
~Joseon~
Pada masa pemerintahan Suk Jong di Joseon, dia memiliki
seorang permaisuri yang bergelar Ratu In Hyeon. Suatu hari, Suk Jong menikahi
seorang pelayan bernama Jang Ok Jung dan dijadikan selir, tetapi setelah selir
Jang melahirkan seorang putra, Suk Jong jadi sangat menyayanginya. Selir Jang
berambisi menjadi ratu, sehingga dengan bantuan kakak dan orang2 yg
mendukungnya, dia pun berhasil menghasut raja dan menggulingkan In Hyeon,
sehingga akhirnya In Hyeon diasingkan dan Jang Ok Jung menjadi Ratu Jang Hui
Bin. Tetapi akhirnya Raja menyadari kesalahannya dan berniat mengembalikan
status Ratu. Perdana menteri Min Am yang merupakan kakak Ratu Jang, berencana
untuk membunuh In Hyeon.

Tetapi seseorang menolong In Hyeon, menggagalkan rencana pembunuhan
itu. Dia adalah seorang administrator perpustakaan istana bernama Kim Bung Do.
Dia berada di pihak In Hyeon. Seluruh keluarganya terbunuh karena berada di
pihak In Hyeon dan dianggap sebagai pemberontak. Dia mendapatkan bukti rencana
pembunuhan dan akan menemui Raja. Sebelumnya dia ke gibang dan bertemu seorang
gisaeng tercantik bernama Yoon Wol yang memberinya sebuah kertas jimat. Dia
menyimpan di dadanya. Saat di istana, kasim Raja menyuruhnya menunggu Raja di
perpustakaan. Dan saat itulah Ja Soo, orang suruhan Min Am, datang hendak
membunuhnya. Bung Do hampir mati. Pedang sudah hampir menembus buku yang
dijadikan perisai dan akan menusuk jantungnya. Tetapi keajaiban terjadi, Bung
Do tiba-tiba menghilang, dan muncul di sebuah ruangan kosong.

Bung Do keluar dan terbelalak. Di hadapannya ada seseorang
memakai pakaian raja dan banyak orang di sekelilingnya berpakaian aneh. Ada
cahaya-cahaya silau, tetapi bukan matahari ataupun cahaya lilin. Belum hilang
kagetnya, seorang gadis menyapanya
“Hai, kau aktor juga ya? Aku baru terpilih casting, aku akan
jadi Ratu In Hyeon, hihihi…”
Bung Do hanya bengong. Gadis itu menyodorkan kue berbentuk
bulat yang bolong tengahnya. Bung Do hanya bisa terpaku. Lalu ia kembali ke
ruangan kosong tadi dan mengeluarkan jimatnya, membaca tulisan di jimat itu
dan… tring… dia kembali ke perpustakaan. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi???

~~~
~Seoul~
Choi Hee Jin berlari-lari menaiki tangga. Saat sudah di
tingkat atas, dia mencari-cari ruangan casting. Tapi ternyata, dia salah gedung.
Castingnya di gedung sebelah. Sepatunya patah pula. Dia terduduk di tangga dan
curhat sama sahabat yang merangkap manajer. Dia pikir dia akan gagal karena dia
sudah terlambat casting. Rupanya jam tangannya kecepatan, karena masih ada
waktu setengah jam. Dia pun ke gedung sebelah dan sempat berganti baju. Dia
akan berganti baju di sebuah ruangan yang tidak ada pintunya. Ia menutup celah
dengan iklan berdiri (entah disebut apa ini). tetapi saat dia buka baju, tiba2
jendela kaca yang tadinya tertutup, terbuka! Dan orang yang ada di hadapannya
sekarang adalah mantan pacarnya, Han Dong Min. Hee Jin menyuruhnya menutup,
tapi dia tak mau, dia malah memanggil manajernya. Ketika manajer menoleh, Dong
Min langsung menutup dan tertawa terbahak-bahak.


Jadi, Dong Min dan Hee Jin tadinya pacaran, tetapi seiring
waktu, popularitas Dong Min menanjak dan untuk menghindari skandal, dia
memutuskan hubungannya dengan Hee Jin, karena Hee Jin bukan artis terkenal.
Tapi tampaknya Dong Min sebenarnya masih sayang pada Hee Jin, cuman tingkahnya
saja yang tampak kekanakan dan selalu mengganggunya. Saat Hee Jin mulai
casting, ternyata Dong Min juga ada di sana. Ini adalah casting untuk drama
Saeguk yang berkisah tentang Suk Jong dan para wanitanya. Dan Dong Min-lah yang
akan jadi Suk Jong.

Saat pulang dari casting, di taksi, Hee Jin curhat dengan
sahabatnya, Soo Kyung. Dia merasa tidak akan mendapatkan peran di drama itu.
Tetapi dugaannya salah, karena tak lama kemudian, sutradara menelponnya. Dia
mendapatkan peran sebagai Ratu In Hyeon. Saat dia pergi ke lokasi syuting, dia
bertemu dengan seorang pria berpakaian ala Joseon yang dikiranya seorang aktor
juga. Dia mengajak berkenalan dan memberikan donat yang dibelinya untuk
dibagikan kepada kru, tapi cowok itu malah bengong. Setelah pulang, dia minum bersama Soo Kyung untuk merayakan
semua ini. Lalu Dong Min datang, menyuruh Hee Jin keluar, ke halaman. Dong Min
menggoda Hee Jin lagi dan mencium bibirnya. Hee Jin sampai sikat gigi berkali2
karena jijik. Lalu dia teringat pada cowok di lokasi syuting. Dia pikir orang
itu adalah orang gila yang nggak terpilih jadi aktor di drama, makanya pake
baju begitu dan keliaran di lokasi.

Tetapi, Hee Jin salah. Ketika jumpa pers untuk pembukaan
drama dan memperkenalkan para aktor, Hee Jin yang terserang demam panggung,
memutuskan akan berjalan-jalan sebentar di hutan kecil dekat lokasi. Saat
itulah tiba-tiba cowok berbaju Joseon kemarin muncul lagi di belakangnya dengan
menunggang seekor kuda. Belum habis kagetnya, muncul lagi seseorang berpakaian
serba hitam dan membawa pedang. Cowok itu menebas tubuh pria itu hingga
darahnya muncrat ke paha dan baju Hee Jin. Lalu mayat pria tadi menghilang
bagai debu. Cowok itu menjelaskan kalau dia berasal dari Joseon dan bisa datang
ke masa kini karena sebuah jimat. Hee Jin tak mengerti, lagipula dia syok.
Akhirnya dia pun pingsan. Bangun-bangun, Hee Jin sudah di rumah sakit. Dia bertanya
pada Soo Kyung tentang cowok tadi, tetapi Soo Kyung tak mengerti dan menganggap
Hee Jin cuma mimpi. Dia ditemukan pingsan di hutan. Tetapi saat menonton tivi,
ada berita tentang seekor kuda yang tiba-tiba muncul di tengah kota dan
jenisnya seperti kuda pada jaman Joseon. Hee Jin yakin kalau dia tidak sedang
bermimpi.

Sementara itu, Bung Do tidak bisa pulang kembali ke dunianya
karena dia kehilangan jimatnya. Sebelumnya, sebelum dia ke masa kini, dia
sempat menanyakan tentang jimat itu kepada seorang pendeta dan ia pun mengerti
kalau dia sedang melakukan time travel ketika nyawanya nyaris terancam. Dan
sekarang, dia tidak bisa pulang. Waktu Hee Jin pingsan, orang-orang
berdatangan. Dia pun bersembunyi dan melihat jimatnya ada di dekat Hee Jin, tak
sengaja seseorang memasukkan jimat itu ke tas Hee Jin. Malah hp Hee Jin yang
tertinggal dan sekarang ada di tangannya, terus berbunyi dan ia tidak tahu
bagaimana menggunakannya.

Bung Do jalan keluar gerbang, memperhatikan kota Seoul
dengan gedung tinggi, lalu ia membandingkan dengan jaman Joseon. Gedung itu
berubah jadi rumah2 kecil dan jalanan penuh kendaraan bermotor berubah jadi jalanan
pasir dengan orang-orang yang berjalan kaki dan naik kuda. Lalu dia mendengar
orang-orang di belakangnya mendumel karena syuting diundur karena ‘ratu In
Hyeon’ sakit. Bung Do teringat pada cewek yang menyapanya pertama kali dan
mengaku sebagai ‘ratu In Hyeon’. Bung Do memperhatikan orang-orang jaman sekarang dan mencuri
sebuah tas berisi pakaian modern. Dia pun berganti pakaian, mengenakan topi
rajutan plus kalung identitas staff. Sementara itu, Hee Jin mencari hpnya
dengan aplikasi pencarian di hp Soo Kyung. Sambil menyamar, dia masuk ke lokasi
syuting dan tiba2 tangannya ditarik. Dia bertemu lagi dengan cowok itu dan
menduga kalau cowok itu adalah staff-nya Selir Jang. Mereka naik mobil. Bung Do
tidak tahu bagaimana cara naik mobil, makanya Hee Jin pun membantunya membuka
tutup pintu, juga memakai sabuk pengaman. Mereka ke RS sambil Bung Do
menjelaskan semuanya.

Saat di kamar RS, lawan main Hee Jin yang jadi Selir Jang
bernama Na Jeong datang. Bung Do sembunyi di toilet. Na Jeong sebelumnya
melihat berita di internet, bahwa Na Jeong membully Hee Jin sampai pingsan dan
sakit. Dia nggak terima dan memukuli Hee Jin dengan buket bunga yang dibawanya
sampai pipi Hee Jin lecet. Bung Do keluar dari wc dan menarik Na Jeong keluar
kamar, lalu mengunci kamar (Hee Jin yang menguncikan). Bung Do masuk toilet
lagi dan saat Hee Jin masuk ke toilet, ternyata Bung Do sudah menghilang,
meninggalkan baju, sepatu, dan tas jaman sekarang. plus tulisan di kaca dengan
lipstick.


Yoon Wol diculik oleh Min Am untuk mengancam Bung Do. Lalu
Min Am dipanggil Raja untuk menghadap. Ternyata di dalam ruangan Raja ada Bung
Do juga dan saat itu Raja lagi membaca sebuah surat. Min Am gemetar, dia pikir
itu surat rencana pembunuhan, tetapi ternyata itu adalah puisi karangan Bung
Do. Bung Do hanya menggertak, tetapi setelah bicara empat mata dengan Min Am,
dia mengancam Min Am. Akhirnya Yoon Wol dilepaskan karena surat bukti itu sudah
dibakar oleh Min Am. Yoon Wol disembunyikan di kuil. Kemudian, dia mengajak
pelayannya ke hutan. Dia menyuruh pelayannya memanahnya. Pelayannya kaget dan
menolak, tetapi Bung Do memaksa, kalau tidak, pelayan itu akan dibunuh.
Akhirnya, pelayan itu melepas panah dan tring… Bung Do hilang lagi, muncul di…
~Seoul~
~Seoul~

… kamar mandi rumah sakit. Dia hendak keluar wc, tapi Dong
Min datang, dia pun bersembuyi di dalam wc tetapi pintunya setengah tertutup.
Dong Min melihat pintu wc gerak, dia pun curiga tapi pura2 santai. Ia menyuruh
manajernya yang akan mencari Hee Jin (Hee Jin keluar kamar), untuk meletakkan
payung di dekatnya. Dong Min pura2 mau keluar dan saat Bung Do mau keluar,
tiba2 Dong Min menyerangnya dengan payung. Mereka berantem di dalam wc dan Bung
Do terkurung di dalam tempat shower. Gagang pintu dikait dengan payung dan
diikat dengan handuk, sambil menunggu satpam datang. Semua orang mengira Bung
Do adl penguntit, apalagi dia pakai baju Joseon, dikira dia fans berat Hee Jin
dan mau menguntit.

Ketika Hee Jin kembali ke kamar, dia kaget melihat Bung Do
dikurung, tetapi dia pura2 tidak kenal. Saat semuanya keluar wc sambil menunggu
polisi, Hee Jin masuk, pura2 mau ambil underware. Mereka ngobrol bisik2, Bung
Do minta diantarkan ke perpus dan dia minta tolong Hee Jin mengambilkan
jimatnya yg jatuh dekat koslet. Hee Jin janjian akan bertemu di taman dan
memberitahu koordinat jaraknya. Lalu Bung Do pun menghilang. Hee Jin menyamar
dan keluar RS naik mobil, sedangkan Bung Do yang sudah kembali ke Joseon,
berjalan dengan kuda ke koordinat yang dikatakan Hee Jin.

Hee Jin menunggu di dalam mobil karena hujan. Saat dia
berpikir kalau Bung Do tidak akan datang, Bung Do muncul dengan pakaian masa
kini, hasil curian lagi. mereka pun ke perpus. Bung Do memperhatikan segala
yang dilihatnya secara detil. Saat naik lift pun dia mempelajarinya. Dia
mempelajari angka2 yang dipakai pada masa kini. Di perpus, dia mencari2 ttg
sejarah In Hyeon dan mempelajarinya untuk menghadapi Min Am nanti. Di sana Hee
Jin sempat bertemu dengan para fansnya. Setelah selesai dan turun dengan lift,
Bung Do akan menghilang, tetapi Hee Jin menahannya dan mengajarinya cara untuk
mengucapkan salam perpisahan di jaman modern, yaitu…. ‘cup’… berciuman…

Hee Jin keluar dari lift sementara Bung Do masih bengong.
Tiba2 Soo Kyung datang. melihat Bung Do, ia pun mengajak Bung Do ikut serta dan
diinterogasi. Hee Jin mengaku2 kalau Bung Do adl lulusan sarjana sejarah yang
jadi guru sejarahnya Hee Jin. Tetapi Soo Kyung tidak percaya. Saat sudah
berhenti di taman, Soo Kyung mengulurkan tangan untuk salam perpisahan. Bung Do
bertanya, apakah ada salam yang lain? Soo Kyung melambaikan tangan. Teng tong…
Hee Jin ketahuan… Bung Do mengulum senyum sementara Hee Jin malu nggak
ketulungan.
Di rumah, Dong Min menelpon, tetapi Soo Kyung yang angkat
karena Hee Jin pura2 tidur. Ternyata berita ttg Hee Jin berada di perpus sudah
diunggah ke internet. Hee Jin memastikan kalau tidak ada fotonya dengan si
‘guru’. Tetapi dia teringat, kalau di lift dia menciumnya! Dan di lift biasanya
ada cctv! Akhirnya, malam2 buta, Hee Jin dan Soo Kyung pun kembali ke perpus.
Soo Kyung ngomel, “Mengaku baru sekali ketemu, bisa langsung ciuman?!” tapi
ternyata untungnya cctv di lift pada jam itu sedang rusak jadi tidak merekam
mereka. Saat Soo Kyung dan satpam masih ngobrol, Hee Jin melihat Bung Do
berjalan di perpus yang tertangkap oleh cctv. Dia pun diam2 ke dalam perpus.
Lagi2 Bung Do membaca sejarah dan Hee Jin datang menyuruhnya sembunyi. Hee Jin
menjelaskan kalau Bung Do tidak bisa seenaknya diam2 ke perpus karena sekarang
sudah ada kamera pengintai sehingga dia bisa ketahuan dan ditangkap polisi.
Saat Hee Jin akan pergi, tiba2 Bung Do menarik tangannya, bersembunyi dari cctv
dan… “disini tidak tertangkap kamera kan?” Bung Do membalas ciuman Hee Jin di
lift tadi. Hee Jin menjulukinya ‘playboy’, tetapi Bung Do tidak mengerti makna
kata itu. Setelah Hee Jin pulang, Bung Do membaca sejarah ttg dirinya semalaman
dan menemukan bahwa besok dia akan ditangkap polisi Joseon karena dituduh
melakukan pembunuhan. Dia akan diasingkan ke Jeju dan mati karena sakit
misterius.


~Joseon~
Bung Do terus memikirkan tentang sejarah dirinya sambil
minum ditemani pelayannya. Ia menyuruh pelayannya membawa kabur Yeon Wol dan
sembunyi di tempat yg sangat rahasia. Dia tidak memberitahu alasannya apa.
Esoknya, dia benar2 tertangkap dan diasingkan. Tetapi dia lebih waspada. Saat
seorang pelayan wanita dengan paras gugup memberinya makanan, dia tidak
memakannya, memberinya ke tikus yang akhirnya mati. Saat besoknya pelayan itu
kembali, dia kaget karena Bung Do masih sehat walafiat. Malah dia menyuruh
pelayan itu untuk mencicipi makanan itu lebih dulu. Pelayan itu pun memberitahu
kepada bawahan Ja Soo. Malamnya, anak buah Ja Soo menyerang Bung Do. Panah hampir
mengenai kepalanya hingga meninggalkan luka kecil. Bung Do lari ke hutan dan
saat hampir mati, dia menghilang lagi, muncul di…

~Jeju~
… tengah jalan, hampir ketabrak mobil. Siangnya, saat
beberapa turis dari China lagi berfoto, salah satunya meninggalkan sebuah tas
berisi buku panduan dalam bahasa mandarin, tulisan jaman dulunya Korea sebelum
ada Hangeul (Hanja). Dia pun mempelajari semuanya. Dia mengganti baju, membeli
betadin dan plester, belajar nelpon dan mau naik pesawat ke Seoul tetapi nggak
punya duit dan identitas (ktp).

Sementara itu Hee Jin ngobrol dengan penulis skenarionya
untuk menanyakan tentang Kim Bung Do, administrator yang menolong Ratu In
Hyeon. Tetapi penulis kurang tahu sejarah ttg orang itu. lagipula dalam
sejarah, sepertinya dia bukan orang penting karena tertangkap dan mati di Jeju.
Hee Jin mengecek di internet dan menghitung2 kalau hari ini adl hari kematian
Bung Do. Dia bengong di café saat Soo Kyung datang. Dia pun menangis karena
orang yang mati 300 tahun yg lalu, bikin Soo Kyung jadi bingung. Tiba2 hpnya
bunyi dari nomor tak dikenal. Saat di angkat, rupanya Bung Do yang menelpon dari
telepon umum di bandara Jeju.

Soo Kyung tidak habis pikir, apa istimewanya si ‘guru
sejarah’ itu hingga Hee Jin bela-belain menjemput sang guru di Jeju untuk ke
Seoul. Hee Jin juga meminjam ktp temannya yang mirip wajahnya dg Bung Do.
Sampai di bandara Jeju, Soo Kyung memesankan tiket, 2 untuknya dan Hee Jin,
sedangkan Bung Do di pesawat lain. Tapi Hee Jin mengubahnya, menjadi 3 tiket di
pesawat yg sama tapi beda kursi. Soo Kyung pun menginterogasi Bung Do 4 mata.
“Kau lulusan mana?”
“Sungkyungkwan.”
“Rumah?”
“Bukchon”
Soo Kyung terkesiap “Itu kan rumah mentereng semua…” lalu ia
tanya ttg ortu, ortu Bung Do sudah meninggal dengan memberikan warisan melimpah
untuk hidup sehari2. Soo Kyung jadi bingung, cowok ini apakah kesialan ataukah
keberuntungan bagi sahabatnya?

Di pesawat, ternyata Dong Min juga ada di pesawat yang sama
dengan manajer dan Na Jeong. Mereka habis sesi foto berdua di Jeju. Saat Dong
Min menoleh, dia melihat ada cowok penguntit di wc rs dulu. Lalu ia melihat tak
jauh dari cowok itu, ada Soo Kyung dan Hee Jin. Dia pun memberitahu manajernya
dan memberitahu ke pramugari. Mereka sudah menelpon polisi yang akan menunggu
di landasan. Tetapi Bung Do menyadari kehadiran Dong Min. dia menghampiri Hee
Jin dan berbisik, akan mengembalikan ktp yang dikira Dong Min sesuatu yang
berbahaya bagi Hee Jin. Dong Min pun menghajar Bung Do. Bung Do ditangkap. Dong
Min membuka identitasnya dan menjelaskan kalau orang itu adl penguntit dan para
penumpang pun mencapnya sebagai pahlawan.

Tetapi sebelum Bung Do dibawa pergi, Hee Jin angkat suara.
Ia mengaku2 kalau cowok ini bukan penguntit, tetapi pacarnya. Mereka duduk
terpisah karena tidak mau menimbulkan skandal. Ia pun mendekati Bung Do dan
bergandengan tangan, saling bertatapan mesra penuh cinta. Keadaan berbalik,
Dong Min kini digosipkan telah memukuli kekasih dari mantan pacarnya. Na Jeong
yang memperhatikan itu hanya bisa tertawa dan mengolok2 Dong Min.


Sampai di bandara Incheon, Bung Do segera naik taksi. Dong
Min dan manajernya mengejar, agar tidak menimbulkan gossip yang menjatuhkan
pamor Dong Min, tetapi taksi Bung Do keburu pergi. Dan akhirnya, karena gossip
itu, drama Suk Jong pun terancam kacau karena menurunnya pamor Dong Min.
Sutradara meminta Hee Jin dan Dong Min untuk berdamai sehingga para fans mereka
kembali. Tetapi Hee Jin kesulitan karena Bung Do sudah kembali ke Joseon, ada
urusan yang sangat penting, menyangkut hidup dan mati. Bung Do tidak bisa
berada Di Seoul.


~Joseon~
Bung Do datang ke rumah pengasingan In Hyeon, memperingatkan
bahwa besok subuh akan terjadi sesuatu, dimana dulu gagal, sekarang mungkin
akan berhasil. In Hyeon harus berhati-hati dan tenang. Ia juga menyuruh semua
penjaga untuk pergi, jika mereka tidak ingin mati. Mereka akan menjaga In Hyeon
dari tempat tersembunyi tak jauh dari sana. Kemudian dia kembali ke Seoul dan
naik taksi ke istana utara. Lalu dia kembali lagi ke Joseon (jadi, kalo naik
taksi kan lebih cepat daripada kuda). Ia menulis sebuah surat dan saat Raja
sedang berjalan bersama pelayan dan pengawal, dia melepaskan panah beserta
surat yang terikat, mengatakan kalau akan ada rencana pembunuhan terhadap In
Hyeon. Sementara itu Min Am dan menteri yg mendukungnya minum2 bersama gisaeng.
Lalu Min Am pergi ke kamar sendirian. Tiba2 sebuah pedang terhunus di depan lehernya.
Di hadapannya kini sudah ada Bung Do dengan pakaian ala ninja. Bung Do menyuruh
Min Am menuliskan lagi rencana pembunuhan In Hyeon. Satu lembar untuk diberikan
pada Ja Soo, satunya lagi disimpan di dada Min Am.


Di kamar, In Hyeon menyulam dengan air mata. Ja Soo dan anak
buah memanjat pagar memasuki rumah pengasingan. Tetapi Ja Soo merasa aneh
karena tidak ada penjaga. Saat dia sadar bahwa sepertinya mereka sedang di
jebak, pengawal kerajaan datang mengepung mereka. Tetapi Ja Soo berhasil kabur.
Raja juga datang dan menghampiri In Hyeon, meminta maaf karena selama ini In
Hyeon sudah begitu menderita. Kemudian Kepala pengawal menangkap para menteri
bawahan Min Am, juga Min Am. Saat itu Bung Do bersembunyi di balik pembatas
ruangan. Min Am berkata, bahwa ada seseorang di balik ini semua yang merupakan
criminal yang sesungguhnya. Orang itu ada di balik pembatas. Tetapi saat
diperiksa, Bung Do sudah menghilang. Min Am dan menteri2 akan diasingkan ke
Jeju. Adik Ratu Jang dan kasim Raja akan diinterogasi. Ratu Jang diturunkan
menjadi selir sedangkan posisi In Hyeon kembali menjadi Ratu. Kim Bung Do
dibebaskan dan dikembalikan statusnya.

~Seoul~
Dong Min dan Hee Jin harus segera menyelesaikan persoalan
ini secepatnya. Soo Kyung menyuruh Hee Jin untuk menelpon Bung Do, bertemu
bertiga dengan Dong Min, lalu perdamaian mereka dipotret dan dimasukkan ke
internet biar meredam gossip. Tetapi Hee Jin bingung, bagaimana harus
menghubungi Bung Do? Lalu saat Hee Jin kembali syuting, ada yang menelpon hp
Hee Jin dan diangkat oleh Soo Kyung. Saat Hee Jin selesai syuting, Soo Kyung
sudah menghilang dan seorang kru menyuruh Hee Jin untuk ke sebuah café, bertemu
dengan Dong Min.

Di café, Hee Jin duduk dengan Dong Min sementara para
manajer kedua artis itu duduk tak jauh dari mereka, siap dengan kamera. Hee Jin
meyakinkan Dong Min kalau Bung Do tidak akan datang. Dong Min kesal dan
menelpon manajernya, padahal cuma beda beberapa langkah. Tapi Soo Kyung
mengambil alih hp dan memastikan kalau Bung Do pasti datang. Dan tak lama
kemudian, Bung Do benar2 datang. Bung Do dan Dong Min bersalaman, langsung
dipotret. Mereka duduk bertiga dan memesan makanan. Hee Jin menutupi wajahnya
dan wajah Bung Do dengan menu, bertanya bagaimana bisa Bung Do berada di sini?
Ternyata Bung Do sudah menyelesaikan misinya dan datang ke Seoul. Dia menelpon
Hee Jin dengan telepon umum, tetapi yang mengangkat Soo Kyung dan dia disuruh
datang kemari jika ingin berterimakasih kepada Hee Jin.

Sementara itu, Dong Min merasa risih dan kesal melihat
sepasang kekasih itu menutupi wajah mereka di hadapannya. Saking kesalnya, saat
di lokasi syuting, dia meminta pada sutradara untuk mengganti ending cerita,
bahwa Ratu In Hyeon akan mati dengan minum racun (sayak). Na Jeong yang lagi
duduk di dekatnya mencibir, kalau mereka pasti lagi berantem. Sutradara
mengacuhkannya. Sementara itu ada perubahan naskah karena pemeran Jang Hui Jae
(adik Selir Jang) masuk RS. Tapi Hee Jin merasa perubahannya sangat banyak.
Namun sutradara dan para kru merasa tidak banyak yg berubah. Lalu Hee Jin ingat
kalau Bung Do pernah bilang bahwa dia kembali ke Joseon untuk menyelesaikan
sesuatu dengan Min Am. Ia pun membaca sejarah dengan meminjam Ipad kepada
seorang aktor senior, dan memang sejarah sedikit berubah di peristiwa Gabsul.

Soo Kyung sedang bersama Bung Do, menginterogasinya lagi,
kenapa kok Bung Do nggak punya hape? Hare gene nggak punya hape? Bung Do
berkata kalau dia nggak kenal siapa2 di sini selain Hee Jin dan jarang ada di
rumah. Soo Kyung mengira dia tinggal di luar negeri. Tetapi sebelum Soo Kyung
bertanya lebih lanjut, Bung Do memotong, Apa yang sedang dibutuhkan Hee Jin
saat ini? Bung Do akan memberikannya sebagai hadiah ucapan terima kasih. Soo
Kyung bertanya lebih dulu, berapa duit yang Bung Do punya, karena yang dibutuhkan
Hee Jin sangat mahal. Bung Do pun mengeluarkan berjuta2 uang, yang tadinya
dikantongi, tanpa dompet. Mata Soo Kyung sampai melotot.



Syuting sudah selesai. Soo Kyung akhirnya datang dengan
ekspresi seperti hampir gila. Dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan
perasaannya, apakah harus merestui ataukah menghalangi Hee Jin dengan Bung Do.
Ia pun akhirnya bilang kalau Bung Do ada di luar. Hee Jin segera keluar dan
tidak menemukan siapapun. Saat itu, Bung Do ternyata ada di dalam sebuah mobil.
berbekal pelajaran singkat tentang menyetir dari Soo Kyung, dia menjalankan
mobil dan berhenti tepat di depan Hee Jin. Ia keluar dan menyerahkan kunci
mobil kepada Hee Jin. Ya, Bung Do membelikan Hee Jin sebuah mobil sebagai
ucapan terima kasih, dengan seluruh uang yang dimilikinya, hasil menjual pedang
peninggalan turun temurun keluarganya. Hee Jin begitu senang dan mengendarai
mobil berputar2.

Lalu saat berhenti, wajah Hee Jin tampak sedih. Dia berharap
kalau Bung Do adalah penipu dan omong kosong tentang time machine dsb.
“Memangnya kenapa kalau aku menipumu? Kau mau membawaku ke
polisi?”
“Tentu saja akan kubawa kau ke polisi, kemudian setelah kau
menyelesaikan hukuman… kau benar-benar bisa berkencan denganku… Betapa aku
berharap kau menipuku. Walaupun kau adalah penipu yang pantas mati, itu lebih
baik daripada seseorang dari masa yang berbeda…”
Lalu Hee Jin menyuruh Bung Do masuk. Ia mematikan lampu
mobil, dan menutup kaca jendela, lalu akan menjelaskan fungsi lain dari sebuah
mobil, yaitu… kiss again ^.^. Bung Do
tampak syok, tetapi saat Hee Jin akan keluar, Bung Do menarik tangan Hee Jin
dan kali ini mereka berciuman cukup lama sampai ada orang yang mencari2 Hee
Jin.

Hee Jin bertanya apa yang akan dilakukan Bung Do
selanjutnya? Bung Do akan kembali ke penjara di Jeju sebelum dia benar2
dibebaskan. Setelah itu dia akan pulang ke Hanyang dan bekerja seperti
biasanya. Hee Jin tampak kesal karena Bung Do pasti akan menikah karena jaman
dulu, garis keturunan itu sangat penting, lagipula Bung Do kan lagi single. Tapi
Bung Do memotong, “Ayo bertemu sebulan lagi…” pindah2an akan memakan waktu
sebulan. Setelah dia pulang, dia akan kembali ke Seoul.
“Tapi bukankah kau sudah tidak punya alasan untuk kemari
lagi?”
“Pacarku ada di sini, bukankah itu alasannya? Bukankah aku sudah
bilang, bahwa aku akan melakukan yang terbaik untuk menjadi pacarmu?” (owww…
sweet…)
Besoknya, Bung Do ke Jeju, mengganti baju dan membaca
mantra… tring…

~Joseon~
Baru muncul, tiba2 Bung Do diserang di tengah hutan saat
hari sedang hujan. Tak sengaja, jimat yang dipegangnya terkena pedang dan
terbelah dua. Tiba2 kepala Bung Do terasa sakit dengan kilasan2 ingatan tentang
Hee Jin berpendar, hingga akhirnya ia tak sadarkan diri setelah dadanya
tersabet pedang.

Saat sadar, dia mengalami amnesia sebagian. Dia hanya ingat
sampai diserang oleh Ja Soo di perpus istana. Dia tidak ingat dirinya
menghilang ke masa depan, apalagi Hee Jin. Luka di dadanya, dikiranya berasal
dari luka saat bertarung dengan Ja Soo. Dia bingung, dia tidak berada di
kamarnya dan ada suara2 diluar ruangan yang tidak ia kenal (pejabat di Jeju).
Lalu setelah mendengar penjelasan dari pejabat, dia tambah bingung, kapan dia
diasingkan ke Jeju dan sekarang akan dikembalikan lagi ke istana. Lalu saat
pelayannya datang, dia bertanya, hari apa sekarang? Dia pun sadar, dia telah
melupakan kejadian yg terjadi selama 2 bulan. Sementara itu, anak buah Ja Soo
yang menyerang Bung Do, melapor pada Ja Soo dan memberikan jimat yang terbelah.
Ja Soo tidak tahu apa fungsi jimat itu, lalu membaca mantera yang tertera.. Shi
Dong To Rae, Han Phil Gu In…

Bagaimana selanjutnya? Apakah Bung Do akan melupakan Hee Jin
selamanya dan tidak kembali ke Seoul lagi seperti yang dijanjikan? Lalu, apakah
kini giliran Ja Soo yang pergi ke masa depan setelah membaca mantera jimat itu?
Lalu bagaimana nasib Hee Jin? Apakah dia akan hilang ingatan juga, lalu
berpacaran dengan Ja Soo ? (ngawur!)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar