Jung Woo membawa Soo Yeon pergi. Lalu Jung Woo menelpon
senior yg lagi menginvestigasi rumah Joon lewat telepon umum. Jung Woo memberi
ancer2 kalau di kamar Joon ada tombol dibalik lukisan. Ternyata lukisan foto
Joon dan Soo Yeon sudah berganti lukisan biasa. Jung Woo sudah mengembalikan
pistol senior ke loker. Senior menyuruh mereka sembunyi ke rumahnya saja.
Setelah selesai menelpon dan menelpon Eun
Joo juga, ia mengajak Soo Yeon untuk cuci tangan. Soo Yeon merasa lebih
tenang dan bisa di bawa ke kantor polisi, tapi Jung Woo yg tidak
memperbolehkan.
Senior dan rekan menemukan tombol di dinding itu. Senior
memencet tombol itu. dinding terbuka dan mereka masuk. Bau alcohol menyebar.
Joon tampak terkapar di ranjang kecil. Mereka pikir Joon mati, tapi ternyata
dia hanya mabuk berat. Namun, keadaan di dalam ruangan itu tidak sekacau
sebelumnya. Jadi sebelum polisi datang, Joon sudah lebih dulu membereskan semua
kekacauan itu. Joon diinterogasi. Dia mengaku kalau dia tertidur dari pagi
gara2 mabuk jadi tidak tahu kalau ada kejadian pembunuhan dirumahnya, juga ia
tak pernah bertemu Miran hari ini. Dia tetap memanggil Soo Yeon dg nama Zoey,
Atasan Jung Woo mengungkapkan kalo Zoey adl benar2 Soo Yeon karena Jung Woo
menyimpan sidik jari Soo Yeon waktu kecil. Joon ingin bertemu Jung Woo, tapi
atasan bilang bahwa kini Jung woo membawa lari Soo Yeon. Wajah Joon tampak
kesal, “Jadi mereka pergi bersama?” ia pura2 sedih dan minta atasan segera
mencari Zoey untuknya.
Senior dan kakek menonton mereka dari ruangan sebelah.
“Seandainya dia memang sedang berakting, pasti dia bisa masuk Hollywood,” kata
senior. Kakek menyuruh membawa Yoon untuk duduk berhadapan dg Joon. Joon pura2
tanya, kenapa Sekt Yoon melakukan semua ini? Yoon memajukan tubuhnya, mengaku
kalau ia melakukan apa yg diperintahkan Lee Soo Yeon – Zoey. Joon pura2 merasa
terpukul. Atasan bertanya, apa mereka saling kenal? Yoon menjawab kalau mereka
sempat bertemu beberapa kali karena Harry bekerjasama dg Tae Joon. Kakek
menyuruh semua orang keluar dari ruang interogasi dan memberi mereka minum.
Mereka berdua saling berhadapan tanpa suara. Joon mengambil minum, tak lama
kemudian Yoon juga minum. Di dalam ruang rahasia, Senior kagum pada tebakan
Kakek, bahwa Yoon akan mengikuti perilaku Joon. Sebenarnya kakek sudah tahu
sejak Yoon memajukan tubuhnya tadi, tampak mereka benar2 sangat dekat, dan
perilaku mereka sekarang, semakin meyakinkan. Kakek menyuruh memeriksa DNA
Harry dari gelas yg dipakai untuk dicocokan dg DNA yg ada di kaleng u/membunuh
Kim. Kalau sama, berarti Harry adalah Joon dan semua kata2nya kalau ia tak tahu
ttg Zoey adl Soo Yeon, adalah kebohongan.
Jung Woo dan Soo Yeon
naik bis menuju rumah Senior. Soo Yeon menangis sepuasnya dipelukan Jung Woo.
Sementara itu Eun Joo datang ke butik menemui Ah Reum yg sudah menunggunya. Eun
Joo akan membawa Hyun Joo ke rumahnya. Ah Reum segera ke RS, untungnya Miran
sempat tertolong. Tae Joon yg baru akan keluar dari RS, dikabari dokter kalau
Miran masuk ICU. Saat itu Ah Reum datang menanyakan kabar mamanya, tapi papanya
malah menanyakan ttg Hyun Joo yg ditinggal Ah Reum. Apalagi papa langsung
pergi, tanpa menjenguk istrinya lebih dahulu. Ah Reum tampak kecewa pada
papanya yg sama sekali tdk memperhatikan keluarga, malah mengurusi
wanita-entah-siapa-itu. Tae Joon pulang ke rumahnya yg sepi. Ia melihat pintu
kamarnya terbuka dan acak2an. Ruang kerjanya juga, dan parahnya, brankasnya
dibongkar. Di dalamnya ada hiasan infus dan surat ancaman. Tae Joon terbahak,
“Kang Hyung Joon!”
Joon pulang dan
memandang fotonya dg Soo Yeon di pigura kecil. Tapi ia membuang pigura itu,
beserta sembua barang bukti, di dalam lubang di kamar mandi. Sementara itu, Soo
Yeon dan Jung Woo sudah sampai dirumah Senior dan disambut oleh ayah senior yg
bersemangat. Soo Yeon melepas kalung bandul kunci pemberian Joon. Jung Woo
mengajak jalan2 keluar dan mengobrol. Saat itu, Soo Yeon mengungkapkan kalau yg
menyatakan kalau dirinya sudah mati itu adalah papa Jung Woo, Han Tae Joon. Ia
menceritakan ttg USB yg diterimanya. Juga tentang pengakuan Joon yg membunuh
Kang Sang Deung. Tentang wanita yg dianggap bibi Jung Woo, adl ibu Joon. Jung
Woo harus mencari tahu hubungan antara ibu Joon dg papanya, karena Tae Joon yg
membuat kaki Joon seperti itu. Semuanya ia dengar dari mulut Miran sendiri
sebelum nyaris dibunuh Joon. Jung Woo shock.
Hyun Joo tinggal di rumah Eun Joo, ia duduk membuat hiasan
infus. Ibu heran melihatnya, tapi Hyun Joo segera menyembunyikan hiasan itu,
tak mau diambil. Ibu membiarkannya dan bilang kalau dia sendiri punya sesuatu
yg ‘aneh’, yaitu jepitan jemuran di rambut, khas Soo Yeon. Mereka para ibu,
memiliki ‘kegilaan’ mereka sendiri. Hyun Joo menunjukkan hiasannya dan berkata
“Bayi.” Ibu pun tak mau kalah, ia menunjukkan ‘bayi’nya yg sesungguhnya, yaitu
foto2 Soo Yeon masa kecil, juga foto Jung Woo. Tiba2 raut Hyun Joo berubah. Ia
menjerit2.
Joon naik sepeda keluar dari rumahnya, ia mengetuk kaca
jendela mobil rekan Jung woo, menitipkan pesan pada Jung Woo juga memberikan
sebotol susu. Rekan JungWoo segera menelpon temannya dan mengejar Joon, tapi
dipersimpangan jalan sempit, ada mobil datang hingga ia pun kehilangan jejak.
Joon ternyata menemui Tae Joon berdua saja di mobil Tae Joon. Mereka
bernegosiasi. Tae Joon ingin uangnya kembali. Joon tidak butuh uang,
sebaliknya, ia menginginkan putra Tae Joon, Han Jung Woo. Ia akan membuat Jung
Woo seperti dirinya. Tae Joon melirik kaki Joon, tapi bukan itu yg Joon maksud.
Tae Joon sudah memisahkannya dari ibunya, orang yg sangat berharga baginya.
Jadi ia akan mengambil orang yg paling berharga bagi Jung Woo, yaitu Soo Yeon. “14
tahun yg lalu, kau sudah ‘membunuhnya’. Jadi pasti tidak sulit melakukannya
lagi sekarang.”
Senior mengintai dari jauh dan melapor ke Jung Woo apa yg
dilakukan Joon dan papa Jung Woo, tapi tdk mendengar apa yg mereka bicarakan,
juga DNA Harry yg sudah keluar, dipastikan kalau Harry dan Joon adl orang yg
sama dan pembunuh. Setelah itu, Jung Woo, Soo Yeon dan ayah senior memancing
bersama. Mereka menelpon ibu, mengabari kalau mereka baik2 saja, tidak bilang
masalah yg sebenarnya. Lalu mereka berkencan, dan berakhir dengan ciuman
panjang. Pulangnya, ayah Senior mengajak Soo Yeon masuk, sedangkan Jung Woo
dipanggil senior yg melaporkan kalo ibu tiri sudah sadar, tapi papa terus ada
di sampingnya jadi sulit untuk interogasi.
Di RS, Miran sudah sadar. Tae Joon datang, menyuruhnya tutup
mulut ttg pelaku sebenarnya. Ah Reum dan Eun Joo datang menjenguk Miran sambil
ngobrolin tentang Hyun Joo. Tanpa mereka sadari, Joon yg duduk sambil menutup
wajah dg koran mendengar mereka. Ibu, Eun Joo dan Hyun Joo jalan2 ke pasar.
Joon mengikut dari belakang. Ibu pergi sebentar, sementara Eun Joo mengajak
Hyun Joo duduk makan mi. Joon duduk di samping Hyun Joo dan memesan mi. Eun Joo
sempat meliriknya. Hyun Joo makannya belepotan sampai mi jatuh ke pangkuannya.
Eun Joo pergi mengambil lap. Hyun Joo memundur-mundurkan kursinya dan jadi
lebih dekat dg Joon. Mereka bertatapan muka, tampak kerinduan mendalam di mata
Joon. Tiba2 ia menyenggol hiasan infus Hyun Joo. Hyun Joo teriak2 tapi mendadak
diam setelah Joon meletakkan batu tempat bandul kunci yg sudah terbelah ke
tangan Hyun Joo “Aku tidak membutuhkan ini lagi.” ia berjalan pergi ketika Eun
Joo datang. Hyun Joo berteriak2 memanggil nama Joon sambil menyodorkan bandul
kunci milik Ah Reum yg diambilnya “Kang Hyung Joon… aku harus memberikan ini
pada Kang Hyung Joon…anakku… anakku…”
tapi Joon tidak berbalik sama sekali. Ibu yg berpapasan dengannya hanya
menatapnya bingung.
Jung Woo dan Soo Yeon minum2. Setelah itu, senior menelpon
hp Jung Woo waktu Jong Woo beranjak pergi. Soo Yeon yg mengangkat. Senior
melapor kalau Miran sudah membuka mulut, tapi malah menuduh Soo Yeon-lah
pelakunya. Sementara itu Tae Joon menelpon Joon, memberitahu dimana Soo Yeon
sekarang berada. Besok paginya, di depan rumah senior sudah ada mobil polisi.
Joon juga ada di sana. Jung Woo keluar lebih dulu, berhadapan dg Joon. Jung Woo
meminta Joon pergi sebelum Soo Yeon keluar, tapi Joon tidak mau, Jung Woo harus
berlutut padanya dulu baru dia akan pergi.
Soo Yeon keluar, Joon mengulurkan tangannya, berkata kalau
ia bisa menolong Soo Yeon. Tapi Soo Yeon malah mengeluarkan kalung kunci dan
menaruh di atas telapak tangan Joon. Joon tampak kaget, apalagi kalung itu
meleset dari tangan dan jatuh ke pasir. Soo Yeon membelai tangan Joon “Dengan
tangan yg sama yang kau gunakan untuk menyelamatkanku… kenapa… bagaimana bisa
kau gunakan juga untuk membunuh orang?” Soo Yeon berlutut dan tetap menggengam
tangan Joon dengan kata2 yg sama. Joon menghempaskan tangannya, membuat Soo
Yeon sedikit terjungkal ke depan. “Pergi! pergi dari hadapanku!” Joon mengambil
kalungnya dan meremasnya kuat. Jung Woo jongkok merangkul Soo Yeon, “Kang Hyung
Joon, ada saat dimana aku begitu iri padamu, ketika Soo Yeon begitu percaya
padamu, sebaliknya ia begitu membenciku. Harusnya kau membawanya kembali ke
Paris saja. Soo Yeon sudah memberimu kesempatan, tetapi karena Han Tae Joon, karena
kau membenci ayahku, kau kehilangan Soo Yeon. Pergi! kalau kau sampai
tertangkap oleh tanganku, kau pasti berakhir dengan kematian!” Jung Woo
membantu Soo Yeon berdiri dan masuk ke mobil polisi, sedangkan Joon memandang
mereka dengan geram sambil mencengkeram kalungnya.
Gambar:





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar