
Kemarin (minggu 6 Nov 2011) siang jam 12, Ann iseng buka Indosiar, siapa tau ada drama korea yg ditayangin. Eh, ternyata ada film Thailand. Sebenarnya kurang suka sama film Thailand, kebanyakan yg ditayangkan itu film action dan horor (walau horornya lebih oke daripada tante kunti dan om pocong Indonesia). Ternyata kali ini film keluarga. Ternyata ceritanya bagus, sweet, sangat menyentuh.
Ini tentang seorang anak bernama Tok (bukan ngetok pintu hehe). Ia lahir di keluarga pelawak, tapi ia ngga bisa melawak. Ia sudah berusaha u/ lucu, tapi ngga lucu (jayus). Adiknya Mon malah lebih lucu darinya. Ia merasa ayahnya tidak sayang padanya karena ngga lucu, ngga membanggakan.
Saking memikirkan hal itu, wajahnya jadi jerawatan, lalu ia pergi ke dokter kulit dan ketemu dg dokter Ice (baca:es, nama orang Thailand aneh2 ya). Ia jatuh cinta sama dokter Ice yg lebih tua 12 tahun darinya (wah, brondong suka tante2). Berbagai cara ia lakukan u/ menarik perhatian dokter itu.
Singkat cerita, ia tahu bahwa dokter Ice hamil, tapi pacarnya lagi study di luar negeri dan tidak tahu soal kehamilannya. Tok takut kalo Ice menggugurkan kandungannya, ia pergi mencari Ice di RS, tapi katanya Ice pulang ke kota. Saat di kota, ternyata Ice udah kembali ke tempat prakteknya (nah loh, buang2 ongkos aja). Setelah pulang, ia malah dimarahi ayahnya. Ayahnya membawa rotan, tapi malah memukuli kakinya sendiri, bukan kaki Tok. Orang2 yg melihatnya jadi terenyuh. Rupanya malam itu keluarga pelawak mereka akan masuk TV. Ayah mencari2 Tok yg menghilang, akhirnya ngga jadi masuk TV.
Tok curhat ma ibunya, bilang kalo ayah sepertinya tidak sayang padanya karena ia tidak lucu, tapi ibu bercerita waktu Tok masih TK dan hari ibu, mereka harus memberikan bunga pada ibu mereka yg duduk di panggung. Ibu Tok tidak datang. Tok berlutut di depan kursi kosong. tiba2 ibunya datang terlambat. "Itu bukan ibu, karna hari itu ibu sedang melahirkan Mon" kata ibunya. Rupanya yg datang itu adl ayahnya yg memakai baju wanita(kayak bencong, Thailand emang banyak bencong sebagai profesi lawak, tapi tetap doyan wanita dan jadi bapak). Itu artinya Ayah mencintainya.(sumpah pas adegan ini Ann pengen nangis, so sweet banget!)
Sementara itu sang ayah lagi facial di dokter Ice, lalu Ice memberikan bukunya Tok yg berisi lelucon. Tok berusaha jadi lucu agar disayang ayahnya. Ayah jadi sedih saat melihat isi buku itu dan dibacanya sampai pulang naik andong. Lalu ayah menemui Tok yg lagi lihat fotonya bersama ibu dan Mon waktu bayi. Ayah menyuruhnya mengajak Ice ke acara lawakannya.
Pada hari acara, ayah mengundang Ice ke panggung. Saat itu Tok langsung 'nyolong' hp Ice dan menulisi semua isi phonebooknya, tapi ngga sempat. Akhirnya ia bawa pulang tuh hp. Rupanya ia dan ayah mencari telp pacar Ice, tapi ngga tau mana pacarnya karena banyak nama di phonebook. Lalu Mon nimbrung, kenapa ngga baca smsnya aja?
Mereka menemukan sms cinta2an, pasti ni nomor pacarnya. Mereka nelpon pacarnya itu, ayahnya yg bicara memberitau kalo Ice hamil dan kalo ia jadi ayah, ia pasti sangat ingin melihat bayinya bukan? begitu kata ayah. Tiba2 hp Ice yg dipegang Tok bunyi. Tok langsung lari ke tempat praktek dan menggedor2 pintu. Pintu terbuka tapi telponnya berenti. Lalu hp berdering lagi. Ice mengangkat dan menitikkan air mata. Pacarnya mau menikahinya.
Pada hari kelulusan, Tok didandani jadi bencong buat lawakan di sekolah (ia pake busana gisaeng^^), dan semua tertawa dengan leluconnya. Kemudian Tok sekeluarga ke RS, Ice sudah melahirkan didampingi suami, Tok ditawari jadi wali/bapa babtis anaknya.
Ann note:
Film ini sebenarnya sederhana, tentang kehidupan sehari2. Tapi hubungan bapak-anak ini dalem banget. Cocok ditonton oleh orang tua dan anak. Buat anak, jangan merasa kalo ortu ngga sayang, karena gimanapun juga ortulah yg membesarkan kita pasti sayang sama kita. Buat ortu, anak belum tentu mewarisi bakat ortu, mereka pasti punya bakat sendiri yg akhirnya bisa membanggakan ortu.


1 komentar:
i like film the little comedina
Posting Komentar