
Myung Ho mendatangi rumah lama Oh Soo dan disambut oleh Moo
Chul. Myung Ho mencari pria yang bernama sama dengan Oh Soo. Moo Chul tidak
memberitahu hal yg sebenarnya bahwa Oh Soo di PL Grup sekarang adalah yg palsu,
tetapi ia memberi clue2, yaitu ttg (mantan) pacarnya Oh Soo dan foto 2 Oh Soo
bersama Jin Sung.

Sementara itu, Young gemetar kedinginan habis nyemplung di
sungai. Soo mengomelinya. Tapi Young malah tampak senang dan mengajak Soo
nginap diluar rumah. Untung bajunya Young masih ada di bagasi. Soo menyuruhnya
ganti baju di mobil sementara dia pergi membeli minuman hangat. Tampaknya Young
tidak suka ditinggal sendiri, karena ia memanggil2 Soo saat Soo keluar. Setelah
membeli minuman, Moo Chul menelpon, mengatakan kalau ada yang mencarinya tadi
dan mengancam2, membuat Soo tampak gemetar. Akhirnya, Soo mengajak Young untuk
menginap di tepi pantai.


Young mengajak Soo jalan2 naik motor. Soo jadi teringat Hee
Joo, mantan pacarnya yg mati karena ketabrak truk saat naik motor. Selama
perjalanan, Young tampak sangat bahagia, sedangkan Soo menitikkan air mata,
teringat sama mantan pacarnya itu. Lalu Young bertanya2 ttg cinta pertama Soo,
tapi Soo tak mau bercerita ttg orang yg sudah mati. Young menebak siapa nama
cewek itu. Karena dia kakaknya Moon Hee Sun, jadi dia menebak dengan nama depan
Hee, akhirnya dia bisa menebak nama Hee Joo. Young mengajak Soo minum arak
sambil bercerita. Mereka pun minum soju dan Soo bercerita awal mula dia bertemu
Hee Joo. Ortu Hee Joo melarang hubungan mereka, tapi Hee Joo malah kabur dari
rumah dan tinggal bersama Soo, juga tidur bersama.


Young dan Soo bercerita2 sambil tertawa2. Saat mau tidur,
rencananya Soo akan tidur terpisah, tapi Young memaksa untuk tidur di kasur
yang sama, sebagai kakak adik. Young ingin meraba2 tubuh Soo untuk membayangkan
bagaimana tampangnya Soo. Ia mengukur tinggi Soo dengan jengkal, menyentuh
tangan dan kakinya. Young bisa menebak seseorang ganteng atau jelek dari
lengannya. Cowok dengan lengan kekar dan suara berat, pasti ganteng. Sedangkan
cewek kalau lengannya langsing dan suara lembut, pasti cantik. Kemudian, Young
minta baring di lengan Soo. Ia berbaring dengan memeluk Soo. Saat Soo merasa
Young sudah tertidur, ia hendak mengangkat kepala Young. Tapi Young ternyata
belum tidur, memeluknya semakin erat dan memohon agar Soo jangan pergi.
“Baiklah, aku akan tinggal di sisimu. Jika kau ingin … kapanpun kau mau …” Soo
menepuk2 punggung Young.

Tanpa Soo sadari, dia telah lupa bahwa hari ini adalah
peringatan kematian Hee Joo. Hee Sun dan Jin Sung sudah bersiap dan menunggu
untuk memperingati, tetapi Soo tak dapat dihubungi. Malah ayahnya Jin Sung yang
datang membawa beberapa barang dan menyuruh Jin Sung untuk ‘begituan’ sama Hee
Sun, mumpung cuma berdua saja hehehe…

Paginya Soo dan Young bermain2 di salju. Young bertanya pada
Soo tentang sahabat Soo yang pernah bertemu dengannya dulu. Young ingin bertemu
sekali lagi (lah, ini di depan lo). Soo berkata kalau orang itu tidak baik dan
dia juga sudah lost contact. Waktu mereka akan pulang, Jin Sung berhasil
menelpon Soo, mengomelinya, kemana saja dirinya sehingga tidak datang di hari
kematian Hee Joo? Soo syok, karena dia telah benar-benar lupa. Saat Hee Sun
tahu bahwa Soo tidak datang karena lupa dan asik mainan sama cewek baru, Hee
Sun marah besar. Ia mematahkan nisan
buatan Soo. “Aku tidak butuh nisan buatanmu, brengsek! Aku bersumpah, kalau kau
tidak mati di tangan Moo Chul, kau akan mati di tanganku! Aku tidak akan pernah
memaafkanmu!”


Young bertanya, siapa yang menelpon? Karena mendadak Soo
jadi aneh, apalagi Soo menelpon sekt. Wang untuk menjemput Young. Saat Young
bertanya, Soo membentaknya untuk diam. Sekt. Wang menjemputnya dan Soo pun
pergi ke hutan, kuburannya Hee Joo. Lalu Moo Chul datang dan mengejeknya. Soo
menghajarnya dan mereka pun berantem. Saat itu, kilasan2 masa lalu berkelebat.
Ternyata, Hee Joo mengandung anak Soo tapi Soo tak mau bertanggung jawab. Soo
naik motor meninggalkannya. Saat itu, Moo Chul juga ada di sana melihat
semuanya. Moo Chul juga menyukai Hee Joo tetapi mengalah karena Hee Joo
menyukai Soo. Lalu Hee Joo mengejar Soo dengan motor, Moo Chul mengejar mereka
juga dengan motor. Saat itulah, sebuah truk melintas dan menabrak Hee Joo
sampai mati.



Makanya Moo Chul sangat dendam pada Soo hingga sekarang, ia ingin
menghancurkan Soo. Moo Chul memberikan sebuah pil racun yang bisa bikin orang
mati tanpa bisa dideteksi, dan hanya dikira serangan jantung. Soo bisa
meminumnya, atau memberikannya pada adik palsunya. Soo sendiri yang harus
memutuskan.

Pengacara Jang datang ke rumah dan memberikan wasiat pesanan
Young. Sekt. Wang memberikannya pada Young saat Young akan menulis braile. Ia
juga memberikan sebuah kamera pesanan Young. Wang ingin berfoto bersama Young,
tetapi Young menolak. Wang tampak kecewa. Wang bertanya untuk apa kamera itu
(toh Young nggak bisa melihat apa yg dipoto). Young berkata kalau dia cuma suka
suara kamera. Sebelum Wang keluar dari kamar, Young meminta Wang untuk
mencarikan sahabat kakak yang namanya sama dengan kakak. Kakak Soo bilang kalau
orang itu tidak baik, tetapi Young jadi malah tambah memikirkannya dan makin
ingin bertemu dengannya.

Ternyata kamera itu digunakan untuk membuat video. Ia
merekam video dirinya curhat. Penyakitnya tampaknya kambuh lagi sehingga
membuat kepalanya makin sakit. Awalnya dia ingin masuk RS, tetapi sejak bertemu
Soo, dia tidak ingin di RS. Dia tak mau kepalanya dibuka dan masuk ruang
operasi sendirian. Dia ingin selalu bersama kakak. Lalu kepalanya terasa sakit
dan ia menahan sakit itu tanpa suara.


Soo pulang dan mandi shower tampa ganti baju. Saat keluar
dari wc, Young sudah berdiri di dalam kamarnya, minta permintaan maaf dari Soo
karena selama 21 tahun Young tidak pernah dibentak seperti itu. Kalaupun nggak
minta maap, setidaknya Soo harus memberi alasan kenapa dia bertindak seperti
tadi. Tapi Soo mengusirnya. Young menunjukkan lengannya yang terluka, tapi Soo
malah tampak tidak peduli, menyuruhnya mengobati diri sendiri (manja!). Young
keluar dari kamar Soo. Soo membanting handuk lalu keluar kamar. Ternyata Young
masih di samping pintu. Ia pun tahu bahwa Soo sebenarnya masih perhatian.

Young masuk ke kamar Soo dan mereka duduk berdua. Sambil
menatap pil racun, Soo pun bilang kalau kemarin hari kematian Hee Joo dan dia
lupa. Makanya sekarang ia ke kuburan Hee Joo. Young merasa prihatin dan ia
berjalan menghampiri Soo. Tak sengaja tangannya menjatuhkan botol pil kecil
racun itu, tapi ia tak sadar. Ia memeluk kepala Soo, ingin membuat Soo nyaman.
Lalu saat berjalan kembali, kakinya menendang botol itu dan ia pun sadar kalau
menendang sesuatu. Ia merogoh2 dan menemukan botol itu, lalu bertanya, apa itu?
Soo pun bilang yg sebenarnya kalau orang yg meminum pil itu, maka ia akan mati
dengan damai tanpa sakit dan menderita. Young minta pil ini untuk dirinya.
“Haruskah aku memberikannya padamu?”

Soo mengambil pil itu dari tangan Young, “Ini bukan untukmu.
Karena ini cuma satu2nya di dunia, dan karena ini adalah milikku. Young ingin
tidur bersama Soo, tapi Soo membentak, kalau sodara gak boleh tidur bersama
karena mereka berbeda jenis kelamin. Young berkata kalau dia tidak menganggap
Soo sebagai laki2, tapi sebagai saudara seperti waktu mereka kecil. Tapi ia
minta maap karena hari ini Soo lagi bad mood.

Moo Chul menyuruh anak buahnya mengintai adik Jin Sung,
pastikan gadis itu meminjam uang agar Moo Chul bisa menjerat Jin Sung. Lalu bos
Moo Chul datang, menanyakan bagaimana ttg uang yg dipinjam Soo? Moo Chul
berkata kalau hal itu sedang diurus. Bos marah karena Moo Chul buang2 waktu. Ia
mengatai Moo Chul brengsek dan Moo Chul yang tidak terima, meludahi si bos,
padahal si bos sudah bela-bela’in membebaskan Moo Chul dari penjara dan
mempercayakan bar miliknya.

Young tidur dengan jendela terbuka hingga angin membunyikan
lonceng. Soo terbangun dan pergi ke kamar Young, menutup jendela. Young
menyuruhnya untuk buka saja jendelanya, lebih baik sakit daripada nggak bisa
tidur (padahal sama aja). Akhirnya Soo mengalah dan akan tidur dengan Young.
Young tersenyum, “Aku menang” (huh, licik hehehe… ). Young masih menginginkan
pil racun itu, dan akan ditukarkan dengan surat wasiat yg ditulisnya. Soo
galau. Sebenarnya inilah saatnya mendapatkan harta itu, membayar hutang dan
pergi dari semua kegilaan ini. Tapi tampaknya kini dia mulai menyayangi ‘adik
palsunya’ itu.

Pagi2 buta, Hee Sun menggedor2 pintu rumah Young. Ia
menerobos masuk dan mencari 2 anak itu. Di lorong, ia bertemu dengan Jin Sung
yg kaget sampai kepleset. Ia membuka kamar Soo, tapi nggak ada orang. Lalu ia
ke kamar Young. Jin Sung menghalangi tetapi ia terdorong dan tak sengaja
tangannya mengenai lukisan hingga miring dan tampaknya ada sesuatu di balik
lukisan itu. Sekt. Wang datang karena keributan ini dan Jin Sung segera
membetulkan lukisan itu sebelum ada yang menyadari ‘sesuatu’ itu. Mereka tampak
syok (terutama Wang) yg melihat Soo dan Young tidur bareng. Jin Sung menarik
Hee Sun pergi sementara Wang menahan amarah dan membuka jendela. Angin
membunyikan lonceng, membangunkan Soo.


Jin Sung menjelaskan kalau ini semua sudah direncanakan demi
keselamatan Oh Soo dari tangan Moo Chul, termasuk ttg menginap di pantai dan
tidur bersama. Lagipula mereka tidak berhub suami istri, cuma berakting
layaknya kakak beradik. Jin Sung juga tidur dengan adik ceweknya di rumah.
“Tapi kalian tidak tidur di ranjang yang sama!” kata Hee Sun. “Ya, tidak di
kasur, tapi di lantai.”

Wang memarahi Soo yang berani2nya tidur bareng Young. Soo
malah menyalahkan Wang karena tidak tahu bahwa Young susah tidur/insomnia.
Ketika dia tidur bersama seseorang baru dia bisa tidur nyenyak. Baginya, Young
masih seperti ketika 6 th dan bagi Young, dirinya masih seperti 8 tahun, jadi
tidak masalah tidur bareng kakak beradik. Wang pun berkata, jika memang Young
butuh seseorang agar bisa tidur nyenyak, maka Young harus segera menikah.
Setelah Wang pergi, Jin Sung datang dan berkata kalau mereka akan tamat
sekarang. Hee Sun akan mengatakan hal sebenarnya pada Young.

Hee Sun dan Young berada di café. Hee Sun tampak syok saat
tahu kalau di pantai itu Young dan Soo naik motor bersama. Sejak kakaknya
meninggal karena naik motor, Soo bersumpah tidak akan pernah naik motor. Dan
kini, ia melanggar sumpahnya sendiri demi seorang ‘adik palsu’. Hee Sun
mengatakan kalau Soo melakukan itu semua hanya untuk menipu Young, biar Young
tersentuh dan menyerahkan harta padanya. Saat itu, Soo datang menggebrak pintu.
Tapi Hee Sun tak berhenti bicara, ia mengatakan tentang hutang Soo dan
kedatangan Soo bukan karena ia menyayangi Young sebagai adik, tetapi demi uang.
Soo menghampiri dan menampar Hee Sun. Jin Sung datang dan menarik Hee Sun pergi.
Young menangis, “Benarkah apa yang dikatakan Hee Sun?” Sesaat lidah Soo kaku,
tak bisa menjawab. Ia pun akhirnya berkata tidak. Tapi Young sudah terlanjur
sakit hati. “Setelah aku mati, kau memang pasti akan mendapatkan seluruh
hartaku. Tetapi selama aku masih hidup, kau tidak akan pernah mendapatkan
sepeserpun.”

Soo meng-sms Hee Sun untuk bertemu. Hee Sun menamparnya
berkali2 untuk balas dendam. Ia sebenarnya ingin memberitahu Young ttg
semuanya, tetapi ia tak mengatakannya, karena dia menyukai Soo. Waktu melihat
Soo tidur bareng Young, sebagai cewek Hee Sun cemburu. Ia hanya mengatakan
kalau Soo cuman mau duit, apa salahnya? Kakak minta duit ke adek, itu wajar
saja. Soo memeluk Hee Sun yg meraung2. Dan dari jauh, tanpa mereka sadari, Jin
Sung melihat mereka.
Young berkencan dengan Myung Ho. Di mobil, Myung Ho
memberikan kartu nama Oh Soo ‘penipu’ yang diberikan oleh Moo Chul kepada
Young. Menitipkan kartu itu untuk diberikan kepada Wang (tapi kayaknya dia
emang sengaja kasih ke Young). Lalu mereka minum bersama. Young bercerita ttg
film kesukaan, tapi Myung Ho malah asik sendiri smsan dan tampak galau
memikirkan sesuatu, mentang2 cewek yg diajak kencan nggak bisa melihat. (tipe
cowok menyebalkan saat berkencan dengan cewek)

Soo berdiri di depan kedai milik keluarga Jin Sung. Ibu Jin
Sung menyuruhnya masuk, tapi ia ingin berdiri di luar saja. Ayah Jin Sung
tampaknya marah2 pada Soo, tetapi dia masih perhatian dengan menawari makan.
Saat Jin Sung pulang dari delivery, dia melewati Soo begitu saja dengan
ekspresi marah (cemburu ni yee). Saat mau pergi lagi, Soo menahannya, minta
maaf karena telah menampar Hee Jin, tapi Jin Sung malah tambah marah, “Kau
hanya meminta maaf karena menamparnya, bukan karena memeluknya?” Ketika Jin
Sung pergi, Young menelpon Soo, “Aku mabuk. Jika kau ingin membunuhku, ini saat
yg tepat. Aku berada di café bioskop. Datanglah dan bunuh aku.”

Jin Sung yang lagi on the way mengantar pesanan, mendapat
telepon dari Moo Chul yang mengajaknya untuk bergabung dan putus hubungan
dengan Soo. karena Moo Chul sudah memberikan pil racun mematikan. Sebentar lagi
Soo pasti akan memberikan pada adik palsunya dan setelah gadis itu mati, Soo
pasti bisa masuk penjara dan Jin Sung juga bisa terseret. Jadi sebelum semua
itu terjadi, Moo Chul sebagai mantan tetangganya, ingin menyelamatkannya.
Sementara itu Soo memacu mobilnya ke café itu. Young dan Myung Ho masih minum
bersama. Young memaksa Myung Ho minum 1 gelas lagi. “one shot, one shot…” tiba2
Myung Ho menciumnya, tepat di depan mata Soo.

Myung Ho berkata bahwa ia sangat mencintai Young dan sudah
lama ingin mencium Young. Lalu Soo muncul dan berkata kalau Young tadi minta
dijemput. Young berdiri dan terhuyung. Soo mau memapah, tetapi keduluan Myung
Ho yang akan mengantarnya ke mobil. Tak sadar ia meninggalkan hpnya di meja dan
ada telpon. Soo mengangkatnya dan sebelum berkata halo, orang di telpon itu
berkata “Jagiya (sayang / panggilan suami istri), kau di mana?” saat Soo bicara, tiba2 orang itu
menutup telponnya. Huaaa jadi dari tadi yg smsan sama Myung Ho itu bininya?
Wah…












Tidak ada komentar:
Posting Komentar