Jang Geun Suk as Han Jun Su
Moon Mason as Woo Rahm
Song Ha Yoon as Kim Byul
Ko Gyoo Phil as Gi Seok
Choi Jae-hwan as Choon-seong

Sinopsis:
Jun Su adalah siswa SMA yang sangat nakal, berandalan tukang
berantem. Dia sering dihukum wali kelasnya, tapi tetap bandel. Orangtua juga
sudah angkat tangan.
Suatu hari di sekolahnya ada siswi baru bernama Kim Byul.
Sebenarnya Byul sudah lama putus sekolah, padahal pintar. Tapi pintarnya luar
biasa, sampai bikin para guru ketakutan dan teman2 menjauhinya. Namun sejak
bertemu Jun Su, dia langsung jatuh cinta dan mendaftar di sekolah Jun Su, duduk
di sebelahnya.


Suatu hari orang tua Jun Su pergi dari rumah, hanya
menitipkan video selamat tinggal dan uang dalam cek yang tak seberapa. Jun Su
tak peduli. Dia mengajak 2 temannya untuk berpesta di rumah.
Saat sedang
berbelanja, tiba-tiba di trolinya sudah ada seorang bayi. Dia memberikan bayi
itu ke pusat informasi. Tetapi ada surat di keranjang bayi, “SMA Myung Seong,
Han Jun Su.” Berarti itu anaknya Jun Su! Dan Jun Su harus membawanya pulang.



Sejak itu hidup Jun Su jadi kacau. Tidak ada orang tua,
kedatangan anak bayi. Dia memikirkan wanita mana yang pernah dia tiduri, dan
ditanyai satu persatu. Dan semuanya menampar pipinya. Tidak ada yang mengakui
anak itu. Dia bahkan ingin membuang anak itu di tong sampah, tapi tiba2 ada
suara dari pengeras suara CCTV untuk melarang membuang sampah pada hari itu.
Lalu dia bertemu dengan seorang bapak yang awalnya juga mau membuang bayi.
Mereka pun saling sharing dan menguatkan. Lalu ada bapak lagi yang bawa bayi.
Mereka pikir bapak itu mau membuangnya, ternyata tidak. Bapak itu punya klub
‘Single Father’ yang mengajari bapak2 untuk merawat bayi.
Jun Su membawa Woo Rahm (bayinya) ke sekolah, dibantu oleh
Byul yang merawatnya. Tapi guru2 keberatan karena mengganggu pelajaran siswa
lain. Jun Su terancam dikeluarkan, namun wali kelasnya berusaha keras untuk
mempertahankan. Byul juga mendukung.

Saat Jun Su naik kereta, dia ketiduran. Pas bangun, dia
langsung turun dari kereta. Tapi dia sadar kalau Woo Rahm ketinggalan. Dia
mengejar kereta, tapi tiba2 berhenti. “Eh, ini kan kesempatan.” Dia pun pulang
sendiri dan merasa bebas. Tapi barang2 Woo Rahm mengingatkannya. Dia pun
kembali ke stasiun. Dia tidak bisa beralasan macam2 karena sudah terekam CCTV.
Dia pun pura2 nangis.

Jun Su diskors sementara. Dia bekerja part time untuk
bertahan hidup. Namun tak banyak yang menerima orang yang mau kerja dengan bawa
bayi. Dia juga mencari asi untuk Woo Rahm yang tak bisa minum susu formula.
Lama2 dia pun menyayangi Woo Rahm dan berusaha keras jadi ayah yang baik. Tapi
dia stress akibat tekanan hidup ini.
![[fullsizephoto59810.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilgV2x5C9ahyf_MkE6IqOwQKYzhkXjhSGmahEFFXdnyVde_bU9ESFe9WI8t85Nd2cZ4410XchdT_BDkULYdPDsHrzXmJUh15yVQua18Y_DupWUHW7gUHqoqpJ2ZPD8vcMGY0hy4bp6VZY/s400/fullsizephoto59810.jpg)

Ternyata ortu Jun Su nginap di sauna umum. Suatu hari ada
keluarga besar, suami istri dengan 9 anak, tapi anak tertua tidak ikut. Mereka
adalah keluarganya Byul. Salah satu anak tak sengaja menyenggol minuman mama
Jun Su sampai tumpah. Mama Jun Su dan mama Byul jadi berantem karena mama Jun
Su mengejek mama anak itu yang tidak mengajar anak dengan baik. Tapi ternyata
papa-papa itu saling kenal. Mereka pun berdamai. Mama Byul bercerita tentang
Byul yang sekarang membantu temannya laki2, yang ternyata sudah punya anak.
Orang tua anak itu kabur dari rumah, meninggalkan sang anak dengan cucu yang
masih bayi. Papa Jun Su ngamuk2, merasa ortu anak lelaki itu sangat kejam.
Padahal dia tidak tahu kalau anak yg diceritakan itu adalah anaknya sendiri.

Suatu hari mama Jun Su mengecek rumah. Di depan pagar dia
bertemu dengan seorang cewek SMA sambil menggendong bayi.
“Kau siapa?”
“Aku mengasuh bayi ini.”
“Bayi siapa?”
“Pemilik rumah ini.”
Mama Jun Su pun langsung berpikir kalau suaminya selingkuh
dan punya anak haram. Dia memarah2i suaminya yang tidak tahu apa2, bahkan
disiram sama mi instan.


Jun Su sudah tidak punya uang. Dia lapar, dan akhirnya
membeli susu kotak. Dia minum separuh, lalu memberikan separuhnya untuk Woo
Rahm, pakai jari. Tapi susunya tumpah tak sengaja. Lalu dia melihat orang mabuk
yang pingsan di dekatnya. Dia pun mencopet dompet orang itu. Ternyata orang itu
masih sadar dan mengejarnya. Jun Su menyetop taksi dan segera naik. “Ayo pak,
cepat!” eh, ternyata ini bukan mobil taksi, melainkan mobil polisi. Hahaha… Jun
Su pun ditebus oleh wali kelasnya, yang malah dikira ibu dari Woo Rahm. Wali
kelas memberikan uang untuk Jun Su.


Sampai di rumah, ternyata ortu Jun Su sudah pulang. Jun Su
pun menjelaskan kalau Woo Rahm adalah anaknya dengan salah satu wanita yang
pernah ditidurinya. Tapi wanita itu tak ada yang mau mengakuinya. Dia menangis
minta maaf pada ortunya, juga karena begitu berat menjadi ayah yang baik.
Ortunya pun memeluknya dan akan membantu menjaga anak itu.


Papa Jun Su menghadap kepala sekolah, minta tolong agar Jun
Su jangan dikeluarkan. Tapi kepsek bersikeras, karena Jun Su bisa memberi
pengaruh buruk untuk anak2 lain. Lalu Byul datang, mengatakan kalau tidak ada
peraturan sekolah yang berbunyi kalau tidak boleh bawa bayi ke sekolah. Kepsek
pun terdiam. Tiba2 mama menelepon, kalau Woo Rahm masuk RS karena sakit.
Ternyata mama Jun Su sempat pilek2 dan menular. Tapi karena kenanya ke bayi,
jadi parah (pneumonia).

Jun Su duduk di pinggir sungai Han bersama Gi Seok,
sahabatnya. Gi Seok menceritakan sesuatu. Ternyata Woo Rahm adalah anaknya Gi
Seok. Ibunya Woo Rahm menaruh Woo Rahm di depan rumah Gi Seok. Tapi karena Gi
Seok orang miskin, dia pun menaruh bayi itu di trolinya Jun Su. Jun Su marah
dan menghajarnya. Akhirnya Woo Rahm kembali kepada Gi Seok.


Jun Su menyangkal kalau dia merindukan Woo Rahm, hingga pada
suatu hari Woo Rahm akan diadopsi orang bule dan akan dibawa ke amerika. Byul
sudah memberitahu Jun Su. Jun Su sadar kalau dia menyayangi Woo Rahm, lalu
kebut2an menuju bandara. Jun Su menerobos keamanan bandara sampai dikejar2. Pas
ortu angkat Woo Rahm mengantri mau naik pesawat, Jun Su tertangkap. Dia
meronta2 sambil berteriak, “Kembalikan anakku!!!” Woo Rahm menangis, ingin
bersama dengan Jun Su.

Akhirnya Woo Rahm tidak jadi diadopsi. Jun Su dan Gi Seok
merawatnya bergantian. Mereka duduk di taman. Byul memberi tanda agar Gi Seok
dan Choon Seong meninggalkan mereka berdua. Tiba2 Byul mencuri ciuman Jun Su
dan kabur. Tapi Jun Su tidak marah. Dia tersenyum dan bermain-main dengan
anaknya.

Di akhir film, ada cuplikan masa lalu, ternyata dulu ortu Jun Su juga melakukan hal yang sama dengan kisahnya Jun Su ini. Jadi mamanya Jun Su meninggalkan Jun Su yg bayi di depan rumah papanya Jun Su. Nasib papanya Jun Su jadi sama dengan si Jun Su. Ah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, bedanya cuman si Woo Rahm bukan anak kandung Jun Su.
THE END

Coment:
Gyaaa… si Woo Rahm lucuuuuu… pinjeeemmm!!!
Ternyata si lucu ini adalah anak blasteran kanada-korea. Namanya Moon Mason. Bapaknya bule, mamanya korea dg nama marga Moon. Aku pernah lihat keluarganya di salah satu episode We Got Married, pasangannya Kwang Hee. Dia tiga bersaudara, tapi lupa mana yg kakak mana yg adik. Nama2 mereka: Moon Mason, Moon Maven, Moon Maden.
Ternyata si lucu ini adalah anak blasteran kanada-korea. Namanya Moon Mason. Bapaknya bule, mamanya korea dg nama marga Moon. Aku pernah lihat keluarganya di salah satu episode We Got Married, pasangannya Kwang Hee. Dia tiga bersaudara, tapi lupa mana yg kakak mana yg adik. Nama2 mereka: Moon Mason, Moon Maven, Moon Maden.
![[fullsizephoto59815.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0rXnuSg-a4-V5lqC0MVGpQfiTrFVtN7e8gBy9mL6Z2Ux-6dC3AyRZ6Js-4RpxfJJ3n2ocmRFRLUBmH6mOLmEMYAaSqt8amlD03jtbU_AdqfyUXN4dZ4q2cUly1hTeQqWz2afIEya0joU/s400/fullsizephoto59815.jpg)
Sudah lama aku emang pengen nonton film ini. Akhirnya
kesampaian juga… ceritanya lucu sekaligus mengharukan.
.png)
Gambar2:
google

Tidak ada komentar:
Posting Komentar