Quotes

"Write is my World"

Jumat, 23 November 2012

Rooftop Prince 4 - 12




Mohon maaf, saya tidak sempat u/merekap satu per satu synopsis drama, jadi langsung aku rangkum pada intinya saja seperti dulu hehehe…
 
Park Ha kehilangan ceknya sehingga toko sayurnya terancam gagal dibuka, karena pemilik bangunan marah. Ia stress, minjam uang ke ibu tirinya, tapi ibu gak punya uang. Lalu Sena datang menawarkan uang tapi ia harus pindah ke AS. Ia galau. Lalu teringat kalo harus menjemput Lee Gak di kantor Tae Mo. Gak marah2 karena Ha telat, mengatakan kata2 yg menyakitkan hati, membuat Ha balas marah. Gak pun akhirnya tahu kejadian yg dialami Ha dan sangat menyesal telah berkata kasar.
 
Teman2 berencana mengumpulkan uang u/toko Ha. Mereka jadi badut. Awalnya Becky yang harus pake kostum panda, tetapi Gak lah yg memakainya, membuat anak2 senang dengan gayanya yg lucu. Uang pun terkumpul banyak, tapi Gak pingsan karena kepanasan. Ia dibawa ke dalam ruangan, tapi kepala panda belum dibuka. Pas Gak sadar, Ha datang berterima kasih sama Gak yg dikira Becky. Ia juga berkata akan ke AS, tapi jgn bilang siapa2. Gak kaget dan marah. Di pesta yang dibuat Ha, Gak tampak ketus. Becky pun mengajaknya turun ke kamar Becky. Di sana Gak melihat Sena berpakaian pengantin, sebagai model. Gak kaget, lalu tanya kenapa gadis itu memakai baju itu? “Berarti ia akan menikah.” Gak langsung minta diantarkan ke sana. Ia mendatangi Sena yg sudah selesai catwalk dan lagi angin2an di balkon. Tadinya bersama Tae Mo, tapi Tae Mo masuk duluan. Gak memeluk Sena. Tae Mo datang memukul Gak sampai nyemplung ke air, seperti waktu ia memukul Tae Yong.
 http://c3.vingle.net/card_images/4028/original/rooftop-prince_korean-dramas_JYJ.jpg
Di air, Gak seperti melihat dirinya dg pakaian modern terapung2 di laut. Ia pun akhirnya sadar bahwa ada suatu misteri yg harus dipecahkan dengan kemunculannya di masa depan. Kasus kematian putri mahkota, seseorang yg mirip dengannya, juga munculnya ia di rumah Ha. u/ itulah ia mengaku2 sebagai Tae Yong ketika nenek datang. Nenek langsung percaya, tetapi tidak dengan Tae Yong dan papanya. Ia berusaha mencari bukti bahwa lelaki itu bukan Tae Yong. Ia mau mengetes DNA Gak dg air liur, tapi hp Gak malah jatuh dan rupanya itu hp Tae Yong. Mau di buka, tapi ada pin jadi harus ke service karna Gak ‘lupa’. Tetapi Gak ceroboh hingga hp itu diambil Tae Yong. Ia ke apt Sena, mau menghancurkan hp itu dengan batu, tapi Sena keburu datang. ia pun mencemplungkan ke tas karton yg ternyata punya ibu Sena dan dibawa pulang o/ibu.
http://koreanindo.files.wordpress.com/2012/05/rooftop_prince_casts.jpg?w=652
Gak bekerja di kantor bersama 3 anak buahnya. Mereka sudah potong rambut jadi tambah keren! (walaupun awalnya mereka nolak mati2an, bahkan nangis pas rambut mereka dipotong). Sebelum dipotong, mereka minta Ha foto bersama terakhir kali yg dianggap Ha sebagai perpisahan dengannya yg mau ke AS. Tetapi saat Ha pergi, Gak mengejarnya sampai tertabrak pick-up, tapi gak terluka. Ia melihat lukisan pantai super gede dan langsung dibelinya pakai card. Dengan pick-up, ia mengejar Ha, masuk ke bis dan bilang jangan pergi. semua orang bertepuk tangan, mengira mereka sepasang kekasih hahah… akhirnya Ha gak jadi pergi karena Gak sudah melunasi segala utang Ha, juga mempermak rumah atap Ha. Tapi karena masih proses renovasi, Ha akan tinggal di mobil van.
 
Gak dkk diajari bisnis oleh Pyo Taek Soo, pria yg awalnya hanya ditugaskan menjaga anjing (dulunya kayaknya asistennya Tae Yong, tapi karena Tae Yong ilang, ia diasingkan o/Dong Man,papa Tae Mo). Setelah setengah mati mengajari, mereka pun akhirnya bisa. Sementara itu Gak berusaha mendekati Sena. Ia pikir bahwa ia harus menikahi Sena di masa depan supaya mereka bisa kembali ke masa Joseon, jadi dia harus dekati Sena dari nol. Di sisi lain, hubungan Sena dengan Tae Mo ketahuan papa Tae Mo dan dilarang keras, apalagi papa Tae Mo tahu asal usul asli Sena (menyelidiki). Sena pun dijodohkan oleh nenek dengan Tae Yong (Gak), yg pastinya diterima dengan senang hati o/Gak, merasa segalanya dipermudah. Gak menembak Sena dan memberikan gelang, menyuruh Sena u/memikirkan dulu. Sebelumnya, Ha sempat melihat gelang itu dan dipikir kalo itu untuknya.
Chairman Jang datang. Ia termasuk orang penting bagi Tae Mo dan papanya. Ia datang ke korea u/mencari putrinya yg hilang. Tae Mo berjanji u/mencarikannya dengan harapan dapat saham/keuntungan darinya. Jang bertemu dengan ibu Sena yg lagi mau makan dengan Ha. Ibu Sena langsung mengajak Ha pergi, tapi di tengah jalan ia tak sengaja tertabrak Tae Mo. Tae Mo segera membawanya masuk mobil. saat itu Sena ada di belakang mobil Tae Mo. Ha memanggilnya “Unni.” Sena mau maju, tapi terhenti. Ia ingat kalo tidak ada siapapun yg boleh tau kalo dia anak orang miskin. Ia pun berbalik pergi. tiba2 Ha teringat dulu waktu kecil, Sena berbalik meninggalkannya yg terangkut mobil box. Ia memanggil2 unni tapi unni tidak mau berbalik. Di RS, ia melabrak Sena, membeberkan semua dosa masa lalunya. Sena marah, tangannya bergerak hendak menampar tapi ditahan Ha. Gelangnya jatuh. Ha ingat, itu gelang Gak. Ia marah. Cemburu tepatnya. Sementara itu, Jang menjenguk ibu Sena. Ibu Sena tampak ketakutan, takut Jang mengambil anaknya. ternyata Sena adl anak kandung Jang, tetapi bukan Sena yg sedang dicari2 Jang, melainkan anak keduanya yg dari mantan suami yg kedua.
Sena dan Ha pun bermusuhan (dulu cuma Sena yg musuhi, Ha masih baik. Tapi sekarang Ha juga memusuhi). Apalagi setelah ia tahu kalo Ha adalah anak yg sedang dicari2 o/ Chairman Jang. Ia melihat foto yg diberikan Jang pada Tae Mo, ada foto ayah Ha. Sementara itu Ha sendiri juga mencari2 ibu kandungnya, dengan berdasarkan pada foto yg sudah robek di bagian wajah ibunya. Suatu hari, kebetulan pas ia ke rumah Ha, ia melihat lukisan yg dari Tae Yong u/Ha, ada inisial E.O. sama dengan inisial Tae Yong di tiap lukisannya. Ia pun memanggil nenek dan menuduh Ha menipu, pura2 tidak kenal Tae Yong padahal udah kenal dari dulu biar dapat harta/uang hadiah. Lalu Sena membuat Ha cemburu dg menerima cinta Gak di depan mata Ha, dihari ultah Ha pula. Ia pura2 menuliskan memo atas nama Gak u/ketemu di sungai Han. Saat itulah Sena memeluk Gak. 
Seharusnya Gak senang karena jika Sena menerimanya, mereka akan menikah dan ia dan teman2 bisa kembali ke Joseon segera. Tapi entah kenapa hatinya hampa. Saat kencan dengan Sena, ia ingin cepat pulang. Ia melihat teman2 lagi main basket dengan Ha, ia pun ikutan dan kalah. Kemudian acara ultah diadakan o/teman2 yg sudah mempersiapkan kue ultah bertingkat kaya kue kawinan buatan mereka sendiri. Mereka juga menyanyikan saeng-il chukhahamnida yg diajarin Becky (jaman dulu gak ada lagu itu). Ha pura2 tampak bahagia, tetapi sebenarnya hatinya patah, apalagi setelah ia mendengar bahwa Gak muncul di masa depan u/bertemu crown princess yg adalah Sena.
Suatu hari mereka mau barbeque siang2, diajak Sena. Ha pergi bersepeda sendiri, Gak mencarinya. Ia memberikan hadiah ultah (yg udah lewat). Ha ngomel2 u/menutupi perasaannya. Pas Gak pergi, ia mengutik2 hp dan gak sengaja terkirim pesan “saranghaeyo”. Gak kembali, “Aku ingin menanyakan sesuatu yg aneh.” Tapi sebelum bilang, Gak melepas jaketnya dan pergi beli minum dulu. Pas itu, hp ada di jaket, Ha mau hapus tapi ada pinnya. Ia pun mengubur hp itu hehe. Tapi anjing lucu menggonggong2 hingga ketemu deh hapenya. Ha kabur saat Gak membaca smsnya. Gak mengejar dan menghentikan Ha. Rupanya Gak pura2 ga baca sms karena hpnya mati. Mungkin ia sendiri masih bingung, butuh waktu berpikir. Mereka pulang bareng, Ha ditelpon ibu. Mereka ke rumah ibu, Gak menunggu di luar (sebelumnya mereka sempat berpapasan dg Sena tapi gak saling lihat). Rupanya ibu mau memberikan hp Tae Yong yg entah bagaimana nyemplung ke tasnya.
 
Pas Sena datang ke rumah Ha, Chi San sakit perut hingga dibawa ke RS, rupanya ia usus buntu. Semua khawatir, takut Chi San mati di tempat asing, bukan di asalnya Joseon. Setelah Chi San sadar, Ha dan Gak pulang masing2. Gak menunggu Ha di rumah tapi Ha gak pulang2. Gak pun berlari mencarinya, ternyata Ha sudah pulang, duduk memandang lukisan pantai. Gak kembali ke rumah. Ia tak bisa membohongi diri sendiri bahwa ia mencemaskan Ha dan mencintai Ha. Gak mengakui perasaannya, tapi Ha tak percaya.
Gak mulai menguak misteri setelah hpnya berhasil diperbaiki. Ada foto2 Tae Yong dengan Tae Mo di hari sebelum Tae Yong menghilang. Ia juga bertanya pada Ha tentang post card bergambar yg diberikan Tae Yong pada Ha. Manajer Ha yg memberikan, dari seseorang pria. Pada tgl 17 feb 2010, tepat dg foto yg ada di hp. Seharusnya mereka ketemuan di patung liberty, tapi Tae Yong tidak muncul. Ia pun bertanya pada Pyo Tae Soo juga, dan mengumpulkan segala informasi yg ada u/memastikan kalo Tae Mo ada di balik semua ini. setelah yakin, ia menemui Tae Mo, mencoba mengintimidasi, “Kau bertemu denganku atau tidak? Kalau kau jawab tidak, berarti kau pembohong. Kalau kau jawab iya, berarti kau pembunuh.” Tae Mo beranjak pergi dan marah. “Oh, mungkin kau adalah orang yg sama… pembunuh… dan pembohong…” (I like this!)
Gak sudah tak kuat menghindari Ha. Akhirnya ia mengajak Ha duduk berhadapan. Ia ceritakan segalanya tentang kasus kematian putri mahkota sampai ia tiba ke masa depan. Jadi ia harus menikahi Sena bukan karena cinta, atau karena dulunya Sena adl putri mahkota. Tetapi u/mencari pelaku pembunuhan itu, memecahkan misteri. Lalu Gak dan Sena bertemu, mereka akan bertunangan. Tae Mo marah besar, tidak terima karena ia masih cinta Sena. Sena memberitahu ibu kalo ia akan menikah, tapi keluarga calon tidak tahu asal usul sebenarnya. Ia minta maaf pada ibu kalau ia harus tidak mengakuinya sebagai ibu. Si ibu menurut, demi kebahagiaan anaknya. Tetapi ia tetap sedih, ia mengajak Ha minum2. Ia terenyuh, anak tiri begitu baik dan perhatian, sedangkan anak sendiri menolak kehadirannya.
Ha dan Man Bo bersih2 gudang. Saat Man Bo keluar sebentar, listrik konslet dan kebakaran, Ha masih di dalam, terkunci. Man Bo datang, panic melihat asap dan tak bisa buka pintu. Security datang. sementara itu Gak dan Sena mau meeting penting, Gak dikabari Man Bo kalo Ha terkurung di gudang yg terbakar. Ia langsung meninggalkan meeting dan menolong Ha. Akibatnya, nenek marah2 karena kehilangan kesempatan dengan klien, juga kesempatan Gak membuktikan bahwa ia mampu sebagai direktur, mengalahkan Tae Mo. Nenek mendatangi rumah Ha, Gak berkomplot dengan anak buah u/membuat Nenek pergi dari rumah biar Gak dan Ha yg kabur bisa pulang. Mereka makan di kedai. Ha tertawa melihat Gak yg sudah seperti manusia jaman sekarang. Mereka bermalam di sauna/pemandian umum. Pulangnya, Sena sudah menunggu. Setelah coba gaun tunangan, Sena dengan akting sendunya, memanipulasi bahwa Ha itu cewek gak baik, tapi Gak percaya pada Ha, itu membuat Sena marah, tapi ia tidak memperlihatkan ekspresinya, hanya berakting terluka.
Gak dkk bersaing dg Tae Mo mencari kontrak klien. Mereka memanipulasi gerakan u/mengecoh asisten Tae Mo. Sementara itu Ha memutuskan u/berhenti kerja dan pindah ke kota lain. Ia menulis surat di kertas hijau. Saat Gak pulang, ia menemukan surat itu. Sebelumnya Gak memang sudah tahu kalo Ha mau pindah, tapi ia tak menyangka secepat ini, padahal Ha pernah janji main kembang api bersama sebelum pisah. Sementara itu Tae Mo sudah tau asal usul Sena dari papa. Ia kecewa. Ia ke pasar dan menemukan ibu Sena yg adl ibu Ha. Pas diajak masuk, ia tambah kaget lagi melihat foto keluarga. Ada lelaki yg sama dg yg difoto Chairman Jang. Ia pun akhirnya tahu kalo Park Ha adl anak Jang yg dicari2 itu. Ia mengajak Sena bertemu. Bukannya marah karena dibohongi. Ia tak peduli asal usul Sena karena udah terlanjur cinta. yg ia mau adl, Sena harus mengirim Ha pergi sejauh2nya, karena Ha adl anak Jang. Ia mau Sena yg jadi anak Jang.
Gak bermain kembang api sendirian. Ia terjaga sampai pagi. Tiba2 Ha muncul. Rupanya ia belum berangkat. Gak marah karena Ha membuatnya khawatir. Ia tak mau menyangkal lagi, ia benar2 mencintai Ha. Ia menarik tubuh Ha dan mereka berciuman… tanpa mereka ketahui, foto bersama mereka mulai berkedip2, hanya foto Ha yg tidak. Di kantor, 3 anak buah Gak badannya juga menipis2. Mereka kerja sambil ngantuk2. Tangan Chi San yg mau ngambil minuman mendadak menipis. Mereka kaget dan sadar, waktunya sudah dekat….
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar