Meskipun ingatan Gun sudah kembali, tetapi dia memutuskan
untuk tetap pura2 amnesia. Sepertinya Gun mengidap suatu penyakit keturunan, di
mana dia akan hilang ingatan dan akhirnya meninggal, mungkin semacam alzeimer
di usia muda seperti di film A Moment To Remember. Dia tidak ingin wanita yg
dicintainya menderita karena penyakitnya ini. itu sebabnya ia pura2 tidak ingat
pada Mi Young. Ia tetap akan menceraikan Mi Young, tetapi mengganti surat
perjanjian cerainya. Hak asuh bayi mereka, akan diserahkan kepada Mi Young, terserah keputusannya, akan diberikan pada keluarga Gun atau diasuh sendiri. Dan jika Gun meninggal nanti,
dia akan mewariskan seluruh hartanya kepada Mi Young dan Gae Ddong.
Ia juga memutuskan Sera, dengan alasan yang sama. Tetapi
Sera mengira Gun minta putus karena Mi Young. Sera pun menemui Mi Young dan
memberikan surat cerai yang 'katanya' ditulis oleh Gun, isinya Gun tidak berminat lagi untuk mengambil hak asuh Gae Ddong. Kemudian tak
lama setelah itu, Gun menelpon Mi Young untuk ketemuan.
Gun mengembalikan gelas bergambar Gae Ddong dengan alasan
tidak sesuai dengan arsitektur rumahnya. Gun mengutarakan keinginan untuk
bercerai, tetapi ia menyerahkan hak asuh Gae Ddong kepada Mi Young. Mi Young
tidak ingin bercerai, apalagi (dia mengira) Gun masih amnesia.
Mereka pun berpisah di tengah jalan. Gun menyampaikan pesan
agar jangan terlalu baik, dll, seperti waktu pertemuan mereka di Macau.
Kemudian Mi Young teringat kata2 itu sama persis dan ia pun akhirnya sadar
kalau Gun sebenarnya sudah ingat. Ia berbalik dan memanggil2 Gun, tetapi Gun
tidak mau berbalik. Tiba2 sebuah mobil menabrak Mi Young. (mulai dari sini aku
menangis tanpa henti sampai bersambung).

Kecelakaan itu mengakibatkan Gae Ddong harus kembali ke
surga sebelum sempat melihat dunia. Mi Young tidak percaya dan tidak terima
kalau bayinya meninggal. Nenek yang mendengar hal itu juga sedih dan shock. Gun
menyalahkan dirinya, namun Nenek menghiburnya, karena semua ini adalah
kecelakaan dan takdir. Gae Ddong tidak ditakdirkan untuk bertemu dengan mereka
semua.
Ibu menemani Mi Young selama di RS. Kakak ipar dan direktur
pulau juga menjenguk. Daniel pun datang dan memberikan paket menggambar untuk
menghibur Mi Young. Saat pulang dari RS, Mi Young akan tinggal di rumah
temannya, agar Mi Young tidak sedih ketika melihat keponakannya di rumah.
Mi Young menemui Gun. Untuk terakhir kalinya Mi Young
bertanya, apakah mereka bisa memulai semuanya dari awal lagi? Tetapi Gun dengan
terpaksa mengatakan tidak. Mi Young pun ke rumah Gun untuk berkemas. Saat
melihat diary Gae Ddong, Mi Young tertawa sambil menangis (aku pun menangis).
Nenek mengantarkan sampai di depan pintu, tampak berat melepaskan kepergian
menantunya. Kemudian saat Nenek masuk, ibu tiri dan adik tiri Gun keluar
memberikan stoples pickle. Meski di awal2 mereka jahat, tetapi mereka tetap
bersedih dengan apa yang dialami Mi Young.
Daniel akan pergi ke
Prancis. Dia pun mengajak Mi Young ikut serta untuk belajar arsitek. Sementara
itu Gun menemui ibu Mi Young. Ibu menyerahkan seamplop uang yang pernah
diterima kakak ipar dari Gun untuk membuka usaha. Depot di Seoul juga akan
dijual dan uangnya dikembalikan kepada Gun. Meskipun Gun tidak ingin
menerimanya, tetapi Ibu tidak ingin menerima apapun dari Gun. Setelah
perceraian, mereka adalah orang asing. Gun minta ijin untuk ketemu Mi Young
terakhir kali, tetapi ternyata Mi Young sudah pergi dari Korea hari ini.
Mi Young berjalan bersama Daniel di bandara sambil mengenang
kisah singkatnya bersama Gun.
Even if we fated to meet again, let’s pretend that we don’t know each other.
Gun
mengejar ke bandara, mencari2 Mi Young, tetapi tidak menemukannya, karena sudah
berangkat.
3 tahun kemudian…
Mi Young mengenakan kacamata hitam dengan rambut merah dan
dandanan modis, sambil menggeret koper di bandara. Ia berpapasan dengan Gun
yang sudah potong rambut, dengan kacamata hitam pula. Mereka berpapasan begitu
saja. Gun berhenti sejenak, melepas kacamatanya dan menoleh, melihat punggung
Mi Young. Kemudian sekretarisnya datang menyambutnya.
Mi Young berhenti, melepas kacamatanya sambil tersenyum,
kepada orang yang menjemputnya, Daniel Pitt.
Notes:
Ini adalah episode tersedih dari antara episode Fated To
Love You lainnya. Karena Mi Young dan Gun kehilangan bayi mereka. As a mother,
aku bisa merasakan kesedihan dan kehilangan itu, meski aku tidak pernah
mengalaminya (jangan sampai! Amit-amit!!!). Tapi waktu usia kandungan 4 bulan,
aku sempat pendarahan, karena plasentanya menempel di mulut rahim. Dan itu
takutnya luar biasa. Ibu mana yang tidak takut kehilangan anaknya? Untungya,
puji Tuhan, sekarang sudah tidak apa2. Semoga sampai lahir juga baik2 saja
(sekarang 6 bulan), lahir selamat dan normal, tidak kurang suatu apapun ^^
yeorabun, doain ye… hehehe… (curcol mania)
Kemudian untuk episode2 selanjutnya juga bikin mewek karena
sedih dan terharu. Siapin tissue…

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar