Quotes

"Write is my World"

Jumat, 03 Februari 2012

Dengan Hati - Syafrina Siregar

Dengan HatiJika Dijalani dengan hati, semua akan lebih mudah dimengerti...

Mengambil latar belakang isu HIV/AIDS dengan segala permasalahannya, Dengan Hati bercerita tentang persahabatan Mila dan Santi melewati berbagai masalah yang mereka hadapi seputar isu ini. Ada Dini, seorang ODHA yang sedang hamil dan menerima perlakuan diskriminasi. Ada Ian, project manager yang konon mirip Dermott Mulroney. Dan ada Charlie, si rambut kecokelatan yang selalu menjaga Ian.

Ada cinta dalam persahabatan, cinta antara anak dan orangtua, juga cinta yang terlarang. Ada pertemuan, ada kehilangan. Ada tawa dan air mata.

Satu per satu konflik yang muncul selalu membawa tokoh-tokohnya pada satu kesimpulan: Hanya dengan hati, semua bisa dijalani dengan lebih baik lagi.

Tapi masih bisakah kembali pada hati dan membiarkan ayah tercinta berisiko terpapar HIV karena melakan tindakan operasi pada seorang ODHA? Masihkah bisa jujur pada hati dan membiarkan orang terkasih menikah dengan seorang ODHA? Masih sanggupkah berpijak pada hati saat diri sendiri pun berisiko terinfeksi virus HIV?

Saat teori bersinggungan dengan kenyataan, saat idealisme mempertanyakan realita, masihkah Mila, Santi, Dini, juga Ian tetap berpijak dengan HATI?


  
 Waw... speechless. I only can say, this novel is really, really great! luar biasa! Mengajarkan kita u/tdk mendiskriminasi para penderita HIV, karena para penderitanya belum tentu bermoral bejat (narkoba, free sex, dll). Ada yg karena pasangannya kena, jadi dia juga kena, bisa juga dilahirkan oleh ibu yg HIV dan dia juga ikut tertular (tapi kalau ditangani dg baik dan pake operasi caesar, anaknya bisa tidak terinfeksi).

Melakukan sesuatu dengan hati, apalagi yg berhubungan dg hidup dan mati, pastinya sangat sulit. Ann ngga bisa membayangkan jadi Mila yg mencintai seorang ODHA dan membiarkan papa tercinta mengoperasi ODHA. Juga ngga bisa membayangkan jadi papanya Mila yg harus memutuskan apakah merelakan anaknya menikah dengan ODHA. Disatu sisi kita tak boleh diskriminasi, tapi disisi lain, ini masalah hidup dan mati. Kalau punya pasangan ODHA, berarti kita harus ekstra hati2 agar tdk tertular, agar anak2 juga tak tertular. Lalu si pasangan akan segera mati, kita jadi duda/janda. Belum lagi masalah gunjingan. Okelah, kita mungkin nggak mempermasalahkan kalau kita digosipkan, tapi bagaimana dg anak2? Mereka akan dikucilkan, tak punya masa kecil yg bahagia. Dicap sbg anak ODHA, padahal bisa saja mereka sehat walafiat. Orang2 tua pasti akan melarang anak2 mereka bergaul dg anak pasangan ODHA itu. 


Kalau Ann pribadi, ngga mendiskriminasi ODHA. Emang sih ngga pernah punya kenalan ODHA, tapi seandainya pun ada, ngga masalah, toh cuma berteman ngga akan menular. Tapi kalau seandainya harus menikah dg ODHA.... mohon maaf deh, Ann belum mampu u/kuat menghadapi gunjingan dan ngga kuat harus ekstra hati2, karna Ann rada ceroboh hehe...Tapi kalau seandainya udah terlanjur ^^ atau emang udah cinta mati seperti Mila dan Ian, Ann tidak akan bikin anak hehehe....

 Kata2 indah dari hati Syafrina Siregar:
"Sebuah hubungan tidak akan pernah berubah hanya karena status kesehatan. Sikap dan karakter yang lebih menentukan" (Ian,page 120)

"Jika kau masih punya alasan u/tersenyum, meskipun hanya satu, maka jangan pernah menangis" (Santi, Page173) 


"Kita pasti akan meninggal, Jangankan yang kena HIV, yg kena penyakit biasa saja psti meninggal. cara dan waktunya saja yg berbeda. Kenapa tidak kita maksimalkan waktu kita yg tersisa ini?" (Dr. Zakaria, page 197)


"Siapa yg bisa mengatur kapan cinta akan tumbuh dan kepada siapa cinta itu tertuju? tidak ada. cinta datang begitu saja."(Reza, page253)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar