
Cast:
Jang Hyuk as Kang Jin Goo
Soo Ae as Kim In Hee
Park Min Ha as Kim Mi Reu
Jang Hyuk as Kang Jin Goo
Soo Ae as Kim In Hee
Park Min Ha as Kim Mi Reu
Sebuah wabah flu yang aneh dan mematikan menyerang kota Bundang,
Korea Selatan. Diawali dengan kedatangan imigran gelap yang tewas di dalam container.
Hanya satu di antara imigran itu yang selamat, bernama Moon Sai. Salah satu
dari dua orang yang membuka container itu, menjadi warga Bundang yang pertama
kali tertular. Gejala awalnya batuk-batuk dan demam, seperti orang sakit flu
biasa. Tetapi beberapa hari kemudian dilanjutkan dengan bintik2 merah pada
kulit dan setelah muntah darah, berarti ajalnya sudah hampir tiba. Orang yang
tertular pertama kali itu tidak sadar, bahwa batuknya menulari orang2 di
sekitarnya. Orang2 yang tertular itu pun awalnya tidak menyadari penyakit
mereka, sehingga dalam waktu singkat virus itu menyebar dengan cepat. Tim medis
kewalahan. Para pejabat, walikota, bahkan Presiden dan sampai ke duta besar
luar negeri segala, kewalahan untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Mi Reu, adalah seorang gadis cilik yang juga tertular. Ibu
Mi Reu, In Hee, adalah salah satu anggota tim medis. Suatu kali In Hee bertemu
dengan seorang anggota Tim Sar, Jin Goo, dalam sebuah kesalahpahaman. Dan Jin
Goo pun jadi mengenal Mi Reu. Ketika wabah mulai menyebar, Mi Reu tak sadar
juga tertular. Dan In Hee baru menyadari anaknya batuk2 ketika mereka sedang
dievakuasi, di pisah antara yang sakit dan yang sehat. Diam2 In Hee membawa Mi
Reu ke camp yang sehat.
.jpg)
Singkat cerita, Moon Sai akhirnya ditemukan. Dia adalah
pasien tertular tetapi berhasil selamat dan sembuh. Jadi darahnya diteliti
untuk dijadikan antibody. In Hee menyuntikkan antibody itu ke tubuh anaknya
secara diam2. Tapi akhirnya ketahuan dan dia pun dipisahkan dari anaknya yang
sakit. Sementara itu Jin Goo yang awalnya menyatakan diri tertular, demi
menyembunyikan fakta bahwa yang tertular sebenarnya adalah Mi Reu, dialah yang
menolong Mi Reu. Mi Reu dan semua orang yang sakit diperlakukan dengan sangat
tidak berperikemanusiaan. Mereka dibungkus dengan plastic kedap udara, lalu
diangkut dengan mesin penjapit dan dibuang ke tengah lapangan untuk dibakar,
mereka yang sudah mati maupun yang masih hidup namun sekarat. Benar2 kejam!

Jin Goo berhasil menemukan Mi Reu dan membawanya pergi dari
tempat mengerikan itu. Semua orang yang sehat baru mengetahui fakta tentang
perlakuan kejam terhadap keluarga mereka yang sakit. Mereka semua pun
memberontak. Mereka semua turun ke jalan, mengancam hendak pergi ke Seoul untuk
menulari seluruh negeri, agar mereka tidak diperlakukan semena2 seperti ini.
Sementara itu Moon Sai yang merupakan asset satu-satunya untuk menyelamatkan
para pasien, meninggal karena ditusuk oleh kakak dari orang pertama yang
tertular. Jadi mereka kehilangan antibody tersebut. Para pejabat dan duta besar
luar negeri memutuskan untuk menembaki siapa saja warga Bundang yang berani
keluar dari perbatasan, agar tidak menulari kota lain. Tetapi Presiden tidak setuju.

Sementara itu, ternyata Mi Reu sembuh. Itu berarti kini
antibody berada di dalam tubuhnya. Seorang kepala komandan yang sudah tertular,
mengetahui hal itu dan dengan egois dia ingin mengambil darah Mi Reu untuk
dirinya sendiri. Tetapi akhirnya dia mati setelah berkelahi dengan Jin Goo dan
temannya. In Hee pun mengabarkan kepada kepala tim medis, bahwa putrinya
memiliki antibody itu, dan kepala tim medis pun melapor ke Presiden. Namun duta
besar tetap menyuruh untuk menembak.
In Hee berlari menuju perbatasan untuk menjemput anaknya. Orang2
berkerumun dengan tanpa rasa takut, maju ke perbatasan. Para tentara sudah
bersiap menembak siapa saja yang melewati batas oranye. Dan Mi Reu berdiri
paling depan, terdorong2 oleh kerumunan orang. Ketika melihat ibunya, dengan
polosnya dia berlari. In Hee juga berlari untuk melarang anaknya melewati
perbatasan, karena dia bisa ditembak. Jin Goo juga berlari mengejar Mi Reu.
Tetapi anak itu hanya ingin bertemu dengan ibunya. Dan Mi Reu pun melewati
batas. Tembakan dilepaskan. In Hee menghalangi peluru dengan tubuhnya, menembus
bahunya. Mi Reu berdiri paling depan, merentangkan tangan, “Jangan tembak
ibuku!!!” (Di sini aku menangis).

Presiden berdebat dengan duta besar, kemudian penembakan
dihentikan. Namun Duta besar melancarkan plan B, yaitu serangan dari udara.
Presiden pun memerintahkan untuk menembak pesawat rudal. Singkatnya, duta besar
pun membatalkan penyerangan. Perbatasan dibuka, tim medis berdatangan
menyelamatkan semua warga. Mi Reu dibawa oleh kepala tim medis untuk diambil
antibodinya. In Hee dan Jin Goo tidak boleh ikut, karena kemungkinan mereka
sudah tertular. In Hee dan Jin Goo menyemangati Mi Reu agar tidak takut
ditinggal sendiri. Mi Reu pun berpesan agar ibu dan si paman baik-baik saja
(tidak berantem seperti awal pertemuan mereka). Dan setelah hasil tes keluar,
Mi Reu dinyatakan sebagai antibody, yang menyelamatkan seluruh warga Bundang.

Tamat




Tidak ada komentar:
Posting Komentar