
Song Hye Gyo as Su Eun
Film diawali dg sesosok pria yg berdiri di rel dan dipanggil
o/ seorang cewek. Cowok itu adl Su Ho. Kemudian 3 orang cowok minum2 di
pojangmacha(salah satu cowo adl … di Heartstring), tapi mereka kurang 1 orang,
yaitu Su Ho (mungkin lg reunian), mereka merasa Su Ho tak akan datang karna
hari ini adl peringatan kematian pacar pertamanya (Ow… mulai dari sini kita
bisa menebak bagaimana akhir cerita ini…) Tapi tak lama kemudian Su Ho muncul, lalu
mereka pergi ke dermaga dan temannya yg gendut (kayaknya pernah lihat di Lie To
Me), kayaknya mabok dan berteriak “Bae Su Eun, Su Ho masih belum dapat
melupakanmu! Otaknya kecil tetapi penuh dg kenangan akanmu!” Teman2 lain
menyingkirkannya, sementara Su Ho melamun…

Flash back.
Su Ho tenggelam, Su Eun menolongnya.Setelah di darat, Su Eun
meninggalkannya. Lalu ia menyadari kalo pagernya tertinggal di dasar laut. 3
teman Su Ho menghampirinya “Kau kemana saja?” “Aku keram” kata Su Ho, lalu ia
tanya apa mereka yg menolongnya, tapi mereka menyangka Su Ho mimpi (ngga sadar
temen mereka nyaris mati tenggelam di dasar laut). Pulangnya, ia dikagetkan
o/kakeknya yg muncul tiba2 dari peti mati. Kakeknya buka toko/mebel peti mati.
“Jangan muncul seperti itu! Itu peti mati kakek?”
“Sembarangan omong! Kita akan tua bersama! Ini punya Tn.
Park,”
Belum habis kagetnya, ia dikejutkan lagi o/ seorang kakek yg
keluar dari peti sebelahnya. Tampaknya ia pelanggan yg mau beli peti mati. “Aku
suka yang ini.”
(Orang itu adl tuan park yg dimaksud tadi. calon mayat
memilih peti mati sendiri? Daebak!)
Besoknya di sekolah, pas pelajaran music, Su Eun terus
melirik ke Su Ho, tapi malah temen Su Ho yg gendut yg duduk di depannya yg
kege-eran. Lalu pas jam istirahat, mereka berpapasan di koridor, saling
mempersilakan lewat, akhirnya Su Ho yg lewat duluan, tapi sebelum pergi, Su Eun
minta dibeliin kroket. Su Ho membelikannya, dan mereka jadi bahan tontonan satu
sekolah, gossip pun menyebar. 3 teman memperingatkan kalo Su Ho pasti cuma dijadikan
mainan Su Eun “Dia itu bosan sama cowo ganteng!” (karna ngga mungkin cewe
cantik gitu memilih cowo sejelek Su Ho hehe-tapi sebenarnya mereka iri karna Su
Eun memilih Su Ho). Mereka juga memperingatkan kalo Young Gu dari klub
taekwondo menyukai Su Eun juga. Dan benar saja, Young Gu mendatangi Su Ho “Apa
kau pacaran sama Su Eun?” Su Ho bilang nggak. Pas Su Eun lewat, Su Ho minta Su
Eun konfirmasikan kalo mereka ngga pacaran, tapi Su Eun malah bilang kalo
mereka sedang pacaran dan membuat Young Gu membanting Su Ho. Pas ada 2 teman
datang dg sepeda, Su Eun menarik Su Ho naik ke sepeda mereka dan kabur. Young
Gu mau mengejar mereka dg sepeda yg lewat “Kejar mereka!” pemilik sepeda itu
menoleh “Ya, aku ini gurumu!”

Su Ho dan Su Eun ke dermaga, 2 temannya melambai dari jauh
dan pergi. Mereka ngobrol2, ternyata Su Eun adl teman SMP Su Ho dan mereka pun
bertetangga/satu komplek. Lalu Su Eun tanya, kau bisa berenang? Su Ho dg sok
nya bilang tentu saja bisa! (padahal Su Eun yg menolongnya waktu tenggelam).
Lalu Su Eun menagih pagernya yg ilang, Su Ho tdk mengerti. Sampai matahari
terbenam, mereka masih di sana.Malamnya Ibu memotong ikan, Su Ho memandanginya terus sampai
ibu kesal.Su Ho minta dibeliin pager (u/gantikan punya Su Eun), tapi ibu
marah2. Di kamar, adiknya datang, confirm gossip yg ia dengar kalo kakaknya (yg
bodoh) sudah punya pacar cantik.
Besoknya, pelajaran sastra, guru membacakan puisi kuno, lalu
menyuruh murid dg no.absen yg sama dg tanggalan hari ini u/membaca sementara
teman2 menirukan. Su Eun yg kena giliran.Setelah pulang, mereka berpayungan
bersama (hujan) sambil berbalas puisi yg dibacakan guru tadi. Su Ho menyadari
kalo hujannya membasahi bahu kanan Su Eun, lantas ia tukar posisi ke kanan Su
Eun dan memberikan teduhan payung lebih u/ Su Eun (aawww). Sampai di rumah, Su
Eun memetik buah dan menuliskan no.pagernya.walaupun hilang, tapi tetap bisa
dengar n kirim pesan lewat telpon. Su Ho ngga boleh nelpon rumah karna ayahnya
galak.Pas Su Eun sudah masuk dan Su Ho berbalik pulang, ayah Su Eun muncul.Su
Ho gelagapan dan pergi.Tapi balik lagi karna sepedanya tertinggal.Ayah Su Eun
hanya menatapnya bingung.

Di rumah, Su Ho ngga sabaran pengin nelpon pager Su Eun,
tapi telpon lagi dipake adiknya.Ia pun merebut telpon itu. Ada beberapa pesan,
salah satunya dari Su Eun sendiri u/ Su Ho, yg kurang lebih menyatakan
perasaannya “Saat aku pertama kali melihatmu, kau seolah muncul dari laut, dan
aku seperti tenggelam di dalam laut. Jika aku tak menyatakan perasaanku, aku
bisa kehabisan napas. Aku senang bersamamu…”
Dan Su Ho membatin, “Aku juga senang bersamamu…”
Besoknya, ketika hari sedang hujan lebat, guru mendatangi Su
Ho dan menyampaikan kalo kakeknya pingsan.Ia segera pulang hujan2an. Tapi
sampai di rumah, ia dapat lemparan kaleng bir,, dari kakeknya. Ups, ternyata
kakeknya ngga pingsan, ia bohong. Ia mau minum bir dengan cucunya, bahkan ia
menutup tokonya (tulisannya ‘tolong jangan meninggal’ hehe).
Pulang sekolah, Su Eun mendatangi rumah Su Ho, membawakan
tas Su Ho. Di dalam, kakek tanya, apa Su Ho sedang meyukai cewe? SuHo ngga mau
jawab.Pas Kakek mau ceritakan tentang cinta pertamanya (bukan nenek), Su Eun
datang.Kakek menanyakan usianya, dan menyuruhnya berputar sesuai angka usianya
(18 th = 18 kali), ini takhayul u/mengusir setan/hawa jahat dari luar.Setelah
itu, Su Eun duduk dan dikasih bir.Su Ho mencegah, tapi Su Eun menerima bir itu
dan meminumnya, lalu menyuruh kakek melanjutkan cerita ttg cinta pertamanya.
Kakek mencintai seorang gadis, tapi ortu gadis itu tak
menyetujui karna perbedaan status (kakek waktu muda ganteng hehe).Lalu kakek
ikut pergi berperang, cewek itu mengejar keretanya.Kakek turun dan memeluknya,
juga memberikan kalung. Tapi pas kakek pulang, ternyata ia tidak pernah lagi
ketemu dg cewek itu, karna cewe itu menikah dg orang lain (dijodohkan mungkin).

Besoknya di sekolah, pas pelajaran biologi, mereka membahas
ttg cinta pertama kakek.Bersama mereka, ada 1 cowok yg ikut mendengarkan. Su Ho
merasa kakek keterlaluan karna mencintai wanita lain bahkan setelah menikah dg
nenek. Tapi bagi Su Eun, kakek sangat romantic karna mencintai 1 wanita selama
50 th. Ia tanya, apa Su Ho bisa mencintai wanita seperti kakek? Tiba2 guru
memarahi mereka dan menyuruh mereka ber3 berdiri dg tangan diatas (padahal cowo
yg bersama mereka ngga ngomong sama sekali).Tapi beberapa saat kemudian, guru
itu sadar, kalo cowok itu bukan muridnya. Guru lain datang dan menjewer cowok
itu. Su Ho mendekat dan bilang “Kakekku sudah membuat kita bertemu (kalo kakek
nikah ama cinta pertamanya, Su Ho ngga mungkin ada di dunia). Eh, pembicaraan
itu didengar murid 1 kelas, dan merekapun dihukum diluar. Mereka membicarakan
ttg kehidupan setelah kematian yg tidak Su Ho percaya.Dan pembicaraan berlanjut
sampai pelajaran olahraga. Mereka berdebat. Su Eun percaya, Su Ho tidak.Itu
membuat SuEun marah dan pergi.

Pas istirahat, seorang cowok(ganteng) lagi diajarin sama Su
Eun. Tak jauh dari mereka, 4 sekawan lagi makan sambil membicarakan mereka.Su
Ho tampak kesal dan menggenggam erat garpu kecilnya. “Eh,ada sesuatu di rambutmu”
kata cowo itu sambil menyentuh rambut Su Eun. Lalu cowo itu membalas tatapan Su
Ho sambil nyengir ngejek. Su Ho membanting kursi, ngamuk, 3 teman menahannya.
Pulang sekolah, Su Eun menunggu Su Ho di tepi danau sambil
menyembunyikan 2 kroket dibelakang punggung.Su Ho menggenjot sepedanya, tapi
tak menoleh sedikitpun pada Su Eun.Su Ho kesal n cemburu karna cowo tadi nanya2
soal matematika padanya. Su Eun merasa kecewa dg alasan kemarahan Su Ho. “Jika
aku menikah dengan orang lain, kau tidak akan bertahan 5 menit, apalagi 50 tahun!”
Su Ho pulang dg kesal, marah pada kakek yg menceritakan
kisah cinta pertama itu.“Memangnya sampai sekarang kakek ngga pernah ketemu dia
lagi?” kakek diam saja, membuka jendela, dan menerawang.Pertama ketemu setelah
perang, adalah saat kakek mengurusi pemakaman suami cewek itu.Si cewek terus
menangis, entah tak mengenalinya, atau mengacuhkannya. “Satu belokan kecil bisa
menimbulkan takdir yg berbeda.”
Su Ho menggenjot sepeda ke rumah Su Eun.Ia melempar kaca dg
batu, tapi malah pecah. Ia pun kabur, lalu ke boks telpon mengirim pesan pager
“Bagi kakek, takdirnya adl nenek. Bagi ayah, takdirnya adl ibu. Dan aku harap
kau adl takdirku” (ow sweet!) “Nado(aku juga)” kata Su Eun yg sudah nongol
dibelakangnya.Setelah itu mereka baikan lagi.

Disekolah, ada pentas drama.Pas adegan ciuman, penonton diam
semua terkesima.Adik Su Ho karna pendek ngga kelihatan.Ia menepuk punggung
seorang cowo gendut di depannya u/ geser dikit, tapi setelah cowo itu berbalik,
mereka jadi jatuh cinta.rupanya atmosfer ciuman itu juga berdampak pada Su Ho
dan Su Eun. Besoknya, Su Ho dkk main baseball sambil bicarain Su Eun, ttg Su Ho
yg ngga pernah ciuman, bahkan pegangan tangan pun ngga pernah.Lalu mereka
berendam ber4.Salah satu teman menceritakan ttg batu pengantin, dimana jika ada
yg berdoa minta jodoh, bisa dikasih/memperawet jodoh gitu deh. Su Ho pun
mengajak Su Eun ke sana(bersama teman2).Tapi pas di pelabuhan, teman2 ngga ada
yg datang.mereka dijebak agar pergi berdua aja. Su Ho disuru ngarang alasan ke
Su Eun, tapi Su Eun sudah bisa menebak dan marah, menyangka Su Ho yg
mendalangi. Tapi sebelum Su Ho menjelaskan, Su Eun sudah memesan tiket u/2
orang. Eh, rupanya Su Eun ngga marah, malah senang pergi ber2 hehe.
Setelah main2 air, mereka berdoa di batu pengantin, sama2
ingin terus bersama seperti ini.lalu ada anjing nongol, n ada tulisan
ditubuhnya ‘penginapan murah’ (hm.. promosi yg inovatif). Mereka sarapan dan
nginap di sana. Malamnya waktu hujan, mereka berciuman.Saat malam makin larut,
Su Eun duduk di pantai sendirian nulis diary. Su Ho menghampiri dan bilang
kalau ia akan menangis, tertawa, dan hidup dg Su Eun.Paginya, Su Ho mencari2
SuEun yg ternyata ada di pinggir tebing, menabur2 sesuatu.Mereka saling
melambai2 dari jauh, Su Eun menunjuk ke langit n tiba2 pingsan n keluar darah
dari hidung.Su Ho segera berlari menggendongnya.Tiba2 ada mobil berhenti di
depannya, mobil ayah Su Eun.Su Eun dimasukan mobil, lalu ayah menonjok muka Su
Ho dan meninggalkannya.
Besoknya, Su Ho ngga konsen belajar karna Su Eun ngga masuk.
Sepulang sekolah ia langsung ke RS menjenguk Su Eun. Dia bergaya2 seperti super
hero yg akan melindungi Su Eun, tapi Su Eun diam saja dan menunjuk ke belakang
Su Ho, rupanya ada ayah lagi baca koran haha. Rupanya Su Eun punya penyakit kanker/leukimia
kayaknya, tapi Su Ho ngga tau, dikiranya cuma anemia. Su Ho ke RS lagi besoknya
sama 3 teman, tapi 3 teman mau beli jus dulu. Su Ho melihat ibu Su Eun nangis di tangga, ia
pun segera lari ke kamar Su Eun yg ternyata kosong, hanya ada ayah yg menatap
ranjang kosong itu. Su Ho tanya suster. Su Eun kabur dari RS. Saat dia mau
pergi mencari, ia mendengar suster nyeletuk “Pasien hilang? Siapa?” “Bae Su Eun
kamar 203” “Oh, pasien leukemia itu” Seketika itu Su Ho syok.Ia mencari2 Su Eun
yg rupanya sedang mencoba peti mati di toko kakek.Su Ho marah dan pergi.Su Eun
mengejarnya dan memanggilnya sambil nangis. Mereka pun pulang dg boncengan
sepeda “Su Ho-ah, jika aku memanggilmu, apa kau akan menjawabnya?” “Ya…”
Seorang wanita mendatangi toko kakek.Ia adl putri mantan
pacar kakek.Wanita itu memberikan kalung ibunya, dan bilang kalo ibunya ingin kakek
mengurus pemakamannya.Kakek pun pergi ditemani Su Ho. Kakek mengurusi pemakaman
mantan kekasihnya sambil menahan tangis.Kain kafannya khusus buatan kakek, ada
sulaman bunga di dada. Setelah kluarga wanita itu keluar, barulah kakek
menangisinya “Tunggulah, sebentar lagi aku akan menyusul” T.T

Su Ho berlari2 di koridor RS, saat membuka pintu, ia
tertegun melihat Su Eun di dlm daerah isolasi, ditutupi plastic yg melingkari
area ranjangnya, biar steril.
Su Eun :“Aku kena kutukan ratu”
Su Ho : bagaimana menghilangkannya?”
Su Eun : aku harus dicium
Su Ho tak tahan dan menangis di toilet.Ia melihat obat kumur
dan dipakainya sampai habis.Ia kembali u/mencium Su Eun, tapi tetap ngga boleh
ciuman secara langsung.Mereka saling menempelkan tangan dan bibir di plastic
pembatas. T.T

Saat keluar dari kamar Su Eun, ayah menyuruh Su Ho duduk dan
memintanya membahagiakan Su Eun walau sekejap saja. Dalam hati masing2:
Su Ho: Ditinggalkan sama menakutkannya dg meninggalkan. Aku
akan mengingatmu, tapi apakah kau akan mengingatku?
Su Eun :Ketika aku tak ada, semua orang yg mengenalku akan
mengingatku. Tapi jika waktu berlalu sekian lama, akankah kau tetap
mengingatku?
Su Ho : tidak, aku akan selalu
ingat. Dan itu menakutkan
Su Eun : ingatlah aku, seperti kata kakek, tubuh yg mati,
tapi pikiran tidak. Aku ingin kau mengingatku sepanjang hidupmu.
Su Ho meninggalkan pesan di pager, mengatakan bahwa ia akan
melupakan Su Eun, akan cari cewe lain, dll, tapi sebenarnya hatinya tdk berkata
yg sama. Sementara Su Eun meninggalkan pesan juga, kalo Su Ho ngga bole cari
cewe lain, dll. Namun mereka sama2 menekan tombol 3, bahwa pesan2 itu tdk jadi
terkirim/dihapus.

Besoknya, Su Eun minta dibawa pergi ke pulau itu lagi, tapi
rupanya Su Ho sudah menyiapkan tiket kesana.Su Eun membuka tirai plastic dan
menarik Su Ho masuk. Mereka berciuman.Su Ho menggendong Su Eun ke pelabuhan,
tapi kapal tak ada yg berlayar karna badai.Su Ho memaksa kasir tiket
u/berangkat.Su Eun memandang badai dari kaca dan berterima kasih pada Su Ho dlm
hati, bahwa Su Ho sudah memberikan kebahagiaan baginya.Ia tersenyum dg
pandangan yg mulai buram. Su Ho datang dan minta maaf karna ngga bisa pergi,
padahal ia ingin sekali membawa Su Eun ke sana. Lalu kepala Su Eun terkulai ke
perut Su Ho. Ia terpaku, gemetar memeluk kepala Su eun dan menangis. T^T

Beberapa tahun berlalu, Su Ho kembali ke penginapan di
pulau.Ia membuka lemari berdebu dan menemukan buku harian Su Eun.Rupanya Su Eun
dulu menabur benih bunga di pinggir tebing. Ia ingin kembali tahun depannya
u/melihat bunga apa itu (tapi ngga kesampaian). Saat Su Ho ke sana, rupanya
sudah tumbuh bunga2 berwarna ungu. Dan di dalam laut, pager Su Eun masih ada,
dikelilingi ikan2.
“Su Ho-ya…”
“Ye”
“Su Ho-ya…”
“Ye”
“Saranghae”




Tidak ada komentar:
Posting Komentar