Rain as Jung Tae Hun
Shin Si Kyung as Yoo Se Young
Yoo Jun Sang as Lee Cheol Hui
Kim Seong-su sebagai Dae-seo
Lee Ha-na sebagai Yu-jin
Lee Jong-Suk
Jeong Seok-won
Kim Seong-su sebagai Dae-seo
Lee Ha-na sebagai Yu-jin
Lee Jong-Suk
Jeong Seok-won
‘Lulus’ dari Wamil, Rain tampil memukau di film Soar Into
The Sun sebagai pilot Angkatan Udara. Ilmunya selama di Wamil dipakai di sini
hehehe… cara hormat, jalan, berdiri, tegap banget. Keren!
Ia bernama Jung Tae Hun. Bersama tim Black Eagle, mereka
menampilkan atraksi udara dg pesawat jet. Tapi, Tae Hun ini nakal/slengekan
gitu, dia keluar dari formasi, menaikkan pesawatnya setinggi mungkin, lalu
mematikan mesin “Kecepatan nol”. Tiba2 pesawat itu menukik tajam. Semua orang
berteriak, mengiranya jatuh. Ketika hampir sampai di air/danau, ia menyalakan
mesin, menaikkan tuas hingga pesawat yg tadinya moncongnya menukik ke bawah, jadi
horizontal dan mencipratkan air danau ke para penonton. (susah menjelaskan,
nonton sendiri aja, keren pokoknya haha). Semua penonton jadi marah, bosnya
juga. Akhirnya, karena kelakuannya itu, ia dipindahkan.

Ditempatnya yg baru, ia bersaing dg Lee Cheol Hui yg tampak
sangat membencinya, padahal mereka gak pernah bermasalah secara langsung
(ketemu aja barusan). Selain itu, Tae Hun juga kembali bertemu dg teman
lamanya, Yu Jin yg saat ini berkencan dg sesama pilot, Dae So. Di sana ia juga
bertemu dengan seorang mekanik cewek, Yoo Se Young yg sangat dingin. Tae Hun
menyukainya dan terus mengejarnya, tapi Se Young tetap dingin.
Tae Hun mengajari juniornya terbang. Juniornya ternyata
takut terbang, sampai pingsan segala. Lalu, saat latihan dg senior2/teman2,
lagi2 Tae Hun bikin masalah karena keusilannya/keingintahuannya. “Seandainya
ini sungguhan (bukan latihan), kau pasti sudah mati.” Kata Cheol Hui. Tak lama
kemudian, ada lomba/pertandingan. Kalau Tae Hun menang, ia bisa kembali ke
Black Eagle. Ia minta tolong Se Young membantunya jadi mekanik pesawatnya. Se
Young awalnya menolak, tapi dipaksa2.
“Kalau kau kalah, aku akan menamparmu!” (Se Young)
“Kalau aku menang? Maukah kencan denganku? Atau kutraktir
minum?” (Tae Hun).

Se Young pun membantunya, juga kasih tips2 u/memenangkan
pertandingan. Lalu suatu malam, Tae Hun memberinya minuman keras sampai mabok.
Se Young maboknya memalukan, mencubit pipi atasannya ^^. Untung atasannya itu
baik. Ia cerita pada Tae Hun, sebenarnya Se Young adl pilot AU juga, tapi kecelakaan
membuat telinganya jadi tuli. Tae Hun ingat, waktu makan di kantin, ia menggoda
“Kok cuma pake earphone sebelah?” rupanya itu bukan earphone, tetapi alat bantu
dengar. Tae Hun jadi merasa bersalah.

Besoknya, pertandingan dimulai. Dalam lubuk hati terdalam,
Se Young ingin Tae Hun menang^^. Tae Hun terbang bersama juniornya. Saat harus
menembak sasaran di gunung, harusnya dari jauh udah nembak gitu, tapi dia malah
terus memacu jetnya mendekati gunung, seperti mau nabrak. Juniornya sampai
ketakutan “Ayo tembak!!!” “Aku ahlinya kecepatan rendah,” kata Tae Hun pede.
Dan akhirnya… Nilai Tae Hun yg paling tinggi dan dia menang! Se Young yg
mendengar itu jejingkrakan. Tapi kemudian dia bingung, karena itu artinya ia
harus berkencan. Ia galau dan memukul2 paku di pesawat. Tiba2 atasannya teriak
dari dalam “YA!!! Kalau ngamuk jangan pada pesawat! Aigoo kupingku!”
Se Young melempar2 pesawat kertas dan nyemplung masuk ke
pesawat jet. Tae Hun dibelakangnya bertepuk tangan. Se Young jadi malu2. Mereka
pulang bersama, malu2 Se Young bilang. “Kau menang. Janji tetaplah janji. Ayo
kita berkencan. Sampai ketemu besok.” Tae Hun sumringah. Tapi besoknya ia
pucet, karena kencannya beda dari yg lain. Mereka naik pesawat capungnya Se
Young. Walau pilot, Tae Hun gak pernah naik pesawat capung. Se Young pun
mengajarinya dan ia pun bisa. Ow, kencan yg keren!

Sementara itu, Yujin dan Dae So juga berkencan. Dae So sudah
punya anak (duda) dan ia melamar Yujin. “Maukah kau menikah denganku?”(Dae So).
“Apakah ini perintah?” (Yujin)
“Ini perintah yg terakhir, dari atasanmu.” (Dae So)
Yujin memberi hormat “Saya bersedia.”
Wow, lamaran yg keren!
Besoknya, ada pesawat Korea Utara yg memasuki perbatasan dan
membuat ulah. Para AU menaiki pesawat dan mengejar pesawat musuh yg mulai memasuki
kota. Mereka tdk bisa menembak karena selain membahayakan warga sipil, bisa
memicu perang Korsel-Korut juga. tapi pesawat Korut itu menembaki warga sipil
dan menghancurkan gedung perkantoran. Tapi mereka tetap dilarang nembak.
Akhirnya Dae So tertembak dan akan jatuh. Seharusnya ia bisa menyelamatkan diri
dg melontarkan diri (ada tombol daruratnya gitu), tapi kalo dia melakukan itu,
pesawatnya akan jatuh di tengah kota, bisa membunuh banyak warga sipil.
Akhirnya ia mengorbankan diri, membawa pesawat terbakar itu menjauh dari kota
dan menabrak gunung. Di hari pemakaman, anaknya menangis sambil membawa foto
Dae So. Semua pilot memberi hormat. Teman2 menangisinya, terutama Yujin yg
hampir jadi istrinya.
Yujin menemukan memo dan cincin dilokernya “Maaf, aku tidak
bisa memberikan cincin yg bagus. I love you (dll, intinya begitu)” sementara
itu Tae Hun marah2 dan berantem dg Cheol Hui, “Sudah ada kesempatan, kenapa
tidak menembak! Kalau aku jadi kau, pasti aku sudah menembaknya dan Dae So
tidak akan mati!” tapi menurut Cheol Hui, Tae Hun tdk mengerti apa2, hanya
terbawa emosi yg bisa membahayakan banyak jiwa. Ternyata dulu Cheol Hui juga
seperti Tae Hun, penuh semangat anak muda dan slengekan, hingga sebuah tragedy
yg sama merenggut rekannya, ia pun jadi dingin. Makanya ia benci pada Tae Hun
yg mengingatkannya pada dirinya yg dulu, ia juga tak mau Tae Hun mengalami
nasib yg sama karena sifat slengekannya.

Korsel bekerjasama dg AS u/melawan Korut, mencegah Korut yg
ingin menghancurkan AS juga. tapi mereka kelamaan, sehingga anggota AU (Cheol Hui juga ikut) berencana u/melawannya sendiri, ternyata juga didukung o/pemerintah Korsel.
“Ini negaraku, aku berhak memutuskan!” kata pemerintah Korsel saat dimarahin AS
karena melakukan hal itu. Sebelum pergi, Se Young menemui Tae Hun “Berjanjilah,
pulanglah dengan selamat,” Se Young memeluknya.

Mereka menyerang Korut, saat serangan di darat, junior Tae
Hun tertembak. Lalu serangan2 di udara dilancarkan. Rudal2 berterbangan. Tae
Hun berhasil menghindari rudal dg kecepatan nol andalannya (matikan mesin di
atas, rudalnya yg mengejarnya tetap tancap hingga kelewatan dan gak jadi
nabrak). Saat menukik, ia menembak pangkalan Korut yg saat itu akan meluncurkan
nuklir besar, hingga meledak dan pemimpin pasukan Korut yg jahat akhirnya mati.
Sementara itu, Yujin menembak pesawat pilot Korut yg membunuh Dae So. Dendam
terbalas. Korsel menang, tapi Sayangnya, masih ada 1 rudal lagi yg mengejar Tae
Hun dan ia sudah tak bisa berbuat apa2 lagi. rudalnya membom pesawatnya. Tae
Hun tdk bisa melontarkan diri, akhirnya pesawatnya jatuh ke dalam laut/samudra
dan lost contact.
Apakah Tae Hun mati?
Tim sar mencari2nya, sulit karena samudra begitu luas dan
dalam. Tapi tak lama kemudian, mesin pesawatnya nyala dan terdeteksi satelit.
Se Young yg sedang nangis2 putus asa, dipanggil atasannya. Ia berlari melihat
pesawat tim SAR yg baru datang, banyak tentara yg keluar dari pesawat itu dan
Tae Hun? Dia juga ada, dipapah rekannya. Ia selamat.
The End
Errrr... sebelumnya aku ngga tahu endingnya gimana, soalnya aku cuman nonton sampai situ aja, udah dijemput travel sih... tapi kurasa kurang lebih sih begitu hehehe...

Errrr... sebelumnya aku ngga tahu endingnya gimana, soalnya aku cuman nonton sampai situ aja, udah dijemput travel sih... tapi kurasa kurang lebih sih begitu hehehe...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar