Sebuah kasus pembunuhan terhadap seorang gadis pelajar
terjadi di Masan. Perawat sekolah, Kim Hwa Young menjadi saksi tunggal.
Detektif Seo Pan Suk berusaha meyakinkan Hwa Young untuk mau bersaksi, tetapi
Hwa Young takut karena anak buah pelakunya mengancam dengan menggunakan anak
lelaki Hwa Young, Kim Ji Yong. Kim Ji Yong adalah seorang pelajar (SMP
kayaknya). Dan akhirnya Hwa Young pun memutuskan untuk mau bersaksi. Namun
sebelum dia sempat memberi kesaksian di pengadilan, Hwa Young ditemukan tewas di
rumahnya.

Ketika itu, hari sedang hujan deras. Ji Yong yang baru
pulang sekolah menemukan sebuah kalung dengan liontin bundar berdesain unik, di
depan pintu rumahnya. Ketika masuk, dia terkejut melihat rumahnya berantakan.
Lebih kaget lagi saat melihat ibunya terkapar di dalam kamar dengan kepala
bocor dihantam vas. Tapi sebenarnya ibu masih hidup saat itu. Namun belum
sempat Ji Yong menelepon ambulans, bel pintu depan rumahnya berbunyi, tanda
seseorang membuka pintu. Ji Yong pun sembunyi di bawah kolong ranjang. Seorang
pria dengan sepatu boot dan luka di belakang telinga masuk, hendak mencari
kalung yang terjatuh. Saat hendak melihat kolong ranjang, ibu menahan kaki pria
itu. Pria itu pun mencekik ibu Ji Yong sampai mati, di depan mata Ji Yong.

Tak lama kemudian rumah Ji Yong sudah ramai oleh para
tetangga yang ingin melihat kejadian naas itu. Pan Suk mencoba menghibur Ji
Yong, namun Ji Yong menganggap ibunya mati karena Pan Suk yang memaksa menjadi
saksi, makanya dibunuh sama si pelaku. Ji Yong pergi ke sekolah yang kala itu
sepi. Dia pun merenung dan akhirnya memutuskan untuk memberitahu Pan Suk
tentang kalung di dalam kantong jas sekolahnya yang tadi dibawa Pan Suk. Ji
Yong juga memberitahu Pan Suk di mana dia sekarang karena Pan Suk mau
menjemputnya.

Akan tetapi yang datang bukanlah Pan Suk, melainkan si pria
sepatu boot dan hendak membunuh Ji Yong. Ji Yong melihat pria itu membawa
kalung liontin bundar yang seharusnya ada di Pan Suk. Mereka pun kejar2an.
Sementara itu di gedung sekolah sebelah, ada seorang siswi di dalam ruang
radio, Oh Soo Sun. Dia dan Ji Yong pernah bertengkar dan Soo Sun sempat
menghina Ji Yong sebagai anak haram ibunya dengan suami orang. Soo Sun pun
meminta maaf melalui radio. Secara tidak langsung, Soo Sun memberitahu keberadaan
Ji Yong yang sedang bersembunyi dari si pembunuh. Ji Yong pun berhasil memukul
pembunuh itu dan kabur. Sementara itu saat Soo Sun berjalan di lorong, dia
berpapasan dengan pria itu, tapi pria itu tidak menyadari keberadaan Soo Sun
karena selain Soo Sun sempat sembunyi di balik tembok, pria itu memegangi
wajahnya yang sakit. Soo Sun melihat bekas luka bakar di belakang telinga pria
itu.

Ji Yong menduga bahwa Pan Suk sekongkol sama pembunuh itu.
Bagaimana mungkin si pembunuh bisa tahu lokasinya dan memiliki kalung itu, jika
bukan dari Pan Suk? Dia pun menyimpan dendamnya terhadap detektif itu dan
bersumpah akan menemukan kebenaran atas kematian ibunya.
Dendam itu membawanya menjadi seorang detektif junior dengan
nama Eun Dae Gu. Dia berada di bawah didikan Team Leader detektif Seo Pan Suk,
bersama tiga rekannya, Park Tae Il, Ji Gook, dan Oh Soo Sun. Dae Gu sempat
kaget karena satu tim dengan teman sekampungnya, tapi Soo Sun tidak mengenali
Dae Gu sebagai Ji Yong. Sambil belajar jadi detektif, Dae Goo memata2i Pan Suk
dengan menyadap handphone dan memasang cctv di rumah Pan Suk.
Dalam beberapa episode awal menceritakan bagaimana
perjuangan Dae Gu dan timnya untuk bisa menjadi detektif yang andal. Tim ini
adalah yang paling bodoh dan ceroboh: bikin kekacauan saat mengintai, gagal
melindungi korban stalker, jadi sandera, dll. Akan tetapi seiring berjalannya
waktu, mereka perlahan2 bisa menjalankan tugas sebagai detektif dan menangkap
banyak penjahat. Hingga akhirnya ada sebuah kasus yang menjadi benang penghubung
dengan kasus pembunuhan perawat Masan 11 tahun silam, disusul dengan
terbongkarnya identitas asli Dae Gu.


Pria sepatu boot muncul lagi. Memang dia berhubungan dengan
Pan Suk, namun bukan seperti yang Dae Gu pikirkan. Cho Hyung Chul adalah mantan
detektif, rekan Pan Suk. Pada suatu kasus, mereka berdua mengintai di sebuah
gudang dan seseorang hendak memukul Pan Suk dengan kayu berapi. Hyung Chul pun
melindungi Pan Suk hingga belakang telinganya kena api. Hyung Chul kemudian
menembak orang itu. Tetapi sebenarnya polisi tidak boleh membunuh tersangka.
Akhirnya Hyung Chul pun dipecat dan dia tidak terima akan hal itu. Dan Cho
Hyung Chul kini jadi pembunuh bayaran, tanpa sepengetahuan Pan Suk. Di sini
negara kita Indonesia disebutkan, loh. 11 tahun lalu Hyung Chul berimigrasi ke
Indonesia sebelum akhirnya kembali lagi ke Korea.


Suatu malam Hyung Chul menyerang Dae Gu sampai Dae Gu masuk
RS karena terluka di tangan. Untungnya saat itu Pan Suk datang dan dia pun
terkejut melihat bahwa temannya adalah si pembunuh itu. Singkat cerita,
akhirnya Hyung Chul berhasil ditangkap oleh Dae Gu saat penyerangan yang kedua.
Dia digugat atas penyerangan terhadap detektif dan pembunuhan 11 tahun silam.
Namun dia tidak mau buka mulut soal siapa pemilik liontin itu dan siapa dalang
dari semua ini. Mereka cuma punya 1 clue, yaitu nama ‘Detektif Seo’ (bukan Seo
Pan Suk). Hyung Chul juga memberikan foto dirinya dengan Pan Suk dulu kepada
Pan Suk. Di belakang foto itu ada tulisan 4 angka yang akan terpecahkan pada
beberapa episode selanjutnya.

Ada lagi kasus yang berhubungan dengan kasusnya ibu Dae Gu.
Sebenarnya kasus ringan saja. Ada sebuah video di internet tentang seorang
wanita memukuli wanita lain dengan tas mahal. Wanita yang dipukuli itu adalah
ibunya Soo Sun. Saat itu ibu Soo Sun baru datang ke Seoul dan tak sengaja
tasnya tertukar dengan tas wanita kaya itu. Lalu tak sengaja pula tas mahal itu
jadi rusak. Wanita kaya itu pun minta ganti rugi yang tak bisa dibayar oleh ibu
Soo Sun. Setelah memohon, wanita kaya itu pun memaafkan asal ibu Soo Sun
menandatangani sesuatu. Begitu selesai di cap jari, tiba2 ibu Soo Sun dipukuli.

Ternyata wanita kaya itu adalah anak dari politikus Yoo Moon
Bae, Yoo Ae Yun. Dan wanita itulah yang memukul kepala ibu Dae Gu dengan vas 11
tahun silam. Kalung liontin bundar itu adalah milik Ae Yun. Pembunuhan terhadap
Kim Hwa Young tidak ada hubungannya dengan pembunuhan terhadap gadis pelajar
yang membuat Hwa Young jadi saksi tunggal itu. Ae Yun membunuh Hwa Young karena
menduga bahwa Hwa Young ada main sama suaminya hingga Hwa Young melahirkan Dae
Gu alias Ji Yong. Tim Dae Gu pun mencari berbagai bukti dan mempelajari psikologi Ae Yun sebelum interogasi, hingga akhirnya Ae Yun sendiri mengakui kejahatannya setelah diinterogasi oleh Dae Gu. Akan tetapi kasus masih belum selesai. Mereka masih belum tahu siapa yang mengambil liontin dari berkas kepolisian dan memberitahu posisi Ji Yong di sekolah kepada Hyung Chul 11 tahun lalu itu. Saat mau bertanya pada Hyung Chul, orang itu sudah mati bunuh diri.

Sebenarnya Pan Suk sudah tahu siapa orang tersebut, tapi
merahasiakannya dari Dae Gu karena orang itu sangat berharga bagi Dae Gu. Jadi
Soo Sun dulu pernah melapor ke polisi Masan bahwa dia melihat pria dengan luka
di belakang telinga berjalan di sekolah pada malam Ji Yong menghilang. Tetapi
pesan itu tidak tersampaikan kepada Pan Suk, karena pesan itu dititipkan kepada
detektif lain. Dan orang itu adalah Kepala Polisi Kang Suk Soon, yang merupakan
ibu angkat Dae Gu. Dia juga yang mengambil kalung itu dari tempat penyimpanan
dan memberikan kepada Hyung Chul, serta posisi Ji Yong malam itu. Di malam itu
Pan Suk juga datang ke sekolah Ji Yong tetapi sebelum menemukan Ji Yong, dia
dikabari bahwa anaknya kecelakaan dan meninggal.

Pan Suk dan Dae Gu dapat kiriman dari Hyung Chul yang
dikirim sebelum dia mati, yaitu sebuah kunci loker. Akan tetapi loker itu
kosong dan setelah di cek di cctv, ternyata ada orang yang mengambilnya. Soo
Sun sempat bersenggolan dengan orang itu sebelumnya. Dan saat berpapasan dengan
Kang Suk Soon di toilet, Soo Sun yang punya penciuman tajam mengenali bau
parfum Suk Soon yang persis dengan orang yang disenggolnya di dekat loker. Dia
pun mencocokkan wajah dari cctv loker dengan cctv di parkiran yang merekam
wajah Suk Soon yang pakai kacamata dan 99% mirip.

Dae Gu yang awalnya tidak percaya saat mendengar perihal ibu
angkatnya dari Pan Suk, kini pun jadi mulai mencurigai Suk Soon. Dia melabrak
Suk Soon hingga akhirnya Suk Soon pun mengaku. Jadi ‘detektif Seo’ itu adalah
Kang Suk Soon. ‘Detektif Seo’ adalah nama sahabat Suk Soon yang mati bunuh diri
karena kecewa dengan kepolisian Korsel, dimana polisi tidak mendapatkan hak
investigasi sebelum diijinkan oleh jaksa. Jika jaksanya korup dan melindungi
pelaku, maka polisi tidak bisa berbuat apa2. Saat itu Politikus Yoo adalah
kepala polisi. 11 tahun lalu Yoo baru masuk ke parlemen (semacam legislatif)
dan bisa menyampaikan keinginan mereka mendapatkan hak investigasi itu. Kasus
Ae Yun bisa menjatuhkan reputasi Yoo, makanya Suk Soon pun membantunya lewat
Hyung Chul.

Namun tampaknya usaha Suk Soon sia2. Hak investigasi tidak
jadi didapatkan. Dia pun melabrak Politikus Yoo dan mengancam akan membeberkan
kejahatan mereka. Saat di parkiran, Dae Gu dan Soo Sun mengikutinya. Di tengah
jalan, sebuah truk menabrak Suk Soon. Setelah di bawa ke RS, Suk Soon pun
akhirnya meninggal. Sebelumnya Suk Soon meminta maaf pada Dae Gu dan menyuruh
Dae Gu mencari perekam di kamarnya.


Rekaman itu adalah kunci dari semua kejadian ini. Awalnya
mereka menduga bahwa Ae Yun membunuh Hwa Young atas motif cemburu karena Ji
Yong adalah anak dari suami Ae Yun. Akan tetapi anak Ae Yun yang sempat
mengambil beberapa helai rambut Dae Gu dan melakukan tes DNA, membawa hasil
bahwa Dae Gu bukanlah anak dari ayahnya. Dan rekaman itu membuka semua tabir.
Politikus Yoo menyuruh Hyung Chul memalsukan hasil tes DNA agar Ae Yun tidak
memberikan hartanya kepada suaminya. Harapan Yoo adalah agar Ae Yun menceraikan
suaminya, akan tetapi yang terjadi malah Ae Yun membunuh wanita yang dikira selingkuhan
si suami. Astaga, jadi Hwa Young matinya gara-gara salah paham.

Kasus masih sulit untuk diselesaikan karena kejaksaan
menghalang-halangi. Mereka menyampaikan ke media bahwa dalang pembunuhan 11 th
silam dan juga terhadap Kang Suk Soon adalah Yoo Ae Yun. Pan Suk pun mengadakan
jumpa pers dan mengungkap bahwa pelaku sebenarnya adalah Yoo Moon Bae, beserta
rekamannya itu. Gara2 ini, jabatan Pan Suk terancam.
Singkatnya, kasus ini pun berhasil terselesaikan. Ketika
berhasil mendapatkan bukti terakhir, yaitu handphone Hyung Chul, tim Dae Gu
dikejar2 gerombolan preman. Dae Gu dan Soo Sun tertangkap dan dihadapkan ke
Yoo. Mereka berdua akan dibunuh. Dae Gu pun memohon agar Soo Sun dilepaskan dan
dia akan menembak kepalanya sendiri. Soo Sun pun dibawa keluar. Dia menjerit2
agar Dae Gu tidak melakukan hal itu dan dia pun mengatakan bahwa dia mencintai
Dae Gu.
Setelah Soo Sun keluar, Dae Gu akan menembak kepalanya. Dia
bertanya sekali lagi, apa Yoo yang membunuh Kang Suk Soon dan juga Cho Hyung
Chul? Yoo pun mengakui. Bukannya bunuh diri seperti yang dijanjikannya tadi,
Dae Gu menurunkan pistol dan berdiri menantang Yoo untuk membunuhnya. Ternyata
Dae Gu memasang perekam di kerah bajunya yang tersambung langsung ke hp timnya.
Pan Suk datang menolong, diikuti oleh tim dan polisi lainnya. Yoo pun
ditangkap, diborgol oleh Dae Gu sendiri.
Then, kasus selesai. Sayangnya Pan Suk harus dimutasi dan
jabatannya diturunkan karena telah melanggar etika kepolisian. Satu tahun
berlalu. Pan Suk bertugas di sebuah desa kecil, menangani kasus-kasus kecil,
seperti maling ayam hahaha… Suatu hari dia dapat paket dari Seoul, berisi foto
teman2 kantornya dulu dan juga surat dari Soo Sun yang mengabarkan keadaan di
kepolisian Gangnam.
Kepala Polisi kini dijabat oleh Detektif Cha, musuh
bebuyutannya Pan Suk. Tapi sekarang dia tidak suka marah2 seperti dulu lagi.
Kemudian rekannya Pan Suk kini sudah semakin sukses sebagai detektif yang
andal, seperti Pan Suk dulu, dan dia kini sedang menanti kelahiran anak keenam
(busyet!). Tae Il yang pernah jadi dokter sebelum masuk kepolisian, kini banyak
membantu di tim forensik. Ji Gook yang dulunya sempat menyukai Soo Sun, kini
mulai membuka hati kepada cewek lain. Sementara hubungan Soo Sun dengan Dae Gu
sendiri, berjalan dengan lancar.
Detektif Kim Sa Kyung, mantan istrinya Pan Suk yang kini
sudah rujuk kembali, datang mengunjungi Pan Suk. Tapi baru saja menyapa, Pan
Suk melihat seorang pria naik motor dengan ayam-ayam terkurung di joknya. Pan
Suk yang sedang menangani kasus pencurian ayam pun segera mengejarnya, diikuti
oleh Sa Kyung.
Sementara di Kepolisian Gangnam, Seoul, suasana masih ramai
seperti biasanya dengan para penjahat yang ditangkap maupun orang yang
diinvestigasi. Sebuah laporan perampokan datang. 4 sekawan berjalan dengan gagah
dengan membawa senjata, siap menangkap penjahat.
The End
Notes:
Jika anda mengharapkan akan menemukan adegan romantis
mendayu-dayu di dalam drama ini, anda akan kecewa berat, karena drama ini sama
sekali tidak romantis. 20 episode dipenuhi dengan berbagai macam kasus
misterius, seperti di komik detektif conan. Meski memang ada terselip kisah
cinta antara Dae Gu dengan Soo Sun, tapi romansanya sama sekali tidak terasa.
Chemistry di antara mereka tidak ada, mungkin karena drama ini lebih fokus pada
genre misteri/suspense.

Tapi meskipun nggak romantis, drama ini cukup memuaskan
dengan adegan-adegan kocak selama tim bodoh itu menangani kasus-kasus awal
mereka. Kasus pembunuhan ibunya Dae Gu juga bikin penasaran, meski pada
penangkapan Yoo tampak seperti adegannya dipercepat. Seperti ada yang miss.
Misalnya, tidak diceritakan bagaimana sampai Pan Suk bisa muncul sebagai
superhero yang menolong Dae Gu, dengan baju santai dan membawa pistol mainan.
Mungkin waktu itu dia lagi kencan sama Sa Kyung saat melihat Dae Gu dan Soo Sun
ditangkap. Rada janggal aja rasanya.
Dan sepertinya ini pertama kalinya Lee Seung Gi berperan
sebagai cowok super cool yang sangat jarang tersenyum, apalagi tertawa.
Biasanya dia jadi cowok yang ceria, gokil, slengekan.
Untuk chemistry diantara Dae Gu (Seung Gi) dan Soo Sun (Go
Ahra), menurut saya nggak terasa sama sekali. Mereka lebih tampak seperti teman
biasa daripada sepasang kekasih.
Persahabatan di dalam tim Dae Gu sangat kompak dan
mengharukan, seperti F4 di BBF/Meteor Garden atau Jalgeum Kuartet di SKKS.
Mereka saling melengkapi dan mendukung, serta melindungi satu sama lain,
meskipun dengan taruhan nyawa. So Sweet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar