Team
pun mengikuti mobil itu, tetapi Yoon berhasil mengecoh hingga kehilangan jejak.
Tae Joon pun sampai di tempat ketemuan, tapi tidak ada siapa2. Ia masuk lebih
dalam dan melihat sepeda serta gambar ibu-anak khas Joon. Ia pun akhirnya tahu
bahwa Harry Borison adalah Kang Hyung Joon. Tiba2 Tae Joon berbalik, takut kalo
Yoon menyerangnya, tapi Yoon hanya menyerahkan handphone, bahwa Harry ingin
bicara. Tae Joon menerima dan memanggil Harry dengan nama Joon. Ia tak tahu
kalau dibelakangnya, Yoon siap2 dg sarung tangan hitam. Di luar, Jung Woo pun
siap2 dg sarung tangan hitam juga. ia melihat Yoon mengambil balok kayu, ia pun
segera masuk. Tapi Yoon sudah keburu memukul Tae Joon sampai pingsan. Jung Woo
membekuk Yoon yg tidak melawan sama sekali.
Yoon dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi, tapi ia sama
sekali tidak buka mulut. Kakek detektif datang melihat. Atasan bertanya kenapa
ia membunuh Kang Sang Deung, Kang Sang Chul, Nam Ui Jong? Yoon melihat jam
tangannya sebelum menjawab “Lee Soo Yeon yg menyuruhku.” Alasannya, karena semua orang itu
menyakitinya. Selain mereka bertiga, yg ada dalam daftar kematian adalah Han
Tae Joon, juga Han Jung Woo. Jung Woo menyuruh senior menelpon Eun Joo untuk
menanyakan di mana Soo Yeon sedang ia akan mencari Soo Yeon. Tiba2 Soo Yeon
menelpon. Kakek menyuruhnya merekam siapa tahu bisa jadi bukti. Tapi, diluar
dugaan, kata2 yg dikeluarkan Soo Yeon mengerikan, bahwa ia ingin membunuh semua
orang yg menyakitinya. Tapi sebenarnya itu bukan Soo Yeon yg menelpon langsung,
melainkan hasil editan, rekaman cctv waktu Soo Yeon curhat ke Joon dulu.
Senior menahan Jung Woo yg hendak mencari Soo Yeon. Ia takut
Jung Woo dalam bahaya lagi seperti dulu, tapi Jung woo tidak percaya kalo Soo
Yeon adalah pelakunya. Ia mengambil pistol senior dan pergi. rekan2
mengejarnya. Sementara itu Soo Yeon jongkok dipojokan, menangis mengingat apa
yg ditulisnya di buku harian, kalau ia pergi sebentar, membalas kebaikan Joon
selama ini (karena sebelumnya ia tak percaya kalo Joon jahat), dan ketika
mereka bertemu lagi, ia ingin mereka jadi sepasang kekasih. Tiba2 dinding
terbuka. Dg gemetar ia berjalan keluar dan menemukan Miran sudah tergeletak tak
bergerak. Soo Yeon mencoba membangunkannya, ia memegang kepala Miran yg
ternyata sudah berdarah. Ia menjerit ketakutan. Ia mengambil tas dan membongkar
isinya, mengambil hp hendak menelpon, tiba2 terdengar bunyi piano. Ia terkejut.
Ternyata suara itu berasal dari laptop
tertutup dihadapannya. Ia membuka dan melihat rekaman Joon yg sedang main
piano. Joon bicara, “Lee Soo Yeon, mulai saat ini, kau tidak hanya seorang anak
pembunuh, tetapi kau adalah pembunuh. Kau sudah tidak bisa kabur lagi. Kang
Sang Deung, Kang Sang Chul, Nam Ui Jong, dan wanita yg ada dihadapanmu… polisi
sudah percaya kalau kau membunuh mereka semua. Ini semua adalah harga yang
harus kau terima… karena tidak pernah mencintaiku!”
Soo Yeon gemetaran di dalam lift, bahkan ia gak bisa mencet
hp sampai hpnya jatuh. Untungnya Jung Woo menelpon. Ia pun menjawab dan
menangis sesenggukan. “Bukan aku… bukan aku…” Jung Woo percaya kalau Soo Yeon
bukan pelaku. Soo Yeon bilang bahwa ada yg mati lagi dan ia kini sendirian,
Joon menghilang. “Harry benar2 membunuh orang… Aku tidak percaya, aku kira dia
berbohong. Eottokke???” Jung Woo sampai di rumah Joon dan masuk gerbang, Soo
Yeon berlari keluar. Jung Woo memeluk menenangkan. Rekan2 Jung Woo dan polisi
datang. Soo Yeon bersembunyi di belakang Jung Woo yg mengeluarkan pistol. Jung
Woo melempar hpnya dan menyuruh senior memeriksa rekaman suara Soo Yeon tadi yg
diyakini palsu. senior mengajak mereka ke kantor polisi baik2, tapi Jung woo
tak mau, karena inilah yg diinginkan Joon, pelaku sesungguhnya. Jadi dia akan
membawa Soo Yeon pergi, dan mereka tidak boleh menghalanginya. JungWoo
menggenggam erat tangan Soo Yeon, “Kali ini, jangan lepaskan tanganku.”
Gambar:
http://www.kutudrama.com/2013/01/sinopsis-i-miss-you-episode-17-1.html
http://www.kutudrama.com/2013/01/sinopsis-i-miss-you-episode-17-2.html




































Tidak ada komentar:
Posting Komentar