
Jae Ha sedang menghadiri pesta dunia perfilman ketika kabar
mangkatnya Raja dan Ratu dikabarkan. Belum lagi Jae Shin ditemukan terjatuh
dari tebing dan kakinya lumpuh. Dia mengalami amnesia separuh, jadi tidak
mengingat detil kenapa dia bisa sampai jatuh dari jurang. Dan sang pangeran
manja dan kekanak-kanakan, tiba-tiba dilantik menjadi seorang raja yang harus
dewasa dan berwibawa. Semua kekacauan ini terjadi secara tiba-tiba. Jae Ha
tidak siap. Hang Ah berusaha menyemangati calon tunangannya. Mereka minum
bersama di sela2 kesibukan Jae Ha, hingga ML. Sementara itu Sekt. Kim
mendapatkan pesan sebuah foto vila yang ada tulisan dibawahnya “thank you for
your help”. Dia sadar, bahwa dia bertanggung jawab atas kematian Raja. Sekt.
Eun yang selama ini adalah seorang yg perfeksionis, tidak ingin ada noda dalam
kehidupannya. Ia pun menyangkal bahwa ia telah menerima suap yang membuatnya
membocorkan tempat berlibur Raja yang berakibat sefatal ini. Tanpa dia sadari,
penyangkalan itu membuatnya terseret semakin dalam di permainan mengerikan John
Mayer.

Dengan manipulasi John, Korut tertuduh sebagai pelaku
pembunuhan Raja Korsel, dan Hang Ah yang merupakan warga Korut pun jadi
tersangka yang dianggap membocorkan rahasia tempat berlibur raja. Dua kali dia
terpaksa pergi ke persidangan. Padahal Jae Ha melarang, dan Hang Ah sebenarnya
tidak ingin pergi. Tetapi pesan2 mereka tidak pernah sampai di telinga masing2,
karena perantara mereka, yaitu sekt. Eun, membalikkan informasi tersebut.
Kesalahpahaman dan ketidakpercayaan menghantam cinta mereka yang masih lemah.
Pertengkaran terjadi dan mereka saling menghina, puncaknya Jae Ha mengusir Hang
Ah untuk pulang kembali ke Korut. Hang Ah sangat terluka diusir seperti itu.
Jae Shin dan ibu mereka memarahi Jae Ha yang begitu emosian sampai mengusir
gadis sebaik Hang Ah. Jae Ha pun menyesal, tetapi tidak bisa mengejar Hang Ah
yang sudah sampai di Korut.


Beberapa waktu kemudian, Hang Ah masuk rumah sakit setelah
sakit perut hebat. Ternyata dia sedang hamil setelah ML sama Jae Ha kapan hari,
dan dia mengalami keguguran karena stress pasca pengusiran. Warga Korut gempar,
menghina dina raja Korsel, sedangkan warga Korsel tidak terima raja mereka
dihina, balas menghina Hang Ah yang dianggap murahan. Jae Ha ingin pergi ke
Korut untuk bertanggung jawab, tetapi sekt. Eun terus menghalangi. Kemudian
secara diam2 dia merekam konferensi pers untuk ditayangkan besok jam 10, lalu
diam2 pula dia pergi ke Korut hanya ditemani Eun Shi Kyung, Dong Ha dan sedikit
bodyguard. Dia sempat tertolak dan hampir ditembak, tetapi dia tidak menyerah
untuk bertemu dengan gadis yang dicintainya untuk bertanggung jawab. Setelah
ketemu, dia memberikan Hang Ah sepaket krim perawatan wajah. Tapi Hang Ah tak
mau menerima maaf dari Jae Ha yang dianggapnya tidak tulus (masa cuman ngasih
krim wajah? Murah sekali). Tapi Jae Ha tidak menyerah. Dia keliling Korut
sambil dishooting untuk memperkenalkan Korut pada dunia luar.


Pada jadwal terakhir Jae Ha yang berkunjung di taman
hiburan, John mulai bergerak untuk menggangu. Dia menggunakan tentara Korut
yang anti Korsel untuk membunuh Jae Ha. Sementara itu Hang Ah tak sengaja
mendengar rencana kepala tentara yang akan membunuh Jae Ha. Tetapi dia tidak
bisa menolong Jae Ha karena dikurung dirumah oleh ayahnya yang tidak ingin dia
ikut campur. Dia dijaga oleh 2 tentara wanita yang kini sedang asyik mencoba
produk yang diberikan Jae Ha. Ternyata di bawah produk itu, ada produk buatan
tangan Jae Ha sendiri yang diberi ‘merk’ : “Maafkan aku” “Terima kasih” “Aku
mencintaimu”. Kini Hang Ah bisa melihat ketulusan Jae Ha. Dia melumpuhkan 2
tentara wanita itu, lalu mengajak 2 temannya di WOC untuk menolong Jae Ha yg
berada di ujung kematian.


Saat naik bianglala, tiba2 lampu dan mesin bianglala mati,
lalu muncul tentara2 anti Korsel mengepung sambil membawa bom bunuh diri. Ketua
mereka membacakan sebuah petisi, tetapi kemudian berhenti di tengah2 dan
memberikan sebuah rekaman di Ipad kepada Jae Ha. Rekaman John Mayer yang
mengancam Jae Ha. Tetapi bukannya takut, Jae Ha balik mengancam John.

Dan tiba2
lampu menyala lagi, disertai serangan dari anggota WOC, plus Hang Ah. Singkat
cerita, mereka pun dilumpuhkan dan atasan mereka juga ditangkap saat akan
melarikan diri. Setelah selesai menolong, Hang Ah akan pulang dengan mobil
jeep, tetapi Jae Ha menghalangi jalannya. Jae Ha pun melamar Hang Ah secara
resmi.
Kembalinya Hang Ah ke Korsel mendapat tentangan keras dari
warga Korsel. Belum lagi Jae Ha yang sekarang sudah jadi raja, tetap akan ikut
di WOC. Jae Ha pun membuat sebuah perjanjian, jika mereka bisa masuk babak 2
WOC, maka warga harus merestui pertunangan mereka. Tetapi kalau mereka kalah,
maka pertunangan dibatalkan.

Mereka pun pergi ke kompetisi, minus Shi Kyung
yang harus mendampingi Jae Shin menjadi ratu pengganti sementara Jae Ha. Dia tidak
mau jadi ratu pengganti kalau Shi Kyung tidak mendampinginya. Jae Shin yang
lumpuh kini tidak pede lagi menghadapi khalayak umum. Saat ada pertemuan resmi
di Jeju, John mengacau lagi, padahal Jae Shin sudah berusaha menaikkan percaya
dirinya. Saat dipanggung, tiba-tiba lagu pengiring membuat Jae Shin sesak. Lalu
dia melihat seorang wanita bule dengan dandanan gothic berdiri di depan pintu,
membuatnya ketakutan. Untung ada Shi Kyung yang langsung menangkap wanita itu
yg adalah Bong-Bong. Tetapi Bong-Bong terpaksa dibebaskan karena tidak cukup
bukti, bahkan Shi Kyung dipaksa untuk meminta maaf di hadapan John. John
menawarkannya untuk bekerja dengan dirinya, tetapi Shi Kyung menolak.


Sementara itu di WOC, tim Korea apes karena dalam babak 1
sudah harus berhadapan dengan tim USA yang sangat kuat. Dan mereka hampir saja
didiskualifikasi gara2 salah satu anggota dari Korut yang tidak bisa menahan
emosi, menghajar tim USA gara2 merasa terhina dan kepalanya sempat ditepuk2
oleh tim USA. Padahal tepukan itu sebenarnya hanya candaan khas Amrik, tetapi
orang Korea menganggap tepukan dikepala adalah hinaan. Jae Ha sampai harus
memohon maaf kepada tim USA, untungnya anggota Korut itu muncul dan meminta
maaf sedalam2nya. Anggota tim USA pun lapang dada dan memaafkan mereka, serta
minta maaf juga karena nggak tahu kalau menepuk kepala itu penghinaan.
Survival game pun dimulai. Masing2 tim diberi 1 kunci
speedboat yg hanya bisa jalan kalau ditusuk 2 kunci. Jadi mereka harus merebut
kunci tim lawan untuk memenangkan game. Kalau tertembak maka akan ada tanda
alarm “luka parah” atau “mati”. Dalam awal game, Korea sudah kalah karena kunci
itu berhasil diambil USA setelah sempat ‘jalan-jalan’ di dalam perut anggota
tim korut. Setelah bertanya bagaimana cara lain memenangkan game tanpa harus
didiskualifikasi, Jae Ha putar otak susun rencana. “Yang tidak dimiliki oleh
tim Negara manapun adalah, seluruh warga Korea ikut Wajib Militer, dan disela
kebosanan, maniak game sepertiku telah melakukan banyak hal gila.” (Jae Ha).
Mereka mengempesi boat dan disembunyikan. Lalu dengan
handphone dan elektroda, Jae Ha merancang bom yg dipasang di kompor yg saluran
gasnya dibocorkan. Tapi kurang 1 lagi setelah anggota lain memancing tim USA.
Jika pusat komunikasi dan perbekalan dihancurkan, maka mereka bisa menang dan
sah. Singkat cerita, tim USA tinggal 3 orang dengan 1 orang disandera Korea.
Ketua tim disuruh keluar oleh Hang Ah sementara Jae Ha akan memasang 1 bom
lagi. Tapi ada 1 anggota USA di dalam. 1 bom meledak tepat di belakang pintu tempat
anggota USA berdiri, padahal Jae Ha sudah menyuruhnya minggir. Dia pun memasang
bomnya. 1 bom meledak lagi. Tinggal bom terakhir yang Hang Ah tidak tahu, sudah
jadi atau belum. Jika Hang Ah menekan sekarang, maka Jae Ha bisa saja mati
sebelum keluar dari tenda. Tapi jika tidak ditekan sekarang, mereka kalah.
Sebelumnya Jae Ha menyuruh Hang Ah untuk percaya padanya, bahwa apapun yg
terjadi, Hang Ah harus menekan tombol tepat waktu. Dan Hang Ah percaya pada
calon tunangannya. Dia menekan dan meledak, lalu berlari mencari2 kekasihnya
diantara puing tenda. Ternyata Jae Ha selamat dan sempat pula menarik tubuh tim
USA yang pingsan.
Gara2 dibom (beneran), tim USA tidak punya bekal makanan.
Akhirnya mereka pun berbagi makanan dan korea diberikan desert dari USA.
Sementara itu para komandan dan juri berdiskusi, sulit menentukan pemenang
gara2 bom ini. Sementara itu Korea mengajak USA untuk naik speedboat bersama.
Mereka pun bertukar tempelan bendera di lengan mereka. Mereka jadi teman baik.
Dan akhirnya Korea pun menang hingga babak semifinal. Mereka yg awalnya tidak
pernah juara, jadi juara 4. John tentu tidak suka dengan kemenangan ini, karena
itu artinya pertunangan korut-korsel jadi digelar, semakin mendekati
perdamaian.
Dan pertunangan pun digelar dengan indah, seperti
pernikahan. Lalu tiba2 muncul rekaman Jae Kang yang baru ditemukan di arsip
kerajaan, membacakan perjanjian pertunangan (seperti yg dilakukan pendeta waktu
pernikahan). Selain perjanjian biasa, ada satu tambahan khusus dari Jae Kang,
bahwa mereka harus berjanji, mereka akan membawa perdamaian bagi Korut-Korsel.
special picture, The Engagement Ceremony:







Tidak ada komentar:
Posting Komentar