
Park Si On lahir dengan keadaan keterbelakangan mental
(autis/down syndrome, entahlah). Keluarganya kurang mampu. Ayahnya jahat,
selalu memukulnya, kakaknya, dan juga ibu. Karena kekurangannya, dia pun tidak
punya teman. Dia memiliki peliharaan seekor kelinci, tetapi kelincinya mati.
Dia membawa kelinci ke rumah dr. Choi, tetangganya, tapi tidak selamat.
Kemudian suatu hari dia dan kakaknya memohon agar diajak ikutan main dengan
teman2. Salah satu teman mengijinkan ikut main, asal mereka bisa mengambil sebuah
bearing dari dalam lokasi pertambangan. Saat masuk, tiba2 lokasinya rubuh. Si
On selamat, namun kakaknya meninggal. Dr. Choi merasa kasihan padanya,
merawatnya hingga dewasa, juga mengajarinya pelajaran kedokteran karena Si On
tertarik pada dunia kedokteran.

Kini Si On sudah dewasa dan lulus dari sekolah kedokteran
specialis bedah anak. Namun dengan keadaannya itu, dia kesulitan mendapatkan
pekerjaan di rumah sakit. Dr. Choi kini sudah jadi direktur di sebuah RS
swasta. Direktur Choi berusaha memasukkan Si On ke RS itu, bahkan
mempertaruhkan jabatannya. Di tengah jalan hendak ke RS, ada anak yang
kejatuhan papan reklame. Si On pun menolongnya dan direkam sampai masuk tv. Si
On membawa anak itu ke RS tempat direktur bekerja. Orang2 pun berpikir kalau Si
On adl salah satu dari dokter di RS itu. Anak itu ditangani oleh Prof. Kim Do
Han. Si On sempat membuat keributan di depan ruang operasi. Sambil digiring
penjaga, Si On mengucapkan beberapa kata yang menggambarkan keadaan pasien itu
(bahasa dokter, kagak ngerti). Do Han pun berhasil mengoperasi anak itu. Gara2
pemberitaan di tv itu, juga janji sang direktur bahwa akan resign jika Si On
gagal, akhirnya Si On pun bisa masuk ke RS itu.

Semua orang di RS itu tidak ada yang suka pada Si On, terutama
Kim Do Han. Saking dia diminta secara langsung oleh direktur Choi untuk
membimbing Si On, karena direktur Choi adalah guru yang sangat dia hormati. Di
antara para dokter, hanya dr. Cha Yeon Seo yang memperlakukannya dengan cukup
baik.
.jpg)
Si On sering membuat masalah. Dia tidak mengerti prosedur di RS. Dia
memutuskan sendiri untuk mengoperasi seorang anak ketika anak itu dalam keadaan
cukup darurat. Seharusnya Chief Go yang mengoperasi, tapi orang itu malah asik
main golf. Para dokter memang kesal, tapi tidak berani melawan prosedur. Tapi
Si On malah membawa anak itu ke ruang operasi, dibantu oleh seorang perawat
laki2. Dan Kim Do Han terpaksa mengoperasinya. Akhirnya, Do Han yang kena
sasaran kemarahan Chief Go, karena mengoperasi pasien tanpa ijinnya.
.jpg)
.jpg)


Selain itu, ada pula pasien bayi prematur, jatah Prof Kim
dari dept. HPB. Prof Kim mengatakan pada ortu pasien bahwa bayi itu tidak bisa
tertolong lagi, tapi Si On datang pada mereka, mengatakan kalau Do Han dapat mengoperasinya.
Kena lagi si Do Han. Tetapi akhirnya tim pedriatic pun mengoperasi bayi itu
hingga selamat. Tidak hanya dokter2, orangtua para pasien anak pun protes
dengan munculnya dokter keterbelakangan mental itu. Mereka tidak percaya kalau
anak keterbelakangan mental bisa menjadi dokter, bahkan bisa saja dia menyakiti
anak2 mereka. Banyak protes yang menghendaki agar Si On dipecat.
.jpg)
Singkat cerita, lama-kelamaan akhirnya Si On tidak dibenci
lagi. Dia juga belajar prosedur, belajar mengambil tanggung jawab meskipun
bukan dia yang melakukan kesalahan, dan dia pun jadi semakin dewasa. Dia dapat
membuktikan kemampuannya dalam merawat pasien, bahkan pernah mengoperasi
seorang pasien anak ketika RS ramai pasien dan para dokter sibuk menangani
pasiennya masing2. Orangtua para pasien anak pun akhirnya percaya pada kemampuannya.
Chief Go yang awalnya jahat, lama2 pun jadi luluh dengan pendekatan dari Si On.
(Chief Go ini nyebelin, tapi lucu tingkahnya, bikin ngakak.)

Ternyata ibu Si On bekerja di kantin rumah sakit. Tetapi Si
On tidak bisa mengingat wajah ortunya yang telah meninggalkannya sejak kecil.
Sementara itu, ayah Si On akhirnya muncul setelah melihat berita yang meliput
RS dan memunculkan wajah anaknya. Dia datang ke RS dan membuat keributan.
Ingatan Si On tentang ortunya awalnya menghilang, tetapi setelah ayahnya muncul,
dia ingat kembali atas pemukulan yang dialaminya saat kecil. Ia pun pingsan,
dan traumanya muncul kembali hingga dia tidak bisa maksimal bekerja. Rekan2nya
berusaha membuat Si On kembali seperti Si On yang dulu. Ia juga ingat pada
ibunya yang hanya meninggalkan sepucuk surat saat pergi. Awalnya dia benci sama
ibu yang meninggalkannya sendirian, tetapi sebenarnya dia sangat sayang sama
ibu. Lama2 akhirnya ia berhasil melawan traumanya, meski terkadang masih takut
sama bapaknya. Ayahnya punya kanker tenggorokan dan sudah tidak tertolong lagi.
Akhirnya, menjelang akhir hidupnya, ayah pun tidak jahat lagi padanya dan ibu.
Ayah ingin pulang ke kampung bersama ibu dan beberapa waktu kemudian, Si On
dikabari bahwa ayahnya meninggal.


Sementara itu, selain menceritakan dokter2an, di sini juga
diceritakan politik bisnis rumah sakit. RS ini adalah salah satu anak
perusahaan yang dipegang oleh Presdir Lee. Presdir Lee punya anak tiri yang
sangat membencinya, Yoo Chae Kyung, yang merupakan tunangannya Kim Do Han. Lalu
ada pula asisten direktur yang tampaknya membela direktur RS, tapi sebenarnya
punya siasat licik di balik itu. Dia bekerja sama dengan seseorang yang ingin
merebut RS itu. Orang itu bertanggung jawab atas kematian ayah Chae Kyung, tapi
karena Chae Kyung tidak tahu, dia pun kena diajak kerjasama oleh bujukan
asisten direktur. Chae Kyung ingin menjatuhkan ibu tirinya dan menduduki kursi
presdir. Karena ambisinya itu, dia nyaris putus dengan Do Han yang tidak suka
dengan cara kotornya. Akhirnya, setelah semua itu terbongkar, Chae Kyung pun
menyesal. Dia pun minta maaf pada Direktur Choi dan Presdir Lee, lalu bersama
memperbaiki segala yang dirusaknya. Dia memutuskan kerjasama dan mencari dana
untuk membayar hutang perusahaan.


RS kedatangan pasien anak korban kriminal. Untung anak itu
selamat, tetapi dia trauma sehingga tidak bisa bicara saat ditanyai oleh
polisi. Dia pun takut sama stetoskop yang dikira pisau karena terbuat dari
stainless steel. Kemudian Kim Do Han punya ide. Waktu ia ultah dulu, Si On
memberinya hadiah stetoskop warna kuning dengan bentuk panda di ujungnya. Dia
pun menggunakannya. Si On jadi terharu. Akhirnya anak itu pun bisa bicara
terbata2 ttg ciri2 pelaku, “Jenggot… luka di mata…”
Beberapa saat kemudian,
pelaku mendatangi kamar anak itu ketika anak dan ibunya sedang tertidur, serta
tidak ada penjaga. Do Han sempat berpapasan dan menyadari hal aneh ketika dia
ada di lift. Dia pun kembali. Lalu pelaku itu juga melewati Si On yang lagi
berdiri di daerah perawat. Si On yang curiga, mengikutinya. Benar saja, orang
itu menghunuskan pisau dan Si On pun menegurnya keras. Anak dan ibu terbangun.
Anak berteriak, “Ahjusi itu!” Do Han datang menghajar pelaku sementara Si On
membawa anak dan ibu itu keluar kamar. Saat Si On kembali, Do Han tertusuk
pisau di perutnya. Si On yang seumur hidup tidak pernah berkelahi, untuk
pertama kalinya menonjok pelaku itu. Si pelaku kabur sementara Si On menolong
Do Han. Tetapi tidak bisa kabur jauh, karena perawat laki2 teman Si On
menghalangi dan menghajarnya sampai babak belur. Ternyata perawat laki2 itu
mantan bos mafia.


Anaknya asisten direktur kena meningitis. Sudah dibawa ke
Boston, tapi tidak berhasil. Tim pedriatic mencari cara mengobati, hingga
akhirnya Yeon Seo pun mendapatkan caranya. Anak itu pun dibawa ke RS untuk
dioperasi. Saat mau operasi, tiba2 perut Do Han yang kena tusukan dan habis
dijahit itu terasa sakit hingga mengganggu jalannya operasi. Tetapi Do Han
tidak mau keluar dari ruang. Dia menyuruh Yeon Seo untuk menggantikan, tetapi
dia tetap didalam untuk memantau dan memberitahu langkah2nya. Anak asisten
direktur pun selamat. Merasa balas budi, dia pun menghentikan kerjasamanya
dengan orang yang ingin mengambil alih RS.

Setelah serius menceritakan kegiatan kedokteran di tim
pedriatic, kini kita beralih ke romantis-romantisan. Si On sering cegukan tiap
kali Yeon Seo melakukan skinsip. Dan lama2 dia juga sering deg-degan. Salah
satu pasien, In Hae, memberitahu kalau itu adalah tanda2 jatuh cinta dan
memberikan beberapa tips untuk menembak cewek. Setelah Si On akhirnya menyatakan
cinta, Yeon Seo belum bisa menerimanya karena Si On hanya dianggap sebagai
teman dan adik. Si On pun kecewa dan hubungan akrab mereka mulai merenggang.



Si On juga cukup akrab dengan Chae Kyung. Berawal ketika Si
On mengetahui bahwa Do Han adl tunangan Chae Kyung dan mereka berpacaran untuk
menikah. Si On pun bertanya pada Chae Kyung, bagaimana cara Do Han menembak Chae
Kyung dulu, karena Si On tidak berani tanya langsung ke Do Han yang galak. Tapi
Chae Kyung yang saat itu lagi perang dingin dengan Do Han, tidak ingat pada
masa2 romantis mereka dulu. Lalu Chae Kyung dan Si On pun jadi teman, Si On
juga pernah dibelikan sweeter.
Kedekatan Si On dan Chae Kyung membuat Yeon Seo
tidak suka. Dan akhirnya dia sadar bahwa dia sebenarnya juga ada rasa ke Si On.
Yeon Seo pun akhirnya mengaku bahwa dia menyukai Si On, dan mereka pun pacaran.
Meskipun awalnya banyak halangan, karena Si On takut orang2 akan mengejek Yeon
Seo karena mau2nya pacaran sama anak autis. Tapi mereka bisa melewati semua
itu. Si On pun mendapatkan kepercayaan dirinya untuk bersanding dengan Yeon
Seo.



Sementara itu, setelah Chae Kyung membuang ambisinya dan RS
kembali damai, Chae Kyung dan Do Han pun baikan. Do Han terus menyemangati saat
Chae Kyung susah payah memperbaiki segala kekacauan. Dan akhirnya, di suatu
malam, Do Han bolak balik kayak setrika di depan Chae Kyung.
Chae Kyung: “Kenapa? kau ingin bicara sesuatu?”
Do Han: “Aku bukan ingin bicara. Aku ingin melakukan
sesuatu.”
Do Han mengeluarkan kotak cincin dari sakunya. “Ayo kita
lakukan. Menikah.”
Haha… cara melamar yang sangat kaku, hambar dan sama sekali
tidak romantis, tapi malah lucu.



Tidak perlu sampai batas waktu yang telah dijanjikan,
Direktur Choi sudah bisa mendapatkan hasil, apakah Si On layak atau tidak
menjadi dokter. Semua tim Pedriatic, Kim Do Han, juga Chief Go, sepakat bahwa
Si On memang layak sebagai dokter yang baik dan berbakat. Si On pun mendapatkan
penghargaan sebagai anak keterbelakangan mental yang sukses menjadi dokter yang
kompeten.
Do Han meskipun galak, tapi dia sayang pada Si On seperti pada
adiknya yang juga keterbelakangan mental dan sudah meninggal. Ia pun menyuruh
Si On memanggilnya “Hyung” hanya ketika mereka sedang berdua.


Lalu setahun kemudian, Si On sudah punya rumah sendiri,
tinggal dengan ibu. Dia sudah jadi senior sekarang dan bisa marah2 sama
juniornya yang berbuat kesalahan. Dia meneladani cara marahnya Do Han, “Keluar!
Pulang sana!” Junior itu tingkahnya juga rada-rada, meskipun bukan
keterbelakangan mental. Chief Go mendekati junior itu dan menawarinya es krim
dobel. Ketika diputus, gede sebelah. Chief Go memberikan sebelah yang kecil
pada si junior, tapi si junior malah minta yang gede, hahaha… (dulunya Si On
pernah begini dengan Chief Go. Waktu Chief Go lagi galau, Si On memberinya es
krim, bagian yg kecil).

In Hye yang dulunya punya sakit lever dan sudah
ditransplantasi dengan lever kakaknya, akhirnya pulang (setelah melewati masa
kritis yang mengerikan). Dia berpesan agar Si On dan Yeon Seo akur, jangan
sampai putus, karena mereka adalah couple pertama hasil comblangan In Hye.
Sementara kakak In Hye berpacaran dengan salah satu rekan Yeon Seo di
pedriatic. Ending drama ini diakhiri dengan pertanyaan Si On pada Do Han,
bagaimana pendapat Do Han tentang bagaimanakah dokter yang baik itu?
“Every doctor who
wonders what kind of doctor he is, is a good doctor.”

End
Ann’s Note:
Seperti drama medical yang lainnya, tentang beleh-membeleh,
darah-darahan, dan tidak romantis. Drama ini cukup bagus bagiku, karena
mengambil tema tentang dokter yang keterbelakangan mental. Di dunia ini
kayaknya nggak ada deh, hehehe… dan kalaupun ada, reaksi pertama semua orang
pasti sama seperti ibu2 para pasien anak yang nggak percaya pada kemampuannya,
takut kalau anaknya malah celaka bahkan mati di tangannya. Itu reaksi yang
wajar.

Kisah masa kanak2nya rada sedih, bikin mewek. Waktu Si On
awal2 masuk dan dibully, rasanya kasihan banget ngeliatnya. Gue emang nggak
kuat kalau ngeliat yg autis2, bawaannya pengen nangis, kasihan soalnya. Waktu
nonton Miracle in cell 7 dan My Name Is Khan juga sampai banjir. Dan Joo Won
akting autisnya lumayan bagus, cuman lebih bagus aktingnya Sharukh Khan dan Ryu
Seung Ryung.
.jpg)
Sementara itu, mari kita bicarakan Kim Do Han alias Joo Sang
Wook. Kim Do Han tampak cool dan berkharisma. Seharusnya membuatku yang
melihatnya jadi kesengsem, seperti waktu melihat Choi Jin Hyuk yang jadi Kim
Won di Heirs. Tapi berhubung aku nonton Running Man episode 76, 77, dan 168, di
mana Joo Sang Wook yang jadi guest, aku malah sering ketawa2 sendiri,
membandingkan karakter cool Kim Do Han dengan karakter asli Joo Sang Wook yang
talkactive dan kadang rada2 lemot. Juga suara tawanya yang khas, “HA-HA-HA.”
Tapi walau bagaimanapun juga, Joo Sang Wook emang keren dan ganteng, meski di
usia hampir 40 tahun.


Dan seperti yang pernah aku bicarakan sebelumnya dalam
postingan Emergency Couple Synopsis, Good Doctor tidak lebih bagus daripada
Emergency Couple dari segi keseruan, ketegangan, serta kelucuannya. Tapi Good
Doctor masih lebih lumayan bagus ketimbang cerita dokter2an lainnya, dari segi
tema yang nggak biasa (dokter autis).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar