
SR: Apa kau bersedia menjadi suamiku?
Seung Yoo memasang garakji yg dibelinya di pasar ke jari Se Ryung. Malam itu mereka jadi suami istri (ehm, kawin siri kayaknya). Paginya Se Ryung bangun dan kaget karna tak ada Seung Yoo di sisinya, tapi ternyata Seung Yoo lagi bersihkan kuda. Se Ryung pulang ke rumah diantarkan Seung Yoo. Mereka bergandengan lama seperti tak ingin terpisahkan, tapi mereka harus berpisah sementara. Se Ryung menjaga Sung, sementara Seung Yoo pergi bersama anggota pemberontaknya.
Myeon : Pemberontak itu, Kim Seung Yoo, dimana dia?"
SR: Orang itu adalah suamiku. Tolong sebut namanya dengan sopan.
Myeon syok, apalagi melihat cincin di jari Se Ryung : Hanya karena cincin murahan itu, kau sudah membuat janji pernikahan? Orang yang seharusnya menjadi suami dalam hidupmu bukan orang itu, melainkan aku.
SR : Kau bisa mengambil cincin ini, tapi kau tidak akan pernah bisa mengambil hatiku.
Myeon: Kalian berdua...apa yang sudah kalian lakukan?
SR: Apapun yang kami lakukan, kau tidak perlu tahu.Myeon : Kami..? Aku tidak lagi menginginkan hati Tuan Putri. Tapi tubuhmu...adalah milikku.
"Jangan sakiti kakakku!" kata Sung tiba2 keluar. Myeon pamit pergi dan Se Ryung menegur kenapa Sung keluar. Sung hanya ingin merasa berguna bagi kakaknya dan membuat Se Ryung terharu. Sementara Suyang mendengar kabar kepulangan putrinya dan ingin mengorek info ttg Seung Yoo. Ratu menghalangi karna lebih baik fokus pada kesehatan Sung dulu, tapi Suyang tak peduli.
Suyang dan Ratu mengunjungi Sung. Ratu masuk duluan sementara Suyang dan Se Ryung adu mulut lagi. Tiba2 Ratu menjerit "PM!PM!" Sung kritis dan semua masuk kamar. Sung bercerita kalo dia mimpi Raja Munjong melambai mengajaknya pergi "Disana, mereka disana" lalu tangannya terkulai dan ia meninggal.
Beberapa bulan kmd, Kyung Hee sudah melahirkan bayi laki2 yg lucu. Ia membuka kertas nama yg diberikan Jong, nama bayi itu Jung Mi Soo. Yeori lapor ke Se Ryung ttg kelahiran ponakannya. Lalu Myeon datang dan tanya apakah Se Ryung keluar? Yeori bilang seryung tinggal di rumah sepanjang hari. Se Ryung jadi budaknya Myeon sekarang.
Han Myung Hoe : Jika anjing pemburu tidak bisa berburu lagi, tidak ada gunanya.
Sementara Myeon pulang, ayahnya menunggu di depan dan ia tahu kalau raja tidak akan mudah mempercayai Myeon lagi, maka Myeon harus segera membunuh Seung Yoo, pas itu, Se Ryung ada di dekat mereka tak sengaja dengar. Lalu ia masuk kamar Myeon u/merapikan ranjang. Myeon masuk dan mengajaknya ke Hamgildo u/ memperlihatkan Seung Yoo yg akan dicincangnya. Tapi SE Ryung berkata kalau suaminya tdk akan tertangkap semudah itu.Myeon: Ya ayo pergi dan lihat siapa yang benar? Kau atau aku
Ratu: Saya tidak
bisa kehilangan anak lagi, setelah kehilangan Sung, saya sudah
kehilangan setengah dari nyawa saya. Anda tidak bisa membiarkan Se
Ryung...dan juga, bukankah Kim Seung Yoo ada disana?Jika terjadi sesuatu pada Se
Ryung, saya tidak akan memaafkan Yang Mulia. Selama saya bisa melindungi
anak saya, saya bisa melakukan apa saja. Apapun itu.
Kyung hee sedang menenangkan bayinya saat Ratu datang. Ia kaget, lalu mereka duduk di dalam, Ratu menggendong bayi itu. Ia mengajak Kyung Hee dan bayinya kembali ke istana, atau tinggal dikuil, karena kasian si bayi tinggal di perbudakan. Ia juga lakukan demi Se Ryung yg mau dibawa ke hamgildo, u/penebusan kesalahan, takut karma kali. Paginya Kyung Hee datang ke rumah Myeon mau ketemu Se Ryung. Myeon tanya siapa nama bayi Jong? tapi Kyung Hee tak sudi nama putranya disebut oleh mulut Myeon. Myeon memandangi bayi itu dg lembut. Kyung Hee senang menerima baju2 bayi yg dibuatkan Se Ryung, lalu melihat cara Se Ryung menggendong bayi sama seperti Ratu. Ia memberitau kalau ia akan tinggal di kuil demi anaknya.
Kyung Hye : Kudengar kau akan ke Hamgildo, apa kau akan bertemu Kim Seung Yoo? Jangan bilang kau sudah melupakannya
Se Ryung: bagaimana
aku bisa lupa, meskipun ia ada di tempat jauh, sepertinya dia selalu ada
disisiku. Ekspresi matanya yang penuh arti, kehangatan tangannya,
suaranya yang penuh cinta, tidak peduli berapa lama waktu
berlalu..semuanya justru semakin jelas.Kyung Hye : Aku juga sama sepertimu. Hanya dengan pergi ke kuburannya, aku bisa merasakan dia menyambutku dengan bahagia.
Seung Yoo sedang melatih pasukan saat komandan baru Hamgildo datang dg rombongan, termasuk Se Ryung dan Yeori. Ja Beon dapat info kalo penduduk di situ sepertinya melindungi pemberontak. Myeon sedang atur formasi saat tak sengaja Se Ryung lewat. Myeon marah dan nuduh Se Ryung nguping "Sana beritahu suamimu, biar ia segera menyusul ayahnya!" Seung Yoo dan Seok Jo sdg ngobrol, dan saat itulah Seok Jo cerita kalau daerah ini adalah kampung halamannya. Dulu ayah Seung Yoo yg membangun desa ini dan ortunya yg budak dibebaskan o/ ayah Seung Yoo dan diijinkan tinggal di sini, itu sebabnya ia mau membantu Seung Yoo u/balas budi. Tiba2 No Geol memanah memberi tanda. Mereka berdua membunuh pasukan pengintai, dan mayatnya dikembalikan ke markas Myeon.
Han Myung Hoe datang dan memberi ide, mereka harus menjadikan Se Ryung sbg umpan agar Seung Yoo datang sendirian shg ia bisa dibunuh dg mudah (trik ini paling manjur!). Yeori dengar kabar itu dan segera beritahu Se Ryung u/ sembunyi. Tapi Se Ryung tau, walaupun ia tak ada disini, mereka pasti masih bisa kirim pesan palsu. Ia mengambil kuda n mau memperingatkan Seung Yoo. Ja Beon menghalangi, tapi diterobos sampai jatuh. Ia segera lapor. Mereka mencarinya. Sementara malam telah tiba, Se Ryung ditengah hutan dihadang anggota pemberontak.mereka pikir Se Ryung mata2 karna pernah melihatnya jalan di rombongan Myeon. Ia ditangkap, lalu pemberontak itu lapor ke Park yg merasa kalau org itu adl Se Ryung, tapi ia tak peduli kalau Se Ryung mati, toh dia putri Suyang. Salah satu anggota bernama Lee ngobrolin ttg mata2 wanita itu, pas didengar Seung Yoo dan langsung berpikir kalo itu pasti Se Ryung. Ia segera berlari hendak menyelamatkan Se Ryung yg saat itu ditutup matanya dan diseret ke dekat sungai.
Saat pemberontak mau memenggalnya, tiba2 Seung Yoo menangkis dg pedang dan menyuruh mereka pergi.
Se Ryung masih ditutup matanya:
apa aku boleh tahu siapa kau? Karena menyelamatkan nyawaku, aku sangat
berterima kasih. Aku punya satu permintaan padamu. Tolong bawa aku pada
Tuan Kim Seung Yoo. Aku harus mengatakan sesuatu padanya. Ini menyangkut
hidup dan matinya. Tolong bantu aku.
Seung Yoo berlutut dan mengulurkan tangan, menyentuh wajah Se Ryung. Se Ryung reflek berusaha menghindar, tapi seperti mengenali sentuhan Seung Yoo.
Se Ryung : Apa mungkin kau...
Seung Yoo membuka tutup mata Se Ryung dan keduanya berpandangan dengan perasaan kacau. Seung Yoo berlutut dan mengulurkan tangan, menyentuh wajah Se Ryung. Se Ryung reflek berusaha menghindar, tapi seperti mengenali sentuhan Seung Yoo.
Se Ryung : Apa mungkin kau...
To Be Continue.... 1 episode again...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar