Quotes

"Write is my World"

Kamis, 05 Februari 2015

Goddess Of Fire : Synopsis


Sinopsis:
Drama ini ada 32 episode. Wohoo panjang… jadi singkat saja. Diawali dengan pertandingan membuat keramik untuk tea set keluarga Raja, demi mendapatkan posisi ketua di Bunwon, tempat pembuatan keramik kerajaan. Lee Kang Cheon dan Yoo Eul Dam bertanding. Tea set Kang Cheon tampak sangat berkelas (bentuknya bolong2 gitu, teknik tingkat tinggi), sedangkan tea set Eul Dam tampak sederhana dengan coretan cat, tetapi menarik hati. Akhirnya Eul Dam yang menang. Tetapi begitu Selir Gong Bin meminum teh dari sana, dia pingsan. Eul Dam pun terancam hukuman mati.
Ternyata bukan karena bahan keramik yang beracun, melainkan karena keramik itu dibakar dengan ranting bunga peach, di mana Selir Gong Bin alergi. Yang membakarnya adalah asisten Eul Dam, Yeon Ok. Tetapi Yeon Ok melakukannya karena disuruh oleh Kang Cheon. Sedangkan Kang Cheon disuruh oleh Selir In Bin, rivalnya Gong Bin.
Suatu malam, Yeon Ok mendatangi Kang Cheon dan marah2 karena dirinya dijebak sehingga Eul Dam dipenjara. Dia pun mengancam akan melapor ke polisi. Tetapi sebelum semua itu terjadi, Kang Cheon menyuruh asistennya, Mapoong, untuk membunuh Yeon Ok. Saat itu Yeon Ok sedang hamil dan akan melahirkan. Dia mengandung anaknya Kang Cheon (sepertinya pernah diperkosa). Mengetahui korbannya mengandung anak tuannya, Mapoong tidak jadi membunuh, melainkan mengurungnya sementara dia melapor ke tuannya.
Yeon Ok berhasil keluar dari kurungan dan melahirkan di dalam tempat pembakaran keramik (kiln). Pada hari itu, Selir Gong Bin juga melahirkan putra keduanya, Gwang Hae. Raja yang senang, membebaskan Eul Dam. Saat Eul Dam keluar dari penjara dan melewati kiln, dia menemukan Yeon Ok melahirkan di dalamnya. Saat itu hujan deras dan petir menyambar kiln itu. Ketika Eul Dam membawa keluar bayinya, kiln itu ambruk dan Yeon Ok pun mati di dalamnya.
Eul Dam membawa bayi Yeon Ok dan membesarkannya seperti anak sendiri. Dia dibantu oleh tetangga yang juga baru punya bayi. Ketika sudah remaja, bayi Yeon Ok, Yoo Jung, bersahabat dengan Tae Do, anak tetangga. Dan juga dengan Hwa Ryeong yang belajar keramik pada Eul Dam. Suatu hari keluarga kerajaan berburu. Gwang Hae tak sengaja jatuh ke lubang jebakan. Kebetulan Jung lewat. Bukannya menolong, malah ditertawakan. Akhirnya Jung sendiri pun jatuh ke dalamnya. Mereka tidak bisa keluar dari sana. Jung pun tidak percaya kalau Gwang Hae adalah pangeran, sampai akhirnya para pengawal mencari2.
Singkatnya, mereka berdua yang awalnya saling benci, akhirnya jadi sahabat dan saling jatuh cinta. Akan tetapi hidup Jung yang awalnya tenang dan damai, jadi terusik sejak pertemuan itu, karena Raja yang menemukan Eul Dam, memutuskan untuk mulai lagi memakai hasil karya Eul Dam. Kang Cheon pun jadi merasa terancam. Suatu hari Gwang Hae membawa mangkuk sejarah kerajaan yang dipecahkan oleh Im Hae saat mabuk. Jung yang hampir jatuh dari kuda dan diselamatkan Gwang Hae, mengira kalau mangkuk itu pecah karena dirinya. Dia pun bertanggung jawab dengan mengelemnya kembali. Eul Dam yang mengetahui hal ini ketakutan dan memohon agar dialah yang mengambil seluruh tanggung jawab jika seandainya Raja tahu dan marah.
Sebenarnya Raja tidak akan pernah tahu, jika saja Yook Do tidak melaporkan dan Kang Cheon membuktikan bahwa mangkuk itu pernah pecah. Karena hasil lemnya sangat bagus, seperti tidak pernah pecah. Karena ketahuan, Eul Dam pun ditangkap. Jung berusaha membebaskan ayahnya dan memohon pada Raja. Dia membuatkan sebuah mangkuk yang akhirnya menggerakkan hati Raja, meskipun hasilnya jelek. Eul Dam pun bebas.
Gwang Hae berencana membawa Eul Dam kembali ke Bunwon. Akan tetapi hal itu tak pernah terjadi, karena Mapoong membunuhnya, di depan mata Jung. Saat itu Tae Do dan Gwang Hae ada di sana juga. Tae Do mengejar Mapoong, tetapi gagal mendapatkannya. Namun Tae Do sempat menggoreskan pedang ke lengan Mapoong.
Karena mendengar perkataan buruk tentang ayahnya dari Kang Cheon, Jung sangat marah dan bersumpah akan menjadi ceramist seperti yang diharapkan ayahnya, kemudian mengalahkan Kang Cheon dan Kang Cheon harus minta maaf kepada mendiang ayahnya. Jung akan pergi dan tinggal di rumah Moon Sa Seung, guru keramik dan belajar keramik di sana. Dia pun berpisah dengan Tae Do dan berjanji akan bertemu kembali nanti. Dia membuang separuh sepatunya ke sungai, biar dikira semua orang, dia mati bunuh diri. Bahkan Gwang Hae mengira Jung sudah mati, menangis merana. Hanya Tae Do yang tahu hal sebenarnya.
Meski awalnya ditolak oleh Guru Moon, akhirnya Jung tinggal di sana dan setelah dewasa, dia menyamar sebagai pria dan masuk ke Bunwon, dengan nama Tae Pyung. Dia menjalani kerja dari bawah, sebagai pekerja kasar yang menggali tanah dan menebang kayu. Kemudian Yook Do mulai tertarik dengan keahlian Jung, dia pun jadi asistennya Yook Do dan belajar banyak hal darinya.
339
Identitasnya sebagai wanita mulai terbuka mulai dari Tae Do yang menemukan sandal jerami miliknya yang pernah diberikan pada Jung, ada pada Tae Pyung. Kemudian Gwang Hae tahu bahwa dia wanita ketika Tae Pyung tenggelam di sungai. Tapi dia belum tahu kalau Tae Pyung adalah Jung.
Suatu hari ada tamu kerajaan dari Ming yang minta dibuatkan mangkuk teh yang mirip dengan miliknya. Mangkuk itu unik, karena teh didalamnya tetap hangat meski sudah lewat beberapa jam. Yook Do dibantu Jung selalu gagal membuatnya. Kalau gagal, Yook Do bisa dihukum. Saat itulah identitas Jung sebagai wanita ketahuan, karena kegagalan Yook Do dianggap karena ada wanita yang dekat2 dengan kiln waktu mangkuk itu dibakar. Asisten Yeon Jung yang dituduh dan akan ditangkap. Akhirnya Jung pun mengaku kalau dialah yang salah karena dia perempuan, dan dia selalu ada di dekatnya Yook Do. Dia pun diusir dari Bunwon dan kembali ke Guru Moon. Tetapi Jung berhasil menemukan bagaimana caranya membuat mangkuk unik itu. Dia pun memberitahu Yook Do dan mereka membuat bersama di rumah Moon. Mereka pun berhasil dan Jung kembali ke Bunwon sebagai pekerja wanita (masih dengan nama Tae Pyung).
Kemudian Gwang Hae akhirnya mengetahui identitas Jung yang sebenarnya, ketika dia mengetahui bahwa bodyguard-nya Prince Shin Seong yang selama ini mengaku sebagai kakaknya Tae Pyung, bernama Kim Tae Do. Dia pun marah kepada Jung yang tidak memberitahunya. Sementara itu Hwa Ryeong sekarang bekerja di tempat perdagangan keramik, milik Sohn Haengsu. Dia disuruh untuk merayu Yook Do, supaya Bunwon tetap bekerjasama dengan mereka. Yook Do akhirnya jatuh cinta. Hwa Ryeong juga akhirnya tahu tentang Jung yang masih hidup. Dia pun senang sahabatnya masih hidup.
Suatu kali Jung dan para pekerja kasar dites untuk membuat tanah liat yang akan dibuat jadi keramik. Karena dia tidak mendapatkan bahan dasar yang bagus, akhirnya dia mencampur bahan membuat pot, tapi jadi juga. Tetapi karena bahannya lain, tanah liat Jung tidak akan digunakan. Namun Jung ngotot, mengatakan kalau tanah liatnya juga bisa dibikin keramik yang lebih kuat daripada bahan biasanya. Dia pun ngotot2an sama Yook Do dan akhirnya dibuktikan, benar bahwa tanah liat Jung lebih kuat. Mulai saat itu Yook Do merasa tidak suka sekaligus iri pada Jung.
Sampai akhirnya pada suatu hari Jung dan Yook Do ditanding untuk membuat tea set untuk jamuan kerajaan, ketika Guru Moon dibawa masuk ke Bunwon oleh Gwang Hae. Akhirnya Guru Moon dan Jung yang menang. Yook Do merasa frustrasi karena dikalahkan oleh pekerja kasar wanita, dimana orang itu pernah belajar banyak hal dari dirinya (semacam mencuri ilmu). Sementara itu, Hwa Ryeong yang selama ini mencintai Tae Do, selalu ditolak, bahkan Tae Do pun sudah mengungkapkan perasaannya pada Jung meskipun ditolak oleh Jung. Dia iri kepada Jung yang selalu berhasil dan mendapatkan perhatian semua orang. Sementara dirinya, hanya Yook Do yang memperhatikannya. Dan melihat Yook Do frustrasi, akhirnya dia berpihak pada Yook Do dan Kang Cheon. Dialah yang memberitahu Kang Cheon bahwa Tae Pyung adalah Yoo Jung, anak dari Yoo Eul Dam.
Dimulailah ‘perang’ antara Kang Cheon dan Jung. Kang Cheon selalu berusaha mencelakakan Jung, bahkan membuatnya buta. Namun Jung tetap bertahan dan dia juga sembuh secara ajaib. Ketika habis sembuh dari buta, dia melihat wabah sakit perut di desanya, akibat makan dari mangkuk kayu yang jamuran, sementara di restoran ortu Tae Do, baik2 saja karena makan dari mangkuk keramik. Akhirnya Jung membuatkan keramik untuk warga desanya. Sementara itu para pangeran ditugaskan Raja untuk menyelesaikan wabah itu. Gwang Hae sampai merasakan sendiri sakit perut habis makan di desa. Dia akhirnya tahu penyebabnya dan menemukan Jung yang membagi2kan mangkuk keramik. Karena Bunwon tidak mau membuatkan mangkuk murahan, Jung pun diajak ke Bunwon lagi untuk membuatkan mangkuk.
Jung yang awalnya mau pulang setelah menyelesaikan tugasnya membuat mangkuk, menemukan tentang kasus pembunuhan ayahnya, di mana pembunuh itu yang awalnya dikira cuma pencuri guci, ternyata adalah Mapoong, asistennya Kang Cheon. Tidak hanya itu, Jung juga baru tahu bahwa Kang Cheon pula yang membuat ibunya mati (meski Yeon Ok matinya karena kejatuhan atap, tapi kalau dia tidak dikejar2 Mapoong dan disabet punggungnya, serta dikurung, dia mungkin tidak akan melahirkan di kiln dan tidak mati). Jung akhirnya menetap di Bunwon dan berusaha agar Kang Cheon mengakui bahwa dirinya yang menyuruh Yeon Ok untuk membakar ranting peach sehingga membuat Gong Bin pingsan dan Eul Dam yang dituduh.
Dengan trik yang hampir sama, Jung menjebak Yook Do dan Kang Cheon. Awalnya Jung mendekati Selir In Bin, lalu mengetahui bahwa Shin Seong selalu memecahkan mangkuk obat setelah meminumnya, dan juga tahu kalau Shin Seong punya alergi seafood. Bersama Tae Do, Shin Seong meminta ibunya agar dia dibuatkan mangkuk oleh Jung. Namun Jung tidak langsung membuatnya. Tae Do menyuruh teman2 Jung bergosip tentang hal itu, hingga kedengaran oleh Yook Do dan jadi iri. Akhirnya Jung mengajukan pertandingan membuat mangkuk, jika Jung menang, dia dipromosikan jadi ceramist, jika Yook Do menang, dia dipromosikan jadi ketua Bunwon.
Mangkuknya pun jadi. Shin Seong bingung memilih, karena dia takut mangkuk kesukaannya beda dengan yang disukai Raja. Gwang Hae pun memberi ide, bagaimana kalau Shin Seong coba minum obat dari 2 mangkuk itu? Saat minum dari Jung, dia baik2 saja. Tapi begitu minum dari mangkuknya Yook Do, dia sesak napas karena alerginya kambuh. Yook Do pun dipenjara dan akan dipenggal. Kang Cheon berusaha membebaskan anaknya dengan berbagai cara dan permohonan. Sampai akhirnya dia dan Yook Do sadar, bahwa mereka jatuh dalam perangkap Jung.
Jadi sebelumnya Jung memesan bahan tanah dari Hwa Ryeong, yaitu tanah lumpur dari air laut. Jung dan Guru Moon ngobrol2 dengan teman2 bahwa tanah itu yang terbaik untuk dibikinkan mangkuk obat, dan Yook Do mendengarnya. Hwa Ryeong yang mendukung Yook Do, memberikan tanah itu kepada Yook Do dan mengaku pada Jung bahwa tanahnya tidak ada. Jung pun memakai tanah lain. Bahkan air penggilap (glaze) yang khusus untuk tanah itu pun diambil oleh Yook Do. Ini semua karena ambisinya. Dan ternyata tanah itu bikin Shin Seong alergi.
Kang Cheon pun sampai berlutut memohon pada Jung agar Jung mau mengatakan yang sebenarnya pada polisi, sehingga Yook Do dibebaskan. Tapi Jung lebih dulu ingin Kang Cheon mengakui perbuatannya dulu terhadap Eul Dam. Kang Cheon tetap keras kepala, mengatakan kalau dia tidak pernah melakukan hal itu, dan hanya tuduhan asal. Sampai akhirnya Yook Do akan dipenggal, tetapi dihentikan oleh petugas. Ternyata Jung mendatangi Shin Seong dan menyuruh Shin Seong bilang ke Raja tentang sejarah di balik mangkuknya Shin Seong yang jadi favorit raja juga. Jung menceritakan bahan mangkuk tersebut, kemudian berkata kalau awalnya dia tidak berniat memakai bahan itu, melainkan bahan yang digunakan oleh Yook Do. Tetapi karena bahan itu ‘menghilang’, maka dia menggantinya. Dia juga menjelaskan kalau bahan itu sebenarnya sangat bagus, seandainya saja Shin Seong tidak alergi. Karena permohonan Jung, Yook Do pun dibebaskan dari hukuman mati. Tetapi karena dia mencuri bahannya Jung, dia diusir dari Bunwon. Tidak diusirpun Yook Do akan hidup dengan penuh rasa malu akibat perbuatan mencurinya. Kang Cheon sendiri dianggap bertanggung jawab juga dan jabatan ketuanya dicabut. Ketua Bunwon pun dipegang oleh Moon Sa Seung, dan Jung diangkat sebagai ceramist, ada sertifikatnya pula. Dia ceramist wanita pertama dan membuat para pekerja wanita lainnya bersemangat untuk menjadi ceramist berikutnya.
Suatu kali Jung dan Tae Do berencana menjebak Mapoong. Jung pergi ke kuburan sendiri, dan Mapoong datang untuk mengambil nyawanya. Tapi Tae Do datang dan mengikatnya, juga datang para polisi menangkapnya. Saat itulah Mapoong mengatakan bahwa dia tidak pernah membunuh ayah kandung Jung. Yang dibunuh adalah Yoo Eul Dam, bukan ayah Jung. Jung pun terkejut dan mencari tahu kebenarannya. Dia mendatangi penjara Mapoong dan Mapoong menceritakan segalanya. Jung begitu shock saat tahu bahwa dia adalah anak dari orang yang selama ini dibencinya. Kemudian Mapoong diracun agar ‘tutup mulut’ selamanya (karena kalau dia ngaku, bukan cuma Kang Cheon, para menteri dan In Bin pun terancam)

Seorang ketua prajurit dari Jepang, Kenzo, datang ke Joseon untuk mencari keramik. Dari beberapa keramik yang dibelinya dari Sohn Haengsu, petingginya, Toyotomi Hideyoshi, jatuh cinta pada mangkuk buatan Jung, yang di Joseon dianggap murahan. Hideyoshi sampai memberikan nama buat mangkuk itu. dia pun menyuruh Kenzo untuk membawa Jung ke Jepang. Dia pun kembali ke Joseon dan berusaha bertemu dan membawa Jung ke Jepang, melalui Hwa Ryeong yang sudah naik pangkat jadi kepala perdagangan (head of merchant), menggantikan Sohn Haengsu yang tewas dibunuh (oleh anak buahnya Hwa Ryeong!). (By the way, nama Hideyoshi ini kayaknya pernah dengar, di komik2 jepang. dia bukan kaisar, tapi semacam jendral yang terkenal di Jepang. Dia punya tuan bernama Nobunaga.)
Mengetahui hal itu, Kang Cheon pun janjian dengan Kenzo bahwa Jung akan dia bawa. Tetapi dia juga ingin agar Yook Do pun dibawa ke Jepang, karena karir Yook Do di Joseon sudah tamat. Di Jepang, ceramist akan mendapatkan perlakuan baik (selama taat sama Hideyoshi). Kemudian Jung hendak mengatakan bahwa dia anaknya Kang Cheon, kepada Kang Cheon. Tetapi dia tidak sanggup ngomong, dan ketika bertanya, apakah Kang Cheon tahu bahwa Yeon Ok mengandung anak Kang Cheon? Jawaban Kang Cheon menyakitkan hati, “Aku tidak punya anak selain Yook Do.” Tetapi kemudian Kang Cheon mendatangi Jung dan minta maaf karena tadinya berlaku kasar. Dia pun janji akan minta maaf kepada Yoo Eul Dam di kuburannya, besok siang.

Malamnya Kang Cheon menemui Kenzo dan bilang tentang perjanjian itu. Tiba2 pasukan yang dipimpin Gwang Hae datang mengepung. Tetapi sebelumnya Im Hae ketangkap oleh Kenzo dan jadi sandera. Jadi Kenzo berhasil kabur. tetapi Kang Cheon tertangkap dan dianggap berkhianat karena berhubungan dengan prajurit musuh. Saat dipenjara itulah, Kang Cheon diberitahu oleh Moon bahwa Jung adalah anak kandung Kang Cheon yang lahir dari Yeon Ok. Kang Cheon pun shock dan dia teringat bahwa Jung akan dibawa ke Jepang hari ini. dia pun memberitahu Gwang Hae.
Gwang Hae dan Tae Do mencari Jung secara terpisah. Tae Do berhasil menemukan Jung duluan dan bertarung sampai mati di dalam pelukan Jung. Barulah Gwang Hae datang dengan pasukannya. Ortu Tae Do sangat terpukul mendengar berita ini dari Jung. Hwa Ryeong pun mengalami kesedihan mendalam dan menuduh bahwa ini semua karena Jung. Dia berduka di kantornya, ketika Yook Do datang. Dia pun akhirnya mengakui bahwa dia hanya mendekati Yook Do untuk bisnis, sedangkan yang sungguh2 dicintainya hanya Tae Do.
Jepang mulai menginvasi Joseon. Raja begitu ketakutan, bukannya mempertahankan istana, dia malah kabur bersama In Bin. Di saat2 genting itu, barulah putra mahkota ditetapkan, yaitu Gwang Hae. Gwang Hae pun maju ke medan perang, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Rakyat jadi kacau balau mengetahui raja mereka kabur begitu saja. Bunwon pun terancam. Moon pun memutuskan untuk menutup Bunwon. Semua pekerja pulang ke keluarga masing2 dan setelah perang selesai, mereka akan bertemu kembali di Bunwon. Tetapi Kang Cheon yang terlepas dari penjara, datang membawa pasukan Jepang dan mengambil alih Bunwon. Jung begitu kecewa, Yook Do pun meski tidak setuju, tidak bisa berbuat apa2 selain nurut.
Tetapi Jung bukan anak yang penurut. Dia berusaha kabur dengan 3 temannya untuk menemui Gwang Hae. Ketahuan, dia dikurung di gudang. Tetapi Yook Do yang baru tahu bahwa Jung adalah adiknya lain ibu, membebaskan Jung. Jung pun menemui Gwang Hae dan melaporkan ttg Bunwon. Dia hendak kembali, namun Gwang Hae melarang karena berbahaya. Saat itu Jung mengungkapkan perasaannya, bahwa dia sebenarnya ingin berada di sisi Gwang Hae yang selalu membuatnya berdebar namun nyaman. Dia mengungkapkan cintanya, begitu juga Gwang Hae. Tetapi Jung tetap ingin kembali agar bisa melindungi teman2nya di Bunwon. Dia janji bahwa mereka pasti akan tetap hidup untuk bertemu kembali.
Kenzo pergi ke Bunwon dan mengetahui bahwa Jung menghilang, marah besar. Dia akan memenggal kepala Yook Do yang membebaskan Jung. Ketika hendak disabet, Kang Cheon menghalangi hingga punggungnya tersabet. Ketika itu Jung baru saja menginjakkan kakinya kembali. Jung berteriak, “Abeoji!!!” tetapi sampai akhir napasnya, Kang Cheon berkata bahwa dia tetap tidak bisa menerima Jung sebagai anaknya, karena Jung menutup keberuntungan Yook Do. Jung memperoleh segalanya, keahlian, keberuntungan.
Jung pun memutuskan untuk mengikuti Kenzo ke Jepang, demi keselamatan warga Bunwon. Dia bikin perjanjian, bahwa warga Bunwon harus dibebaskan kembali ke keluarga masing2, barulah dia mau ke Jepang. Dia pun berpamitan dengan Yook Do, berkata bahwa Yook Do harus menjadi Ketua Bunwon nantinya. Yook Do bertanya, apakah sampai akhir pun, Jung akan tetap memanggilnya Royal Ceramist (seharusnya orabeoni/kakak)? Jung tetap memanggilnya Royal Ceramist.
Lalu orang2 pun pulang semua setelah berpamitan dengan Jung yang tetap di Bunwon. Dia berjalan ke sekeliling, lalu naik kapal bersama Kenzo. Gwang Hae naik kuda untuk mengejar, tetapi terlambat. Mereka saling berpandangan, dipisahkan oleh sungai yang lebar.
17 th kemudian, Gwang Hae menjadi Raja, duduk di atas singgasananya. Jung datang membawa guci. Tetapi semua itu hanya imajinasi. Gwang Hae memandang langit, “Jung, apa kabarmu di sana?”

Tamat


Drama yang begitu panjang, dan diakhiri dengan perpisahan yang menggantung… ihik…ihik… itulah drama sejarah, karena tidak pernah disebutkan bahwa Gwang Hae menikahi seorang gadis pembuat keramik. Kalau dibikin fanfic sedikit, mungkin ceritanya akan seperti ini:
Jung kembali ke Joseon sebagai pembuat keramik Jepang, membawa keramik buatannya sebagai hadiah perdamaian dari pemerintah Jepang kepada Joseon. Mereka bertemu dan saling bernostalgia, minimal saling berpandangan dalam penuh kerinduan. Tetapi hanya sampai di situ saja. Mereka sudah sama2 tua dan sama2 sudah punya keluarga masing2, tetapi mereka masih menyimpan cinta pertama di dalam hati.

-- dalam sejarah aslinya, Gwanghae yang sudah menjadi raja mencoba untuk berdiplomasi dengan jepang dan membuka pasar. Jadi ada kemungkinan dia bisa ketemu dengan Jung lagi.
Drama ini sebenarnya bagus, seru pas pertandingan2nya. Tetapi kurang romantis antara Jung dan Gwang Hae. Malah lebih terasa chemistry antara Jung dan Tae Do (mungkin karena mereka pacaran di dunia nyata hehehe).

Di sini hanya fokus terhadap persaingan Jung dan Kang Cheon. Tidak bikin penasaran juga, karena dari awal kita sudah tahu siapa si pembunuh itu, juga anak siapa si Jung itu. Jadi yah, komen saya biasa saja, tidak ada yang spesial selain pertandingannya yang seru.
Kalau menurut sejarah aslinya, seharusnya Raja (King Seonjo) punya Grand Prince Yeong Chang yang lahir dari Ratu Inmok. Harusnya dia yang jadi putra mahkota, tetapi karena Raja meninggal, tahta diambil oleh Gwanghae dan kakek Yeong Chang dari ibu diketahui berbuat salah, sehingga Ratu Inmok dicoret dan dipenjara, beserta dengan Yeong Chang juga (mungkin dieksekusi). Gwanghae mengalami masa sulit dalam pemerintahannya karena tidak dapat dukungan dari para menteri dll, karena dia bukan putra pertama dan lahir dari selir. Endingnya mengenaskan. Dia diturunkan dari tahta oleh fraksi barat dan dibuang ke pulau Jeju sampai akhir hayatnya. Dia digantikan oleh King Injo, cucu King Seonjo dari Prince Jeongwon (salah satu anak In Bin), di mana kemudian terjadi perbudakan besar2an akibat anti-Manchu.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Seonjo_of_Joseonhttp://en.wikipedia.org/wiki/Gwanghaegun_of_Joseon)

Buat Lee Kwang Soo (aku selalu mengomentari dia di setiap drama yang dia bintangi), di sini dia jadi antagonis, meski peran bodohnya masih tetap ada. Masih tetap lucu juga, karena memang pada dasarnya dia lucu, mukanya saja bikin ketawa. Pabo Wangja. 


gambar:
google
http://recap-koreandrama.blogspot.com/
http://dramapopuler.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar