Buat Pelita, hidup ini
bagaikan kepingan penuh warna. Di matanya Efraim-lah pemberi warna
hidupnya. Namun karena Efraim juga, Pelita terperangkap dalam warna
abu-abu: remuk hati berkepanjangan. Lalu dia bertemu dengan pengamen
cantik di Santa Monica, Amerika. Konon, orang-orang memanggil gadis itu
dengan julukan Bidadari Santa Monica.
Pelita terpesona pada sang bidadari. Mendatanginya setiap hari, mendengarkan lantunan lagu dan petikan harpanya dalam derai airmata, sambil tak henti-henti mengaguminya.
Lalu, pada hari yang ketujuh...
"Pelita!" dengan fasih, bule jelita itu menyebut namanya. "That`s your name right?"
Pelita terkesima. Tak mengerti bagaimana mungkin bidadari cantik itu mengetahui namanya. Nama yang bahkan terasa asing saat diucapkan lidah bule seperti pengamen itu. Tapi tak hanya itu...
"See you later, Little Shine...," bahkan gadis cantik yang tak mungkin bisa bahasa Indonesia itu menyebutkan arti dari namanya.
Pelita pun mulai mereka-reka, siapa gadis bermata biru itu sebenarnya? Mengapa bidadari itu begitu tertarik pada masa lalunya? Dan... apa sebenarnya hubungan pengamen cantik itu dengan the love of her life, Efraim?
Ann notes:
"Kalau aku yang meninggalkan, aku yakin aku ngga akan bisa berhenti mikirin kamu. Aku pasti mengirimkan malaikat untuk menjaga dan memastikan kamu baik-baik saja"
Setelah baca sepenggal kalimat tersebut yang terletak di bagian tengah novel, aku pun langsung sudah bisa menduga siapa bidadari itu, dan bagaimana kisah akhir cerita ini. Saran saya buat yg mau membaca novel ini, siapin tisu sebanyak mungkin. Baca novel ini sambil dengerin Ost. TMTETS khususnya instrumen Song of the Moon, untuk menunjang suasana
Novel ini terbitnya udah lama banget. Udah agak berdebu dan terletak di rak terbawah tempat penyewaan langganan saya. Dan saya bahagia bisa menemukan 'bidadari' saya itu. Alur cerita maju mundur yg sendu dan mendayu2, Kisah cinta yg teramat sangat romantis, dan akhir yang tragis. Novel seperti itu adalah favorit gue banget! Luar biasa! Kemudian ada sesuatu yg unik, yaitu ada potongan puisi tentang warna di awal beberapa bab (misal bab 1-3 warna merah, dst), dari warna tercerah hingga warna tersuram. Diantara warna2 itu, aku paling suka sama yg Magenta "Magenta itu... saat cinta yang ada tak cukup lagi dilukiskan dengan warna merah muda." so sweet!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar