Drama ini mengambil kisah raja pertama Goryeo (dinasti setelah dinasti Tiga Kerajaan / Silla). Sebenarnya, negeri Goryeo dari dulu sudah punya raja, tetapi
masih di bawah pengaruh Yuan (China). Jadi yang berhak menaikkan dan menurunkan
raja, serta menentukan bagaimana pemerintahan di Goryeo itu adalah Yuan. Jadi
raja2 Goryeo saat itu hanya sebagai boneka saja, sampai dilantiknya Raja baru
yg masih muda dan yg akan dipanggil dengan nama Kaisar Gong Min, maka perubahan
Goryeo pun dimulai. Sebelumnya dia tinggal di Istana Yuan dan merasakan
ketidakadilan. Kemudian Raja dijodohkan dan menikah dengan putri Yuan. Mereka
kini sedang dalam perjalanan ke Goryeo, dikawal oleh pengawal khusus bernama
Woo Dal Chi yang terkenal dengan kehebatan kungfunya, dipimpin oleh seorang
kapten bernama Choi Young.
Di tengah jalan, roda kereta amblas dan hari hujan deras.
Terpaksa mereka menginap di sebuah penginapan. Ternyata mereka sudah diikuti
oleh penjahat yang mengepung dan menyerang. Dalam serangan itu, Permaisuri
tersabet lehernya dan sekarat. Tidak ada yang mampu menyelamatkannya, termasuk
tabib Jang, tabib kerajaan yang paling hebat. Lalu Penasehat Raja teringat pada
sebuah legenda tentang seorang tabib dewa bernama Hwa Ta. 1000 th yg lalu, dia
tiba2 muncul dengan pengobatan spektakuler, mengeluarkan organ tubuh dan
mengobatinya diluar, lalu mengembalikannya ke dalam tubuh dan dijahit. Tetapi
dia tiba2 menghilang melewati sebuah pintu lorong waktu. Dan tadi diperjalanan,
penasehat melihat seperti cahaya di atas gunung yang diduga adl lorong waktu
itu. Maka, Choi Young pun diutus untuk mencari Hwa Ta ataupun muridnya, siapa
saja yang bisa menyelamatkan Permaisuri.
Choi Young memasuki lorong waktu dan muncul di sebuah kuil
di Seoul. Ia bertemu dengan biksu dan menanyakan dimanakah tabib? Biksu itu pun
menyebutkan sebuah gedung dimana sedang ada seminar dan pameran kedokteran,
maka pasti banyak dokter di sana. Choi Young pun pergi ke sana, nyebrang tanpa
melihat kiri kanan sampai mengacaukan lalu lintas. Ia pun tampak heran melihat
lampu2 jalan dan barang2 aneh yg tak ada di dunianya. Hingga sampailah ia di
sebuah ruangan dimana seorang dokter wanita sedang seminar ttg operasi plastik.
Karena dianggap mengganggu, satpam menangkap Choi Young. Sementara itu, setelah
seminar, dokter wanita bernama Eun Soo itu jalan2 melihat pameran dan ditawari
berbagai macam alat kedokteran. Young melihatnya lewat cctv dan bertanya pada
satpam, bagaimana caranya ia masuk ke sana. Satpam merasa orang ini kayaknya
gila, apalagi bajunya aneh.
Choi Young berhasil keluar dari ruang satpam dan mencari Eun
Soo. Ia mengajak Eun Soo untuk melewati lorong waktu. Tapi Eun Soo menolak,
Young pun memaksa dengan kasar, menghunuskan pedang, membuat kekacauan. Ia
menebas leher salah satu satpam untuk mencontohkan pada Eun Soo seperti itulah
lukanya permaisuri yang harus Eun Soo selamatkan. Dengan berbekal peralatan
kedokteran yang dipamerkan, Eun Soo pun menyelamatkan satpam itu. Sementara
polisi sudah mengepung gedung. Tetapi Young punya kekuatan halilintar yang
menjatuhkan semua polisi itu. Dengan menenteng peralatan kedokteran dan
menggendong Eun Soo di pundak sambil berjalan menuju lorong waktu.

Ternyata, beberapa hari yang lalu Eun Soo pergi ke peramal.
Ia bertanya tentang karir dan jodoh. Peramal berkata bahwa Eun Soo akan pergi
jauh selama beberapa lama dalam waktu dekat ini, dan jodohnya adalah orang dari
masa lalu. Ia pun mengingat mantan2nya, tapi merasa kalau salah satu diantara
mereka bukanlah orangnya. Ia tidak tahu kalau masa lalu yang dimaksud itu
benar2 masa lalu, yaitu ratusan tahun silam.
Sesampainya di Goryeo, Eun Soo dibawa ke penginapan dan ia
pun menjahit luka permaisuri. Young sudah bersumpah akan membawa Eun Soo
pulang, tetapi karena hasutan Penasehat, Raja memerintahkan agar Eun Soo tidak
boleh pulang dulu, harus jadi tabib di Goryeo untuk menarik simpati rakyat.
Padahal mereka sudah ada di mulut lorong waktu. Young galau, bingung memilih.
Kalau dia melanggar titah raja, dia dianggap memberontak dan harus mati. Tapi
kalo dia mengikuti titah raja dan melanggar sumpahnya sendiri, dia pun tetap
harus mati karena sumpah Woo Dal Chi itu jaminannya nyawa. Ia pun menarik Eun
Soo menjauh hingga pintu lorong waktu pun tertutup. Eun Soo marah2 dan
menghunus pedang, sok-sokan mau menusuk Young. Tetapi Young tidak menghindar
hingga perutnya tertusuk sedikit. Eun soo kaget, apalagi Young menusukkan
pedang itu makin dalam. Ia emang niat mati.
Eun Soo berjuang menyelamatkan Young, ia tak mau Young mati
karena dia merasa bersalah dan bisa dianggap sebagai pembunuh. Singkat cerita,
mereka pun akhirnya sampai di istana Goryeo yang tampak sunyi senyap. Tidak ada
yang menyambut raja baru mereka. Rupanya para menteri dihasut untuk menghadiri
acara di rumah Gi Cheol, seorang bangsawan yang pangkatnya lebih tinggi dari
penasehat raja (kayak perdana menteri, tapi bukan, entahlah), yg punya kekuatan
super yg bisa membekukan orang. Beberapa menteri yang setia pada raja, sudah
dibunuh dengan gas beracun.
Young sebenarnya sudah berjanji pada diri sendiri bahwa
tugasnya berakhir setelah mengantarkan raja baru ke istana dengan selamat, maka
dia akan dibebastugaskan dan hidup sebagai rakyat biasa. Tetapi Raja tidak mau
melepaskannya. Ia pun memberi misi baru yang dikatakan sebagai misi terakhir
dari Raja baru, yaitu menyelidiki apa yg sebenarnya terjadi. Selama proses
penyelidikan, tubuh Young sebenarnya masih belum sehat. Ia pun pingsan dan
kejang2 karena infeksi. Eun Soo tidak bisa berbuat banyak karena di dunia
modern, para dokter dimanja dengan obat2an canggih yg sudah tersedia di apotik,
sementara di masa lalu, hanya ada obat herbal dan harus bisa meracik sendiri.
Tabib2 pun harus bisa menyembuhkan segala macam penyakit, kalo sekarang kan
dokter2 itu punya spesialis khusus sendiri.
Young tidak sadar2, karena semangat untuk hidup sudah tidak
ada. Bagaimanapun hebatnya dokter dan canggihnya obat, kalau pasien tidak punya
semangat hidup, maka semua sia2. Ini karena Young punya masa lalu yg kelam.
Dulunya dia tergabung dalam sebuah kelompok/geng yg membunuh orang2 jahat demi
kedamaian rakyat, bernama Jeo Geol Dae. Lalu suatu hari mereka dipanggil oleh
raja sebelumnya untuk dijadikan pengawal. Tetapi raja itu rada2 gila, dia
mabuk2an dan menganggap kalau Jeo Geol Dae lebih dipercaya oleh rakyat daripada
raja. Tampaknya raja merasa iri. Kemudian Raja itu melihat anggota yg cantik
dan menyuruhnya lepas baju di depan semua orang. Cewek itu adl tunangannya
Young. Cewek itu terpaksa buka baju sampai di dalaman, tapi kemudian ia menolak
dan raja pun marah, hendak menusuk cewek itu, tapi kapten (Choi Min Soo!)
menghalangi hingga dialah yg tertusuk. Namun sampai di napas terakhirnya,
kapten tetap tunduk setia pada Raja dan memberikan jabatannya untuk Young,
serta menyuruh mereka semua untuk setia pada raja. Karena kejadian itu, pacar
Young depresi dan akhirnya mati. Maka dari itulah Young pun depresi dan gak
punya semangat hidup.
Saat sudah sekarat, Eun Soo melakukan CPR, anggota Woo Dal
Chi yg melihat hal itu sempat kaget, kan seperti lagi ciuman. Tapi karena sudah
panik, mereka pun tidak berpikir jauh. Eun Soo menangis dan di dalam bawah
sadar Young yang membeku, ada setetes air di pipinya, melelehkan es di pipi dan
menjalar ke seluruh tubuh sampai ke dunianya. Ia pun kembali menghangat dan
stabil.
Singkat cerita, akhirnya Eun Soo terpaksa tinggal di Goryeo
sampai pintu lorong waktu terbuka, entah kapan. Gi Cheol awalnya ingin memakai
Eun Soo untuk menjatuhkan raja dengan menghasut kalau Eun Soo itu
monster/gumiho. Tetapi pada akhirnya dia pun mulai tertarik pada Eun Soo,
apalagi setelah melihat peralatan kedokteran Eun Soo yg mirip dengan
peninggalan nenek moyangnya yang dianggap kalau peralatan itu berasal dari Hwa
Ta. Gi Cheol berusaha mengambil hati Eun Soo agar mau berpihak padanya dan
mengajaknya ke ‘langit’ (masa depan). Selain punya peralatan kedokteran yg
sudah karatan, Gi Cheol juga punya sebuah diary kuno yg ternyata berisi tulisan
angka2 dan ada tulisan Hangeul (tulisan korea modern, sebelumnya pake tulisan
cina) yang tertulis ‘Eun Soo’. Eun Soo pun kaget dg kenyataan itu. tetapi Gi
Cheol tak mau memberikan buku itu, yah, buku itu dianggap sebagai Sandera
kurang lebih.
Kemudian suatu hari muncul pamannya raja, Deuk Heung, yg
berada di pihak Gi Cheol dan membawa2 diary Eun Soo, tapi nggak mau dikasih
lihat. Young pun mengancamnya dan menyuruhnya memperlihatkannya sebentar pada
Eun Soo. Eun Soo tampak serius mempelajari isi diary itu bersama Deuk Heung. Ia
merumuskan angka2 itu di kertas yg tipis yg dibawa Deuk Heung. Ternyata, Deuk
Heung itu licik, dia menorehkan racun tak berbau dan tak berwarna di kertas
itu. racun itu tidak langsung mematikan, tetapi pelan2. Akhirnya Eun Soo pun
keracunan dan tak sadarkan diri. Young merasa bersalah karena dialah yg
mengijinkan Deuk Heung bertemu Eun Soo. Ia pun rela diperalat Deuk Heung demi
mendapatkan penawar yg harus diminumkan 3 hari sekali, bahkan ketika terpaksa
mencuri stempel kerajaan pun ia lakukan.
Deuk Heung punya ambisi jadi raja. Dengan segala cara pun ia
lakukan. Saat itu Deuk Heung juga menghasut penasehat raja yg selama ini
suaranya tak pernah didengar. Ia termakan hasutan dan memerintahkan pengawal kerajaan
mengepung rumah Gi Cheol, menyebabkan adik Gi Cheol mati dan peninggalan Hwa Ta
dirampas. Gi Cheol memerintahkan pengawal pribadinya yg banyak u/ mengepung
istana. Raja dan permaisuri pun terpaksa lari dari istana. Hal itu memang sudah
jadi taktiknya Deuk Heung. Dia masuk ke istana dengan wajah innocent, menuduh
penasehat raja yg melakukan pemberontakan langsung dibunuh tanpa sempat membela
diri. Dengan stempel yg diambil Young, ia membuat surat palsu yg menyatakan
kalau Raja menyuruh dirinya untuk jadi raja pengganti sementara untuk
memerintah sementara.
Selama sakit, Eun Soo bermimpi kalau dia sedang menyembuhkan
seorang anak dan ia menulis sebuah diary. Ia tak tahu itu cuma mimpi atau
pandangan masa depan. Eun Soo yg masih sakit, memaksa Young untuk bertemu Gi
Cheol agar bisa bertemu Deuk Heung dan mengambil halaman terakhir dari diary
itu. Eun Soo bilang bahwa dia akan mengajak Gi Cheol untuk ke ‘langit’ bersama
dan pintu langit akan terbuka 2 bulan lagi, padahal itungan sebenarnya adl 1
bulan lagi. Ia pun mengaku pada Gi Cheol kalau Deuk Heung sudah meracuninya. Gi
Cheol kaget dan tidak mau Eun Soo mati karena dia nggak akan jadi pergi ke
‘langit’ kalau Eun Soo mati. Mereka pun menemui Deuk Heung. Young meminumkan
racun yg sama ke mulut Deuk Heung (racun itu racikan tabib Jang). Akhirnya Deuk
Heung pun memberikan penawar yg sebenarnya, jadi selama ini yg diminum 3 hari
sekali itu bohongan.
Sementara itu, Raja dan permasuri yang lari dari istana,
melakukan open house di sebuah pondok agar rakyat bisa curhat sama mereka.
Tetapi rakyat tidak ada yg percaya kalau yg dihadapan mereka adl raja. Kemudian
beberapa menteri baru yg dikumpulkan Young berencana membuatkan stempel baru,
khas Goryeo banget. Mereka meminta Young untuk mengawal. Sementara Eun Soo yg
sudah mendapatkan selembar dari beberapa lembar halaman terakhir itu, awalnya
bingung dengan apa yg tertulis. Dikatakan bahwa seseorang yg sangat dicintai
Eun Soo akan mati hari ini, jika Eun Soo tidak menyelamatkannya. Pertemuan pada
hari ini adl sebuah jebakan baginya. Ia bingung karena selama ini belum ada
pria yg membuatnya jatuh cinta setengah mati. Tetapi setelah bangun dari tidur,
ia pun sadar bahwa tulisan itu seperti ramalan. Dan orang yg dimaksud adl
Young.
Rumah tempat pertemuan rupanya sudah dikepung anak buah Deuk
Seung dan dikunci dari luar. Didalamnya ada banyak mesiu/bom. Diluar ditaburkan
bubuk mesiu. Ketika panah api ditembakkan, maka api akan menjalar dan membom
rumah itu beserta isinya. Eun Soo berlari menemui Deuk Heung dan memohon,
apapun akan dilakukan asal Young tidak mati. Ia pun menawarkan untuk menjadikan
Eun Soo permaisurinya. Terpaksa Eun Soo menerima lamaran itu. Anak buahnya yg
sudah siap memanah, tidak jadi memanah setelah diberi tanda dari suruhan Deuk
Seung. Saat Young berhasil mendobrak keluar, semua penjahat sudah menghilang,
menyisakan bubuk mesiu. Young yakin kalau Gi Cheol tak mungkin melakukan hal
serumit ini hanya untuk membunuhnya, cukup nyuruh 2 anak buahnya yg punya
kekuatan supranatural (si rambut putih yg punya seruling bamboo sakti plus
kuping tajam dan si gadis bertangan api).
Young pun akhirnya menyadari apa yg terjadi setelah
mendapatkan kabar pernikahan Deuk Heung dan Eun Soo sebulan lagi. Eun Soo
didandani bak putri bangsawan, tetapi ia tak menikmatinya. Diam2 dia ingin
mencuri barang2 masa lalu hwa ta yg disembunyikan Deuk Heung, tapi gagal. Tiba2
pernikahan dipercepat. Dia pun nggak didandani sepantasnya, langsung ditarik
begitu saja sama pengawal untuk menikah. Tetapi sebelum pernikahan
dilangsungkan, Young muncul dan langsung mencium bibir Eun Soo, dengan begitu,
pernikahan batal karena mulai sekarang Eun Soo sudah jadi milik Young. (kalo
jaman sekarang, biar sudah ‘begituan’ pun bisa jadi milik orang lain hahaha).
Ia pun langsung dipenjara oleh Deuk Heung. Tetapi ternyata sebagian pengawal
kerajaan sudah berpihak padanya, hingga akhirnya ia pun bebas dan mengumpulkan
pengawal2 untuk bergabung menyelamatkan Raja.
Ternyata Gi Cheol dan Deuk Heung sudah berencana untuk
membunuh Raja. 2 anak buah Gi Cheol mendatangi tempat persembunyian, tetapi
kosong. Ternyata Raja dan permaisuri sudah kabur duluan. Tetapi di tengah
jalan, mereka terkejar. Wakil kapten Woo Dal Chi pun membagi tugas. Anggota
mereka memang sedikit walaupun kungfu mereka hebat. Tetapi tetap saja mereka
kalah jumlah. Anggota yg ditugaskan untuk menghalangi penjahat pun akhirnya
mati. Saat keadaan benar2 terdesak, 2 pelayan raja pun menyamar jadi raja dan
permaisuri dengan berganti baju. Raja sebenarnya tak tega, tetapi apa boleh
buat. Banyak yg mati karena hal ini. saat di hutan, akhirnya pengawal raja pun
datang menyelamatkan.
Deuk Heung memang benar2 licik. Dengan manipulasinya, ia pun
berhasil meracuni Eun Soo lagi dengan mencucukkan bisa hewan beracun di lengan
Eun Soo. Reaksinya tidak akan langsung, tetapi ketika Eun Soo mulai demam, maka
hitungan kematiannya adalah seminggu kemudian. Tetapi ia tidak memberitahukan
hal itu pada Young, takut mengkhawatirkan. Tapi akhirnya Young pun tahu hal
itu. Eun Soo dan Jang mencoba memfermentasikan obat2an untuk menjadi penawar
racun ini.
Masalah belum selesai. Utusan dari Yuan datang. Yuan akan
mempertimbangkan untuk mengganti raja karena raja yg sekarang telah kehilangan
stempelnya. Raja sekarang masih bisa bertahan asal tetap menggunakan stempel dari
Yuan, dan menyerahkan Eun Soo untuk dieksekusi mati. Young pun mengajak Eun Soo
melarikan diri. Mereka akan ke pintu lorong waktu, menunggu sampai terbuka.
Tetapi ditengah jalan, Eun Soo menemukan sesuatu dari balik batu saat lonceng
ikat rambutnya jatuh. Sebuah botol plastik kecil berisi selembar kertas yg
tertulis bahwa surat ini berasal dari Eun Soo di masa depan. Ia berharap kalau
Eun Soo sekarang tidak melakukan kesalahan seperti yg dilakukan Eun Soo di masa
depan, yaitu melarikan diri. Karena Young pasti akan menyesal seumur hidup
karena akan terjadi sesuatu pada Raja dan Permaisuri. Eun Soo pun memaksa Young
untuk kembali. Dan benar saja, Permaisuri diculik.
Sebelumnya permaisuri mendapatkan surat dari utusan Yuan
untuk ketemuan di suatu tempat karena utusan membawa surat dari ibu Permaisuri.
Permaisuri pun pura2 ke kuil, tapi mengendap2 pergi. ternyata ia terkurung di
sebuah ruangan tanpa makanan, cuma ada minuman. Tubuh Permaisuri sangat lemah
apalagi dia sedang hamil. Raja kalang kabut mencari permaisurinya. Ia bahkan
hampir memenjarakan utusan Yuan yg dituduh sebagai penculik. Tetapi bukan
utusan Yuan pelakunya, melainkan Deuk Heung yg memakai stempel Yuan untuk
manipulasi. Tapi Deuk Heung tak mau mengaku. Raja pun sudah memohon padanya,
bahkan menyerahkan tahta yg begitu diidamkan Deuk Heung, tapi Deuk Heung tetap
tak mengaku. Ternyata ia hanya ingin melihat kehancuran hati keponakannya.
Ketika kasim bawahan Deuk Heung akan meminumkan racun untuk
Permaisuri, Young datang menolong. Sayangnya bayi Permaisuri tidak tertolong.
Mereka pun sangat sedih. Sementara itu, dengan persetujuan Raja, mulai sekarang
Eun Soo akan tinggal di asrama Woo Dal Chi, sekamar dg Young, sebagai tempat
persembunyian yg paling aman. Sambil menggenggam tangan Eun Soo, Young
bertanya, jika mereka berhasil menemukan penawar racun tanpa harus Eun Soo
pulang ke masa depan, apakah Eun Soo mau tinggal di masa lalu bersamanya? “Aku
tahu ada orang-orang di langit yang menantimu. Aku tahu tapi aku akan tanya, Jika
aku bisa memilikimu, itu untuk selamanya. Aku akan melindungimu seumur hidupmu.
Bukan hanya hari ini, sehari atau untuk beberapa hari. jadi apa kau mau
tinggal bersamaku?” Dengan berkaca2, Eun Soo setuju. (romantis…)
2 anak buah Gi Cheol mencari2 Eun Soo di RS Istana, membuat
kekacauan dan membunuh para tabib. Deok, pelayan tabib yg bisu, sembunyi
ketakutan. Ketika Eun Soo datang untuk mengecek obat2 penawarnya, ia terkejut
dengan sisa2 kekacauan itu. Semua obatnya hancur. Hanya tinggal satu obat yg
masih utuh, dilindungi oleh Tabib Jang hingga di akhir hayatnya. (saat ini baru
sadar, kalo Phillip Lee ngga pernah muncul di beberapa episode, bahkan matinya
pun tak diperlihatkan. Mungkin terjadi sesuatu sehingga dikisahkan mati.) Sementara
itu, terjadi keanehan pada tangan Young. Saat memegang pedang, tangannya kadang
suka gemetar, bahkan sampai pedangnya jatuh.
Deuk Heung kabur dibantu Gi Cheol, tetapi akhirnya
tertangkap dan masuk penjara. Namun karena dia dilindungi oleh Yuan, dia pun
dibebaskan sampai ditemukan bukti2 bahwa dia memang melakukan kejahatan, dan
hal itu sangat sulit tentu saja. Raja memutuskan untuk putus hubungan dengan
Yuan, membangun kerajaannya sendiri tanpa campur tangan Yuan. Hal itu tentu
saja akan mencetuskan peperangan diantara kedua Negara, namun Raja sudah siap. Dia
mengumpulkan para menteri dan bangsawan. Ia membebaskan para menteri, siapakah
raja yang akan mereka pilih.
Eun Soo diserang lagi oleh seseorang berjubah hitam dan pake
caping, membuat obat terakhir yg dilindungi tabib jang sampai mempertaruhkan
nyawa itu pecah dan terinjak2. Ternyata orang itu Cuma mau ngambil peralatan
medisnya Eun Soo saja. Eun Soo kembali bersama dayang Choi dan meratapi obat terakhirnya.
Ia bertanya pada dayang Choi, berapa lama Young depresi setelah kehilangan
tunangannya dulu? Dan sekarang, obatnya Eun Soo rusak. Ia bisa membuatnya lagi,
tetapi makan waktu lama. Jika ia tak bisa bertahan dan mati, apa yg akan
terjadi pada Young? Dia akan mengalami kehilangan lagi.
Utusan Yuan akhirnya memberikan surat dari pemerintah Yuan,
bahwa mereka akan menaikkan Deuk Heung menjadi Raja Goryeo, kemudian
menyerahkan Goryeo kepada Yuan dan Deuk Heung akan menjadi perdana menteri di
Yuan. Tetapi Utusan Yuan tidak akan ikut pertemuan, dia akan langsung pulang. Di
pertemuan, Raja Gongmin membeberkan kejahatan Deuk Heung. Dia memberi pilihan,
Raja akan mengampuninya jika ia pergi dari Goryeo dan namanya dihapuskan dari
silsilah keluarga sehingga tidak bisa jadi raja, atau tetap melawan dan masuk
penjara. Namun Deuk Heung tidak memilih keduanya, karena dia sudah memegang
surat kenaikan tahta itu. Ia memaksa Raja Gongmin turun tahta dengan sukarela.
Tentu Raja tidak mau, dan konsekuensinya akan ada pertempuran darah.
Pengawal istana yg berpihak pada Deuk Heung berdatangan, melawan Woo Dal Chi. Walaupun
kalah jumlah, tetapi Woo Dal Chi tetap kuat. Sementara Permaisuri menemui para
menteri yg berkumpul berdiskusi. Permaisuri menyampaikan pesan Raja sebelum
pergi, bahwa para menteri diberi kuasa untuk memerintahkan pasukan kerajaan. Stempel
kerajaan juga diberikan pada mereka, Jika terjadi sesuatu pada Raja, maka para
menteri yg diberi kuasa untuk menentukan apa tindakan selanjutnya. Tetapi
mereka berdebat terlalu lama, apalagi datang surat yg menyatakan kalau Yuan telah
memilih Deuk Heung sebagai raja baru. Sementara kepala pengawal kerajaan mondar
mandir tak sabar untuk menolong Raja.
Raja Gongmin tidak mau keluar dari gedung pertemuan itu
karena masih menunggu pengawal dari para menteri. Ia tetap akan menunggu, dan
ini membuat Young harus bekerja ekstra keras untuk membunuh pasukan Deuk Heung.
Sialnya, tangannya gemetaran lagi. Salah satu anggota Woo Dal Chi melihat Young
menjatuhkan pedangnya, ia tampak syok. Singkat cerita, akhirnya para menteri
memerintahkan pengawal untuk menolong Raja, jadi mereka semua mendukung Raja
Gongmin. Deuk Heung yg kalah, dicari2 oleh para pengawal dan Woo Dal chi,
tetapi mereka tidak menemukannya karena ia sudah kabur bersama pria caping yg
menyerang Eun Soo, sementara Gi Cheol menggigil kedinginan, karena kekuatan
es-nya menyerang dirinya sendiri. Utusan Yuan menyuruh Deuk Heung untuk pulang ke Yuan saja karena
dia tidak akan mampu melawan Gongmin sekarang. Ia pun berpamitan pada Gi Cheol
dan memberitahukan dimana ia menyimpan barang peninggalan Hwata milik Gi Cheol
yaitu di kamar Raja, asal Gi Cheol membunuh Eun Soo dan Young, karena jika ia
kembali ke Goryeo nanti, ia tak mau melihat 2 orang itu lagi.
Young tahu tentang penyerangan pada Eun Soo yg membuat obat
penawar jadi rusak dari Raja, karena Eun Soo tidak sanggup memberitahu Young.
Dayang Choi pun membenarkan dan mengatakan kalau Eun Soo begitu mengkhawatirkan
Young, bagaimana bila dia mati di depan Young? Eun Soo pun kembali membuat
obat, ia tidak menyerah. Sementara itu, Deok menemukan catatan Tabib Jang dan
menemukan cara untuk melawan racun itu. Dayang Choi membacakannya. Bukan penawar,
melainkan racun lain untuk melawan racun itu. Dan itu cukup beresiko, makanya
Tabib Jang dulu tidak langsung memakai cara itu. Namun Eun Soo mau mencobanya.
Gi Cheol yg jadi buron tiba2 muncul di istana untuk
menyerahkan diri, asal ia bisa bertemu Eun Soo. Eun Soo pun mau menemuinya di
penjara. Gi Cheol bertanya, apakah Eun Soo benar2 dari langit? Eun Soo menjawab
tidak. Gi Cheol bereaksi marah, tetapi ia menahan diri. Eun Soo berkata kalau
dia berasal dari dunia esok/masa depan. Gi Cheol berkata kalau ia merasa sakit
di dalam hatinya.
“Aku ini sudah memiliki semua yang bisa dimiliki di dunia
ini. Semua yang enak, indah dan langka. Tapi, masih merasa lapar sepanjang
waktu. Begitu lapar sampai aku mengganti Raja, begitu lapar sampai aku
mencungkil mata orang, tapi hatiku tetap masih terasa lapar. Dan juga, itu
membuat tubuhku sakit. Jika aku pergi ke dunia itu, apa aku bisa disembuhkan?”
Menurut Eun Soo, penyakit itu sulit di sembuhkan. Di dunia masa depan pun
banyak pasien seperti itu, yaitu penyakit jiwa alias gila karena serakah dan
obsesi.
Permaisuri mengajak raja jalan2 dan mengajak Eun Soo dan
Young juga, karena sebentar lagi Eun Soo akan pergi, jadi mereka harus bikin
semacam kenang2an bersama. Raja melukis wajah permaisurinya di hari yg cerah,
sementara Young dan Eun Soo berkencan berdua. Young mau menggandeng tangan Eun
Soo, tapi awalnya Eun Soo menghindar. Ternyata badan Eun Soo mulai panas, itu
artinya hidupnya tinggal seminggu lagi. Eun Soo ingin mencoba pengobatan dg
racun itu, tapi ia tidak menjelaskan detilnya pada Young karena pasti Young
akan melarang. Ia hanya meminta Young menemaninya nanti malam. Lalu mereka
semua berkumpul. Eun Soo meminta raja, ratu, dayang choi, kasim dan Young untuk
berdiri berjejer di jembatan karena Eun Soo ingin memandangi mereka dan
mengenang mereka. Kalo ada kamera, pasti udah dipotret.
Deok Man membawakan racun pelawan racun di tubuh Eun Soo.
Eun Soo dan Deok mulai meraciknya dg hati2. Dayang Choi datang dan ngomel2
karena Eun Soo tak mau mendengarkannya. Saat itu Young datang dan mendengar
semuanya. Ia melarang, tetapi Eun Soo bersikeras. Malamnya, sebelum minum racun
obat itu, ia memberitahu apa yg kira2 akan terjadi pada dirinya dan apa yg
harus dilakukan oleh orang2 yg menjaganya. Dia akan mengalami demam dan pingsan
di masa kritisnya. Jika sampai pagi masih demam, baru diberikan penurun demam
racikan Deok dan harus banyak minum air. Lalu, Eun Soo meminum obat itu hanya
berdua saja dg Young di kamar. Young setia mendampingi, menyisirkan rambut dan
memeluk di saat Eun Soo mulai kesakitan dan pingsan. Paginya, Dayang choi
mengecek dan Eun Soo masih demam. Lalu Young teringat pada aspirin yg diberikan
Eun Soo dulu waktu Young habis ditusuk pedang. Ia mengunyahkan dan memasukkan
obat itu ke mulut Eun Soo (dari mulut ke mulut). Dayang Choi melengos sejenak
hehehe…
Sementara itu, Gi Cheol berhasil keluar dari penjara setelah
para penjaga diberi uang suap oleh adik seperguruannya. Ia menemui raja,
meminum pil obat kuat yg bisa mengendalikan kekuatan esnya. Ia pun jadi kuat
dan mematahkan rantai di tangannya. Woodalchi melindungi raja. Di kekacauan
itu, 2 anak buah Gi Cheol menyelinap ke kamar raja untuk mengambil peninggalan
Hwata. Young dikabari soal kekacauan ini dan segera pergi. Dayang Choi yg
menjaga Eun Soo, baru menyadari kalau Young tidak membawa pedangnya. Young
menyuruh Gi Cheol untuk berhenti, tapi Gi Cheol tak mau sebelum membawa Eun Soo
pergi. Salah satu Woodalchi yg tahu keadaan tangan Young, mencoba membunuh Gi
Cheol dg tombaknya. Young berteriak, jangaaannn, tapi terlambat, karena Gi
Cheol mencekik dg kekuatan es hingga woodalchi itu pun mati. Young geram.
Walaupun tidak sekuat biasanya, ia terus menyerang Gi Cheol, dan berhasil
mematahkan pedang Gi Cheol.
Gi Cheol mengeluarkan kata2, seperti yg pernah dikatakan
raja sebelumnya yg menusuk gurunya Young, bahwa selama ini Young-lah yg dipercaya
oleh rakyat, bukan Raja, jadi apa Young tidak mau naik jadi raja saja? Gi Cheol
bisa memintakan surat dari Yuan. Young berkata bahwa gurunya pernah ditanyai
hal yg sama, bahkan sampai merenggut nyawanya. Tetapi Gurunya salah, karena
gurunya tidak menjawab pertanyaan itu. Kini Young akan menjawabnya, bahwa ia
sudah memiliki seorang raja, dan ia tak berminat jadi raja.
Sementara itu Eun Soo yg baru sadar dan sudah sembuh,
didatangi oleh wanita bertangan api. Dae Man melawan wanita itu walau sampai
lehernya tercekik dan terbakar, sementara Dayang Choi membawa Eun Soo keluar
kamar. Lalu Dae man membawa lap basah dan menahan tangan wanita itu hingga
apinya padam, lalu Dayang Choi menusuk wanita itu. Pria rambut putih datang
terlambat, karena wanita itu sudah mati, wanita yg ternyata dia cintai. Dia geram
dengan pandangan membunuh. Sementara itu ada anggota woodalchi yg baru membawa
Eun Soo pergi. Ternyata orang itu adl anak buah Gi Cheol yg menculik Eun Soo.
Sadar2, Eun Soo sudah ditodong pedang oleh pria rambut putih, tetapi Gi Cheol
mengusirnya dan mengajak Eun Soo pergi bareng ke lorong waktu. Ia juga
memberikan peninggalan terakhir Hwa Ta, yaitu sebuah projector phone, seperti
perekam gitu yg kalau dinyalakan bisa keluar gambar sperti proyektor. Eun Soo
kaget melihat barang modern itu, dan barang itu sepertinya adalah miliknya.
Eun Soo menjelaskan kalau lorong waktu itu sepertinya
berhubungan dengan masa korona matahari. Pintu itu bisa membawa mereka ke zaman
apapun, dan belum tentu bisa kembali ke asal. Gi Cheol tidak perduli, pokoknya
dia ingin pergi dan mengumpulkan segala hal yg bisa membuat hatinya puas. Eun
Soo bersedia mengantarkan tapi ia nggak mau ikut, karena ia memutuskan untuk
tinggal di jaman Goryeo. Tapi Gi Cheol memaksa Eun Soo harus ikut. Mereka menginap
di penginapan yg booking semua kamarnya. Saat hendak tidur, Eun Soo mendengar
Gi Cheol mengerang. Eun Soo mau memeriksa, tapi Gi Cheol tak mau. Lalu terdengar
keributan. Ternyata Young berhasil menemukan mereka. Sebelumnya, Young
menemukan tulisan Hangeul di sebuah kedai ‘gwenchanayo’. Maka Young pun bisa
mengikuti mereka. Young sudah mendapatkan kekuatannya tangannya kembali. Ia membunuh
adik seperguruan Gi Cheol, dan pria berambut putih. Gi Cheol kabur.
Akhirnya Young bertemu kembali dengan Eun Soo. Young
bertanya apakah Eun Soo Sudah sehat dan apakah Eun Soo mau tinggal bersamanya
di goryeo? Eun Soo mau, dan mereka pun berpelukan. Mereka berbaring bersama di
penginapan yg sudah dibayar full oleh Gi Cheol hehehe… Besok paginya, Young dan
Eun Soo ke pintu lorong waktu. Young akan mengantar Eun Soo mengucapkan selamat
tinggal pada orang2 di masa depan. Di sana, sudah ada Gi Cheol yg berusaha
masuk ke lorong waktu, tapi tidak bisa dan terpental. Ia bertanya pada Eun Soo,
bagaimana cara masuknya? Eun soo bilang, ya tinggal jalan masuk saja. Gi Cheol
menganggap Eun Soo berbohong, padahal caranya memang begitu, tetapi entah
kenapa Gi Cheol tidak bisa memasukinya.
Gi Cheol berlari menghampiri Eun Soo. Young menghalangi. Ia
melemparkan pedang dan menusuk punggung Gi Cheol. Mereka saling mengeluarkan
kekuatan masing2, tapi Young kalah dan sekarat. Eun Soo melakukan CPR sambil
menangis. Gi Cheol mencabut pedang yg dipinggangnya dan akan menusuk Young,
tapi meleset, 1 cm di dekat muka Young. Ia menarik Eun Soo ke lorong waktu. Eun
Soo masuk, tetapi Gi Cheol tertinggal. Ia terduduk dan membeku. Mati.
Eun Soo kembali ke masa depan, ke sebuah kuil di Gangnam. Ia
berlari ke RS tempatnya bekerja. Perawat yg mengenalinya, mengatakan kalau ada
wartawan dari jepang yg mau wawancara, tetapi Eun Soo mengabaikannya dan masuk
ke ruang kerjanya setelah meminjam ransel wartawan itu. Ia memasukkan peralatan
medis, obat2an, buku diary, projector phone dan kalungnya. Sementara perawat
tadi menelpon polisi, mengatakan kalau Eun Soo yg diculik itu sudah kembali,
tetapi dia jadi aneh, bajunya pun aneh. Eun Soo kembali ke kuil. Sebelum masuk
ke lorong waktu, ia memandang pemandangan malam di Seoul. “Saat itu di Seoul,
saat aku lari hanya dengan pemikiran untuk menyelamatkan orang itu. Hari itu,
saat itu, apa yang..salah? Apa yang kubutuhkan agar bisa kembali padanya, orang
yang pernah kutinggalkan itu?”
Saat kembali ke Goryeo, ternyata ia salah tahun. Ia mau
kembali ke lorong, tetapi sudah tutup. “Aku terpisah lagi… "Dan dari dunia
dimana aku meninggalkannya dalam kondisi sekarat. Aku sendirian dalam dunia 100
tahun sebelum dunianya."
Dia yang menulis buku harian itu, dia pula yang menulis surat dalam botol plastik itu, yang semua itu akan ditemukan lagi oleh dirinya sendiri 100 tahun lagi. Jadi semua itu hanya berputar2 saja sebenarnya. Ia keluar masuk lorong waktu, hingga dia tiba di sebuah tahun yg ia pun tak tahu tahun berapa. Ia masuk ke kedai penginapan tempat dia ngingap gratis terakhir kali bersama Young. Di sana banyak anggota woodalchi yg belum pernah dilihatnya. Ia pun bertanya pada salah satunya, apakah tidak apa2 pasukan Goryeo berkeliaran bebas di negeri Yuan? Woodalchi itu tertawa, karena sudah lama Goryeo mendapatkan tanahnya kembali. Sudah lima tahun berlalu rupanya. Lalu terdengar suara yg sangat Eun Soo kenal, yaitu Deok Man, Dae Man dan wakil Kapten. Mereka semua tak ada yg menyadari kehadiran Eun Soo. Wakil Kapten bertanya dimana Jendral? Mereka berkata bahwa Jendral pasti sedang duduk2 di bawah pohon yg sama.
Dia yang menulis buku harian itu, dia pula yang menulis surat dalam botol plastik itu, yang semua itu akan ditemukan lagi oleh dirinya sendiri 100 tahun lagi. Jadi semua itu hanya berputar2 saja sebenarnya. Ia keluar masuk lorong waktu, hingga dia tiba di sebuah tahun yg ia pun tak tahu tahun berapa. Ia masuk ke kedai penginapan tempat dia ngingap gratis terakhir kali bersama Young. Di sana banyak anggota woodalchi yg belum pernah dilihatnya. Ia pun bertanya pada salah satunya, apakah tidak apa2 pasukan Goryeo berkeliaran bebas di negeri Yuan? Woodalchi itu tertawa, karena sudah lama Goryeo mendapatkan tanahnya kembali. Sudah lima tahun berlalu rupanya. Lalu terdengar suara yg sangat Eun Soo kenal, yaitu Deok Man, Dae Man dan wakil Kapten. Mereka semua tak ada yg menyadari kehadiran Eun Soo. Wakil Kapten bertanya dimana Jendral? Mereka berkata bahwa Jendral pasti sedang duduk2 di bawah pohon yg sama.
Eun Soo bergegas pergi, ia tahu di mana si Jenderal itu
berada, yaitu pohon besar di dekat pintu lorong waktu tempat Young sekarat
dulu. Sekarang tempat itu banyak ditumbuhi bunga krisan. Di bawah pohon itu,
Jendral Goryeo duduk memandang langit. Dia adl Young yg sudah mulai tumbuh
kumisnya. Ia menoleh dan bertatapan mata dengan Eun Soo. Mereka saling berdiri
berhadap2an dan tersenyum tanpa kata2. Hanya batin mereka yang bicara, dan
penonton tidak dapat mendengarnya ^o^
Notes: Awal2nya, karena ada kekuatan2 aneh, plus rajanya yg
sama sekali nggak ada gagah2nya, aku merasa drama ini membosankan dan si dokter
wanita yang terlihat bodoh. Tetapi semakin ke belakang, semakin seru, plus romantis.
Tatapan matanya Lee Min Ho saat menatap lawan mainnya yg ceritanya dicintainya
itu, dalem banget dan penuh perasaan gitu, membuat kita yg menontonnya pun ikut
terhanyut.
Dari semua drama saeguk yang pernah ku tonton, hanya di sini
yang rajanya sama sekali nggak gagah, nggak tampak seperti raja. Pendek dan
kurus, permaisurinya aja lebih tinggi dan cantik, berasa nggak imbang aja gitu.
Lebih gagah si Lee Min Ho selaku kapten pengawal, Phillip Lee sebagai tabib,
bahkan menurutku pamannya raja, Deuk Heung-gun itu lebih cocok jadi rajanya.
Cara senyumnya juga aneh, miring2 gitu, seperti mengulum senyum gitu. Mungkin itu
ciri dari si aktor. Tetapi aktingnya bagus, apalagi pas permaisurinya diculik,
kepanikan di mukanya nyata banget. Dan yah, setidaknya dia tidak hanya makan,
tidur, dan mati seperti rajanya Jang Geum hahaha…
Aku cukup tertarik sama anak buahnya si Gi Cheol, yaitu si
pria berambut putih dengan seruling bambu sakti yang bisa bikin kuping orang yg
mendengarnya jadi tuli, serta bisa mendengar suara sekecil apapun, seperti
kelelawar. Nama aslinya Sung Hoon. Wajahnya lumayan ganteng, tapi nggak
seganteng Lee Min Ho lah… Di sini, karakternya dingin dan tanpa ekspresi, juga
nggak banyak ngomong. Tapi dia tidak pernah berpikir dua kali kalau mau
menghabisi nyawa seseorang. Di dalam sulingnya itu ada pedangnya. Pokoknya kalau Gi Cheol sudah memberi perintah, dia
langsung menjalankan. Dia selalu jalan2 bersama dengan si wanita api, wanita yg
ternyata dia sukai, tetapi tampaknya cintanya hanya bertepuk sebelah tangan
saja, karena wanita itu Cuma menganggap dia sebagai saudara seperguruan saja.
Awalnya aku pikir wanita api ini adalah tunangannya Young yg mati itu, karena
wajahnya hampir mirip. Aku kira dia kecewa dengan raja yg membunuh kapten Jeo
Geol Dae, lalu bergabung sama Gi Cheol dan jadi jahat. Jeo Geol Dae kan orang2
yg punya kekuatan khusus seperti halilintar milik Young. Tapi ternyata bukan.


Menurutku, sebenarnya pertikaian antara Gi Cheol dengan Choi
Young dan Eun Soo itu terlalu berlebihan. Gi Cheol kan Cuma pengin melihat
dunianya Eun Soo, kok sampai segitunya, sampai banyak pertumpahan darah. Yah,
memang dari awal karakternya itu jahat dan selalu menghalalkan segala cara sih.
Coba aja dia baik-baikin si Eun Soo, tidak cari masalah dengan raja dan Choi
Young. Damai2 sajalah. Lalu sharing informasi sama si Eun Soo dan sabar
menunggu, pasti bisa deh tour ke masa depan. Tapi aneh juga, kenapa dia nggak
bisa masuk ke lorong waktu itu ya? Apa Cuma Choi Young dan Eun Soo saja yang
bisa keluar masuk? Atau karena si Gi Cheol itu jahat, punya niat buruk dll gitu
ya? Entahlah, biarlah hal itu tetap jadi misteri di dalam drama ini, dan hanya
sutradara/penulis naskahnya saja yang tahu hahaha…

(tuh, kan, rajanya kuntet banget hehe)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar