Memilih Kebebasan Dengan Membuang Takdir Dari Segi Kelas Sosial
Julukan Hwang Jin-i adalah Jin-rang, dan namanya sebagai penghibur dinamakan 'gisaeng' adalah Myeongwol. Oleh sebab itu, namanya tidak terdapat dalam buku sejarah resmi, melainkan terdapat di dalam sejarah yang tidak resmi atau dalam cerita. Menurut catatan itu, Hwang Jin-i lahir di rumah tangga bangsawan di kota Gaeseong, namun ibunya berasal dari kelas status sosial yang rendah. Dengan demikian, Hwang Jin-i ditakdirkan terpaksa menjadi gundik sesuai dengan peraturan masyarakat Joseon pada abad ke-16, walaupun berbakat tinggi di bidang ilmu, syair dan musik. Menjelang dia berusia 15 tahun, seorang remaja yang mencintai Hwang Jin-i meninggal dunia akibat penyakit cinta, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi penghibur.

(Oppa cute ini adl pacarnya hwang jin-i yang mati hehehe)
Penikmat Hiburan, Hwang Jin-i
Terlepas dari takdir dari segi status sosial, Hwang Jin-i memilih kehidupan yang bebas, dan memikat hati banyak laki-laki lewat kecantikan dan bakat tingginya sebagai penyair. Diantaranya, seorang bangsawan bernama Byeok Gye-su dan seorang biksu atau biarawan Ji-jok juga terpikat hatinya pada kecantikannya. Setelah itu, dia mencoba menggoda seorang ilmuwan Seo Gyeong-deok, namun demikian, dia tidak pernah tergoda. Setelah itu, dia ingin menjadi murid dari Seo Gyeong-deok.
Sambil mengelilingi seluruh daerah di Joseon dan membuat syair yang indah, Hwang Jin-i menikmati kehidupannya dengan bebas, namun meninggal dunia dalam usia 40 tahun. Sesuai dengan wasiatnya, dia dikuburkan di pinggir jalan di kota Gaeseong, dan pada suatu hari, seorang gubernur daerah Pyeonggan, Leem Baek-ho kebetulan menemui kuburan Hwang Jin-i. Akhirnya, pak gubernur Leem merasa sedih dan prihatin atas kematian Hwang Jin-i, sehingga dia membuat syair tentang si Hwang Jin-i.
Hiduplah Kembali Hwang Jin-i
Walaupun status sosialnya rendah, namun Hwang Jin-i cukup menjadi teman dan pasangan kekasih dari bangsawan karena dia memiliki kecantikan, pengetahuan, dan bakat dari segi seni. Khususnya, di dalam suasana Joseon dimana membatasi kegiatan sosial wanita, Hwang Jin-i mampu mengibarkan namanya sebagai wanita yang cantik dan penyair yang unggul, sehingga kehidupannya yang istimewa itu terus dibuat dengan bentuk novel, sinetron dan film. Dengan demikian, siapa yang berani mengatakan kehidupan yang pendek itu bernasib malang?
Dan ini adalah salah satu karya terkenal dari Hwang Jin i.
"동짓달 기나긴 밤을.."
동짓달 기나긴 밤을 한 허리를 버혀 내어
춘풍 니불 아래 서리서리 넣었다가
어론님 오신 날 밤이어든 굽이굽이 펴리라
Oh that I might capture the essence of this deep midwinter night
And fold it softly into the waft of a spring-moon quilt,
Then fondly uncoil it the night my beloved returns.
Oh Aku ingin menangkap malam yang indah, di pertengahan musim dingin ini.
Dan melipatnya dengan lembut dalam hembusan bulan musim semi.
Kemudian mengorak di malam hari saat kembalinya kekasih saya.
"청산리 벽계수(靑山裏 碧溪水)야..."
靑山裏碧溪水 (청산리벽계수)
莫誇易移去 (막과이이거)
一到滄海不復還 (일도창해부복환)
明月滿空山 (명월만공산)
暫休且去奈何 (잠휴차거나하)
청산리 벽계수(靑山裏 碧溪水)야 수이 감을 자랑 마라.
일도창해(一到滄海)하면 다시 오기 어려우니
명월(明月)이 만공산(滿空山)할 제 쉬어간들 어떠리.
Respectable Byuk Kye-Soo, do not boast of leaving so early.
When you venture out to the sea, it will be difficult to return.
The full bright moon above the empty mountain, how about staying here to rest.
Yang terhormat Byuk Kye-Soo ,Janganlah pergi begitu cepat.
Ketika engkau menjelajah ke laut.
Akan sulit untuk kembali.
Bulan bersinar di atas lembah sepi.
Izinkan saya berhenti sebentar di sini untuk beristirahat..
http://inisajamostory.blogspot.com/2010/12/penyiar-wanita-termahsyur-dalam-sastra.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar