Ketika Gak membuka mata, ia mendapati dirinya duduk di dalam kandang ayam. Saat jalan keluar, tiba2 ia dikejar polisi bersama Chi San. Lalu mereka berpencar dan waktu Gak sudah tdk dikejar, ia menemukan Chi San terkapar. Gak pikir Chi San akan mati, tapi Chi San menjilat ‘darah’ di bibirnya yg ternyata adl saus. Dia kasihan dari kemarin belum makan. Ditangannya cuman ada saos. Lalu mereka bertemu dg Man Bo dan Yong Sul yg sudah memakai baju Joseon lagi makan ayam. Mereka membayar bibi penjual dg permen karet. Chi San langsung makan karena kelaparan.
Kakak lelaki Bu Yong dan Hwa Yong berlari masuk ke rumah,
melapor pada ayah dan seseorang yg duduk didepannya, bahwa pangeran sudah
pulang dg selamat ke istana. Ayah tidak percaya, karena mereka sudah memberi
jebakan di gunung dan dikira mereka sudah mati. Orang yg duduk didepan mereka
mengangkat kepalanya. ow, Tae Mo jaman joseon! Gak cucok hahaha…
Gak dan 3 anak buah berkumpul di istana dg baju dinas
mereka. Rupanya berbulan2 menghilang ke masa depan, tapi di masa Joseon, mereka
baru sehari semalam. 3 anak buah masih berbicara dg bahasa gaul, Gak memarahi
mereka, karena mereka sekarang sudah kembali ke Joseon, maka cara bicara harus
dg cara Joseon (yg sopan). Mereka memulai
investigasi atas kematian crown princess. Sementara itu, ibu Bu Yong cemas
karena ada perintah penangkapan keluarga mereka, padahal mereka masih berduka
akan kematian Hwa Yong. Ayah pasrah, entah mereka atau pangeran yg akan mati. Tiba2
pintu rumah didobrak, mereka ditangkap. Bu Yong tidak ada, ibu alasan bahwa Bu
Yong sakit penyakit menular. Pengungkapan misteri kematian adalah sebagai
berikut:
7 hari yg lalu, Bu Yong mengintip Gak dari jauh. Lalu saat
ia berjalan pergi, ia tersandung dan kotak berisi bubuk putih terjatuh. Gak yg
sudah berdiri di sampingnya mengerjainya. Lalu Gak tanya apa yg ada ditangan Bu
Yong? Bu Yong bilang itu bedak u/Hwa Yong dari orabeoni. Lalu ia memberikan
bubuk itu pada Hwa Yong beserta surat dari Ayah yg isinya ternyata bubuk itu
adl racun u/diberikan pada pangeran. Bu Yong mau mencium ‘bedak’ itu, tapi Hwa
Yong dengan keras melarang. Bu Yong memberikan sulaman saputangan sambil
menunggu Hwa Yong membaca surat karena ia harus mengembalikan surat itu pada
ayah.
Bu Yong pulang dan bertemu dg pangeran Mu Chang yg duduk dg
ayah. Bu Yong tanya pada ibunya siapa lelaki itu. Ibu bilang kalo itu adl kakak
tiri pangeran. Waktu umur 3 tahun, ia dan keluarganya dipaksa meninggalkan
istana (jadi ingat Yang Myung-Gun dan Hwon TMTETS). Bu Yong merenung dikamar,
ingat Hwa Yong tampak gelisah setelah membaca surat Ayah, juga ttg Mu Chang. Ia
pun membaca surat itu. Sementara Ayah baru ingat kalo ia belum menerima surat
itu kembali. Ia menyuruh kakak mencari Bu
Yong, ternyata ia menghilang dan suratnya terbuka. Isinya ttg menyuruh
Hwa Yong menerima langsung kesemek kering, lalu alihkan perhatiannya, lalu
taburkan bubuk beracun diatasnya.
Bu Yong segera berlari ke istana, sementara Mu Chang
menyuruh orang mengejarnya, kalo tidak tertangkap, bunuh saja. Dayang
memberikan makanan2 kecil. Lalu Hwa Yong memperlihatkan saputangan sulaman. Gak
mengaguminya, saat itu Hwa Yong menaburkan bubuk ke kesemek. Saat Gak mau
mengambil kesemek, tiba2 dayang mengumumkan kedatangan Bu Yong. Hwa Yong menyuruhnya
pulang, tapi Bu Yong ingin bicara hal penting. Hwa Yong berdebar gemetar. Bu
Yong rupanya hanya ingin menjawab tekateki yg diberikan Gak. “Apa yg mati tapi hidup dan hidup tapi mati? Jawabannya
adalah Bu Yong. Bu Yong adl nama lain dari bunga teratai Bunga teratai harus
mati dan dikubur dalam lumpur, sebelum bisa kembali sebagai bunga. Jadi, ini
mati tapi hidup, inilah artinya. Agar tetap hidup, bunga itu harus mati dan
meninggalkan bijinya di tanah. Hidup tapi mati.” Gak mengaku kalah. Lalu Bu
Yong minta hadiah kesemek kering yg dimeja itu. Hwa Yong syok. Gak tertawa,
padahal ia bisa memberikan hadiah yg besar, tapi Bu Yong tetap mau kesemek itu,
karena baginya, kesemek itu sangat berharga (dlm arti, hidup Cheona sangat
berharga, jadi ia rela mati demi Cheona). Dengan gemetar Bu Yong memakan
kesemek itu sampai habis. Sebelum pulang ia memberi pesan terakhir “Cheona,
hiduplah dengan tenang” lalu ia memberikan penghormatan terakhir.
Diluar, Bu Yong memberi pesan pada dayang, menyuruh Hwa Yong
ke paviliun teratai. Setelah memastikan Gak tidur, Hwa Yong pergi ke paviliun. Mereka
berbicara di dalam paviliun. Bu Yong memberi ide u/menyelamatkan keluarganya
dari hukuman mati karena ketahuan percobaan pembunuhan pada pangeran, ia akan
bertukar baju dg Hwa Yong. Jadi mereka akan berpikir bahwa crown princess yg
mati, sementara Hwa Yong harus sembunyi sebagai Bu Yong dg cadar. Mu Chang
membunuh 2 dayang yg menemani crown princess karena takut mereka mendengar
percakapan 2 saudara itu. Lalu ia melihat Hwa Yong berbaju Bu Yong lari keluar.
Sementara itu Bu Yong menulis surat u/Gak yg diselipkan di partisi, lalu ia
berjalan ke kolam. “Cheona…” ia menutup mata dan jatuh ke kolam.
Kembali
ke pengadilan. Gak bertanya dimana Bu Yong, apa ibu mertuanya yakin kalau itu
Bu Yong? Lalu Gak,. 3 anak buah dan para prajurit mendatangi rumah Hwa Yong,
mereka menemukannya sembunyi di gudang. Saat akan membuka cadar, Mu Chang dan
anakbuahnya datang menyerang. Mu Chang memanah Gak, mengenai dadanya. Yong Sul
menghunus pedang ke leher Mu Chang. Man Bo dan Chi San menahan tubuh Gak. Tiba2
Gak mencabut panah itu, yg rupanya tidak tertancap karena terhalang liontin
kalung yg diberikan Ha. Ia membuka cadar Hwa Yong dan marah. Hwa Yong memeluk
kakinya, minta pengampunan, tapi Gak sudah sakit hati, terkhianati. Hwa Yong
pun ditangkap.
Mu Chang,
Ayah dan kakak akan dihukum pancung. Hwa Yong akan diturunkan dari status crown
princess menjadi budak bersama ibu, dibuang ketempat yg sangat jauh. Mereka masih
diberikan hidup karena Bu Yong yg mengharapkan mereka hidup.
Kasus
selesai. Gak berjalan2 mengenang Ha. Lalu ia masuk paviliun teratai dan melihat
kupu2 di partisi bersinar. Ia menemukan surat Bu Yong
Yang Mulia, jika anda membaca surat ini, itu
artinya anda masih hidup. Itu membuat saya, Bu Yong..sangat bahagia. Ada satu
hal yang baik tentang kematian. Kata-kata yang sudah lama saya tahan di dalam
hati, saya akhirnya bisa mengatakannya dengan gembira. Saya selalu mencintai
anda, Yang Mulia. Sepanjang hidup saya, saya selalu menyayangi anda. Apa yang
mati tapi hidup dan hidup tapi mati? Meskipun ratusan tahun berlalu, saya akan
selalu mencintai anda, Yang Mulia.



Gak menangis. Ia menulis surat dan menaruhnya di dalam tanah di tempat ia
menyembunyikan kancing ikat kepala. Di Seoul, Ha berjalan2 di istana. Ia mengorek2
tanah tempat Gak dulu menyembunyikan kancing ikat kepala, ia menemukan surat
itu.
Jika kau bisa membaca surat ini, maka surat ini
pasti berusia 300 tahun. Jika surat ini ada di tanganmu, aku akan menarik
kembali kata-kataku yang memanggilmu idiot. Apa bisnis jus-mu berjalan dengan
lancar? Aku hanya bisa membayangkan kehidupanmu, tapi aku tidak bisa
mengulurkan tanganku untuk menyentuhmu. Aku merindukanmu seperti hampir mati
rasanya, Park Ha. Aku ingin mendengar suaramu. Aku ingin menyentuhmu. Jika aku
bisa menemuimu lagi setelah aku mati, aku berharap aku bisa mati saat ini. Aku
seharusnya mengatakan kalau aku mencintaimu lebih sering sebelum aku harus
pergi. Park Ha, aku mencintaimu. Aku sangat merindukan wajah tersenyum-mu, aku
merasa seperti akan gila. Kumohon jaga dirimu. Kumohon, kau harus sehat.
Ha memikirkan surat itu sambil mengurusi café. Lalu seseorang datang memesan jus, dia Yong Tae Yong. Ha membuatkan jus pesanan tanpa melihat si pemesan, malah Tae Yong yg terus memandangi Ha. Sementara itu di Joseon, 3 anak buah membuka restoran “Omuraisu Park Ha” yg sangat laris. Man Bo mencatat pesanan, Yong Sul jadi chef, Chi San membuat saos tomat sambil mendengarkan mp3 dg earphone. Lalu mereka bertiga menemui Gak, membawa omuraisu dan makan bersama sambil memakai baju training, seperti waktu pertama kali mereka makan omuraisu di rumah Ha. Mereka semua merindukan Ha dan segala kehidupan sesaat mereka di masa depan. Gak menangis, tapi beralasan karena omuraisu terlalu enak. Yong Sul memberikan pencuci mulut, permen park ha (mint).
Ha mendapatkan postcard dg gambar sketsa wajahnya yg sedang membuat jus dg inisial E.O. dan ada memo u/ketemuan di menara Seoul jam 5 sore. Ha menunggu Tae Yong lama. Ketika rombongan orang2 lewat, barulah Tae Yong muncul di sampingnya.
Tae Yong : Kenapa kau sangat terlambat? Aku sudah menunggumu
lama sekali.
Park Ha menoleh dan terkejut melihat Tae Yong, tapi ia menjawab, kau dari mana saja? Aku selalu...ada disini.




Tae Yong mengulurkan tangan dan disambut o/ Ha. Tiba2 Tae Yong berubah menjadi Lee Gak.
Park Ha menoleh dan terkejut melihat Tae Yong, tapi ia menjawab, kau dari mana saja? Aku selalu...ada disini.
Tae Yong mengulurkan tangan dan disambut o/ Ha. Tiba2 Tae Yong berubah menjadi Lee Gak.
Lee Gak :Meskipun lebih dari 300 th berlalu…
The End
Note:
Whoaaaa ending yang sangat menyesakkan dada. Membuat air
mata jatuh bergulir membasahi pipi. So swweeeetttt banget!!! Sedih tapi
bahagia, bahagia tapi sedih. Ah, campur2lah pokoknya. Drama ini genrenya
campur2, ada humornya, ada misterinya, ada thrillernya, ada romantisnya. Semuanya
jadi satu dan buagus buanget! Ini drama favoritku setelah TMTETS. Awalnya aku ingin mereview satu persatu, tapi tak ada waktu, akhirnya aku gabung2lah episodenya, tapi episode 20 aku bikin full karena ingin menjabarkan pengungkapan misteri drama ini yg membuat para penonton betah menontonnya karena penasaran dg misteri tersebut. sebenarnya sudah sempat kuduga, jangan2 yg mati itu Bu Yong bukan Hwa Yong, karena waktu mayatnya diambil, mereka semua tidak melihat wajahnya, jga ia jatuhnya menelungkup. Tapi sama sekali gak menyangka kalau ayah Bu Yong sendiri yg merencanakan kejahatan bersama Mu Chang (yg sama sekali surprise waktu melihatnya muncul). Udah terbiasa melihatnya main drama modern (Playful kiss dan Rooftop Prince), melihatnya memakai hanbok dan berkumis, rasanya aneh banget, ngga cucok. Kalau Mickey Yoo Chun sih udah biasa melihatnya main saeguk (SKKS).
Di sini pemeran antagonisnya benar2 antagonis dari awal hingga akhir, juahat banget, baik di masa lalu maupun masa kini. sementara itu antara Sena dan Hwa Yong ada sedikit perubahan karakter. Kalau Hwa Yong tetap jahat hingga akhir dan berakhir dg hukuman, Sena sempat tobat dan berubah menjadi baik di akhir kejahatannya.
Sementara itu, walaupun cuma sesaat, Kim Soo Hyun yg jadi Sena/Hwa Yong kecil, aktingnya sangat2 jahat hehehe... di TMTETS jahat, di sini juga semakin jahat. Wajahnya judes banget, tapi keren, i like it! Sedangkan yg jadi Ha/Bu Yong kecil unyu banget^^
I love this drama very much!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar