
Ji Heon akhirnya tahu kalo Eun Seol adalah gadis rambut
cepol yg dicari2nya. Ia mengira Eun Seol sengaja jadi sekretarisnya
u/mengerjainya lagi, tapi Eun Seol menjelaskan kalau ia sama sekali tidak tahu
kalo Ji Heon yg ditemui di bar itu, sampai waktu ia ke rumah Ji Heon dan
melihat sepatu itu. Myung Ran datang dan mengira Ji Heon penjahat, tapi Eun
Seol menghalangi Myung Ran yg mau menghajar Ji Heon.
“Ini bosku, Cha Ji Heon.”
“Oh, si brengsek yg kau ingin aku membantumu menghajarnya
itu?”
Ji Heon pun kabur dari rumah itu. Myung Ran merasa bersalah
karna akan membuat Eun Seol dipecat. Eun Seol mencemaskan bosnya, ini sudah
malam, apa dia baik2 saja? Rupanya tidak. Ji Heon takut pada gelap, juga takut
kucing (ya! Banci banget sih!). Ia teriak2 “Eun Seol! Eun Seol!” dan Eun Seol
datang. Ia pun akhirnya tidur di rumah Eun Seol dg keadaan terang bendrang
hingga 2 cewe itu ngga bisa tidur. Ji Heon pun ngga bisa tidur karna kipas
anginnya berisik.Belum lagi Myung Ran jatuh menindihnya waktu tidur (huk!)
Besok paginya, mereka ke kantor dan Ji Heon ngumpet2 di
belakang Eun Seol. Mu Won datang dan heran dg baju Ji Heon (kaos putih, bolong2
kecil, kayak gembel). Ji Heon menjawab dg muka menantang,”aku tidur di
rumah Eun Seol, memangnya kenapa?” Mu Won kaget, Eun Seol jd salting dan
berusaha menjelaskan. Ji Heon berjalan di depan mereka dan kesal karena mereka
berdekatan di belakangnya. Pas naik lift, Mu Won mempersilakan Eun Seol masuk
duluan, tapi Ji Heon menyerobot dan menutup pintu lift sambil menjulurkan
lidah, bener2 childish dan lebai. Tapi kayaknya dia cemburu.
Saat memikirkan itu, dadanya terasa sakit dan sesak, pas Eun
Seol masuk bawa kopi panas. Karena panic, Eun Seol ngga sengaja jatuhkan kopi
ke celana ji heon n jd kepanasan. Setelah mencuci dan mengeringkan celana, Ji
Heon marah2 di lorong dan mengungkit soal kejadian bar. Pas didengar o/ senior2
Eun Seol dan segera disebarkan lewat internet. Eun Seol diminta o/ Manajer Park u/ mengundurkan diri.
Eun Seol pulang ke rumah ayahnya di gunung. Ayahnya pesilat,
hehe. Eun Seol melampiaskan kekesalan dg latihan silat. Malamnya, mereka duduk2
melihat bulan. Ayahnya dibelikan kolor pink^^. Eun Seol merindukan Ji heon, dan
sebaliknya. Ji heon jadi ingat waktu di rumah Eun Seol, ia tidak bisa tidur
karna takut pada Myung Ran. Eun Seol turun ranjang dan duduk di kasur Ji heon,
lalu menyuruh Ji heon meringkuk seperti bayi, itu akan membantu tidur. Eun Seol
juga memijit2 telapak tangan Ji Heon, tapi malah Eun Seol yg tertidur di tangan
Ji heon. Ji Heon mau menarik tangannya, tapi tak bisa, akhirnya mereka tidur
berhadap2an(co cwiit..). Sekarang Ji Heon membayangkan Eun Seol tidur di
hadapannya. Lalu papa datang dan bingung, Ji heon lagi ngeliatin apa.
Papa dan anak itu akhirnya baikan, dan papa ingin mereka
melupakan masa lalu. Paginya, sekretaris papa mau menyampaikan berita ttg
pelaku tragedy bar, tapi papa tidak mau mendengar, karna ia mau lupakan masa
lalu. Manajer Park juga mau sampaikan, tapi papa marah2. Eun Seol datang
u/terakhir kali di perusahaan. Ia memanggil 2 seniornya ke atap dan memiting
tangan mereka, agar mereka tidak menginjak2 junior hanya karna pendidikan
mereka lebih tinggi. Lalu Eun Seol memberikan hadiah perpisahan pada Mu Won.
Sebelum menemui Ji heon, ia telepon papa dulu u/ minta maaf, tapi papa bilang
ia sudah melupakan masa lalu, yg ditangkap Eun Seol bahwa papa memaafkannya,
jadi ia tak jadi mengundurkan diri.
Di tengah jalan, ia ketemu Manajer Park yg tetap mau memecatnya, pas Ji heon datang dan memarahi Manajer Park, kalau yg berhak memecat Eun Seol adl Ji heon karna ia adl sekretarisnya. Ji Heon mau mencari surat pengunduran diri yg ternyata sudah diambil o/ Mu Won yg mau menyobeknya, tapi Ji Heon melarang, karna harus ia yg menyobeknya. Mereka rebutan surat kayak anak kecil, tapi surat itu berhasil dirobek Mu Won. Mu Won juga menunjukkan hadiah berupa casing hp yg sudah dipakainya. Ji heon melihat kadonya sendiri yg ternyata adl sebuah kolor kuning haha!
Na Yun meeting dg Mu Won. Pas pulang, Na Yun nebeng mobil Mu
Won u/ bertemu Ji Heon. Eun Seol sedang menaruh botol2 air di ruang rapat, lalu
para bos masuk, termasuk nenek. Nenek menutupi wajahnya biar ngga kelihatan Eun
Seol. Saat Na Yun datang dan mau masuk ruangan Ji Heon, tapi dihadang Eun Seol,
karena Na Yun tidak ada janjian dan Ji Heon sedang tidak ada di ruangan. Na Yun
di suruh menunggu di luar dan ia tidak terima. Ia minta bantuan sekretaris Yang
(sekretarisnya Mu Won), tapi sekretaris Yang berpendapat sama dg Eun Seol. Na Yun memberitahukan kalo jahitan rok Eun Seol lepas, Eun Seol memperbaikinya dengan... menstaples haha..
Sementara itu, hasil rapat adl akan mengangkat Ji Heon jadi pengganti presdir. Mama Mu Won tidak terima. Di luar, Mu Won mengucapkan selamat, tapi kayaknya ngga ikhlas. Mereka jadi saling perang sikut2an bahu, kayak anak kecil. Mu Won menyikut Ji Heon yg hampir menyenggol Na Yun yg sedang duduk. Ji Heon jadi kaget n salting karna ketemu Na Yun. Eun Seol melihat mereka dari jauh.
Mama Mu Won memohon pada nenek u/mempertimbangkan Mu Won,
karna anaknya lebih kompeten daripada si pemalas Ji heon. Nenek keluar, dan papa
masuk. Mereka jadi bertengkar. Sementara Ji heon dan Na Yun duduk di kantin. Na
Yun bercerita masa lalu mereka, tapi sepertinya Ji Heon tidak tertarik dan
bermain2 dg sedotannya (bener2 childishnya keterlaluan, kayak anak autis!). Na
Yun mencoba bersabar dan akan kembali nanti setelah Ji Heon sudah tidak marah
lagi. Na Yun menangis di wc sambil memperhatikan make upnya.
Mama Mu Won juga nangis di lift dan menegur anaknya yg tak
mau menghiburnya, tapi Mu Won bilang, menangis itu akan membuat ibu lega. Mamanya
pun menyetujui. Setelah di lobi, sudah ngga nangis lagi, mereka ketemu Na Yun.
Mama kayak mau jodohin Na yun ke anaknya, tapi ibu Na Yun ingin mendapat
kepastian, siapakah yg akan menjadi pewaris sah DN Grup.
Eun Seol menemukan bosnya bengong di kantin.Mereka kembali
ke ruangan setelah Eun Seol mengambil roti yg masih utuh di meja. Ia makan dg
lahap di ruangan, Ji heon tanya, bagaimana jika ia jadi presdir? Eun Seol
bilang kalo presdir yg baik adl presdir yg memperhatikan karyawannya dan melakukan bisnis dg bersih/tidak curang.
Papa yg lagi menjalankan hukuman, mengantar anak2
menyebrang, mendapat info ttg pelaku tragedy bar, yg ternyata adl Noh Eun Seol.
Ia marah, kenapa ngga bilang dari dulu? Ha, padahal dulu siapa yg bilang kalo
harus melupakan masa lalu? Ia memarahi Ji Heon yg sedang main sama anjingnya,
dan menyuruhnya memecat Eun Seol, tapi Ji Heon tak mau. Papa sempat menduga,
jangan2 Ji heon menyukainya, tpi Ji Heon mengelak. Oke, papa tidak akan pecat,
asal Ji Heon mau menerima jadi calon presdir. Akhirnya mereka mendapatkan
kesepakatan.
Mulai besoknya, Ji heon disibukkan dg pertemuan di taman
hiburan (kayaknya punya Cha juga).Ji heon hampir stress di tengah keramaian,
tapi Eun Seol menenangkannya. Mereka pun duduk dan Eun Seol mengenang masa
kecilnya. Karena ayah tidak punya uang, dia hanya bisa main 2 permainan saja,
tapi ia tidak sedih, melainkan itu sebuah kenangan indah. Ji Heon memberikan
kesempatan Eun Seol u/ main 3 permainan hari ini.
mereka sudah sampai di kora2 (mainan kapal2an yg goyang2,
bikin mual). Eun Seol mengajak Ji Heon, tpi ia tak mau. Eun Seol melarang Ji
Heon kemana2 dan harus tetap berdiri di sana, ia bahkan menyuruh mas2 yg jaga
(he? mas2?) u/ menggenggam tangan Ji Heon. Ji Heon kesal karna dianggap anak
kecil. Sementara itu Na Yun dan Mu Won juga ada di sana, jalan2 n makan es
krim. Tiba2 mereka melihat Ji Heon yg sedang memandangi kora2 sambil tersenyum,
tampak seperti orang lagi jatuh cinta. dan ia sedang memandang sekretarisnya.









































Tidak ada komentar:
Posting Komentar