Quotes

"Write is my World"

Senin, 29 Juli 2013

That Winter The Wind Blows Episode 5 - 6

 
Myung Ho mendatangi rumah lama Oh Soo dan disambut oleh Moo Chul. Myung Ho mencari pria yang bernama sama dengan Oh Soo. Moo Chul tidak memberitahu hal yg sebenarnya bahwa Oh Soo di PL Grup sekarang adalah yg palsu, tetapi ia memberi clue2, yaitu ttg (mantan) pacarnya Oh Soo dan foto 2 Oh Soo bersama Jin Sung.
 
Sementara itu, Young gemetar kedinginan habis nyemplung di sungai. Soo mengomelinya. Tapi Young malah tampak senang dan mengajak Soo nginap diluar rumah. Untung bajunya Young masih ada di bagasi. Soo menyuruhnya ganti baju di mobil sementara dia pergi membeli minuman hangat. Tampaknya Young tidak suka ditinggal sendiri, karena ia memanggil2 Soo saat Soo keluar. Setelah membeli minuman, Moo Chul menelpon, mengatakan kalau ada yang mencarinya tadi dan mengancam2, membuat Soo tampak gemetar. Akhirnya, Soo mengajak Young untuk menginap di tepi pantai.
 
Young mengajak Soo jalan2 naik motor. Soo jadi teringat Hee Joo, mantan pacarnya yg mati karena ketabrak truk saat naik motor. Selama perjalanan, Young tampak sangat bahagia, sedangkan Soo menitikkan air mata, teringat sama mantan pacarnya itu. Lalu Young bertanya2 ttg cinta pertama Soo, tapi Soo tak mau bercerita ttg orang yg sudah mati. Young menebak siapa nama cewek itu. Karena dia kakaknya Moon Hee Sun, jadi dia menebak dengan nama depan Hee, akhirnya dia bisa menebak nama Hee Joo. Young mengajak Soo minum arak sambil bercerita. Mereka pun minum soju dan Soo bercerita awal mula dia bertemu Hee Joo. Ortu Hee Joo melarang hubungan mereka, tapi Hee Joo malah kabur dari rumah dan tinggal bersama Soo, juga tidur bersama.
 
Young dan Soo bercerita2 sambil tertawa2. Saat mau tidur, rencananya Soo akan tidur terpisah, tapi Young memaksa untuk tidur di kasur yang sama, sebagai kakak adik. Young ingin meraba2 tubuh Soo untuk membayangkan bagaimana tampangnya Soo. Ia mengukur tinggi Soo dengan jengkal, menyentuh tangan dan kakinya. Young bisa menebak seseorang ganteng atau jelek dari lengannya. Cowok dengan lengan kekar dan suara berat, pasti ganteng. Sedangkan cewek kalau lengannya langsing dan suara lembut, pasti cantik. Kemudian, Young minta baring di lengan Soo. Ia berbaring dengan memeluk Soo. Saat Soo merasa Young sudah tertidur, ia hendak mengangkat kepala Young. Tapi Young ternyata belum tidur, memeluknya semakin erat dan memohon agar Soo jangan pergi. “Baiklah, aku akan tinggal di sisimu. Jika kau ingin … kapanpun kau mau …” Soo menepuk2 punggung Young.
 Photo: Hello Everyone! Please Like →
Reply 1994 응답하라 1994
The Innocent Man
Thank you!
Tanpa Soo sadari, dia telah lupa bahwa hari ini adalah peringatan kematian Hee Joo. Hee Sun dan Jin Sung sudah bersiap dan menunggu untuk memperingati, tetapi Soo tak dapat dihubungi. Malah ayahnya Jin Sung yang datang membawa beberapa barang dan menyuruh Jin Sung untuk ‘begituan’ sama Hee Sun, mumpung cuma berdua saja hehehe…
 
Paginya Soo dan Young bermain2 di salju. Young bertanya pada Soo tentang sahabat Soo yang pernah bertemu dengannya dulu. Young ingin bertemu sekali lagi (lah, ini di depan lo). Soo berkata kalau orang itu tidak baik dan dia juga sudah lost contact. Waktu mereka akan pulang, Jin Sung berhasil menelpon Soo, mengomelinya, kemana saja dirinya sehingga tidak datang di hari kematian Hee Joo? Soo syok, karena dia telah benar-benar lupa. Saat Hee Sun tahu bahwa Soo tidak datang karena lupa dan asik mainan sama cewek baru, Hee Sun marah besar.  Ia mematahkan nisan buatan Soo. “Aku tidak butuh nisan buatanmu, brengsek! Aku bersumpah, kalau kau tidak mati di tangan Moo Chul, kau akan mati di tanganku! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!”
 
Young bertanya, siapa yang menelpon? Karena mendadak Soo jadi aneh, apalagi Soo menelpon sekt. Wang untuk menjemput Young. Saat Young bertanya, Soo membentaknya untuk diam. Sekt. Wang menjemputnya dan Soo pun pergi ke hutan, kuburannya Hee Joo. Lalu Moo Chul datang dan mengejeknya. Soo menghajarnya dan mereka pun berantem. Saat itu, kilasan2 masa lalu berkelebat. Ternyata, Hee Joo mengandung anak Soo tapi Soo tak mau bertanggung jawab. Soo naik motor meninggalkannya. Saat itu, Moo Chul juga ada di sana melihat semuanya. Moo Chul juga menyukai Hee Joo tetapi mengalah karena Hee Joo menyukai Soo. Lalu Hee Joo mengejar Soo dengan motor, Moo Chul mengejar mereka juga dengan motor. Saat itulah, sebuah truk melintas dan menabrak Hee Joo sampai mati. 
Makanya Moo Chul sangat dendam pada Soo hingga sekarang, ia ingin menghancurkan Soo. Moo Chul memberikan sebuah pil racun yang bisa bikin orang mati tanpa bisa dideteksi, dan hanya dikira serangan jantung. Soo bisa meminumnya, atau memberikannya pada adik palsunya. Soo sendiri yang harus memutuskan.
 
Pengacara Jang datang ke rumah dan memberikan wasiat pesanan Young. Sekt. Wang memberikannya pada Young saat Young akan menulis braile. Ia juga memberikan sebuah kamera pesanan Young. Wang ingin berfoto bersama Young, tetapi Young menolak. Wang tampak kecewa. Wang bertanya untuk apa kamera itu (toh Young nggak bisa melihat apa yg dipoto). Young berkata kalau dia cuma suka suara kamera. Sebelum Wang keluar dari kamar, Young meminta Wang untuk mencarikan sahabat kakak yang namanya sama dengan kakak. Kakak Soo bilang kalau orang itu tidak baik, tetapi Young jadi malah tambah memikirkannya dan makin ingin bertemu dengannya.
 
Ternyata kamera itu digunakan untuk membuat video. Ia merekam video dirinya curhat. Penyakitnya tampaknya kambuh lagi sehingga membuat kepalanya makin sakit. Awalnya dia ingin masuk RS, tetapi sejak bertemu Soo, dia tidak ingin di RS. Dia tak mau kepalanya dibuka dan masuk ruang operasi sendirian. Dia ingin selalu bersama kakak. Lalu kepalanya terasa sakit dan ia menahan sakit itu tanpa suara.
 
Soo pulang dan mandi shower tampa ganti baju. Saat keluar dari wc, Young sudah berdiri di dalam kamarnya, minta permintaan maaf dari Soo karena selama 21 tahun Young tidak pernah dibentak seperti itu. Kalaupun nggak minta maap, setidaknya Soo harus memberi alasan kenapa dia bertindak seperti tadi. Tapi Soo mengusirnya. Young menunjukkan lengannya yang terluka, tapi Soo malah tampak tidak peduli, menyuruhnya mengobati diri sendiri (manja!). Young keluar dari kamar Soo. Soo membanting handuk lalu keluar kamar. Ternyata Young masih di samping pintu. Ia pun tahu bahwa Soo sebenarnya masih perhatian.
 
Young masuk ke kamar Soo dan mereka duduk berdua. Sambil menatap pil racun, Soo pun bilang kalau kemarin hari kematian Hee Joo dan dia lupa. Makanya sekarang ia ke kuburan Hee Joo. Young merasa prihatin dan ia berjalan menghampiri Soo. Tak sengaja tangannya menjatuhkan botol pil kecil racun itu, tapi ia tak sadar. Ia memeluk kepala Soo, ingin membuat Soo nyaman. Lalu saat berjalan kembali, kakinya menendang botol itu dan ia pun sadar kalau menendang sesuatu. Ia merogoh2 dan menemukan botol itu, lalu bertanya, apa itu? Soo pun bilang yg sebenarnya kalau orang yg meminum pil itu, maka ia akan mati dengan damai tanpa sakit dan menderita. Young minta pil ini untuk dirinya. “Haruskah aku memberikannya padamu?”
 
Soo mengambil pil itu dari tangan Young, “Ini bukan untukmu. Karena ini cuma satu2nya di dunia, dan karena ini adalah milikku. Young ingin tidur bersama Soo, tapi Soo membentak, kalau sodara gak boleh tidur bersama karena mereka berbeda jenis kelamin. Young berkata kalau dia tidak menganggap Soo sebagai laki2, tapi sebagai saudara seperti waktu mereka kecil. Tapi ia minta maap karena hari ini Soo lagi bad mood.
  photo w6-1_zps9b4ad81e.jpg
Moo Chul menyuruh anak buahnya mengintai adik Jin Sung, pastikan gadis itu meminjam uang agar Moo Chul bisa menjerat Jin Sung. Lalu bos Moo Chul datang, menanyakan bagaimana ttg uang yg dipinjam Soo? Moo Chul berkata kalau hal itu sedang diurus. Bos marah karena Moo Chul buang2 waktu. Ia mengatai Moo Chul brengsek dan Moo Chul yang tidak terima, meludahi si bos, padahal si bos sudah bela-bela’in membebaskan Moo Chul dari penjara dan mempercayakan bar miliknya.
  photo w6-4_zps356fc271.jpg
Young tidur dengan jendela terbuka hingga angin membunyikan lonceng. Soo terbangun dan pergi ke kamar Young, menutup jendela. Young menyuruhnya untuk buka saja jendelanya, lebih baik sakit daripada nggak bisa tidur (padahal sama aja). Akhirnya Soo mengalah dan akan tidur dengan Young. Young tersenyum, “Aku menang” (huh, licik hehehe… ). Young masih menginginkan pil racun itu, dan akan ditukarkan dengan surat wasiat yg ditulisnya. Soo galau. Sebenarnya inilah saatnya mendapatkan harta itu, membayar hutang dan pergi dari semua kegilaan ini. Tapi tampaknya kini dia mulai menyayangi ‘adik palsunya’ itu.
  photo w6-9_zpsd56a9c94.jpg
Pagi2 buta, Hee Sun menggedor2 pintu rumah Young. Ia menerobos masuk dan mencari 2 anak itu. Di lorong, ia bertemu dengan Jin Sung yg kaget sampai kepleset. Ia membuka kamar Soo, tapi nggak ada orang. Lalu ia ke kamar Young. Jin Sung menghalangi tetapi ia terdorong dan tak sengaja tangannya mengenai lukisan hingga miring dan tampaknya ada sesuatu di balik lukisan itu. Sekt. Wang datang karena keributan ini dan Jin Sung segera membetulkan lukisan itu sebelum ada yang menyadari ‘sesuatu’ itu. Mereka tampak syok (terutama Wang) yg melihat Soo dan Young tidur bareng. Jin Sung menarik Hee Sun pergi sementara Wang menahan amarah dan membuka jendela. Angin membunyikan lonceng, membangunkan Soo.
  photo w6-12_zps2a09285c.jpg
 photo w6-13_zps62986cbb.jpg
Jin Sung menjelaskan kalau ini semua sudah direncanakan demi keselamatan Oh Soo dari tangan Moo Chul, termasuk ttg menginap di pantai dan tidur bersama. Lagipula mereka tidak berhub suami istri, cuma berakting layaknya kakak beradik. Jin Sung juga tidur dengan adik ceweknya di rumah. “Tapi kalian tidak tidur di ranjang yang sama!” kata Hee Sun. “Ya, tidak di kasur, tapi di lantai.”
  photo w6-14_zps8c9169a2.jpg
Wang memarahi Soo yang berani2nya tidur bareng Young. Soo malah menyalahkan Wang karena tidak tahu bahwa Young susah tidur/insomnia. Ketika dia tidur bersama seseorang baru dia bisa tidur nyenyak. Baginya, Young masih seperti ketika 6 th dan bagi Young, dirinya masih seperti 8 tahun, jadi tidak masalah tidur bareng kakak beradik. Wang pun berkata, jika memang Young butuh seseorang agar bisa tidur nyenyak, maka Young harus segera menikah. Setelah Wang pergi, Jin Sung datang dan berkata kalau mereka akan tamat sekarang. Hee Sun akan mengatakan hal sebenarnya pada Young.
  photo w6-16_zpsf0b37de0.jpg
Hee Sun dan Young berada di café. Hee Sun tampak syok saat tahu kalau di pantai itu Young dan Soo naik motor bersama. Sejak kakaknya meninggal karena naik motor, Soo bersumpah tidak akan pernah naik motor. Dan kini, ia melanggar sumpahnya sendiri demi seorang ‘adik palsu’. Hee Sun mengatakan kalau Soo melakukan itu semua hanya untuk menipu Young, biar Young tersentuh dan menyerahkan harta padanya. Saat itu, Soo datang menggebrak pintu. Tapi Hee Sun tak berhenti bicara, ia mengatakan tentang hutang Soo dan kedatangan Soo bukan karena ia menyayangi Young sebagai adik, tetapi demi uang. Soo menghampiri dan menampar Hee Sun. Jin Sung datang dan menarik Hee Sun pergi. Young menangis, “Benarkah apa yang dikatakan Hee Sun?” Sesaat lidah Soo kaku, tak bisa menjawab. Ia pun akhirnya berkata tidak. Tapi Young sudah terlanjur sakit hati. “Setelah aku mati, kau memang pasti akan mendapatkan seluruh hartaku. Tetapi selama aku masih hidup, kau tidak akan pernah mendapatkan sepeserpun.”
  photo w6-22_zps6ab71778.jpg
Soo meng-sms Hee Sun untuk bertemu. Hee Sun menamparnya berkali2 untuk balas dendam. Ia sebenarnya ingin memberitahu Young ttg semuanya, tetapi ia tak mengatakannya, karena dia menyukai Soo. Waktu melihat Soo tidur bareng Young, sebagai cewek Hee Sun cemburu. Ia hanya mengatakan kalau Soo cuman mau duit, apa salahnya? Kakak minta duit ke adek, itu wajar saja. Soo memeluk Hee Sun yg meraung2. Dan dari jauh, tanpa mereka sadari, Jin Sung melihat mereka.
 
Young berkencan dengan Myung Ho. Di mobil, Myung Ho memberikan kartu nama Oh Soo ‘penipu’ yang diberikan oleh Moo Chul kepada Young. Menitipkan kartu itu untuk diberikan kepada Wang (tapi kayaknya dia emang sengaja kasih ke Young). Lalu mereka minum bersama. Young bercerita ttg film kesukaan, tapi Myung Ho malah asik sendiri smsan dan tampak galau memikirkan sesuatu, mentang2 cewek yg diajak kencan nggak bisa melihat. (tipe cowok menyebalkan saat berkencan dengan cewek)
  photo w6-41_zps418284f0.jpg
Soo berdiri di depan kedai milik keluarga Jin Sung. Ibu Jin Sung menyuruhnya masuk, tapi ia ingin berdiri di luar saja. Ayah Jin Sung tampaknya marah2 pada Soo, tetapi dia masih perhatian dengan menawari makan. Saat Jin Sung pulang dari delivery, dia melewati Soo begitu saja dengan ekspresi marah (cemburu ni yee). Saat mau pergi lagi, Soo menahannya, minta maaf karena telah menampar Hee Jin, tapi Jin Sung malah tambah marah, “Kau hanya meminta maaf karena menamparnya, bukan karena memeluknya?” Ketika Jin Sung pergi, Young menelpon Soo, “Aku mabuk. Jika kau ingin membunuhku, ini saat yg tepat. Aku berada di café bioskop. Datanglah dan bunuh aku.”
  photo w6-43_zps124823ee.jpg
Jin Sung yang lagi on the way mengantar pesanan, mendapat telepon dari Moo Chul yang mengajaknya untuk bergabung dan putus hubungan dengan Soo. karena Moo Chul sudah memberikan pil racun mematikan. Sebentar lagi Soo pasti akan memberikan pada adik palsunya dan setelah gadis itu mati, Soo pasti bisa masuk penjara dan Jin Sung juga bisa terseret. Jadi sebelum semua itu terjadi, Moo Chul sebagai mantan tetangganya, ingin menyelamatkannya. Sementara itu Soo memacu mobilnya ke café itu. Young dan Myung Ho masih minum bersama. Young memaksa Myung Ho minum 1 gelas lagi. “one shot, one shot…” tiba2 Myung Ho menciumnya, tepat di depan mata Soo.
  photo w6-47_zps36466dff.jpg
Myung Ho berkata bahwa ia sangat mencintai Young dan sudah lama ingin mencium Young. Lalu Soo muncul dan berkata kalau Young tadi minta dijemput. Young berdiri dan terhuyung. Soo mau memapah, tetapi keduluan Myung Ho yang akan mengantarnya ke mobil. Tak sadar ia meninggalkan hpnya di meja dan ada telpon. Soo mengangkatnya dan sebelum berkata halo, orang di telpon itu berkata “Jagiya (sayang / panggilan suami istri), kau di mana?” saat Soo bicara, tiba2 orang itu menutup telponnya. Huaaa jadi dari tadi yg smsan sama Myung Ho itu bininya? Wah…
  photo w6-49_zpsc2adf019.jpg
Di mobil, Young kembali berkata ingin mati. Dia berencana melepas seat belt dan terjun ke jalanan. Alibinya, Soo sama sekali tidak tahu bahwa adiknya yang mabuk melakukan hal gila dengan loncat ke jalan dari mobil yg sedang melaju. Soo membentaknya untuk diam, tetapi ia terus bicara. Sampai ia benar2 melepas seat beltnya dan Soo segera menghentikan mobil. Young keluar dari mobil dan menangis, Soo menangkapnya. "Jika aku memang datang hanya demi uangmu, sudah dari dulu kau kubunuh. Waktu di kereta, di sungai, di pantai, bahkan sekarang juga! Kau buta dan memohon padaku untuk mati. Jika aku mau, aku bisa melakukan kapanpun. Kau... target yang terlalu mudah untuk ku sakiti..." 
"Katakan padaku, kalau aku bisa mempercayaimu, Oppa. Tak ada orang yang bisa kupercaya di sekitarku. Kumohon Oppa, katakan padaku kalau aku bisa mempercayaimu..." Young meraung2. Soo memeluknya dan dengan terbata, dia berkata bahwa Young bisa mempercayainya. Soo jadi serbasalah.
 photo w6-53_zps7a71355d.jpg
Jin Sung mencari2 sesuatu di kamar Soo dan wajahnya tampak puas setelah menemukan botol pil racun di laci kecil. Apa yang akan dia lakukan dengan pil itu?
 Sekt. Wang kaget melihat Young mabuk dan digendong Soo. Dia bertanya, apa yang terjadi? "Tanya saja sama si Myung Ho!" Soo membaringkan Young di ranjang dan setelah mengusir Wang dari kamar itu, dia melepas syal Young dan menggenggam tangan Young. Tapi ternyata Young belum tidur. Ia memanggil nama Soo dan Soo melepas genggamannya. Young berkata kalau hari ini adalah ciuman pertamanya, sama sekali tidak seperti yang diharapkan, hehehe... Lalu setelah Young terlelap, Soo berpikir sambil mengingat kenangannya dengan Young di pantai, "Sebenarnya kenapa aku begitu ingin hidup? Aku bahkan tak punya alasan untuk hidup. Berbohong tanpa henti pada gadis buta ini. Aku selalu mengatakan hidup ini tak begitu bernilai. Hidup itu hanay sesuatu yang harus kau jalani. Mungkin yang kukatakan itu, semuanya bohong. Apa sebenarnya aku benar2 mengharapkan saat2 seperti ini sepanjang hidupku?" Perlahan Soo mendekatkan wajahnya ke Wajah Young yang terlelap. Sesenti lagi hampir ciuman, untungnya dia sadar dari kegilaan itu. (kan sekarang masih kakak-adek, ntar kalo sudah ketahuan baru nggak papa hehe)
Saat masuk ke kamarnya, Jin Sung sudah ada di sana. Dia memberikan foto brankas Young yg dibalik lukisan. Jin Sung mengajaknya mencuri brankas saja bersama Hee Sun si juru kunci. Tapi Soo tidak mau melibatkan Hee Sun terlalu banyak. Jin Sung berkata bahwa selama ini dia selalu ada di pihak Soo, apapun yg Soo lakukan. Sejak keluar dari panti asuhan, Soo tinggal bersama keluarganya, sering berkelahi sampai masuk penjara dan membuat ibunya sport jantung. Dia tidak pernah membenci Soo dan akan selalu mendukung. Tetapi bukan dengan cara membunuh orang. "Pergi ke pantai, tidur bersama, dekat dengannya, lalu tiba2 membunuhnya. Ya! apa itu masuk akal? Hyung tidak akan mati dan si malang Young juga tidak akan mati." Akhirnya Soo menyuruh Jin Sung menyiapkan perlengkapan maling.
Paginya Soo dan Young jalan2 di sekitar rumah, lalu mereka suap2an cokelat. sambil nonton drama dan Soo menjelaskan isi drama itu beserta ekspresi tokohnya. Soo mematikan tv dan bertanya apakah Young sudah siap bertemu dengan Myung Ho dan keluarganya? Tapi Young tidak mau menjawab dan mengajak nonton lagi. Setelah pertemuan itu, maka Young akan segera menikah, dan Young berkata ia harus melakukannya karena sebentar lagi Soo akan pergi. "Apa kau menyukainya?" Young menjawab kalau Myung Ho adalah orang yang dipilihkan oleh ayahnya, itu saja.
 photo w6-62_zps952c7e02.jpg
Setelah nonton, Young tidur dan Soo memperhatikannya tidur sambil berpikir. Tampaknya dia gelisah memikirkan pertemuan keluarga itu, karena dia sudah tahu busuknya si Myung Ho. Besoknya, mereka semua akan menemui keluarga Lee. Soo menyetir mobil sendiri. Diperjalanan, Soo menelpon kalau dia tidak ikut karena ada urusan mendadak tentang kepergiannya ke Italia. Ternyata dia sudah janjian dengan Jin Sung dan Hee Sun untuk membobol brankas.
 photo w6-63_zps9d1e639c.jpg
 photo w6-66_zps8eb92f0f.jpg
Keluarga Young menunggu di dalam, sementara Young ke toilet. Sekt. Wang tampak tak sabar menunggu Young dan ingin menyusul, tetapi dihalangi pengacara Jang. Ternyata Young berjalan keluar dan di sana ada orangtua Myung Ho yang belum masuk. Mereka memperingatkan Myung Ho, kalau Myung Ho akan dikutuk jika melakukan hal ini. Gadis itu memang buta dan kaya, tetapi apakah Myung  Ho akan mencampakkan So Yun (bininya)? Tak disangka, Young mendengar semua itu dan ibu Myung Ho menyadari Young sedang berdiri di balik tembok. Myung Ho mengajak orangtuanya masuk dan berpapasan dengan Young. Dengan wajah tanpa ekspresi keterkejutan, Young berkata kalau sedang mencari udara segar dan meminta mereka mengatakan pada keluarganya kalau dia akan pulang duluan karena flu.
 photo w6-68_zps216c214e.jpg
Sementara itu, Soo mengendap2 masuk menghindari pelayan2 dan masuk ke kamar Young. Dia berusaha membuka pintu brankas itu dan akhirnya berhasil. Di dalamnya ada banyak dokumen penting dan emas batangan. Saat dia berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya (nyolong nggak ya?). dia mendengar pelayan memanggil Sekt. Wang untuk menanyakan makan malam. Young ternyata sudah pulang. Cepat2 Soo menutup brankas dan memasang lukisan, lalu sembunyi di balik pintu. Tetapi lukisannya miring. Wang menyelimuti Young dan sadar ada yang aneh di kamar ini. Lukisan miring dan ada jas tersingkap dari balik pintu yang terbuka. Dia menghampiri dan... tada... oh oh, kamu ketahuan...
 photo w6-77_zpsd9a3e0cc.jpg



 gambar:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar