Quotes

"Write is my World"

Kamis, 29 November 2012

Rooftop Prince 13 - 19



Rooftop Prince 13 -19
Chi San mau ambil minuman, tiba2 tanganya tembus gelas. Mereka pikir bahwa waktu mereka sudah dekat, ini pasti karena rencana pertunangan Lee Gak dg Sena sudah dekat. Padahal, itu karena Gak berciuman dg Ha, crown princess sesungguhnya. Tapi walaupun saling cinta, Ha tidak ingin bersama. Gak harus tetap menikahi Sena biar dia dan teman2 bisa kembali ke Joseon, jadi mereka harus melupakan perasaan masing2. Ha mau pindah ke kamar Mimi, Gak marah2 “Kenapa kau tidak ke Amrik aja!” tapi itu cuma gertakan sekejap saja, karena Gak sudah membelikan Ha apartemen. Gak mengajaknya ketemuan, tapi waktu itu Ha lagi interview.
 
Sementara itu, Tae Mo dapat kabar ttg Tae Yong yg asli, sedang coma di Chicago. Lalu ia memberikan tiket ke AS pada Sena u/diberikan ke Ha, mengusirnya jauh2 biar rencana mereka berhasil. Gak menitipkan sertifikat apartemen u/Ha ke Chi San. Sena mengintipnya dan punya ide. Ia mengajak Chi San ngopi, lalu pas Chi San ngambil kopi, Sena melihat isi amplop dan terkejut. Lalu cepat2 ia menukarnya dg tiket yg diberikan Tae Mo, sehingga saat Ha menerimanya, ia sangat2 kecewa. Ia teringat waktu Gak marah “Pergi saja ke AS!” ternyata Gak benar2 mengusirnya. Ia jadi sedih(pdahal salah paham, tapi kok bisa pas ya). Padahal Gak terus menunggunya di apartemen. Ha pun menghilang dan Gak marah.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOH6I1hJpWE6IEuo1r2fJcV4Dt5iaS_bs46imi_Ndjrj1JLUgcZjzFC7qIYsc6_5dkIwufsvYj-Nus8VnBO4b6wfkbYPEY5bXgImi1PB4a6251S1RaE8PWJ-kTAEqDOzBsisBxdmUPk9o/s1600/rp13_2_1b.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc_FboXAfUnjsaroEnq4oIkoZp7xSVqolhsbwpbuLyeEFwPHhwJLJ3OwyFNRkKKQt045JeJysfUxFlAyD8GqUynFUSXUfpUdRPl-egiq7IdC0kHCQihEMw1tv8w-c3wCfokZJeYMsoLc4/s1600/rp13_2_1.JPG
Tae Mo ke Chicago menjemput Tae Yong yg asli. Sementara itu mimi bertubrukan dg Man Bo waktu mau ngirim paket u/Ha di Jinan. Man Bo bingung mau bilang ke Gak karena Gak marah2 terus kalau ada yg menyebut nama Park Ha. Saat Pyo Tae Soo menawarkan liburan, Man Bo bersikeras ingin ke Jinan, padahal Jeju lebih bagus. Saat Gak sampai di Jinan dan dipanggilkan tour guide, munculah Ha. Gak sangat senang, tapi pura2 ngambek dan memanfaatkan pekerjaan Ha u/mengerjai Ha. Dan akhirnya, dipertemuan itu Ha mengungkapkan kenapa dia menghilang, karena Gak memberinya tiket ke AS, berarti mengusirnya. Gak tidak memberikan tiket itu. Gak lalu tanya ke Chi San, Chi San bilang kalau sebelumnya ketemu dg Sena. Akhirnya, Gak mulai curiga ke Sena dan menyelidikinya. Akhirnya ia tahu kebusukan Sena, juga tentang hub saudara tiri Sena dan Ha. Gak akhirnya memutuskan hubungannya dg Sena dan berpacaran dg Ha.
Sementara itu Sena mendadak baik ke Ha, rupanya dia mengambil sisir Ha u/tes DNA biar jadi anaknya Jang (padahal dia sendiri memang anaknya Jang). Sebelumnya, Jang pingsan waktu ngobrol sama Ibu Sena dan dibawa ke rumah Ha, dirawat. Lalu besoknya sebelum meeting, Tae Mo membawa Jang kepada In Ju, anak yg dicari2nya, tp ternyata yg muncul adl Sena. Jang pura2 iya2 saja, padahal dalam hati ia kecewa pada anaknya sendiri, kenapa Sena berbuat ini?
Ha dan Gak mencuci baju bersama. Waktu jemur sepray, wajah Ha tertutup separuh dan Gak pun sadar kalo Ha adl Bu Yong. Gak masih penasaran, kalo jaman joseon Bu Yong dan Hwa Yong saudara kandung, kenapa sekarang saudara tiri? Juga kenapa mereka jatuhnya di rumah Ha, bukan rumah Sena si crown princess? Chi San pun bilang rumor ttg Hwa Yong me-nyos wajah Bu Yong. Gak marah kenapa baru diberitahu sekarang. Ia pun tahu akhirnya kalo kelakuan Hwa Yong dan Sena sama saja, gak berubah dulu maupun sekarang.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh12EjqzeNCWDP5H4HJI2YUUsrpqMRLpBzj3xKtBS668WS3_J4LfwpUIuTqm7HZNzXY1XGtEyzdu1gPr8rNnPxrlyr-yoGNc1PvLU04UqSbOFl7GmNepb5pnS-BX_V85Ud5qYOgVFVjwjU/s1600/rp14_5_end.JPG
Ha menjadi sekretaris pribadi Jang, saat ia mau menemui Jang, ia melihat Sena makan bersama Jang dan panggil “Eomma.” Ha marah karena Sena durhaka sama ibu kandungnya dan menyiramnya dg air. Malam sebelum penentuan ahli waris perusahaan, Sena mendatangi Jang, minta agar Jang memilih Tae Mo. Jang pun sadar, ini toh tujuan Sena dan Tae Mo menipunya. Ia setuju2 saja. Tapi besoknya, yg terpilih adl Tae Yong. Sena mendatangi Jang lagi dan tanya kenapa Jang memilih Tae Yong. Jang pun bilang kalau ia tahu kalau Sena bukanlah In Ju.
Ha dan Gak berkencan, membeli cincin pasangan. Lalu saat Ha menutup mata berdoa, badan Gak menipis. Saat Ha buka mata, ia kaget melihat Gak akan menghilang. Tapi badan Gak kembali lagi dan Ha pun langsung memeluknya. Waktu Ha jalan2 sendirian, Gak mengikutinya dari belakang, lalu Gak menelponnya, menyatakan kalau ia ada didekatnya. Tapi sebelum bertemu, Gak dapat telepon penting dan meninggalkan jasnya. Ha hanya menemukan jas dan saputangan bunga. Ia menelpon2, Gak tdk mengangkat. Ha takut Gak benar2 menghilang.
Ternyata Tae Mo membawa Tae Yong pulang dan akan menyiarkannya di rapat dadakan. Gak dan 3 anak buah kejar2an. Rapat dimulai, Tae Mo berdiri di sisi pembaringan Tae Yong yg coma. Nenek syok melihatnya. Tapi tiba2 tangan Tae Yong bergerak. Ia bangun dan… “Hyung…” Tae Mo kaget. Tanpa Tae Mo sadari, Tae Yong menggeser tangannya u/menutupi cincin yg melingkar dijarinya. Dia adl Lee Gak. Tae Yong yg asli berhasil ‘dievakuasi’ o/anak buah ke RS lain. Mulai sekarang, Lee Gak harus mempelajari segala sifat dan cara bicara Tae Yong agar tidak dicurigai, lalu 3 anak buah disembunyikan dirumah Pyo Tae Soo. sementara itu Ha mencari Gak dan anak buah, tapi tdk menemukan dimanapun, lalu ia juga tanya pada Tae Soo yg bilang kalo mereka mendadak menghilang setelah Tae Yong yg asli ditemukan. Ha pun berpikir kalo mereka semua sudah kembali ke Joseon. Saat ia turun lift, ia berpapasan dg Tae Mo. Gak menyusul di belakang dan berpapasan juga dg Ha, tapi ia pura2 tdk kenal. Namun hati Gak tetap rindu. Ia berlari dan melihat Ha dari lantai 2.
Teror mencekam Tae Mo. Sebuah fax masuk, tulisannya “Pembunuh dan Pembohong”. Rupanya itu dikirim o/anak buah atas perintah Gak. Tae Mo mencari2 Gak di rumah Ha, pas waktu itu Gak ada di dalam abis ambil hpnya Tae Yong, tapi ia berhasil kabur. Ha curi2 pandang ke Tae Yong. Waktu Tae Yong mengeluarkan kertas, jatuh cincin dari kantongnya. Akhirnya Ha tau kalo Tae Yong itu adl Gak. Mereka saling berpelukan di tangga darurat karena rindu mendalam.
Gak membuka2 laci Tae Mo dan menemukan foto masa kecil Ha, tapi wajah ibu Ha tertutup map dan waktu mau diambil, pas Tae Mo datang. lalu kurir (Man Bo) datang bawa paket yg isinya foto Tae Mo dg Tae Yong di AS. Waktu mereka datang ke rumah nenek, ada paket lagi. Tae Mo sudah gugup banget, tapi ternyata itu foto anjing. Waktu pulang, Tae Mo ditelpon Gak dan diancam. Tae Mo pergi ke telepon box yg menelponnya, ternyata di dekat rumah Ha. Tae Mo menghancurkan rumah Ha, Gak yg melihatnya dari jauh tdk bisa berbuat apa2. Waktu Tae Mo pergi, Ha dapat sms dari Gak, lalu ia pergi ke stasiun. Tae Mo mengikutinya sampai masuk kereta. Tiba2 Ha keluar waktu pintu mau ditutup. Tae Mo dijebak. Ha dan Gak ketemuan, Gak memberitahu kalau Tae Mo punya foto masa kecil Ha, tapi Gak gak sempat melihat foto ibunya. Ha bertanya pada Tae Mo ttg foto itu, Tae Mo akan bilang kalau Ha mau memberitahu dimana Gak. Ha memilih u/ mencari ibunya sendiri.
Tae Mo membakar foto itu sehingga waktu Gak mencarinya, sudah tdk ada. Sementara Jang memutuskan u/membawa Sena ke hongkong, minta ijin pada ibu angkat Sena. Sena datang ke hotel Jang saat Jang menelpon suaminya kalau ia sudah menemukan anaknya dan akan dibawa ke hongkong. Tapi Sena tak tahu kalau dialah  yg dimaksud, ia pikir Ha sudah ditemukan. Ia pun menelpon Tae Mo yg segera ambil tindakan. Ia menelpon Ha, pura2 akan membawanya menemui ibu kandungnya. Dan bodohnya, Ha percaya hingga ia diculik Tae Mo,dimasukin ke boks es. Sebelum pintu ditutup, ia memotret dan mengirimkan ke Gak. Saat Ha terbangun, ia sudah terkunci di boks es, ia teriak2 tidak ada yg mendengar.
Sementara itu akhirnya Jang mengungkapkan segalanya, kalo Sena juga anak kandungnya, kakak In Ju, yg berarti adl kakak kandung Ha. Sena menelp Tae Mo, mengatakan kalo mereka salah paham, yg ditemukan bukan Ha, jadi ia ingin Ha dilepaskan (karena Ha adik kandungnya). Tapi ia tetap tidak mau mengakui kalo Ha adl adik kandungnya, ia tidak bilang ke Jang ttg Ha. Waktu itu Gak datang menyelamatkan Ha. Syaratnya, jangan diteror lagi. Tae Mo melempar kunci boks dan Gak harus mengambilnya sambil berlutut (Pangeran berlutut!). Gak dipukuli anak buah Tae Mo, untungnya Yong Sul datang dan akhirnya Ha pun selamat.
Besoknya, waktu Ha ke hotel Jang, Jang bilang ttg Sena. Saat Jang mau ke rumah Sena u/pamitan dg ibu Sena, Sena segera membereskan foto2 Ha dan ayah tirinya. Sementara Ha bertemu dg Gak u/mengerjai Tae Mo lagi, dg pura2 mereka baru bertemu dan Ha bilang kalo mereka pernah ketemu di AS dan dikasih gambar postcard. Tae Mo menggeledah kamar Tae Yong dan melihat foto mereka di laptop. Waktu itu Gak masuk, Tae Mo langsung tutup laptop. Gak pura2 ambil buku, padahal ia tahu kalau Tae Mo habis menggeledah. Gak berfoto2 dg nenek sebelum diajak Tae Mo ke bar, sementara Sena disuruh masuk ke kamar Tae Yong u/mengambil laptop. Sena ketahuan nenek dan kejar2an ditangga hingga Sena tak sengaja membuat nenek jatuh dan kepalanya bocor. Sena ketakutan, tapi Tae Mo meyakinkan bahwa ia melindunginya, sementara Gak kaget melihat nenek sudah terkapar. Nenek masuk RS, tapi sayang nyawanya tak selamat. Gak menemukan gantungan kunci dikamarnya.
Sena akan berangkat ke hongkong. Ha mengantar mereka. Tapi Ha tidak tenang. Ia teringat kata2 Gak sebelumnya waktu ia cerita ttg Sena anak Jang, Gak bilang kalo jaman Joseon, Bu Yong dan Hwa Yong itu saudara kandung, bisa jadi kalo Ha juga anak kandung Jang. Ia pun mengejar Jang, untung belum berangkat dan Sena lagi nelpon Tae Mo pamitan. Ha menunjukan foto itu dan Jang pun kaget. Mereka berpelukan saat Sena muncul. Ketahuan deh. Ia pun tidak jadi berangkat dan mengsms Jang minta maaf atas segalanya. Ia kembali ke apartemen minum2 saat seseorang masuk dan dikira Tae Mo. “Tae Mo, kenapa kau suruh aku datang ke pemakaman? Kau pikir aku bisa berdiri di hadapannya setelah kejadian itu? Apa kau tidak takut?” tapi orang itu tdk menjawab. Sena berbalik dan… itu Gak. Tae Mo baru masuk dan kaget. Gak menghajarnya “Kau pembohong dan pembunuh!”
Gak ketemuan dg Ha. Saat hendak memeluk dari belakang, Gak menyadari tubuhnya menipis. Setelah itu, karena nenek sudah meninggal, ahli waris diserahkan pada Tae Yong. Tae Mo dan ayahnya tidak terima. tiba2 Tae Mo ingat kata2 waktu Gak menghajarnya. Kata2 yg sangat familiar. Ia memutar kembali video waktu Tae Yong ditemukan. Ia kali ini melihat ‘Tae Yong’ menutupi cincin dengan selimut. ‘Tae Yong’ palsu ketahuan. Lalu ia memanipulasi kematian nenek dg menaruh uang dimobil Tae Yong, jadi biar Gak yg dituduh membunuh karena mencuri uang dan Tae Mo memberi kesaksian palsu. Akhirnya Gak yg dimasukan ke penjara. Padahal besok siang ia harus hadir di rapat ahli waris. Kalau tidak datang, ahli waris akan jatuh ke tangan Tae Mo.
Ha melihat tulisan ‘B-Y’ (dlm Hangeul) di pojokan saputangan bunga. Ha menjenguk Gak dan memperlihatkan tulisan itu, akhirnya Gak tau kalo saputangan itu dibuat oleh Bu Yong bukan Hwa Yong. Tiba2 badan Gak menipis. Itu sebuah keuntungan, karena ia bisa tembus tembok penjara dan kabur. Ia akhirnya bisa hadir di rapat tepat waktu, sehingga ahli waris tetap jadi milik Yong Tae Yong. Dengan ini, tugas Lee Gak u/mempertahankan asset yg jadi hak Tae Yong selesai. Lalu selanjutnya, ia menginvestigasi kematian nenek dg bantuan 3 anak buah u/bukti kejahatan Tae Mo dan Sena. Tapi tidak dibawa ke polisi, melainkan diperlihatkan ke mereka berdua sebagai ancaman, bahwa mereka harus meninggalkan perusahaan.
Tae Mo berencana membunuh Gak. Ia menyuruh Sena membawa Gak ke dekat danau bagaimanapun caranya. Sena rada ragu, tapi nurut. Ia datang ke rumah Ha dan nangis2 minta maaf. Pas Ha masuk u/bikin minum, pas Gak sms Ha ngajak kencan malam ini. Sena pun membalas u/mancing di dekat danau. Ia buru2 pergi dengan membawa hp Ha. Tapi Ha mengejarnya dan masuk ke mobil, ia melihat GPS dan mengira Sena mau bunuh diri di danau. Tiba2 hp Ha bunyi. Ha bingung kok hp Sena mirip bunyinya. Tapi ia tak berpikir apa2, sampai ia masuk ke rumah dan cari2 hp tapi gak nemu, lalu Chi San keluar dan bilang selamat bersenang2 kencan mancingnya. Ha pun mengumpulkan yg ia dengar, akhrnya ia sadar kalo Sena berniat menjebak Gak di danau.
Gak menunggu Ha. Lalu ia melihat ‘Ha’ melambai2 dan berlari. Mereka kejar2an, sementara Tae Mo sudah menunggu di dalam mobil, siap2 tancap gas. Saat Gak muncul, Tae Mo tancap gas mau menabrak Gak, tapi Ha muncul mendorong Gak hingga Ha yg tertabrak, nyemplung di danau. Sena dan Tae Mo kabur. Gak teringat waktu crown princess mati terapung di danau. Ha dibawa ke RS dan sekarat. Gak memanggil Sena u/memperlihatkan keadaan Ha. Sena ketakutan dan mau kabur, tapi Gak berkata bahwa ia bukan ingin membawa Sena ke kantor polisi, melainkan menolong Ha dg cangkok hati. Gak pun menjelaskan ttg dirinya yg sebenarnya, juga hubungan Sena dg Ha di Joseon. Lalu badan Gak menipis, membuat Sena akhirnya percaya. “Di kehidupan yang lalu, Park Ha memberikan hidupnya untuk menyelamatkan hidupmu. Kemarin, Park Ha juga tahu kalau kau berniat jahat, dia tidak memanggil polisi tapi lari kesana sendiri. Ini bukan hanya untuk menyelamatkanku, tapi juga untuk menyelamatkan dirimu. Karena kau adalah kakaknya. Aku sering berpikir, betapa kejam dan gigihnya takdir itu, sehingga kalian be-reinkarnasi sebagai saudara perempuan lagi. Sekarang, satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan Park Ha hanya dirimu. Sekarang, kau harus memutuskan rantai dari takdir yang gigih dan tidak adil ini. Dan, semuanya tergantung pada dirimu.”
Tae Mo tidak setuju Sena menolong Ha. Ia menelp Gak, mengancam, akan mengijinkan Sena cangkok hati kalau Gak memberikan seluruh asset Tae Yong padanya. Mereka pun ketemuan dan Gak memberikan amplop. Tae Mo menjemput Sena, berkata akan ke RS, tapi ternyata ia membawa Sena ke pelabuhan. Gak menelp Sena, tapi Tae Mo melarangnya mengangkat. Tapi diam2, Sena menelp Gak dan pura2 tanya ke mana tujuan mereka hingga Gak pun tahu dan segera menyusul. Tae Mo menarik Sena ke kapal, tapi Sena gak mau pergi. Tiba2 Gak datang. “Kau menelpon si brengsek itu?” Sena kabur dan 3 anak buah menolongnya kabur, sementara Tae Mo dan Gak bergulat. Gak kalah. Sebelum mati, Gak ingin tahu, apa kenapa Tae Mo membunuh Tae Yong. “Aku pergi naik kapal dengan Tae Yong di New York. Tapi si brengsek itu benar2 membuatku kesal. Lalu aku memukulnya sekali dan ia jatuh ke dalam air. Tapi aku tidak ingin menyelamatkannya. Dalam hatiku, aku selalu berharap kalau ia akan menghilang. Tapi, soal aku bertemu Tae Yong di New York, adalah hal yang tidak diketahui siapapun. Itulah mengapa kau juga harus lenyap.”
Tiba2 polisi datang menangkap Tae Mo. “Apa buktinya?” Gak menyalakan rekaman suara Tae Mo. Tae Mo is end.
Sena siap dioperasi. Ia menggenggam tangan adiknya yg tidur di sampingnya (ooowww). Ha pun selamat. Sena memutuskan u/menyerahkan diri. Ha sudah memaafkannya dan 2 ibu memberi dukungan karena Sena sudah melakukan hal yg benar. 3 anak buah kerja part time u/membuatkan Ha sebuah toko. Chi San jadi pemain gayageum, Yong Sul jadi actor laga, Man Bo jadi penulis scenario film laganya Yong Sul. Mereka akhirnya berhasil membuat café u/ Ha. Mereka merayakannya. Saat mobil mereka melewati lorong, tiba2 Chi San menghilang. Ia kembali ke Joseon cuman pake kaos, celana pendek dan sandal. Yong Sul dan Man Bo pun akhirnya membawa ransel berisi baju Joseon kemana2.
Malamnya, Ha mengajak Gak di taman. Ha melamar Gak (wow!). tapi Gak menolaknya, karena ia tidak bisa berada di sisi Ha, ia akan kembali ke Joseon sewaktu2. Ha pun marah2 sampai besoknya. Gak pun gak tahan dan menerima lamaran Ha. Mereka jalan2 ke istana, Gak ingat kalo ia menyembunyikan okwanja(kancing yg dijahit di ikat kepala pria). Itu hadiah pernikahan dari Gak. Lalu mereka ke gedung yg akan jadi tempat pernikahan bersama 2 anak buah. Pas turun lift, tiba2 lampu mati dan waktu nyala, 2 anak buah menghilang. Gak dan Ha bergandengan tangan erat. Makan gandengan, tidur pun gandengan dan pelukan.
Besok paginya, hari pernikahan yg dilangsungkan di atap rumah Ha yg sudah dihiasi balon2. Ha memberikan hadiah pernikahan berupa kalung berliontin bulat. “Kau harus terus memakainya di dekat hatimu”. Mereka berdua berjalan menuju altar tanpa music pengiring. Tidak ada tamu. Dunia Cuma milik berdua.
Mereka mengucapkan janji pernikahan dan berciiuman. Perlahan tubuh Gak menipis. Ha menangis. Gak tersenyum dan meneteskan air mata juga. Gak pun menghilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar