Quotes

"Write is my World"

Rabu, 04 Desember 2013

A FROZEN FLOWER


ATTENTION!!!
Film ini khusus dewasa. Yang masih di bawah umur, ataupun sudah dewasa namun masih polos sehingga tidak akan tahan melihat adegan2 ‘syur’ (ahahah), jangan menonton film ini!!!
Cast:
- Jo In Sung as Hong Rim
- Joo Jin Mo as King
- Song Ji Hyo as Queen
other cast: Song Joong Ki sebagai pengawal, bawahannya Hong Rim. Jarang munculnya, kalau muncul nggak pernah sendiri / selalu bersama anggota pengawal lainnya. Dan.... kayaknya dia yang paling pendek di antara pengawal lainnya... :)
 
Alkisah, pada masa Goryeo, seorang raja yang kala itu bertahta, memiliki sekelompok pengawal yang diizinkan untuk tinggal di istana. Salah satu pengawal, paling akrab dengan Raja sejak kecil. Dia adalah Hong Rim, dan akhirnya menjadi panglima/kepala pengawal. Dia pengawal pribadi Raja. Tidak hanya mengawal ke mana-mana, tetapi juga sampai ke ranjang (uh!)
 
Raja dinikahkan dengan putri Yuan. Sekian tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai pewaris tahta. Hal itu jadi pergunjingan, hingga menjadi ancaman bagi tahta Raja. Pemerintah Yuan mengancam, jika Raja dan Ratu masih belum punya putra juga, maka tahta akan dialihkan kepada Lord Kyungwon. 
Tentu saja mereka tidak bisa punya anak, karena Raja sama sekali tidak tertarik pada wanita. Ia tidak bisa menyentuh istrinya (istilah vulgarnya : nggak horny). Maka, Raja punya ide gila. Dia menyuruh Hong Rim untuk meniduri Ratu. Awalnya mereka merasa canggung dan risih, terutama Ratu, tidur bersama laki2 yang bukan suaminya, atas perintah suaminya. Tapi setelah beberapa kali dicoba, akhirnya mereka melakukan hal ‘itu’ sampai terasa ‘puas’. Sementara Raja yang berada di balik pintu kamar, merasa jengah mendengar ‘suara2’. Namun dia berusaha bertahan, karena memang inilah yang diharapkan.
 
Setelah malam penyempurnaan selesai, Ratu masih belum hamil juga. Dan rupanya tanpa sepengetahuan Raja, Ratu dan Hong Rim sering ketemu diam2 untuk ‘begituan’ di perpustakaan istana. Lama kelamaan Raja pun curiga karena Hong Rim sering ‘menghilang’. Puncaknya, ketika sekelompok menteri berkomplot untuk membunuh Raja dan mengangkat Lord Kyungwon jadi raja, adik Ratu pun ikut berkomplot. Namun rencana itu diketahui oleh Raja hingga dia membunuh semua menteri yang terlibat. Raja memerintahkan Hong Rim untuk membunuh adik Ratu dengan tangannya sendiri. Hong Rim tidak tega membunuh adik dari wanita yang dicintainya, ia pun melepaskan adik Ratu untuk kabur ke Yuan. Namun Wakil Panglima melaporkan hal ini kepada Raja (carmuk, alias cari muka).
 
Kesabaran Raja habis. Ia berencana melakukan malam penyempurnaan lagi, tetapi kali ini ‘partner’ Ratu bukanlah Hong Rim, melainkan Wakil Panglima. Ratu dan Hong Rim shock. Ratu yang kebingungan, mengajak Hong Rim untuk lari dari istana saja, tapi Hong Rim tidak mau. Hong Rim semalam2an berlutut memohon pada Raja, sedangkan Ratu mencoba bunuh diri saking frustrasi.
 
Kekesalan Raja pun mereda. Ia menugaskan Hong Rim untuk ke perbatasan, agar dapat melupakan hasrat berlebihannya terhadap Ratu. Namun sehari sebelum kepergiannya, pelayan Ratu memberitahu Hong Rim bahwa Ratu sudah mengandung. Malamnya, Hong Rim diam2 ke perpus untuk bertemu Ratu. Hong Rim mengucapkan selamat tinggal, namun Ratu memanggilnya. Mereka berciuman, makin lama makin hot, hingga melakukan hal itu di perpus. Sementara itu Raja rupanya tahu Hong Rim keluar dari kamarnya. Ia ke kamar Ratu, tapi Ratu tidak ada. Ia pun ke perpus dan menemukan kedua sejoli itu sedang memadu kasih.
 
Raja marah besar kali ini. Ratu mengaku salah, bahwa dia yang menggoda Hong Rim. Tapi Hong Rim melimpahkan kesalahan pada dirinya sendiri, bahwa dia tak dapat menahan diri karena cintanya kepada Ratu. Raja shock, “Coba kau ulangi lagi... Apa aku mendengarmu menyebut kata 'cinta'?Apa kau mencintai Ratu?” “Ya, aku mencintai Ratu.” Raja mengamuk, memerintahkan Wakil Panglima untuk mengebiri Hong Rim, di depan mata Ratu.
 Click here to open new window
Ratu pingsan setelah menyaksikan kekasihnya dikebiri. Tabib memberitahu Raja bahwa Ratu sudah hamil. Raja menyuruh Wakil Panglima untuk menghabisi semua orang yang mengetahui fakta bahwa anak yang dikandung Ratu adalah anak Hong Rim. Sementara itu, Ratu takut kalau Raja akan membunuh Hong Rim, ia menyuruh anak buah Hong Rim (termasuk Song Joong Ki) untuk membawa kabur Hong Rim. Raja yang tahu kalau Hong Rim kabur, menyuruh Ratu untuk buka mulut, di mana dia menyembunyikan Hong Rim? Ia pun menangkap anak buah Hong Rim yang melarikan Hong Rim, disiksa untuk buka mulut. Tetapi karena mereka anak2 yg setia, mereka pun dipenggal (termasuk Song Joong Ki!)
 
Ratu bernegosiasi dengan Wakil Panglima. Semua orang yang terlibat sudah dibunuh diam2, hanya Wakil Panglima yang tertinggal. Suatu saat nanti, Raja pasti akan membunuhnya diam2. Maka Ratu menawari Wakil Panglima untuk membunuh Raja, sebelum dibunuh oleh Raja. “Jika Lord Kyungwon naik, maka aku bisa menjamin nyawamu.” Sementara itu Hong Rim akhirnya kembali ke istana dengan menyamar sebagai salah satu prajurit perbatasan yang baru kembali. Ia menerobos pengawal2 hingga masuk ke kamar Raja.
 
“Akhirnya kau kembali,” sambut Raja.

“Aku kemari untuk mengambil nyawa Anda, Yang Mulia.”
 
Mereka pun berpedang. Pedang Hong Rim merobek lukisan yang dilukis oleh Raja. Di dalam lukisan itu ada dua orang berkuda sedang memanah berburu hewan. Itu adalah penggambaran Raja dan Hong Rim. Namun lukisan itu sudah terbelah, seperti persahabatan dan hubungan mereka yang telah rusak. Wakil Pengawal datang bersama anak buahnya, namun Raja melarang mereka mendekat. Ini duel antar pria, satu lawan satu, hingga mereka sama-sama saling melukai. Raja menusuk dada Hong Rim.
 
“Aku bertanya untuk yang terakhir kalinya. Pernahkah, sekali saja, kau memiliki perasaan cinta kepadaku?” tanya Raja.

“Tidak pernah sekalipun, Yang Mulia.”
 
Hong Rim maju, membuat tusukan di dadanya makin dalam, lalu dengan pedang yang sudah putus, ia menusuk perut Raja. Raja terhempas ke dinding, melorot ke lantai, lalu meninggal. Hong Rim masih bisa berdiri. Dia mencabut pedang dari dadanya, berjalan mendekati Wakil Panglima yang akhirnya menusuk perutnya. Hong Rim terjatuh di lantai ketika Ratu menerobos masuk dan menyaksikan pria yang dicintainya meregang nyawa. Hong Rim memalingkan wajahnya dari Ratu, menatap Raja yang telah pergi duluan, sebelum menyusulnya.
 
Flashback
“Wah, indah sekali pemandangan istana dari sini, Yang Mulia!” seru Hong Rim kecil.

“Bagaimana kalau kau tinggal bersamaku di istana, selamanya?” Raja kecil menawarkan.

“Benarkah? Aku mau, Yang Mulia!”
 
Raja dan Hong Rim berkuda di atas padang rumput hijau. Mereka berdua tersenyum bahagia, lalu meraih busur dan menarik panah bersama, seperti yang ada dalam lukisan dari mimpi sang Raja.
 
THE END


Notes:

Dari endingnya, saya dapat menyimpulkan bahwa, hanya Raja yang punya kelainan seks (gay/hombreng), sedangkan Hong Rim tidak gay. Dia normal, karena dia hanya mencintai wanita, yaitu Ratu. Dia tidak pernah mencintai Raja. Dia melakukan 'itu' dengan Raja selama ini, hanya sebagai pelayanan, mungkin karena Raja ngajak dan dia nggak bisa nolak. Atau.... mungkin saja, emang ACDC hehehe....
Menyampingkan adegan vulgarnya, film ini cukup bagus dengan ending tragis yang menyedihkan, menyayat hati, menguras air mata. Kayaknya ini bukan film based on real history. Tapi nggak tahu lagi sih, berhubung bukan orang Korea asli, nggak tahu sejarahnya. Bahkan sejarah kerajaan2 negara sendiri pun saya tidak tahu hahaha… Tapi aku pernah membaca dari sebuah blog, tentang sejarah Raja Gong Min pada masa Goryeo (Raja di Faith). Raja Gong Min menikahi putri Yuan yaitu Ratu No Guk. Tapi Ratu No Guk meninggal saat melahirkan. Raja Gong Min jadi gila. Dia merekrut para pengawal yang diberi nama Jejawi, dan berhubungan seks dengan mereka. Dan karena Gong Min menderita impoten, dia menyuruh para Jejawi itu untuk menghamili selir-selirnya. 3 selirnya menolak dan mengancam bunuh diri, hanya 1 selir yang digilir (kasihan), hingga pada akhirnya mengandung anak dari Jejawi bernama Hong Ryun. Salah satu kasimnya yang memberitahukan hal itu pada Raja, lalu Raja menyuruh kasim itu untuk membunuh semua Jejawi dan yang terlibat, bahkan kasim itupun diancam akan dibunuh. Akhirnya kasim itu dan para Jejawi pun membunuh Raja. Tetapi hal ini pun masih menjadi misteri, Apakah mungkin Raja Gong Min memang melakukan hal itu, ataukah ini hanya akal2an politik saja yang ingin menjatuhkan si Raja.
 
Sekarang membicarakan style. Menurutku, Jo In Sung nggak cocok pake baju jaman dulu (hanbok pria/pengawal) hehe… mungkin karena sudah kebiasaan melihat dia main drama/film bersetting modern, jadi aneh saja melihatnya berbalut baju jaman dulu dan rambut gondrong. Tapi... tetap ganteng sih, hehe... 
Kalau yang jadi Rajanya, memang pantas memakai baju hanbok pria dan tampak berwibawa seperti layaknya seorang Raja. 
Sementara Song Ji Hyo tampaknya memang aktris film kolosal, karena sering main di saeguk (Jumong, Heaven Mandate). Wajahnya memang pas banget untuk pakai baju hanbok, entah itu hanbok jaman Joseon maupun jaman sebelum Joseon. 
Lalu Song Joong Ki? Hehehe… biarpun jadi pengawal, dia tetaplah si ‘flower boy’ Yeo Rim (SKKS).
 

Oh, aku baru menyadari, kalau yang jadi Hong Rim kecil adalah Yeo Jin Gu, yang jadi Raja remaja di The Moon That Embraces The Sun. Pantas saja familiar.

sumber gambar: google dan Dramabeans.com

trailer from youtube:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar