Quotes

"Write is my World"

Sabtu, 27 Desember 2014

FLU

Cast:
Jang Hyuk as Kang Jin Goo
Soo Ae as Kim In Hee
Park Min Ha as Kim Mi Reu

Sebuah wabah flu yang aneh dan mematikan menyerang kota Bundang, Korea Selatan. Diawali dengan kedatangan imigran gelap yang tewas di dalam container. Hanya satu di antara imigran itu yang selamat, bernama Moon Sai. Salah satu dari dua orang yang membuka container itu, menjadi warga Bundang yang pertama kali tertular. Gejala awalnya batuk-batuk dan demam, seperti orang sakit flu biasa. Tetapi beberapa hari kemudian dilanjutkan dengan bintik2 merah pada kulit dan setelah muntah darah, berarti ajalnya sudah hampir tiba. Orang yang tertular pertama kali itu tidak sadar, bahwa batuknya menulari orang2 di sekitarnya. Orang2 yang tertular itu pun awalnya tidak menyadari penyakit mereka, sehingga dalam waktu singkat virus itu menyebar dengan cepat. Tim medis kewalahan. Para pejabat, walikota, bahkan Presiden dan sampai ke duta besar luar negeri segala, kewalahan untuk menekan penyebaran virus tersebut.
 
Mi Reu, adalah seorang gadis cilik yang juga tertular. Ibu Mi Reu, In Hee, adalah salah satu anggota tim medis. Suatu kali In Hee bertemu dengan seorang anggota Tim Sar, Jin Goo, dalam sebuah kesalahpahaman. Dan Jin Goo pun jadi mengenal Mi Reu. Ketika wabah mulai menyebar, Mi Reu tak sadar juga tertular. Dan In Hee baru menyadari anaknya batuk2 ketika mereka sedang dievakuasi, di pisah antara yang sakit dan yang sehat. Diam2 In Hee membawa Mi Reu ke camp yang sehat.
 
Singkat cerita, Moon Sai akhirnya ditemukan. Dia adalah pasien tertular tetapi berhasil selamat dan sembuh. Jadi darahnya diteliti untuk dijadikan antibody. In Hee menyuntikkan antibody itu ke tubuh anaknya secara diam2. Tapi akhirnya ketahuan dan dia pun dipisahkan dari anaknya yang sakit. Sementara itu Jin Goo yang awalnya menyatakan diri tertular, demi menyembunyikan fakta bahwa yang tertular sebenarnya adalah Mi Reu, dialah yang menolong Mi Reu. Mi Reu dan semua orang yang sakit diperlakukan dengan sangat tidak berperikemanusiaan. Mereka dibungkus dengan plastic kedap udara, lalu diangkut dengan mesin penjapit dan dibuang ke tengah lapangan untuk dibakar, mereka yang sudah mati maupun yang masih hidup namun sekarat. Benar2 kejam!
 
Jin Goo berhasil menemukan Mi Reu dan membawanya pergi dari tempat mengerikan itu. Semua orang yang sehat baru mengetahui fakta tentang perlakuan kejam terhadap keluarga mereka yang sakit. Mereka semua pun memberontak. Mereka semua turun ke jalan, mengancam hendak pergi ke Seoul untuk menulari seluruh negeri, agar mereka tidak diperlakukan semena2 seperti ini. Sementara itu Moon Sai yang merupakan asset satu-satunya untuk menyelamatkan para pasien, meninggal karena ditusuk oleh kakak dari orang pertama yang tertular. Jadi mereka kehilangan antibody tersebut. Para pejabat dan duta besar luar negeri memutuskan untuk menembaki siapa saja warga Bundang yang berani keluar dari perbatasan, agar tidak menulari kota lain. Tetapi Presiden tidak setuju.
 
Sementara itu, ternyata Mi Reu sembuh. Itu berarti kini antibody berada di dalam tubuhnya. Seorang kepala komandan yang sudah tertular, mengetahui hal itu dan dengan egois dia ingin mengambil darah Mi Reu untuk dirinya sendiri. Tetapi akhirnya dia mati setelah berkelahi dengan Jin Goo dan temannya. In Hee pun mengabarkan kepada kepala tim medis, bahwa putrinya memiliki antibody itu, dan kepala tim medis pun melapor ke Presiden. Namun duta besar tetap menyuruh untuk menembak.

In Hee berlari menuju perbatasan untuk menjemput anaknya. Orang2 berkerumun dengan tanpa rasa takut, maju ke perbatasan. Para tentara sudah bersiap menembak siapa saja yang melewati batas oranye. Dan Mi Reu berdiri paling depan, terdorong2 oleh kerumunan orang. Ketika melihat ibunya, dengan polosnya dia berlari. In Hee juga berlari untuk melarang anaknya melewati perbatasan, karena dia bisa ditembak. Jin Goo juga berlari mengejar Mi Reu. Tetapi anak itu hanya ingin bertemu dengan ibunya. Dan Mi Reu pun melewati batas. Tembakan dilepaskan. In Hee menghalangi peluru dengan tubuhnya, menembus bahunya. Mi Reu berdiri paling depan, merentangkan tangan, “Jangan tembak ibuku!!!” (Di sini aku menangis).
 
Presiden berdebat dengan duta besar, kemudian penembakan dihentikan. Namun Duta besar melancarkan plan B, yaitu serangan dari udara. Presiden pun memerintahkan untuk menembak pesawat rudal. Singkatnya, duta besar pun membatalkan penyerangan. Perbatasan dibuka, tim medis berdatangan menyelamatkan semua warga. Mi Reu dibawa oleh kepala tim medis untuk diambil antibodinya. In Hee dan Jin Goo tidak boleh ikut, karena kemungkinan mereka sudah tertular. In Hee dan Jin Goo menyemangati Mi Reu agar tidak takut ditinggal sendiri. Mi Reu pun berpesan agar ibu dan si paman baik-baik saja (tidak berantem seperti awal pertemuan mereka). Dan setelah hasil tes keluar, Mi Reu dinyatakan sebagai antibody, yang menyelamatkan seluruh warga Bundang.
 
Tamat


 Notes:
Dari segi cerita, hampir2 sama dengan film dengan tema serupa dari Holywood, tentang wabah penyakit, satu kota tertular semua, mencari antibody/obatnya, hingga warga kota akhirnya selamat oleh obat tersebut. Aku cuma suka dengan si bocah yang jadi Mi Reu. Pinter banget aktingnya. Imut pula. Anak ini pernah muncul di Running Man, waktu episode Pyeong-gang Gongju, ceritanya baca dongeng tentang putri Pyeong-gang dan pabo ondal (6 member RM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar