Quotes

"Write is my World"

Kamis, 07 Maret 2013

I Miss You Episode 18





Jung Woo membawa Soo Yeon pergi. Lalu Jung Woo menelpon senior yg lagi menginvestigasi rumah Joon lewat telepon umum. Jung Woo memberi ancer2 kalau di kamar Joon ada tombol dibalik lukisan. Ternyata lukisan foto Joon dan Soo Yeon sudah berganti lukisan biasa. Jung Woo sudah mengembalikan pistol senior ke loker. Senior menyuruh mereka sembunyi ke rumahnya saja. Setelah selesai menelpon dan menelpon Eun  Joo juga, ia mengajak Soo Yeon untuk cuci tangan. Soo Yeon merasa lebih tenang dan bisa di bawa ke kantor polisi, tapi Jung Woo yg tidak memperbolehkan.


Senior dan rekan menemukan tombol di dinding itu. Senior memencet tombol itu. dinding terbuka dan mereka masuk. Bau alcohol menyebar. Joon tampak terkapar di ranjang kecil. Mereka pikir Joon mati, tapi ternyata dia hanya mabuk berat. Namun, keadaan di dalam ruangan itu tidak sekacau sebelumnya. Jadi sebelum polisi datang, Joon sudah lebih dulu membereskan semua kekacauan itu. Joon diinterogasi. Dia mengaku kalau dia tertidur dari pagi gara2 mabuk jadi tidak tahu kalau ada kejadian pembunuhan dirumahnya, juga ia tak pernah bertemu Miran hari ini. Dia tetap memanggil Soo Yeon dg nama Zoey, Atasan Jung Woo mengungkapkan kalo Zoey adl benar2 Soo Yeon karena Jung Woo menyimpan sidik jari Soo Yeon waktu kecil. Joon ingin bertemu Jung Woo, tapi atasan bilang bahwa kini Jung woo membawa lari Soo Yeon. Wajah Joon tampak kesal, “Jadi mereka pergi bersama?” ia pura2 sedih dan minta atasan segera mencari Zoey untuknya.



Senior dan kakek menonton mereka dari ruangan sebelah. “Seandainya dia memang sedang berakting, pasti dia bisa masuk Hollywood,” kata senior. Kakek menyuruh membawa Yoon untuk duduk berhadapan dg Joon. Joon pura2 tanya, kenapa Sekt Yoon melakukan semua ini? Yoon memajukan tubuhnya, mengaku kalau ia melakukan apa yg diperintahkan Lee Soo Yeon – Zoey. Joon pura2 merasa terpukul. Atasan bertanya, apa mereka saling kenal? Yoon menjawab kalau mereka sempat bertemu beberapa kali karena Harry bekerjasama dg Tae Joon. Kakek menyuruh semua orang keluar dari ruang interogasi dan memberi mereka minum. Mereka berdua saling berhadapan tanpa suara. Joon mengambil minum, tak lama kemudian Yoon juga minum. Di dalam ruang rahasia, Senior kagum pada tebakan Kakek, bahwa Yoon akan mengikuti perilaku Joon. Sebenarnya kakek sudah tahu sejak Yoon memajukan tubuhnya tadi, tampak mereka benar2 sangat dekat, dan perilaku mereka sekarang, semakin meyakinkan. Kakek menyuruh memeriksa DNA Harry dari gelas yg dipakai untuk dicocokan dg DNA yg ada di kaleng u/membunuh Kim. Kalau sama, berarti Harry adalah Joon dan semua kata2nya kalau ia tak tahu ttg Zoey adl Soo Yeon, adalah kebohongan.



 Jung Woo dan Soo Yeon naik bis menuju rumah Senior. Soo Yeon menangis sepuasnya dipelukan Jung Woo. Sementara itu Eun Joo datang ke butik menemui Ah Reum yg sudah menunggunya. Eun Joo akan membawa Hyun Joo ke rumahnya. Ah Reum segera ke RS, untungnya Miran sempat tertolong. Tae Joon yg baru akan keluar dari RS, dikabari dokter kalau Miran masuk ICU. Saat itu Ah Reum datang menanyakan kabar mamanya, tapi papanya malah menanyakan ttg Hyun Joo yg ditinggal Ah Reum. Apalagi papa langsung pergi, tanpa menjenguk istrinya lebih dahulu. Ah Reum tampak kecewa pada papanya yg sama sekali tdk memperhatikan keluarga, malah mengurusi wanita-entah-siapa-itu. Tae Joon pulang ke rumahnya yg sepi. Ia melihat pintu kamarnya terbuka dan acak2an. Ruang kerjanya juga, dan parahnya, brankasnya dibongkar. Di dalamnya ada hiasan infus dan surat ancaman. Tae Joon terbahak, “Kang Hyung Joon!”



 Joon pulang dan memandang fotonya dg Soo Yeon di pigura kecil. Tapi ia membuang pigura itu, beserta sembua barang bukti, di dalam lubang di kamar mandi. Sementara itu, Soo Yeon dan Jung Woo sudah sampai dirumah Senior dan disambut oleh ayah senior yg bersemangat. Soo Yeon melepas kalung bandul kunci pemberian Joon. Jung Woo mengajak jalan2 keluar dan mengobrol. Saat itu, Soo Yeon mengungkapkan kalau yg menyatakan kalau dirinya sudah mati itu adalah papa Jung Woo, Han Tae Joon. Ia menceritakan ttg USB yg diterimanya. Juga tentang pengakuan Joon yg membunuh Kang Sang Deung. Tentang wanita yg dianggap bibi Jung Woo, adl ibu Joon. Jung Woo harus mencari tahu hubungan antara ibu Joon dg papanya, karena Tae Joon yg membuat kaki Joon seperti itu. Semuanya ia dengar dari mulut Miran sendiri sebelum nyaris dibunuh Joon. Jung Woo shock.


Hyun Joo tinggal di rumah Eun Joo, ia duduk membuat hiasan infus. Ibu heran melihatnya, tapi Hyun Joo segera menyembunyikan hiasan itu, tak mau diambil. Ibu membiarkannya dan bilang kalau dia sendiri punya sesuatu yg ‘aneh’, yaitu jepitan jemuran di rambut, khas Soo Yeon. Mereka para ibu, memiliki ‘kegilaan’ mereka sendiri. Hyun Joo menunjukkan hiasannya dan berkata “Bayi.” Ibu pun tak mau kalah, ia menunjukkan ‘bayi’nya yg sesungguhnya, yaitu foto2 Soo Yeon masa kecil, juga foto Jung Woo. Tiba2 raut Hyun Joo berubah. Ia menjerit2.



Joon naik sepeda keluar dari rumahnya, ia mengetuk kaca jendela mobil rekan Jung woo, menitipkan pesan pada Jung Woo juga memberikan sebotol susu. Rekan JungWoo segera menelpon temannya dan mengejar Joon, tapi dipersimpangan jalan sempit, ada mobil datang hingga ia pun kehilangan jejak. Joon ternyata menemui Tae Joon berdua saja di mobil Tae Joon. Mereka bernegosiasi. Tae Joon ingin uangnya kembali. Joon tidak butuh uang, sebaliknya, ia menginginkan putra Tae Joon, Han Jung Woo. Ia akan membuat Jung Woo seperti dirinya. Tae Joon melirik kaki Joon, tapi bukan itu yg Joon maksud. Tae Joon sudah memisahkannya dari ibunya, orang yg sangat berharga baginya. Jadi ia akan mengambil orang yg paling berharga bagi Jung Woo, yaitu Soo Yeon. “14 tahun yg lalu, kau sudah ‘membunuhnya’. Jadi pasti tidak sulit melakukannya lagi sekarang.”



Senior mengintai dari jauh dan melapor ke Jung Woo apa yg dilakukan Joon dan papa Jung Woo, tapi tdk mendengar apa yg mereka bicarakan, juga DNA Harry yg sudah keluar, dipastikan kalau Harry dan Joon adl orang yg sama dan pembunuh. Setelah itu, Jung Woo, Soo Yeon dan ayah senior memancing bersama. Mereka menelpon ibu, mengabari kalau mereka baik2 saja, tidak bilang masalah yg sebenarnya. Lalu mereka berkencan, dan berakhir dengan ciuman panjang. Pulangnya, ayah Senior mengajak Soo Yeon masuk, sedangkan Jung Woo dipanggil senior yg melaporkan kalo ibu tiri sudah sadar, tapi papa terus ada di sampingnya jadi sulit untuk interogasi.



Di RS, Miran sudah sadar. Tae Joon datang, menyuruhnya tutup mulut ttg pelaku sebenarnya. Ah Reum dan Eun Joo datang menjenguk Miran sambil ngobrolin tentang Hyun Joo. Tanpa mereka sadari, Joon yg duduk sambil menutup wajah dg koran mendengar mereka. Ibu, Eun Joo dan Hyun Joo jalan2 ke pasar. Joon mengikut dari belakang. Ibu pergi sebentar, sementara Eun Joo mengajak Hyun Joo duduk makan mi. Joon duduk di samping Hyun Joo dan memesan mi. Eun Joo sempat meliriknya. Hyun Joo makannya belepotan sampai mi jatuh ke pangkuannya. Eun Joo pergi mengambil lap. Hyun Joo memundur-mundurkan kursinya dan jadi lebih dekat dg Joon. Mereka bertatapan muka, tampak kerinduan mendalam di mata Joon. Tiba2 ia menyenggol hiasan infus Hyun Joo. Hyun Joo teriak2 tapi mendadak diam setelah Joon meletakkan batu tempat bandul kunci yg sudah terbelah ke tangan Hyun Joo “Aku tidak membutuhkan ini lagi.” ia berjalan pergi ketika Eun Joo datang. Hyun Joo berteriak2 memanggil nama Joon sambil menyodorkan bandul kunci milik Ah Reum yg diambilnya “Kang Hyung Joon… aku harus memberikan ini pada Kang  Hyung Joon…anakku… anakku…” tapi Joon tidak berbalik sama sekali. Ibu yg berpapasan dengannya hanya menatapnya bingung.



Jung Woo dan Soo Yeon minum2. Setelah itu, senior menelpon hp Jung Woo waktu Jong Woo beranjak pergi. Soo Yeon yg mengangkat. Senior melapor kalau Miran sudah membuka mulut, tapi malah menuduh Soo Yeon-lah pelakunya. Sementara itu Tae Joon menelpon Joon, memberitahu dimana Soo Yeon sekarang berada. Besok paginya, di depan rumah senior sudah ada mobil polisi. Joon juga ada di sana. Jung Woo keluar lebih dulu, berhadapan dg Joon. Jung Woo meminta Joon pergi sebelum Soo Yeon keluar, tapi Joon tidak mau, Jung Woo harus berlutut padanya dulu baru dia akan pergi.



Soo Yeon keluar, Joon mengulurkan tangannya, berkata kalau ia bisa menolong Soo Yeon. Tapi Soo Yeon malah mengeluarkan kalung kunci dan menaruh di atas telapak tangan Joon. Joon tampak kaget, apalagi kalung itu meleset dari tangan dan jatuh ke pasir. Soo Yeon membelai tangan Joon “Dengan tangan yg sama yang kau gunakan untuk menyelamatkanku… kenapa… bagaimana bisa kau gunakan juga untuk membunuh orang?” Soo Yeon berlutut dan tetap menggengam tangan Joon dengan kata2 yg sama. Joon menghempaskan tangannya, membuat Soo Yeon sedikit terjungkal ke depan. “Pergi! pergi dari hadapanku!” Joon mengambil kalungnya dan meremasnya kuat. Jung Woo jongkok merangkul Soo Yeon, “Kang Hyung Joon, ada saat dimana aku begitu iri padamu, ketika Soo Yeon begitu percaya padamu, sebaliknya ia begitu membenciku. Harusnya kau membawanya kembali ke Paris saja. Soo Yeon sudah memberimu kesempatan, tetapi karena Han Tae Joon, karena kau membenci ayahku, kau kehilangan Soo Yeon. Pergi! kalau kau sampai tertangkap oleh tanganku, kau pasti berakhir dengan kematian!” Jung Woo membantu Soo Yeon berdiri dan masuk ke mobil polisi, sedangkan Joon memandang mereka dengan geram sambil mencengkeram kalungnya.



Gambar:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar