Quotes

"Write is my World"

Selasa, 23 September 2014

You Are All Surrounded Synopsis

 Sebuah kasus pembunuhan terhadap seorang gadis pelajar terjadi di Masan. Perawat sekolah, Kim Hwa Young menjadi saksi tunggal. Detektif Seo Pan Suk berusaha meyakinkan Hwa Young untuk mau bersaksi, tetapi Hwa Young takut karena anak buah pelakunya mengancam dengan menggunakan anak lelaki Hwa Young, Kim Ji Yong. Kim Ji Yong adalah seorang pelajar (SMP kayaknya). Dan akhirnya Hwa Young pun memutuskan untuk mau bersaksi. Namun sebelum dia sempat memberi kesaksian di pengadilan, Hwa Young ditemukan tewas di rumahnya.
 Ketika itu, hari sedang hujan deras. Ji Yong yang baru pulang sekolah menemukan sebuah kalung dengan liontin bundar berdesain unik, di depan pintu rumahnya. Ketika masuk, dia terkejut melihat rumahnya berantakan. Lebih kaget lagi saat melihat ibunya terkapar di dalam kamar dengan kepala bocor dihantam vas. Tapi sebenarnya ibu masih hidup saat itu. Namun belum sempat Ji Yong menelepon ambulans, bel pintu depan rumahnya berbunyi, tanda seseorang membuka pintu. Ji Yong pun sembunyi di bawah kolong ranjang. Seorang pria dengan sepatu boot dan luka di belakang telinga masuk, hendak mencari kalung yang terjatuh. Saat hendak melihat kolong ranjang, ibu menahan kaki pria itu. Pria itu pun mencekik ibu Ji Yong sampai mati, di depan mata Ji Yong.

 Tak lama kemudian rumah Ji Yong sudah ramai oleh para tetangga yang ingin melihat kejadian naas itu. Pan Suk mencoba menghibur Ji Yong, namun Ji Yong menganggap ibunya mati karena Pan Suk yang memaksa menjadi saksi, makanya dibunuh sama si pelaku. Ji Yong pergi ke sekolah yang kala itu sepi. Dia pun merenung dan akhirnya memutuskan untuk memberitahu Pan Suk tentang kalung di dalam kantong jas sekolahnya yang tadi dibawa Pan Suk. Ji Yong juga memberitahu Pan Suk di mana dia sekarang karena Pan Suk mau menjemputnya.
 Akan tetapi yang datang bukanlah Pan Suk, melainkan si pria sepatu boot dan hendak membunuh Ji Yong. Ji Yong melihat pria itu membawa kalung liontin bundar yang seharusnya ada di Pan Suk. Mereka pun kejar2an. Sementara itu di gedung sekolah sebelah, ada seorang siswi di dalam ruang radio, Oh Soo Sun. Dia dan Ji Yong pernah bertengkar dan Soo Sun sempat menghina Ji Yong sebagai anak haram ibunya dengan suami orang. Soo Sun pun meminta maaf melalui radio. Secara tidak langsung, Soo Sun memberitahu keberadaan Ji Yong yang sedang bersembunyi dari si pembunuh. Ji Yong pun berhasil memukul pembunuh itu dan kabur. Sementara itu saat Soo Sun berjalan di lorong, dia berpapasan dengan pria itu, tapi pria itu tidak menyadari keberadaan Soo Sun karena selain Soo Sun sempat sembunyi di balik tembok, pria itu memegangi wajahnya yang sakit. Soo Sun melihat bekas luka bakar di belakang telinga pria itu.
 Ji Yong menduga bahwa Pan Suk sekongkol sama pembunuh itu. Bagaimana mungkin si pembunuh bisa tahu lokasinya dan memiliki kalung itu, jika bukan dari Pan Suk? Dia pun menyimpan dendamnya terhadap detektif itu dan bersumpah akan menemukan kebenaran atas kematian ibunya.
 Dendam itu membawanya menjadi seorang detektif junior dengan nama Eun Dae Gu. Dia berada di bawah didikan Team Leader detektif Seo Pan Suk, bersama tiga rekannya, Park Tae Il, Ji Gook, dan Oh Soo Sun. Dae Gu sempat kaget karena satu tim dengan teman sekampungnya, tapi Soo Sun tidak mengenali Dae Gu sebagai Ji Yong. Sambil belajar jadi detektif, Dae Goo memata2i Pan Suk dengan menyadap handphone dan memasang cctv di rumah Pan Suk.
 Dalam beberapa episode awal menceritakan bagaimana perjuangan Dae Gu dan timnya untuk bisa menjadi detektif yang andal. Tim ini adalah yang paling bodoh dan ceroboh: bikin kekacauan saat mengintai, gagal melindungi korban stalker, jadi sandera, dll. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, mereka perlahan2 bisa menjalankan tugas sebagai detektif dan menangkap banyak penjahat. Hingga akhirnya ada sebuah kasus yang menjadi benang penghubung dengan kasus pembunuhan perawat Masan 11 tahun silam, disusul dengan terbongkarnya identitas asli Dae Gu.
 Pria sepatu boot muncul lagi. Memang dia berhubungan dengan Pan Suk, namun bukan seperti yang Dae Gu pikirkan. Cho Hyung Chul adalah mantan detektif, rekan Pan Suk. Pada suatu kasus, mereka berdua mengintai di sebuah gudang dan seseorang hendak memukul Pan Suk dengan kayu berapi. Hyung Chul pun melindungi Pan Suk hingga belakang telinganya kena api. Hyung Chul kemudian menembak orang itu. Tetapi sebenarnya polisi tidak boleh membunuh tersangka. Akhirnya Hyung Chul pun dipecat dan dia tidak terima akan hal itu. Dan Cho Hyung Chul kini jadi pembunuh bayaran, tanpa sepengetahuan Pan Suk. Di sini negara kita Indonesia disebutkan, loh. 11 tahun lalu Hyung Chul berimigrasi ke Indonesia sebelum akhirnya kembali lagi ke Korea.
 Suatu malam Hyung Chul menyerang Dae Gu sampai Dae Gu masuk RS karena terluka di tangan. Untungnya saat itu Pan Suk datang dan dia pun terkejut melihat bahwa temannya adalah si pembunuh itu. Singkat cerita, akhirnya Hyung Chul berhasil ditangkap oleh Dae Gu saat penyerangan yang kedua. Dia digugat atas penyerangan terhadap detektif dan pembunuhan 11 tahun silam. Namun dia tidak mau buka mulut soal siapa pemilik liontin itu dan siapa dalang dari semua ini. Mereka cuma punya 1 clue, yaitu nama ‘Detektif Seo’ (bukan Seo Pan Suk). Hyung Chul juga memberikan foto dirinya dengan Pan Suk dulu kepada Pan Suk. Di belakang foto itu ada tulisan 4 angka yang akan terpecahkan pada beberapa episode selanjutnya.
 Ada lagi kasus yang berhubungan dengan kasusnya ibu Dae Gu. Sebenarnya kasus ringan saja. Ada sebuah video di internet tentang seorang wanita memukuli wanita lain dengan tas mahal. Wanita yang dipukuli itu adalah ibunya Soo Sun. Saat itu ibu Soo Sun baru datang ke Seoul dan tak sengaja tasnya tertukar dengan tas wanita kaya itu. Lalu tak sengaja pula tas mahal itu jadi rusak. Wanita kaya itu pun minta ganti rugi yang tak bisa dibayar oleh ibu Soo Sun. Setelah memohon, wanita kaya itu pun memaafkan asal ibu Soo Sun menandatangani sesuatu. Begitu selesai di cap jari, tiba2 ibu Soo Sun dipukuli.
 Ternyata wanita kaya itu adalah anak dari politikus Yoo Moon Bae, Yoo Ae Yun. Dan wanita itulah yang memukul kepala ibu Dae Gu dengan vas 11 tahun silam. Kalung liontin bundar itu adalah milik Ae Yun. Pembunuhan terhadap Kim Hwa Young tidak ada hubungannya dengan pembunuhan terhadap gadis pelajar yang membuat Hwa Young jadi saksi tunggal itu. Ae Yun membunuh Hwa Young karena menduga bahwa Hwa Young ada main sama suaminya hingga Hwa Young melahirkan Dae Gu alias Ji Yong. Tim Dae Gu pun mencari berbagai bukti dan mempelajari psikologi Ae Yun sebelum interogasi, hingga akhirnya Ae Yun sendiri mengakui kejahatannya setelah diinterogasi oleh Dae Gu. Akan tetapi kasus masih belum selesai. Mereka masih belum tahu siapa yang mengambil liontin dari berkas kepolisian dan memberitahu posisi Ji Yong di sekolah kepada Hyung Chul 11 tahun lalu itu. Saat mau bertanya pada Hyung Chul, orang itu sudah mati bunuh diri.
 Sebenarnya Pan Suk sudah tahu siapa orang tersebut, tapi merahasiakannya dari Dae Gu karena orang itu sangat berharga bagi Dae Gu. Jadi Soo Sun dulu pernah melapor ke polisi Masan bahwa dia melihat pria dengan luka di belakang telinga berjalan di sekolah pada malam Ji Yong menghilang. Tetapi pesan itu tidak tersampaikan kepada Pan Suk, karena pesan itu dititipkan kepada detektif lain. Dan orang itu adalah Kepala Polisi Kang Suk Soon, yang merupakan ibu angkat Dae Gu. Dia juga yang mengambil kalung itu dari tempat penyimpanan dan memberikan kepada Hyung Chul, serta posisi Ji Yong malam itu. Di malam itu Pan Suk juga datang ke sekolah Ji Yong tetapi sebelum menemukan Ji Yong, dia dikabari bahwa anaknya kecelakaan dan meninggal.
Pan Suk dan Dae Gu dapat kiriman dari Hyung Chul yang dikirim sebelum dia mati, yaitu sebuah kunci loker. Akan tetapi loker itu kosong dan setelah di cek di cctv, ternyata ada orang yang mengambilnya. Soo Sun sempat bersenggolan dengan orang itu sebelumnya. Dan saat berpapasan dengan Kang Suk Soon di toilet, Soo Sun yang punya penciuman tajam mengenali bau parfum Suk Soon yang persis dengan orang yang disenggolnya di dekat loker. Dia pun mencocokkan wajah dari cctv loker dengan cctv di parkiran yang merekam wajah Suk Soon yang pakai kacamata dan 99% mirip.
 Dae Gu yang awalnya tidak percaya saat mendengar perihal ibu angkatnya dari Pan Suk, kini pun jadi mulai mencurigai Suk Soon. Dia melabrak Suk Soon hingga akhirnya Suk Soon pun mengaku. Jadi ‘detektif Seo’ itu adalah Kang Suk Soon. ‘Detektif Seo’ adalah nama sahabat Suk Soon yang mati bunuh diri karena kecewa dengan kepolisian Korsel, dimana polisi tidak mendapatkan hak investigasi sebelum diijinkan oleh jaksa. Jika jaksanya korup dan melindungi pelaku, maka polisi tidak bisa berbuat apa2. Saat itu Politikus Yoo adalah kepala polisi. 11 tahun lalu Yoo baru masuk ke parlemen (semacam legislatif) dan bisa menyampaikan keinginan mereka mendapatkan hak investigasi itu. Kasus Ae Yun bisa menjatuhkan reputasi Yoo, makanya Suk Soon pun membantunya lewat Hyung Chul.
 Namun tampaknya usaha Suk Soon sia2. Hak investigasi tidak jadi didapatkan. Dia pun melabrak Politikus Yoo dan mengancam akan membeberkan kejahatan mereka. Saat di parkiran, Dae Gu dan Soo Sun mengikutinya. Di tengah jalan, sebuah truk menabrak Suk Soon. Setelah di bawa ke RS, Suk Soon pun akhirnya meninggal. Sebelumnya Suk Soon meminta maaf pada Dae Gu dan menyuruh Dae Gu mencari perekam di kamarnya.
 Rekaman itu adalah kunci dari semua kejadian ini. Awalnya mereka menduga bahwa Ae Yun membunuh Hwa Young atas motif cemburu karena Ji Yong adalah anak dari suami Ae Yun. Akan tetapi anak Ae Yun yang sempat mengambil beberapa helai rambut Dae Gu dan melakukan tes DNA, membawa hasil bahwa Dae Gu bukanlah anak dari ayahnya. Dan rekaman itu membuka semua tabir. Politikus Yoo menyuruh Hyung Chul memalsukan hasil tes DNA agar Ae Yun tidak memberikan hartanya kepada suaminya. Harapan Yoo adalah agar Ae Yun menceraikan suaminya, akan tetapi yang terjadi malah Ae Yun membunuh wanita yang dikira selingkuhan si suami. Astaga, jadi Hwa Young matinya gara-gara salah paham.
 Kasus masih sulit untuk diselesaikan karena kejaksaan menghalang-halangi. Mereka menyampaikan ke media bahwa dalang pembunuhan 11 th silam dan juga terhadap Kang Suk Soon adalah Yoo Ae Yun. Pan Suk pun mengadakan jumpa pers dan mengungkap bahwa pelaku sebenarnya adalah Yoo Moon Bae, beserta rekamannya itu. Gara2 ini, jabatan Pan Suk terancam.
 Singkatnya, kasus ini pun berhasil terselesaikan. Ketika berhasil mendapatkan bukti terakhir, yaitu handphone Hyung Chul, tim Dae Gu dikejar2 gerombolan preman. Dae Gu dan Soo Sun tertangkap dan dihadapkan ke Yoo. Mereka berdua akan dibunuh. Dae Gu pun memohon agar Soo Sun dilepaskan dan dia akan menembak kepalanya sendiri. Soo Sun pun dibawa keluar. Dia menjerit2 agar Dae Gu tidak melakukan hal itu dan dia pun mengatakan bahwa dia mencintai Dae Gu.
 Setelah Soo Sun keluar, Dae Gu akan menembak kepalanya. Dia bertanya sekali lagi, apa Yoo yang membunuh Kang Suk Soon dan juga Cho Hyung Chul? Yoo pun mengakui. Bukannya bunuh diri seperti yang dijanjikannya tadi, Dae Gu menurunkan pistol dan berdiri menantang Yoo untuk membunuhnya. Ternyata Dae Gu memasang perekam di kerah bajunya yang tersambung langsung ke hp timnya. Pan Suk datang menolong, diikuti oleh tim dan polisi lainnya. Yoo pun ditangkap, diborgol oleh Dae Gu sendiri.
 Then, kasus selesai. Sayangnya Pan Suk harus dimutasi dan jabatannya diturunkan karena telah melanggar etika kepolisian. Satu tahun berlalu. Pan Suk bertugas di sebuah desa kecil, menangani kasus-kasus kecil, seperti maling ayam hahaha… Suatu hari dia dapat paket dari Seoul, berisi foto teman2 kantornya dulu dan juga surat dari Soo Sun yang mengabarkan keadaan di kepolisian Gangnam.
 Kepala Polisi kini dijabat oleh Detektif Cha, musuh bebuyutannya Pan Suk. Tapi sekarang dia tidak suka marah2 seperti dulu lagi. Kemudian rekannya Pan Suk kini sudah semakin sukses sebagai detektif yang andal, seperti Pan Suk dulu, dan dia kini sedang menanti kelahiran anak keenam (busyet!). Tae Il yang pernah jadi dokter sebelum masuk kepolisian, kini banyak membantu di tim forensik. Ji Gook yang dulunya sempat menyukai Soo Sun, kini mulai membuka hati kepada cewek lain. Sementara hubungan Soo Sun dengan Dae Gu sendiri, berjalan dengan lancar.
 Detektif Kim Sa Kyung, mantan istrinya Pan Suk yang kini sudah rujuk kembali, datang mengunjungi Pan Suk. Tapi baru saja menyapa, Pan Suk melihat seorang pria naik motor dengan ayam-ayam terkurung di joknya. Pan Suk yang sedang menangani kasus pencurian ayam pun segera mengejarnya, diikuti oleh Sa Kyung.
 Sementara di Kepolisian Gangnam, Seoul, suasana masih ramai seperti biasanya dengan para penjahat yang ditangkap maupun orang yang diinvestigasi. Sebuah laporan perampokan datang. 4 sekawan berjalan dengan gagah dengan membawa senjata, siap menangkap penjahat.
 The End

Notes:
Jika anda mengharapkan akan menemukan adegan romantis mendayu-dayu di dalam drama ini, anda akan kecewa berat, karena drama ini sama sekali tidak romantis. 20 episode dipenuhi dengan berbagai macam kasus misterius, seperti di komik detektif conan. Meski memang ada terselip kisah cinta antara Dae Gu dengan Soo Sun, tapi romansanya sama sekali tidak terasa. Chemistry di antara mereka tidak ada, mungkin karena drama ini lebih fokus pada genre misteri/suspense.
 Tapi meskipun nggak romantis, drama ini cukup memuaskan dengan adegan-adegan kocak selama tim bodoh itu menangani kasus-kasus awal mereka. Kasus pembunuhan ibunya Dae Gu juga bikin penasaran, meski pada penangkapan Yoo tampak seperti adegannya dipercepat. Seperti ada yang miss. Misalnya, tidak diceritakan bagaimana sampai Pan Suk bisa muncul sebagai superhero yang menolong Dae Gu, dengan baju santai dan membawa pistol mainan. Mungkin waktu itu dia lagi kencan sama Sa Kyung saat melihat Dae Gu dan Soo Sun ditangkap. Rada janggal aja rasanya.
 Dan sepertinya ini pertama kalinya Lee Seung Gi berperan sebagai cowok super cool yang sangat jarang tersenyum, apalagi tertawa. Biasanya dia jadi cowok yang ceria, gokil, slengekan.
 Untuk chemistry diantara Dae Gu (Seung Gi) dan Soo Sun (Go Ahra), menurut saya nggak terasa sama sekali. Mereka lebih tampak seperti teman biasa daripada sepasang kekasih.
 Persahabatan di dalam tim Dae Gu sangat kompak dan mengharukan, seperti F4 di BBF/Meteor Garden atau Jalgeum Kuartet di SKKS. Mereka saling melengkapi dan mendukung, serta melindungi satu sama lain, meskipun dengan taruhan nyawa. So Sweet.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar