ATTENTION!!!
Film ini khusus dewasa. Yang masih di bawah umur, ataupun
sudah dewasa namun masih polos sehingga tidak akan tahan melihat adegan2 ‘syur’
(ahahah), jangan menonton film ini!!!

Cast:
- Jo In Sung as Hong Rim
- Joo Jin Mo as King
- Song Ji Hyo as Queen

other cast: Song Joong Ki sebagai pengawal, bawahannya Hong
Rim. Jarang munculnya, kalau muncul nggak pernah sendiri / selalu bersama anggota pengawal lainnya. Dan.... kayaknya dia yang paling pendek di antara pengawal lainnya... :)

Alkisah, pada masa Goryeo, seorang raja yang kala itu
bertahta, memiliki sekelompok pengawal yang diizinkan untuk tinggal di istana.
Salah satu pengawal, paling akrab dengan Raja sejak kecil. Dia adalah Hong Rim,
dan akhirnya menjadi panglima/kepala pengawal. Dia pengawal pribadi Raja. Tidak
hanya mengawal ke mana-mana, tetapi juga sampai ke ranjang (uh!)

Raja dinikahkan dengan putri Yuan. Sekian tahun menikah,
mereka belum juga dikaruniai pewaris tahta. Hal itu jadi pergunjingan, hingga
menjadi ancaman bagi tahta Raja. Pemerintah Yuan mengancam, jika Raja dan Ratu
masih belum punya putra juga, maka tahta akan dialihkan kepada Lord Kyungwon.

Tentu
saja mereka tidak bisa punya anak, karena Raja sama sekali tidak tertarik pada
wanita. Ia tidak bisa menyentuh istrinya (istilah vulgarnya : nggak horny).
Maka, Raja punya ide gila. Dia menyuruh Hong Rim untuk meniduri Ratu. Awalnya
mereka merasa canggung dan risih, terutama Ratu, tidur bersama laki2 yang bukan
suaminya, atas perintah suaminya. Tapi setelah beberapa kali dicoba, akhirnya
mereka melakukan hal ‘itu’ sampai terasa ‘puas’. Sementara Raja yang berada di
balik pintu kamar, merasa jengah mendengar ‘suara2’. Namun dia berusaha
bertahan, karena memang inilah yang diharapkan.

Setelah malam penyempurnaan selesai, Ratu masih belum hamil
juga. Dan rupanya tanpa sepengetahuan Raja, Ratu dan Hong Rim sering ketemu
diam2 untuk ‘begituan’ di perpustakaan istana. Lama kelamaan Raja pun curiga
karena Hong Rim sering ‘menghilang’. Puncaknya, ketika sekelompok menteri
berkomplot untuk membunuh Raja dan mengangkat Lord Kyungwon jadi raja, adik
Ratu pun ikut berkomplot. Namun rencana itu diketahui oleh Raja hingga dia
membunuh semua menteri yang terlibat. Raja memerintahkan Hong Rim untuk
membunuh adik Ratu dengan tangannya sendiri. Hong Rim tidak tega membunuh adik
dari wanita yang dicintainya, ia pun melepaskan adik Ratu untuk kabur ke Yuan.
Namun Wakil Panglima melaporkan hal ini kepada Raja (carmuk, alias cari muka).


Kesabaran Raja habis. Ia berencana melakukan malam
penyempurnaan lagi, tetapi kali ini ‘partner’ Ratu bukanlah Hong Rim, melainkan
Wakil Panglima. Ratu dan Hong Rim shock. Ratu yang kebingungan, mengajak Hong
Rim untuk lari dari istana saja, tapi Hong Rim tidak mau. Hong Rim semalam2an
berlutut memohon pada Raja, sedangkan Ratu mencoba bunuh diri saking frustrasi.


Kekesalan Raja pun mereda. Ia menugaskan Hong Rim untuk ke
perbatasan, agar dapat melupakan hasrat berlebihannya terhadap Ratu. Namun
sehari sebelum kepergiannya, pelayan Ratu memberitahu Hong Rim bahwa Ratu sudah
mengandung. Malamnya, Hong Rim diam2 ke perpus untuk bertemu Ratu. Hong Rim
mengucapkan selamat tinggal, namun Ratu memanggilnya. Mereka berciuman, makin
lama makin hot, hingga melakukan hal itu di perpus. Sementara itu Raja rupanya
tahu Hong Rim keluar dari kamarnya. Ia ke kamar Ratu, tapi Ratu tidak ada. Ia
pun ke perpus dan menemukan kedua sejoli itu sedang memadu kasih.


Raja marah besar kali ini. Ratu mengaku salah, bahwa dia
yang menggoda Hong Rim. Tapi Hong Rim melimpahkan kesalahan pada dirinya
sendiri, bahwa dia tak dapat menahan diri karena cintanya kepada Ratu. Raja
shock, “Coba kau ulangi lagi... Apa aku mendengarmu menyebut kata 'cinta'?Apa kau mencintai Ratu?” “Ya, aku mencintai Ratu.” Raja mengamuk, memerintahkan
Wakil Panglima untuk mengebiri Hong Rim, di depan mata Ratu.


Ratu pingsan setelah menyaksikan kekasihnya dikebiri. Tabib memberitahu Raja bahwa Ratu sudah hamil. Raja menyuruh
Wakil Panglima untuk menghabisi semua orang yang mengetahui fakta bahwa anak
yang dikandung Ratu adalah anak Hong Rim. Sementara itu, Ratu takut kalau Raja
akan membunuh Hong Rim, ia menyuruh anak buah Hong Rim (termasuk Song Joong Ki) untuk membawa kabur Hong
Rim. Raja yang tahu kalau Hong Rim kabur, menyuruh Ratu untuk buka mulut, di
mana dia menyembunyikan Hong Rim? Ia pun menangkap anak buah Hong Rim yang
melarikan Hong Rim, disiksa untuk buka mulut. Tetapi karena mereka anak2 yg
setia, mereka pun dipenggal (termasuk Song Joong Ki!)


Ratu bernegosiasi dengan Wakil Panglima. Semua orang yang
terlibat sudah dibunuh diam2, hanya Wakil Panglima yang tertinggal. Suatu saat
nanti, Raja pasti akan membunuhnya diam2. Maka Ratu menawari Wakil Panglima
untuk membunuh Raja, sebelum dibunuh oleh Raja. “Jika Lord Kyungwon naik, maka
aku bisa menjamin nyawamu.” Sementara itu Hong Rim akhirnya kembali ke istana
dengan menyamar sebagai salah satu prajurit perbatasan yang baru kembali. Ia
menerobos pengawal2 hingga masuk ke kamar Raja.

“Akhirnya kau kembali,” sambut Raja.
“Aku kemari untuk mengambil nyawa Anda, Yang Mulia.”

Mereka pun berpedang. Pedang Hong Rim merobek lukisan yang
dilukis oleh Raja. Di dalam lukisan itu ada dua orang berkuda sedang memanah
berburu hewan. Itu adalah penggambaran Raja dan Hong Rim. Namun lukisan itu
sudah terbelah, seperti persahabatan dan hubungan mereka yang telah rusak. Wakil
Pengawal datang bersama anak buahnya, namun Raja melarang mereka mendekat. Ini
duel antar pria, satu lawan satu, hingga mereka sama-sama saling melukai. Raja
menusuk dada Hong Rim.
“Aku bertanya untuk yang terakhir kalinya. Pernahkah, sekali
saja, kau memiliki perasaan cinta kepadaku?” tanya Raja.
“Tidak pernah sekalipun, Yang Mulia.”
Hong Rim maju, membuat tusukan di dadanya makin dalam, lalu
dengan pedang yang sudah putus, ia menusuk perut Raja. Raja terhempas ke
dinding, melorot ke lantai, lalu meninggal. Hong Rim masih bisa berdiri. Dia
mencabut pedang dari dadanya, berjalan mendekati Wakil Panglima yang akhirnya
menusuk perutnya. Hong Rim terjatuh di lantai ketika Ratu menerobos masuk dan
menyaksikan pria yang dicintainya meregang nyawa. Hong Rim memalingkan wajahnya
dari Ratu, menatap Raja yang telah pergi duluan, sebelum menyusulnya.



Flashback
“Wah, indah sekali
pemandangan istana dari sini, Yang Mulia!” seru Hong Rim kecil.
“Bagaimana kalau kau
tinggal bersamaku di istana, selamanya?” Raja kecil menawarkan.
“Benarkah? Aku mau,
Yang Mulia!”

Raja dan Hong Rim berkuda di atas padang rumput hijau.
Mereka berdua tersenyum bahagia, lalu meraih busur dan menarik panah bersama,
seperti yang ada dalam lukisan dari mimpi sang Raja.


THE END
Notes:

Menyampingkan adegan vulgarnya, film ini cukup bagus dengan
ending tragis yang menyedihkan, menyayat hati, menguras air mata. Kayaknya ini
bukan film based on real history.
Tapi nggak tahu lagi sih, berhubung bukan orang Korea asli, nggak tahu
sejarahnya. Bahkan sejarah kerajaan2 negara sendiri pun saya tidak tahu hahaha… Tapi aku pernah membaca dari sebuah blog, tentang sejarah Raja Gong Min pada masa Goryeo (Raja di Faith). Raja Gong Min menikahi putri Yuan yaitu Ratu No Guk. Tapi Ratu No Guk meninggal saat melahirkan. Raja Gong Min jadi gila. Dia merekrut para pengawal yang diberi nama Jejawi, dan berhubungan seks dengan mereka. Dan karena Gong Min menderita impoten, dia menyuruh para Jejawi itu untuk menghamili selir-selirnya. 3 selirnya menolak dan mengancam bunuh diri, hanya 1 selir yang digilir (kasihan), hingga pada akhirnya mengandung anak dari Jejawi bernama Hong Ryun. Salah satu kasimnya yang memberitahukan hal itu pada Raja, lalu Raja menyuruh kasim itu untuk membunuh semua Jejawi dan yang terlibat, bahkan kasim itupun diancam akan dibunuh. Akhirnya kasim itu dan para Jejawi pun membunuh Raja. Tetapi hal ini pun masih menjadi misteri, Apakah mungkin Raja Gong Min memang melakukan hal itu, ataukah ini hanya akal2an politik saja yang ingin menjatuhkan si Raja.
Sekarang membicarakan style. Menurutku, Jo In Sung nggak cocok pake baju jaman dulu
(hanbok pria/pengawal) hehe… mungkin karena sudah kebiasaan melihat dia main
drama/film bersetting modern, jadi aneh saja melihatnya berbalut baju jaman
dulu dan rambut gondrong. Tapi... tetap ganteng sih, hehe...

Kalau yang jadi Rajanya, memang pantas memakai baju hanbok pria dan
tampak berwibawa seperti layaknya seorang Raja.

Sementara Song Ji Hyo tampaknya memang aktris film kolosal, karena sering main
di saeguk (Jumong, Heaven Mandate). Wajahnya memang pas banget untuk pakai baju
hanbok, entah itu hanbok jaman Joseon maupun jaman sebelum Joseon.

Lalu Song
Joong Ki? Hehehe… biarpun jadi pengawal, dia tetaplah si ‘flower boy’ Yeo Rim
(SKKS).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar