Raja surga dan neraka sedang mancing sambil ngobrolin
tentang umpan u/mancing. Menurut raja neraka, umpan terbaik yg dapat menangkap
ikan, tapi menurut raja surga, sebaik apapun umpan, kalo mancingnya nggak
bener, ngga bisa dapat. Bicara soal umpan, Arang adalah umpan mereka untuk
menangkap iblis yg bernama Moo Yeon. Tapi ternyata Moo Yeon sudah tahu rencana
mereka itu. Tapi ia tidak takut, karena selama masih didalam tubuh manusia,
mereka tak bisa menyentuhnya. Kalau mau menghabisinya, mereka harus mengirim
Moo Young, dan ia yakin, Moo Young tak akan tega membunuhnya. Ia berjalan ke
depan cermin yg memantulkan wajah aslinya (yg cantik) sambil tertawa2.
Sementara itu Moo Yeong termenung diatas atap, lalu
menghilang dan muncul lagi di kantor Hakim. Ia masuk kekamar Eun Ho, penasaran
sama kipasnya. Ia membuka laci dan membuka kipas itu. Benar, ia kenal kipas
itu. Ia pun menemukan binyeo, tapi tiba2 Eun Ho menangkap tangannya. mereka pun
berkelahi (dg backsound lagu rapper – saeguk dan rapper, ngga cocok
sebenernya..). berhenti berkelahi, Moo Young pun tanya siapa yg memberikan
kipas itu? Karena kipas dan binyeo itu dari orang yg sama. Tapi Eun Ho tak mau
memberitahu, ia pun kaget, apa Moo Young tahu ttg binyeo itu? Ia pun
mengingatkan waktu nangkap Arang, apa nggak pernah melihat binyeo itu
dikepalanya? Masing2 tak ada yg mau memberitahu, sampai Arang muncul dan Moo
Young pun hilang. Dikamar, Arang dan Eun Ho ngobrol. Arang heran, tak biasanya
Moo Young ngurusin urusan manusia. Ia pun penasaran dg kipas itu, Eun Ho
menjawab, yg memberikan kipas itu adl orang yg memberikan binyeo itu, yaitu
sang guru. Ternyata kipas dan binyeo itu adalah milik raja Surga, Moo Young
masih belum mengerti kenapa 2 benda surga ada ditangan Eun Ho.
Joo Wal menerima kembali uang baju. Wajahnya tampak kesal.
Sementara itu, Eun Ho ke kamar Arang tapi cewek itu gak ada. Saat melewati
kamar Seol Im, ia ingat kalo bibi pembantu pernah bilang kalo kamar itu adalah
segalanya. Ia pun memeriksanya dan menemukan buku harian Seol Im. Arang
ternyata jalan2 dipasar dan ke toko baju, tapi ketemu Joo Wal. Lalu mereka ke
kedai. Arang menanyakan ttg Lee Seol Im. Ternyata Joo Wal tak pernah ketemu
sama Seol Im walaupun dia adl tunangannya, lagipula pertunangan mereka tiba2
dibatalkan. Jadi dia gak punya feeling apapun sama Seol Im, lihat saja tak
pernah. Mereka dijodohkan dan yg pertama kali melamar malah dari pihak cewek.
Bang Wool masih penasaran dg cewek di kantor hakim, suaranya
familiar. Pas Arang lewat didepannya. Lalu ia pun ingat, suara itu mirip suara
hantu temannya. Ia pun mengejar Arang sampai di tikungan. Eun Ho menunggui Arang didepan tiba2 ada panah
nancep dengan pita rambut Arang terikat disana plus surat ancaman. Ternyata
Arang dan Bang Wool diculik. Sebenarnya mau culik Arang aja, tapi Bang Wool
ikut diculik karena ada bersama Arang. Joo Wal sedang merenung dihalaman, saat
anak buah Tuan Choi keluar sambil ngedumel. Ia pun curiga.
Eun Ho sampai di tempat penyekapan dg Arang dan Bang Wool yg
masih disekap mereka. Arang menyuruhnya pergi, tapi Eun Ho tetap disitu,
menerima pukulan2 agar mereka puas dan melepaskan 2 cewek itu. Dan Joo Wal
ternyata mengikuti anak buah, melihat dari jauh. Arang menginjak dan menggigit
penculik, lalu penculik itu mau menusuknya, tapi Joo Wal melempar pisau dan
orang itu mati. Eun Ho menghajar mereka dan menyuruh 2 cewek itu pergi. Tapi
mereka terkejar penculik. “Bunuh dia duluan,” perintah anak buah u/membunuh
Bang Wool. Ia menghunus pedang dan… “AAAAAA” Eun Ho segera berlari setelah
mendengar suara teriakan, begitu pula Joo Wal. Ternyata Bang Wool masih hidup
karena Arang yg menerima sayatan pedang. Anak buah memarahi yg membunuh itu,
karena harusnya Arang ngga boleh dibunuh, tapi karena udah terlanjur, ia pun
kabur setelah menyuruh mereka membunuh Bang Wool. Lalu Eun Ho datang menghajar
mereka. Eun Ho memanggil2 nama Arang dan syok melihat banyaknya darah. Tiba2 ia
mencium Arang (entah memberi napas buatan atau kayak dongeng snow white, biar
bangun lagi), dan Arang hidup kembali. Joo Wal akhirnya bisa melihat dg mata
kepalanya sendiri, bagaimana Arang tidak bisa mati. Sementara itu, gara2 Arang ‘mati’,
anak buah Choi dilempari batu bata oleh Choi sampai kepalanya berdarah.
Arang dibawa pulang dan diselimuti. Bang Wool masih tak
percaya bagamana bisa hantu jadi manusia, gak bisa mati pula. Tapi ia berjanji
bahwa mulutnya nggak akan ember. Saat ia mau tanya ttg ‘ciuman’ tadi, Eun Ho
salting dan keluar. Raja surga main kecapi saat Moo Young bertanya apakah dia
(iblis) adl Moo Yeon? Raja Surga membenarkan, ia tak bilang dari dulu karena
tak mempercayai Moo Young, juga karena yang bisa menghancurkannya cuman Moo
Young. Moo Young tampak shock. Sementara itu, Arang sudah bangun dan melihat
Eun Ho tidur sambil duduk menungguinya. Arang mengomel karena Eun Ho berkorban
demi dirinya, padahal kalo dibunuh dia bisa hidup lagi, sedangkan Eun Ho tidak.
“Jangan sampai dipukuli lagi… oleh orang seperti mereka.” Eun Ho terpana,
mengangkap kata2 itu adl bentuk perhatian padanya, plus ucapan terima kasih. Ia
pun jadi salting.
Sementara itu Bang Wool dan Dol Soe makan malam, kimchi dan
daging babi. Dol Soe membicarakan ttg ‘bibir’, Bang Wool langsung memasukan
daging dan kimchi ke mulut Dol Soe. Bang Wool salting. Dol Soe lalu
menyuapkannya daging dibalut kimchi, menurut Bang Wool itu enak. Mereka pun
kenalan secara resmi. Sementara itu Eun Ho memberikan Arang baju yg sudah jadi.
Eun Ho keluar dan Arang membelai baju itu sambil berkata “Sudah kubilang,
jangan terlalu baik padaku.” Sepertinya Arang juga mulai menyukai Eun Ho. Ia memakai
baju barunya dan memperlihatkannya pada Eun Ho yg langsung terpana. Arang
merasa aneh pake baju bagus ditengah malam buta, ia pun ngajak jalan2.
Raja Surga dan Neraka beragumen. Raja Neraka mengaku kalo
dialah yg memberitahu Moo Young ttg identitas iblis itu karena ia kasihan dan lebih
mempercayai Moo Young dalam mengemban misi membunuh iblis Moo Yeon, tapi Raja
Surga sudah mempersiapkan manusia (Eun Ho) u/mengemban misi itu walaupun Eun Ho
masih belum menyadarinya. Semua ini karena ikatan takdir. Jadi, ternyata waktu
Eun Ho masih kecil dan sakit, ibunya pergi mengejar Tuan ChoiChoi yg sangat ia
dendam, menginggalkan Eun Ho yg merangkak susah payah dan akhirnya mati. Raja
Surga menyamar jadi manusia dan menghampiri Eun Ho kecil. Ia menyentuh kepala
anak itu ketika grim ripper datang. Raja menoleh dan grim ripper itu mengerti
dan pergi. Ia mengangkat Eun Ho ke dalam rumah. “Mulai sekarang, pemilik sisa
umurmu bukanlah kau lagi. Kau akan mengingat ini suatu saat nanti.”
Eun Ho ngomel2 karena Dol Soe tidak mencuci seragamnya. Ia pun
terpaksa pakai baju biasa, lalu ada kain terjatuh dari baju itu, ada tulisan
manteranya. Ia ingat, itu kain mantera dari kuburan masal sebelum ia jatuh ke
jurang. Arang datang dan melihat kain itu, ia teringat tulisan mantera itu sama
dg yg ada di bambu di rumah Tuan Choi. Mereka pun pergi ke Bang Wool
u/menanyakan mantera apa itu. Bang Wool minta waktu karena harus mencari dibuku
manteranya. Eun Ho pun pergi memeriksa rumah Tuan Choi. Arang mau ikut tapi
dilarang, jadi Arang Cuma memberi petunjuk saja. Ia melompati pagar dan
menemukan jalan setapak menuju bambu yang dimaksud. Ia mencocokkan mantera di
kain dengan di bambu. Cocok. Sementara wanita iblis tampaknya tahu kedatangan
tamu tak diundang, ia keluar dari pondoknya dan masuk ke pondok yg ada gua
dibawah tanahnya. Eun Ho berjalan semakin dalam dan menemukan sebuah pintu
gerbang yang agak terbuka. Ia masuk dan menemukan pondok. Wanita iblis yg
tadinya sudah turun,naik lagi dan berdiri di depan pintu. Mereka berhadap2an,
terpisah oleh pintu. Saat Eun Ho mau membuka, Joo Wal muncul, “apa yang kau
lakukan!”
Joo Wal mengaku2 kalau pondok itu adl kuil pribadi. Mereka pun
saling lempar kata2 sinis. Dan Eun Ho pun pergi. Wanita iblis memarahi Tuan
Choi atas kedatangan Eun Ho, pasti gara2 Choi mengganggu Arang. Ia menyuruh
Choi tidak menyentuh Arang lagi. Lalu ia memanggil Joo Wal dan jujur bahwa yg
diinginkan bukan jiwa Arang tapi tubuh Arang yg immortal. Jadi tubuhnya Arang,
tapi jiwanya Moo Yeon. Joo Wal terkejut dan tampak tak rela. Wanita iblis tahu
kalo Joo Wal mulai menyukai Arang, ia melarang Joo Wal jatuh cinta lebih dalam
karena Joo Wal tak akan bisa memiliki Arang selamanya.
Arang dan Eun Ho berdiskusi, bagaimana caranya mengungkap
misteri dirumah Choi. Lalu Arang pun punya ide, pengawal khusus yang tak akan
pernah ketahuan dan bisa dipercaya. Tak lama kemudian, Eun Ho tampak bengong. Dihadapannya
sudah ada 4 hantu. Jadi yg jadi mata2 adalah hantu2 itu. Tapi imbalannya, Eun
Ho harus membantu menyelesaikan urusan mereka di bumi sehingga mereka bisa
tenang ke akhirat. Besoknya, Eun Ho datang ke rumah Choi, menanyakan ttg jimat
itu. Ia juga bertengkar sedikit dengan Joo Wal. Ternyata kedatangannya agar
hantu2 bisa masuk, tapi ternyata entah ada apa yg melindungi rumah itu hingga
hantu pun tak bisa masuk. Ia menceritakannya pada Arang. Arang pun ingat, waktu
ia pingsan dan dibawa ke rumah itu, tidak ada hantu sama sekali. Juga di
kuburan masal. Sepertinya jimat itu u/pengusir hantu. Mereka ke Bang Wool untuk
meminta jimat penangkalnya, tapi arti jimat pertama saja belum tahu, jadi jimat
penangkal bisa lebih lama lagi. Bang Wool sampai punya mata panda.
Pulangnya, Arang merasa heran kenapa ayah Seol Im mengirim
putrinya ke rumah aneh itu, apa mungkin benar karena Hakim Lee ingin
mendapatkan keuntungan dari Tuan Choi? Eun Ho pun memberikan diary Seol Im agar
Arang menemukan jawabannya. Dalam diary tertulis, Seol Im jalan2 di jembatan
dengan bibi pelayan, ia melihat Joo Wal yg lagi merenung sambil menengadah. Ia pun
terpesona pada pandangan pertama dan minta dikawinin sama cowok itu. Tapi walaupun
sudah terima perjodohan, Joo Wal sama sekali tak pernah ‘ngapel’ ke rumah. Arang
menutup buku itu dan keluar menghampiri Eun Ho, ia merasa bibi pengasuh sangat
menyayanginya, juga ia bisa merasakan perasaan Seol Im pada Joo Wal. Tapi Eun
Ho berharap kalau Seol Im dan Arang berbeda walau orangnya sama (beda jatuh
cintanya). Ia mendekati Arang yg salting. Arang pamitan ke kamar dan bersandar
di pintu, ia sepertinya tahu kalo Eun Ho mau ‘nembak’, tapi ia tak berani
mendengar pernyataan itu. Dan benar, Eun Ho memang mau ‘nembak’, tapi ia sadar
kalo hidup Arang tak lama lagi.
Dol Soe mendatangi rumah Bang Wool yg acak2an. Bang Wool
sudah berhasil menemukan buku manteranya dan ia keceplosan soal Eun Ho yg bisa
melihat hantu dan Arang yg dulunya adl hantu. Dol Soe pun melabrak Eun Ho. “Jadi
dia adalah hantu?!” Eun Ho yg tak menjawab, berarti membenarkan. Dol Soe keluar
mau mencari Arang, tapi Arang sudah berdiri di depan pintu, mendengar semuanya
sambil tertunduk. Dol Soe menuduhnya memelet Eun Ho. Ia mau menarik Arang
pergi, tapi Eun Ho menepiskan tangan Dol Soe. Dol Soe kecewa dan pergi. Arang
pun pergi. Eun Ho jadi bingung, mau ngejar siapa. Tapi ia pun mengejar Arang yg
sudah masuk kamar. Arang menyuruhnya pergi.
Malam bulan purnama kedua, Joo Wal memantapkan hati untuk
menusuk Arang dan menyerahkan tubuh gadis immortal itu pada Moo Yeon. Sementara
Eun Ho terbangun dari tidur dan merasa khawatir. Dengan pakaian serba hitam Joo
Wal masuk ke kamar Arang, tapi ia tak sanggup menghunus pisau. Bahkan u/menyentuh
wajahnya saja ia tak sanggup. Ia pun pergi. Arang bangun dan tak menemukan
siapapun. Tiba2 Eun Ho mendobrak pintu yg tadinya sedikit terbuka dg wajah panik,
tapi tak ada apa2. Ia pun lega. Joo Wal pulang dg tangan kosong dan berlutut
sambil mempertanyakan ada apa dg dirinya? Wanita iblis matanya berkilat2 marah “Itu
karena kau terasuki oleh sesuatu yg disebut cinta, tapi yg kusebut dg ilusi. Rasa
itu tak berguna!” Pintu pondok tertutup didepan mata Joo Wal yang tergugu.
Eun Ho melihat Arang yg mengorek2 tanah. Mereka tak bisa
tidur. Dan di malam purnama itu, Eun Ho akhirnya menyatakan perasaannya, bahwa
ia mencintai Arang. Tapi Arang menolaknya, berkata kalau ia tak punya perasaan
yang sama. Namun Eun Ho ragu akan pernyataan itu. Ia menarik tangan Arang,
mereka berhadap2an untuk melihat kejujuran dimata gadis itu. Tapi Arang tetap
menolak dan masuk ke kamar. Mereka sama2 galau. Paginya, Eun Ho mendatangi
kamar Arang yg masih tertutup. Sepatu jerami masih ada di depan pintu. Ia pun
kepasar dan disambut hangat oleh para pedagang dan orang2 miskin. Lalu ia
membeli sepasang sepatu. Arang sudah bangun dan mendatangi kamar Eun Ho, tapi
yg dicari tak ada. Tiba2 Eun Ho memanggilnya, menyodorkan sepasang sepatu ungu.
Ia menyuruh Arang duduk dan ia memakaikan sepatu. Eun Ho melakukan ini bukan
karena cinta, tapi supaya Arang tampak cantik jika sudah sampai di surga. Mereka
pun berbaikan, tapi Dol Soe tak suka dg hubungan mereka. Ia berbalik pergi. Eun
Ho menyuruh Arang agar tak dimasukkan ke hati. Eun ho mengajaknya ke Bang Wool.
Bang Wool minta maaf karena mulutnya keceplosan. Ia pun memberitahu arti jimat
itu bahwa itu tidak hanya menangkal hantu, bahkan penguasa langit pun tak dapat
menemukan tempat itu. Benar2 terisolir.
Tuan Choi tampak kaget melihat Arang yg masih bisa jalan di
sisi Eun Ho. Ia pun merenung di ruangannya, ingat kata2 Moo Yeon saat di tubuh
orang lain, tentang tubuh yg tak bisa mati, juga ia penasaran sepertinya pernah
lihat wajah Arang di mana. Ia pun ingat, waktu perjodohan dengan putri Hakim
Lee, ia sempat melihat gadis muda yg berdiri di depan pintu. Tiba 2 Choi
terbahak. Ia sudah tau segalanya. Sementara itu Joo Wal datang ke kantor dan
berdiri lama di depan kamar Arang. 3 pejabat heran melihat tingkah tuan muda
itu. Sepertinya Tuan Muda Choi dan tuan Hakim sama2 menyukai Arang. Mereka jadi
bingung, mau memilih berada di pihak siapa. Sementara itu Raja Surga pun
akhirnya mempercayakan Moo Young untuk membunuh Moo Yeon dengan belati khusus. Karena
yg bisa membunuh iblis itu adalah yg punya hubungan darah dengannya. Di goa
persembunyian, Wanita iblis mengeluarkan hantu dari periuk untuk mengumpulkan
hantu untuk ‘ditraining’. Tapi Moo Young muncul dan wanita iblis merasakannya,
ia pun membanting periuk hantunya hingga si hantu menghilang.
Arang dan Eun Ho mendatangi rumah Choi lagi. Arang akan
menunggu didepan sementara Eun Ho menyusup masuk. Wanita iblis merasakan
kedatangan buruannya, segera meninggalkan pondok yang tak terkunci, sehingga
Eun Ho pun bisa masuk. Di tengah jalan, Moo Young menghalangi Moo Yeon. Moo
Yeon tampak kaget, tapi dapat menguasai diri dan menyapa kakaknya. Ia menyalahkan
Moo Young, kalau saja dulu Moo Young
membantunya, pasti dia bisa reinkarnasi jadi manusia dg benar. Dulu, waktu
masih jadi bidadari, ia memasuki jasad wanita yg sudah mati. Ia jadi manusia
sebentar, tapi dikejar2 Moo Young dan kembali jadi bidadari sampai diusir Raja
Surga ke bumi. Moo Young menghunus belatinya, tapi Moo Yeon malah maju
menantang untuk ditusuk. Moo Young tidak sanggup, dan Moo Yeon tahu itu. Hal itu
membuat Raja Neraka marah.
Eun Ho masuk dipondok yg tak ada apa2nya, tapi tiba2
kipasnya bergetar. Saat ia mengibaskan, tiba2 lantai terbuka dan ia pun turun
ke gua bawah tanah dan terkejut melihat gua itu, juga guci2 berjimat yg aneh. Ia
mengambil satu. Sementara Joo Wal kaget melihat Arang didepan rumahnya. Ia panic,
takut Wanita iblis itu menyadari kedatangan Arang. Tapi terlambat, sebelum Joo
Wal menyembunyikan Arang, Wanita iblis itu muncul menyapa mereka, ngaku2 kalau
ia adl bibinya Joo Wal. Joo Wal menyembunyikan Arang dibelakangnya sambil
mencengkeram erat tangannya. sampai Wanita itu pergi pun ia masih belum
melepaskan Arang, sampai Arang memanggilnya. Ia pun masuk kerumah setelah
menyuruh Arang pulang. Lalu Eun Ho keluar dan mereka pulang.guci itu sangat
dingin dan saat disentuh memunculkan perasaan yang tak enak.
Di surga, Moo Young minta maaf atas kegagalannya, tapi Raja
Neraka sudah kadung kecewa dan pergi dengan marah. Moo Young pun tanya ttg
barang2 Eun Ho yg dari Raja Surga, apakah Raja Surga memang sudah mempersiapkan
manusia itu jikalau dia gagal? Ini berarti tubuh yg dipakai Moo Yeon sekarang
adl tubuh ibunya Eun Ho? Sementara Eun Ho datang ke Bang Wool membawa guci itu
untuk diselidiki. Dan Arang, sedang duduk santai ditemani 3 pejabat yg
memberinya sebuah apel sebagai ‘suap’, dimanakah hati Arang akan berlabuh. Tapi
Arang tak mempedulikan mereka, malah mengejar Dol Soe yang masih membencinya.
Ia minta maaf tapi Dol Soe tak mau dan malah berkata kasar. Pas Eun ho ada di
belakangnya dan mereka pun ngobrol berdua. Eun Ho pun menjelaskan segalanya
hingga Dol Soe mengerti. Ia berubah bukan karena disihir. Awalnya memang dia
tak mempedulikan orang lain, tapi sekarang berbeda karena ia membantu Arang. Bahkan
sebenarnya menurut EunHo, yg pantas jadi hakim adl Dol Soe karena Dol Soe
sangat perhatian sama orang, bahkan tanpa mengenal Seol Im, Dol Soe
mempertaruhkan nyawa demi melindungi jasad Seol Im. Dol Soe tak mengerti maksud
kata2 Eun Ho, tapi ia sudah mengerti tentang Arang.
Eun Ho tanya ttg Tuan Choi pada 3 pejabat dg alasan untuk
berbaikan dg Choi. Mereka pun bercerita kalo Choi bukan asli Miryang,tapi
Hanyang. Dan rumah itu seperti punya kekuatan karena bangsawan sebelum Choi yg
tinggal disana juga mendapatkan kekayaan dan kekuasaan. Choi sangat berkuasa
waktu jadi hakim di sini, tapi ia digulingkan oleh Tuan Kim, ayah Eun Ho. Makanya
awalnya ia segan pada Eun Ho, tapi waktu tahu Eun Ho cuman anak gundik, barulah
dia berani. Sementara itu Tuan Choi
menyuruh anak buahnya membawa bibi pengasuh Seol Im. Dan Joo Wal sedang galau,
tak mau makan. Pelayannya membawakan makanan, malah dibanting.
Eun Ho mendengar suara Arang yg pamitan ke rumah Choi, Eun Ho
mengejar dan melarangnya. Arang kesal karena Eun Ho terus menghindarinya. Eun
Ho pun bilang kalau ia menerima penolakan Arang, tapi ngga terima kalau Arang
menerima pria lain (Joo Wal). Ia cemburu. Eun Ho pun pergi dan berpapasan
dengan Joo Wal yg datang ke kantor, menghampiri Arang. Ia minta maaf karena tak
bisa mengantarkan Arang pulang. Ia minta waktu pada Arang untuk ngobrol, tapi
tiba2 Eun Ho muncul “Aku tidak membiarkanmu
melakukan hal itu!”
Eun Ho mengusir Joo Wal dan menarik Arang pergi, tapi
kemudian setelah arang di depan kamarnya, Eun Ho pergi dalam diam. Sampai malam
tiba, Arang terus merenung dikamarnya. Ia pun lalu keluar dan bertemu Eun Ho yg
melihat bulan. Arang tetap menolak Eun Ho. Tapi Eun Ho tau kalo Arang bohong. Ia
mengejar dan memeluk Arang dari belakang. “Inilah yg akan kulakukan. Saat aku
ingin memelukmu, aku akan memelukmu. Saat aku ingin menahanmu, aku akan
menahanmu. Saat aku ingin melihatmu, aku akan melihatmu. Dan jika aku ingin
mengatakan sesuatu padamu, aku akan mengatakan semuanya. Apa yang akan terjadi
nanti, aku akan memikirkannya nanti.”
Arang memikirkan kata2 Eun Ho ketika akan ke rumah Choi
keesokan paginya untuk memeriksa hantu yang dipekerjakannya. Di depan rumah
Choi, Joo Wal keluar dan tampak cemas kalo wanita iblis itu tahu. Arang pura2
bilang kalo cuman kebetulan lewat. Lalu Joo Wal mengajak Arang ke suatu gazebo
dan ia ‘nembak’. Arang menolaknya. Joo Wal pikir penolakan itu karena ia pernah
tunangan dg Seol Im. Ia meyakinkan kalo ia tak pernah memberikan hatinya pada
siapapun kecuali Arang. Padahal Arang dan Seol Im kan sama saja. Sementara itu
Bang Wool mencari2 bukunya saat Dol Soe datang. Bang Wool memarahinya yg kasar
pada Arang. Dol Soe pun menyesal, apalagi bentar lagi Arang akan pergi dan
tuannya akan ditinggal. Bang Wool kaget mengetahui info ini. Lalu Arang datang.
Bang Wool masih belum membuka misteri guci itu. Ia juga memberi nasihat karena
Arang akan pergi. “Jangan membuat dirinya atau dirimu menyesal”. Jika saat ini
Arang khawatir kalau Eun Oh takkan bisa menjalani hidup karena sedih di tinggal
Arang, itu tak selalu benar. Justru kesedihan itu bisa terobati oleh cinta dan
kenangan
Wanita Iblis mengamuk ketika menyadari ada satu guci yg
hilang. Ia menyalahkan Joo Wal, tapi Joo Wal mengaku tidak tahu menahu. Choi
dan para pelayan bahkan tak tahu ada gua bawah tanah ini. Lalu ia ingat waktu
malam itu Arang didepan rumahnya, pasti Eun Ho yg ambil. Wanita iblis pun
menyalahkan Tuan Choi, tapi Choi sudah punya kartunya Moo Yeon, tentang Arang,
dan ia berniat bernegosiasi tentang hal itu. Dengan marah wanita iblis kembali
ke gua dan menyuruh 3 hantunya mengambil kembali guci itu diam2. Ia heran
kenapa Eun Ho bisa masuk, padahal tak ada kekuatan manusia yg bisa membuka
lantai menuju gua. 3 hantu itu datang ke kantor. Salah satunya berjalan menuju
kamar Arang dan diikuti yg lain. Eun Ho merasa nggak enak dan cemas akan Arang.
Ia pun segera ke kamar Arang. 3 hantu itu menyadari kedatangan manusia dan
mereka menghilang. Eun Ho melihat Arang tidur nyenyak dan ia pun lega. Tapi ia
tak pulang ke kamarnya, malah duduk di depan kamar Arang semalaman.
Moo Young galau memikirkan Moo Yeon, juga raja neraka yg
menyalahkannya karena tak menjalankan tugas besar dg baik. tapi Raja Surga
menyemangatinya untuk tetap bekerja sebagai grim ripper seperti biasa. Moo
Young pun tanya apa yg akan terjadi jika Moo Yeon masuk ke badan Arang dan jadi
kekal? Raja Surga menjawab bahwa itu akan mengacaukan keseimbangan dunia, juga
mengancam kedamaian langit. Moo Young harus menjaga agar itu tak terjadi. Dan soal
Eun Ho, Raja percaya bahwa Eun Ho bisa mengalahkan Moo Yeon. Kembali ke bumi,
Arang kesulitan membuka pintunya. Ia pun mendobrak, membuatnya jatuh dan Eun Ho
yg tertidur bersandar dipintu pun terpental. Eun Ho mengaku kalau menjagai
Arang semalaman karena takut Arang kabur menghindarinya. Lalu mereka pun
ngobrol ttg hantu mereka yg tidak ada dirumah Choi, pasti mereka sudah
dimusnahkan. Arang menuduh Choi punya ilmu hitam, tapi Eun Ho malah cemburu,
kenapa cuman nuduh Choi, kan yg tinggal di sana ada lagi (JooWal), tapi Arang
tak yakin kalo Joo Wal terlibat ilmu hitam. Kalau iya, pasti ia tak akan
mengikuti Arang si hantu perawan, bahkan menyatakan cinta. Hah? Eun Ho kaget.
Tapi Arang menenangkan kalo Eun Ho saja ditolak apalagi Joo Wal. Tak ada tempat
u/Joo Wal dihatinya. Eun Ho pun lega.
Eun Ho pun menanyai Lee Bang (salah satu dari trio pejabat)
ttg siapa saja yg tinggal di rumah Choi? Tiba2 temannya masuk dg panik,
menyuruh membereskan semua sebelum Eun Ho tahu. Tapi Eun ho sudah ada di situ,
ia tak bisa menutupi apapun lagi. Rupanya di depan kantor berkumpul banyak pria
yg melamar pekerjaan sebagai petugas penjaga dan Eun Ho menerima semuanya! Padahal
pelamarnya banyak yg tua2, kurus2, kayak orang kurang makan. Malah Eun Ho
menyuruh 3 pejabat memberi mereka makan. Dan Dol Soe diangkat jadi mentor
mereka untuk latihan silat. Tiba2 mereka semua menoleh ke satu arah, saat Arang
lewat. Eun Ho cemburu dan memarahi
mereka. “Mulai sekarang, jangan memandangnya. Bahkan jika kalian berhadapan
dengannya, anggap saja dia hantu.” Eheheh emang hantu kan?? Saat Arang keluar,
ternyata Bibi pengasuh diam2 melihatnya dan mengatupkan mulutnya menahan
tangis. Ternyata Choi mencari bibi dan menyuruhnya melihat apakah Arang dan
Seol Im itu orang yang sama? Bibi pun bilang kalo Arang itu benar2 adl nonanya
yg hidup kembali. Ia pun disuruh pulang diantarkan anak buahnya, tapi di tengah
hutan, Bibi dibunuh.
Tuan Choi menemui Wanita iblis, memberitahukan segala ttg
Arang, bahwa gadis itu adl mantan tunangan Joo Wal yg terpaksa diputus karena
Moo Yeon tidak setuju pertunangan itu. Lalu Choi menyebarkan rumor ttg Seol Im
yg kabur dg budak untuk mencegah kegemparan karena Seol Im menghilang, padahal
Seol Im terbunuh di gubuk dekat kuburan masal. Dan kini gadis itu hidup lagi
sebagai Arang. Wanita iblis itu pun ke pondok dan menghadap cermin sambil
tertawa. Kini ia tahu apa keinginan Arang, yaitu membalas dendam kematiannya. Saat
kembali, ia ketemu Joo Wal. Ia berkata bahwa Joo Wal tak perlu lagi mendekati
Hakim ataupun Arang, karena ia sudah tahu apa keinginan Arang. Joo Wal jangan
coba2 melakukan hal bodoh, seperti menyelamatkan Arang misalnya.
Bang Wool sudah menemukan misteri guci itu. Ia membawa buku
mantra dan guci ke kantor, pas Dol Soe melatih petugas baru. Dol Soe pun show
off, tapi pas ia menoleh, Bang Wool sudah gak ada. Bang Wool, Eun Ho, Arang
berkumpul. BangWool membaca mantera dan membuka tutup guci. Tiba2 hantu anak
buah Moo Yeon keluar dan langsung mencekik Arang. “Berikan tubuhmu!” Bang Wool
tersenggol meja dan pingsan. Eun Ho membuka kipasnya dan hantu itu pun musnah.
Arang lemes dan jatuh ke pelukan Eun Ho. Dol Soe masuk karena mendengar
keributan dan kaget melihat cintanya yg sudah pingsan. Sementara Wanita iblis
marah karena bisa merasakan anak buahnya yg musnah. Tiba2 ia sesak napas,
karena roh pemilik tubuh itu bergulat untuk mendapatkan tubuhnya kembali. Ini semua
gara2 2 kali bulan purnama ia tidak memakan jiwa. Ia pun menenangkan si pemilik
tubuh, bahwa penderitaannya tak akan lama lagi.
Arang menjaga Bang Wool yg masih pingsan sambil memikirkan
kata2 hantu itu, juga hantu di goa kuburan masal, mereka sama2 menginginkan
tubuhnya. “Aku ini apa?” Sementara Dol Soe terus bertanya apa yg terjadi, tapi
Eun Ho belum bisa cerita sekarang, ia menyuruh Dol Soe menjaga Bang Wool saja. Lalu
Arang masuk dan Eun Ho menanyai bagaimana keadaannya. Arang tdk menceritakan
ttg keinginan hantu2 itu akan tubuhnya. Ia malah penasaran dg kipasnya Eun Ho,
juga guru yg selalu Eun Ho banggakan. Flashback, Eun Ho yg selalu ditolak
ibunya, mengembara dan tertidur dibawah pohon. Pas bangun, tiba2 sudah ada pria
setengah tua di sampingnya dan mengajarkannya silat untuk melawan hantu. Diakhir
pertemuan, guru memberinya kipas yg hanya bisa dipakai disaat2 tertentu saja
untuk memusnahkan hantu yg pantas mendapatkannya. Eun Ho tak mengerti, tapi
guru berkata, nanti dia juga akan mengerti sendiri. Ia juga memberikan binyeo
dg ukiran ‘hati ibu’, supaya Eun Ho bisa mendapatkan hati ibunya kembali. “ada
kehidupan yang tidak tak berguna di dunia ini, juga ada kematian yang tidak tak
berharga. Suatu hari, kau akan ingat, kau dan aku, dan nasib hari ini. dalam
hidupmu, akan ada masa dimana kau sangat putus asa. Saat itu datang, ingatlah:
‘Semua pertanyaan ... di mulai dengan dirimu sendiri.”
Arang penasaran pengin ketemu guru itu dan bertanya banyak
hal. Pasti guru itu tahu segalanya. Eun Ho menyanggah, gara2 dikasih binyeo,
ibunya malah pergi. Lalu Eun Ho merasa Arang menyembunyikan sesuatu. Ia memaksa
Arang memberitahu. Akhirnya dengan takut2 Arang bilang ttg keinginan para hantu
akan tubuhnya. Sementara Wanita iblis penasaran dg Eun Ho. Ia bertanya ttg asal
usul Eun Ho pada Choi. Kembali ke kantor, Bang Wool yg baru sadar disuruh
memanggil grim ripper Moo Young. Bang Wool pun menolak dan bergelung selimut.
Arang memanggil2 tapi Moo Young tak muncul. Eun Ho keluar kamar dan Moo Young
muncul, “Ada apa memanggilku?” Bukan Eun Ho yg memanggilnya, tapi ia akan
mewakili Arang, bertanya apa sebenarnya Arang hingga badannya jadi rebutan. Eun
Ho pun kaget setelah Moo Young memberi info bahwa tubuh Arang itu abadi, tidak
bisa mati makanya banyak iblis yg menginginkannya untuk hidup kekal. Tugas Euh
Ho adl menjaga Arang sebaik2nya dan Tugas Moo Young, menghabisi para iblis yg
mau merebut tubuh Arang.
Malam itu Eun Ho mendatangi rumah Choi lagi, tepatnya
pondokan Moo Yeon. Ia mengibas mantera di bambu agar Moo Young bisa masuk.
Wanita iblis menyadari kedatangan tamu tak diundang dan melepaskan hantunya
u/memeriksa. Moo Young yg sampai duluan dipondok langsung berhadapan dg 2
hantu. Lalu Eun Ho datang membantu dg kipasnya. Eun Ho menatap kipas itu,
apalagi Eun Ho bisa membuka lantai rahasia dg kipasnya. Dg angkuh ia berkata, “Ini
dari guruku.” Tapi Moo Young tak bergeming dan mulai turun sambil berkata, “Dia
adalah Raja Surga.” Eun Ho kaget, “apa???” Wanita iblis a.k.a. Moo Yeon sudah
tak bisa kabur. Ia dan Moo Young yg merupakan kakak beradik saling bertatapan.
Eun Ho muncul dan shock melihat siapa yg ada di hadapannya. “I… ibu???”
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar