
Cast:
Lee Dong Gun as Kim Shin
Yoon Eun Hye as Na Mi Rae
Jung Yong Hwa as Park Se Ju
Han Chae Ah as Seo Yu Gyong

“Jodoh nggak ke mana.”
Pepatah itu memang benar. Walau yang satunya di timur,
satunya di barat, kalau jodoh pasti ketemu lagi. Berusaha menghalangi agar tidak
bertemu, tetap saja bertemu walau dengan cara yang lain. Berusaha mencegah
jatuh cinta, namun hati tetap tertuju kepadanya.

Hal ini terjadi pada Na Mi Rae. Dia menikah dengan pembawa
berita Kim Shin, namun merasa menyesal karena pernikahan mereka tidak bahagia.
Na Mi Rae yang sudah jadi ahjumma, kembali ke tahun 2014 untuk mencegah dirinya
di masa muda menikah dengan Kim Shin. Mereka akan bertemu saat Kim Shin tak
sengaja menubruk mobil Mi Rae di tengah jalan. Tapi karena dicegah, Kim Shin
pun menabrak mobil lain yang dibawa oleh reporter wanita, Seo Yu Gyong. Padahal
Yu Gyong harusnya pergi ke Jeju dan pada akhirnya bertemu dan menikah dengan
Park Se Ju, pewaris YBS (stasiun TV). Karena kejadian ini, yg ke Jeju malah Mi
Rae yang memenangkan sebuah lomba nyanyi. Se Ju melihat Mi Rae berenang di laut
dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Namun, namanya juga jodoh, Kim Shin dan Mi Rae tetap saja
bertemu dalam kecelakaan yang lain. Belum lagi Mi Rae disuruh resign dari
pekerjaannya di call center oleh Ahjumma, dan malah masuk ke YBS sebagai
penulis naskah boardcasting. 4 orang itu (+ kakaknya Mi Rae) berkumpul dalam
satu tim “Morning Show” di YBS. Se Ju yang aslinya adalah cucu pemilik YBS,
pura2 jadi VJ (kameramen). Pula terjadi cinta segiempat di antara mereka. Yu
Gyong menyukai Se Ju, sementara Se Ju menyukai Mi Rae. Kim Shin pun menyukai Mi
Rae. Namun Mi Rae galau, gara2 si Ahjumma yang ikut campur dalam kehidupan
cintanya. Ahjumma melarang Mi Rae untuk mencintai Kim Shin karena hidupnya akan
hancur dan akan ada yang mati gara2 Kim Shin. Dia dekat dengan Se Ju, namun
hatinya tetap tertuju pada Kim Shin.

Di samping kisah cinta nan galau, kekompakan tim Morning
Show sebenarnya sangat menarik, walau ada pula PD yang nyebelin (PD Lee).
Hampir direstrukturisasi oleh presdir YBS, tetapi mereka bertahan. Mereka juga
punya program baru bernama Kotak Pandora, setelah kejadian seru di stasiun
kereta api. Ide2 yang jadi bahan untuk Kotak Pandora pun menarik.

Kembali ke inti masalah, jadi kenapa Na Mi Rae tua mencegah
pernikahan Kim Shin dan Mi Rae dan berusaha menjodohkan Mi Rae dengan Se Ju?
Apakah benar hanya masalah uang? Ternyata tidak begitu. Setelah menikah, Kim
Shin dapat tawaran menarik dari NTN TV. Tetapi Kim Shin yang keras kepala dan
berpendirian teguh pada fakta, akhirnya dipecat dan meninggalkan banyak hutang.
Meski begitu, mereka tetap bahagia karena memiliki seorang putra. Tetapi kakak
Mi Rae terus ngamuk2 karena Kim Shin jadi pengangguran. Mi Rae lah yang
bekerja, sedang Kim Shin nganggur di rumah. Mereka jadi sering berantem, dan
puncaknya, ketika berantem di pinggir jalan, mereka tak sadar bahwa anak mereka
jalan sendiri dan akhirnya terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa anak mereka.
Mi Rae pun menyalahkan Kim Shin atas kejadian itu. Suatu hari, Mi Rae begitu
marah hingga mengeluarkan kata kasar “Kalau seperti ini terus, lebih baik kau
mati saja!” Kim Shin merasa sakit hati dan putus asa. Dia keluar dari rumah dan
mati tertabrak mobil. Oleh karena itu, Mi Rae merasa bersalah dan kembali ke
masa lalu, berusaha agar kejadian naas itu tidak terjadi, dengan memisahkan Mi
Rae dengan Kim Shin di masa kini. Tetapi sebenarnya, apapun yang dilakukan oleh
Ahjumma itu percuma, karena tidak akan merubah masa depan si Ahjumma itu. Jika
Mi Rae sekarang menikahi Se Ju, si Ahjumma tetap tidak menikmati itu di masa
depan, karena dia tetap adalah istrinya Kim Shin. Istilahnya dunia parallel,
jadi masa depan Mi Rae bukanlah menjadi masa depan ahjumma. Mereka menjadi
orang yang berbeda, walau sebenarnya sama. Dan Kim Shin tua pun sebenarnya
tidak mati. Ini memang membingungkan.

Singkat cerita, Se Ju pun kembali ke posisinya sebagai
presdir YBS. Kim Shin resign dari YBS dan masuk ke NTN. Mi Rae juga mau keluar
dan menjadi penulis naskah di TV lain karena dia merasa, di YBS orang
menganggap dia sukses bukan hasil usaha sendiri, melainkan karena dia adalah
adiknya Ketua Tim Na dan pacarnya Presdir Park. Suatu hari, ada demo karena
obat produksi Taeguk Group ternyata mengandung sebuah zat mematikan. Anak
seorang mantan pembuat obat meninggal karena hal itu. Dia ingin kisahnya masuk
ke reportase, agar semua orang tahu bahwa obat itu berbahaya dan tidak
memunculkan korban lagi. Tetapi tidak ada TV yang berani menyiarkan, karena
Taeguk adalah perusahaan terbesar yang memasukkan iklan termahal ke TV2 itu,
termasuk ke NTN dan YBS. Tim berita 9 NTN sebenarnya akan menayangkan,
tergantung Kim Shin mau membacakannya atau tidak. Jika Kim Shin membacakan,
maka karirnya hancur, tetapi jika tidak, dia akan berkelimpahan namun dibenci semua
orang. Dia galau. Awalnya dia tidak membacakan, tetapi dia bertemu dengan
dirinya di masa depan yang ternyata tidak membacakan berita itu dan mendapat
kelimpahan. Namun dia menyesal. Istrinya meninggal, anak2 meninggalkannya,
teman pun sudah tak punya. Dia dibenci semua orang. Dan dia juga tidak menikah
dengan Mi Rae. (ahjussi ini pun dari dunia yg berbeda lagi, bukan Kim Shin
suaminya ahjumma). Kim Shin pun akhirnya membacakan berita itu. Dan seperti
yang sudah diduga, dia pun dipecat dan disuruh ganti rugi yg sangat banyak.

Sementara itu Mi Rae tergerak untuk menuliskan kisah bapak
itu dan menayangkannya. Dia mencoba di TV tempat kerja barunya, ditolak. Dia
pun mencoba di Kotak Pandora. Dia juga mengangkat ttg demo para wartawan, juga
tragedy dipecatnya Kim Shin gara2 membacakan berita itu. Tim pun akhirnya
setuju, walau resiko pemecatan akan terjadi. Tetapi Se Ju menolak karena tidak
mudah untuk menayangkannya. Mereka bisa bangkrut karena kehilangan Taeguk
group.
“Aku pikir, Se Ju-ssi berbeda dengan Komisaris Miranda.”
Kata2 Mi Rae itu yang akhirnya mengubah pemikiran Se Ju. Ia pun teringat
visinya saat pertama kali menjabat sebagai presdir, bahwa dia tidak akan
seperti neneknya. Tetapi kini, dia nyaris saja menjadi seperti sang nenek yang
lebih mementingkan keuntungan sebuah bisnis, bukannya fakta yang harus
terungkap. Akhirnya, berita itu pun tayang dan sudah diduga, Taeguk Group
memutuskan hubungan. Nenek marah2. Dia juga menyuruh Se Ju dan Mi Rae putus,
padahal sebentar lagi mereka akan menikah. Nenek menganggap Mi Rae memberi
dampak buruk bagi cucunya. Se Ju pun mengundurkan diri dari presdir YBS. Nenek
menemui Mi Rae dan memaksanya putus, tapi Mi Rae tidak mau. Nenek menuduh Mi
Rae yang menyebabkan Se Ju resign, tetapi Mi Rae bukannya merasa bersalah,
malah berkata bahwa keputusan itu adalah keputusan Se Ju sendiri, bukan karena
dirinya. Tidak semua orang melakukan sesuatu hanya karena harta dan kekuasaan.
Mi Rae mengajak Se Ju makan di rumahnya. Saat itu, Se Ju
berkata bahwa dia resign dan akan melanjutkan study di luar negeri. Selama ini
Se Ju melakukan segala hal atas kemauan nenek. Kini dia ingin melakukan hal
yang dia inginkan. Dia mengajak Mi Rae ikut serta. Tetapi Mi Rae menolak.
Selama ini selalu Se Ju yang memberikan segalanya untuk Mi Rae, sedangkan Mi
Rae tidak pernah memberi apapun, karena Se Ju sudah memiliki segalanya. Mi Rae
ingin menjadi ‘seseorang’ yang bisa membuat Se Ju bangga. Dia ingin menggapai
impiannya sendiri. Mi Rae mengembalikan cincin tunangan, “jika kau pulang dan
hatimu belum berubah, berikanlah kepadaku.” Tapi Se Ju menyuruh Mi Rae untuk
menyimpannya. Mi Rae berdiri mengambil teh, Se Ju memeluknya dari belakang. Mi
Rae menangis dalam diam dan menyentuh tangan Se Ju yang memeluknya.
3 tahun kemudian, Yu Gyong sudah punya acara talk show
sendiri, dan kali ini yang jadi bintang tamunya adalah Mi Rae. Dia kini sudah
menjadi penulis terkenal. Bukunya baru saja launching. Dia diajak makan2 oleh
PD Lee, tapi menolak karena ada urusan.
Kakak Mi Rae akhirnya menikah dan punya satu anak, mereka
akan punya anak kedua sebentar lagi. Penulis Bae (senior Mi Rae) menjadi dosen. Suami penulis Bae adalah pengacara yang membantu kasus Kim
Shin. Walau masih punya hutang dan masalah, Kim Shin punya acara berita
sendiri, dan juga banyak orang yang merespek serta membantunya. Dia diajak
untuk makan bareng, tapi Kim Shin menolak karena ada urusan.
Sementara itu Se Ju pulang ke korea lebih awal dari yang
dijadwalkan. Dia dijemput oleh supirnya, tapi belum mau pulang dulu, karena ada
urusan.
Mi Rae, Kim Shin, dan Se Ju sama2 berada di dalam sebuah
toko buku, namun berselisih jalan satu sama lain. Mi Rae keluar setelah membeli
bukunya sendiri, tiba2 dia merasa ada sesuatu yang terlupa, dia pun kembali,
lalu tiba2 berhenti, seperti melihat sesuatu atau seseorang, dan dia tersenyum.
Siapakah yang ditemuinya? Kim Shin? Se Ju? Atau cowok lain?
Ending menggantung yang menjengkelkan. Sebenarnya saya males merekap
sinopsisnya, tapi saking gemesnya, aku pun merekap sedikit, sesingkat2nya, plus
ending yang kubuat sendiri (Fan Fic) hehehe….

Saya persembahkan
satu episode terakhir Future Choice versi The Ann:
Mi Rae keluar setelah membeli bukunya sendiri, tiba2 dia
merasa ada sesuatu yang terlupa, dia pun kembali, lalu tiba2 berhenti, seperti
melihat sesuatu atau seseorang, dan dia tersenyum.
“Kim Shin –ssi…”
“Lama tidak berjumpa, Mi Rae-ssi,” Kim Shin menunjukkan
sebuah buku yang digenggamnya, “Kau semakin sukses saja. Syukurlah, kau tidak
menikah denganku.”
Mi Rae terkekeh, “Bagaimana kabarmu? Apakah hutangmu sudah
terbayar? Tampaknya acaramu cukup sukses.”
“Memangnya kalau hutangku sudah beres, kau mau menikah
denganku?”
Mi Rae menunduk, bibirnya tersenyum tipis dan matanya
menerawang, “Mungkin aku bisa berkata ‘ya’, seandainya hatiku masih belum
berubah.”
Mi Rae menengadah, menatap Kim Shin dengan perasaan
bersalah.
“Hei, jangan menatapku seperti itu. Tadi aku hanya bercanda.
Memangnya siapa yang mau menikah denganmu?” Kim Shin melirik arlojinya, “Ah,
aku hampir terlambat. Aku duluan, ya.”
~~
Sementara itu, saat Se Ju akan membayar buku yang dibelinya,
ia melihat sebuah dompet berwarna cokelat di atas meja kasir. Dia membuka
dompet itu dan nampak foto Mi Rae di dalam sana. Ia terkejut, menyadari Mi Rae
barusan dari tempat ini. Setelah membayar, dia membawa dompet itu dan berlari
mencari2 Mi Rae. Langkahnya terhenti saat melihat Mi Rae berdiri di dekat pintu
keluar bersama Kim Shin. Mereka tampak asyik ngobrol sambil tertawa-tawa,
tampak bahagia. Mata Se Ju yang tadinya bercahaya, tiba-tiba meredup. Hatinya
terasa sakit. Namun demi melihat tawa Mi Rae, Se Ju berusaha merelakannya.
Asalkan Mi Rae bahagia.

~~
“Hah? Tidak ada? Tapi seingat saya, tadi saya menaruh dompet
di sini dan lupa mengambilnya lagi,” tanya Mi Rae.
“Maaf, Nona, tapi saya tidak melihat dompet anda,” kata
kasir.
“Aduh, di mana ya, dompetnya?” Mi Rae kebingungan.
“Kau mencari ini?” terdengar sebuah suara pria di belakang
Mi Rae. Suara itu membuat jantung Mi Rae berdebar kencang saat mendengarnya.
Suara itu yang selalu dirindukannya. Mi Rae tertegun, tidak berani menoleh ke
belakang. Ia takut kalau dia salah dengar. Dia takut kalau pria itu bukanlah pria
yang ditunggunya.
“Mi Rae-ssi…”
Perlahan Mi Rae menoleh. Ya, pria di hadapannya ini adalah
pria yang selama ini dirindukannya, pria yang pada akhirnya dicintainya, pria
yang pada akhirnya dia pilih.
Sehari setelah kepergian Se Ju ke luar negeri, Mi Rae
tiba-tiba merasakan kekosongan di dalam hatinya. Dia merasa kehilangan teman
yang sangat baik. Teman yang selalu membantunya. Teman yang selalu ada dalam
suka maupun duka. Teman yang selalu mendukungnya. Teman yang menahannya untuk
pergi saat semua orang menyuruhnya pergi. Teman yang mencintainya sepenuh hati.
Seiring berjalannya waktu, sementara dia mulai bisa meraih
impiannya, dirinya pun akhirnya sadar bahwa dia mulai merindukan Se Ju. Bahwa
dia mulai mencintai Se Ju. Namun dia takut kalau dia sudah terlambat. Selama
ini dia selalu menyakiti hati Se Ju, menolak cinta Se Ju. Mungkin di luar
negeri, Se Ju sudah menemukan wanita lain sebagai penggantinya. Dia tampan,
kaya, dan pintar, pasti banyak wanita yang mengincarnya.
Mi Rae hanya bisa berharap, ia bisa bertemu lagi dengan Se
Ju. Minimal untuk mengungkapkan bahwa dia mencintai pria itu.
Dan hari inilah saatnya. Dia dipertemukan lagi oleh Se Ju
oleh takdir. Namun mulutnya terasa kaku. Kata-kata yang telah tersusun untuk
pengungkapan cinta, tiba-tiba hilang entah ke mana.
Se Ju menyodorkan dompet cokelat di tangannya. Perlahan Mi
Rae mengambilnya.
“Selamat atas pelaunchingan bukumu. Sekarang kau sudah
sukses, Mi Rae-ssi.”
“Terima kasih. Sejak kapan kau pulang ke Korea?”
“Barusan. Aku langsung ke sini untuk membeli bukumu. Oh,
mumpung ketemu penulisnya, bolehkah aku meminta tanda tanganmu?” Se Ju menyodorkan
buku karya Mi Rae yang dibelinya.
Mi Rae terkekeh dan mengambil buku itu untuk ditanda
tangani. Setelah menggoreskan tanda tangan, dia berhenti sesaat, memikirkan
sesuatu, lalu melanjutkan menulis sesuatu di halaman pertama buku itu sebelum
dikembalikan pada Se Ju.
Tanpa melihat halaman itu, Se Ju memasukkan buku ke dalam
tasnya. Dan setelah mengucapkan salam perpisahan, Se Ju keluar dari toko itu
duluan. Mi Rae merasa kecewa, karena tampaknya Se Ju sudah tidak tertarik lagi
padanya. Dia pun pulang dengan langkah gontai.
Sementara itu Se Ju membuka tasnya dan akan membaca buku
karya Mi Rae. Matanya terbelalak saat melihat halaman pertama, tulisan di bawah
tanda tangan Mi Rae.
Untuk Park Se Ju, pria
yang akhirnya kupilih. Saranghaeyo
Se Ju segera menyuruh supir untuk putar balik, tetapi Mi Rae
sudah tidak ada di toko buku. Dia ke rumah Mi Rae, tapi kata kakak, Mi Rae
belum pulang. Se Ju nyaris berkeliling kota untuk mencari Mi Rae, yang akhirnya
ia temukan sedang duduk di sebuah bangku, tempat di mana Se Ju melamar Mi Rae
tiga tahun yang lalu. Mi Rae duduk di sana dengan tangan yang tergenggam erat.
“Mi Rae-ssi…” Se Ju terengah-engah.
Mi Rae terkejut dan berdiri. Se Ju langsung menarik Mi Rae
ke dalam pelukannya. Mi Rae terkejut sesaat, namun kemudian membalas pelukan Se
Ju. Ia memejamkan mata, menikmati hangatnya pelukan pria yang dirindukannya
itu. Mi Rae mendorong perlahan tubuh Se Ju. Ia membuka telapak tangan kanan
yang sedari tadi digenggamnya. Sebuah cincin, cincin pertunangan mereka dulu.
“Jika hatimu belum berubah, maukah kau memasangkan cincin
ini di jariku?”
Gemetar Se Ju mengambil cincin itu, memasangkannya ke jari
manis Mi Rae. Se Ju masih belum percaya seratus persen, bahwa pada akhirnya Mi
Rae memilihnya untuk menjadi pasangan masa depannya, bukannya Kim Shin.

~~
Kisah belum berakhir. Walaupun mereka kini telah saling
mencintai, tetapi masih ada satu penghalang, yaitu Komisaris Miranda, alias
neneknya Se Ju. Dia tetap tidak setuju. Memang sekarang Mi Rae sudah sukses,
tetapi usia Mi Rae sudah tua, (35 tahun). Usia segitu akan sulit punya anak,
sedangkan Se Ju sebagai satu-satunya pewaris Yeong Geon grup, harus punya
keturunan. Sebenarnya soal usia itu cuma alasan si nenek, karena pada dasarnya dia emang nggak suka sama Mi Rae, apalagi setelah kejadian pemberitaan 3 th lalu itu. Tetapi Se Ju tidak mau menyerah. Dia sudah susah payah hingga
akhirnya mendapatkan cinta Mi Rae, dia tidak akan membiarkan siapapun
menghalangi cinta mereka.
Se Ju pun diusir dari rumah, tanpa fasilitas apapun. Dia
melarat sekarang. Namun Mi Rae tidak lantas mencampakkan Se Ju yang melarat
itu. Se Ju tinggal di rumah Mi Rae. Beberapa bulan kemudian, Se Ju dan Mi Rae
menikah. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Park Yong Hwa.

Perlahan-lahan Se Ju dan Mi Rae memulai bisnis stasiun TV.
Namanya juga terlahir sebagai pebisnis, pemikirannya juga pebisnis, maka Se Ju
tidak menyerah dalam berbisnis meskipun banyak rintangan dan halangan. Beberapa
tim Kotak Pandora di YBS dulu pun mulai ikut bergabung karena sudah nggak tahan
lagi di YBS dengan kepemimpinan Miranda yang lebih mementingkan kuantitas
daripada kualitas. Masing-masing mereka punya pekerjaan sampingan yang lain
karena pendapatan dari TV baru belum mencukupi, juga terkadang menggalang dana
ketika hendak membuat acara yang memakan budget rada mahal. Ada yang jadi
dosen, penyiar radio, buka restoran, dan Mi Rae sendiri jadi penulis buku.
Acara andalan mereka adalah Talk Show bersama Seo Yu Gyong. Kim Shin pun bergabung
untuk menjadi pembawa berita. Dan kini mereka semua bersama membesarkan stasiun
TV itu, yang bernama Pandora TV. Mereka hanya menyajikan acara-acara
berkualitas, berita-berita fakta meskipun terkadang kontroversial, juga mulai
menayangkan drama-drama mini yang sarat amanat.
Tanpa Se Ju dan Tim Kotak Pandora, YBS mengalami penurunan
hingga nyaris bangkrut. Nenek awalnya berusaha terus menjatuhkan Pandora TV,
tapi semakin banyak masalah, mereka malah semakin terbang tinggi, hingga
akhirnya Pandora TV pun jadi stasiun tv yang besar, berkat kepemimpinan Se Ju
yang mantab sebagai seorang pengusaha sukses. Nenek akhirnya menyerah kalah.
Dan setelah bertemu dengan cicitnya yang imut-imut, Nenek pun akhirnya luluh
dan merestui pernikahan Se Ju dan Mi Rae.

Sementara itu, Kim Shin ternyata berkencan dengan Yu Gyong.
Di hari Kim Shin bertemu Mi Rae itu, sebenarnya dia janjian sama Yu Gyong untuk
menghabiskan malam natal bersama. Mereka akhirnya menikah dan memiliki seorang
putri cantik bernama Kim Seo Hyun.
Setelah anak-anak itu dewasa, mereka memiliki kisah cinta
tersendiri yang terangkum dalam sebuah reality show “We Got Married” session “YongSeoCouple” :D
Mereka semua bahagia, happily ever after…
***
Sementara itu, di dunia yang berbeda, waktu yang berbeda,
namun di bawah langit yang sama, Mi Rae Ahjumma mengorek-ngorek tanah,
mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sana. Ia membuka gembok kotak itu dengan
kunci yang diberikan oleh Mi Rae dari masa lalunya. Di dalamnya ada banyak
foto. Ada foto seorang pemuda yang menenteng tas kamera sambil melambaikan
tangan, ada foto remaja lelaki dengan latar pantai di Jeju, hingga foto bayi
lelaki yang digendong oleh Mi Rae masa muda. Tangan ahjumma itu gemetar,
kemudian ada tangan keriput lain yang menggenggam tangan ahjumma.
“Gadis itu, memilih takdir yang berbeda.” ahjumma menoleh
kepada ahjussi yang menggenggam tangannya, “Tetapi syukurlah, perubahan masa
lalu tidak mengubah masa depan. Takdir mereka tidak berhubungan dengan takdir
kita, Kim Shin…”
The End…..
Hahaha…. Berhubung saya sangat mencintai Jung Yong Hwa alias
Park Se Ju, saya tidak ingin dirinya tersakiti, maka saya pun membuat ending
bahagia seperti itu baginya. Walaupun sebenarnya aku ingin ending yang seperti
ini: Park Se Ju patah hati setelah
mengetahui bahwa Mi Rae akhirnya tetap memilih Kim Shin, kemudian dia
memutuskan untuk berlibur ke Indonesia, kemudian bertemu dengan seorang gadis
cantik, yang sedang berusaha menjadi seorang penulis terkenal, berinisial The
Ann dengan nama korea Jang Un Mi. Mereka pun menikah dan bahagia selamanya.
Cekakakaka…

By the way, di salah satu episode, ‘Mantan istri’ Jung Yong
Hwa, Seo Hyun SNSD muncul sebagai cameo waktu ada acara ultah seseorang yang
didatangi oleh Yu Gyong, di mana saat itu pertama kali Yu Gyong tahu identitas
asli Se Ju. Tapi setelah kucari2 di google, entah kenapa tidak ada artikel yang terkait dengan hal ini. apakah saya yg salah lihat, salah mengenali (karena mukanya orang korea sama semua), atau semuanya pada nggak merhatikan??















Tidak ada komentar:
Posting Komentar