
Eun Ho terkejut bisa bertemu lagi dengan ibunya. Ia refleks
melindungi ibunya dari serangan Moo Young, bahkan tak percaya bahwa yg sekarang
ini bukanlah ibunya, tapi iblis bernama Moo Yeon. Bahkan setelah Wanita iblis
mengeluarkan hantu2nya, ia pun tetap percaya bahwa wanita itu adl ibunya. Wanita
iblis pun menghunus belati “Jadi, kau adalah putra wanita ini?” tiba2 belatinya
jatuh karena ia merasa roh ibu yg asli berontak dan memanggil2 nama Eun Ho. Saat
ini dipakai Moo Young u/menyerang dan mendorong Eun Ho sampai jatuh. Ia menusukkan
belati ke dada wanita itu tapi nggak bisa nancep. Eun Ho bangun dan mendorong
Moo Young. “Eun Ho, dia bukan ibumu!” saat2 seperti ini digunakan Wanita iblis
untuk mengeluarkan hantunya dan kabur.
Joo Wal berjalan2 dan melihat pintu pondok terbuka. Ia penasaran
dan masuk, kaget melihat wanita iblis muncul dari lantai dg sempoyongan. Joo
Wal pun menolongnya. Lalu terdengar suara Eun Ho yg berteriak “Ibu!!!” Joo Wal
heran, tapi segera membawa wanita itu pergi. Eun Ho dan Moo Young selesai
membereskan hantu2. Eun Ho pergi mengejar ibu sedangkan Moo Young menyedot
sisa2 hantu dalam guci. Sementara itu Choi mencari2 wanita iblis tapi tak
menemukan dimanapun dan heran melihat pondok kecil terbuka, lebih heran lagi
melihat lantai yg terbuka. Tambah heran lagi melihat gua dalam tanah. “Apa2an
ini!!!”
Arang masih penasaran soal tubuhnya, juga kipas Eun Ho
karena ukiran di kipas itu familiar, seperti pernah di lihat di jalan menuju
akhirat. Ia masuk ke kamar Eun Ho mencari, tapi tentu saja ngga nemu, malah
nemu binyeo.lalu Eun Ho datang dan duduk bersandar dg lesu dan pandangan
kosong, mengacuhkan pertanyaan2 Arang. Eun Ho hanya bilang, aku bertemu ibuku. Ia
ingin sendiri sekarang dan Arang pun mengerti, ia membawa pergi binyeo itu. Sementara
itu Wanita iblis sudah di tempat aman. Wanita iblis bertanya apa yg digoa tadi
adl hakim baru? Joo Wal mengiyakan dan tanya apa dia ngga salah dengar, kalo
Eun Ho memanggilnya ibu? “Jika ia memanggilku begitu, berarti memang begitu.”
Joo Wal pun tanya, siapa … tidak, apa sebenarnya wanita ini? “Aku… bidadari surga.”
Joo Wal kaget.
Akhirnya Raja Neraka mau bicara dg Moo Young. Ia menjelaskan
kalo grim ripper tak bisa menyentuh manusia, makanya belati Raja Surga nggak
mempan. Mereka cuman mau menguji Moo Young dg belati itu. Itu hanya bisa
dipakai setelah Moo Yeon meninggalkan tubuh manusia itu. Sementara itu, Arang
terbangun karena mendengar suara memanggilnya. Ia masuk ke kamar Seol Im dan
bertemu dg Bibi pengasuh yg sudah jadi hantu. Arang tanya apa yg terjadi? Bibi
menceritakan ttg Choi yg memanggilnya dan akhirnya membunuhnya. Sebelum ke
akhirat, ia ingin bertemu nonanya dulu. Ia baru tahu kalau nonanya kehilangan
ingatan, bahkan tak ingat ttg Joo Wal lagi. Bibi cerita bahwa pertunangan itu
dibatalkan oleh pihak Joo Wal, sejak itu Seol Im selalu menangis dan sakit. Ia tiap
hari ke jembatan pertama kali bertemu Joo Wal, siapa tahu ia bisa bertemu pria
itu. Sungguh kisah yg menyedihkan, tapi sedalam apapun Seol Im mencintainya,
kini sudah terhapus dalam ingatan. Sebelum pergi, bibi memberitahu kuburannya
dan papan nama pembunuhnya yg sempat ia ambil sebelum menghembuskan napas
terakhir.
Eun Ho terbangun dg posisi yg sama seperti semalam. Ia masih
mengabaikan Arang, tapi Arang mengerti dan tak mengganggunya. Eun Ho bingung,
ia ingin mengirim Arang ke surga, tapi nyatanya ibu kandungnya terlibat dlm
semua ini. Ia kembali ke gua di rumah Choi. Choi muncul “Jadi kau yang
mengacak2 rumahku?” Eun Ho balas bertanya, dimana Wanita itu dan mengapa Choi
membangun gua ini? Choi tidak tahu apa2, ia hanya membiarkan ‘makhluk aneh’ itu
tinggal di rumahnya, sebagai ganti penyembuhan penyakitnya juga kekayaan dan
kekuasaan yg didapatkannya. Selebihnya ia tak tahu apa2 dan Eun Ho yg harus
mencari sendiri. Tapi Eun Ho tetap mengancam dan mencurigai Choi. Setelah Eun
Ho pergi, Choi segera menyuruh pelayannya membakar pondok wanita iblis juga
menutup goa rahasia.
Bang Wool merengek pada leluhurnya. Kini ia sudah bisa
melihat hantu, tapi malah tak bisa mendengar mereka. Ia kedatangan hantu
ibunya, tapi tak bisa mendengar apa permintaan ibunya. Arang datang ‘menerjemahkan’
perkataan hantu ibu itu. Lalu ia melihat2 buku mantera dan menemukan ukiran yg
sama dg di kipas Eun Ho. Bang Wool menjelaskan kalo itu gambar u/membuka pintu
akhirat, gambar khusus milik Raja Surga. Setelah Arang pergi, giliran Eun Ho yg
datang, menanyakan ttg shaman pembuat mantera pengisolasi itu, apakah juga bisa
‘menguasai’ tubuh orang lain? Dan roh tubuh yg asli bagaimana nasibnya? “Sebenarnya,
roh tidak mati. Semangat pemilik tubuh harus hadir untuk dapat mempertahankan
kepemilikan. Tapi jika tubuh dimiliki dan dibatasi oleh roh yang lain maka itu
tidak berbeda dengan mati. Jika semangat itu tak ada, maka tak ada pula cara
untuk menyelamatkan jiwa si pemilik jasad.”
Joo Wal dan tuan Choi berbincang soal Wanita iblis yg
ternyata adl bidadari surga. Choi terbahak, malah mengira makhluk itu adl ular
yg tinggal di lubang. Joo Wal tak percaya bagaimana mungkin Choi bisa ngga
sopan sama ‘nyonya’ yg sudah membuatnya kaya raya itu? Joo Wal masih memanggil
wanita itu nyonya, sedangkan Choi udah ngga respek lagi. Joo Wal pun kembali ke
kamarnya dan menyuruh pelayan pribadinya merawat seseorang. “Apakah orang itu
adl wanita yg tinggal di bangunan belakang?” Joo Wal masih pura2 tak tahu
sambil diam2 mencengkeram bantalnya. Rupanya pelayan itu sudah tahu segalanya,
juga apa yg dilakukan Joo Wal tiap bulan purnama. Pelayan bisa mengerti keadaan
Joo Wal waktu kecil yg sangat miskin, hingga ia pun berjanji akan selalu
melindungi Joo Wal. Ia sendirilah yg membawa Ny. Seo (ibu Eun Ho) datang ke
rumah ini karena dia terus memohon u/ bekerja di sini. Tapi dia malah meracuni
tuan Choi dan ketahuan. Ia hampir saja dibunuh kalau saja pemilik bangunan
belakang sebelumnya tak menolongnya. Dan beberapa saat kemudian, gentian Ny.
Seo yg jadi pemilik bangunan belakang itu.
Arang dan Joo Wal ke kedai, Arang menolaknya. Joo Wal sedih
tapi ia berkata “Dapatkah kau berjanji padaku satu hal? Tidak peduli apapun,
kau tidak akan menyerah hanya demi untuk mendapatkan sesuatu yang kau
inginkan.” Mereka pun jalan ke kantor dan Arang memberikan diary Seol Im pada
Joo Wal, “Setidaknya ada satu orang yang menyimpanmu dalam hatinya.” Joo wal
pulang dan berpapasan dg Eun Ho yg tampak cemburu dan langsung tanya pada Arang
apa yg mereka lalukan. Ia baru tenang setelah tahu Arang Cuma memberikan diary
Seol Im. Mereka sama2 melihat bulan dan Eun Ho meletakkan kepalanya di bahu
Arang. “Sebentar saja…” sementara itu Joo Wal sampai di rumah dan membaca diary
Seol Im.
Besoknya, tampak banyak pria berlari2 bersama Geo Deol (anak
buah Choi), mereka adl bodyguard baru Choi. Sementara itu Arang berputar2
didepan kamarnya sambil berpikir dan menggenggam binyeo. Tiba2 ingatannya
muncul. Malam itu, dia berjalan di bawah bulan purnama, lalu melihat Joo Wal
berdiri menyambut kedatangan seorang wanita yg menggunakan binyeo itu di
rambutnya. Pasti itu ibu Eun Ho, tapi kenapa bisa bersama dengan Joo Wal? Ingatannya
berhenti sampai di situ. Sementara itu Eun Ho mencari titik terang misteri dari
awal. Ia menemui ahjuma yg katanya pernah bertemu ibu Eun Ho. Ahjuma itu pun
mengaku, waktu dulu ia berbohong karena ia sempat sekali bertemu wanita itu yg
menanyakan ttg Tuan Choi. Ia tak berani bilang apapun ttg Tuan Choi, karena
mereka bisa mati. Eun Ho pun menjelaskan kalau ada apa2, mereka bisa datang
padanya dan ia akan menyelesaikan segala kesulitan mereka, termasuk ttg Tuan
Choi. Sepulangnya, ia menyuruh Dol Soe mencari tahu ttg hub ibu dan Choi, juga
apa saja kejahatan Choi.
Arang datang ke jembatan, berpapasan dg Joo Wal yg mau ke
kantor mengembalikan diary. Ia tak sanggup menerima hati Seol Im. Arang tanya,
apa Joo Wal tak ingin tahu bagaimana Seol Im mati? Joo Wal tak ingin tahu,
sejak dulu ia memang tak peduli. Ia hanya mempercayai rumor yg tersebar, tapi
setelah tahu isi hati Seol Im sebenarnya, mungkin dia akan mencari tahu apa yg
terjadi. “Tuan ada dimana tiap bulan purnama?”tanya Arang. “Aku di jembatan
ini. Bulan tampak indah dari sini.” Joo Wal pergi meninggalkan Arang yg masih
berdiri di situ. Tiba2 kelebat ingatan muncul di penglihatannya. Ia mengingat, ia
menarik binyeo dari rambut ibu di gubuk dekat kuburan masal itu. Ibu tetap
berjalan pergi bersama Joo Wal didepannya. Jadi, mengapa mereka ada di situ?
Arang dan Eun Ho bertemu dan akhirnya mengugkapkan segala
temuan yg mereka dapatkan. Mereka menarik kesimpulan, kalau segalanya sudah
jadi rencana Raja Surga. Arang pun meminta Eun Ho segera mencari pembunuh bibi
pengasuh. Tapi ia tak cerita ttg ingatannya ttg ibu dan Joo Wal. Ia ingin
mengingat lebih jelas dulu. Besoknya, pasukan dikerahkan u/mencari mayat bibi.
Hyung Bang, salah satu dari 3 pejabat akhirnya menentukan pilihan bahwa ia akan
berada di pihak Hakim. Mereka pun akhirnya menemukan mayat bibi. Arang
bersikeras melihat jasad bibi walaupun dilarang Eun Ho. Ia membelai pipi dingin
bibi “Kau pasti kedinginan.” Ia pun ingat ttg name tag pembunuhnya yg akhirnya
ditemukan dari balik baju bibi. Nama Geo Deol. Geo Deol pun ditangkap dan para
warga merasa lega karena sudah punya hakim yg bisa dijadikan sandaran.

Malamnya,
putri bibi datang dg bayinya, berterima kasih pada mereka. Arang dan Eun Ho
ngobrol. Arang baru tahu rasanya kehilangan setelah kematian Bibi. Pasti ini
juga yg dirasakan bibi saat melihat jasad Seol Im. Arang sedih karena baru
menyadari ada orang lain yang ternyata menangis untuknya. Andai ia tahu dari
sebelumnya, ia akan lebih mudah mengetahui tentangnya dan Joo Wal yaitu
bertanya langsung pada nenek. Eun Ho menghibur, itu sudah rencananya Raja langit. Bisa saja kalau
Arang menemukannya lebih cepat, Arang pasti sudah jatuh cinta padanya. Seperti
Seol im dulu.
Arang: “Mungkin itu yang akan terjadi”
Eun Ho mulai cemburu lagi :“Apa? mungkin itu yang akan
terjadi?”
Mereka beralih ke Choi yg penasaran dg identitas
Arang, juga Joo Wal yg mungkin juga tahu ttg hal ini. Tapi dalam hati Arang tak
percaya, tak mungkin Seol Im mencintai orang sejahat itu. Pasti ada alasan
lain.

Joo Wal bertanya pada Wanita iblis, apakah dia yg
membunuh Seol Im? Wanita iblis mengiyakan, karena Seol Im datang ke gubuk dan
melihat segalanya, oleh karena itu dia harus mati. Selam ini Joo Wal tidak
ingat segala pembunuhannya karena ia selalu minta wanita iblis menghapus
ingatannya. Tapi wanita iblis tidak bilang kalo Seol Im adl Arang sekarang. Di
langit, Raja Surga mengaku kalau ia tak bisa memperdiksi segalanya. Ia baru
tahu kalau roh ibu Eun Ho begitu kuat hingga membantu melemahkan Moo Yeon. Sementara
itu Moo Young melamunkan Moo Yeon. Dulu, Moo Yeon selalu memanggilnya kakak,
tapi Moo Young menegur kalau di Surga, sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Juga
tidak boleh ada keinginan dan ambisi, itu sebabnya Moo Yeon ingin kembali jadi
manusia. Karena ia memiliki ambisi untuk memiliki sesuatu.


Arang ke hutan kuburan masal untuk mencari ingatan,
pas Joo Wal juga ada disana dg tujuan yg sama. Joo Wal menghindar, tapi arang
terus menyelidiki, “Waktu Lee Seol Im mati, apa kau juga ada disana?” Joo Wal tak
menjawab dan pergi. Arang menangis. Sementara itu, tuan Kim, ayah Eun Ho,
datang ke kantor. Semuanya heboh menyambut kedatangannya. Ia datang karena
penasaran dg surat Eun ho yg menanyakan ttg Choi. Ayah pun cerita kalo dulu
kakek Eun Ho adl wakil perdana menteri yg mencoba u/menghukum Choi yg semena2. Tapi
Choi dg segala kelicikannya membalikkan fakta dg menuduh kakek sebagai
pemberontak hingga semua keluarga ibu terbunuh kecuali ibu. Setelah memberi
nasehat2, ayah pun pergi. Ia membatin, apakah ibu Eun Ho benar2 datang jauh2
kemari? Untuk apa? Membunuh penjahat itu?


Arang gelap2an di kamar Seol Im, bicara pada ‘Seol Im’
di cermin, jika ingin ke surga, ia harus
menemukan dan membunuh orang yg membunuhnya. Tapi apakah itu yg Seol Im inginkan?
karena bisa jadi yg membunuhnya adl Joo Wal, pria yg dicintai Seol Im. Lalu Eun
Ho datang dan melihat sisa air mata Arang, tapi tak bertanya apapun karena jika
ingin cerita maka Arang bebas bercerita. Ia pun mendatangi orang yg mau
menceritakan ttg ibunya, bahwa ibu pernah datang ke rumah Choi sebagai pelayan
dapur dan hampir meracuni Choi. Tapi tiba2 saja ia menghilang. Pasti Choi sudah
menghabisinya. Lalu Eun Ho juga mengumpulkan budak2 tenaga kerja, dimana mereka
sebenarnya tidak berstatus budak tapi dipaksa kerja. Mereka pun mulai berani
mengadukan masalah mereka soal Choi pada Hakim.

Lee Bang yg masih di pihak Choi, melaporkan segala yg
dilakukan Eun Ho. Sementara Hyung Bang diomelin Dol Soe karena akhir2 ini
mengikuti Eun Ho terus. Lee Bang pun mengaku kalau ia kini berada di pihak
Hakim, karena Hakim adalah tipenya. Dol Soe berpikiran lain, dikiranya Hyung
Bang hombreng, menyukai Eun Ho. Sementara itu Geo Deol kedatangan pelayannya
Choi. Ia sudah senang dikira akan dibebaskan,ternyata cuman diancam agar tutup
mulut. Choi mulai panic dan mengirim surat pada gubernur. Sementara itu Eun Ho
menceritakan ttg info ttg ibu pada Arang. Lalu 4 hantu yg dipekerjakan muncul lagi,
melapor kalau mereka tak berani dekat2 rumah Choi karena ada iblis mengerikan. Tapi
sekarang sudah tidak ada. “Tentu saja, itu semua karena aku,” kata Eun Ho. 4 hantu
pun kasak kusuk, jadi benar rumor itu. “Rumor apa?” Rumor bahwa Hakim lebih menakutkan
daripada hantu. Eun Ho pun terdiam. Mereka ditugaskan u/mengintai lagi dan 2
diantara mereka berhasil mengikuti pelayan Joo Wal yg membawakan makanan ke
sebuah pondok di tengah hutan. Mereka berhenti di tengah jalan karena merasakan
aura iblis yg begitu kuat. Mereka ketakutan dan pulang melapor.

Arang dan Eun Ho ke pondok itu diantarkan para hantu,
tapi mereka Cuma berhenti di tengah jalan saja dan memberitahu ancer2nya saja.
Arang dan Eun Ho pun melanjutkan perjalanan. Wanita iblis menyadari kedatangan
Arang dan keluar dari persembunyian. Arang kaget karena mengenali wanita itu
sbg bibinya Joo Wal. Wanita iblis menyapa Eun Ho sebagai anaknya yg sudah lama
tak bertemu, tapi matanya tak lepas dari Arang. Tiba2 kelebat ingatan melintas
pada Arang. Seol Im mengintip, melihat Joo Wal dan ibu menghampiri seorang
wanita berpakaian shaman yg tertatih. Tiba2 roh gelap keluar dari tubuh wanita
itu dan masuk ke tubuh Ibu yg mulai menggelepar. Ibu menghunus belati dan mau
bunuh diri, tapi Joo Wal menahannya, malah ibu mengarahkan belati itu pada Joo
Wal, hampir menancap dada Joo Wal kalau saja Seol Im tak berlari dan
memeluknya. Jadi belati itu menancap di punggung Seol Im. “Tuan muda…” kata Seol
Im terakhir sebelum mati. Moo Yeon akhirnya berhasil menguasai tubuh Ibu dan
menyuruh Joo Wal menaruh mayat Seol Im ke dalam gubuk. Moo Yeon menghapus
ingatan Seol Im agar hantu gadis itu tak bilang apapun soal kejadian ini. Lalu ia
menyuruh Joo Wal membuang mayat itu. Tapi tanpa mereka sadari, binyeo yg
digenggam Seol Im terlepas dan tersemat di dinding pojok ruangan.

Arang shock dg penglihatannya. Wanita iblis mau
menyentuh Arang, tapi Eun Ho menepisnya. Wanita iblis tidak akan melepaskan
tubuh ibu Eun Ho, kecuali ditukar dg tubuh Arang. Eun Ho membuka kipas dan Moo
Yeon yg tahu kipas itu langsung mundur. Eun Ho mengibas tapi ngga mempan.
Wanita iblis pun tertawa2 dan menusuk kipas itu dg binyeonya. Saat mau menusuk
badan Eun Ho, Arang memeluk melindungi Eun Ho hingga ia yg tertusuk. Hal yg
sama yg dilakukannya waktu jadi Seol Im pada Joo Wal yg dicintainya. Wanita
iblis tertawa2 dan menyuruh Eun ho segera menyembuhkan Arang.
Arang digendong pulang dan Eun ho menyuruh agar Arang
tak memasukkan perkataan wanita iblis ke dalam hati ttg pertukaran tubuh itu.
Arang pun menceritakan ingatannya yg sudah lengkap sambil menangis, bahwa yg
menusuknya adl ibu Eun Ho. Eun Ho kembali ke kamarnya dg lemas. Ia menangis
karena sudah tak ada harapan u/menyelamatkan ibunya. Ia tak habis pikir kenapa
ibunya mau menukarkan jiwa dg iblis itu sehingga membunuh wanita yg kini
dicintainya. Dan yg menangis bukan hanya mereka, Joo Wal pun menangis karena
satu per satu ingatan ttg pembunuhan itu kembali ke kepalanya. pelayannya
memanggil bahwa ‘nyonya’ memanggilnya.
Arang sudah sembuh dan ke kamar Seol Im. Ini aneh. Dia
sudah menemukan pembunuh sesungguhnya, tapi tentu saja itu tak disengaja karena
awalnya kan ibu mau menusuk Joo Wal. Dan
kata Raja surga, kalau semua misteri ttg kematiannya terungkap, ia akan
mendengar lonceng yg akan membawanya ke surga, tapi sampai sekarang belum
terdengar. Apa semua ini belum selesai? Eun Ho datang dan meminta maaf atas
nama ibu. Ia sudah janji akan mengirim Arang ke surga, jadi sekarang terserah
Arang, apa mau membalaskan dendam, ia akan membantu. Arang tidak memikirkan itu
dulu. Sekarang masih harus memecahkan segala misteri karena semua belum
selesai, masih ada kebenaran yg harus terungkap. Pertama2 mereka harus menyelidiki
Joo Wal yg saat itu ada bersama ibu. Eun Ho terpaksa manjat pagar lagi karena
rumah Choi dijaga ketat. Eun Ho memeriksa2 dan menemukan gudang senjata. Ia
heran, kenapa Bangsawan memiliki penjagaan begitu ketat dan senjata lengkap?
Tapi ia menyenggol senjata dan membuatnya ketahuan. Ia segera kabur setelah
berkelahi dg beberapa penjaga.
Arang menemui Bang Wool
menanyakan ttg roh yg berpindah tubuh. Karena Bang Wool tak tahu, mereka harus
tanya leluhur Bang wool ke 9. Mereka naik atap dan memanggil dg mantera. Leluhur
pun muncul. Arang menanyakan apa bisa menarik jiwa lain dari tubuh seseorang. Sebelum menjawab pertanyaan
Arang, nenek menebak kalau gadis yang bertanya itu adalah Arang. Ternyata di
Dunia lain Arang itu terkenal, bahkan banyak di antara mereka yang taruhan apa
Arang akan masuk Surga atau Neraka. Nenek bercerita kalau surga itu
tempat yang menyenangkan. Tapi ada hal yang pasti harus di lalui orang yang mau
masuk Surga, “kau harus meninggalkan semua kenangan masa lalumu” Jadi Arang
takkan ingat apapun dari kehidupan ini. Begitu pula jika mesti ke neraka,
apalagi neraka terdalam, kenangan akan hancur begitu juga orang2 di bumi tak
akan pernah mengingat roh itu lagi. Bang wool yg tak bisa dengar terus2 tanya
apa yg dibicarakan Nenek? Nenek pun memukul kepalanya sampai terjengkang. Tapi
hasilnya, dia bisa melihat dan mendengar hantu. kembali ke pertanyaan Arang, apa bisa si ‘makhluk’
dikeluarkan dari tubuh orang yang di masukinya? Nenek menjawab tak tahu pasti,
tapi jika ada kemauan keras dari jiwa yang pertama, maka jiwa yang kedua bisa
dipisahkan, lalu setelah dipisahkan, ia harus segera di tusuk dengan belatinya
Raja Langit. Tapi, bukan sembarang orang yang dapat menusuk. Nenek segera pergi
setelah mengingatkan hal yang pertama Arang lakukan adalah mencari hal yang Ibu
Hakim paling hargai.
Joo Wal bertanya kenapa
ingatannya kembali? Wanita iblis bilang kalau ini semua akan berakhir jika ia
sudah memiliki Arang. Kalau tidak, maka Joo Wal akan ingat pembunuhan itu
selama2nya. Pertama2 Joo Wal harus menyingkirkan Eun Ho, karena dia roh ibu
terus berontak melemahkan Moo Yeon. Dirumah, ia berpikir keras. Akhirnya ia
memutuskan sesuatu. Ia akan menuruti kemauan Moo Yeon dan menghapus ingatan
pembunuhannya. Lalu… “Setelah itu, aku akan menghapusmu!!!” Joo Wal membanting
cincinnya. Sementara itu, Arang mengobati Eun Ho yg terluka habis berkelahi dg
pengawal Choi. Mereka saling berterima kasih. Arang akhirnya mengatakan
perasaan sesungguhnya. Ia sudah dinasehati Bang Wool bahwa waktu yg singkat
harusnya diisi dg penuh cinta dan Eun Ho pasti bisa menghadapi perpisahan
mereka nantinya. Eun Ho menariknya dan menciumnya.

Paginya Arang udah mulai malu2,
ngga nyelonong ke kamar Eun Ho seperti biasa. Ia memberi info dari nenek Bang
Wool. Mereka harus mencari hal yang paling di inginkan oleh Ibunya Eun
Ho, agar jiwa ibu menguat. Setelah itu si ‘Makhluk’ dapat ditarik keluar lalu
harus ditikam dengan belati Raja Surga. Arang menemui Joo Wal dan akhirnya Joo
Wal menceritakan segalanya, bahwa roh iblis itu adl bidadari surge. Di dunia,
dia bisa hidup dengan menggunakan tubuh orang lain. Dia hanya bisa masuk ke
tubuh yang pemiliknya mengijinkannya. Makhluk itu memberi apapun yang di
inginkan si pemilik tubuh, dengan imbalannya tubuhnya. Lalu apa yg diinginkan
ibu Eun ho sampai menukarkan rohnya? Itu Joo Wal tak tahu, jadi arang mau
menemui sendiri si wanita iblis. Joo Wal berusaha mencegah. Sementara Eun Ho
menyuruh Dol Soe mencari tahu ttg pondok persembunyian Wanita iblis, tapi sudah
kosong karena ia sudah dipindahkan ke goa.
Eun
Ho menolong warga yg punya hutang dg Choi dan anaknya diculik untuk tebusan. Si
anak yg lagi dibawa pengawalnya Choi, menggigit tangan pengawal dan lari.
Mereka mengejar tapi si anak sudah ada di tangan Eun Ho, dikembalikan ke
ortunya. Sejak itu, nama Hakim Kim semakin terkenal dan banyak warga
berbondong2 ke kantor untuk mencatatkan masalah mereka. Eun Ho pun menaikkan
status Dol Soe sebagai sersan. Ia pun pamer ke pacarnya. Sementara itu Moo
Young menemui Eun Ho u/memberitahu bagaimana cara melenyapkan iblis itu dan ttg
identitas iblis yg ternyata adl adik Moo Young waktu masih manusia. Moo Yeon
tak bisa dipaksa keluar kecuali dia keluar sendiri. Jadi terpaksa mereka harus
pakai badan Arang, tapi Eun Ho gak mau. Cari cara lain, baru ia akan membantu.
Flashback
Moo Yeon. Awalnya mereka bertemu dipadang bunga. Moo Yeon mencintainya, tapi
cinta tak berbalas. Mereka bereinkarnasi jadi kakak beradik, tapi ia masih
menyimpan cinta itu yg jadi cinta terlarang terhadap kakak kandungnya sendiri.
Dan mereka sama2 ke surga, Moo Young jadi grim ripper, Moo Yeon jadi bidadari.
Moo yeon masih mencintainya, tapi di surga tak boleh ada perasaan apapun. Ia
sudah mengajak Moo Young jadi manusia lagi, tapi Moo Young tak mau. Itulah
sebabnya ia jadi begini sekarang.
Arang
sudah sampai di mulut goa bersama Joo Wal. Sebelum masuk, Joo Wal
memperingatkan, jangan percaya pada apapun yg dikatakan wanita iblis itu. Sementara
itu, kantor tiba2 ramai karena ada pengawal dari gubernur yg akan menangkap Dol
Soe dan Eun Ho. Dan Arang, sudah bertatapan muka dengan Wanita Iblis.





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar