"Anda ingin pasangan date Anda tingginya antara 165 hingga 180 sentimeter?"
"Betul."
"Untuk umur, Anda memilih antara 26 hingga 40. Betul?"
"Ya."
"Anda terbuka dipasangkan dengan laki-laki dari berbagai ras?
Aku tertawa mengiyakan.
"Anda mengharuskan pasangan date Anda single dan unattached. Apakah Anda bersedia dating dengan laki-laki yang statusnya baru 'pisah' dengan istri mereka?"
"Nggak. Saya ingin laki-laki single, se-single-single-nya."
Rencana hidup Titania Larasati buyar setelah menemukan Brandon, pacarnya selama tiga tahun, berselingkuh dengan sekretarisnya. Dalam usaha untuk melupakan kejadian itu dan kata-kata yang diucapkan oleh Brandon bahwa dialah satu-satunya laki-laki yang akan pernah menginginkannya, Titania rela mengeluarkan dua ribu dolar untuk memperoleh jasa blind date profesional, yang menjanjikan sebuah pernikahan dalam waktu kurang dari enam bulan. Dengan bantuan adiknya yang suka sok tahu dan agen blind date yang pantang menyerah, Titania bertekad membuktikan bahwa Brandon salah.
Setelah putus dari Brandon, Titania bertemu Reilley. Sebenarnya mereka bertemu tidak melalui agen blind date, cuman agen blind date itu hanya sebagai jembatan saja untuk pertemuan mereka yang kesekian kali hingga membuat mereka memutuskan berhubungan lebih serius. Menurut Ann, kalaupun nggak ada agen Blind Date itu, Titania dan Reilley pasti tetap akan bisa bersatu, yah, namanya juga jodoh, nggak bakal kemana kan?
Sebenarnya Ann nggak terlalu niat untuk meresensi buku ini, Hanya saja, Ann tiba2 jatuh cinta sama tokoh Reilley. Ini pertama kalinya Ann bisa jatuh cinta sama tokoh cerita novel (kalo film ato drama sih sering^^). Alia menggambarkan sosok Reilley begitu sempurna. Tampan, mapan, bule^^, gentleman, baik, romantis, dan humoris. Sempurna banget, rasanya di dunia nyata ini mustahil mendapatkan pria komplet seperti itu. Aku selalu berdebar tiap membaca bagian Reilley berbicara atau bertindak. So sweet rasanya.
Ann lumayan suka novel ini, Ann tertarik pada prolognya, tentang Titania yang ternyata habis kecelakaan dan baru sadar di rumah sakit, diceritakan begitu detail. Tapi dalam percakapannya agak terganggu dengan kata 'saya' dan kadang pakai kata 'aku'. Bahasa inggrisnya juga agak mengganggu, maklumlah, Ann emang bego bahasa inggris hehehe, tapi masih bisa dimengerti kok. AliaZalea kan emang tinggalnya di Amrik, jadi wajar aja kalau novelnya ada bahasa inggrisnya. Mungkin aja pertamanya novel ini di tulis dlm bahasa inggris lalu diterjemahkan ke indonesia, kali?
About this author

Tidak ada komentar:
Posting Komentar