Rooftop Prince 13 -19
Chi San mau ambil minuman, tiba2 tanganya tembus gelas.
Mereka pikir bahwa waktu mereka sudah dekat, ini pasti karena rencana
pertunangan Lee Gak dg Sena sudah dekat. Padahal, itu karena Gak berciuman dg
Ha, crown princess sesungguhnya. Tapi walaupun saling cinta, Ha tidak ingin
bersama. Gak harus tetap menikahi Sena biar dia dan teman2 bisa kembali ke
Joseon, jadi mereka harus melupakan perasaan masing2. Ha mau pindah ke kamar
Mimi, Gak marah2 “Kenapa kau tidak ke Amrik aja!” tapi itu cuma gertakan
sekejap saja, karena Gak sudah membelikan Ha apartemen. Gak mengajaknya
ketemuan, tapi waktu itu Ha lagi interview.
Sementara itu, Tae Mo dapat kabar ttg Tae Yong yg asli,
sedang coma di Chicago. Lalu ia memberikan tiket ke AS pada Sena u/diberikan ke
Ha, mengusirnya jauh2 biar rencana mereka berhasil. Gak menitipkan sertifikat
apartemen u/Ha ke Chi San. Sena mengintipnya dan punya ide. Ia mengajak Chi San
ngopi, lalu pas Chi San ngambil kopi, Sena melihat isi amplop dan terkejut.
Lalu cepat2 ia menukarnya dg tiket yg diberikan Tae Mo, sehingga saat Ha
menerimanya, ia sangat2 kecewa. Ia teringat waktu Gak marah “Pergi saja ke AS!”
ternyata Gak benar2 mengusirnya. Ia jadi sedih(pdahal salah paham, tapi kok
bisa pas ya). Padahal Gak terus menunggunya di apartemen. Ha pun menghilang dan
Gak marah.
Tae Mo ke Chicago menjemput Tae Yong yg asli. Sementara itu
mimi bertubrukan dg Man Bo waktu mau ngirim paket u/Ha di Jinan. Man Bo bingung
mau bilang ke Gak karena Gak marah2 terus kalau ada yg menyebut nama Park Ha.
Saat Pyo Tae Soo menawarkan liburan, Man Bo bersikeras ingin ke Jinan, padahal
Jeju lebih bagus. Saat Gak sampai di Jinan dan dipanggilkan tour guide,
munculah Ha. Gak sangat senang, tapi pura2 ngambek dan memanfaatkan pekerjaan
Ha u/mengerjai Ha. Dan akhirnya, dipertemuan itu Ha mengungkapkan kenapa dia
menghilang, karena Gak memberinya tiket ke AS, berarti mengusirnya. Gak tidak
memberikan tiket itu. Gak lalu tanya ke Chi San, Chi San bilang kalau
sebelumnya ketemu dg Sena. Akhirnya, Gak mulai curiga ke Sena dan
menyelidikinya. Akhirnya ia tahu kebusukan Sena, juga tentang hub saudara tiri
Sena dan Ha. Gak akhirnya memutuskan hubungannya dg Sena dan berpacaran dg Ha.
Sementara itu Sena mendadak baik ke Ha, rupanya dia
mengambil sisir Ha u/tes DNA biar jadi anaknya Jang (padahal dia sendiri memang
anaknya Jang). Sebelumnya, Jang pingsan waktu ngobrol sama Ibu Sena dan dibawa
ke rumah Ha, dirawat. Lalu besoknya sebelum meeting, Tae Mo membawa Jang kepada
In Ju, anak yg dicari2nya, tp ternyata yg muncul adl Sena. Jang pura2 iya2
saja, padahal dalam hati ia kecewa pada anaknya sendiri, kenapa Sena berbuat
ini?
Ha dan Gak mencuci baju bersama. Waktu jemur sepray, wajah
Ha tertutup separuh dan Gak pun sadar kalo Ha adl Bu Yong. Gak masih penasaran,
kalo jaman joseon Bu Yong dan Hwa Yong saudara kandung, kenapa sekarang saudara
tiri? Juga kenapa mereka jatuhnya di rumah Ha, bukan rumah Sena si crown
princess? Chi San pun bilang rumor ttg Hwa Yong me-nyos wajah Bu Yong. Gak
marah kenapa baru diberitahu sekarang. Ia pun tahu akhirnya kalo kelakuan Hwa
Yong dan Sena sama saja, gak berubah dulu maupun sekarang.
Ha menjadi sekretaris pribadi Jang, saat ia mau menemui
Jang, ia melihat Sena makan bersama Jang dan panggil “Eomma.” Ha marah karena
Sena durhaka sama ibu kandungnya dan menyiramnya dg air. Malam sebelum
penentuan ahli waris perusahaan, Sena mendatangi Jang, minta agar Jang memilih
Tae Mo. Jang pun sadar, ini toh tujuan Sena dan Tae Mo menipunya. Ia setuju2
saja. Tapi besoknya, yg terpilih adl Tae Yong. Sena mendatangi Jang lagi dan
tanya kenapa Jang memilih Tae Yong. Jang pun bilang kalau ia tahu kalau Sena
bukanlah In Ju.
Ha dan Gak berkencan, membeli cincin pasangan. Lalu saat Ha
menutup mata berdoa, badan Gak menipis. Saat Ha buka mata, ia kaget melihat Gak
akan menghilang. Tapi badan Gak kembali lagi dan Ha pun langsung memeluknya.
Waktu Ha jalan2 sendirian, Gak mengikutinya dari belakang, lalu Gak
menelponnya, menyatakan kalau ia ada didekatnya. Tapi sebelum bertemu, Gak
dapat telepon penting dan meninggalkan jasnya. Ha hanya menemukan jas dan
saputangan bunga. Ia menelpon2, Gak tdk mengangkat. Ha takut Gak benar2 menghilang.
Ternyata Tae Mo membawa Tae Yong pulang dan akan
menyiarkannya di rapat dadakan. Gak dan 3 anak buah kejar2an. Rapat dimulai,
Tae Mo berdiri di sisi pembaringan Tae Yong yg coma. Nenek syok melihatnya.
Tapi tiba2 tangan Tae Yong bergerak. Ia bangun dan… “Hyung…” Tae Mo kaget.
Tanpa Tae Mo sadari, Tae Yong menggeser tangannya u/menutupi cincin yg
melingkar dijarinya. Dia adl Lee Gak. Tae Yong yg asli berhasil ‘dievakuasi’
o/anak buah ke RS lain. Mulai sekarang, Lee Gak harus mempelajari segala sifat
dan cara bicara Tae Yong agar tidak dicurigai, lalu 3 anak buah disembunyikan
dirumah Pyo Tae Soo. sementara itu Ha mencari Gak dan anak buah, tapi tdk
menemukan dimanapun, lalu ia juga tanya pada Tae Soo yg bilang kalo mereka
mendadak menghilang setelah Tae Yong yg asli ditemukan. Ha pun berpikir kalo
mereka semua sudah kembali ke Joseon. Saat ia turun lift, ia berpapasan dg Tae
Mo. Gak menyusul di belakang dan berpapasan juga dg Ha, tapi ia pura2 tdk
kenal. Namun hati Gak tetap rindu. Ia berlari dan melihat Ha dari lantai 2.
Teror mencekam Tae Mo. Sebuah fax masuk, tulisannya
“Pembunuh dan Pembohong”. Rupanya itu dikirim o/anak buah atas perintah Gak.
Tae Mo mencari2 Gak di rumah Ha, pas waktu itu Gak ada di dalam abis ambil
hpnya Tae Yong, tapi ia berhasil kabur. Ha curi2 pandang ke Tae Yong. Waktu Tae
Yong mengeluarkan kertas, jatuh cincin dari kantongnya. Akhirnya Ha tau kalo
Tae Yong itu adl Gak. Mereka saling berpelukan di tangga darurat karena rindu
mendalam.
Tae Mo membakar foto itu sehingga waktu Gak mencarinya,
sudah tdk ada. Sementara Jang memutuskan u/membawa Sena ke hongkong, minta ijin
pada ibu angkat Sena. Sena datang ke hotel Jang saat Jang menelpon suaminya
kalau ia sudah menemukan anaknya dan akan dibawa ke hongkong. Tapi Sena tak
tahu kalau dialah yg dimaksud, ia pikir
Ha sudah ditemukan. Ia pun menelpon Tae Mo yg segera ambil tindakan. Ia
menelpon Ha, pura2 akan membawanya menemui ibu kandungnya. Dan bodohnya, Ha
percaya hingga ia diculik Tae Mo,dimasukin ke boks es. Sebelum pintu ditutup,
ia memotret dan mengirimkan ke Gak. Saat Ha terbangun, ia sudah terkunci di
boks es, ia teriak2 tidak ada yg mendengar.
Sementara itu akhirnya Jang mengungkapkan segalanya, kalo
Sena juga anak kandungnya, kakak In Ju, yg berarti adl kakak kandung Ha. Sena
menelp Tae Mo, mengatakan kalo mereka salah paham, yg ditemukan bukan Ha, jadi
ia ingin Ha dilepaskan (karena Ha adik kandungnya). Tapi ia tetap tidak mau
mengakui kalo Ha adl adik kandungnya, ia tidak bilang ke Jang ttg Ha. Waktu itu
Gak datang menyelamatkan Ha. Syaratnya, jangan diteror lagi. Tae Mo melempar
kunci boks dan Gak harus mengambilnya sambil berlutut (Pangeran berlutut!). Gak
dipukuli anak buah Tae Mo, untungnya Yong Sul datang dan akhirnya Ha pun
selamat.
Besoknya, waktu Ha ke hotel Jang, Jang bilang ttg Sena. Saat
Jang mau ke rumah Sena u/pamitan dg ibu Sena, Sena segera membereskan foto2 Ha
dan ayah tirinya. Sementara Ha bertemu dg Gak u/mengerjai Tae Mo lagi, dg pura2
mereka baru bertemu dan Ha bilang kalo mereka pernah ketemu di AS dan dikasih
gambar postcard. Tae Mo menggeledah kamar Tae Yong dan melihat foto mereka di laptop.
Waktu itu Gak masuk, Tae Mo langsung tutup laptop. Gak pura2 ambil buku,
padahal ia tahu kalau Tae Mo habis menggeledah. Gak berfoto2 dg nenek sebelum
diajak Tae Mo ke bar, sementara Sena disuruh masuk ke kamar Tae Yong
u/mengambil laptop. Sena ketahuan nenek dan kejar2an ditangga hingga Sena tak
sengaja membuat nenek jatuh dan kepalanya bocor. Sena ketakutan, tapi Tae Mo
meyakinkan bahwa ia melindunginya, sementara Gak kaget melihat nenek sudah
terkapar. Nenek masuk RS, tapi sayang nyawanya tak selamat. Gak menemukan
gantungan kunci dikamarnya.
Sena akan berangkat ke hongkong. Ha mengantar mereka. Tapi
Ha tidak tenang. Ia teringat kata2 Gak sebelumnya waktu ia cerita ttg Sena anak
Jang, Gak bilang kalo jaman Joseon, Bu Yong dan Hwa Yong itu saudara kandung,
bisa jadi kalo Ha juga anak kandung Jang. Ia pun mengejar Jang, untung belum
berangkat dan Sena lagi nelpon Tae Mo pamitan. Ha menunjukan foto itu dan Jang
pun kaget. Mereka berpelukan saat Sena muncul. Ketahuan deh. Ia pun tidak jadi
berangkat dan mengsms Jang minta maaf atas segalanya. Ia kembali ke apartemen
minum2 saat seseorang masuk dan dikira Tae Mo. “Tae Mo, kenapa kau suruh aku
datang ke pemakaman? Kau pikir aku bisa berdiri di hadapannya setelah kejadian
itu? Apa kau tidak takut?” tapi orang itu tdk menjawab. Sena berbalik dan… itu
Gak. Tae Mo baru masuk dan kaget. Gak menghajarnya “Kau pembohong dan
pembunuh!”
Gak ketemuan dg Ha. Saat hendak memeluk dari belakang, Gak
menyadari tubuhnya menipis. Setelah itu, karena nenek sudah meninggal, ahli
waris diserahkan pada Tae Yong. Tae Mo dan ayahnya tidak terima. tiba2 Tae Mo
ingat kata2 waktu Gak menghajarnya. Kata2 yg sangat familiar. Ia memutar
kembali video waktu Tae Yong ditemukan. Ia kali ini melihat ‘Tae Yong’ menutupi
cincin dengan selimut. ‘Tae Yong’ palsu ketahuan. Lalu ia memanipulasi kematian
nenek dg menaruh uang dimobil Tae Yong, jadi biar Gak yg dituduh membunuh
karena mencuri uang dan Tae Mo memberi kesaksian palsu. Akhirnya Gak yg
dimasukan ke penjara. Padahal besok siang ia harus hadir di rapat ahli waris.
Kalau tidak datang, ahli waris akan jatuh ke tangan Tae Mo.
Ha melihat tulisan ‘B-Y’ (dlm Hangeul) di pojokan saputangan
bunga. Ha menjenguk Gak dan memperlihatkan tulisan itu, akhirnya Gak tau kalo
saputangan itu dibuat oleh Bu Yong bukan Hwa Yong. Tiba2 badan Gak menipis. Itu
sebuah keuntungan, karena ia bisa tembus tembok penjara dan kabur. Ia akhirnya
bisa hadir di rapat tepat waktu, sehingga ahli waris tetap jadi milik Yong Tae
Yong. Dengan ini, tugas Lee Gak u/mempertahankan asset yg jadi hak Tae Yong
selesai. Lalu selanjutnya, ia menginvestigasi kematian nenek dg bantuan 3 anak
buah u/bukti kejahatan Tae Mo dan Sena. Tapi tidak dibawa ke polisi, melainkan
diperlihatkan ke mereka berdua sebagai ancaman, bahwa mereka harus meninggalkan
perusahaan.
Tae Mo berencana membunuh Gak. Ia menyuruh Sena membawa Gak
ke dekat danau bagaimanapun caranya. Sena rada ragu, tapi nurut. Ia datang ke
rumah Ha dan nangis2 minta maaf. Pas Ha masuk u/bikin minum, pas Gak sms Ha
ngajak kencan malam ini. Sena pun membalas u/mancing di dekat danau. Ia buru2
pergi dengan membawa hp Ha. Tapi Ha mengejarnya dan masuk ke mobil, ia melihat
GPS dan mengira Sena mau bunuh diri di danau. Tiba2 hp Ha bunyi. Ha bingung kok
hp Sena mirip bunyinya. Tapi ia tak berpikir apa2, sampai ia masuk ke rumah dan
cari2 hp tapi gak nemu, lalu Chi San keluar dan bilang selamat bersenang2
kencan mancingnya. Ha pun mengumpulkan yg ia dengar, akhrnya ia sadar kalo Sena
berniat menjebak Gak di danau.
Gak menunggu Ha. Lalu ia melihat ‘Ha’ melambai2 dan berlari.
Mereka kejar2an, sementara Tae Mo sudah menunggu di dalam mobil, siap2 tancap
gas. Saat Gak muncul, Tae Mo tancap gas mau menabrak Gak, tapi Ha muncul
mendorong Gak hingga Ha yg tertabrak, nyemplung di danau. Sena dan Tae Mo
kabur. Gak teringat waktu crown princess mati terapung di danau. Ha dibawa ke
RS dan sekarat. Gak memanggil Sena u/memperlihatkan keadaan Ha. Sena ketakutan
dan mau kabur, tapi Gak berkata bahwa ia bukan ingin membawa Sena ke kantor
polisi, melainkan menolong Ha dg cangkok hati. Gak pun menjelaskan ttg dirinya
yg sebenarnya, juga hubungan Sena dg Ha di Joseon. Lalu badan Gak menipis,
membuat Sena akhirnya percaya. “Di kehidupan yang lalu, Park Ha memberikan
hidupnya untuk menyelamatkan hidupmu. Kemarin, Park Ha juga tahu kalau kau
berniat jahat, dia tidak memanggil polisi tapi lari kesana sendiri. Ini bukan
hanya untuk menyelamatkanku, tapi juga untuk menyelamatkan dirimu. Karena kau
adalah kakaknya. Aku sering berpikir, betapa kejam dan gigihnya takdir itu,
sehingga kalian be-reinkarnasi sebagai saudara perempuan lagi. Sekarang,
satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan Park Ha hanya dirimu. Sekarang, kau
harus memutuskan rantai dari takdir yang gigih dan tidak adil ini. Dan,
semuanya tergantung pada dirimu.”

Tae Mo tidak setuju Sena menolong Ha. Ia menelp Gak, mengancam,
akan mengijinkan Sena cangkok hati kalau Gak memberikan seluruh asset Tae Yong
padanya. Mereka pun ketemuan dan Gak memberikan amplop. Tae Mo menjemput Sena,
berkata akan ke RS, tapi ternyata ia membawa Sena ke pelabuhan. Gak menelp
Sena, tapi Tae Mo melarangnya mengangkat. Tapi diam2, Sena menelp Gak dan pura2
tanya ke mana tujuan mereka hingga Gak pun tahu dan segera menyusul. Tae Mo menarik
Sena ke kapal, tapi Sena gak mau pergi. Tiba2 Gak datang. “Kau menelpon si
brengsek itu?” Sena kabur dan 3 anak buah menolongnya kabur, sementara Tae Mo
dan Gak bergulat. Gak kalah. Sebelum mati, Gak ingin tahu, apa kenapa Tae Mo
membunuh Tae Yong. “Aku pergi naik kapal dengan Tae Yong di New York. Tapi si
brengsek itu benar2 membuatku kesal. Lalu aku memukulnya sekali dan ia jatuh ke
dalam air. Tapi aku tidak ingin menyelamatkannya. Dalam hatiku, aku selalu
berharap kalau ia akan menghilang. Tapi, soal aku bertemu Tae Yong di New York,
adalah hal yang tidak diketahui siapapun. Itulah mengapa kau juga harus lenyap.”
Tiba2 polisi datang menangkap Tae Mo. “Apa buktinya?” Gak
menyalakan rekaman suara Tae Mo. Tae Mo is end.
Sena siap dioperasi. Ia menggenggam tangan adiknya yg tidur
di sampingnya (ooowww). Ha pun selamat. Sena memutuskan u/menyerahkan diri. Ha
sudah memaafkannya dan 2 ibu memberi dukungan karena Sena sudah melakukan hal
yg benar. 3 anak buah kerja part time u/membuatkan Ha sebuah toko. Chi San jadi
pemain gayageum, Yong Sul jadi actor laga, Man Bo jadi penulis scenario film
laganya Yong Sul. Mereka akhirnya berhasil membuat café u/ Ha. Mereka merayakannya.
Saat mobil mereka melewati lorong, tiba2 Chi San menghilang. Ia kembali ke
Joseon cuman pake kaos, celana pendek dan sandal. Yong Sul dan Man Bo pun
akhirnya membawa ransel berisi baju Joseon kemana2.
Malamnya, Ha mengajak Gak di taman. Ha melamar Gak (wow!).
tapi Gak menolaknya, karena ia tidak bisa berada di sisi Ha, ia akan kembali ke
Joseon sewaktu2. Ha pun marah2 sampai besoknya. Gak pun gak tahan dan menerima
lamaran Ha. Mereka jalan2 ke istana, Gak ingat kalo ia menyembunyikan
okwanja(kancing yg dijahit di ikat kepala pria). Itu hadiah pernikahan dari
Gak. Lalu mereka ke gedung yg akan jadi tempat pernikahan bersama 2 anak buah. Pas
turun lift, tiba2 lampu mati dan waktu nyala, 2 anak buah menghilang. Gak dan
Ha bergandengan tangan erat. Makan gandengan, tidur pun gandengan dan pelukan.
Besok paginya, hari pernikahan yg dilangsungkan di atap
rumah Ha yg sudah dihiasi balon2. Ha memberikan hadiah pernikahan berupa kalung
berliontin bulat. “Kau harus terus memakainya di dekat hatimu”. Mereka berdua
berjalan menuju altar tanpa music pengiring. Tidak ada tamu. Dunia Cuma milik
berdua.
Mereka mengucapkan janji pernikahan dan berciiuman. Perlahan
tubuh Gak menipis. Ha menangis. Gak tersenyum dan meneteskan air mata juga. Gak
pun menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar