Sinopsis:

Drama ini ada 32 episode. Wohoo panjang… jadi singkat saja. Diawali
dengan pertandingan membuat keramik untuk tea set keluarga Raja, demi
mendapatkan posisi ketua di Bunwon, tempat pembuatan keramik kerajaan. Lee Kang
Cheon dan Yoo Eul Dam bertanding. Tea set Kang Cheon tampak sangat berkelas
(bentuknya bolong2 gitu, teknik tingkat tinggi), sedangkan tea set Eul Dam
tampak sederhana dengan coretan cat, tetapi menarik hati. Akhirnya Eul Dam yang
menang. Tetapi begitu Selir Gong Bin meminum teh dari sana, dia pingsan. Eul
Dam pun terancam hukuman mati.

Ternyata bukan karena bahan keramik yang beracun, melainkan
karena keramik itu dibakar dengan ranting bunga peach, di mana Selir Gong Bin
alergi. Yang membakarnya adalah asisten Eul Dam, Yeon Ok. Tetapi Yeon Ok
melakukannya karena disuruh oleh Kang Cheon. Sedangkan Kang Cheon disuruh oleh
Selir In Bin, rivalnya Gong Bin.

Suatu malam, Yeon Ok mendatangi Kang Cheon dan marah2 karena
dirinya dijebak sehingga Eul Dam dipenjara. Dia pun mengancam akan melapor ke
polisi. Tetapi sebelum semua itu terjadi, Kang Cheon menyuruh asistennya,
Mapoong, untuk membunuh Yeon Ok. Saat itu Yeon Ok sedang hamil dan akan
melahirkan. Dia mengandung anaknya Kang Cheon (sepertinya pernah diperkosa).
Mengetahui korbannya mengandung anak tuannya, Mapoong tidak jadi membunuh,
melainkan mengurungnya sementara dia melapor ke tuannya.

Yeon Ok berhasil keluar dari kurungan dan melahirkan di
dalam tempat pembakaran keramik (kiln). Pada hari itu, Selir Gong Bin juga
melahirkan putra keduanya, Gwang Hae. Raja yang senang, membebaskan Eul Dam.
Saat Eul Dam keluar dari penjara dan melewati kiln, dia menemukan Yeon Ok
melahirkan di dalamnya. Saat itu hujan deras dan petir menyambar kiln itu.
Ketika Eul Dam membawa keluar bayinya, kiln itu ambruk dan Yeon Ok pun mati di
dalamnya.

Eul Dam membawa bayi Yeon Ok dan membesarkannya seperti anak
sendiri. Dia dibantu oleh tetangga yang juga baru punya bayi. Ketika sudah
remaja, bayi Yeon Ok, Yoo Jung, bersahabat dengan Tae Do, anak tetangga. Dan
juga dengan Hwa Ryeong yang belajar keramik pada Eul Dam. Suatu hari keluarga
kerajaan berburu. Gwang Hae tak sengaja jatuh ke lubang jebakan. Kebetulan Jung
lewat. Bukannya menolong, malah ditertawakan. Akhirnya Jung sendiri pun jatuh
ke dalamnya. Mereka tidak bisa keluar dari sana. Jung pun tidak percaya kalau
Gwang Hae adalah pangeran, sampai akhirnya para pengawal mencari2.


Sebenarnya Raja tidak akan pernah tahu, jika saja Yook Do
tidak melaporkan dan Kang Cheon membuktikan bahwa mangkuk itu pernah pecah.
Karena hasil lemnya sangat bagus, seperti tidak pernah pecah. Karena ketahuan,
Eul Dam pun ditangkap. Jung berusaha membebaskan ayahnya dan memohon pada Raja.
Dia membuatkan sebuah mangkuk yang akhirnya menggerakkan hati Raja, meskipun
hasilnya jelek. Eul Dam pun bebas.
Gwang Hae berencana membawa Eul Dam kembali
ke Bunwon. Akan tetapi hal itu tak pernah terjadi, karena Mapoong membunuhnya,
di depan mata Jung. Saat itu Tae Do dan Gwang Hae ada di sana juga. Tae Do
mengejar Mapoong, tetapi gagal mendapatkannya. Namun Tae Do sempat menggoreskan
pedang ke lengan Mapoong.


Karena mendengar perkataan buruk tentang ayahnya dari Kang
Cheon, Jung sangat marah dan bersumpah akan menjadi ceramist seperti yang
diharapkan ayahnya, kemudian mengalahkan Kang Cheon dan Kang Cheon harus minta
maaf kepada mendiang ayahnya. Jung akan pergi dan tinggal di rumah Moon Sa
Seung, guru keramik dan belajar keramik di sana. Dia pun berpisah dengan Tae Do
dan berjanji akan bertemu kembali nanti. Dia membuang separuh sepatunya ke
sungai, biar dikira semua orang, dia mati bunuh diri. Bahkan Gwang Hae mengira
Jung sudah mati, menangis merana. Hanya Tae Do yang tahu hal sebenarnya.

Meski awalnya ditolak oleh Guru Moon, akhirnya Jung tinggal
di sana dan setelah dewasa, dia menyamar sebagai pria dan masuk ke Bunwon,
dengan nama Tae Pyung. Dia menjalani kerja dari bawah, sebagai pekerja kasar
yang menggali tanah dan menebang kayu. Kemudian Yook Do mulai tertarik dengan
keahlian Jung, dia pun jadi asistennya Yook Do dan belajar banyak hal darinya.
Identitasnya sebagai wanita mulai terbuka mulai dari Tae Do yang menemukan
sandal jerami miliknya yang pernah diberikan pada Jung, ada pada Tae Pyung.
Kemudian Gwang Hae tahu bahwa dia wanita ketika Tae Pyung tenggelam di sungai.
Tapi dia belum tahu kalau Tae Pyung adalah Jung.


Suatu hari ada tamu kerajaan dari Ming yang minta dibuatkan
mangkuk teh yang mirip dengan miliknya. Mangkuk itu unik, karena teh didalamnya
tetap hangat meski sudah lewat beberapa jam. Yook Do dibantu Jung selalu gagal
membuatnya. Kalau gagal, Yook Do bisa dihukum. Saat itulah identitas Jung
sebagai wanita ketahuan, karena kegagalan Yook Do dianggap karena ada wanita
yang dekat2 dengan kiln waktu mangkuk itu dibakar. Asisten Yeon Jung yang
dituduh dan akan ditangkap. Akhirnya Jung pun mengaku kalau dialah yang salah
karena dia perempuan, dan dia selalu ada di dekatnya Yook Do. Dia pun diusir
dari Bunwon dan kembali ke Guru Moon. Tetapi Jung berhasil menemukan bagaimana
caranya membuat mangkuk unik itu. Dia pun memberitahu Yook Do dan mereka
membuat bersama di rumah Moon. Mereka pun berhasil dan Jung kembali ke Bunwon
sebagai pekerja wanita (masih dengan nama Tae Pyung).

Kemudian Gwang Hae akhirnya mengetahui identitas Jung yang
sebenarnya, ketika dia mengetahui bahwa bodyguard-nya Prince Shin Seong yang
selama ini mengaku sebagai kakaknya Tae Pyung, bernama Kim Tae Do. Dia pun
marah kepada Jung yang tidak memberitahunya. Sementara itu Hwa Ryeong sekarang
bekerja di tempat perdagangan keramik, milik Sohn Haengsu. Dia disuruh untuk
merayu Yook Do, supaya Bunwon tetap bekerjasama dengan mereka. Yook Do akhirnya
jatuh cinta. Hwa Ryeong juga akhirnya tahu tentang Jung yang masih hidup. Dia
pun senang sahabatnya masih hidup.
.png)
Suatu kali Jung dan para pekerja kasar dites untuk membuat
tanah liat yang akan dibuat jadi keramik. Karena dia tidak mendapatkan bahan
dasar yang bagus, akhirnya dia mencampur bahan membuat pot, tapi jadi juga.
Tetapi karena bahannya lain, tanah liat Jung tidak akan digunakan. Namun Jung
ngotot, mengatakan kalau tanah liatnya juga bisa dibikin keramik yang lebih
kuat daripada bahan biasanya. Dia pun ngotot2an sama Yook Do dan akhirnya
dibuktikan, benar bahwa tanah liat Jung lebih kuat. Mulai saat itu Yook Do
merasa tidak suka sekaligus iri pada Jung.

Sampai akhirnya pada suatu hari Jung dan Yook Do ditanding
untuk membuat tea set untuk jamuan kerajaan, ketika Guru Moon dibawa masuk ke
Bunwon oleh Gwang Hae. Akhirnya Guru Moon dan Jung yang menang. Yook Do merasa
frustrasi karena dikalahkan oleh pekerja kasar wanita, dimana orang itu pernah
belajar banyak hal dari dirinya (semacam mencuri ilmu). Sementara itu, Hwa
Ryeong yang selama ini mencintai Tae Do, selalu ditolak, bahkan Tae Do pun
sudah mengungkapkan perasaannya pada Jung meskipun ditolak oleh Jung. Dia iri
kepada Jung yang selalu berhasil dan mendapatkan perhatian semua orang.
Sementara dirinya, hanya Yook Do yang memperhatikannya. Dan melihat Yook Do
frustrasi, akhirnya dia berpihak pada Yook Do dan Kang Cheon. Dialah yang
memberitahu Kang Cheon bahwa Tae Pyung adalah Yoo Jung, anak dari Yoo Eul Dam.

Dimulailah ‘perang’ antara Kang Cheon dan Jung. Kang Cheon
selalu berusaha mencelakakan Jung, bahkan membuatnya buta. Namun Jung tetap
bertahan dan dia juga sembuh secara ajaib. Ketika habis sembuh dari buta, dia
melihat wabah sakit perut di desanya, akibat makan dari mangkuk kayu yang
jamuran, sementara di restoran ortu Tae Do, baik2 saja karena makan dari
mangkuk keramik. Akhirnya Jung membuatkan keramik untuk warga desanya.
Sementara itu para pangeran ditugaskan Raja untuk menyelesaikan wabah itu.
Gwang Hae sampai merasakan sendiri sakit perut habis makan di desa. Dia
akhirnya tahu penyebabnya dan menemukan Jung yang membagi2kan mangkuk keramik.
Karena Bunwon tidak mau membuatkan mangkuk murahan, Jung pun diajak ke Bunwon
lagi untuk membuatkan mangkuk.

Jung yang awalnya mau pulang setelah menyelesaikan tugasnya
membuat mangkuk, menemukan tentang kasus pembunuhan ayahnya, di mana pembunuh
itu yang awalnya dikira cuma pencuri guci, ternyata adalah Mapoong, asistennya
Kang Cheon. Tidak hanya itu, Jung juga baru tahu bahwa Kang Cheon pula yang
membuat ibunya mati (meski Yeon Ok matinya karena kejatuhan atap, tapi kalau
dia tidak dikejar2 Mapoong dan disabet punggungnya, serta dikurung, dia mungkin
tidak akan melahirkan di kiln dan tidak mati). Jung akhirnya menetap di Bunwon
dan berusaha agar Kang Cheon mengakui bahwa dirinya yang menyuruh Yeon Ok untuk
membakar ranting peach sehingga membuat Gong Bin pingsan dan Eul Dam yang
dituduh.

Dengan trik yang hampir sama, Jung menjebak Yook Do dan Kang
Cheon. Awalnya Jung mendekati Selir In Bin, lalu mengetahui bahwa Shin Seong
selalu memecahkan mangkuk obat setelah meminumnya, dan juga tahu kalau Shin
Seong punya alergi seafood. Bersama Tae Do, Shin Seong meminta ibunya agar dia
dibuatkan mangkuk oleh Jung. Namun Jung tidak langsung membuatnya. Tae Do
menyuruh teman2 Jung bergosip tentang hal itu, hingga kedengaran oleh Yook Do
dan jadi iri. Akhirnya Jung mengajukan pertandingan membuat mangkuk, jika Jung
menang, dia dipromosikan jadi ceramist, jika Yook Do menang, dia dipromosikan
jadi ketua Bunwon.
.png)
Mangkuknya pun jadi. Shin Seong bingung memilih, karena dia
takut mangkuk kesukaannya beda dengan yang disukai Raja. Gwang Hae pun memberi
ide, bagaimana kalau Shin Seong coba minum obat dari 2 mangkuk itu? Saat minum
dari Jung, dia baik2 saja. Tapi begitu minum dari mangkuknya Yook Do, dia sesak
napas karena alerginya kambuh. Yook Do pun dipenjara dan akan dipenggal. Kang
Cheon berusaha membebaskan anaknya dengan berbagai cara dan permohonan. Sampai
akhirnya dia dan Yook Do sadar, bahwa mereka jatuh dalam perangkap Jung.

Jadi sebelumnya Jung memesan bahan tanah dari Hwa Ryeong,
yaitu tanah lumpur dari air laut. Jung dan Guru Moon ngobrol2 dengan teman2
bahwa tanah itu yang terbaik untuk dibikinkan mangkuk obat, dan Yook Do
mendengarnya. Hwa Ryeong yang mendukung Yook Do, memberikan tanah itu kepada
Yook Do dan mengaku pada Jung bahwa tanahnya tidak ada. Jung pun memakai tanah
lain. Bahkan air penggilap (glaze) yang khusus untuk tanah itu pun diambil oleh
Yook Do. Ini semua karena ambisinya. Dan ternyata tanah itu bikin Shin Seong
alergi.

Kang Cheon pun sampai berlutut memohon pada Jung agar Jung
mau mengatakan yang sebenarnya pada polisi, sehingga Yook Do dibebaskan. Tapi
Jung lebih dulu ingin Kang Cheon mengakui perbuatannya dulu terhadap Eul Dam.
Kang Cheon tetap keras kepala, mengatakan kalau dia tidak pernah melakukan hal
itu, dan hanya tuduhan asal. Sampai akhirnya Yook Do akan dipenggal, tetapi
dihentikan oleh petugas. Ternyata Jung mendatangi Shin Seong dan menyuruh Shin
Seong bilang ke Raja tentang sejarah di balik mangkuknya Shin Seong yang jadi
favorit raja juga. Jung menceritakan bahan mangkuk tersebut, kemudian berkata
kalau awalnya dia tidak berniat memakai bahan itu, melainkan bahan yang
digunakan oleh Yook Do. Tetapi karena bahan itu ‘menghilang’, maka dia
menggantinya. Dia juga menjelaskan kalau bahan itu sebenarnya sangat bagus,
seandainya saja Shin Seong tidak alergi. Karena permohonan Jung, Yook Do pun
dibebaskan dari hukuman mati. Tetapi karena dia mencuri bahannya Jung, dia diusir
dari Bunwon. Tidak diusirpun Yook Do akan hidup dengan penuh rasa malu akibat
perbuatan mencurinya. Kang Cheon sendiri dianggap bertanggung jawab juga dan
jabatan ketuanya dicabut. Ketua Bunwon pun dipegang oleh Moon Sa Seung, dan
Jung diangkat sebagai ceramist, ada sertifikatnya pula. Dia ceramist wanita
pertama dan membuat para pekerja wanita lainnya bersemangat untuk menjadi
ceramist berikutnya.
.png)
Suatu kali Jung dan Tae Do berencana menjebak Mapoong. Jung
pergi ke kuburan sendiri, dan Mapoong datang untuk mengambil nyawanya. Tapi Tae
Do datang dan mengikatnya, juga datang para polisi menangkapnya. Saat itulah
Mapoong mengatakan bahwa dia tidak pernah membunuh ayah kandung Jung. Yang
dibunuh adalah Yoo Eul Dam, bukan ayah Jung. Jung pun terkejut dan mencari tahu
kebenarannya. Dia mendatangi penjara Mapoong dan Mapoong menceritakan
segalanya. Jung begitu shock saat tahu bahwa dia adalah anak dari orang yang
selama ini dibencinya. Kemudian Mapoong diracun agar ‘tutup mulut’ selamanya
(karena kalau dia ngaku, bukan cuma Kang Cheon, para menteri dan In Bin pun
terancam)
Seorang ketua prajurit dari Jepang, Kenzo, datang ke Joseon
untuk mencari keramik. Dari beberapa keramik yang dibelinya dari Sohn Haengsu,
petingginya, Toyotomi Hideyoshi, jatuh cinta pada mangkuk buatan Jung, yang di Joseon
dianggap murahan. Hideyoshi sampai memberikan nama buat mangkuk itu. dia pun
menyuruh Kenzo untuk membawa Jung ke Jepang. Dia pun kembali ke Joseon dan
berusaha bertemu dan membawa Jung ke Jepang, melalui Hwa Ryeong yang sudah naik
pangkat jadi kepala perdagangan (head of merchant), menggantikan Sohn Haengsu
yang tewas dibunuh (oleh anak buahnya Hwa Ryeong!). (By the way, nama Hideyoshi ini kayaknya pernah dengar, di komik2 jepang. dia bukan kaisar, tapi semacam jendral yang terkenal di Jepang. Dia punya tuan bernama Nobunaga.)

Mengetahui hal itu, Kang Cheon pun janjian dengan Kenzo
bahwa Jung akan dia bawa. Tetapi dia juga ingin agar Yook Do pun dibawa ke
Jepang, karena karir Yook Do di Joseon sudah tamat. Di Jepang, ceramist akan
mendapatkan perlakuan baik (selama taat sama Hideyoshi). Kemudian Jung hendak
mengatakan bahwa dia anaknya Kang Cheon, kepada Kang Cheon. Tetapi dia tidak
sanggup ngomong, dan ketika bertanya, apakah Kang Cheon tahu bahwa Yeon Ok
mengandung anak Kang Cheon? Jawaban Kang Cheon menyakitkan hati, “Aku tidak
punya anak selain Yook Do.” Tetapi kemudian Kang Cheon mendatangi Jung dan
minta maaf karena tadinya berlaku kasar. Dia pun janji akan minta maaf kepada
Yoo Eul Dam di kuburannya, besok siang.
Malamnya Kang Cheon menemui Kenzo dan bilang tentang perjanjian
itu. Tiba2 pasukan yang dipimpin Gwang Hae datang mengepung. Tetapi sebelumnya
Im Hae ketangkap oleh Kenzo dan jadi sandera. Jadi Kenzo berhasil kabur. tetapi
Kang Cheon tertangkap dan dianggap berkhianat karena berhubungan dengan
prajurit musuh. Saat dipenjara itulah, Kang Cheon diberitahu oleh Moon bahwa
Jung adalah anak kandung Kang Cheon yang lahir dari Yeon Ok. Kang Cheon pun
shock dan dia teringat bahwa Jung akan dibawa ke Jepang hari ini. dia pun
memberitahu Gwang Hae.
.png)
Gwang Hae dan Tae Do mencari Jung secara terpisah. Tae Do
berhasil menemukan Jung duluan dan bertarung sampai mati di dalam pelukan Jung.
Barulah Gwang Hae datang dengan pasukannya. Ortu Tae Do sangat terpukul
mendengar berita ini dari Jung. Hwa Ryeong pun mengalami kesedihan mendalam dan
menuduh bahwa ini semua karena Jung. Dia berduka di kantornya, ketika Yook Do
datang. Dia pun akhirnya mengakui bahwa dia hanya mendekati Yook Do untuk
bisnis, sedangkan yang sungguh2 dicintainya hanya Tae Do.

Jepang mulai menginvasi Joseon. Raja begitu ketakutan,
bukannya mempertahankan istana, dia malah kabur bersama In Bin. Di saat2
genting itu, barulah putra mahkota ditetapkan, yaitu Gwang Hae. Gwang Hae pun
maju ke medan perang, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Rakyat jadi kacau
balau mengetahui raja mereka kabur begitu saja. Bunwon pun terancam. Moon pun
memutuskan untuk menutup Bunwon. Semua pekerja pulang ke keluarga masing2 dan
setelah perang selesai, mereka akan bertemu kembali di Bunwon. Tetapi Kang
Cheon yang terlepas dari penjara, datang membawa pasukan Jepang dan mengambil
alih Bunwon. Jung begitu kecewa, Yook Do pun meski tidak setuju, tidak bisa berbuat
apa2 selain nurut.
.png)
Tetapi Jung bukan anak yang penurut. Dia berusaha kabur
dengan 3 temannya untuk menemui Gwang Hae. Ketahuan, dia dikurung di gudang.
Tetapi Yook Do yang baru tahu bahwa Jung adalah adiknya lain ibu, membebaskan
Jung. Jung pun menemui Gwang Hae dan melaporkan ttg Bunwon. Dia hendak kembali,
namun Gwang Hae melarang karena berbahaya. Saat itu Jung mengungkapkan
perasaannya, bahwa dia sebenarnya ingin berada di sisi Gwang Hae yang selalu
membuatnya berdebar namun nyaman. Dia mengungkapkan cintanya, begitu juga Gwang
Hae. Tetapi Jung tetap ingin kembali agar bisa melindungi teman2nya di Bunwon. Dia
janji bahwa mereka pasti akan tetap hidup untuk bertemu kembali.
.png)
Kenzo pergi ke Bunwon dan mengetahui bahwa Jung menghilang,
marah besar. Dia akan memenggal kepala Yook Do yang membebaskan Jung. Ketika
hendak disabet, Kang Cheon menghalangi hingga punggungnya tersabet. Ketika itu
Jung baru saja menginjakkan kakinya kembali. Jung berteriak, “Abeoji!!!” tetapi
sampai akhir napasnya, Kang Cheon berkata bahwa dia tetap tidak bisa menerima
Jung sebagai anaknya, karena Jung menutup keberuntungan Yook Do. Jung
memperoleh segalanya, keahlian, keberuntungan.
.png)
Jung pun memutuskan untuk mengikuti Kenzo ke Jepang, demi
keselamatan warga Bunwon. Dia bikin perjanjian, bahwa warga Bunwon harus
dibebaskan kembali ke keluarga masing2, barulah dia mau ke Jepang. Dia pun
berpamitan dengan Yook Do, berkata bahwa Yook Do harus menjadi Ketua Bunwon
nantinya. Yook Do bertanya, apakah sampai akhir pun, Jung akan tetap
memanggilnya Royal Ceramist (seharusnya orabeoni/kakak)? Jung tetap
memanggilnya Royal Ceramist.
.png)
Lalu orang2 pun pulang semua setelah berpamitan dengan Jung
yang tetap di Bunwon. Dia berjalan ke sekeliling, lalu naik kapal bersama
Kenzo. Gwang Hae naik kuda untuk mengejar, tetapi terlambat. Mereka saling
berpandangan, dipisahkan oleh sungai yang lebar.
.png)
.png)
.png)
17 th kemudian, Gwang Hae menjadi Raja, duduk di atas
singgasananya. Jung datang membawa guci. Tetapi semua itu hanya imajinasi.
Gwang Hae memandang langit, “Jung, apa kabarmu di sana?”

Tamat
Drama yang begitu panjang, dan diakhiri dengan perpisahan
yang menggantung… ihik…ihik… itulah drama sejarah, karena tidak pernah
disebutkan bahwa Gwang Hae menikahi seorang gadis pembuat keramik. Kalau
dibikin fanfic sedikit, mungkin ceritanya akan seperti ini:

Jung kembali ke Joseon
sebagai pembuat keramik Jepang, membawa keramik buatannya sebagai hadiah
perdamaian dari pemerintah Jepang kepada Joseon. Mereka bertemu dan saling
bernostalgia, minimal saling berpandangan dalam penuh kerinduan. Tetapi hanya
sampai di situ saja. Mereka sudah sama2 tua dan sama2 sudah punya keluarga
masing2, tetapi mereka masih menyimpan cinta pertama di dalam hati.
-- dalam sejarah aslinya, Gwanghae yang sudah menjadi raja mencoba untuk berdiplomasi dengan jepang dan membuka pasar. Jadi ada kemungkinan dia bisa ketemu dengan Jung lagi.

Drama ini sebenarnya bagus, seru pas pertandingan2nya.
Tetapi kurang romantis antara Jung dan Gwang Hae. Malah lebih terasa chemistry
antara Jung dan Tae Do (mungkin karena mereka pacaran di dunia nyata hehehe).
Di sini hanya fokus terhadap persaingan Jung dan Kang Cheon. Tidak bikin penasaran juga, karena dari awal kita sudah tahu siapa si pembunuh itu, juga anak siapa si Jung itu. Jadi yah, komen saya biasa saja, tidak ada yang spesial selain pertandingannya yang seru.


Di sini hanya fokus terhadap persaingan Jung dan Kang Cheon. Tidak bikin penasaran juga, karena dari awal kita sudah tahu siapa si pembunuh itu, juga anak siapa si Jung itu. Jadi yah, komen saya biasa saja, tidak ada yang spesial selain pertandingannya yang seru.
.png)
Kalau menurut sejarah aslinya, seharusnya Raja (King Seonjo) punya Grand Prince Yeong Chang yang lahir dari Ratu Inmok. Harusnya dia yang jadi putra mahkota, tetapi karena Raja meninggal, tahta diambil oleh Gwanghae dan kakek Yeong Chang dari ibu diketahui berbuat salah, sehingga Ratu Inmok dicoret dan dipenjara, beserta dengan Yeong Chang juga (mungkin dieksekusi). Gwanghae mengalami masa sulit dalam pemerintahannya karena tidak dapat dukungan dari para menteri dll, karena dia bukan putra pertama dan lahir dari selir. Endingnya mengenaskan. Dia diturunkan dari tahta oleh fraksi barat dan dibuang ke pulau Jeju sampai akhir hayatnya. Dia digantikan oleh King Injo, cucu King Seonjo dari Prince Jeongwon (salah satu anak In Bin), di mana kemudian terjadi perbudakan besar2an akibat anti-Manchu.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Seonjo_of_Joseon ; http://en.wikipedia.org/wiki/Gwanghaegun_of_Joseon)
Buat Lee Kwang Soo (aku selalu mengomentari dia di setiap drama yang dia bintangi), di sini dia jadi antagonis, meski peran bodohnya masih tetap ada. Masih tetap lucu juga, karena memang pada dasarnya dia lucu, mukanya saja bikin ketawa. Pabo Wangja.
gambar:
google
http://recap-koreandrama.blogspot.com/
http://dramapopuler.blogspot.com/
(http://en.wikipedia.org/wiki/Seonjo_of_Joseon ; http://en.wikipedia.org/wiki/Gwanghaegun_of_Joseon)
Buat Lee Kwang Soo (aku selalu mengomentari dia di setiap drama yang dia bintangi), di sini dia jadi antagonis, meski peran bodohnya masih tetap ada. Masih tetap lucu juga, karena memang pada dasarnya dia lucu, mukanya saja bikin ketawa. Pabo Wangja.


gambar:
http://recap-koreandrama.blogspot.com/
http://dramapopuler.blogspot.com/
.png)
.png)
.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar