Quotes

"Write is my World"

Sabtu, 29 Juni 2013

Faith : Synopsis

Drama ini mengambil kisah raja pertama Goryeo (dinasti setelah dinasti Tiga Kerajaan / Silla). Sebenarnya, negeri Goryeo dari dulu sudah punya raja, tetapi masih di bawah pengaruh Yuan (China). Jadi yang berhak menaikkan dan menurunkan raja, serta menentukan bagaimana pemerintahan di Goryeo itu adalah Yuan. Jadi raja2 Goryeo saat itu hanya sebagai boneka saja, sampai dilantiknya Raja baru yg masih muda dan yg akan dipanggil dengan nama Kaisar Gong Min, maka perubahan Goryeo pun dimulai. Sebelumnya dia tinggal di Istana Yuan dan merasakan ketidakadilan. Kemudian Raja dijodohkan dan menikah dengan putri Yuan. Mereka kini sedang dalam perjalanan ke Goryeo, dikawal oleh pengawal khusus bernama Woo Dal Chi yang terkenal dengan kehebatan kungfunya, dipimpin oleh seorang kapten bernama Choi Young.
Di tengah jalan, roda kereta amblas dan hari hujan deras. Terpaksa mereka menginap di sebuah penginapan. Ternyata mereka sudah diikuti oleh penjahat yang mengepung dan menyerang. Dalam serangan itu, Permaisuri tersabet lehernya dan sekarat. Tidak ada yang mampu menyelamatkannya, termasuk tabib Jang, tabib kerajaan yang paling hebat. Lalu Penasehat Raja teringat pada sebuah legenda tentang seorang tabib dewa bernama Hwa Ta. 1000 th yg lalu, dia tiba2 muncul dengan pengobatan spektakuler, mengeluarkan organ tubuh dan mengobatinya diluar, lalu mengembalikannya ke dalam tubuh dan dijahit. Tetapi dia tiba2 menghilang melewati sebuah pintu lorong waktu. Dan tadi diperjalanan, penasehat melihat seperti cahaya di atas gunung yang diduga adl lorong waktu itu. Maka, Choi Young pun diutus untuk mencari Hwa Ta ataupun muridnya, siapa saja yang bisa menyelamatkan Permaisuri.
Choi Young memasuki lorong waktu dan muncul di sebuah kuil di Seoul. Ia bertemu dengan biksu dan menanyakan dimanakah tabib? Biksu itu pun menyebutkan sebuah gedung dimana sedang ada seminar dan pameran kedokteran, maka pasti banyak dokter di sana. Choi Young pun pergi ke sana, nyebrang tanpa melihat kiri kanan sampai mengacaukan lalu lintas. Ia pun tampak heran melihat lampu2 jalan dan barang2 aneh yg tak ada di dunianya. Hingga sampailah ia di sebuah ruangan dimana seorang dokter wanita sedang seminar ttg operasi plastik. Karena dianggap mengganggu, satpam menangkap Choi Young. Sementara itu, setelah seminar, dokter wanita bernama Eun Soo itu jalan2 melihat pameran dan ditawari berbagai macam alat kedokteran. Young melihatnya lewat cctv dan bertanya pada satpam, bagaimana caranya ia masuk ke sana. Satpam merasa orang ini kayaknya gila, apalagi bajunya aneh.
Choi Young berhasil keluar dari ruang satpam dan mencari Eun Soo. Ia mengajak Eun Soo untuk melewati lorong waktu. Tapi Eun Soo menolak, Young pun memaksa dengan kasar, menghunuskan pedang, membuat kekacauan. Ia menebas leher salah satu satpam untuk mencontohkan pada Eun Soo seperti itulah lukanya permaisuri yang harus Eun Soo selamatkan. Dengan berbekal peralatan kedokteran yang dipamerkan, Eun Soo pun menyelamatkan satpam itu. Sementara polisi sudah mengepung gedung. Tetapi Young punya kekuatan halilintar yang menjatuhkan semua polisi itu. Dengan menenteng peralatan kedokteran dan menggendong Eun Soo di pundak sambil berjalan menuju lorong waktu.
 
Ternyata, beberapa hari yang lalu Eun Soo pergi ke peramal. Ia bertanya tentang karir dan jodoh. Peramal berkata bahwa Eun Soo akan pergi jauh selama beberapa lama dalam waktu dekat ini, dan jodohnya adalah orang dari masa lalu. Ia pun mengingat mantan2nya, tapi merasa kalau salah satu diantara mereka bukanlah orangnya. Ia tidak tahu kalau masa lalu yang dimaksud itu benar2 masa lalu, yaitu ratusan tahun silam.
Sesampainya di Goryeo, Eun Soo dibawa ke penginapan dan ia pun menjahit luka permaisuri. Young sudah bersumpah akan membawa Eun Soo pulang, tetapi karena hasutan Penasehat, Raja memerintahkan agar Eun Soo tidak boleh pulang dulu, harus jadi tabib di Goryeo untuk menarik simpati rakyat. Padahal mereka sudah ada di mulut lorong waktu. Young galau, bingung memilih. Kalau dia melanggar titah raja, dia dianggap memberontak dan harus mati. Tapi kalo dia mengikuti titah raja dan melanggar sumpahnya sendiri, dia pun tetap harus mati karena sumpah Woo Dal Chi itu jaminannya nyawa. Ia pun menarik Eun Soo menjauh hingga pintu lorong waktu pun tertutup. Eun Soo marah2 dan menghunus pedang, sok-sokan mau menusuk Young. Tetapi Young tidak menghindar hingga perutnya tertusuk sedikit. Eun soo kaget, apalagi Young menusukkan pedang itu makin dalam. Ia emang niat mati.

Eun Soo berjuang menyelamatkan Young, ia tak mau Young mati karena dia merasa bersalah dan bisa dianggap sebagai pembunuh. Singkat cerita, mereka pun akhirnya sampai di istana Goryeo yang tampak sunyi senyap. Tidak ada yang menyambut raja baru mereka. Rupanya para menteri dihasut untuk menghadiri acara di rumah Gi Cheol, seorang bangsawan yang pangkatnya lebih tinggi dari penasehat raja (kayak perdana menteri, tapi bukan, entahlah), yg punya kekuatan super yg bisa membekukan orang. Beberapa menteri yang setia pada raja, sudah dibunuh dengan gas beracun.
Young sebenarnya sudah berjanji pada diri sendiri bahwa tugasnya berakhir setelah mengantarkan raja baru ke istana dengan selamat, maka dia akan dibebastugaskan dan hidup sebagai rakyat biasa. Tetapi Raja tidak mau melepaskannya. Ia pun memberi misi baru yang dikatakan sebagai misi terakhir dari Raja baru, yaitu menyelidiki apa yg sebenarnya terjadi. Selama proses penyelidikan, tubuh Young sebenarnya masih belum sehat. Ia pun pingsan dan kejang2 karena infeksi. Eun Soo tidak bisa berbuat banyak karena di dunia modern, para dokter dimanja dengan obat2an canggih yg sudah tersedia di apotik, sementara di masa lalu, hanya ada obat herbal dan harus bisa meracik sendiri. Tabib2 pun harus bisa menyembuhkan segala macam penyakit, kalo sekarang kan dokter2 itu punya spesialis khusus sendiri.
Young tidak sadar2, karena semangat untuk hidup sudah tidak ada. Bagaimanapun hebatnya dokter dan canggihnya obat, kalau pasien tidak punya semangat hidup, maka semua sia2. Ini karena Young punya masa lalu yg kelam. Dulunya dia tergabung dalam sebuah kelompok/geng yg membunuh orang2 jahat demi kedamaian rakyat, bernama Jeo Geol Dae. Lalu suatu hari mereka dipanggil oleh raja sebelumnya untuk dijadikan pengawal. Tetapi raja itu rada2 gila, dia mabuk2an dan menganggap kalau Jeo Geol Dae lebih dipercaya oleh rakyat daripada raja. Tampaknya raja merasa iri. Kemudian Raja itu melihat anggota yg cantik dan menyuruhnya lepas baju di depan semua orang. Cewek itu adl tunangannya Young. Cewek itu terpaksa buka baju sampai di dalaman, tapi kemudian ia menolak dan raja pun marah, hendak menusuk cewek itu, tapi kapten (Choi Min Soo!) menghalangi hingga dialah yg tertusuk. Namun sampai di napas terakhirnya, kapten tetap tunduk setia pada Raja dan memberikan jabatannya untuk Young, serta menyuruh mereka semua untuk setia pada raja. Karena kejadian itu, pacar Young depresi dan akhirnya mati. Maka dari itulah Young pun depresi dan gak punya semangat hidup.
 
Saat sudah sekarat, Eun Soo melakukan CPR, anggota Woo Dal Chi yg melihat hal itu sempat kaget, kan seperti lagi ciuman. Tapi karena sudah panik, mereka pun tidak berpikir jauh. Eun Soo menangis dan di dalam bawah sadar Young yang membeku, ada setetes air di pipinya, melelehkan es di pipi dan menjalar ke seluruh tubuh sampai ke dunianya. Ia pun kembali menghangat dan stabil.
Singkat cerita, akhirnya Eun Soo terpaksa tinggal di Goryeo sampai pintu lorong waktu terbuka, entah kapan. Gi Cheol awalnya ingin memakai Eun Soo untuk menjatuhkan raja dengan menghasut kalau Eun Soo itu monster/gumiho. Tetapi pada akhirnya dia pun mulai tertarik pada Eun Soo, apalagi setelah melihat peralatan kedokteran Eun Soo yg mirip dengan peninggalan nenek moyangnya yang dianggap kalau peralatan itu berasal dari Hwa Ta. Gi Cheol berusaha mengambil hati Eun Soo agar mau berpihak padanya dan mengajaknya ke ‘langit’ (masa depan). Selain punya peralatan kedokteran yg sudah karatan, Gi Cheol juga punya sebuah diary kuno yg ternyata berisi tulisan angka2 dan ada tulisan Hangeul (tulisan korea modern, sebelumnya pake tulisan cina) yang tertulis ‘Eun Soo’. Eun Soo pun kaget dg kenyataan itu. tetapi Gi Cheol tak mau memberikan buku itu, yah, buku itu dianggap sebagai Sandera kurang lebih.
 
Kemudian suatu hari muncul pamannya raja, Deuk Heung, yg berada di pihak Gi Cheol dan membawa2 diary Eun Soo, tapi nggak mau dikasih lihat. Young pun mengancamnya dan menyuruhnya memperlihatkannya sebentar pada Eun Soo. Eun Soo tampak serius mempelajari isi diary itu bersama Deuk Heung. Ia merumuskan angka2 itu di kertas yg tipis yg dibawa Deuk Heung. Ternyata, Deuk Heung itu licik, dia menorehkan racun tak berbau dan tak berwarna di kertas itu. racun itu tidak langsung mematikan, tetapi pelan2. Akhirnya Eun Soo pun keracunan dan tak sadarkan diri. Young merasa bersalah karena dialah yg mengijinkan Deuk Heung bertemu Eun Soo. Ia pun rela diperalat Deuk Heung demi mendapatkan penawar yg harus diminumkan 3 hari sekali, bahkan ketika terpaksa mencuri stempel kerajaan pun ia lakukan.
 
Deuk Heung punya ambisi jadi raja. Dengan segala cara pun ia lakukan. Saat itu Deuk Heung juga menghasut penasehat raja yg selama ini suaranya tak pernah didengar. Ia termakan hasutan dan memerintahkan pengawal kerajaan mengepung rumah Gi Cheol, menyebabkan adik Gi Cheol mati dan peninggalan Hwa Ta dirampas. Gi Cheol memerintahkan pengawal pribadinya yg banyak u/ mengepung istana. Raja dan permaisuri pun terpaksa lari dari istana. Hal itu memang sudah jadi taktiknya Deuk Heung. Dia masuk ke istana dengan wajah innocent, menuduh penasehat raja yg melakukan pemberontakan langsung dibunuh tanpa sempat membela diri. Dengan stempel yg diambil Young, ia membuat surat palsu yg menyatakan kalau Raja menyuruh dirinya untuk jadi raja pengganti sementara untuk memerintah sementara.
 
Selama sakit, Eun Soo bermimpi kalau dia sedang menyembuhkan seorang anak dan ia menulis sebuah diary. Ia tak tahu itu cuma mimpi atau pandangan masa depan. Eun Soo yg masih sakit, memaksa Young untuk bertemu Gi Cheol agar bisa bertemu Deuk Heung dan mengambil halaman terakhir dari diary itu. Eun Soo bilang bahwa dia akan mengajak Gi Cheol untuk ke ‘langit’ bersama dan pintu langit akan terbuka 2 bulan lagi, padahal itungan sebenarnya adl 1 bulan lagi. Ia pun mengaku pada Gi Cheol kalau Deuk Heung sudah meracuninya. Gi Cheol kaget dan tidak mau Eun Soo mati karena dia nggak akan jadi pergi ke ‘langit’ kalau Eun Soo mati. Mereka pun menemui Deuk Heung. Young meminumkan racun yg sama ke mulut Deuk Heung (racun itu racikan tabib Jang). Akhirnya Deuk Heung pun memberikan penawar yg sebenarnya, jadi selama ini yg diminum 3 hari sekali itu bohongan.
 
Sementara itu, Raja dan permasuri yang lari dari istana, melakukan open house di sebuah pondok agar rakyat bisa curhat sama mereka. Tetapi rakyat tidak ada yg percaya kalau yg dihadapan mereka adl raja. Kemudian beberapa menteri baru yg dikumpulkan Young berencana membuatkan stempel baru, khas Goryeo banget. Mereka meminta Young untuk mengawal. Sementara Eun Soo yg sudah mendapatkan selembar dari beberapa lembar halaman terakhir itu, awalnya bingung dengan apa yg tertulis. Dikatakan bahwa seseorang yg sangat dicintai Eun Soo akan mati hari ini, jika Eun Soo tidak menyelamatkannya. Pertemuan pada hari ini adl sebuah jebakan baginya. Ia bingung karena selama ini belum ada pria yg membuatnya jatuh cinta setengah mati. Tetapi setelah bangun dari tidur, ia pun sadar bahwa tulisan itu seperti ramalan. Dan orang yg dimaksud adl Young.
 
Rumah tempat pertemuan rupanya sudah dikepung anak buah Deuk Seung dan dikunci dari luar. Didalamnya ada banyak mesiu/bom. Diluar ditaburkan bubuk mesiu. Ketika panah api ditembakkan, maka api akan menjalar dan membom rumah itu beserta isinya. Eun Soo berlari menemui Deuk Heung dan memohon, apapun akan dilakukan asal Young tidak mati. Ia pun menawarkan untuk menjadikan Eun Soo permaisurinya. Terpaksa Eun Soo menerima lamaran itu. Anak buahnya yg sudah siap memanah, tidak jadi memanah setelah diberi tanda dari suruhan Deuk Seung. Saat Young berhasil mendobrak keluar, semua penjahat sudah menghilang, menyisakan bubuk mesiu. Young yakin kalau Gi Cheol tak mungkin melakukan hal serumit ini hanya untuk membunuhnya, cukup nyuruh 2 anak buahnya yg punya kekuatan supranatural (si rambut putih yg punya seruling bamboo sakti plus kuping tajam dan si gadis bertangan api).
 
Young pun akhirnya menyadari apa yg terjadi setelah mendapatkan kabar pernikahan Deuk Heung dan Eun Soo sebulan lagi. Eun Soo didandani bak putri bangsawan, tetapi ia tak menikmatinya. Diam2 dia ingin mencuri barang2 masa lalu hwa ta yg disembunyikan Deuk Heung, tapi gagal. Tiba2 pernikahan dipercepat. Dia pun nggak didandani sepantasnya, langsung ditarik begitu saja sama pengawal untuk menikah. Tetapi sebelum pernikahan dilangsungkan, Young muncul dan langsung mencium bibir Eun Soo, dengan begitu, pernikahan batal karena mulai sekarang Eun Soo sudah jadi milik Young. (kalo jaman sekarang, biar sudah ‘begituan’ pun bisa jadi milik orang lain hahaha). Ia pun langsung dipenjara oleh Deuk Heung. Tetapi ternyata sebagian pengawal kerajaan sudah berpihak padanya, hingga akhirnya ia pun bebas dan mengumpulkan pengawal2 untuk bergabung menyelamatkan Raja.
 
Ternyata Gi Cheol dan Deuk Heung sudah berencana untuk membunuh Raja. 2 anak buah Gi Cheol mendatangi tempat persembunyian, tetapi kosong. Ternyata Raja dan permaisuri sudah kabur duluan. Tetapi di tengah jalan, mereka terkejar. Wakil kapten Woo Dal Chi pun membagi tugas. Anggota mereka memang sedikit walaupun kungfu mereka hebat. Tetapi tetap saja mereka kalah jumlah. Anggota yg ditugaskan untuk menghalangi penjahat pun akhirnya mati. Saat keadaan benar2 terdesak, 2 pelayan raja pun menyamar jadi raja dan permaisuri dengan berganti baju. Raja sebenarnya tak tega, tetapi apa boleh buat. Banyak yg mati karena hal ini. saat di hutan, akhirnya pengawal raja pun datang menyelamatkan.
 
Deuk Heung memang benar2 licik. Dengan manipulasinya, ia pun berhasil meracuni Eun Soo lagi dengan mencucukkan bisa hewan beracun di lengan Eun Soo. Reaksinya tidak akan langsung, tetapi ketika Eun Soo mulai demam, maka hitungan kematiannya adalah seminggu kemudian. Tetapi ia tidak memberitahukan hal itu pada Young, takut mengkhawatirkan. Tapi akhirnya Young pun tahu hal itu. Eun Soo dan Jang mencoba memfermentasikan obat2an untuk menjadi penawar racun ini.
 
Masalah belum selesai. Utusan dari Yuan datang. Yuan akan mempertimbangkan untuk mengganti raja karena raja yg sekarang telah kehilangan stempelnya. Raja sekarang masih bisa bertahan asal tetap menggunakan stempel dari Yuan, dan menyerahkan Eun Soo untuk dieksekusi mati. Young pun mengajak Eun Soo melarikan diri. Mereka akan ke pintu lorong waktu, menunggu sampai terbuka. Tetapi ditengah jalan, Eun Soo menemukan sesuatu dari balik batu saat lonceng ikat rambutnya jatuh. Sebuah botol plastik kecil berisi selembar kertas yg tertulis bahwa surat ini berasal dari Eun Soo di masa depan. Ia berharap kalau Eun Soo sekarang tidak melakukan kesalahan seperti yg dilakukan Eun Soo di masa depan, yaitu melarikan diri. Karena Young pasti akan menyesal seumur hidup karena akan terjadi sesuatu pada Raja dan Permaisuri. Eun Soo pun memaksa Young untuk kembali. Dan benar saja, Permaisuri diculik.
 
Sebelumnya permaisuri mendapatkan surat dari utusan Yuan untuk ketemuan di suatu tempat karena utusan membawa surat dari ibu Permaisuri. Permaisuri pun pura2 ke kuil, tapi mengendap2 pergi. ternyata ia terkurung di sebuah ruangan tanpa makanan, cuma ada minuman. Tubuh Permaisuri sangat lemah apalagi dia sedang hamil. Raja kalang kabut mencari permaisurinya. Ia bahkan hampir memenjarakan utusan Yuan yg dituduh sebagai penculik. Tetapi bukan utusan Yuan pelakunya, melainkan Deuk Heung yg memakai stempel Yuan untuk manipulasi. Tapi Deuk Heung tak mau mengaku. Raja pun sudah memohon padanya, bahkan menyerahkan tahta yg begitu diidamkan Deuk Heung, tapi Deuk Heung tetap tak mengaku. Ternyata ia hanya ingin melihat kehancuran hati keponakannya.
 
Ketika kasim bawahan Deuk Heung akan meminumkan racun untuk Permaisuri, Young datang menolong. Sayangnya bayi Permaisuri tidak tertolong. Mereka pun sangat sedih. Sementara itu, dengan persetujuan Raja, mulai sekarang Eun Soo akan tinggal di asrama Woo Dal Chi, sekamar dg Young, sebagai tempat persembunyian yg paling aman. Sambil menggenggam tangan Eun Soo, Young bertanya, jika mereka berhasil menemukan penawar racun tanpa harus Eun Soo pulang ke masa depan, apakah Eun Soo mau tinggal di masa lalu bersamanya? “Aku tahu ada orang-orang di langit yang menantimu. Aku tahu tapi aku akan tanya, Jika aku bisa memilikimu, itu untuk selamanya. Aku akan melindungimu seumur hidupmu. Bukan hanya hari ini, sehari atau untuk beberapa hari. jadi apa kau mau tinggal bersamaku?” Dengan berkaca2, Eun Soo setuju. (romantis…)
 
2 anak buah Gi Cheol mencari2 Eun Soo di RS Istana, membuat kekacauan dan membunuh para tabib. Deok, pelayan tabib yg bisu, sembunyi ketakutan. Ketika Eun Soo datang untuk mengecek obat2 penawarnya, ia terkejut dengan sisa2 kekacauan itu. Semua obatnya hancur. Hanya tinggal satu obat yg masih utuh, dilindungi oleh Tabib Jang hingga di akhir hayatnya. (saat ini baru sadar, kalo Phillip Lee ngga pernah muncul di beberapa episode, bahkan matinya pun tak diperlihatkan. Mungkin terjadi sesuatu sehingga dikisahkan mati.) Sementara itu, terjadi keanehan pada tangan Young. Saat memegang pedang, tangannya kadang suka gemetar, bahkan sampai pedangnya jatuh.
 
Deuk Heung kabur dibantu Gi Cheol, tetapi akhirnya tertangkap dan masuk penjara. Namun karena dia dilindungi oleh Yuan, dia pun dibebaskan sampai ditemukan bukti2 bahwa dia memang melakukan kejahatan, dan hal itu sangat sulit tentu saja. Raja memutuskan untuk putus hubungan dengan Yuan, membangun kerajaannya sendiri tanpa campur tangan Yuan. Hal itu tentu saja akan mencetuskan peperangan diantara kedua Negara, namun Raja sudah siap. Dia mengumpulkan para menteri dan bangsawan. Ia membebaskan para menteri, siapakah raja yang akan mereka pilih.
 
Eun Soo diserang lagi oleh seseorang berjubah hitam dan pake caping, membuat obat terakhir yg dilindungi tabib jang sampai mempertaruhkan nyawa itu pecah dan terinjak2. Ternyata orang itu Cuma mau ngambil peralatan medisnya Eun Soo saja. Eun Soo kembali bersama dayang Choi dan meratapi obat terakhirnya. Ia bertanya pada dayang Choi, berapa lama Young depresi setelah kehilangan tunangannya dulu? Dan sekarang, obatnya Eun Soo rusak. Ia bisa membuatnya lagi, tetapi makan waktu lama. Jika ia tak bisa bertahan dan mati, apa yg akan terjadi pada Young? Dia akan mengalami kehilangan lagi.
 
Utusan Yuan akhirnya memberikan surat dari pemerintah Yuan, bahwa mereka akan menaikkan Deuk Heung menjadi Raja Goryeo, kemudian menyerahkan Goryeo kepada Yuan dan Deuk Heung akan menjadi perdana menteri di Yuan. Tetapi Utusan Yuan tidak akan ikut pertemuan, dia akan langsung pulang. Di pertemuan, Raja Gongmin membeberkan kejahatan Deuk Heung. Dia memberi pilihan, Raja akan mengampuninya jika ia pergi dari Goryeo dan namanya dihapuskan dari silsilah keluarga sehingga tidak bisa jadi raja, atau tetap melawan dan masuk penjara. Namun Deuk Heung tidak memilih keduanya, karena dia sudah memegang surat kenaikan tahta itu. Ia memaksa Raja Gongmin turun tahta dengan sukarela. Tentu Raja tidak mau, dan konsekuensinya akan ada pertempuran darah.
 
Pengawal istana yg berpihak pada  Deuk Heung berdatangan, melawan Woo Dal Chi. Walaupun kalah jumlah, tetapi Woo Dal Chi tetap kuat. Sementara Permaisuri menemui para menteri yg berkumpul berdiskusi. Permaisuri menyampaikan pesan Raja sebelum pergi, bahwa para menteri diberi kuasa untuk memerintahkan pasukan kerajaan. Stempel kerajaan juga diberikan pada mereka, Jika terjadi sesuatu pada Raja, maka para menteri yg diberi kuasa untuk menentukan apa tindakan selanjutnya. Tetapi mereka berdebat terlalu lama, apalagi datang surat yg menyatakan kalau Yuan telah memilih Deuk Heung sebagai raja baru. Sementara kepala pengawal kerajaan mondar mandir tak sabar untuk menolong Raja.
 
Raja Gongmin tidak mau keluar dari gedung pertemuan itu karena masih menunggu pengawal dari para menteri. Ia tetap akan menunggu, dan ini membuat Young harus bekerja ekstra keras untuk membunuh pasukan Deuk Heung. Sialnya, tangannya gemetaran lagi. Salah satu anggota Woo Dal Chi melihat Young menjatuhkan pedangnya, ia tampak syok. Singkat cerita, akhirnya para menteri memerintahkan pengawal untuk menolong Raja, jadi mereka semua mendukung Raja Gongmin. Deuk Heung yg kalah, dicari2 oleh para pengawal dan Woo Dal chi, tetapi mereka tidak menemukannya karena ia sudah kabur bersama pria caping yg menyerang Eun Soo, sementara Gi Cheol menggigil kedinginan, karena kekuatan es-nya menyerang dirinya sendiri. Utusan Yuan menyuruh  Deuk Heung untuk pulang ke Yuan saja karena dia tidak akan mampu melawan Gongmin sekarang. Ia pun berpamitan pada Gi Cheol dan memberitahukan dimana ia menyimpan barang peninggalan Hwata milik Gi Cheol yaitu di kamar Raja, asal Gi Cheol membunuh Eun Soo dan Young, karena jika ia kembali ke Goryeo nanti, ia tak mau melihat 2 orang itu lagi.
 
Young tahu tentang penyerangan pada Eun Soo yg membuat obat penawar jadi rusak dari Raja, karena Eun Soo tidak sanggup memberitahu Young. Dayang Choi pun membenarkan dan mengatakan kalau Eun Soo begitu mengkhawatirkan Young, bagaimana bila dia mati di depan Young? Eun Soo pun kembali membuat obat, ia tidak menyerah. Sementara itu, Deok menemukan catatan Tabib Jang dan menemukan cara untuk melawan racun itu. Dayang Choi membacakannya. Bukan penawar, melainkan racun lain untuk melawan racun itu. Dan itu cukup beresiko, makanya Tabib Jang dulu tidak langsung memakai cara itu. Namun Eun Soo mau mencobanya.
 
Gi Cheol yg jadi buron tiba2 muncul di istana untuk menyerahkan diri, asal ia bisa bertemu Eun Soo. Eun Soo pun mau menemuinya di penjara. Gi Cheol bertanya, apakah Eun Soo benar2 dari langit? Eun Soo menjawab tidak. Gi Cheol bereaksi marah, tetapi ia menahan diri. Eun Soo berkata kalau dia berasal dari dunia esok/masa depan. Gi Cheol berkata kalau ia merasa sakit di dalam hatinya.
“Aku ini sudah memiliki semua yang bisa dimiliki di dunia ini. Semua yang enak, indah dan langka. Tapi, masih merasa lapar sepanjang waktu. Begitu lapar sampai aku mengganti Raja, begitu lapar sampai aku mencungkil mata orang, tapi hatiku tetap masih terasa lapar. Dan juga, itu membuat tubuhku sakit. Jika aku pergi ke dunia itu, apa aku bisa disembuhkan?” Menurut Eun Soo, penyakit itu sulit di sembuhkan. Di dunia masa depan pun banyak pasien seperti itu, yaitu penyakit jiwa alias gila karena serakah dan obsesi.
 
Permaisuri mengajak raja jalan2 dan mengajak Eun Soo dan Young juga, karena sebentar lagi Eun Soo akan pergi, jadi mereka harus bikin semacam kenang2an bersama. Raja melukis wajah permaisurinya di hari yg cerah, sementara Young dan Eun Soo berkencan berdua. Young mau menggandeng tangan Eun Soo, tapi awalnya Eun Soo menghindar. Ternyata badan Eun Soo mulai panas, itu artinya hidupnya tinggal seminggu lagi. Eun Soo ingin mencoba pengobatan dg racun itu, tapi ia tidak menjelaskan detilnya pada Young karena pasti Young akan melarang. Ia hanya meminta Young menemaninya nanti malam. Lalu mereka semua berkumpul. Eun Soo meminta raja, ratu, dayang choi, kasim dan Young untuk berdiri berjejer di jembatan karena Eun Soo ingin memandangi mereka dan mengenang mereka. Kalo ada kamera, pasti udah dipotret.
 
Deok Man membawakan racun pelawan racun di tubuh Eun Soo. Eun Soo dan Deok mulai meraciknya dg hati2. Dayang Choi datang dan ngomel2 karena Eun Soo tak mau mendengarkannya. Saat itu Young datang dan mendengar semuanya. Ia melarang, tetapi Eun Soo bersikeras. Malamnya, sebelum minum racun obat itu, ia memberitahu apa yg kira2 akan terjadi pada dirinya dan apa yg harus dilakukan oleh orang2 yg menjaganya. Dia akan mengalami demam dan pingsan di masa kritisnya. Jika sampai pagi masih demam, baru diberikan penurun demam racikan Deok dan harus banyak minum air. Lalu, Eun Soo meminum obat itu hanya berdua saja dg Young di kamar. Young setia mendampingi, menyisirkan rambut dan memeluk di saat Eun Soo mulai kesakitan dan pingsan. Paginya, Dayang choi mengecek dan Eun Soo masih demam. Lalu Young teringat pada aspirin yg diberikan Eun Soo dulu waktu Young habis ditusuk pedang. Ia mengunyahkan dan memasukkan obat itu ke mulut Eun Soo (dari mulut ke mulut). Dayang Choi melengos sejenak hehehe…
 
Sementara itu, Gi Cheol berhasil keluar dari penjara setelah para penjaga diberi uang suap oleh adik seperguruannya. Ia menemui raja, meminum pil obat kuat yg bisa mengendalikan kekuatan esnya. Ia pun jadi kuat dan mematahkan rantai di tangannya. Woodalchi melindungi raja. Di kekacauan itu, 2 anak buah Gi Cheol menyelinap ke kamar raja untuk mengambil peninggalan Hwata. Young dikabari soal kekacauan ini dan segera pergi. Dayang Choi yg menjaga Eun Soo, baru menyadari kalau Young tidak membawa pedangnya. Young menyuruh Gi Cheol untuk berhenti, tapi Gi Cheol tak mau sebelum membawa Eun Soo pergi. Salah satu Woodalchi yg tahu keadaan tangan Young, mencoba membunuh Gi Cheol dg tombaknya. Young berteriak, jangaaannn, tapi terlambat, karena Gi Cheol mencekik dg kekuatan es hingga woodalchi itu pun mati. Young geram. Walaupun tidak sekuat biasanya, ia terus menyerang Gi Cheol, dan berhasil mematahkan pedang Gi Cheol.
 
Gi Cheol mengeluarkan kata2, seperti yg pernah dikatakan raja sebelumnya yg menusuk gurunya Young, bahwa selama ini Young-lah yg dipercaya oleh rakyat, bukan Raja, jadi apa Young tidak mau naik jadi raja saja? Gi Cheol bisa memintakan surat dari Yuan. Young berkata bahwa gurunya pernah ditanyai hal yg sama, bahkan sampai merenggut nyawanya. Tetapi Gurunya salah, karena gurunya tidak menjawab pertanyaan itu. Kini Young akan menjawabnya, bahwa ia sudah memiliki seorang raja, dan ia tak berminat jadi raja.
 
Sementara itu Eun Soo yg baru sadar dan sudah sembuh, didatangi oleh wanita bertangan api. Dae Man melawan wanita itu walau sampai lehernya tercekik dan terbakar, sementara Dayang Choi membawa Eun Soo keluar kamar. Lalu Dae man membawa lap basah dan menahan tangan wanita itu hingga apinya padam, lalu Dayang Choi menusuk wanita itu. Pria rambut putih datang terlambat, karena wanita itu sudah mati, wanita yg ternyata dia cintai. Dia geram dengan pandangan membunuh. Sementara itu ada anggota woodalchi yg baru membawa Eun Soo pergi. Ternyata orang itu adl anak buah Gi Cheol yg menculik Eun Soo. Sadar2, Eun Soo sudah ditodong pedang oleh pria rambut putih, tetapi Gi Cheol mengusirnya dan mengajak Eun Soo pergi bareng ke lorong waktu. Ia juga memberikan peninggalan terakhir Hwa Ta, yaitu sebuah projector phone, seperti perekam gitu yg kalau dinyalakan bisa keluar gambar sperti proyektor. Eun Soo kaget melihat barang modern itu, dan barang itu sepertinya adalah miliknya.
 
Eun Soo menjelaskan kalau lorong waktu itu sepertinya berhubungan dengan masa korona matahari. Pintu itu bisa membawa mereka ke zaman apapun, dan belum tentu bisa kembali ke asal. Gi Cheol tidak perduli, pokoknya dia ingin pergi dan mengumpulkan segala hal yg bisa membuat hatinya puas. Eun Soo bersedia mengantarkan tapi ia nggak mau ikut, karena ia memutuskan untuk tinggal di jaman Goryeo. Tapi Gi Cheol memaksa Eun Soo harus ikut. Mereka menginap di penginapan yg booking semua kamarnya. Saat hendak tidur, Eun Soo mendengar Gi Cheol mengerang. Eun Soo mau memeriksa, tapi Gi Cheol tak mau. Lalu terdengar keributan. Ternyata Young berhasil menemukan mereka. Sebelumnya, Young menemukan tulisan Hangeul di sebuah kedai ‘gwenchanayo’. Maka Young pun bisa mengikuti mereka. Young sudah mendapatkan kekuatannya tangannya kembali. Ia membunuh adik seperguruan Gi Cheol, dan pria berambut putih. Gi Cheol kabur.
 
Akhirnya Young bertemu kembali dengan Eun Soo. Young bertanya apakah Eun Soo Sudah sehat dan apakah Eun Soo mau tinggal bersamanya di goryeo? Eun Soo mau, dan mereka pun berpelukan. Mereka berbaring bersama di penginapan yg sudah dibayar full oleh Gi Cheol hehehe… Besok paginya, Young dan Eun Soo ke pintu lorong waktu. Young akan mengantar Eun Soo mengucapkan selamat tinggal pada orang2 di masa depan. Di sana, sudah ada Gi Cheol yg berusaha masuk ke lorong waktu, tapi tidak bisa dan terpental. Ia bertanya pada Eun Soo, bagaimana cara masuknya? Eun soo bilang, ya tinggal jalan masuk saja. Gi Cheol menganggap Eun Soo berbohong, padahal caranya memang begitu, tetapi entah kenapa Gi Cheol tidak bisa memasukinya.
 
Gi Cheol berlari menghampiri Eun Soo. Young menghalangi. Ia melemparkan pedang dan menusuk punggung Gi Cheol. Mereka saling mengeluarkan kekuatan masing2, tapi Young kalah dan sekarat. Eun Soo melakukan CPR sambil menangis. Gi Cheol mencabut pedang yg dipinggangnya dan akan menusuk Young, tapi meleset, 1 cm di dekat muka Young. Ia menarik Eun Soo ke lorong waktu. Eun Soo masuk, tetapi Gi Cheol tertinggal. Ia terduduk dan membeku. Mati.
 
Eun Soo kembali ke masa depan, ke sebuah kuil di Gangnam. Ia berlari ke RS tempatnya bekerja. Perawat yg mengenalinya, mengatakan kalau ada wartawan dari jepang yg mau wawancara, tetapi Eun Soo mengabaikannya dan masuk ke ruang kerjanya setelah meminjam ransel wartawan itu. Ia memasukkan peralatan medis, obat2an, buku diary, projector phone dan kalungnya. Sementara perawat tadi menelpon polisi, mengatakan kalau Eun Soo yg diculik itu sudah kembali, tetapi dia jadi aneh, bajunya pun aneh. Eun Soo kembali ke kuil. Sebelum masuk ke lorong waktu, ia memandang pemandangan malam di Seoul. “Saat itu di Seoul, saat aku lari hanya dengan pemikiran untuk menyelamatkan orang itu. Hari itu, saat itu, apa yang..salah? Apa yang kubutuhkan agar bisa kembali padanya, orang yang pernah kutinggalkan itu?”
 
Saat kembali ke Goryeo, ternyata ia salah tahun. Ia mau kembali ke lorong, tetapi sudah tutup. “Aku terpisah lagi… "Dan dari dunia dimana aku meninggalkannya dalam kondisi sekarat. Aku sendirian dalam dunia 100 tahun sebelum dunianya."
Dia yang menulis buku harian itu, dia pula yang menulis surat dalam botol plastik itu, yang semua itu akan ditemukan lagi oleh dirinya sendiri 100 tahun lagi. Jadi semua itu hanya berputar2 saja sebenarnya. Ia keluar masuk lorong waktu, hingga dia tiba di sebuah tahun yg ia pun tak tahu tahun berapa. Ia masuk ke kedai penginapan tempat dia ngingap gratis terakhir kali bersama Young. Di sana banyak anggota woodalchi yg belum pernah dilihatnya. Ia pun bertanya pada salah satunya, apakah tidak apa2 pasukan Goryeo berkeliaran bebas di negeri Yuan? Woodalchi itu tertawa, karena sudah lama Goryeo mendapatkan tanahnya kembali. Sudah lima tahun berlalu rupanya. Lalu terdengar suara yg sangat Eun Soo kenal, yaitu Deok Man, Dae Man dan wakil Kapten. Mereka semua tak ada yg menyadari kehadiran Eun Soo. Wakil Kapten bertanya dimana Jendral? Mereka berkata bahwa Jendral pasti sedang duduk2 di bawah pohon yg sama.
 
Eun Soo bergegas pergi, ia tahu di mana si Jenderal itu berada, yaitu pohon besar di dekat pintu lorong waktu tempat Young sekarat dulu. Sekarang tempat itu banyak ditumbuhi bunga krisan. Di bawah pohon itu, Jendral Goryeo duduk memandang langit. Dia adl Young yg sudah mulai tumbuh kumisnya. Ia menoleh dan bertatapan mata dengan Eun Soo. Mereka saling berdiri berhadap2an dan tersenyum tanpa kata2. Hanya batin mereka yang bicara, dan penonton tidak dapat mendengarnya ^o^
 


Notes: Awal2nya, karena ada kekuatan2 aneh, plus rajanya yg sama sekali nggak ada gagah2nya, aku merasa drama ini membosankan dan si dokter wanita yang terlihat bodoh. Tetapi semakin ke belakang, semakin seru, plus romantis. Tatapan matanya Lee Min Ho saat menatap lawan mainnya yg ceritanya dicintainya itu, dalem banget dan penuh perasaan gitu, membuat kita yg menontonnya pun ikut terhanyut.
 
Dari semua drama saeguk yang pernah ku tonton, hanya di sini yang rajanya sama sekali nggak gagah, nggak tampak seperti raja. Pendek dan kurus, permaisurinya aja lebih tinggi dan cantik, berasa nggak imbang aja gitu. Lebih gagah si Lee Min Ho selaku kapten pengawal, Phillip Lee sebagai tabib, bahkan menurutku pamannya raja, Deuk Heung-gun itu lebih cocok jadi rajanya. Cara senyumnya juga aneh, miring2 gitu, seperti mengulum senyum gitu. Mungkin itu ciri dari si aktor. Tetapi aktingnya bagus, apalagi pas permaisurinya diculik, kepanikan di mukanya nyata banget. Dan yah, setidaknya dia tidak hanya makan, tidur, dan mati seperti rajanya Jang Geum hahaha…
 
Aku cukup tertarik sama anak buahnya si Gi Cheol, yaitu si pria berambut putih dengan seruling bambu sakti yang bisa bikin kuping orang yg mendengarnya jadi tuli, serta bisa mendengar suara sekecil apapun, seperti kelelawar. Nama aslinya Sung Hoon. Wajahnya lumayan ganteng, tapi nggak seganteng Lee Min Ho lah… Di sini, karakternya dingin dan tanpa ekspresi, juga nggak banyak ngomong. Tapi dia tidak pernah berpikir dua kali kalau mau menghabisi nyawa seseorang. Di dalam sulingnya itu ada pedangnya. Pokoknya kalau Gi Cheol sudah memberi perintah, dia langsung menjalankan. Dia selalu jalan2 bersama dengan si wanita api, wanita yg ternyata dia sukai, tetapi tampaknya cintanya hanya bertepuk sebelah tangan saja, karena wanita itu Cuma menganggap dia sebagai saudara seperguruan saja. Awalnya aku pikir wanita api ini adalah tunangannya Young yg mati itu, karena wajahnya hampir mirip. Aku kira dia kecewa dengan raja yg membunuh kapten Jeo Geol Dae, lalu bergabung sama Gi Cheol dan jadi jahat. Jeo Geol Dae kan orang2 yg punya kekuatan khusus seperti halilintar milik Young. Tapi ternyata bukan.
 
Menurutku, sebenarnya pertikaian antara Gi Cheol dengan Choi Young dan Eun Soo itu terlalu berlebihan. Gi Cheol kan Cuma pengin melihat dunianya Eun Soo, kok sampai segitunya, sampai banyak pertumpahan darah. Yah, memang dari awal karakternya itu jahat dan selalu menghalalkan segala cara sih. Coba aja dia baik-baikin si Eun Soo, tidak cari masalah dengan raja dan Choi Young. Damai2 sajalah. Lalu sharing informasi sama si Eun Soo dan sabar menunggu, pasti bisa deh tour ke masa depan. Tapi aneh juga, kenapa dia nggak bisa masuk ke lorong waktu itu ya? Apa Cuma Choi Young dan Eun Soo saja yang bisa keluar masuk? Atau karena si Gi Cheol itu jahat, punya niat buruk dll gitu ya? Entahlah, biarlah hal itu tetap jadi misteri di dalam drama ini, dan hanya sutradara/penulis naskahnya saja yang tahu hahaha…

(tuh, kan, rajanya kuntet banget hehe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar