Quotes

"Write is my World"

Jumat, 04 Mei 2012

Death Bell


Lee Beom-soo as Hwang Chang-wook (Guru)
Yoon Jeong-hee as Choi So-yeong (Guru Bhs.Inggris)
Nam Gyu-ri (49days)as Kang Ie Na
 Kim Bum (BBF) as Kang Hyun
Son Yeo Eun as Yoon Myong-hyo (Sahabat Yi Na)
Ham Eun-jeong as Kim Ji-won (hantu)

Film ini saya tonton dikantor bersama teman2^^ Awal2 film seperti film horor/hantu karena sering muncul hantu cewek yg mengganggu siswa bernama Cha Bum. Waktu ujian, tiba2 kertasnya muncul wajah, lalu ia sering dipanggil2 suara cewek. Dan saat pengumuman ranking (pengumumannya pake TV, bukan tempelan kertas kayak diskul2 di ind^^), Cha Bum melihat tulisan di TV bergerak/berubah gitu, lalu terdengar suara cewek yg memanggilnya dan ia melihat wajah Ina berubah jadi wajah hantu cewek. Ia menggila dan mencekik Ina. Akhirnya ia dibawa ke RSJ.
Setelah ujian, 20 siswa berprestasi disuru nginap di skul u/mengikuti pelajaran tambahan dan u/menyambut siswa dari luar negeri yg akan berkunjung (ngga enak ah jadi anak pintar di korea, masa liburan2 belajar. Sebaliknya di ind, yg bodohlah yg harus dapat tambahan pelajaran. aneh ya). Ina ranking 5, jadi ia juga ikut. Pacarnya (Kim Bum!) juga di skul karena disuruh menerjemahkan proposal bahasa asing, tapi sebenarnya sih dia ngga ranking. Lalu ada 3 guru yg menjaga plus satpam. Dan... setelah ini, barulah dimulai pembantaian... (dari sini aku baru menyadari kalo ini bukan horor setan, tapi horor pembunuha/thriller)
Korban pertama, Min Hye Young, ranking 1. Ia terkurung di bak kaca tertutup. Lalu seseorang memberikan tekateki u/segera dijawab kalo mau Hye Young selamat. Siswa dan guru pada panik, bukannya menjawab malah mencari dimana Hye Young, juga ada guru yg menuduh seorang siswa yg melakukan perbuatan itu sampe ditampar2 gitu. Lalu bel berbunyi dan Hye Young mati. Semua orang mau lari, arus komunikasi ternyata udah mati (bahkan hape pun ngga ada sinyal). Salah seorang guru nekad keluar sekolah, hasilnya ia mati ditembak dan sebelum mati ia seperti menunjuk seseorang yg berada di dlm kerumunan (uh oh...sapa ya?)
 
Setelah Hye Young, korban selanjutnya adl siswa cowo (ngga tau namanya). Ia dikerangkeng dan diatasnya diberi lilin2 menyala yg menetes2 ke tubuh telanjangnya (auch sakit dan panas pastinya). Mereka disuru ke ruang olahraga mencari jawaban. Tetapi waktu habis, bel kematian berbunyi dan anak itu entah dari mana terjatuh di tengah2 lapangan indoor dg tubuh penuh lilin dan mukanya sudah tertutup lilin beku. Saat itu Cha Jae Wook menghilang. Saat itu, Ina menyadari kalo korban2 diurut berdasarkan ranking. Selanjutnya adl Jae Wook, lalu sahabatnya Myung Hyo, lalu dirinya sendiri. Ia memastikan dg melihat data komputer bersama Hyun dan memberitahu guru, sayangnya Myung Hyo menghilang. Rupanya beberapa siswa bersama Myung Hyo mencari tempat sembunyi. Murid2 yg lain dibagi 2 kelompok yg masing2 dipimpin guru Choi dan Guru Hwang. Malam tiba, murid2 yg sembunyi di asrama didatangi pembunuh itu, lampu berkedip2, grup guru Choi (ada Ina dan Hyun bersamanya), menolong teman2. Dan saat lampu nyala, Seo In menghilang, sementara Myung Hyo meringkuk ketakutan di dalam kamar dan Ina memeluknya.. Jae Wook tubuhnya ditulisi dg benda tajam sampai mati dan mayatnya dibuang di halaman. sementara Seo In disiksa2 kemudian dimasukkan ke mesin cuci dan digulung2 di dalamnya sampai mati.
 
Ina menemukan fakta lagi bahwa teror ini ada hubnya dg Ji Won, sahabat Ina yg sudah mati bunuh diri. Guru Hwang tak percaya kalo ini perbuatan hantu. Akhirnya Guru Hwang, Guru Choi, Ina dan Hyun mencari jawaban sementara pak satpam menjaga murid2 lain di kantin. Mereka menemukan Cha Bum yg membawa benda tajam. Ia menyerang Ina, lalu Hyun menghalangi dan ia pun tertusuk benda tajam itu. Guru Hwang memukul tengkuk Cha Bum sampai mati. Hyun mati di dalam pelukan Ina (hiks sedih... Kim Bum oppa mati...) 
 
Kemudian Myung Hyo pun menghilang juga. Mereka mendengar suaranya di dalam sebuah ruangan. Guru Hwang berusaha mendobrak tapi ngga bisa. Mereka harus pecahkan kode u/ buka pintu itu (kodenya pake rumus2 matematika). Sementara seseorang menuangkan bensin ke lantai dan ada lilin di sana. Nanti kalau mereka gagal, Myung Hyo yg digantung kakinya akan jatuh dan terbakar. Untungnya mereka berhasil dan mematikan lilin. Ina memeluk Myung Hyo yg masih terikat, sementara guru2 cari cara u/ melepas ikatan. Tiba2 tubuh Myung Hyo ditarik ke atap. Di atap ada seseorang memakai baju putih2, itulah pelakunya. Ia melepas ikatan kaki Myung Hyo dan Myung Hyo langsung jatuh dg kepala duluan mengenai lantai. Ia pun mati. Ina menjerit2 karna kehilangan 2 orang yg dicintainya dalam semalam. Guru Hwang mengejar pembunuh itu dan setelah tertangkap, ia membunuh orang itu yg ternyata adl ibu dari alm Ji Won.
Besoknya, semua murid dan ortu2 berkumpul di hall u/mengenang/menangisi korban2. Ina berjalan keluar/balkon dan menemukan buku catatan Ji Won. Ia mengenang saat2 bersama Ji Won, Ji Won yg pintar dan cantik, juga baik. Tetapi ia dapat ranking 6 dan beasiswanya dicabut, padahal ia anak org miskin. Makanya ia bunuh diri. Lalu ditengah buku, ada selembar foto dan... coba tebak siapa yg ada didlm foto itu??? Seseorang menculik Ina.
Image
 (ibunya Ji Won)
Di Hall, tiba2 layar LCD memunculkan gambar seseorang yg punya gantungan kunci di sakunya yg sedang membunuh seseorang. "Siapa pelakunya harap maju, kalau tidak kalian semua akan mati!" Video itu ternyata bukti bahwa Ji Won tidak dibunuh, melainkan dibunuh o/ seseorang dg gantungan kunci itu. Tiba2 Guru Hwang merasa panik dan menggila. Ia membawa kampak dan mau membunuh semua orang, "Ini semua gara2 kalian!!!"
Flashback, Guru Hwang ternyata menerima berbagaimacam suap dari ortu murid yg ingin anak2nya dapat ranking 5 besar. Ji Won adl anak orang miskin, jadi ngga bisa ikutan nyuap, jadi ia dimasukkan ke ranking6. Tetapi Ji Won mengetahui kebusukan Guru Hwang. Ji Won memohon agar Guru Hwang mengembalikan nilainya, kalau ngga ia akan lapor kepsek. Hwang pun mencekiknya sampai mati. Pas itu sebelum mati, Ji Won sempat merekam perbuatan Hwang, tapi yg terekam bagian pinggul ke bawah saja. Dan rupanya Cha Bum melihat kejadian itu. Mungkin ia merasa bersalah karena tidak menolong Ji Won, makanya ia selalu merasa dihantui dan jadi gila. Lalu Setelah kematian Ji Won, ortunya sangat terpukul, belum lagi penagih hutang menyita rumah dan segala2nya, sampai ayah Ji Won membunuh penagih utang itu. Lalu ortu Ji Won merencanakan pembunuhan berantai ini. Ayah Ji Won melamar kerja di sekolah sebagai.... SATPAM! Yap, ternyata pembunuhnya selain ibunya Ji Won adalah pak Satpam! Dan orang yg ditunjuk o/ guru yg mati ditembak itu adalah pak satpam.
Kembali ke masa kini, Ina yg dibekap dg kain berusaha menjerit2 di microphone. Bu guru Choi mencari Ina dan menemukannya, lalu melepasnya. Sementara Hwang yg menggila mau membantai murid2nya, tapi ngga jadi, mungkin ada rasa iba. Lalu satpam muncul di belakangnya dan menusuk perutnya. Setelah itu, semua orang pada lari, tinggal Choi dan Ina yg menyaksikan satpam membacok Hwang dg kampak sampai mati dg darah muncrat2 (uch)




Image
Ann note
Cerita ini walaupun menyeramkan dan perbuatan itu pastinya ngga boleh dilakukan, tetapi ada pesan moral didalam film ini, terutama buat para ortu dan guru2. Aku pribadi emang benci banget kalo mengetahui ada ortu yg nyuap2 guru supaya anaknya dapet ranking, juga benci mengetahui ada guru2 yg menerima suap. Itu sangat tidak adil buat anak murid pintar tapi ngga nyuap. Memang suapnya ngga secara langsung kayak ngasih duit gitu, tapi dg cara tidak langsung seperti ngasih oleh2 kalo pulang dari luar negeri/luar kota, ngasih barang2 mahal, atau pas imlekan/natalan gitu, pas ada guru datang kerumah disuguhin yg enak2, dikasih angpau gede, dg harapan anaknya (yg bodoh) bisa dapat ranking/naik kelas. Jujur aja sih, ortu gue sendiri juga pernah begitu walau niatnya sih ngga seratus persen buat nyuap, toh tanpa suap gue juga bisa ranking kok, gue kan pinter hehehe (muji diri sendiri ngga ada salahnya). Nah, ada beberapa guru di SD itu datang ke rumah pas imlekan, jadi ortu gue layanilah seperti biasa n ngasih angpau biasa sih, ngga gede2 amat. Dan tiap tahun tuh guru datang terus pas imlekan, bawa anak banyak lagi, biar tiap anak dikasi angpau kali ya. Ortu gue ya ngga berani nolak kehadiran mereka lah, takutnya ntar si guru sakit hati dan nilai anak2nya (gue) dijeblokin. Nah, kalau udah begini, siapa yang salah? siapa yg nyuap dan pengin disuap? duh, udah gede makan sendiri deh ya, ngga usah pake disuap segala hehehe...
Itu dulu, semoga saja sekarang ngga ada acara suap menyuap gini. Ngga banget tahu kalo nyuap guru itu, ortu yg nyuap guru berarti anaknya bodoh kan. Ih, memalukan! Mau nggak dikatain anaknya bodoh? Kalo anaknya kurang pinter ya diajarin dong, les atau kursus dan jangan dibiarin main terus, bukannya nyuap guru...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar