Ini bukanlah cerita tentang cinta. Ini adalah cerita tentang persahabatan tiga manusia mengarungi satu masa hidup mereka.Kisah tiga wanita Indonesia yg mengarungi hidup di negeri orang, Belanda. Kisah tiga wanita dengan pasangan bule mereka masing2.
Amara, sarjana ekonomi yg pernah punya job sukses di Indonesia, rela mengikuti suaminya ke Belanda dan jadi ibu rumah tangga (tanpa anak). Nganggur di rumah tiap hari, bengong ngga karuan. Suatu kali, ketika menemukan pekerjaan, ia merasa harga dirinya yg tinggi itu dilecehkan oleh bosnya yg -hanya- seorang koki. Tetapi karena dukungan dari sahabat2 serta suaminya, ia mampu mengatasi keangkuhannya dan meraih mimpi masa kecilnya.
Ayu, gadis Jawa lugu nan ayu, gadis miskin yg putus sekolah, tiba2 ketiban duren runtuh karena dinikahi oleh pria Belanda yg kaya. Mereka hidup bahagia bersama putra mereka. Wanita ini yang terlalu pasrah pada hidup, memegang tradisi "orang sabar disayang Gusti Allah" dan selalu bergantung pada suaminya, Ketika tiba2 ia ditinggal suaminya, ia bagai anak ayam kehilangan induk. Namun karena dukungan sahabat2nya, dan demi anaknya, ia bertahan hidup dan belajar mandiri.
Karina, memiliki otak cemerlang dan karir sukses, tapi ngga dilamar2 juga sama pacarnya yg orang Belanda. Ia pikir semua itu karena fisiknya yang gendut dan jelek, sehingga ia bikin sebuah rencana diet gila2an dan belajar masak u/meyakinkan pacarnya bahwa ia istri yang baik. Tapi saat pacarnya mau melamarnya, ia malah ragu, tak ingin dilamar hanya karena rasa kasihan. Didukung oleh sahabat2nya dan pacarnya, kepercayaan dirinya bangkit.
Novel ini sangat jauh berbeda dari Novel Fanny yg lain dan novel2 karangan novelis lainnya. Tidak ada konflik rumit ala sinetron, tidak ada rebut2an -rebutan pacar, suami, anak, harta, dll-
Persahabatan mereka murni. Percintaan dg pasangan masing2 harmonis. Para pria di sini sangat romantis, baik, hangat dan bertanggung jawab, ngga ada yg namanya selingkuh2. Hal ini bisa meyakinkan orang2 Indonesia yg selama ini berpikir kalo pria bule itu sulit berkomitmen, suka main cewe, ngga bertanggung jawab, dll. Tidak semua pria di dunia ini brengsek, masih banyak pria yang baik.
Kutipan dari Novel C'est La Vie:
Cinta membuat orang jadi buta. Cinta membuat orang jadi bodoh. Cinta membuat orang terhanyut. Dan cinta pulalah yang membuatku nekat menerima lamaran Wim dan menikah dengannya. Cintalah yang membuatku rela meninggalkan kehidupanku di indonesia, mengikuti Wim yang sudah habis masa kontraknya, untuk memulai hidup baru di belanda. Dan disinilah aku sekarang...atas nama cinta (Amara- page 26)
mimpi ada dalam diri kita dan terus menggoda untuk kita raih. Terkadang dia memberi inspirasi dan motivasi tapi tak jarang dia membuat banyak orang frustasi dan kepingin bunuh diri. (Amara- Page 126)
terkadang disaat semua jalan dan pintu terlihat tertutup, Tuhan masih menyisakan jendela yang terbuka. Tugas kitalah yang harus jeli melihat dan mencari jendela itu (Eugenie - page 181)
dengan kematian kita jadi lebih menghargai hidup. Lebih menghayati peran dan keberadaan orang-orang disekeliling kita yg kita sayangi (Wim - Page 240)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar